naruto : masashi kishimoto

highschool dxd : ichie ishibumi

WARNING : typo, ooc, bahasa tidak baku, amburadul, semi!canon, god!like naru, god!hina, ooc hinata, strong naru, strong hina,

author baru, dan masih amatir, jadi mohon bimbingan dari author senior? ゚ルマ

summary : demi memnghilangkan rasa bosannya, naruto sang hakaishin alam semesta 10, mencoba mengunjungi dunia lain yang terdubung dengan alam semestanya, dengan hinata yang di menjaganya. bagaimana kelanjutan kisah mereka?

naruto hakaishin

"masih ada yang tersisa rupanya"

naruto mulai melangkah mendekat ke arah kubu shirzechs, setelah mendengar gumanan naruto tadi, shirzech, ajuka, falbium, beserta iblis yang tersisa mulai menjaga jarak dengan naruto, tapi tidak dengan grayfia dan serafall yang mengalihkan pandangan ke arah lain dengan hidung mengeluarkan darah, sebab saat ini naruto terlihat sangat seksi, karena memperlihatkan perut sixpact serta dadanya yang bidang berwarna tan eksotis dan tak lupa ekspresi datarnya, hal itu pula menambah kekaguman grayfia dan serafall terhadap naruto.

"apa anda sudah selesai naruto-sama?"tanya hinata tetap disertai senyuman.

"um"hanya itu jawaban yang keluar dari bibir naruto "apa kalian bagian dari mereka?"lanjut naruto terdengar dingin sambil menatap shirzech

"e-eh, ti-tidak-tidak, kami bukan bagian dari mereka!"ucap shirzech cepat sembari malambaikan kedua tangannya.

"tapi dari aura kalian mengatakan sebaliknya"ucap naruto masih terdengar dingin

'dingin amat'batin shirzechs, ajuka, dan falbium bergidik ngeri

'biar dingin, tapi tetap keren'batin grayfia dan serafall dengan wajah malu-malu,

"mereka memang ras iblis seperti kami. tapi mereka bukan dari kubu kami naruto-sama"ujar ajuka tenang yang kini telah memakai suffix sama di belakang nama naruto, namun di balik itu dia berusaha menahan kegugupannya

naruto mangalihkan pandangan datarnya ke arah ajuka seraya berkata

"aku tak perduli! biarpun kalian bukan bagian dari mereka, tetap saja bangsa kalian telah merendahkanku, terlebih sekarang mood ku sedang buruk. maka dari itu aku akan menghancurkan dunia kalian"ujar naruto sambil merentangkan kedua tangannya ke samping, dan benar saja kini di kedua telapak tangannya mulai terbentuk bola spiral sebesar bola kasti. sontak semua iblis yang kembali melihat bola yang sukses membinasakan rezevin beserta seluruh pasukannya dan menyebabkan maou mereka hampir mati jika tidak segera kabur, segera waspada serta keringat dingin mulai mengalir deras dari pelipis mereka tak terkecuali shirzech, ajuka, serta falbium dan juga grayfia dan serafall yang sudah tidak ada lagi rona merah di kedua pipi mereka namun telah terganti dengan wajah penuh kewaspadaan. dan seandainya jika mereka melawan, maka satu kata yang hinggap di otak mereka 'sia-sia', sebab yondai maou yang masih dalam kondisi fit saja masih kalah, apalagi mereka yang sudah kehabisan tenaga. akhirnya hanya satu kata yang cocok menggambarkan kondisi mereka semua saat ini 'pasrah'.

'sial! kenapa ini musti terjadi'inner shirzech dengan menggertakan giginya

'cih, kenapa susah sekali membujuk dewa ini?'batin ajuka dan falbium

'dan akhirnya aku akan mati di tangan dewa tampan' nah kalau ini grayfia dan serafall yang membatin seraya mulai menutup mata mereka serempak

'walau aku akan mati di sini, setidaknya aku sudah berusaha'

sebelum naruto melepaskan bola tersebur, hinata yang sedari tadi diam membuka suaranya

"naruto-sama, apa tidak sebaiknya anda memberi kesempatan kepada mereka? sebab jika kau menghancurkan dunia mereka, maka dunia manusia juga akan ikut hancur, secara dunia iblis dan dunia manusia teruhubung dan anda tidak bisa menghilangkan rasa bosan anda"ujar hinata

naruto mengalihkan pandangannya ke arah hinata "hmm, benar juga!"ujar naruto, perlahan bola energi di tangannya mulai menghilang,

hinata hanya tersenyum

sebenarnya hinata tak ambil pusing dengan dunia iblis maupun dunia para manusia jika benar di hancurkan oleh naruto, namun hinata sudah bosan dengan keluhan-keluahan naruto setiap hari, so, mungkin memberi kesempatan pada mereka tidak apa kan?

naruto lalu berbalik menghadap para iblis yang juga menatap tegang ke aranya termasuk grayfia dan serafall yang sudah membuka mata. manarik nafas sesaat naruto berkata "baiklah, aku akan memberi kesempatan pada kalian," semua iblis yang medengar perkataan naruto menghelah nafas lega, namun kembali tegang "tapi, jika kalian melakukan tindakan yang bisa merusak mood ku, jangan salahkan aku jika dunia kalian benar-benar aku musnakan"lanjutnya terdengar dingin, setidaknya mereka tidak benar mati

shirzech, ajuka, dan falbium mendekat ke arah naruto,

"terima kasih naruto-sama telah memberi kesempatan pada kami, dan apa yang bisa kami berikan pada anda?, sekaligus tanda terima kasih karena secara tidak langsung anda telah membantu kami memenangkan perang ini?"tanya shirzech sangat sopan, takut jika perkataannya salah, dan malah membuat sang dewa marah

"sebenarnya sebelum kemari aku belum makan.." "kalau begitu kami akan menghidangkan ma.."ucapan serafall terpotong mendengar sebuah teriakan

"jangan memotong ucapanku bodoh"teriak naruto sangat kesal,

shirzech, ajuka, falbium, serta grayfia menjatuhkan rahang mereka ke bawah, baru saja beberapa saat naruto memperingatkan mereka untuk tidak merusak moodnya yang sudah rusak dari awal saat naruto dan hinata datang, serafall seenaknya saja memperburuk suasana dengan memotong ucapan naruto.

"hehehe, go-gomen, naru-tan, silahkan di lanjutkan"ujar serafall tertawa kikuk.

twich

muncul lagi perempatan di dahi mereka berempat setelah mendengar panggilan sayang serafall pada naruto, dan mulai mengutuk kebiasaan serafall tersebut yang seenak jidatnya menambah suffix tan pada orang yang di temuinya. jika mereka tidak masalah, tapi ini berbeda, pria di depan mereka adalah dewa penghancur.

'glek'

shirzech menelan ludah susah payah.

"to-tolong ja-jangan hiraukan ucapan wanita ini naruto-sama, dia memang masih anak-anak. silahkan di lanjutkan saja ucapan anda"ujar shirzech tersenyum gugup sambil menarik tangan serafall ke belakang,

"hey, apa maksudmu hah?"protes serafall pada shirzech.

shirzech segera menatap tajam serafall seolah tatapannya menyiratkan 'kau mau mebunuh kami bodoh', dan serafall yang mengerti tatapan tajam itu hanya mampu diam.

"ehem" berdehem sedikit lalu naruto melanjutkan "kurasa panggilan itu tidak terlalu buruk"

keempat iblis tersebut bernafas lega, mereka mengira naruto akan marah dengan panggilan tersebut, tapi ternyata malah sebaliknya naruto menyukainya.

"hihihihi" kikik hinata yang merasa cukup terhibur akan kejadian tersebut.

"jadi, anda mau kami melakukan apa naruto-sama?"

"karena pertarungan tadi membuat perutku jadi lapar, maka kalian harus menyajikan makanan terenak di dunia kalian untuk menebus kesalahan kalian"perintah naruto

"baiklah! tapi bisa tunggu sebentar naruto-sama? kami masih harus memperbaiki kerusakan di underworld" ujar shirzhech ragu.

"tidak perlu! karena aku dewa yang baik hati, maka aku yang akan membereskan tempat ini" naruto berhenti sejenak.. "hinata!"

"saya mengerti naruto-sama"ucap hinata, lalu mengetukan tongkatnya ke tanah, dan perlahan kerusakan yang ada di underworld akibat perang, mulai tebentuk kembali, terlihat pohon-pohon yang hancur lambat laun kembali ke bentuk semula, kemudian tanah yang berkawah mulai tertutup kembali, serta bangunan-bangunan besar maupun kecil yang roboh mulai membangun kembali seperti semula.

sekali lagi semua iblis yang tersisa di buat takjub akan kekuatan dua orang tersebut.

'sekali lagi aku di buat takjub akan kekuatan mereka'

'tongkat itu hebat sekali'

"sudah selesaikan! jadi cepat, aku sudah lapar?"ucap naruto sedikit sombong memperlihatkan keahliannya, eh, bukan tapi keahlian hinata.

ke empat iblis tersebut menoleh ke arah naruto,

"ehhh, ba-baiklah, ikut kami naruto-sama, kita akan pergi menggunakan lingkaran sihir"

lalu mereka berdua menghilang dengan lingkaran sihir buatan shirzech diikuti keempat rekannya.

di sebuah mansion yang terlihat besar dan megah hampir menyerupai istana bergaya eropa muncul lima buah lingkaran sihir dari ketiadaan, dan dari lingkaran sihir itu muncul tujuh orang, lebih tepatnya lima iblis, tiga iblis pria dan dua iblis wanita, mereka adalah shirzech, ajuka, falbium, serafall, dan yang terakhir grayfia, serta dua orang berbeda gender sang pria berambut kuning keemasan dan sang wanita berambut indigo, mereka adalah naruto dan hinata.

mansion gremory adalah sala satu bangunan yang tidak terkena dampak dark civil war, sebab jauh dari lokasi perang, itulah mansion gremory tampak baik-baik saja!

"besar juga kediaman mu pria berambut merah"guman naruto sambil melihat-lihat arsitektur rumah tersebut,

"aa-ah biasa saja naruto-sama! pasti kediaman anda lebih besar dari kediaman saya, secara anda adalah dewa"ucap shirzech yang merasa tidak enak hati karena secara tidak langsung naruto memuji tempat tinggalnya.

"anda benar pemudah-san! naruto-sama tinggal di sebuah planet pribadinya"ucap hinata tersenyum manis

"eeeeeehh"kaget mereka berlima serempak

"tidak usah kaget! walau aku tinggal di sebuah planet tapi aku sudah bosan dengan keadaan suasan di sana, karena hanya aku hinata, dan pelayanku yang dinggal di tempat itu"

'pantas saja mereka datang ke dunia kami! siapa juga yang tidak bosan tinggal tinggal di sebuah planet yang besar, terlebih hanya mereka berdua dan pelayan mereka'batin mereka berlima

"sebelum masuk! kami ingin memperkenalkan nama kami telebih dahulu naruto-sama, hinata-sama!"

"cepat! aku sudah sangat lapar"ujar naruto

"ha'i, perkenalkan namaku shirzech gremory dari klan gremory naruto-sama, hinata-sama"ucap shirzech sambil membungkuk 90°

"namaku ajuka astaroth dari klan astaroth naruto-sama, hinata-sama"

"namaku falbium glasya-labolas naruto-sama"ucap falbium formal tidak terdengar malas seperti biasa.

"namaku serafall sitri dari klan sitri naru-tan hinata-sama"ujar serafall dengan wajah malu-malu, para rekannya sudah tidak lagi mempermasalahkan panggilan sera, sebab naruto sendiri kelihatan biasa-biasa saja

"namaku grayfia lucifuge dari klan lucifuge naruto-sama hinata-sama"kata grayfia yang juga tengah merona.

naruto hanya menaikan alisnya bingun melihat kedua gadis iblis itu yang meperkenalkan nama mereka dengan wajah memerah, tapi dia hanya menghiraukannya,

"baiklah! sudah cepat"kata naruto sudah tidak sabar

"haik, ikut kami naruto-sama"

kemudian mereka'pun mulai masuk kedalam mansion tersebut dan terlihat beberapa pelayan meyapa mereka bertujuh dengan sopan, tapi tidak dengan pelayan wanita yang menyapa mereka dengan wajah merona, karena baru pertama kali mereka melihat pria setampan naruto, di tambah naruto tidak memakai baju alias telanjang dada dan hanya memakai celana, dan memperlihatkan perut sixpact serta dadanya yang bidang bagaikan dewa-dewa dari mesir kuno itulah isi pikiran nista para pelayan perempuan, oh andai mereka tau jika naruto benar-benar dewa yang hampir membinasakan mereka, bagaimana ya reaksinya? hanya tuhanlah yang tau.

tiba-tiba dari depan muncul dua orang iblis beda gender berjalan berdampingan serta balita perempuan berusia sekitar dua tahun di gendongan sang wanita. yang pria bersurai merah panjang berusia sekitar 30-an dengan wajah mirip shirzech, lalu kedua adalah wanita bertububuh mungil, bersurai coklat, serta beriris ungu yang saat ini tengah menggendong balita perempuan tersebut. mereka berdua adalah lucius gremory dan venelaba bael atau sekarang menjadi venelana gremory, sekaligus orang tua dari shirzech gremory dan rias gremory yang sedang bermanja-manja di gendongan sang ibu.

"apa kalian baik-baik saja shirzhech-kun?"tanya sang ibu terlihat sangat khawatir

"tenang saja kaa-sama, aku dan yang lainnya baik-baik saja, dan kami berhasil memenangkan perang berkat mereka"jawab shirzhech menenangkan venelana sembari menunjuk naruto dan hinata

"mereka siapa shirzech? terutama pria yang berpenampilan an...hmmmmpt" shirzech yang sudah tau ayahnya akan membahas apa, lekas menyumpal mulut ayahnya dengan tangannya, lalu membawa ayah dan ibunya menjauh dari sahabatnya juga naruto dan hinata tak lupa memberi isyarat kepada mereka berenam untuk menunggu sebentar,

"tou-sama,.tolong, jangan berbicara aneh-aneh terlebih pada pemuda pirang itu!"perintah shirzhech berupa bisikan pada ayah serta ibunya.

"eh? memang kenapa?"tanya venelana penasaran

"sebab pria itu adalah dewa penghancur alam semesta dari dunia lain, sekaligus dialah yang membinasakan seluruh pasukan yondai maou beserta maou lucifer, terkecuali ketiga maou lainnya, karena di saat-saat terakhir mereka berhasil melarikan diri dengan sekarat"

sontak kedua geromory berbeda surai itu sangat terkejut,

"ta-tapi bagaimana bisa? aku tak merasakan aura apa-apa dari ke dua orang itu"tanya lucius sedikit tergagap seraya memandang naruto dan hinata

"tapi itu benar tou-sama, pemuda pirang itu yang telah membunuh rezevin dan pasukannya tanpa tersisa..." berhenti sejenak shirzheck melanjutan "jadi demi keselamatan underworld, tolong tou-sama dan kaa-sama jangan membuat tindakan-tindakan yang bisa mengusik ketenangannya"

"baiklah! tapi mau apa mereka kemari?"

"mereka da..." "woy, apa kalian belum selesai?" ucapan shirzech oleh suara teriakan naruto.

shirzech, lucius, dan venelana tidak melanjutkan diskusi mereka dan barbalik menuju ke tempat naruto.

"su-sudah selesai naruto-sama"kata shirzech

'jadi namanya naruto'batin lucius dan venelana

"kami fraksi iblis merasa sangat terhormat akan kedatang dewa seperti anda, terlebih anda juga telah membantu anakku memenangkan civil war yang sudah berlangsung selama berhari-hari! jadi apa yang bisa kami berikan sebagai tanda terima kasih?"kata lucius tesenyum

"um, jadi shirzech tidak mengatakan pada kalian tadi"tanya naruto

"to-tou-sama! karena naruto-sama melakukan perjalanan antar dimensi, dan juga naruto-sama ingin merasakan makanan yang ada didunia kami, maka kami mengajak mereka kemari untuk mencoba makanan dunia ini!"ucap shirzech cepat sebelum lucius buka suara

"hmm, begitu, kalau begitu kita langsung ke meja makan saja naruto-sama dan saya akan menyajikan makanan dari koki terbaik yang ada di underworld untuk anda."

merekapun mengikuti lucius dan venelana.

sekarang di meja makan kediaman gremory, tampak di meja itu telah terisi dengan banyak sekali makanan yang bisa membuat air liur menetes, namun terkecuali naruto dan hinata duduk berdampingan menatap datar makanan tersebut.

"apa ini bisa di makan?" tanya naruto

"tentu naruto-sama ini masakan para koki terbaik yang ada di underworld" jawab lucius tersenyum.

"baiklah, aku akan mencobanya"

perlahan naruto dan hinata mengiris daging sapi bakar atau di sebut yakiniku yang ada di piring mereka dan mengarahkan irisan daging itu ke arah mulut mereka.

naruto dengan tanpa ekspresi mulai mengunyah makanan tersebut secara perlahan, setelah daging tersebut halus di mulutnya dan

'glek'

setelah irisan daging yang telah halus itu tertelan oleh naruto, kemudian naruto langsung menunduk dengan bahu bergetar. para iblis yang barbaris di dekat meja itu tampak sangat gugup dan juga penasaran akan komentar yang akan keluar dari mulut naruto.

masih dengan kepala menunduk naruto bertanya "siapa yang memasak makanan ini?"tanya naruto yang dari nadanya terlihat sangat dingin.

'deg'

'deg'

'deg'

semua iblis yang ada di situ tambah deg-degan plus bergetar hebat, tak ada yang terkecuali, sebab nasib dunia mereka sekarang ada potongan yakiniku yang naruto telan barusan

'glek'

menelan ludah susah payah grayfia menjawab "sa-saya ya-yang me-memasak itu na-naruto-sama, ba-bagaiman ra-rasanya?"jawab grayfia berusaha tenang tapi sepertinya tidak berhasil.

kenapa grayfia yang memasak yakiniku itu? jawabanya simple, karena grayfia adalah salah satu koki terbaik underworld.

"me-menge.."naruto berhenti sejenak sembari mulai mengangkat kepalanya secara perlahan "NGESANKAN"teriak naruto dengan mata berbinar-binar

"EEEEEHH"pekik para iblis tersebut.

mereka mengira kata 'mengerikan' yang akan di keluarkan naruto, tapi sepertinya tidak, malah kata mengesankan yang naruto keluarkan, dan ketegangan yang menghiasi udara tadi, tampak menghilang tergantikan dengan wajah bahagia. tapi yang paling bahagia dari mereka semua adalah grayfia, karena masakannya berhasil menyenangkan sang pujaan hati. terbutkti pada kedua pipinya ada rona merah meskipun terlihat tipis.

"haah, kukira kata mengerikan yang akan di keluarkan naruto-sama tadi!"lirih ajuka entah pada siapa

namun masih bisa di dengar oleh falbium. "kau benar ajuka" balas falbium membenarkan.

di sisi naruto dan hinata telihat mereka berdua, sangat bahagia.

"ini benar-benar enak naruto-sama!"ujar hinata yang kini mengambil kembali potongan yakiniku.

"iwya bwenwar, kwalwau kwita kwewbali kwe awlam semwestwa 10, kwita bwiswa mwemwamwerkwannya pada mewnmwa, pwastwi dwia akwan sangat irwi,"balas naruto dengan mulut penub makanan.

"umm, dagingnya lembut dan gurih, tidak terlalu banyak lemak. pasti menma-san akan sangat iri dengan anda"ucap hinata.

'glup'

setelah menelan gumpalan dagin tersebut, naruto mengalihkan pandangannya pada grayfia.

"hey kau, yang bernama grayfia!"panggil naruto

"eh, iya, ada apa naruto-sama"tanya grayfia

"tidak!, tapi kau sangat pintar memasak!"

grayfia yang mendengar pujian naruto tersenyum manis di sertai rona sehat di kedua pipinya. serafall yang mendengar naruto memuji graufia entah kenapa tidak suka, terbukti dengan kakinya yang mengehentak-hentakan ke tanah.

'aku kan juga bisa memasak'batin serafall kesal

"arigato naruto-sama!"

"um"

shirzech yang melihat kelakuan sahabatnya menyeringai jahil

"kau kenapa serafall? sepertinya kau terlihat kesal saat naruto-sama memuji grayfia"goda shirzech

"e-eh, s-siapa yang kesal? malah aku senang kok jika naru-tan puas dengan makanan yang ada di underworld"bantah serafall cepat dengan tapi wajahnya berkata sebaliknya.

"tapi wajahmu mengatakan sebaliknya"

"urusai! shir-tan"ucap serafall membuang muka.

shirzech hanya tekikik dengan sifat stundere serafall,

setelah menghabiskan makanan mereka dan membersihkan mulut mereka, kini naruto dan hinata mulai berdiri dari kursinya,

"makanan di dunia kalian benar-benar enak, nanti aku akan kembali lagi! kurasa masih ada yang belum ku cicipi"ujar naruto sambil membersikan giginya.

"itu benar naruto-sama, masih banyak lagi makanan enak yang belum kau cicipi"ujar lucius

"baiklah! dan sebelum kami pergi aku akan memberikan sesuatu pada kalian!"

naruto menoleh ke arah hinata,

"hinata, berikan mereka alat itu"

semua yang ada di situ bertanya-tanya apa yang akan di berikan oleh dewa ini.

dari tangan hinata muncul sebuah benda mirip smartphone dengan bingkai berwarna biru tapi layarnya transparan.

"apa itu naruto-sama?"tanya shirzhech penasaran

naruto mengambil benda itu dari tangan hinata, dan memberikan benda tersebut pada shirzhech sambil berkata "ini adalah alat komunikasi kami! jika ada makanan baru kau bisa memberi tau padaku via benda itu"

lalu naruto menyuruh hinata untuk menjelaskan cara pakai benda tersebut, kemudian shirzech menerima alat komunikasi tersebut setelah mengatakan terima kasih pada naruto dan hinata.

"ingat! jika tidak ada hal penting, jangan menghubungi kami!"

"haik"

"hinata!"

"haik"

kemudian hinata menciptakan pintu dari ketiadaan lalu mereka masuk kepintu tersebut, setelah itu pintu itu menghilang.

sepeninggal naruto dan hinata mereka para iblis yang tersisa segera pergi meninggalkan, mansion gremory tak lupa berterima kasih pada lucius dan venelana. karena mereka juga ingin segera berkumpul dengan keluarga mereka setelah memenangkan perang tersebut.

kini di mansion itu tersisa lucius, venelana, serta shirzech,

lalu lucius menatap shirzech serius dan berkata"bisa kau jelaskan lebih detainya shitzech?"

menghela nafas sesaat. shirzhech

kemudian menjelaskan dari kedatangan tiba-tiba naruto, dan membinasahakan rezevin beserta pasukannya dengan mudah. serta katerea, salbha, dan creeuserey yang berhasil lolos tapi dengan keadaan yang terluka parah.

hanya satu kata yang dapat menggabarkan ekspresi lucius dan venelana saat ini 'terkejut'.

"dia benar-benar berbahaya jika jadi musuh"

"hah, kau benar tou-sama"

tapi kemudian lucius menyunggingkan senyumannya.

"kenapa kau tersenyum anata?"tanya venelana heran

masih dengan senyuman lucius menjawab "dengan adanya benda pemberian dewa tadi, kita tidak perlu lakut lagi dengan ancaman yang akan datang kedepannya,"

venelana dan shirzhech yang mengerti itu, ikut menyunggingkan senyuman mereka

"kau benar tou-sama, dengan alat itu fraksi iblis benar-benar aman, bahkan dari trihexa sekalipun"

TBC,

bagaimana? dan cerita ibi berakhir dengan tidak elitnya