Apa Yang Terjadi Jika Ketua Melanggar Peraturannya Sendiri ?

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Don't Like, Don't Read !

Part 2

Siang hari di markas Akatsuki cukup ramai, karena sebentar lagi sidang akan dimulai. Terlihat penuntut yaitu Kisame sedang duduk sambil menunggu sidang di mulai. Di sebelahnya adalah Itachi teman sekaligus pengacaranya menggunakan jas hitam dan terlihat rapih.

Tak lama kemudian masuklah sang terdakwa, ketua Akatsuki yaitu Yahiko masuk ke dalam ruang persidangan dengan baju tahanan orange nya, dan di sebelahnya adalah Uchiha Sasuke.

"Hei aku lihat kau membawa koper, apakah itu barang buktimu?" Tanya Itachi yang menyinggung barang milik Sasuke.

Sasuke pun menoleh ke arah Itachi, "Bukan urusanmu."

"Aku tidak percaya kau menghianatiku seperti ini," ucap Itachi.

"Aku juga tidak percaya, bahwa kau menghianatiku seperti ini," balas Sasuke.

Juri pun memasuki ruangan sidang, ada terdapat 5 orang juri yaitu Konan, Kakuzu, Sasori, Deidara dan Zetsu. Sebenarnya semuanya terpaksa menjadi juri, dan memeriahkan fic ini agar tidak terlalu garing :D

Hakim pun memasuki ruangan sidang, yaitu Hakim Nagato. Dia menggunakan duduk di sebuah singgasana yang dirancang khusus untuk sidang ini. Di sebelah nya ada Tobi yang bertugas untuk mengamankan sidang agar berjalan dengan lancar.

"Baiklah, kita semua di sini untuk membahas kasus dari Yahiko. Di dakwa karena meletakan barangnya bukan pada tempatnya. Pengadilan di buka dengan pembukaan dari para penuntut." Hakim Nagato pun memukul palu mainan nya.

Itachi pun berdiri dan segera berjalan ke depan dan kemudian berkata, "Yang mulia dan para juri, apa yang kami bawa adalah kasus yang sangat simpel." Itachi memperlihatkan sebuah foto kepada para juri. "Kalian lihat orang ini, dia dulu nya merencanakan untuk membuat ruangan bersih, tetapi malah kebalikannya. Seperti kriminal lainnya, mereka pikir mereka tidak melakukannya."

Setelah memberikan foto kepada hakim, Itachi pun mengarahkan tangan nya tertuju kepada Yahiko. "Terdakwa akan membuat sidang ini secara bertele-tele padahal ini hanya sangat simpel. Dan kebenarannya dia melakukan nya, dan akan mendapat hukuman untuk itu semua."

Kisame pun bertepuk tangan secara kencang setelah mendengar pembukaan yang dilakukan Itachi.

"Terima kasih, silakan kau duduk." Hakim Nagato menyuruh Itachi untuk kembali ke tempatnya.

"Terdakwa, silakan kalian membuka pernyataan kalian." Kali ini giliran terdakwa yang akan diwakili oleh pengacaranya yaitu Uchiha Sasuke, dia pun berdiri dan maju ke depan dengan membawa sebuah koper.

"Yang mulia hakim dan para juri, saya datang kemari sebagai pemuda yang ramah, tampan dan juga rupawan. Dan saya akan buktikan bahwa klien saya yaitu Yahiko tidak bersalah. Kita semua tahu bahwa beberapa bulan yang lalu Yahiko bertanggung jawab atas ruangan tersebut. Akatsuki telah berdiri selama hampir 17 tahun sebelum Naruto lahir benar ?"

Semua orang dalam ruangan itu mengangguk.

"Akatsuki telah berdiri selama itu sampai sekarang, itu aman untuk dikatakan. Dan selama itu kita berubah, kita berkembang."

"Yahiko kau berkembang." Sasuke mengarahkan tangan nya kepada Yahiko.

Sasuke kembali berkata, "Yang mulia Hakim Nagato, saya mempunyai sesuatu untuk Anda, sebuah hadiah." Sasuke mendekati meja Hakim sambil membuka kopernya. Tetapi langsung dihalangi oleh Tobi yang bertugas.

"Hei - hei, mundur !" ancam Tobi. Beberapa isi koper itu jatuh ke bawah.

"Apakah ini pemerasan ?" tanya Hakim Nagato.

"Saya bisa jelaskan yang mulia, anggap saja ini hadiah." Karena dihalangi Sasuke menaruh sebuah uang di hadapan Hakim Nagato, kemudian kembali ke tempatnya.

"Tobi, simpan ini." Tobi pun menuruti perkataan Hakim Nagato dan mengambil uang tersebut.

"Baiklah, kita mempunyai beberapa bukti kuat di sini. Kepada penuntut silakan melanjutkan."

"Penuntut memanggil Hidan untuk bersaksi."

Hidan yang dari tadi duduk di belakang kemudian langsung berdiri dan dia berjalan santai menuju ke kursi untuk bersaksi sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.

Itachi pun berkata, "Hidan, apa yang kamu bawa?" Hidan pun langsung mengeluarkan kedua tangannya.

"Tidak ada apa-apa."

Itachi pun memberikan beberapa foto. Lalu dia bertanya, "Apa kau masih ingat keadaan ruangan penyimpanan tersebut seperti yang ada di gambar?" Hidan mengamati foto yang berisi ruangan tersebut dalam keadaan bersih. "Iya, keadaannya seperti ini."

"Tuan Yahiko memiliki sebuah pedang, apakah kau mengenali pedang ini?" Itachi memperlihatkan sebuah pedang , itu adalah barang bukti yang dia dan kisame temukan pagi tadi.

"Aku mengenali pedang itu." jawab Hidan dengan sangat yakin.

"Apakah benar pedang ini adalah pedang milik Yahiko yang tergeletak di ruangan penyimpanan?" tanya Itachi menampilkan foto yang menunjukkan pedang milik Yahiko tergeletak di ruangan penyimpanan.

"100 persen itu milik ketua."

Kemudian Itachi memperlihatkan foto tersebut kepada para juri. "Ini adalah foto yang di ambil hati, sangat sama dengan apa yang dimiliki oleh..."

"ITU SALAH KETUA !!!!"

Tiba-tiba Hidan berdiri dari bangkunya dan langsung menghampiri terdakwa yaitu Yahiko. Dia mengeluarkan sebuah Kunai dari belakang celananya dan berniat untuk melukai sang terdakwa dari jarak dekat. Tobi dan Itachi langsung berlari untuk mengamankan Hidan yang hilang kendali, dan segera meringkusnya.

"Hufffft, hampir saja." Detak jantung Yahiko berdetak sangat kencang, keringatnya bercucuran karena jika tidak di selamatkan oleh Tobi dan Itachi, mungkin dia sudah terluka.

Hakim Nagato mengetuk palu agar situasi sidang kembali tenang.

"Apakah semua sudah tenang sekarang?" Hakim Nagato memastikan.

"Saya mengajukan pemeriksaan silang," ucap Sasuke.

"Apa yang kau lakukan Sasuke? Aku masih belum selesai menjelaskan." Itachi menolak pemeriksaan silang yang di ajukan Sasuke.

"Aku tidak sabar mendengar penjelasanmu." Ucapan sarkasme Sasuke.

Itachi pun kembali berbicara. "Yang mulia, sekarang aku akan menjelaskan bukti selanjutnya yaitu..." Itachi mengambil sebuah barang bukti yang telah di persiapkan nya.

"Sebuah sarung pedang, yang di temukan pada pagi hari ini. Dan jika pedang ini di masukan ke dalam sarung ini." Itachi memasukkan pedang tersebut secara perlahan dan terlihat sangat muat. Semua juri terkejut. Kemudian Itachi menunjuk ke arah terdakwa.

"Orang tersebut adalah yang terakhir menggunakan pedang tersebut, singkat cerita orang tersebut meninggalkan pedang tersebut dan membiarkannya saja di tempat yang tidak semestinya dan bukan pada tempatnya."

"Baiklah, terima kasih," ucap Hakim Nagato, kemudian Kisame bertepuk tangan secara kencang.

"Selanjutnya, Uchiha Sasuke."

"Saya, memanggil Yahiko untuk maju ke depan." Yahiko pun segera menuju ke depan.

"Sebelumnya saya berterima kasih untuk penjelasan BS dari Itachi."

Itachi kemudian berkata, "Keberatan yang mulia ! Bahasa yang tidak pantas."

"Keberatan di tolak!" Hakim Nagato menolak keberatan dari Itachi.

Itachi kaget karena BS di perbolehkan di sebuah sidang. Jika itu terjadi pada sidang yang sesungguhnya mungkin akan dilarang.

"Saya akan mengambil salah satu barang bukti ini. Yang mulia hakim dan juri, sekarang lihat ini baik-baik. Kita tahu bahwa Yahiko telah menjadi shinobi yang sangat tangguh, berbakat dan berpengalaman."

Kemudian Sasuke bertanya, " Yahiko sudah berapa misi yang kau telah selesaikan belakangan ini?"

"Dua misi."

"Dan partner mu yaitu yang mulia hakim Nagato, berapa banyak misi yang dia lakukan?"

"Lima misi."

"Lima misi." Sasuke menekankan kata tersebut kepada para juri dan Itachi.

"Dan kau tahu bahwa Yang mulia Nagato juga menggunakan pedang milikmu." Yahiko mengangguk.

"Secara teori dia melakukan misi lebih banyak darimu."

"Jika kalian lihat pedang ini." Sasuke memegang barang bukti yaitu pedang yang ditemukan sebagai barang bukti. "Pedang ini tidak terlalu bersih, pedang ini berdebu dan berbau Kumogakure. Dan kita semua tahu bahwa Yahiko tidak pergi ke Kumogakure."

"Terima kasih untuk waktu kalian, aku menghargai semua yang telah kalian lakukan. Yang mulia Nagato aku menyukai mu yang mulia !"

"Aku tahu," sahut Hakim Nagato singkat.

Sasuke menyudahi nya, kemudian dia kembali ke kursinya. Sekarang giliran Itachi kembali.

"Yang mulia dan para juri, terdakwa menjelaskan bahwa pedang tersebut terdapat debu dan bau kumogakure."

Kemudian Itachi bertanya, "Yahiko, bisa kau sebutkan siapa saja yang pergi ke kumogakure waktu itu?"

"Emm. Nagato, Kisame, Deidara, Kakuzu, dan tentu saja kau."

"Kita tahu bahwa Nagato membawa pedangmu ke Kumogakure. Tetapi ketika kami pulang, kau menjalankan misi seorang diri bukan?"

Yahiko tidak langsung menjawab, dia memilih untuk berdiam diri sebentar dan menarik nafas. "Itu benar."

"Dan jika tidak salah, kau pernah berkata kepada klien ku yaitu Kisame bahwa, jika ada yang meninggalkan barang bukan pada tempatnya akan mendapat Gosokan di bagian dada. Sekarang jika semua bukti yang saya berikan tidak meyakinkan Anda. Tuan Yahiko apakah kau adalah ketua daru organisasi Akatsuki."

"Iya."

"Di luar bukti yang mengarah kepada Anda, sudah menjadi tanggung jawab bahwa Anda sebagai seorang ketua untuk memastikan bahwa perintah di ikuti , di jaga dan di jalankan, tetapi akhirnya menjadi tanggung jawab Anda untuk menjaga hal-hal seperti ini. Silakan pikirkan baik-baik." Itachi menyudahi pernyataan nya yang begitu panjang dan jelas, dan tidak lupa tepuk tangan yang keras dari Kisame menyudahi semua itu.

"Kita lanjutkan dengan closing argument dari masing-masing, dimulai dengan Uchiha Sasuke." Sasuke pun berdiri sambil berjalan ke tengah sambil membawa koper miliknya.

"Yang mulia hakim dan para juri, aku ingin mengucapkan terima kasih, terima kasih untuk mempercayai orang yang tidak bersalah ini. Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk waktu kalian, dan sebagai hadiah." Sasuke pun membuka koper tersebut, yang berisi uang dengan jumlah yang banyak.

Itachi kemudian berkata, "Keberatan yang mulia !"

"Keberatan di tolak, aku ingin melihat kelanjutannya." Hakim Nagato menolak gugatan dari Itachi.

"Ini adalah pemerasan !"

Sasuke melanjutkan perkataan nya. "Aku tidak menawarkan ini, yang ingin aku sampaikan adalah klien ku membayar ku dengan sangat baik untuk membelanya. Dan jika kalian yang berada di sini membela nya juga, akan ada beberapa hadiah untuk kalian."

Itachi masih tidak terima dengan apa yang dilakukan Sasuke. "Keberatan yang mulia !"

"Keberatan di tolak, aku ingin melihat kelanjutan nya." Kembali Hakim Nagato menolak gugatan. Itachi akhirnya diam.

"Yang mulia, saya selesai." Sasuke pun menjatuhkan koper yang berisi uang tersebut tepat di hadapan para juri dan kembali ke kursi nya. Beberapa juri pun terlihat mengambil uang tersebut, hanya Konan yang diam.

"Closing statement, Itachi." Hakim Nagato memanggil Itachi. Dia pun berdiri dan berjalan ke depan juri.

"Pembela berbicara tentang kejujuran dan berbicara tentang kerendahan hati. Tetapi yang ada di sekitar kalian adalah sebuah tuduhan tentang penolakan tanggung jawab. Pembela bahkan mendatangi kalian dan dia bilang bahwa kalian akan membela orang ini." Itachi menunjukkan tangan nya ke arah Yahiko.

"Kalian berada di sini untuk membela orang ini, kalian juga berada di sini bukan untuk menuntut orang ini. Apa yang seharusnya kalian lakukan di sini adalah mencari sebuah kebenaran. Kebenaran yang sesungguhnya adalah orang ini bersalah. Jadi apa yang akan kalian lakukan?" Itachi menyudahi perkataan nya. Kisame pun tidak lupa memberikan tepuk tangan kepada pengacaranya.

"Baiklah, pengadilan memutuskan untuk membiarkan juri berunding dan mereka akan kembali dengan hasil keputusan akhir." Para juri pun memasuki sebuah ruangan dan berunding menentukan hasil akhir dari pengadilan ini.

5 menit kemudian.

Perundingan pun berakhir, Konan selaku juri memberikan sebuah kertas berisi hasil akhir dari pengadilan ini. Terdakwa dan penuntut pun terlihat menunggu putusan akhir yang akan dibacakan oleh Hakim Nagato.

"Baiklah kita mulai, Uchiha Sasuke kau bersalah atas penyuapan dan saya menghukum Anda untuk meninggalkan sidang ini."

Sasuke dan Yahiko pun tidak percaya dengan putusan juri, sementara Itachi dan Kisame pun bersorak-sorak bahagia mendengar putusan yang dibacakan Hakim.

"Apa, pemerasan ?" tanya Sasuke.

"Kau satu-satunya yang mempunyai uang di sini."

Setelah itu, tibalah di saat-saat yang kita tunggu, Hakim akan membacakan hasil akhir sidang hari ini.

"Baiklah kita lanjutkan, Yahiko anda di dakwa karena tidak membersihkan ruangan penyimpanan. Anda dinyatakan bersalah karena tidak membersihkan ruangan penyimpanan."

Untuk kedua kalinya Itachi dan Kisame bersorak-sorak kemenangan, usaha nya tidak sia-sia. Keduanya berpelukan, para juri pun ikut merayakan kemenangan Itachi dan Kisame.

"Sekarang hukuman, Yahiko kau di hukum Gosokan di bagian dada selama 5 detik dengan tenaga penuh, tetapi jika kau berkelakuan baik, kau hanya mendapatkan 3 detik dari hukuman. Sekarang Hukum Yahiko !"

"Ini tidak bisa di terima !" Yahiko memprotes hasil akhir pengadilan, tetapi Hakim tidak menanggapinya.

Tobi pun segera menahan Yahiko yang akan kabur dari hukuman, dan dia mendudukkan nya di sebuah kursi.

"Kisame kau siap!!!" Kisame pun berdiri di hadapan Yahiko yang sedang duduk. Tangan Kisame di dekatkan di dada sang terdakwa. Bersiap menghukum Yahiko dengan Gosokan di dada selama 3 detik.

"Kau siap ketua?"

Semua orang menonton dari jauh, jarang-jarang menonton sang ketua Akatsuki dijatuhi hukuman. Sampai ada yang membawa cemilan dari dapur.

"Please, jangan menggunakan tenag... AAAAAAAAA !!!!" Jeritan Yahiko menggelegar di sekitar markas. Tidak bisa dibayangkan betapa menyakitkan nya hukuman ini.

"Stop Kisame ! Sudah 3 detik." Nagato pun menyuruh Kisame untuk berhenti karena sudah lewat 3 detik.

Kisame pun menghentikan aksinya. Semua orang yang berada di markas hanya tertawa melihat sang Ketua Akatsuki kesakitan.

Nagato pun berjongkok di sebelah Yahiko yang tergeletak di lantai karena Gosokan di dada dari Kisame sangat kuat sampai dirinya terjatuh dari kursi.

"Kau sudah jera dengan hukuman ini?"

"Iya aku berjanji tidak mengulangi nya lagi," ucap Yahiko pelan, Nagato hanya tertawa melihat partner nya ini.

"Mungkin tidak, silakan pikirkan itu yang mulia !" Yahiko segera berdiri sambil memegangi dada nya.

"Wow, baiklah. Kisame berikan dia Gosokan di dada lagi !!!"

"APAAA ? TIDAKKKKKK !!!!!!"

The End

Saya minta maaf jika fic ini bukan seperti ekspetasi anda, di karenakan saya cukup baru untuk menulis fic bertema pengadilan dan sejujurnya cukup menyenangkan.

Anyway, Selamat Hari Natal bagi yang merayakan !

Consider to comment or whatever you like.