Haikyuu! milik Haruichi Furudate.

Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari penulisan fiksi penggemar ini.

Enjoy!

.

Notes: Winter Day

.


Hari pertama di bulan Januari. Cuaca dingin masih terus menyelimuti kota Miyagi dengan perkiraan suhu diantara 3 hingga minus derajat celcius. Waktu sudah menunjukan pukul dua siang, tetapi salju masih turun dengan cukup lebat diluar sekolah. Membuat timbunan cukup tinggi dihalaman depan hingga pintu gerbang.

Hinata duduk didalam lemari penyimpan alat kebersihan sambil memeluk lutut. Sudah 10 menit sejak listrik sekolahnya padam karena cuaca buruk, dan para guru membubarkan kelas.

Seluruh siswa disarankan untuk menghangatkan diri bersama di kantin sekolah sambil menunggu salju reda dan listrik kembali menyala. Tetapi Hinata lebih memilih mampir ke kelas Kageyama, memandangi pemuda bersurai gelap yang sedang melamun menatap keluar jendela dari meja guru. Entah apa yang pemuda itu pikirkan, Hinata masih belum dapat menebaknya. Sangat sulit untuk menebak isi kepala Kageyama ketika ia ada berada didalam mode serius begitu.

Hinata tidak mau mengakuinya. Tetapi Kageyama memang telihat lebih tampan saat diam seperti itu.

"Jangan menatapku terus bodoh." Kageyama melirik Hinata dari ekor matanya, membuat si surai jingga mengerjap sejenak sebelum mengecut sebal. "Pede sekali. Aku melihat uban di rambutmu kok."

"HEI!"

"Bercanda." Hinata menjulurkan lidahnya mengejek.

Kageyama merengut kesal, tapi tidak mengatakan apapun lagi. Waktu kembali bergulir, mereka kembali pada aktifitas masing-masing. Kageyama yang melamun, dan Hinata yang terpaku menatap wajah pemuda yang lebih muda darinya itu. Namun itu tidak bertahan lama karena Hinata segera beranjak dari posisi duduknya, menghampiri Kageyama yang kini menatapnya dengan pandangan bertanya.

Sejujurnya Hinata malu, tapi ia kedinginan saat ini. Di dalam ruangan kelas ini hanya ada satu penghangat ruangan yang menyala (berkat bantuan generator) suhu diluar sana masih bisa masuk melalui celah-celah jendela, membuat bulu kuduk Hinata meremang. Bahkan walaupun ia sudah memakai jaket dan syal hijau miliknya, itu belum cukup untuk menghangatkan tubuhnya.

"Kageyama..."

"Apa?"

Kageyama menaikkan satu alisnya bingun saat melihat Hinata yang kini berdiri dihadapannya membuka kedua lengan mungilnya lebar, bibirnya mengecut sebal, dan wajahnya sedikit merona —entah karena dingin atau karena malu. Kageyama tidak tahu.

"Peluk."

"Hah? Kau-"

"Dingin, aku butuh sesuatu yang hangat," Hinata memmotong cepat.

"Terlalu lama jika pergi ke kantin, malas."

Kageyama mengerjapkan matanya, tidak percaya mendengar permintaan bodoh Hinata. Tumben sekali partnernya itu menginginkan hal yang agak.…gila? Biasanya pemuda jeruk itu hanya meminta toss darinya sambil melompat-lompat seperti jenggeret musim panas.

Mungkin benar kata Tsukishima, salju musim dingin bisa membuat seseorang berbuat bodoh, contahnya Hinata.

Hinata menurunkan lengannya perlahan, merasa diabaikan. Wajahnya menunduk lesu.

"Tidak boleh ya?"

Kageyama terpaku. Ingin rasanya ia melemparkan gumpalan salju ke wajah Hinata hingga pemuda secerah matahari itu menyadari ucapannya saat ini.

Tetapi melihat wajah Hinata yang mengecut sebal menggemaskan begitu bagaimana Kageyama mau menolak? Rasanya jahat sekali membiarkan partnernya kedinginan.

Mungkin sesekali mengabulkan permintaan aneh Hinata tidak masalah, lagipula ia sering melihat Oikawa dan Iwaizumi saling berbagi kehangatan semasa SMP, dan tidak seorangpun yang mempermasalahkan hal itu.

"Duduklah kemari." Kageyama menepuk pahanya. Sejujurnya ini agak memalukan. Tapi sepertinya lebih nyaman berpelukan sambil duduk daripada berdiri hingga kram kaki.

Hinata mengangkat wajahnya cepat, tidak menyangka jika pemuda yang sering ia labeli menjengkelkan itu menyetujui permintaan anehnya, padahal Hinata sudah siap dilempar bola salju tadi.

"Kenapa melamun? Jadi tidak?"

Kali ini giliran Hinata yang mengerjap bingung, tetapi dia segera mengangguk.

Dengan sedikit keraguan Hinata memposisikan dirinya duduk diatas pangkuan Kageyama. Benar sih, dia minta dipeluk, tetapi ia kira Kageyama hanya akan memberikan pelukan sekilas, bukan sesuatu yang lumayan ekstrim seperti ini.

"Permisi…" cicit Hinata sambil mengalungkan kedua lengannya, secara naluri ia menenggelamkan wajahnya diceruk leher Kageyama, menghirup dalam-dalam wangi mint yang selalu membuatnya merasa nyaman.

Entah kenapa wangi Kageyama menjadi hal ia sukai belakangan ini.

Kageyama membalas pelukan Hinata dengan mengusap lembut punggung pemuda yang lebih kecil dirinya itu. Saling berbagi kehangatan dengan si bodoh jeruk mandarin ini ternyata tidak buruk. Setidaknya tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya.

"Kageyama terimakasih." ucap Hinata lirih namun masih cukup terdengar.

"Tidak masalah."

Keduanya terdiam, saling merasakan kehangatan satu sama lain. Kehangatan yang asing namun nyaman disaat yang bersamaan.

Lalu lalang siswa di koridor sekolah mereka abaikan, seolah hanya background melodrama yang tidak penting dan patut diabaikan.

Hinata mengeratkan pelukannya, sesekali bergerak sedikit untuk menyamankan diri. Kageyama tidak memprotes, ia lebih memilih memainkan ponselnya sambil sesekali menepuk-nepuk pelan punggung Hinata. Kakeknya sering melakukan itu ketika Kageyama kecil berada di gendongannya dulu, sesuatu yang sederhana, sesuatu yang memberikan sedikit rasa nyaman.

Kageyama tidak mengerti kenapa dia melakukannya, ia hanya mengikuti naluri hatinya. Hinata juga sama, ia tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba kepikiran ide bodoh ala shoujo manga. Lebih aneh lagi, ia merasa nyaman berada dipelukan Kageyama saat ini. Ingin rasanya ia berlama-lama diposisi itu.

Sepersekian menit berlalu, listrik sudah kembali menyala dan Hinata jatuh tertidur didalam satu rengkuhan hangat.

.

.

End.

a/n (bacot):

Entah kenapa belakangan ini mau lanjut ff suasananya ga enak terus /alesan/ jadilah tanggungan makin numpuk hwhwhw.

Ngomong-ngomong ini pernah di up ke twt tapi sudah aku delete hehe. Dannnnnnnn terimakasih buat yang sudah kasih support apapun itu, dan buat yang komen...maafkan tidak bisa balas satu-satu karena sistemnya beda sama app oren wgwgw. Pokoknya terimakasih banyak yaa TT

Anyways Happy Birthday Kageyama Tobio! Maafkan telat /digiles/

Thanks for reading! Happy holiday kalian!