One True Pairing
Genshin Impact milik MiHoYo.
Author hanya pinjam karakternya untuk melampiaskan emosi (dan menampar diri sendiri)
WARNING! Author adalah bucin garis keras LucKae sampai membenci pair XKaeya lainnya. Bahkan author membenci KaeLuc dan karakter Dainsleif yang bahkan belum muncul di dalam game karena orang suka membuatnya di ship dengan Kaeya. Aku nggak tahu bagaimana dengan isi fanfiksi ini nantinya, karena aku akan update tanpa mengeditnya kembali.
Kemungkinan ini akan terlihat toxic (atau bahkan ini sudah toxic). Typo. OOC. Modern!AU. Tidak jelas pastinya. Author tahu, OTP masing-masing pribadi berbeda dan tidak baik jika kita mengusiknya hanya karena mereka berbeda 'jalur' dengan kita. Tapi... entahlah, belakangan ini aku merasa menjadi semakin keras dan kasar. Dan tanpa sadar sudah bertengkar dengan teman karenanya. Ini tidak baik, tapi aku tidak tahu harus bagaimana melampiaskannya. Jadi aku akan menuangkannya didalam sini.
Jika kalian merasa mulai tidak menyukainya, tolong, aku mohon, silahkan tekan tombol kembali.
Terima kasih.
.
.
.
Pada suatu hari yang tenang, Lumine tiba-tiba bertanya pada sahabatnya. "Amber, Barbara, apakah kalian memilki OTP?"
"OTP? Fandom mana?" balas Amber, tetap tidak melepaskan tatapannya dari handphone. Barbara sendiri hanya menoleh sekilas dari bukunya.
"Genshin."
"Normal atau belok?"
"Belok. Ayolah, kau tahu apa maksudku. Kita sama-sama fujoshi." Bantal bulat besar bergambarkan Paimon dipeluk, lalu Lumine berguling ke sebelah Amber yang sedang tengkurap di atas karpet. "Jadi, siapa OTPmu? Aku mendukung LucKae—aduh!"
Amber, dengan penuh cinta memukul kepala Lumine, "Mereka saudara angkat!"
Lumine cemberut, "Memangnya kau peduli? Kau bahkan pernah memasangkanku dengan Aether!"
"Habisnya kalian manis. Tapi sekarang aku sudah memasangkan Aether dengan senior Xiao. Aih, mereka benar-benar manis saat dating kemarin! Aku berharap bisa memotret mereka dari dekat!"
"Aku lebih suka memasangkannya dengan senior Albedo. Mereka terlihat cocok saat bersama." Barbara menutup bukunya, berdiri dan ikut tidur terlentang di sebelah Lumine. "Bagaimana denganmu? Kau adiknya lho."
"Aku tidak peduli—walau jujur saja aku akan lebih suka kalau Aether diperebutkan keduanya. Hehehe~" Lumine tidak tahu saja, kalau Aether benar-benar sedang diperebutkan oleh kedua senior itu. Well, sayang sekali kakak kembar Lumine itu sama sekali tidak peka. "Kembali ke topik, bagaimana dengan kalian?"
"Aku mendukung ZhongChi. Dan aku tidak terlalu peduli dengan OTP lainnya selama Childe tetap jadi uke." Handphone dengan casing biru muda diraih, lalu Barbara menunjukkan wallpaper lockscreen miliknya yang bergambarkan karakter Zhongli dan Childe. "Lihatlah, tidakkah ini manis sekali?!"
"Tidak! Zhongli itu uke! Aku lebih suka ChiLi."
"Tidak bisa. Zhongli jauh lebih kuat dan lebih tua dari Childe. Bagaimana bisa kau memasangkan mereka seperti itu?!"
"Zhongli uke karena berambut panjang, dan sikapnya sangat polos. Lagi pula, Childe memiliki sisi gelap! Dia cocok sekali jadi seme! Lagipula, dia lebih kaya daripada si dewa miskin Zhongli itu."
"Ayolah, kalian. Ini hanyalah karakter dua dimensi." Sudah Lumine duga, pembicaraan tentang OTP akan memicu pertengkaran. Tapi dia tetap saja menanyakannya karena terlalu penasaran dengan reaksi teman-temannya.
Amber cemberut, lalu menyenggol OTP Lumine dengan sengaja. "Hey! Bagaimana dengan KaeLuc? Mereka di retweet Paimon Official lho kemarin!"
...
Oke, kesabaran Lumine langsung hilang.
"Tidak bisa. LucKae tidak bisa dibalik. Lagipula seiyuu Kaeya sering mengisi BLCD sebagai uke. Bagaimana bisa dia jadi seme?!"
Sungguh, Lumine sama sekali tidak habis pikir. Bagaimana bisa Kaeya jadi seme? Dan lagi, pada retweet kemarin menyebutkan 'Mr and Mrs Ragnvindr'. Namun saat Lumine membukanya, gambar itu malah membuatnya sakit mata. Dia tertipu dengan caption!
Dia ingin sekali membalas retweet itu dengan kalimat 'kalau KaeLuc, bukannya harusnya Mr and Mrs Alberich?! Kau menipu shipper LucKae dan membuat mereka sakit mata!'. Sayangnya sang artist sudah mendapat banyak hujatan dari banyak orang karena gambarnya mengandung incest. Sialan. Bagaimana bisa mereka incest jika darah saja mereka tidak terhubung?! Lumine benar-benar kesal karena ini.
"Kaeya lebih tinggi dari Diluc. Dan wajah Diluc yang seperti itu malah membuatnya terlihat manis."
"NOO! Bagaimana bisa?! Mereka pasti memotong tinggi badan Diluc! Kau tidak sadar kalau tinggi Zhongli juga di shrunk?"
"Lumine benar. Tinggi mereka banyak di ubah didalam game. Walau aku akui, didalam manga mereka, wajah Diluc terlihat sangat manis. Kaeya malah terlihat tampan." Barbara menyetujui. Dan entah kenapa Lumine malah semakin kesal. "Btw, kau toxic sekali dengan mereka."
Amber dan Lumine langsung diam. Yah, mereka sadar bahwa mereka mulai toxic dalam hal OTP mereka. Tapi bagaimana cara menghentikannya? Mereka semua sama-sama hardshipper. Berbeda dengan Barbara yang hanya peduli posisi Childe sebagai uke dan tidak terlalu peduli tentang siapa seme-nya.
"Aku terlalu menyukai mereka—entahlah, aku kesal sekali dengan isi TimeLine yang belakangan ini mengandung DainKae. Aku tahu mereka sama-sama dari Khaenri'ah. Tapi tidak perlu memasangkan mereka kan? Dan lagi, ada teori yang mengatakan kalau Kaeya itu pangeran. Dainsleif adalah bawahannya. Bagaimana bisa bawahan sepertinya menjadi seme dari Kaeya?! Bahkan ada yang mengatakan kalau saat Kaeya kembali, mereka akan mengadakan pernikahan. Hell no! Aku sakit mata melihatnya! Yang cocok menjadi suami dari Kaeya hanyalah Diluc!"
"Tuh, kau mulai lagi."
"Memangnya kau mau kalau ZhongChi dibalik jadi ChiLi?" sindir Lumine, entah kenapa malah emosi sendiri karena OTP mereka yang berbeda-beda. "Mereka benar-benar membuatku jadi membenci Dainsleif karenanya. Sialan."
"TIDAKK! HELL NO! AKU AKAN SAKIT MATA! AAAH!"
"Tuh kan kau juga sama toxic-nya."
"Aku baik-baik saja dengan AllChilde. Tapi tidak dengan ChildeAll. Berbeda denganmu yang hanya bisa memiliki satu pasangan. Dan lagi, biarkan mereka menikmati pair mereka sendiri."
Amber cepat-cepat menengahi karena sepertinya Lumine dan Barbara akan benar-benar bertengkar. "Bagaimana dengan Chongyun dan Xingqiu? Atau Bennet dan Razor?"
"... aku mendukung mereka. Untuk Bennet dan Razor, kurasa mereka lebih cocok menjadi teman. Razor lebih mengerti tentang makanan dan Bennet masih terlalu polos dan murni untuk mengetahui tentang cinta sesama jenis."
"Setuju."
Lumine mengambil handphone miliknya dan menghela nafas, "Sepertinya hanya pair ini yang tidak memiliki masalah dan 'orang lainnya'."
Sayang sekali, baru saja dia mengatakan itu, notifikasi dari twitter membuatnya nyaris membanting handphonenya. "BANGSASDFGHJKL! ADA APA SIH DENGAN ORANG-ORANG GILA INI?!"
Barbara dan Amber berpandangan, lalu mengintip apa yang membuat Lumine melotot hingga matanya nyaris keluar dan bibirnya mengucap sumpah serapah yang sangat tidak Lumine.
'Kaeya x Chongyun so sweet!'
"..."
"..."
"... aku mulai bertanya-tanya, kenapa sosial media menjadi sangat menyebalkan sekarang."
"... aku setuju denganmu." Amber menarik handphone Lumine dan mengatur twitternya agar otomatis memblokir kata-kata yang membuat temannya itu mengalami sakit mata. "Walaupun aku mengakui kalau brothership diantara Kaeya dan Chongyun itu cukup manis, aku merasa tidak terima mereka di pair."
"Sialan. Aku tahu Kaeya sangat seksi—tapi aku tidak suka dia di ship dengan orang lain selain Diluc! Aaaaaah! Aku jadi kesal! Mereka yang mendukung KaeLuc malah membuat konten DainKae! Apa-apaan?! Kalau begitu kenapa mereka tidak membuat LucKae saja?! Aku benci-aku benci-aku benci-aku benci! Aaaaaargh!" Lumine yang handphonenya dijarah Amber berguling-guling di lantai sambil meremas-remas dan memukuli bantal Paimon yang tadinya dipeluk.
Teman-temannya hanya menghela nafas.
"Kau harus menjahui sosmed. Untuk sementara, berhentilah bermain Genshin. Kau bisa menjadi semakin toxic. Dan lagi, kau jarang keluar rumah gara-gara bermain game itu."
"ARGH! Kalian tahu kan kalau sekarang sedang ada event gunung salju?! Bagaimana bisa aku tidak bermain?! Aku akan melewatkan banyak reward!"
Barbara menepuk-nepuk pundak Lumine, "Lebih baik kau melewatkan reward daripada kau semakin toxic dan malah menyusahkan diri sendiri dan sekitarmu. Katakan, rasanya sangat tidak nyaman, kan? Biasanya kau tidak se-parah ini lho."
"Benar, biasanya kau bersikap biasa saja dengan pair lain. Kau tidak mengusiknya. Tidak suka tinggal pergi, pura-pura tidak lihat. Kenapa sekarang jadi marah-marah karena orang lain menyukai apa yang tidak kau sukai?" Handphone Lumine dikembalikan, Amber sudah mengaturnya agar temannya itu tidak semakin gila karena karakter yang bahkan tidak nyata. "Sementara, jangan buka twitter atau facebook. Bisa-bisa kau semakin tidak waras."
Lumine memukul lengan Amber, "Sialan! Kau sendiri juga sama tidak warasnya sepertiku!" lalu dia tersenyum kecil, "tapi kalian benar. Aku... huft, aku akan berhenti bermain untuk sementara. Perasaan ini benar-benar menyebalkan."
"Bagus. Bagaimana dengan taman bermain di Windrise besok?" tawar Barbara, "Aku yang traktir. Kau butuh hiburan di luar rumah. Oh, bagaimana kalau kita ajak Morax dan Ajax juga?"
"Ajak Aether juga. Mungkin dia bisa sedikit meredakan kegilaanmu itu."
"Oke. Besok jam sembilan?"
"Tanya dulu pada Morax dan Ajax."
"Oke, aku baru saja mengirimi mereka pesan."
Lumine tersenyum, berpikir dalam hatinya, 'Mereka benar, aku akan menjauhi sosial media untuk sementara dan menghabiskan waktu bersama teman-temanku. Biarkan OTP menjadi kesukaan masing-masing penikmatnya.'
.
.
.
END.
a/n
Uh... yah... intinya begitu. Aku sangat merasa toxic (terlepas dari nama kepenulisanku yang memang sudah Toxic.)
Aku hilang arah. Aku tidak tahu lagi. Aku bahkan mengetiknya dengan emosi meluap. Kenapa harus KaeLuc dan bukannya LucKae? Kenapa Dainsleif harus ikut masuk dalam rumah tangga mereka yang sempurna? Sial. Perasaan ini sungguh tidak enak.
Aku tidak tahu bagaimana cara menguranginya, tapi dengan mematikan sosial media cukup membuatku tenang. Mengingat pada saat ini kita belum bisa bebas pergi keluar rumah dan bertemu dengan teman-teman.
Baik, kurasa cukup. Aku akan semakin gila jika ini berlanjut.
