Querencia

Chapter 6 : Throwback 2

Soonhon Slice of Life Fanfiction

Starring : Soonyoung; Jihoon; Seungcheol; etc.

MATURE RESTRICTED 17+ ONLY

.

.


Kalian tahu Jihoon memang sudah jadi milik Soonyoung sah secara hukum agama blabla pokoknya kalian tahu mereka hidup bahagia. Eits tapi—apa kalian tahu bahwa jauh sebelum Soonyoung, ada hati lain yang jauh lebih lama menemani Jihoon? Ada seseorang yang sudah hadir untuk Jihoon jauh sebelum Soonyoung tahu kalau Jihoon nyata.

Choi Seungcheol—Pria biseks yang lahir setahun lebih awal dari Jihoon. Seungcheol itu tetangga sekaligus teman masa kecil Jihoon yang dari awal masuk sekolah dasar hingga menengah atas, selalu nempel sama Jihoon. Wajar sih kalau mereka nempel terus, sebab Seungcheol lah yang memaksa Jihoon untuk mengambil sekolah yang sama dengannya. Dan bodohnya Jihoon menerima saja—padahal dengan otak yang luar biasa itu, Jihoon bisa saja dapat sekolah yang lima ratus kali lebih bagus daripada sekolahnya sekarang.

"Jihoon, aku tahu ini gila tapi aku sangat menyukaimu."

"Aku akan berusaha sebaik mungkin, maukah kamu jadi pacarku?"

Choi Seungcheol menembak Jihoon dibawah pohon cherry saat musim semi. Sangat romantis sampai Jihoon tidak tega berkata tidak. Jihoon menerima pernyataan Seungcheol—meskipun ia tidak bodoh untuk mengingat fakta bahwa mereka masih anak kelas satu dan dua smp. Tapi kenyataanya Jihoon itu juga suka Seungcheol, cinta malah. Jihoon sudah yakin menganggap Seungcheol sebagai calon suaminya semenjak mereka pergi berkemah bersama saat kelas tiga sekolah dasar.

Jihoon dan Seungcheol pernah bahagia pada masanya. Seisi sekolah paham sekali dengan romansa manis mereka kalau lagi asyik pacaran. Semua iri satu sama lain. Seungcheol tidak akan pernah absen datang ke kelas Jihoon untuk sekedar mengatakan 'hai' sampai membawakan makan siang dengan alibi 'makan sama pacar rasanya bakal dua kali lebih nikmat'. Bullshit.

Semuanya terasa seperti di surga hingga tiba saatnya Seungcheol lulus sma dan melanjutkan studi di perguruan tinggi. Seungcheol mendapat beasiswa di negeri matahari terbit sehingga Jihoon harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka harus berpisah dan ldr untuk waktu tidak menentu.

"Jihoon hei, dengarkan aku dulu."

Seungcheol menghapus airmata Jihoon yang berjatuhan deras, "semua akan baik-baik saja, percayalah aku akan selalu ada buat kamu."

Dan janji Seungcheol barusan memang ditepati—

—tapi hanya dua bulan pertama saja. Ketika akhirnya mereka bertemu kembali, Seungcheol mengatakan bahwa mereka harus berakhir sebab ia menyukai orang lain—disitulah Seungcheol berhasil menghancurkan hati Jihoon hingga berkeping-keping.

"Jihoon, kau adalah adikku dan kita tidak bisa lebih dari itu."

"Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku."

Jihoon sakit dan patah hati luar biasa—tapi semua itu tidak bertahan lama sebab Soonyoung hadir dan mengubah segalanya.

lima tahun berikutnya Jihoon sudah lupa akan siapa itu Choi Seungkyeol—eh Choi Seungcheol dan ia sudah tidak peduli bagaimana nasibnya di negeri orang sana.


QUERENCIA


Jihoon sedang asyik bercumbu dengan Soonyoung di sofa ketika ponselnya berbunyi didapur lantai bawah.

"Tidak mau diangkat ponselnya, sayang?"

"Tidakkh—akh Soonyoung jangan gitu geli "

Jihoon mana mungkin kepikiran hal lain jika Soonyoung saja sudah asyik bermain-main dengan kedua dadanya?

"Soonyoung—ahh aku udah enggak tahan."

Jihoon mendorong Soonyoung sehingga posisi Jihoon diatas sementara Soonyoung dibawah. Jihoon menghajar habis mulut Soonyoung—sementara dibawah sana milik Soonyoung berhasil memasuki Jihoon seutuhnya.

"Soonyoung, coba kamu duduk menghadapku."

"Kenapa Ji? Kamu tidak mau bergerak?"

Jihoon tidak menjawab dan malah membawa Soonyoung duduk kemudian ia bergerak awalnya pelan kemudian cepat. Jihoon sebenarnya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa posisi bercinta seperti ini sensasinya sangat luar biasa. Ia jadi tempted untuk mencobanya.

"shit—belajar darimana kamu hmm?"

"Soonyoung—ahh aku dekat."

Ini sudah sangat nikmat tetapi karena Soonyoung itu gila jadi ia memegang kedua pinggang Jihoon dan membantu Jihoon bergerak lebih cepat sementara bibirnya menciumi semua permukaan kulit Istrinya. Jihoon rasanya seperti dibawa ke langit ketujuh.

"Jihoonku—akh pintar sekali ya."

Jihoon bergerak semakin menjadi dan setelahnya Soonyoung keluar banyak diikuti dengan Jihoon yang tidak kalah banyak.

Mereka selesai pelepasan dan Jihoon buru-buru turun untuk mengambil ponselnya. Kemudian ia kembali naik keatas dan tidur dikasur sebab Soonyoiung suka ngelantur gak jelas kalau habis bercinta.

"Soonyoung, kamu tidak akan percaya siapa yang baru saja menghubungiku."


QUERENCIA


Jihoon pergi berkendara menuju sebuah rumah cukup besar yang ramai dengan orang. Rumah itu memang sedang mengadakan pesta dan sepertinya Jihoon jadi salah satu tamu undangannya.

"Todays gonna be a long day."

Jihoon memasuki rumah dan ketika pintu dibuka ia disambut dengan pemandangan yang sama sekali akrab dimata nya—Choi Hana, ibu dari Seungcheol, sedang berdiri menyambut tamu karena hari ini adalah pesta ulangtahunnya.

Jihoon tersenyum luar biasa senang. Sudah lama sekali ia tidak melihat orang tua 'kedua'nya ini—dulu Jihoon akrab sekali dengan ibunya Seungcheol. hanya saja ketika mereka berpisah Ibunya jadi menjaga jarak, karena malu mungkin.

"Jihoon, kamu terlihat semakin manis ya?"

Mereka tertawa seperti layaknya temen lama saja. Sempat beberapa kali menyinggung soal masa kecil Jihoon yang super ceroboh dan pesimis ataupun masalah masakan chinese ibu Seungcheol yang sangat Jihoon rindukan—keduanya tampak baik-baik saja sampai seorang pria datang menginterupsi.

"Jihoon?"

Suasana langsung berubah awkward dan Ibu Seungcheol langsung undur diri karena melihat mereka berdua seperti itu hanya membuat dirinya pusing saja.

Seungcheol mengajak Jihoon pergi ke taman belakang dan berbincang. Choi Seungcheol tidak mengelak bahwa selama lima tahun ini Jihoon sudah banyak berubah—ia terlihat lebih positif, dan manis tentu saja. Jihoon yang sekarang ia lihat terlihat sangat bahagia.

"Jihoon, bagaimana kabarmu Ji?"

"Aku sangat baik, bagaimana hyung sendiri?"

Seuncheol menghela nafas, "Entahlah, aku tidak baik dan tidak buruk."

Mereka terdiam. Jihoon terlihat tidak ingin membuka obrolan baru sehingga Seungcheol kembali memberikan pertanyaan yang sebenarnya ia sendiri sudah tahu jawabannya.

"Jadi kau sudah menikah? Bukankah itu masih terlalu cepat?"

"Aku dan suamiku sudah berpacaran lima tahun, apa menurut hyung itu masih terlalu cepat?"

"—Jika dibandingkan dengan kita dulu, ya itu masih erlalu cepat."

Jihoon terdiam. Ia tahu Seungcheol akan mencoba membawa kenangan masa lalu yang sebenarnya sudah sama sekali ia lupakan.

Jihoon tersenyum, "Hyung, sekarang sudah tidak ada lagi 'kita'."

Seungcheol yang melihat senyum itu tentu saja luluh—ia kembali menyesali mengapa dulu ia tega meninggalkan malaikat secantik Jihoon hanya demi seorang gadis kaya yang sekarang sudah pergi meninggalkan nya.

"Jihoon, kau boleh membenciku—"

"—tapi jika aku harus jujur, aku benar-benar merindukanmu."

Jihoon tetaplah seorang manusia biasa yang pasti terkejut ketika mendengar pengakuan salah satu mantan nya. Jihoon pikir Seungcheol bahkan sudah lupa rupa wajahnya—tetapi nyatanya ini lebih dari ekspektasi.

"Penyesalan memang selalu datang belakangan, hyung."

Jihoon menghelas nafas—ayolah Jihoon, kamu kesini untuk membuatnya menyesal! Bukan sebaliknya!

"Maafkan aku, Jihoon."

Seungcheol tersenyum, baiklah ia tau ini semua salah. Jihoon sudah berkeluarga dan pengakuannya barusan memang sangat tidak sopan.

"Aku senang mendengar hyung sekarang sudah sukses, kudengar hyung mendapat investasi besar dari perusahaan lokal?"

Jihoon mengganti topik begitu saja dan Seungcheol cukup terkejut mendengarnya

"Bagaimana kamu tahu, Ji? Apa ibu memberitahu mu?"

Jihoon menggeleng manis, "Tidak, aku mendengarnya dari seseorang."

"ah—begitu? Memang dua tahun terakhir bisnisku sedikit kesulitan, untung saja ada perusahaan lokal besar yang mau membantuku. Aku berhutang budi dengan mereka."

.

.

.

Jihoon ingin tertawa jika mengingat fakta bahwa perusahaan yang dimaksud Seungcheol adalah perusahaan milik suaminya.

.

.

.

.

to be continued


#RIPJinri #YouveWorkedHardJinri

teman2 sekalian today marks another gloomy day of kpop. we lost another talent, we lost another angel.
Cyberbullying is worst than u think, everyone. Be careful cuz you can kill someone only with your words.
Selamat jalan Jinri sayang, semoga kamu tenang di dunia sana.

Reviews are very appreciated~!