naruto : masashi kishimoto
highschool dxd : ichie ishibumi
WARNING : typo, ooc, bahasa tidak baku, amburadul, semi!canon, god!like naru, godlike!hina, ooc hinata, strong naru, strong hina,
author baru, dan masih amatir, jadi mohon bimbingan dari author senior? ゚ルマ
summary : demi memnghilangkan rasa bosannya, naruto sang hakaishin alam semesta 10, mencoba mengunjungi dunia lain yang terdubung dengan alam semestanya, dengan hinata yang di menjaganya. bagaimana kelanjutan kisah mereka?
naruto hakaishin
underworld
di sebuah mansion megah nan elegant bergaya arsitektur eropa yang berlantai 20 nampak 4 orang iblis tengah menikmati waktu senggang mereka dengan duduk santai di sebuah mini caffe milik salah satu dari ke 4 iblis tersebut dengan beberapa hidangan mewah yang tersaji di atas meja depan mereka.
"sudah lama ya dia tidak berkunjung kemari"kata shirzech seraya menyeduh kopinya yang terletak di meja
"yah, kau benar, sudah 15 tahun naruto-sama tidak kemari!"ajuka membenarkan perkataan shirzech disertai anggukan.
flashback on
5 bulan sepeninggal naruto
saat ini para yondai maou underwold sedang merayakan keberhasilan evil piece ciptaan ajuka dengan acara sederhana saja tapi mewah di mansion super megah keluarga gremory. perayaan tersebut hanya di hadiri oleh ke empat yondai maou beserta keluarga mereka, karna mereka belum mempublikasikan evil piece tersebut ke kalangan iblis underworld dan hanya keluarga yondai maou saja yang sudah di beritahu.
nampak di sebuah meja makan yang telah terisi hidangan mewah ala restoran bintang 5+. namun sepertinya ada yang kurang dari perayaan tersebut.
mengingat sesuatu kepala keluarga gremory aka lucius seketika langsung menengok ke shirzech "shirzech, kau sudah mengundang naruto-sama? karna tanpa dia evil piece tidak akan berhasil!"
shirzech sudah menjelaskan semuanya pada ayahnya jika evil piece ciptaan ajuka tak luput dari bantuan naruto dan hinata (terkecuali kristal dari hinata yang di rahasiakan dari sang ayah), tak lupa menjelaskan kesepakatannya dengan naruto tentang grayfia, awalnya lucius marah pada shirzech karna telah mengorbankan grayfia, namun shirzech menceritakan jika ini bukan kemaunnya melainkan kemauan dari grayfia sendiri yang memang ingin ikut dengan naruto, dan akhirnya lucius mengerti akan hal tersebut.
sontak ke empat maou yang berada di meja makan itu kaget karena lupa akan naruto "shirzech cepat kau undang naruto-sama dan lainnya, bisa-bisa dia marah nanti pada kita!"seru ajuka ke shirzech
"kau benar, beruntung kita belum memulainya.., jangan lupa undang grayfia juga!"tambah falbium, dibalas anggukan shirzech
"aku juga kangen sama naru-tan" serafall menambahkan,
"sebentar" lalu shirzech menciptakan sebuah sihir yang biasa dia gunakan untuk menyimpan barang, sedetik kemudian shirzech mengeluarkan alat tersebut dari sihir penyimpan, dan mulai menghubungi hinata. setelah alat tersebut terhubung dengan hinata, muncul gambar hinata dari alat persegi shirzech.
seperti biasa hinata menaikan salah satu alisnya tanda bertanya
"ada apa shirzech-san?"
"kami ingin mengundang kalian untuk ikut merayakan keberhasilan evil piece berkat bantuan anda dan naruto-sama"kata shirzech,
"kurasa tidak bisa, karna naruto-sama sendiri sedang tidur, dan aku tidak berhak membangunkannya!"
"memang naruto-sama tidurnya lama?"
hinata tampak tersenyum dari balik alat tersebut lalu menjawab "mungkin sekitar 15 tahun lagi baru dia bangun!"
"NAAAAANIIIIII?"kaget mereka serentak bahkan falbium yang sedang menyeduh kopinya dengan malas hampir saja menyemburkannya kalau tidak ada lucius di depannya karna saking kagetnya. bagaimana tidak, baru kali ini mereka mendengar ada yang bisa tidur selama itu. sebenarnya ada satu lagi cuma sosok tersebut tidak bisa di katakan tidur tapi tersegel di ujung alam semesta, siapa lagi kalau bukan thirexa sang pembawa kiamat.
"l-l-lima b-b-belas tahun?"tanya shirzech dengan nada terbata-bata
"bahkan dulu naruto-sama sampai 200 tahun"tambah hinata masih dengan senyuman manis di wajah cantiknya, namun bukannya tenang dengan senyuman yang di berikan hinata, malah mereka tambah shock mendengar tuturan dari hinata
't-tak kusangka ada yang bisa tidur selama itu'batin mereka mainstream
"m-m-mustahil"
"yah, mau bagaimana lagi, hobi naruto-sama cuman tiga bertarung, makan, dan tidur!"
"b-baiklah, apa anda bisa datang mewakili naruto-sama kemari, karna bagaimana pun perayaan ini tidak bisa jalan jika tanpa kehadilan kalian?"tanya shirzech sudah sembuh dari shocknya
"tentu saja!"
"tapi sebelum itu, tolong bawa grayfia bersama anda!"
"baiklah!"
setelah kejadian menghebohkan di meja makan tersebut, hinata dan grayfia sering datang memenuhi undangan mereka tanpa adanya naruto.
flashback off
"apa naru-tan belum bangun juga dari tidurnya? padahal aku sudah sangat merindukannya!"ujar satu-satunya perempuan yang berada di antara mereka dengan nada terdengar sedikit rindu dan sendu akan sosok superior yang telah mengisi relung hatinya sejak 15 tahun lalu sambil memandang langit-lagit mini caffe tersebut. dulu serafall sempat menyangkal kalau perasaannya pada naruto hanya sebatas kekaguman saja, namun seiring bejalannya waktu serafall mulai menyadari jika dia memang telah jatuh cinta pada naruto, terbukti dengan setiap hari serafall selalu merindukan sosok naruto.
"aku mengerti perasaanmu sera, tapi apa kau tidak mencari yang lain saja, banyak yang sering datang melamarmu tapi kau selalu menolak mereka semua dengan alasan yang kurang jelas! ingat sera jangan terlalu berharap yang tak pasti,"saran salah satu yondai maou bergelar asmodeus atau falbium kepada serafall sembari memegang bahu kirinya, sudah kesekian kalinya falbium selalu mengatakan hal ini pada serafall namun serafall tidak pernah mendengarkan perkataannya.
ke dua sahabatnya yang tak lain shirzech dan ajuka mengangguk membenarkan ucapan dari falbium, sementara sera hanya diam tak bisa menjawab apapun.
"benar apa kata falbiun sera, kita tak tau sampai kapan naruto-sama bangun, bisa besok, 50 tahun, sampai mungkin 100 tahun, dan apa kau sanggup menunggu selama itu?"kata shirzech menatap ke sera, berusaha menyadarkan serafall
serafall mengalihkan pandangannya ke arah shirzech berkata malas "yah-yah, sudahlah, di banding itu lebih baik kita membahas yang lain saja"
ketiga sahabat serafall hanya mampu menghela nafas pasrah dengan tingkah serafall, memang kalau sudah membahas topik pasangan serafall selalu punya alasan untuk mengelak dari topik tersebut. mereka tak habis fikir dengan sahabat perempuan mereka ini, memang benar banyak yang datang melamar serafall, mulai dari beberapa pewaris clan bangsawan di underwold yang datang untuk melamarnya selalu saja di tolak olehnya, sampai pilihan dari orang tuanya pun tak lepas dari kata 'aku belum mau menikah' dari serafall, mereka mengerti jika serafall sudah mempunyai pilihannya sendiri siapa lagi kalau bukan sang dewa kehancuran alias naruto, namun bagaimana jika naruto sendiri tidak mau dengan serafall, sering kali juga mereka memperingati serafall untuk tidak terlalu menaruh harapan besar pada naruto karna bagaimana pun di lihat dari sudut pandang mereka bahwa naruto berbeda jauh dengan dewa-dewa yang ada di dunia mereka. jika para dewa dari mitologi-mitologi dunia ini mengenal akan namannya cinta maka bagi mereka naruto seperti tidak mengenal dengan apa itu namanya cinta, bayangkan saja kalau naruto bisa mencintai mungkin dia lebih memilih mengurus keluarganya di dunianya dibanding datang kedunia ini hanya karna atas nama bosan saja, kan tidak mungkin. nah itulah salah satu dari sekian banyak peringatan dari ketiga sahabatnya untuk serafall, namun serafall selalu mengatakan pada sahabatnya 'jika memang naru-tan tidak mengenal cinta, maka aku yang akan mengajarinya sendiri apa itu cinta' dan sahabatnya hanya bisa pasrah kalau serafall sudah mengatakan hal tersebut.
dan ngomong-ngomong soal pasangan hidup, ketiga yondai maou sudah mempunyai pasangan mereka masing-masing bahkan ada yang sudah dikaruniai anak. salah satunya maou lucifer undeworld, shirzech beberapa tahun lalu telah mempersunting seorang wanita dari anak ketiga ketua clan lucifuge sekaligus adik kandung grayfia bernama diana lucifuge. waktu itu shirzech mengadakan pertemuan dengan pillar clan lucifuge untuk menyampaikan kalau grayfia sudah bukan jadi maid dari keluarganya tak lupa alasannya, dan anggota clan lucifuge yang mengerti dengan pengorbanan grayfia tidak banyak membantah. dan akhirnya sang adiklah yang menggantikan sang kakak atas permintaan anggota clan lucifuge. dan entah dari mana datangnya kisah cinta shirzech dan diana, hanya tuhan dan merekalah yang tahu.
kuil naruto
di suatu taman depan kuil naruto terlihat dua wanita beda surai tengah duduk di kursi malas dengan sebuah meja sebagai pembatas antara keduanya, nampak wanita pertama bersurai indogo sedang membaca sebuah buku yang entah di dapat dari mana asalnya, serta wanita kedua bersurai perak sedang menikmati suasana sore hari di temani segelas teh hijau buatannya.
"nee hinata-san, apa naruto-sama belum bangun juga? inikan sudah waktunya" tanya grayfia pada wanita di sampingnya. hinata melirik sekilas ke arah grayfia yang berada di sisi kirinya
"sabar saja, mungkin sebentar lagi!"jawab hinata singkat, grayfia hanya menghela nafas panjang merasa tak puas dengan jawaban hinata. tapi dia bisa apa, bahkan hinata yang notabennya guru dari naruto tidak mengetahui secara pasti kapan naruto bangun. yang dia bisa lakukan sekarang hanya menunggu saja.
"nee bagaimana kalau kita berkunjung ke underworld saja hinata-san?"usul grayfia.
seperti yang diceritakan tadi, hinata dan grayfia kalau sedang bosan di kuil mereka sering mengunjungi dunia manusia atau underworld, tanpa diketahui naruto tentunya.
"hmm, sebaiknya jangan, kalau naruto-sama bangun dan mengetahui kita tidak berada di kuil, bagaimana?"tolak hinata sembari menyesap pelan teh buatan grayfia, dan melanjutkan kegiatan membacanya.
sekali lagi grayfia menghela nafas bosan.
siapa juga yang tidak bosan jika di planet yang ukurannya super luas ini hanya di tinggali 3 orang saja, tidak termasuk binatang tentunya.
tak jauh berbeda dengan underworld, di planet naruto juga banyak yang berubah. mulai dari panggilan grayfia ke hinata, kalau dulu grayfia memanggil atau berinteraksi dengan hinata nampak formal sekarang tidak lagi, karna saat hinata menganggap grayfia bukan lagi bawahannya melainkan sahabatnya sekaligus rivalnya untuk mendapatkan naruto. awalnya grayfia menolak permintaan hinata, namun karna hinata terus memaksa, akhirnya grayfia menerima hal tersebut. dan seiring berjalannya waktu grayfia mulai terbiasa dengan hinata sebagai sahabatnya, malahan dia senang dengan sifat hinata yang bersahabat. buktinya grayfia sudah mengetahui semua rahasia tentang dunia naruto dan hinata berasal, tapi masih ada beberapa hal masih di rahasiakan.
"dibanding kau mengeluh tak jelas, lebih baik kau mengganti seprei naruto-sama!"seru hinata malas pada grayfia, seketika raut wajah grayfia berubah ceria.
"dengan senang hati"
dan sepertinya hinata melupakan sesuatu.
'mengganti seprei naruto-sama, inilah yang paling ku tunggu-tunggu!'batin grayfia merona dengan seringai mesum yang sanggup membuat para impoten langsung ejakulasi di tempat. sedetik kemudian grayfia berdiri dari kursi tempatnya duduk.
hinata yang melihat seringai mesum grayfia langsung menyadari kesalahannya 'wah,, gawat kenapa aku bisa lupa. pasti dia akan mengambil kesempatan lagi! ini tidak boleh terjadi, aku harus mencegahnya!'
bukan tanpa alasan kalau hinata merutuki kebodohannya. karna sudah beberapa kali grayfia kepergok oleh hinata tengah mencium atau memeluk naruto jika grayfia sedang menjalankan tugasnya, hal itu pula sering membuat hinata terbakar api cemburu dan kesal akan tingkah laku grayfia yang terkesan seenaknya itu.
"tidak usah biar aku saja yang menggantinya!" cegah hinata sembari memegang tangan kanan grayfia dengan tangan kirinya,
"tidak-tidak, kau duduk saja melanjutkan kegiatanmu di sini sambil menikmati teh buatanku, dan biarkan aku yang mengganti sepreinya!" grayfia menggelengkan kepalanya sembari melepaskan tangannya yang di genggam hinata, lalu berusaha mendudukan kembali hinata di kursinya,
"tidak, aku saja"
"tidak-tidak, aku saja"
"aku"
"aku"
"aku"
"aku"
"hoaamzz, kenapa dengan kalian?"
hinata dan grayfia menghentikan perdebatan ketika mendengar sebuah suara yang sangat familiar, keduanya langsung menoleh ke tempat suara tadi berasal, seketika grayfia melebarkan matanya karna melihat naruto yang mengenakan piyama oranye dengan mata terlihat sayu tengah berjalan mendekat ke arah mereka. sementara hinata tersenyum senang karna sang pujaan hati sudah bangun dari tidur panjangnya.
'tap tap tap tap'
"apa yang kalian perdebatkan?"tanya naruto menyipitkan matanya ke arah hinata dan grayfia secara bergantian, hal tersebut berhasil membuat hinata dan grayfia gelagapan.
"anda sudah bangun naruto-sama?"grayfia berusaha mengalihkan pertanyaan naruto dengan sebuah pertanyaan bodoh, tapi itu lebih baik dari pada menjawab pertanyaan naruto.
"um"
"anda butuh sesuatu naruto-sama?" hinata bertanya masih disertai senyuman manis, naruto pun mengalihkan pandangan datarnya ke arah hinata,
"bisa ambilkan aku minum!"kata naruto dan mendekat ke arah kursi malas yang sempat di duduki hinata.
"tentu" singkat hinata selanjutnya menatap ke arah grayfia dengan seringai seolah seringai itu mengatakan 'aku selangkah maju dari mu', sedetik kemudian hinata menghilang. sementara grayfia berdecak kesal karna merasa kalah dengan hinata.
tidak sampai 5 detik hinata telah kembali membawa gelas yang telah terisi penuh kemudian memberikannya pada naruto, naruto menerima gelas yang di sondorkan hinata, lalu meneguknya sampai tak tersisa.
"aaahh, nikmatnya" guman naruto seraya melanjutkan "arigatou hinata-chan!" lanjut naruto secara tidak sadar telah menambahkan suffix chan pada hinata. mendengar panggilan naruto sontak membuat hinata merona hebat.
'n-naruto-sama memanggil ku hinata-chan? kyaaaaaaa,' batin hinata girang
"s-s-sama-sama n-naruto-sama"jawab hinata terbata-bata dengan wajah memanas, sementara grayfia tambah kesal terbukti beberapa kali kakinya di hentakan ke tanah.
'sial, aku tidak boleh tertinggal lebih jauh lagi'umpat grayfia frustasi lalu mendekat ke arah naruto. sepertinya persaingan antara hinata dan grayfia semakin ketat.
"naruto-sama anda mau saya buatkan makanan enak?"tanya grayfia sambil tersenyum lembut ke arah naruto, mendengar tawaran grayfia membuat air liur naruto sedikit menetes, mengingat bagaimana enaknya masakan grayfia.
"tentu saja, kau tau saja kalau aku lapar!" kata naruto dengan nada datar, tapi jika di perhatikan lebih teliti matanya tampak berbinar-binar
"tapi sebelum itu, panggil aku grayfia-chan!" seru grayfia dengan wajah merona, naruto yang ingin cepat-cepat menuntaskan rasa laparnya hanya mengangguk cepat,
"ya ya, cepatlah grayfia-chan,!" kata naruto tidak sabar. sedangkan hinata hanya menatap malas grayfia
'haah, kurasa dia iri tadi padaku' batin hinata yang duduk di kursi santai sisi kanan naruto dan anehnya kursi itu dia dapat dari mana.
"h-ha'i"
menciptakan lingkaran sihir teleportasinya dan sedetik kemudian grayfia menghilang dengan lingkaran sihir tersebut. (jauh bro kalau jalan kaki)
…
saat ini pemeran utama kita beserta calon haremnya telah selesai dengan kegiatan mengisi perut mereka, kini naruto, hinata, dan grayfia tengah bersantai kembali di kursi lipat ciptaan hinata.
"nee hinata-chan, kau tidak merasa sunyi dengan hanya kita bertiga di planet ini?" naruto sembari memandang langit cerah tak berawan, merasa naruto bertanya padanya hinata menoleh ke naruto
"kenapa kau bertanya seperti itu naruto-sama? apa kau sudah bosan di dunia ini?"
"aku tidak bilang seperti itu!"jawab naruto datar
hinata menaikan salah satu alisnya "jadi apa maksudmu?"tanya hinata bingung. sementara grayfia yang berada di sisi kanan hinata hanya diam mendengarkan.
"kau tau maksudku hinata!"
hinata hanya menghela nafas seraya berkata "siapa yang tidak merasa sepi kalau hanya tinggal bertiga di sebuah planet yang luasnya hampir menyerupai bumi? itupun 1 orangnya tidak di hitung"
"iya naruto-sama, selama kau tidur kami berdua sangat kesepian! khususnya aku" kata grayfia mengangguk dengan nada lirih di akhir kalimatnya, hinata yang masih bisa mendengar ucapan terakhir grayfia memberi deathglare pada grayfia, sedangkan naruto yang tidak terlalu mendengar hanya memasang ekspresi datar seperti biasa.
"bagaiamana kalau kita tinggal di underworld saja naruto-sama"grayfia menambahkan. naruto dan hinata mengalihkan pandangan keduanya ke arah grayfia
naruto mendecih "cih, aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan underworld, sudah cukup bantuan yang aku berikan pada kalian para iblis, dan sekarang waktunya aku menikmati liburanku"
"t-tap.." "naruto-sama benar grayfia, kalian para iblis tidak akan pernah bisa mengatasi masalah apapun jika selalu bergantung pada kami!" hinata memotong perkataan grayfia dengan nada dingin sembari menegakan badannya,
sementara grayfia sedikit sedih mendengar jika naruto dan hinata sudah tidak mau ikut campur lagi dengan kaum nya, tapi di sisi lain grayfia menyadari perkataan naruto dan hinata memang benar, kaum iblis tidak akan pernah dewasa jika terus mengandalkan naruto dan hinata.
"mungkin kau benar, kami para iblis terlalu banyak mengandalkan kalian" berhenti sejenak grayfia melanjutkan " dan mulai sekarang kami tidak akan bergantung pada kalian lagi"
'menarik' batin naruto sedikit tersenyum tanpa merubah posisinya,
setelah itu keadaan menjadi hening ketiga nya sibuk dengan fantasy mereka masing-masing.
"hinata-chan grayfia-chan, bersiaplah, kita akan pergi ke bumi!"kata naruto memecah keheningan dengan mengajak hinata dan grayfia
"hai" ucap keduanya bersamaan seraya mengangguk
naruto pun beranjak dari kursinya di ikuti hinata dan grayfia, lalu naruto memegang pundak kanan hinata sedangkan grayfia di pundak kiri hinata. sedetik kemudian ketiganya menghilang menjadi cahaya yang menjulang ke langit. tanpa menyadari jika ada sesuatu yang mereka lupakan.
skip time
bumi
malam hari di kota kuoh dengan suasana malam yang penuh dengan kegemerlapan seakan tidak ada habisnya. orang-orang sibuk dengan kesenangan dunia mereka masing-masing.
tapi sepertinya hal tersebut tidak berlaku di bagian timur kota kuoh, jelasnya di sebuah academy kuoh, terlihat dari luar sekolah tersebut baik-baik saja, tidak ada yang aneh. namun jika masuk ke halaman sekolah itu, dapat kita lihat banyak sekali tanah-tanah berkawah bangunan sekolah yang sudah hancur setengahnya, serta delapan orang iblis seumuran remaja terlihat dengan kondisi bisa di bilang cukup buruk manandakan jika sekolah tersebut tengah terjadi pertempuran. oh dan jangan lupakan seorang pria dengan lima pasang sayap sedang duduk melayang di sebuah singgasana dan memandang para iblis di bawahnya dengan tatapan angkuh, hal tersebut semakin memperkuat jika tempat tersebut memang sedang terjadi pertempuran.
"wahahaha... kalian para iblis muda terlalu berharap tinggi menang melawan eksistensi yang pernah merasakan kekejaman great war!"kata kokabiel tertawa angkuh ke arah para iblis di bawahnya. tapi sepertinya perkataan kokabiel berefek pada salah satu pemuda tak asing bernama issei, terbukti bahwa pemuda tersebut mulai bangkit dari pose berlututnya, tak memperdulikan badannya yang tampak banyak memar di mana-mana, seragam sekolah yang sudah robek di beberapa bagian, walau begitu dia tetap berusaha meski dengan kaki bergetar.
"cih, aku tidak akan pernah menyerah padamu bangsat,... kau telah melukai teman-temanku, maka kau akan segera menerima akibatnya"
"aku manantikannya!"
'patner apa kau yakin menggunakannya..? tubuhmu belum cukup kuat menerima kekuatanku, bisa-bisa tubuhmu meledak karna tidak kuat menahannya!' terdengar sebuah suara berat dari tangan kanan issei yang terlapisi gantlet merah.
'aku yakin Ddraig!, kokabiel sangat kuat, jika aku tidak menggunakan balance breaker maka teman-temanku akan mati!'
'baiklah.. patner'
《balance breaker》
《boost, boost, boost, boost, boost, boost, boost, boost, boost, boost.》
《explosion》
issei kemudian melompat ke arah kokabiel dengan kecepatan tinggi dan mengarahkan pukulan yang sudah di lapisi aura naga pada kokabiel,
《boost》
'duakkh'
kokabiel yang tidak dalam posisi siaga harus rela menerima serangan kekuatan issei menyebabkan kokabiel terlempar jauh kebelakang berserta singgasananya. tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada issei kembali melaju, lalu menghantamkan pukulannya berkali-kali, tak sedikitpun memberi kesempatan pada kokabiel untuk menyentuh tanah.
'duakkh'
'duakkh'
'duakkh'
'bruuuk'
setelah menerima pukulan terakhir issei, kokabiel pun terhempas menabrak sebuah gedung sekolah hingga membuat gedung tersebut berlubang. sementara issei jatuh terduduk karna durasi balance breaker nya sudah mencapai batas.
"hosh,,, apakah berhasil,,, hosh"kata issei monolog sembari terus memperhatikan lubang tempat kokabiel berada.
tak jauh berbeda dengan issei, rias beserta peeragenya yang sudah mencapai batas mereka akibat melawan malaikat jatuh bawahan kokabiel tak melepas pandangan mereka ke arah veteran great war tersebut.
"apakah berhasil bochou?"tanya akeno pada rias yang berada di sampingnya,
"aku juga tidak tau akeno! mudah-mudahan saja issei berhasil membunuhnya"balas rias tanpa mengalihkan pandangannya.
"uhuk... cough..., tak kusangka kau iblis rendahan sepertimu bisa membuat ku menjadi seperti ini"
terdengar sebuah suara dari arah kokabiel, setelah itu keluarlah sang malaikat jatuh dari lubang tersebut meski dengan kondisi yang sangat buruk, baju atasan yang robek sana sini, wajah babak belur, serta luka menganga lebar di beberapa bagian. para iblis hanya melebarkan mata mereka melihat kokabiel masih bisa berdiri walau kondisinya tidak bisa di katakan baik.
"b-bangsat dia masih bisa bertahan dengan serangan terkuatku!"ucap issei berusaha bangkit, tapi sebelum berdiri tegak issei memuntahkan darah segar dari mulutnya dengan berpose doggy style #plak
uhuk
cough
"issei /san / senpai!"teriak rias dan kelompoknya kemudian berlari menuju ke arah issei yang terlihat mengenaskan, minus dua orang wanita yang sudah lebih dulu pingsang karna fisik mereka yang masih berstatus manusia. siapa lagi kalau bukan irina dan xenovia.
"asia cepat sembuhkan issei!"teriak rias pada gadis bernama asia, tanpa membantah asia pun langsung melakukan tugasnya berusaha menyembuhkan issei dengan sacred gear nya.
"wahahaha.. apa cuma segini saja kekuatan dari salah satu naga surgawi? menyedihkan!"
mendengar sebuah suara, sontak rias dan kelompoknya langsung menoleh ke sumber suara tersebut, seketika mereka melebarkan mata masing-masing karna melihat kondisi kokabiel tampak kembali seperti semula terkecuali dengan bajunya.
"k-kenapa kondisimu terlihat kembali seperti semula, padahal tadi kau sudah sangat sekarat?"tanya rias terbata dalam keterkejutannya, kokabiel tertawa mendengar pertanyaan rias.
"kau tau air mata pheonix?"tanya kokabiel. terkejut itulah yang kembali di rasakan rias beserta para budaknya.
"b-bagaimana bisa kau mendapatkan barang yang hanya di miliki clan pheonix?"rias bertanya kembali meski dengan nada tergagap.
"hahahaha,,, apa kau pernah mendengar kata pasar gelap? aku mendapatkan air mata clan pheonex dari sana...!"berhenti sejenak kokabiel melanjutkan "dan berita baiknya aku masih punya dua lagi, jadi kalian tidak pernah bisa membunuhku!... dasar iblis tidak berguna"
'm-masih ada dua..?'batin rias dan kelompoknya terkejut
rias pun jatuh berlutut mendengar perkataan terkahir dari kokabiel
"raja macam apa aku ini? bahkan pionku saja bisa membuat kokabiel sempat sekarat, kenapa aku tidak bisa?! aku lemah, aku raja yang tidak berguna!"ucap rias berlinang air mata seraya menundukan kepala , issei yang masih di obati asia hanya menatap rias dengan sendu. sementara akeno, kiba dan koneko memasang posisi siaga penuh untuk melindungi king mereka yang masih depresi meski kondisi mereka tak jauh berbeda dengan issei.
"dengan ini kalian benar-benar musnah dan great war jilid dua akan segera di mulai! hahahahaha"ucap kokabiel sambil menciptakan tombak cahaya sebesar mobil dari tangannya, lalu kokabiel bersiap melemparkan tombak tersebut ke arah tempat kelompok rias, namun kokabiel melancarkan tombaknya...
sriiing
muncul sekilah cahaya putih di tengah-tengah kokabiel dan rias berada. setelah itu terlihatlah siluet seorang pria dan dua orang wanita dari balik cahaya itu.
"kenapa kau mendaratkan kita ke tempat ini hinata-chan?"tanya naruto terdengar kesal,
"itu salah kau sendiri naruto-sama! konsentrasiku jadi buyar karna kau terlalu banyak mengeluh di perjalanan!"bantah hinata tak kalah kesal karna tidak mau di salahkan, sementara grayfia hanya menatap bosan ke arah naruto hinata yang masih berseteru 'haaah, bahkan sudah sampai pun mereka masih saja berdebat'
'kenapa dengan tempat ini, seperti telah telah terjadi bencana!?'batin grayfia bingung seraya mengobservasi tempatnya mendarat. lalu pandangannya tak sengaja melihat ke arah rias yang masih dalam pose berlurut 'dan bagaimana adiknya shirzech bisa ada di sini?'
"keparat!.. siapa yang berani menggagalkan seranganku?"
terdengar sebuah suara geraman dari arah lapangan, otomatis mereka semua yang berada di sekita sekolah menengok ke sumber suara tersebut, termasuk naruto dan hinata yang berseteru.
"eh, hinata-chan siapa mahluk bersayap sepuluh itu?"tanya naruto heran seraya menatap kokabiel.
tbc...
maaf kalau ceritanya banyak kesalahan
