Unrequited Love (?)
Disclaimer: I don't own Shingeki no Kyojin, Isayama Hajime does.
Annie tahu, Kapan dirinya harus mundur, sebab Annie bukan perempuan pemaksa kalau Armin tidak menginginkannya ya Annie bisa apa?"Ah maaf saya lupa menyampaikannya, saya juga mencintai kamu, sama besarnya" ucap Armin
Ini tahun ke lima annie mencintai Armin selaku seniornya di SMA, dan tahun tahun sebelumnya tak ada upaya mendekati.
Bukan karena tidak ingin, tapi ayolah ini gengsi dan ya mendekati? Bagaimana caranya? Annie mana tahu? Curhat ke teman perempuan? Mana ada, kan temannya hanya Berthold dan Reiner
Ah apa mereka juga Annie anggap teman?
Keseharian Annie membosankan.
Hanya berangkat sekolah, sampai di sekolah belajar, menguntit Armin *upss, ya hiburannya hanya melihat Armin berolahraga.
Saat perempuan lain sibuk kya kyaa pada Levi-senpai mata Annie hanya terfokus pada
Armin yang-tidak-dilirik-oleh yang lain. Armin tidak banyak gerak di lapangan tapi nafasnya tersengal sengal tidak ada keren kerennya tapi Annie terkesima.
Armin lemah dalam olahraga, tapi sangat unggul dibidang akademik.
Kalau Annie unggul bidang olahraga, biasa saja di bidang akademik. Sebuah perpaduan yang ekhem...cocok?
Annie menyukai Armin sudah sejak sekolah menengah. sejak Armin masih memiliki potongan rambut yang seperti perempuan, Annie sudah menyukainya
Awal mulanya sederhana
Dari kecil Annie sudah dididik keras oleh ayahnya hasilnya Annie menjadi pribadi yang kuat, baik mental ataupun fisiknya dan dari situlah muncul anggapan meskipun Annie perempuan ia tidak butuh bantuan orang lain, dan orang lain pun enggan membantu perempuan se-independen Annie, tapi hal ini tidak berlaku pada Armin.
Saat itu di adakan acara pelantikan anggota Paskibraka, ya Armin pendek anggota Paskibraka, memang kepala batu, tidak tahu diri sudah tau lemah dan pendek tapi masih saj- oke lanjut saat itu ada acara malam keakraban antar junior-senior, tapi Annie yang dasarnya tidak suka keramaian memilih kabur ke dapur untuk menyendiri dan mencari cemilan, Annie ingat masih mengantongi marshmellow yang dibawanya dari rumah, segera annie menyalakan kompor dan menusuk marshmellow dengan sumpit kayu guna membakarnya, katanya kan marshmellow bakar itu enak ia melihat referensi itu dari katun SpongeBob, tapi sial hasil bakarannya selalu gosong dan terpaksa Annie buang, dan mencoba sekali lagi hmm
ya seperti dugaan kalian ... Gagal lagi, Annie yang sangat kuat itu tidak bisa membakar marshmellow
"Cih" Umpat Annie
"Kau perlu bantuan? " Annie tersentak, suara siapa itu? Oh-sial senior Arlert, Armin Arlert.
"Tidak usah" Annie malah membalas dengan ketus padahal ia sudah tertangkap basah kabur dari salah satu rangkaian acara. Tanpa babibu Armin mengambil marshmellow, menusuknya lalu membakarnya, tidak gosong... Tidak seperti di anime. Armin langsung memberikan marshmellow itu kepada Annie.
"Hmm, jadi kenapa kau kabur Annie Leonhardt" Ucap Armin dengan nada yang ahh menyejukkan tapi kalimat yang mengintimidasi.
Annie memutar bola mata, apa apaan senior pendek ini "malas" begitu ucap annie.
"Oke, akan ku temani kemalasanmu" Armin melingkarkan tangan di dadanya dan mencari posisi santai.
"HAHHH" Annie terkejut dan pipinya langsung merona bergegas pergi dari dapur menuju lokasi api unggun.
"Unik" Ucap Armin setelah kepergian Annie.
Sejak saat itu Annie menyukai Armin, tanpa usaha mendekati hanya melihatnya dari jauh dan ikut pergi kemana Armin pergi. Contohnya ya mendaftar di SMA ditempat Armin.
Siklus menguntit Armin terjadi selama beberapa tahun, tak ada momen yang spesial, hanya sekadar berpapasan lalu Armin menyapa annie dan respon Annie?
"Ya" Dengan wajah datar padahal hati berbunga-bunga.
Annie memang hanya merespon seperti itu tapi tindakan dibelakangnya luar biasa, Annie selalu mencatat pukul berapa, dimana, dan bagaimana ekspresi Armin saat menyapanya dalam buku catatan khusus. Catatan khususnya juga menuliskan tentang seluruh perasaannya saat melihat Armin. Bulol memang, tapi begitulah Annie.
Berbeda dengan jenjang sebelumnya saat universitas Annie tidak mengikuti jejak Armin ia ingin pergi jauh jauh tapi sebelum itu Annie harus mengungkapkan seluruh perasaannya pada Armin.
Lewat chat Annie mengungkapkan
Saya cinta kamu Armin, sejak 5 tahun yang lalu. Karena apa? Kamu baik hati dan menenangkan Kamu juga pintar, Saya suka bukan- Saya jatuh cinta dengan pribadi Kamu tentu saja fisik Kamu juga.Asal Kamu tahu, saya punya catatan khusus tentang kamu saya tulis semua tentang kamu di situ kapan kapan akan saya berikan.Saya akui saya ini penguntit tapi tidak terlalu intens karena saya tahu kamu punya privasi, Saya bingung mungkin kamu anggap Saya aneh dan ilfeel sama perasaan sampah Saya.Saya minta maaf ... tapi jatuh cinta bukan kesalahan kan? Jadi, saya minta maaf bukan atas dasar perasaan cinta saya, tapi atas dasar keinginan saya memiliki kamu.
Annie mengetik cukup panjang tapi itu tidak cukup menggambarkan perasaannya tapi sudah cukup itu cukup membuat dirinya terlihat memalukan.
Annie punya firasat bahwa Armin hanya membacanya.
Dan benar
Armin hanya membacanya
Tidak ada balasan
Meskipun hanya satu huruf
Tidak ada
Mungkin seperti itu penggambaran perasannya kepada Annie
Kosong.
Annie bukan perempuan pemaksa, jika Armin tidak mengininkan dirinya, Annie tidak bisa terus berusaha agar berada disampingnya, lagipula Annie juga sadar perasaannya sampah. Lalu apa yang diharapkan?
Annie yang kecewa memutuskan hilang dari peradaban, ah maksudnya sosial media. Ia perlu mencintai dirinya sendiri sebelum mencintai orang lain begitu besarnya.
Tapi ingat! Annie kuat secara mental dan fisik, meskipun patah hati, hidup harus terus berjalan semestinya. Ia bangkit ditengah kegalauan nya atas penolakan dari cinta pertamanya- ah salah bukan penolakan tapi tidak dianggap ada, ya seperti itu lebih tepat.
Annie memutuskan menulis kalimat terakhir dibuku khusus nya untuk Armin.
Saya mencintaimuTerlalu mencintaimuKamu tidak akan pernah tau betapa besar perasaan ini.Perasaan ini cukup besar, untuk saya kuat berjalan sendirian tanpa harus ada kamu.
Annie menutup bukunya dan menyimpannya rapat rapat, dengan harapan suatu hari jika perasaannya sudah tenang Annie memiliki keberanian untuk memberikannya pada Armin.
4 tahun terlewati ternyata perasaan Annie untuk Armin masih sama hanya saja lebih tenang, tidak tergesa. Annie seringkali mencoba berkaitan secara intens dengan laki laki lain tapi pada akhirnya ia akan memutuskan untuk pergi dengan alasan harus menyelesaikan cinta pertama yang belum berakhir.
Dan di tahun kesembilannya menyukai Armin, Annie memutuskan memberikan buku khusus nya pada Armin lewat teman dekat Armin yang annie kenal, Eren.
Annie tidak mengharapkan respon apapun.
Karena tahu dirinya tidak di anggap ada.
Annie sudah cukup dengan Armin membacanya sampai habis dan Annie akan merelakan cinta pertamanya yang tidak pernah terwujud.
Tapi takdir berkata lain.
Selang setahun setelah pemberian buku khususnya tepatnya sore hari di luar bank tempat Annie bekerja
Armin terlihat muncul di hadapan Annie dengan senyuman cerahnya dengan badan-yang-tidak-terlalu-pendek, sudah tumbuh sedikit lebih tinggi sepertinya.
Hancur usaha Annie merelakan cinta pertamanya, hanya melihat sosok Armin. Annie kembali jatuh cinta sama seperti dulu.
Armin mendekati Annie
"Maaf kamu sudah menunggu lama, bagaimana jika sekarang saya ingin memiliki kamu? Apa masih bisa?"
Annie hanya melongo dengan mulut menganga, heran bisa-bisanya senior sialan ini datang menghancurkan usaha untuk merelakan nya dengan berkata omong kosong 'siyiinginmimilikimi' Hilih tai.
"Ah maaf saya lupa menyampaikannya, saya juga mencintai kamu, sama besarnya"
Annie masih dengan mode melongo
"Dari dulu, sama seperti kamu"
Annie terksiap langsung sadar, dari dulu? Hah? Dari dulu punya perasaan yang sama tapi Annie diabaikan seolah olah Annie ini sampah, eh maksudnya bagaimana? Bagaimana Annie harus berkata untuk membalasnya?
Annie hanya menjawab "diam atau ku bunuh kau"
"Kau masih sama sepertinya ... maksudku sama seperti dulu tidak mau jujur kalau secara langsung, tapi sangat menyenangkan melihat pribadimu yang berbeda dengan perasaanmu seperti hiburan terbaik di alam semesta" Armin tersenyum.
Annie emosi, ia melempar tas jinjingnya ke wajah tampan Armin.
tidak peduli
Annie tidak peduli
Armin tidak adil membiarkan Annie merasakan perasaan mencintai sendirian padahal Ahhh
Sudahlah.
Annie harus balas dendam.
Armin memungut tas annie yang jatuh setelah terkena wajahnya dan berteriak
"Annie tunggu dulu, ayo menikah."
.
.
.
.
The end.
.
.
.
.
Ngengenge gimana? Mengecewakan ga?
Maaf ya kalo penulisannya kurang rapih
Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.
Btw perlu ga nih dibuat sudut pandang Armin-ganteng-sialan-tega-banget-seenaknya-sama -annie
