Apa Yang Terjadi Jika Ketua Melanggar Peraturannya Sendiri ?
Disclaimer : Bang Masashi Kishimoto
Don't Like, Don't Read !
Pagi hari yang cerah di sebuah hutan belantara, terdapat sebuah bangunan yang kokoh berdiri meskipun di tengah hutan tetapi bangunan tersebut di huni oleh beberapa orang. Iya tempat itu adalah markas Akatsuki. Sebuah organisasi yang cukup lumayan lah terkenal se antero dunia Naruto Shippuden.
Beberapa anggota Akatsuki terlihat sedang mengerjakan tugas nya masing-masing, ada yang sedang membaca, mengobrol, makan dan beberapa hal lainnya.
Tiba-tiba Itachi berjalan ke arah Kisame yang sedang bermain dengan akuarium nya.
"Ke ruang penyimpanan sekarang !" ucap nya berteriak ke arah Kisame. Dia pun mengangguk keduanya langsung menuju ke sebuah ruangan penyimpanan yang ada di belakang.
Ada sebuah ruangan khusus di markas Akatsuki, yaitu sebuah ruangan tempat menyimpan barang-barang dari anggota Akatsuki. Mulai dari pedang Hidan, tanah liat Deidara sampai sempak milik ketua Akatsuki ( di fic ini ketua nya si Yahiko, wakil nya Nagato.)
Ruangan ini baru saja di bersihkan oleh Kisame beberapa minggu lalu. Karena kebagian giliran mau gak mau harus di laksanakan. Dengan susah payah Kisame berhasil mengerjakan tugasnya. Kurang lebih seharian lah dia bersihin itu ruangan soalnya ngerjain sendirian.
"Hei, berapa lama kau menghabiskan waktu di ruangan penyimpanan ?" Tanya Itachi.
"Hampir seharian, hampir membuatku stress setengah mati tapi untungnya selesai."
Keduanya pun sampai di depan pintu ruangan tersebut. Itachi membuka pintu dengan perlahan dan ...
"What the ?" Keluar lah bahasa inggris Kisame yang jarang keluar. Terkejut dengan apa yang dilihat nya sekarang.
"Siapa yang menaruh gayung mandi disini ?" Itachi mengangkat kedua tangannya, dia pun tidak tahu siapa yang menaruh benda tersebut.
Terlihat ruangan yang tadi nya terorganisir rapih dan enak dilihat, berubah 360 derajat. Barang – barang bukan pada tempatnya, apalagi di sebuah meja yang di penuhi oleh beberapa majalah dewasa, alat-alat ninja, salah satunya sebuah pedang yang terpisah dari sarung pedang yang tergeletak di meja tersebut.
Kisame gak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Hanya diam membisu, memandang hasil jerih payah nya yang dibuat berantakan oleh seseorang.
Itachi melihat ke arah meja, tampaknya dia melihat sesuatu yang dikenalinya.
"Bukankah ini pedang milik ketua?" tanya Itachi kepada Kisame. Dia pun langsung melihat ke arah meja, dan menemukan pedang yang dimaksud oleh Itachi. Kisame pun mengangkat sarung pedang tersebut dan memperlihatkan kepada teman nya.
"Benar sekali, ini tampaknya milik ketua kita." jawab Kisame.
"Masih ingatkah ketika ketua bilang jika kita mengotori tempat ini akan terkena hukuman ..." Ucapan Itachi membuka memori ingatan Kisame waktu beberapa minggu lalu, saat dia membersihkan ruangan ini.
Beberapa minggu lalu ...
" Bagi siapa pun yang mengotori maupun menyimpan benda bukan pada tempatnya, akan mendapat hukuman yang sangat berat, melebihi berat Kakuzu. Yaitu sebuah gosokan di bagian dada dengan tenaga 100 %."
Flashback ends
"Apa maksudnya gosokan di bagian dada ?" tanya Itachi yang cukup bingung dengan hukuman yang diberikan ketua nya.
"Kau mau mencoba?"
"Rasanya sangat menyakitkan !" sambung Kisame mengingatkan Itachi tentang hukuman tadi.
"Oke, aku akan coba dan menilai seberapa sakit hukuman itu." Itachi pun bersiap dengan mencondongkan dada nya ke hadapan Kisame.
Bagi yang belum gosokan bagian dada dilakukan menggunakan bagian buku jari bagian tengah, kemudian gesek lah ke bagian dada dengan kekuatan minimal 20 persen lah. Sangat tidak dianjurkan untuk tidak melalukan nya, soalnya sangat mengerikan :D
SFX DRTTTTTT
Kisame membuat sebuah suara lewat mulutnya menyerupai mesin drill, kemudian menyentuhkan buku jari tengah nya di dada Itachi.
"Tahan, ini cuman 5 persen," ucap Kisame.
Dengan kekuatan 5 persen, Kisame mendorong dada Itachi menggunakan buku jari tengahnya. Itachi tampak shock dan terkejut kemudian dia berteriak, "STOP KIS !!!"
Kisame pun berhenti dan kemudian tertawa terkekeh-kekeh
"Chi itu baru 5 persen, bayangkan kalau 100 persen."
"Rasanya nya mengerikan." Itachi memegang dadanya, dia cukup merasakan kesakitan.
"Ketua harus merasakan rasanya gosokan dada, karena telah mengotori tempat ini !!!" Kisame berteriak di ruangan tersebut, sementara Itachi masih memegang dadanya karena rasa sakit dan aneh masih dia rasakan karena gosokan tadi.
Di ruangan tengah
Kisame dan Itachi tengah mendiskusikan perihal masalahnya kepada sang wakil Akatsuki yaitu Nagato.
"Dengar aku setuju dengan kalian, aku senang barang-barangku di simpan di tempatnya masing-masing. Kita juga semua tahu bahwa ketua selalu menyimpan barang pada tempatnya."
"Tapi sekarang tidak," ungkap Itachi.
"Keadilan harus di tegakan, dan hukuman harus di berikan !" Kisame sangat semangat memberikan sebuah hukuman, kepada ketua nya.
Nagato pun bertanya kepada Hidan yang berada di sebelahnya. "Bagaimana menurutmu?"
"Peraturan tetap peraturan kan?, Apalagi ketua yang membuatnya jika kita melanggar akan mendapatkan hukuman."
Sambil menunggu ketua Akatsuki datang, Kisame mencoba menggosok sebuah kardus yang tak terpakai.
SFX DRTTTTTT
Kisame pun dengan sekuat tenaga menggosok kardus tersebut dengan kekuatan 100 persen.
Gosokan tersebut membuat kardus berlubang, Itachi cukup takjub dengan hal yang di lakukan Kisame.
"Gosokan tersebut dapat mematikan sebuah mahluk hidup dan membunuh orang."
Tak berapa lama terbuka lah pintu masuk markas Akatsuki. Sontak semua orang (Kisame,Itachi,Hidan,Nagato) yang sedang memperhatikan kardus, sekarang mengarahkan pandangan nya kepada seseorang yang baru saja masuk ke dalam markas, dan seseorang tersebut tidak lain adalah Yahiko.
Itachi pun menendang kardus tersebut menggunakan belakang kakinya.
"Hai semuanya !" Yahiko tersenyum canggung ke arah teman-teman nya. Sepertinya dia habis menggunakan waktu di pagi hari dengan olahraga di sekitar markas.
"Bisa kita menuju ruang penyimpanan ketua?" Tanya Itachi. Yahiko pun mengangguk. Semuanya langsung pergi menuju ruang penyimpanan.
"Aku tidak menyembunyikan sesuatu," ucap Yahiko.
Ruang Penyimpanan.
"Kau meninggalkan barang mu bukan pada tempatnya." Itachi menunjukkan sebuah meja yang di hiasi barang yang diduga milik sang ketua Akatsuki.
"Aku tidak melakukan nya." Yahiko membela dirinya, dia sangat yakin tidak melakukan hal itu.
"Siapa yang melakukan nya kalau bukan kau ketua?" tanya Kisame sambil memperlihatkan sarung pedang kepada Yahiko.
"Kau mempunyai bukti bahwa aku yang melakukan nya?" Yahiko menanyakan bukti mengenai tuduhan Kisame yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
Itachi menjawab pertanyaan Yahiko, "Apa maksudmu bukti, Ini jelas-jelas pedang milikmu ketua, tepat di meja ini. Dan ini sarung pedang milikmu tergeletak di sebelahnya."
"Kau tamat ketua !" Hidan berteriak dari belakang untuk memanaskan situasi. Sementara Nagato berdiri di sebelahnya, dia gak peduli sama masalah yang menimpa ketua sekaligus sahabatnya. Malah membaca sebuah buku.
"Kamu tahu kan hukuman bila barangmu tidak ada tempatnya yaitu Gosokan di dada." Itachi meneror sang ketua Akatsuki, sementara Kisame sudah bersiap untuk menggosok dada sang ketua Akatsuki sambil menirukan suara sebuah mesin drill.
Sfx : DRTTTTTT
"STOP !" Yahiko berteriak untuk menenangkan situasi yang mulai mencengkam.
"Jika kalian menganggap bahwa aku yang melakukan ini, kita buktikan di pengadilan Akatsuki."
"Jangan lakukan itu ketua," sahut Itachi.
"Kau tau hukuman double. 100 persen selama 10 detik." Kisame mengingatkan hukuman bila Yahiko bersalah semakin berat dan menyakitkan.
"Itachi kau bersedia menjadi pengacaraku ?"
"Tentu saja Kisame !" jawab Itachi sangat bersemangat untuk membuktikan bahwa ketua Akatsuki sang pelaku utama dari kekacauan di ruang penyimpanan ini.
"Kita tidak perlu melakukan hal..."
"Dimana ketua?" tanya Kisame bingung, tiba-tiba Yahiko menghilang dari ruang penyimpanan. Dia menoleh ke arah Nagato dan Hidan. Keduanya langsung menunjuk dimana Yahiko berada.
Yahiko sedang berada di ruangan tengah tampak dia sedang menggunakan satu-satunya telepon tua milik Akatsuki. Itachi dan Kisame langsung menghampiri di mana Yahiko berada.
"Apa ini dengan Uchiha Sasuke ?" Sebuah gagang telefon di simpan di telinga kanan Yahiko, dia menelepon seorang yang tidak asing bagi Akatsuki dan tentu saja Itachi.
" Ini Uchiha Sasuke, ada apa Yahiko?"
"Sasuke jangan menjawab !!!"
"Kenapa kau lakukan itu ketua !!!"
Itachi dan Kisame berteriak sambil tak percaya dengan apa yang di lihat nya sekarang.
"Dengar, sebuah tuduhan di arahkan kepadaku dan ..."
"Sasukeeee !!!" ucapan Yahiko dipotong oleh teriakan Itachi, dia berharap Sasuke tidak menerima tawaran dari Yahiko.
" Diam kau Itachi, aku akan melindungi mu dari tuduhan itu." Sasuke menerima permintaan Yahiko. Dia akan menggunakan berbagai cara agar dia menang di pengadilan nanti.
"Sasuke, jika kau melakukan ini hubungan kita berakhir !!!" Ancaman dari Itachi tak di gubris oleh Sasuke, tampaknya dia tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya sendiri.
"Baiklah, kita akan bertemu nanti di pengadilan Akatsuki !!!" Yahiko menutup telepon, dan langsung pergi meninggalkan Itachi dan Kisame.
Tiba-tiba Yahiko kembali lagi ke tempat Kisame dan Itachi berada.
"Kapan pengadilan akan diselenggarakan?" Tanya Yahiko kepada keduanya.
Setelah bertanya, tampak hening sesaat, tidak ada yang menjawab tampak ketiganya bingung menentukan jadwal pengadilan.
"Setelah makan siang?" Ucap Itachi sambil memandang Kisame.
"Itu ide bagus." Kisame tampak setuju dengan partner nya. Yahiko pun mengangguk pelan.
"Aku setuju."
Itachi dan Kisame pun segera menyegel ruang penyimpanan dengan menggunakan police line. Agar ruangan tersebut tak di susupi oleh seseorang dan tak ada yang bisa memasukinya.
"Apa yang kalian berdua lakukan?" tanya seorang satu-satunya wanita anggota Akatsuki yaitu Konan yang melihat kedua temannya tengah memasang police line di depan pintu.
Itachi pun berkata, "Ini tempat kejadian perkara, Konan-san pun tidak di perbolehkan masuk."
Konan pun langsung pergi, dia sendiri pun bingung dengan apa yang dilakukan Itachi dan Kisame. Tampaknya terlalu berlebihan sampai menggunakan police line milik kepolisian Konoha.
"Ada-ada saja."
Persiapan untuk pengadilan
Di sebuah halaman belakang markas Akatsuki terdapat sebuah gubug tua di tengah yang yak terpakai. Di dalamnya terdapat Yahiko yang sedang duduk di kursi. Kaki kiri nya berjinjit tanpa henti. Tampaknya dia sedang menunggu seseorsng muncul.
Tok..Tok..Tok
"Masuklah !" teriak Yahiko, pintu pun secara perlahan terbuka, sosok bayangan hitam masuk kemudian memudar, memperlihatkan sosok seorang lelaki muda lengkap dengan jas hitam.
"Akhirnya kau datang." ucap Yahiko menyambut seorang yang ternyata adalah orang yang Yahiko tunggu yaitu Uchiha Sasuke.
"Kenapa kau menunggu ku di tempat ini, disini sangat kotor sekali." Sasuke sedikit mengeluh, takut debu bertebangan ke jas nya yang mengkilat.
"Sudahlah tak usah kau pikirkan."
Sasuke pun langsung duduk di hadapan Yahiko. "Jelaskan padaku, apa masalahmu?"
"Aku tidak bersalah, mereka menuduhku karena menyimpan pedang ku bukan pada tempatnya."
Sasuke pun mengambil secarik kertas dan sebuah bolpoin. "Jelaskan tentang pedang ini?" Tanya Sasuke.
"Kau tau pedang yang sering aku gunakan dalam beberapa misi."
"Siapa saja yang mengetahui pedang tersebut ?"
"Hampir semua anggota Akatsuki, sebuah pedang yang sangat sempurna."
"Apakah pedang tersebut pernah di gunakan dalam beberapa hari ini?" Yahiko tidak langsung menjawab, dia mengingat kembali siapa saja yang pernah memakai pedangnya.
"Sebenarnya Nagato meminjam pedangku dalam misi di Kumogakure, sekitar seminggu lalu." Sasuke pun mencatat perkataan Yahiko di secarik kertas tersebut.
"Sekitar seminggu lalu saat Nagato melakukan misi. Sebelum Kisame membersihkan ruangan tersebut."
"Setelah Nagato meminjam, apakah kau memakai nya ?" tanya Sasuke.
"Tidak, aku hanya membersihkan nya."
"Lalu kau menyimpan nya secara sembarangan?"
Yahiko mengangguk pelan.
"Sial ini lebih sulit dari perkiraan ku," ungkap Sasuke. Dia tampak berpikir menggunakan otak cerdasnya, agar klien nya dapat menang di pengadilan nanti.
"Mereka sepertinya sedang mencari kambing hitam dari permasalahan ini, dan semua tertuju padaku."
"Apa kau yakin bisa mengatasi ini Sasuke?" tanya Yahiko yang meragukan kinerja pengacaranya.
"Tenang saja, aku mempunyai ide..."
Sementara itu ...
Disebuah ruangan, tempatnya di kamar milik Itachi dan Kisame. Mereka sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk pengadilan nanti.
"Ini adalah gambar dari barang yang ditemukan di meja." Itachi memperlihatkan gambar tersebut kepada Kisame.
Itachi pun memperlihatkan gambar lainnya, "Dan orang ini adalah pemilik barang tersebut, terlihat dia menggunakan barang yang sama seperti yang disimpan di meja." Gambar yang memperlihatkan Yahiko sedang memegang pedang yang sama dengan yang ditemukan di meja.
Kisame hanya diam sambil memperhatikan Itachi yang sedang menjelaskan gambar-gambar lainnya. Sepertinya Itachi mempunyai bakat menjadi pengacara handal.
"Keadilan bukan tentang menghukum seseorang yang kau tidak suka, keadilan adalah tentang kebenaran, tidak ada seorang pun di yang di atas hukum," ucap Itachi.
Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan pintu dari luar kamar.
"SENPAI !!!"
Kisame langsung saja membukakan pintu, "Ada apa tobi, bukankah kami suruh untuk menjaga ruangan ini?"
"Tadi aku lihat ketua memasuki ruangan penyimpanan !"
"APA !!!"
Langsung saja ketiganya langsung menuju ke ruang penyimpanan untuk menangkap Yahiko karena masuk tanpa ijin.
Ketiga nya pun menemukan Yahiko yang sedang berdiri dekat barang bukti. Sepertinya dia sedang mencoba menghilangkan barang bukti.
"Ketua, kau di tangkap !" Itachi pun langsung mengeluarkan borgol yang entah dari mana dia dapat, dan memborgol Yahiko.
"Aku akan menuntut kalian semua !"
"Yep, klasik. Tobi bawa kriminal ini." Tobi pun langsung membawa sang kriminal aka Yahiko ke luar ruangan tersebut. Tapi karena kurang fokus, Yahiko mencoba melepaskan diri dan berhasil.
"HEI BERHENTI !!!" Tobi pun mengejar Yahiko dengan sekuat tenaga, dia pun menerjang Yahiko dan akhirnya menangkap nya sebelum melarikan diri.
TO BE CONTINUED
