naruto : masashi kishimoto

highschool dxd : ichie ishibumi

WARNING : typo, ooc, bahasa tidak baku, amburadul, semi!canon, god!like naru, god!hina, ooc hinata, strong naru, strong hina,

author baru, dan masih amatir, jadi mohon bimbingan dari author senior? ゚ルマ

summary : demi memnghilangkan rasa bosannya, naruto sang hakaishin alam semesta 10, mencoba mengunjungi dunia lainyang terdubung dengan alam semestanya, dengan hinata yang di menjaganya. bagaimana kelanjutan kisah mereka?

sorry, kalau kata-katanya sangat berantakan, jujur author sendiri asli manado, yang tidak terlalu pasih dalam bahasa indonesia, jadi kalau ada kesalahan dalam kalimat maupun kata-katanya, author mohn maaf. ^_^

chapter 7

keesokan harinya, terlihat naruto bersama kedua wanitanya, sedang berjalan santai di kawasan pertokoan. merasakan suasana sore hari dengan matahari tidak terlalu menyilaukan di tambah lagi udara menyegarkan yang berhembus menerpa kulitnya, serta di ramaikan oleh orang-orang dan kendraan yang berlalu lalang. menjadi alasan bagi naruto mengajak hinata dan grayfia untuk menikmati suasana menyenangkan di dunia barunya. sepertinya naruto mulai merasa nyaman di dunia dxd.

sepanjang perjalanan, naruto menjadi pusat perhatian para wanita. hinata dan grayfia yang melihat hal itu pun kesal, lalu memeluk kedua lengan naruto posesif hingga tebenam di kedua melon lembut nan kenyal mereka. naruto yang melihat kelakuan kedua wanitanya menyerngitkan dahi. namun saat dia mengedarkan pandangan ke sekeliling, dia menyadari bahwa kelakuan hinata dan grayfia di dasari dari rasa cemburu karena wanita-wanita di sekitar sini sedang memandang dirinya nafsu. naruto sendiri hanya bergidik ngeri di buatnya.

'hiii,, menyeramkan' batin naruto merinding disko, dilihatnya para gadis dan ibu-ibu kini mengedipkan mata mereka pada dirinya sambil menjilat bibir bawah mereka sensual.

ya, walau dia dewa penghancur sekalipun, serta eksistensi paling di takuti di dunianya, baginya kekuatannya tidak banyak membantu jika di hadapkan dengan wanita-wanita lapar.

di sisi lain para pria hanya bisa menangis anime dengan air mata mengalir deras bak sungai sehabis di landa hujan lebat, merasa sangat iri dengan naruto, yang mendapat tatapan memuja dari wanita, di tambah lagi dengan dua sosok wanita super cantik memeluk kedua lengannya.

'terkutuklah pria tampan sedunia' jerit para pria dalam hati.

dan saat naruto memalingkan pandangan ke sebrang jalan...

TWICH

mendadak urat perempatan dan pertigaan timbul di sisi kanan dan kiri pelipisnya, mendapati sesosok siluman wanita berpakaian seksi tapi tidak dengan posturnya yang berbadan kekar berada di sebrang jalan, juga tengah menatap dirinya erotis seraya memanyunkan bibir terposel lipstict merah kental, lalu menjilat bibir bawahnya sensual ke arah naruto, seakan mengajak naruto untuk berperang lidah.

'arrggh... kalau saja suasana hati ku sedang buruk,, siluman wanita itu pasti sudah aku binasakan sekarang.. cih, menjijikan' umpat naruto berusaha menahan sekuat tenaga kekuatan pemusnah masal miliknya agar tidak di hantamkan ke wajah waria tulen tersebut.

setelah berjarak 100 meter dari sosok yang hidup di dua dunia tadi, langkah naruto pun terhenti, saat sebuah bau harum makanan sukses mencuri perhatiannya, naruto mengalihkan pandangan ke sumbernya, tepatnya ke sebuah kedai yang di atasnya tertulis 'kedai ramen made in teuchi'. melihat naruto berhenti otomatis hinata dan grayfia pun ikut menghentikan langkah mereka sembari memandang heran naruto.

"humm, aroma ini, sangat menggoda... membuat aku tidak tahan" kata naruto lalu melanjutkan "hinata-cha, grayfia-chan, kita mampir ke tempat itu!" dia menunjuk ke kedai itu.

"hai, naruto-kun" balas hinata dan grayfia sambil mengangguk kecil.

dan dia pun menuju kedai itu, tapi anehnya dia tidak berjalan, melainkan melayang dengan pose berlutut mengikuti jalur asap tersebut, seakan asap itu memiliki kekuatan magic.

sesampainya di dalam, naruto langsung menduduki salah satu kursi berada di sudut ruangan dekat kaca, begitu juga dengan hinata dan grayfia yang ikut menududuki kursi kiri dan kanan naruto, karena tak ingin kejadian yang di jalan tadi terulang kembali. tak lama pelayan datang atas panggilan naruto, lalu mengulurkan buku menu kepadanya.

"silahkan dilihat tuan, mau pesan apa?"

naruto meraih buku tersebut, kemudian membukanya dengan gaya cool layaknya pengusaha muda yang sedang bersinvestasi dengan client. namun mendadak pose coolnya di gantikan dengan ekspresi mata berbinar-binar serta air liurnya sedikit menetes, melihat berbagai macam ramen di buku itu yang terlihat sangat menggiurkan..

mengelap air liurnya naruto segera menjawab "aku mau semuanya!" kata naruto semangat 45 membuat hinata dan grayfia serta pelayan itu yang tecengang.

"s-semuanya, tuan?" tanya pelayan kafe itu memastikan, berharap bahwa pendengarannya tergganggu, pasalnya sudah 5 tahun dia bekerja di kedai ini, baru kali ini dia mendengar ada pelanggan yang memesan semua ramen di kedai tempat kerjanya.

"apa telingamu tuli?, aku mau s-e-m-u-a-n-y-a!" kata naruto sedikit jengkel dengan penekanan di akhir kata.

sementara hinata dan grayfia yang tidak ingin naruto membuat kekacauan, selagi pelayan itu membantah, akhirnya mengambil alih.

"sebaiknya kau ikuti saja kemauannya pelayan-san!, jangan khawati,, kami akan membayarnya kok" kata hinata menatap pelayan itu dengan senyuman tipis.

"t-tapi.."

"jangan membantah pelayan-san, kalau tidak tempat ini akan tinggal kenangan!, lebih baik cepat kau turuti kemaunnya!" sela grayfia dengan wajah datarnya tanpa menengok.

"b-baik... kalau kalian berdua mau pesan apa?" tanya pelayan itu lagi kepada hinata dan grayfia.

"ramen miso satu, dengan porsi biasa!" kata hinata tersenyum simpul, tapi berhasil membuat pelayan pria itu merona.

"sama, tapi porsinya agak sedikit!" sambung grayfia datar sedatar setrika, tidak ingin berat badannya bertambah.

"baik, mohon tunggu sebentar!" setelah mencatat pesanan mereka pelayan itu, segera berlalu.

lima menit berikutnya, pesanan naruto belum datang, naruto yang sudah dari sononya tidak suka menunggu pun hanya mengetuk-ngetuk telunjuknya di atas meja, beberapa kali juga dia menghembuskan nafas kasar sembari mulut terus menggerutu, seperti 'lama' 'kapan sampai' bahkan 'kalau saja 10 menit pesanannya belum datang, tempat ini akan aku hancurkan' (A/N: jangan salahkan mereka, salahkan saja pesananmu yang melebihi batas maksimum, baka!). berbanding terbalik, hinata dan grayfia yang hanya menatap malas kegiatan tempramen naruto.

akhirnya penantian naruto terbayar, karena pesanan sudah datang, bahkan saking banyaknya, harus dua pelayan yang mebawakan pesanan itu.

"silahkan tuan! maaf menunggu lama!" kata satu pelayan itu ramah sembari meletakan semua ramen ke meja naruto, membuat sang rasa jengkel sang empu hilang di bawa topan.

"ya-ya, sudah, cepat pergi sana!" kata naruto dengan tetap memfokuskan netranya ke ramen sambil mengibas-ngibaskan tangannya kepada kedua pelayan itu seolah mengusir mereka.

tak banyak membantah, kedua pelayan itu pun segera meninggalkan meja naruto.

berbagai macam ramen yang uapnya masih menyembul, memenuhi semua permukaan meja membuat siapa saja tak bisa menahan air lir untuk tidak jatuh, tak terkeculai naruto yang kini menatap ramen itu berbinar-binar. berikutnya dia menghirup aroma ramen itu dengan mata terpejam sebelum berucap.

"ittadakimasu" dengan cepat satu sendok masuk ke dalam mulut naruto, mengunyahnya, di rasa cukup halus dia menelannya, setelah itu dia terdiam kaku, namun detik berikutnya matanya melebar.

"manyoos, manyoos, manyoos, manyoos, manyoos" ujar naruto sambil melakukan tarian aneh, plus efek bling-bling berbagai macam ramen menjadi backgroundnya.

tanpa banyak kata lagi, naruto segera melahap semua ramen itu dengan kecepatan cahaya, membuat hinata dan grayfia kembali di landa sweatdrop, karena melihat kecepatan makan naruto yang hampir menyamai kecepatan hinata.

5 menit berselang naruto sudah membabag habis tak tersisa ramen itu, semua mangkuk itu pun juga sudah kosong tak lupa perut naruto sudah membuncit layaknya orang hamil 9 bulan. dia menyandarkan dirinya di sandaran kursi itu.

berbanding terbalik. ramen hinata dan grayfia malah masih tersisa setengah dan sementara melahap ramen mereka dengan anggun (ciri khas wanita).

"uh, makanan itu sungguh enak, terasa lembut dan kenyal, apalagi kuahnya itu uumm, yaami!" gumam naruto menepuk-nepuk perut buncitnya pelan, tentu saja tidak di hiraukan hinata dan grayfia karena masih sementara makan.

beberapa saat kemudian hinata dan grayfia telah menyusul naruto, lalu mengelap mulut mereka anggun dengan menggunakan tisu (ini ciri khas artis di depan kamera).

"ngomong-ngomong, apa kalian tahu nama makanan tadi?" tanya naruto santai seraya mengorek-ngorek giginya menggunakan kelingking,.

"itu adalah ramen naruto-kun! makanan khas negara ini" balas grayfia lembut, sedangkan naruto manggut-manggut.

"ramen ya?.., kurasa itu akan jadi makanan favoritku sekarang!" balas naruto.

"baiklah, ayo kita pergi! gara-gara kekenyakan aku jadi mengantuk!" seru naruto melupakan sesuatu. dan di beri anggukan hinata dan grayfia.

ketiganya pun beranjak dan menuju ke pintu keluar, tapi saat naruto hendak membukanya, dia mendengar teriakan dari belakang. otomatis dia pun berhenti dan berbalik menoleh.

"hey, kau, belum bayar baka!"

naruto mengerutkan dahi, melihat seorang pria paruh baya menuju ke arahnya dengan wajah sangar. tak perduli dengan semua pasang mata yang saat ini teruju ke arahnya. sementara hinata dan grayfia menepuk dahi mereka pelan, bagaimana bisa mereka melupakan hal itu.

"belum bayar, main pergi saja!,, cepat bayar.. kalau tidak aku akan melaporkan kalian ke polisi polisi" kata pria itu dengan nada mengerikan di depan naruto.

"kau ingi..."

"kami tidak punya uang, tapi bisakah kami membayarnya dengan ini!" sebelum terjadi pertikaian yang dapat memicu kehancuran kafe ini hinata lebih dahulu menyela ucapan naruto, sambil menyondorkan sebuah benda bening berkilau sebesar kerikil yang entah di dapat dari mana kepada pria itu.

terdiam sesaat memandang teliti barang di tangan hinata, sampai akhirnya pria itu melebarkan matanya, menyadari benda di tangan hinata adalah sebuah batu bernilai tinggi. jujur saja, sebelum dia membuka usaha kedai ini, dia pernah menjadi karyawan di sebuah toko perhiasan selama 10 tahun. bermodalkan pengalamannya itu, dia sangat tahu jika benda di depannya ini memang berlian asli.

"k-kau, b-benarkah, t-tapi, ini, berlian, a-aku?" tanya pemilik kafe itu tidak jelas sambil menatap hinata dan benda itu bergantian mencoba memastikan, jujur saja dia tidak percaya jika ramennya yang harganya tidak seberapa akan akan di hargai dengan batu yang mampu membuat orang-orang berlomba-lomba untuk memperebutkannya.

"kami memang tidak punya uang, tapi kami biasa membeli sesuatu dengan ini? apakah ini belum cukup?" ujar hinata santai, membuat pria itu kembali terkejut.

'sekaya apa mereka ini?' batin pemilik kafe itu sembari menelan ludahnya. mungkin sekarang dia sudah menemukan orang yang lebih kaya dari bill gates.

"yah, sudah kalau dia tidak mau, , ayo hinata, grayfia kita pergi dari sini" kata naruto malas dan berniat membuka pintu kembali, tapi lagi-lagi gagal, karena dia merasa ada sebuah tangan yang menyentuh pundaknya, membuat dia kembali berbalik.

"apa lagi, baka?" akhirnya rasa jengkel naruto memuncak.

"t-tunggu, a-aku mau!" pemilik kafe itu pun mencegah meskipun dengan tergagap.

tanpa menjawab, naruto mengambil berlian itu dari tangan hinata, lalu melemparnya kepada pria itu yang langsung di tangkap olehnya dan di genggamnya sekuat tenaga, berusaha melindungi benda itu agar tidak hilang.

"a-apa k-kalian mau m-makan lagi,,? a-aku akan menyajikan m-makan terenak lainnya!" kata pria itu dengan nada semangat tapi tergagap.

naruto menguap sebentar kemudian berkata berkata "hoaaamzz, lebih baik kau tawarkan saja pada pengunjung lain!"

pria itu pun mengangguk dengan antusias kemudian berkata dengan nada penuh harap "baiklah, tapi tolong datang kembali!" lalu berteriak ke arah pengunjung "semua, hari ini kalian semua bebas makan gatis sepuasnya"

"yooo, makan gatis! yihaaa"

"yahoooo, hidup pirang-san"

"yeee, hidup tampan-kun"

seluruh pengunjung yang bermuka gratisan pun berteriak kegirangan, kebanyakan teriakannya yang paling keras adalah anak kos-kosan dan anak kuliahan, yang saat ini tengah di landa krisis moneter dikarenakan tanggal tua.

naruto tak mengindahkan teriakan itu, dirinya lebih memilih membuka pintu dan keluar di iringi hinata dan grayfia di belakangnya.

sesampainya di apartemen naruto segera merobohkan dirinya ke ranjang dengan posisi terlentang, membiarkan hinata dan grayfia yang kini lebih memilih menonton drama jepang kesukaan mereka di ruang tengah. tak lama dia pun akhirnya mulai berselancar ke alam mimpi.

sementara tak jauh dari situ, tepatnya di sebuah puncak gedung pencakar langit dekat apartemen naruto, terlihat dua sejoli berbede gender dan berbeda surai sedang berdiri berdampingan, memperhatikan apartemen naruto dalam datar.

"kapan kita akan menemui mereka onee-san?" tanya si remaja pria, tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya di lipat ke belakang, kepada gadis di sampingnya.

"kita akan akan menemui mereka di waktu yang tepat, otoutou!. aku ingin memberi kejutan pada mereka"balas gadis yang di panggil onee-san itu juga memandang hinata dan grayfia yang saat ini terlihat saat tengah menonton tv di ruang tengah.

"terserahmu sajalah,, aku tidak sabar bagaimana reaksi mereka pas melihat kita!" ujar si adik santai.

"entahlah, mungkin kaget.."kemudian menatap adiknya "ayo kita pergi dari sini, aku sudah lapar!" kata si gadis, membuat adiknya hanya menghela nafas.

"kau memang sepertinya, tidak pernah puas makan..., dasar lambung karet!" ejek adiknya, sedangkan kakaknya mendadak alisnya berkedut-kedut serta urat perempatan merah muncul di pelipisnya kiri dan kanannya, mendengar ejekan dari adiknya itu.

"khukhukhu, bisa kau katakan sekali lagi! aku tidak mendengarnya dengan jelas" balas kakaknya dengan nada halus seraya menengok adiknya dengan gerakan patah-patah layaknya terminator. tapi tidak dengan tubuhnya yang seketika di lapisi aura silver yang meluap-luap. melihat hal itu si adik mendadak memucat.

'gluk' si adik menelan ludah susah payah

"a-ah, a-aku l-lupa, k-kalau jemuran belum di angkat.. jaaa" setelah mengutarakan alasan gajenya, si adik menghilang menjadi cahaya menjulang ke atas, karena dirinya masih sayang nyawa. meninggalkan kakaknya sendiri di situ.

"SUNGGUH!" otomatis kekesalannya bertambah karena adiknya telah meninggalakannya sendiri, lalu kembali memalingkan pandangannya ke arah apartemen naruto "sebentar lagi kita akan bertemu tou-san, kaa-san"

dia pun ikut menyusul adiknya, tapi bukan menjadi cahaya, melainkan dengan lingkaran sihir buatannya. tak menyadari bahwa saat ini naruto sedang menyeringai tipis dalam pose terlentangnya.

'rupanya, ada yang mau main-main denganku ya? heeh, kita lihat saja nanti' naruto membatin dengan mata terpejam.

tak terasa seminggu sudah berlalu, hari ini adalah waktu di mana pertemuan tiga fraksi akherat akan di langsungkan, untuk membahas masalah penyerangan kokabiel terhadap dua adik maou, yang berencana memicu kembali great war.

di sebuah ruangan, para pemimpin fraksi telah hadir, di temani beberapa pengawal berdiri di belakang mereka. shirzech dan serafall dari akuma di kawal oleh diana lucifuge, serta kelompok rias dan sona, michael dari tenshi, di kawal oleh salah seorang archangel gabriel dan exocist irina shidou, serta yang terakhir azazel dari fraksi da-tenshi, di kawal oleh vali lucifer inang dari albion.

shirzech berdehem sedikit untuk menyita perhatian semua "baiklah, karena semua sudah hadir, jadi rapat resmi di buka!" kata shirzech ramah, tapi tidak dengan gadis di sampingnya, serafall yang terus memandang tajam azazel.

"bisa kau jelaskan azazel, apa maksud kokabiel menyerang sona dan rias?" serafall mengambil alih dengan nada dingin. membuat sona tersentak, karena baru kali ini dia mendengar nada tersebut terlontar dari kakaknya, tidak menyangka kakaknya yang biasa alay, bisa berkata sedingin itu, terlebih saat kakaknya menyebut namanya tanpa embel-embel tan, menandakan bahwa kakaknya telah meninggalkan mode alaynya.

"sejujurnya, aku tidak tahu apa maksudnya itu! aku juga tidak pernah menyuruh mahluk itu menyerang adikmu, itu murni keinginannya!" balas azazel tenang, mendengar itu serafall menggertakan giginya, lalu berdiri sambil menggebrak mejanya keras.

braak

"SEHARUSNYA, SEBAGAI PEMIMPINYA KAU BISA MENGONTROL ANAK BUAHMU, BANGSAT!" bentak sera langsung menaikan ki nya hingga ruangan itu mulai membeku, sementara para iblis muda yang belum cukup kuat menahan tekanan energi itu pun di buat mengigil.

"tenang dirimu sera, kita bicarakan ini baik-baik!" ujar shirzech menenangkan serafall dari luapan amarahnya. serafall pun kembali duduk, kemudian menurunkan ki nya seraya mengontol nafasnya.

"jadi, kenapa kau tidak mencegah anak buahmu azazel?" tanya sirzech tenang.

"aku sudah mengirim vali untuk menghentikannya, tapi vali terlambat karena sesampainya di sana kokabiel lebih dulu musnah.." kemudian azazel mengalihkan pandangan ke rias dan soba" kukira kalian telah memberitahukannya rias, sona?"

"itu benar. seperti yang kami katakan tempo hari pada nee-sama dam lucifer-sama.. kami di bantu oleh sosok tidak kami kenal, dia berhasil membunuh kokabiel dengan kekuatan aneh yang terasa asing bagi kami? bahkan kekuatannya pun aku rasa jauh lebih hebat dari power destruction milik lucifer-sama!" jelas sona, mendengar hal itu michael sedikit tertarik dengan sosok yang berhasil membunuh veteran great war dengan mudah.

"bisa kau jelaskan lebih rinci lagi sona-san?" tanya michael yang mulai tertarik dengan sosok yang di katakan sona. apakah sosok itu adalah yang pernah di katakan shirzech padanya, sosok dewa yang berhasil menghentikan perang sipil di underworld beberapa tahun silang tanpa halangan yang berarti. jujur, dia sangat penasaran dengan sosok tersebut, jadi dia berharap sona bisa menjawab rasa penasarannya itu.

"penjalasannya nanti saja michael! lebih baik sekarang kita menuju ke pokok pembahasan yang kedua!" kata azazel. jelas saja, karena mereka di tempat ini, sudah cukup lama, dan berhubung masalah kokabiel sudah terselesaikan. maka saatnya untuk menyampaikan maksud lain dari azazel di pertemuan ini. sepertinya setelah pertemuan selesai, azazel harus menjelaskan semuanya pada michael.

"eh, pembahasan apa itu azazel?" tanya michael bingung, begitu juga yang lain, azazel pun mendekat sembari menyatukan kedua telapak tangannya di bawah dagu, dapat dia lihat bahwa kini semua pasang mata sedang tertuju padanya.

azazel menarik nafas sebentar "apa kalian tertarik dengan aliansi tiga fraksi?" ujar azazel seraya memandang para pemimpin fraksi serius,

"kenapa kau tertarik dengan aliansi tiga fraksi, azazel?" tanya shirzech

"hmm. begini!, kalian cukup tahu bukan, akibat dari great war dulu, ketiga fraksi banyak mengalami kerugian,. bukan cuma itu, bahkan tuhan pun mati dalam great war! dan seandainya kalau terjadi lagi, bukan cuma kerugian yang kita dapat, bisa saja dunia ini akan hancur!.." azazel berhenti kemudian melanjutkan "..tapi setidaknya jika beraliansi, siapapun yang ingin memicu kembali great war bisa kita lawan!... terlepas dari semua itu, kita bisa mencapai perdamaian dengan mudah" azazel menjelaskan.

mendengar hal itu, para pemimpin fraksi merenung. benar apa kata azazel, peperarang hanya membawa bencana bagi mereka., kerugian, kerusakan, kehilangan, serta permusuhan bisa saja terjadi dalam great war. dan mungkin sudah saatnya juga mereka membuka lembaran baru dengan menebus kesalahan mereka pada kami-sama dulu yang tewas dalam great war, dengan jalan perdamaian dan menjaga satu-satunya warisan peninggalannya.

"kami dari fraksi malaikat setuju dengan mu azazel! sudah cukup bagiku, kehilangan banyak kaumku di waktu great war dulu!, dan aku tidak mau hal itu terulang kembali!.. jadi mulai sekarang saatnya bagi kita untuk berdamai" ujar michael, grabriel dan irina pun mengangguk membenarkan.

"dari fraksi iblis juga setuju.. bukan begitu sera?" tanya shirzech pada serafall.

"ya, aku juga setuju,, aku juga tidak ingin so-tan merasakan bagaimana kejamnya itu great war,.. yah meski aki sediri belum merasakannya" balas sera seraya mengangguk.

sedangkan sona memandang kakaknya haru dari belakang, satu lagi membuat dia salut pada kakaknya, ternyata benar bahwa kakaknya ini memang sangat menyayanginya, yah meski kadang-kadang dirinya sering dibuat kesal oleh kakaknya. 'onee-san, aku sangat menyayangimu' batin sona haru.

"kalau kalian sekiryuutei dan hakuryuukou, apa kalian tertarik?" tanya azazel sambil menatap issei dam vali bergantian.

"baiklah, asal masih ada lawan yang kuat, aku setuju" jawab vali, sebanarnya dia tidak benar-benar tidak menyetujuinya. sebab saat ini dia sedang bimbang, apakah di akan tetap ikut azazel untuk berdamai, atau akan berpindah jalur menjadi anggota khaos brigade yang notabennya musuh dari aliansi mahluk supranatural, baginya di dalam organisasi ophis, hampir semua anggotanya orang-orang yang tangguh, itu sudah cukup baginya untuk memuaskan hasrat bertarungnya yang setiap hari semakin meluap.

"yossh! aku sangat setuju, karena dengan perdamaian, impianku menjadi raja oppai semakin dekat!" teriak issei nista seraya mengepalkan tangannya di udara, membuat para penghuni ruangan itu terbengong.

"berarti suda..."

ucapan azazel terpotong, dikarenakan dia merasa waktu di ruangan itu mendadak terhenti.

"forbbiden balor view.. sepertinya ada yang sedang terjadi dengan si vamphire itu" ujar azazel.

"rias, coba kau cek, apa yang sedang terjadi dengan rook dan bishopmu sekarang!" seru shirzech kepada rias, yang di beri anggukan olehnya.

"baiklah onii-san,.." kemudian rias memalingkan pandangan ke issei, kiba, dan xenovia ".. issei, kiba, dan xenovia,, ikut aku memerikasa keadaan koneko dan gasper!" seru rias, di beri anggukan yang lain. setelah itu mereka pun meninggalkan ruang rapat menggunakan lingkaran sihir.

"jadi, misi kita di mulai hari ini ya?" shirzech menyeringai seraya memadang seluruh petinggi fraksi, azazel pun tertawa renyah mendengarnya.

"hahaha, kebetulan yang menarik!" balas azazel, di benarkan oleh yang lain.

duaaaaar

mendadak terjadi ledakan besar di ruangan itu, menyebabkan sebuah tembok ruangan itu hancur, dari ledakan itu menampilkan sesosok wanita mengenakan pakaian kurang bahan tengah melayang di depan mereka, sambil memandang shirzech dan sera tajam.

"sepertinya aku sedikit terlambat" katanya dingin, melihat siapa yang menyapa mereka, shirzech dan serafall terbelalak.

"k-katerea!" ucap shirzech dan sera terkejut. katerea pun menyeringai melihat reaksi dari shirzech dan sera yang menurutnya sangat lucu.

di sisi lain. beberapa menit sebelumnya, di apartemen naruto, tepatnya di ruang tengah, terlihat naruto sedang duduk di sofa di temani hinata dan grayfia di sampingnya, sambil menyuruput ramennya dengan khidmad, tapi tetap memfokuskan kedua matanya ke layar kaca yang saat ini tengah menayangkan sebuah film action adaptasi dari marvel berjudul 'civil war', dimana terlihat kubu captain america sedang berhadapan dengan kubu iron man.

"hmm, swepwertinya, kwubwu kwapten amwerika akwan kwalah! dwari kwubu iwron mwan!" kata naruto dengan mulut penuh makanan.

"telan dulu makananmu, naruto-kun! kau akan tersedak nantinya" nasehat hinata, namun tak di indahkan oleh naruto, hingga beberapa detik kemudian...

"uhuk~uhuk.. c-cepat b-beri a-aku air!" sambil tangan terjulur ke depan naruto berucap susah payah. grayfia yang duduk di sisi kanan naruto pun dengan segera mengambil air di meja, lalu mengulurkannya kepada naruto yang langsung di raih olehnya dengan kecepatan cahaya.

gluk, gluk, gluk.

setelah meneguk habis air itu, naruto menaruh kembali gelas itu di meja.

"ramen bangsat!" desis naruto terhadap ramen yang tidak tahu apa-apa tersebut.

"ini akibatnya jika naruto-kun makannya sambil ngomong!" ujar hinata, naruto sendiri hanya mengangkat bahu.

"hinata, sepertinya kita kedatangan tamu tak di undang!" ujar naruto, yang tiba-tiba merasakan sebuah energi familiar yang di rasakannya beberapa hari lalu.

"kau benar,, aku juga merasakan energi hakashin dan angel berada tak jauh dari sini!.. apa sebaiknya kita mendatangi mereka naruto-kun?" balas hinata, sementara grayfia hanya diam tak mengerti.

"tentu saja! aku ingin melihat, apa yang sedang mereka lakukan di dunia ini?" tambah naruto mulai beranjak di ikuti hinata.

"kalian mau kemana naruto-kun, hinata-chan?" tanya grayfia bingung.

"hanya ingin menyambut tamu!.. apa kau mau ikut?" tanya naruto.

"tentu saja aku ikut!, aku tidak mau berkarat sendiri di sini!" kata grayfia juga beranjak.

"terserahlah!" tambah naruto.

seperti biasa, naruto dan grayfia memegang kedua pundak hinata, sedetik kemudian mereka menghilang menjadi cahaya, meninggalkan apartemen itu kosong dengan tv yang masih menyala.

di pertemuan tiga fraksi

"sebenarnya apa maksud semua ini katerea?" tanya shirzech datar, mendengar hal itu katerea tertawa keras.

"hahahaha,, pertanyaanmu lucu sekali shirzech!.." kemudian melanjutkan dengan nada datar"... tentu saja, untuk mengambil kembali posisiku, dari iblis jalang itu"menunjuk serafall sekilas, membuat empunya menggertakan giginya kerena harga dirinya sebagai wanita telah di injak-injak oleh katerea.

"apa maksudmu katerea?" desis serafall menatap katerea tajam

"apa kau belum sadar sera? kalau kau itu memang pantas di sebut jalang.. hahaha" kata keterea tertawa keras, "..sebaiknya sekarang kalian rasakanlah kekuatan baruku" tambahnya dengan nada dingin sambil mengangkat tongkatnya ke langit

detik berikutnya terciptalah sebuah demonic power raksasa dari tongkat katerea. melihat hal itu shirzech dan sera menggertakan gigi, tidak menyangka jika kekuatan katerea bisa meningkat pesat setelah kalah dari naruto di great war dahulu.

"semua, ayo kita siapkan kekkai sebelum terlambat!" seru shirzech pada yang lain. semuanya pun menciptakan kekkai mereka masing-masing.

"sia-sia kalian menahannya.." ucap katerea datar sebelum melanjutkan ".. karena sebentar lagi kalian akan mati, hahahaha" setelah itu katerea mengarahkan tongkatnya ke arah shirzech di ikuti dengan demonic power itu yang melaju kencang.

duaaaarrr.

ledakan kembali terjadi di ruang rapat petinggi fraksi, tapi ini lebih besar dari sebelumnya, beruntung para pemimpin fraksi sudah membuat kekai, sehingga hanya atap ruangan saja yang jebol.

melihat hasilnya katerea kembali tertawa keras, merasa para petinggi fraksi telah lenyap. namun saat kepulan asap kian menipis, dia menghentikan tawanya, karena samar-samar dia melihat ada sebuah kekkai yang melindungi petinggi fraksi.

setelah itu kekai yang melindungi petinggi fraksi dan lainnya menghilang, nampak semua petinggi fraksi masih dalam keadaan baik-baik saja. katerea yang melihat hal itu berdecih tak suka.

"menyerahlah katerea! sekuat apa pun kau,, kau tidak akan bisa mengalahkan ketifa fraksi jika beraliansi" kata azazel datar.

"cih, tidak akan!" balas katerea kembali menciptakan kembali demonic power miliknya. namun saat dia hendak melancarkannya, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara seruan, otomatis dia mendongak.

"yare-yare, ternyata kita berjuma lagi setelah sekian lama iblis!"

bukan cuma katerea, semua mahluk supranatural pun mengalihkan padangan ke belakang tepat suara berasal. shirzech, serafall, dan katerea pun melebarkan mata mereka, mendapati sesosok pria berambut pirang spike yang sangat mereka kenal kini tengah melayang tanpa sayap sembari satu tangan berada di di atas mereka. di temani dengan dua sosok wanita di belakangnya.

"n-naruto-sama/ n-naru-tan/ k-kau" gumam shirzech,serafall dan katerea dalam kekagetannya, terlebih katerea. teringat sosok yang sukses mempermalukannya dan ketiga rekannya di perang saudara dahulu, sekaligus yang berhasil membunuh iblis terkuat aka rezevin, kini muncul kembali di hadapannya.

tidak berbeda dengan pihak akuma, dari pihak tenshi dan da-tenshi, juga kaget ketika mendengar panggilan shirzech dan sera, kepada naruto, 'jadi sosok ini, yang berhasil mengalahkan yondai maou terdahulu,?' batin michael teringat cerita shirzech seraya memandang naruto.

'benar apa kata shirzech, orang ini tidak memiliki aura apapun di tubuhnya, tapi bagaimana dia bisa masuk ke mari tanpa terhalang oleh pelindung' batin azazel mencoba merasakan aura milik naruto, namun nihil, dia tidak merasakan ada kekuatan apa-apa dari dalam diri naruto.

tap.

naruto, hinata dan grayfia pun turun, dan berpijak membelakangi para pemimpin fraksi.

"k-kau, kenapa kau ada di sini, hah?" teriak katerea geram menatap naruto dari atas. mendengar hal itu naruto tampak berpikir sembari menyentuh dahinya menggunakan telunjuk.

"hmm,, sebenarnya, aku kemari hendak menemui seseorang,, tapi dari jauh tak sengaja aku melihamu, jadi aku ingin mampir sebentar" kata naruto polos.

"jawaban mu itu lucu sekali!.." kata katerea sebelum melanjutkan "... tapi berhubung kau datang kemari, jadi aku bisa membalaskan dendamku kepada kalian bertiga"

"hahahah,, kau ingin balas dendam padaku,, baiklah akan aku ladeni!,, kulihat kau juga sudah cukup kuat" kata naruto dengan bercanda.

setelah itu naruto pun tebang, kini dia sudah berhadapan dengan katerea. naruto hanya memandang malas katerea yang menatap dirinya penuh amarah.

"baiklah,, bisa kau cepat sedikit, karena aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main dengamu!" tambah naruto tenang.

"cih, sombong sekali kau!.. kita lihat apa kau bisa menahan serangan ku?" balas katerea, bersamaan dengan itu, dia kembali mengangkat tongkatnya seraya menciptakan demonic powernya. naruto sendiri hanya menatap serangan itu kelewat santai, tidak berniat untuk menghindarinya.

di sisi lain, para pemimpin fraksi yang penasaran dengan sosok naruto, memandang naruto dengan seksama, mereka ingin melihat sendiri sehebat apakah naruto, sampai-sampai bisa menghentikan perang saudara di underworld.

shirzech maju mendekat ke arah hinata dan grayfia di ikuti queennya diana. "lama tidak bertemu hinata-sama, grayfia-chan!, bagaimana kabar kalian?" sapa shirzech tersenyum sopan, tidak mengawatirkan keadaan, karena baginya selagi masih ada naruto dan hinata dia pastikan keadaan akan baik-baik saja.

"oh, kau shirzech,, seperti yang kau lihat!" hinata menanggapi sambil ikut tersenyum.

"apa kabar, onee-san!" diana tiba-tiba menyahut satu langkah di belakang shirzech dengan nada datar kepada grayfia.

"baik,. kau sendiri?" tanya grayfia tak kalah datar. membuat semua yang ada di situ sweatdrop. 'hah, beginilah, jika kakak beradik yang sama-sama bermuka tembok bertemu' batin semuanya. namun tak lama mereka pun memalingkan pandangan saat mendengar sebuah suara.

"dengan ini, dendamku dan dendam rezevin-sama sudah terbalaskan!" gumam katerea "matilah" tambahnya dengan seringai, lalu mengarahkan ujung tongkatnya ke arah naruto di ikuti domenic power yang melesat bagai peluru..

duaaaarr

demonic power keterea berhasil menghantam naruto hingga membawanya ke belakang tepat menuju ke gedung olahraga. melihat domenic powernya telak mengenai target katerea menyeringai, berpikir bahwa naruto sangat bodoh karena tidak menghindari serangannya yang jelas-jelas sangat kuat. namun saat kepulan asap itu di terpa angin, katerea shock, saat melihat naruto masih berdiri kokok di tengah-tengah kawah di gedung olahraga yang tinggal kenangan itu.

tanpa membiarkan katerea sadar lebih dulu, naruto segera melesat sangat cepat ke arah katerea, lalu dengan tangan terkepal bersiap menghantamkan bogemnya.

whussss.. braak... .bruuk

katerea pun terpental jauh, beberapa kali juga dia harus merelakan tubuhnya terpantul-pantul di tanah, hingga akhirnya dia menambrak sebuah gedung besar, membuat gedung itu jebol.

sementara dari fraksi tenshi dan da-tenshi memadang takjub naruto yang saat ini sedang berdiri membelakangi mereka sembari satu tangan di belakang.

"dia memang sangat kuat!.. bahkan hanya satu pukulan saja, katerea sampai terhempas sejauh itu!" gumam azazel takjub menatap punggung naruto.

"kau benar,, aku tidak bisa membayangkan jika dia menjadi musuh kita nantinya!" respon michael dan di balas anggukan yang lain.

tapi berbeda dengan vali, yang menyeringai. 'sepertinya dia memang sangat kuat... hmm, menarik'

uhug.. uhug

tendengar suara orang terbatuk dari tempat katerea, setelah asap sudah mehilang sepenuhnya, nampak katerea dengan kondisi cukup buruk berusaha berdiri meskipun kaki bergetar hebat. namun sebelum dia berdiri sepenuhnya, dia kembali jatuh berlutut dan kembali terbatuk darah, menandakan jika dia sudah mencapai batas.

uhug.

"k-keparat... kubunuh kau, mahluk rendahan!" desis katerea menyeka darah di sekitar mulutnya, lalu berdiri dengan susah payah, meskipun perasaan takut sudah menderanya, namun akibat harga diri yang masih tinggi seperti dulu, dia tetap memaksakan dirinya bangkit.

"apa kau tidak pernah belajar dari masa lalu nona?" balas naruto memandang malas katerea yang kini sudah berdiri sepenuhnya.

katerea tak mengubris. dengan sisa tenaga yang dia miliki, dia mencipatakan lingkaran penyimpanan miliknya, setelah dia mendapatkan barang yang dia cari, segera dia mengeluarkan benda itu. kini terlihat katerea menggenggam sebotol air mata phoenix, yang di dapatkannya dari pasar gelap.

"itu air mata phoenix? dari mana dia mendapatkannya?" tanya shirzech terkejut.

"dia mendapatkannya dari pasar gelap!.. tempat yang sama dengan kokabiel mendapatkannya" kata grayfia datar.

"t-tapi bagaimana bisa, barang itu ada di pasar gelap?" timpal sera menatap grayfia heran.

grayfia mengangkat bahunya sekilas "entahlah,, kurasa ada orang dalam dari clan phenex yang menjualnya secara diam-diam, mengingat barang itu harganya sangat mahal, jika di jual!" balas grayfia. shirzech dan sera pun diam, bertanya-tanya siapa sosok dari clan phenex tersebut.

sementara naruto sendiri, hanya menghela nafas panjang, kembali melihat barang yang menurutnya Sangat merepotkan. kini telah di teguk habis oleh katerea. lalu katerea segera membuang botol kosong itu ke segala arah.

lambat laun, luka-luka di tubuh katerea pun mulai membaik, dalam waktu singkat kondisi katerea kembali seperti sedia kala. kemudian dia kembali terbang dengan sayap iblisnya dan mensejajarkah dirinya di hadapan naruto yang masih belum bergerak dari posisinya.

"aku akan membunuhmu, bangsat!" desis katerea yang sudah sangat geram, gara-gara kembali di permalukan.

"hey, nona, sekalipun kau memiliki seribu benda seperti tadi!, keadaan tetap tidak akan berubah" kata naruto datar,

dengan itu dia menghilang dari tempatnya membuat katerea kembali terbelalak,. tanpa kedipan mata naruto sudah berada di depan katerea dengan tangan yang kembali terkepal. tidak membiarkan katerea sembuh dari kakagetannya lebih dulu, naruto langsung melancarkan bogemnya yang telak menghantam wajah katerea.

bruuuuk.

katerea kembali menghantam tanah di bawahnya dengan keras. tanpa menunggu waktu lagi untuk katera bangkit, naruto segera mengarahkan telunjuknya ke arah katerea, dari telunjuk itu pun muncul sebuah bola energi biru sebesar bola golf di lengkapi sebuah cincin yang berputar ganas mengintarinya.

shirzech dan sera yang melihat bola energi tersebut terbelalak, karena mereka sangat tahu, daya hancur dari bola itu, mengingat hanya dengan bola energi yang tak sebesar bola kasti tersebut, naruto berhasil memusnahkan semua pasukan maou old-satan terdahulu tanpa sisa, sekaligus menyebabkan iblis terkuat kala itu aka rezevil, langsung hilang tak berbekas.

"semua,, kerahkan seluruh kekuatan kalian untuk menciptakan kekkai!" teriak shirzech panik kepada seluruh ketiga fraksi.

"eh, kenapa kau menyuruh kami untuk menciptakan kekai dengan seluruh kekuatan kami,, emang sekuat apa bola itu?" tanya azazel heran.

"jangan banyak tanya,, nanti kau akan melihatnya sendiri,, lebih baik cepat sebelum serangan itu menyentuh tanah!" sambung sera yang juga berteriak.

akhirnya ketiga fraksi pun menurut, tanpa berkata apa-apa, mereka segera menciptakan kekkai menggunakan seluruh kekuatan mereka. sementara hinata dan grayfia tetap datar seperti biasa. lalu hinata mengetukan tongkatnya ke tanah sebanyak dua kali, sedetik kemudian sebuah kekkai berpendar biru langsung menyelimuti akademy kuoh.

"saatnya penutupan" kata naruto datar. setelah itu bola energi itupun melesat cepat dan menghantam katerea.

kabooom

ledakan yang dasyatnya berkali-kali lebih besar dari demonic power katerea terjadi di tempatnya. bahkan saking dasyatnya sebuah gelombang kejut tak kasat mata, menyebar ke segala arah. tapi beruntung sekolah itu sudah di lapisi kekai milik hinata, jadi dampak dari kerusakannya tidak terlalu berarti.

naruto memandang dalam datar ke arah tempat katerea yang saat ini sudah berkawah cukup dalam, merasa lawannya sudah musnah naruto segera turun di depan hinata dan grayfia.

tap

namun saat dia menyentuh tanah, tiba-tiba dia di kejutkan oleh sebuah sosok dengan sepasang sayap mekanik di punggung yang tanpa di perintah langsung menerjang naruto.

bersamaan dengan hal itu lingkaran sihir khas gremory tercipta, dari balik lingkaran sihir itu pun rias dan issei sudah kembali, membutkikan bahwa keduanya berhasil menyelamatkan bhisop milik rias.

"apa maksumu dari semua ini vali?" tanya azazel, tak di gubris oleh vali.

"naruto-san, aku sangat penasaran dengamu, jadi aku sangat berharap jika kau mau bertarung denganku!" ujar vali dengan seringai maniaknya, menatap naruto yang tengah menahan kepalan tangannya.

tbc...

sesuai permintaah para reader, author gak jadi nambahin rossweisse dalam pair naruto. dan rencananya author mau bikin pair naruto harem,, tentunya pair itu pilihan dari para readers sendiri.