Title: Naruto: Adventure in the Wizard World

Disclaimer: Naruto Series (Masashi Kishimoto), Fairy Tail (Hiro Mashima), & One Piece (Eiichiro Oda)


Chapter 01: Prologue


BUAAGH

BUAAGH

DUUAGH

Terlihat ada dua orang shinobi sedang bertarung melawan seseorang yang terlihat seperti alien. Orang yang dilawan kedua shinobi itu memiliki penampilan seperti makhluk luar angkasa dengan warna putih menyelimuti seluruh rambut dan tubuhnya. Adapun kedua mata orang tersebut berwarna ungu dengan pola seperti riak air.

"Cukup, Naruto! Berhentilah bertarung melawanku. Berapa lama kamu akan bersikeras mempertahankan dunia yang buruk ini? Apakah kamu mau tetap menjadi keras kepala hingga semua teman-temanmu mati sia-sia?" tanya orang berambut dan bertubuh putih itu kepada salah satu musuhnya yang merupakan shinobi berambut jabrik kuning.

"Aku tidak akan menyerah, Obito! Jika aku tidak mengalahkanmu, maka dunia ini pasti akan hancur," jawab shinobi berambut jabrik kuning itu.

"Kalau begitu, perlawananmu itu akan kuakhiri sekarang, Naruto. Aku tidak akan dapat membiarkan siapapun mengganggu rencanaku untuk mewujudkan perdamaian di dunia ini," kata orang berambut dan bertubuh putih yang bernama Obito.

"Kau dan rencana gilamulah yang akan berakhir sekarang, Obito. Sebagai temannya, aku tentu saja akan membantunya mengalahkanmu," ucap seorang shinobi berambut hitam dengan model seperti rambut anak emo.

"Oh...Sasuke Uchiha...Kepercayaan dirimu itu sangat tinggi seperti biasanya. Tapi, aku akan mengakhirimu sekarang seperti si Hantu Uchiha dan teman hitamnya itu," kata Obito yang mengacu pada keberhasilannya mengalahkan Edo Tensei Madara dan Black Zetsu.

"Mungkin kau bisa berhasil mengalahkan Tua Bangka Uchiha dan makhluk hitam ciptaannya itu. Tapi, jangan bermimpi kalau kau akan dapat mengalahkanku. Si Tua Bangka itu hanyalah mayat yang dihidupkan kembali, tapi aku merupakan manusia yang hidup. Jadi, aku tentu saja tidak akan membiarkanmu untuk mengalahkanku," tegas Sasuke sembari dia berjalan ke mendekati Naruto.

"Kalau begitu, kau dan Naruto akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan karena telah melawanku," teriak Obito yang kemudian menciptakan pedang spiral dan perisai raksasa berwarna hitam dengan kedua tangannya. Ukuran dari dua senjata yang diciptakan oleh Obito itu sangatlah besar. Setelah kedua senjata itu tercipta, Obito berkata lagi, "Ini adalah Pedang Nunoboko, senjata yang terbuat dari Truth-Seeking Ball. Dahulu kala, Pertapa Sennin menggunakan pedang ini untuk menciptakan dunia ini. Sekarang, aku akan menggunakannya untuk menghancurkan dunia!"

Melihat Obito membuat senjata yang ukurannya tidak masuk akal, Naruto merasa sedikit tertekan karena dia berpikir bahwa mengalahkan Obito yang memiliki senjata seperti itu hampir tidak mungkin. Namun demikian, dia berhenti berpikir pesimis saat dia melihat Sasuke berdiri gagah di depannya.

"Apakah kamu sudah menyerah sekarang, Naruto?" tanya Sasuke.

"A-Apa maksudmu, Sasuke?" jawab Naruto dengan sedikit gagap.

"Kamu yang terlihat tertekan menghadapi Obito. Kamu ini seperti seseorang yang tidak kukenal saja. Naruto yang kukenal sangat bodoh dan berisik. Tapi, dia merupakan seseorang yang tidak mudah menyerah," ucap Sasuke yang berusaha memancing semangat Naruto untuk berkobar kembali.

"Tidak sedikitpun aku berpikiran untuk menyerah, Sasuke. Aku hanya kebingungan memikirkan cara untuk mengalahkan Obito. Dia memiliki senjata yang kuat," timpal Naruto.

"Hn...Kalau begitu, aku punya ide yang sepertinya cukup bagus untuk dicoba."

"Ide bagus?"

"Benar, Naruto. Hokage Pertama bercerita kepadaku kalau dia pernah melawan Madara Uchiha yang mengontrol Kyuubi, lalu dia mengkombinasikannya dengan Susano'o miliknya. Bagaimana kalau kita melakukan hal yang sama untuk melawan Obito? Aku rasa ide itu bagus untuk dicoba."

"Menggabungkan kekuatan Kurama dan Susano'o? Apakah kamu yakin kalau cara ini akan berhasil untuk melawan Obito, Sasuke?"

"Aku tidak tahu, Naruto. Tapi, aku rasa tidak ada salahnya untuk mencoba."

"Baiklah kalau begitu. Mari kita coba idemu itu."

Naruto dan Sasuke berdiri berdekatan dan masing-masing dari mereka mengaktifkan kekuatan mereka secara bersamaan. Dua buah sosok avatar pun tercipta menyelimuti mereka, yaitu avatar Kurama milik Naruto yang berbentuk seekor rubah raksasa berekor sembilan dan Susano'o milik Sasuke yang berbentuk humanoid avatar berwarna ungu dengan baju zirahnya.

Susano'o Sasuke kemudian terlihat bergabung dengan avatar Kurama Naruto sehingga terciptalah sesosok avatar gabungan yang mana avatar Kurama Naruto diselimuti oleh Susano'o Sasuke seperti halnya seorang tentara yang tengah memakai pakaian tempur/armor. Tak mau kalah dengan Obito, Naruto dan Sasuke kemudian juga menciptakan sebuah pedang raksasa dari gabungan chakra Kurama dan Susano'o.

Melihat hal Naruto dan Sasuke melakukan penggabungan chakra, Obito pun tersenyum mengejek dan berkata dengan pedenya, "Huh...Menggabungkan chakra Kyuubi dan Susano'o ya. Ide yang cukup bagus, tapi aku tidak akan kalah dengan kalian!"

"Dengan ini, kami akan bisa mengalahkanmu, Obito. Ayo, Sasuke. Kita kalahkan orang ini," ucap Naruto.

"Hn," uttered Sasuke.

Naruto dan Sasuke kemudian menerjang ke arah Obito untuk menyerangnya. Obito pun juga melakukan hal yang sama dengan tujuan yang sama. Setelah jarak mereka berdekatanan, Naruto dan Sasuke menggunakan pedang Kurama Susano'o-nya untuk menusuk Obito. Obito tentu saja tidak tinggal diam melihat dirinya akan diserang. Dengan cekatan, dia pun melindungi dirinya dengan perisainya.

TAANG!

Pedang Kurama-Susano'o Naruto dan Sasuke saling bertabrakan dengan perisai milik Obito. Terdengar suara yang cukup keras akibat benturan dari kedua senjata berukuran sangat besar itu. Di samping itu, kejadian itu juga mengakibatkan munculnya percikan chakra. Hal ini pun menimbulkan para prajurit dan shinobi dari pihak Aliansi Lima Negara terkagum-kagum menyaksikan pertempuran tiga manusia berkekuatan super itu.

"Whoaa, Naruto dan anak Uchiha itu benar-benar hebat," puji para shinobi Aliansi Lima Negara.

Sementara para shinobi Aliansi Lima Negara hanya bisa menonton, Naruto dan Sasuke terus menerus mengadu serangan dengan Obito. Sudah dari tadi mereka berusaha untuk menyerangnya, tapi dia terlalu cekatan sehingga serangan-serangan duo Uzumaki dan Uchiha muda itu selalu bisa dia tepis.

Naruto dan Sasuke mundur beberapa langkah dan bersiap untuk menyerang Obito dengan jutsu gabungan mereka. Kedua shinobi itu menggabungkan chakra mereka. Maka, tampaklah sebuah bola chakra berwarna jingga bercampur ungu tercipta di tangan kiri Avatar Kurama-Susano'o. Rupanya mereka berniat untuk menyerang dengan jurus Rasengan raksasa. Setelah Rasengan itu tercipta dengan sempurna, Naruto dan Sasuke segera melesat ke arah Obito.

BAAAM

Naruto dan Sasuke kembali melancarkan serangan mereka ke arah Obito dan lagi-lagi si Uchiha yang umurnya lebih tua dari Sasuke itu pun menepis serangan mereka berdua dengan tameng yang dia miliki. Tentu saja Naruto tidak lupa untuk melapisi serangan Rasengan raksasa itu dengan chakra senjutsu miliknya.

KRAK

KRAK

PYAAR

Cukup lama beradu, rupanya perisai milik Obito tidak cukup kuat untuk menahan serangan bola chakra raksasa milik Naruto dan Sasuke sehingga perisai tersebut pun hancur. Melihat hal ini, duo Uzumaki-Uchiha itu pun langsung melancarkan serangan lain ke arah Obito dengan menebas pedang raksasa mereka ke arah Obito secara horizontal. Namun, Obito ternyata dapat membaca serangan itu dan diapun terbang ke arah atas untuk menghindarinya.

Obito mencoba untuk melancarkan serangan balasan ke Naruto dan Sasuke. Dengan tangan kirinya yang tidak memegang perisai lagi, Obito menembakkan beberapa proyektil cahaya berwarna ungu kehitaman ke arah kedua lawannya itu. Serangan Obito itu melesat sangat cepat sehingga Naruto dan Sasuke tak sempat untuk menghindarinya. Alhasil, jubah Susano'o yang menyelimuti Kurama pun terlihat hancur di bagian bahu kanan, kaki kiri, dan kepala kiri atas.

"Sial serangan Obito ternyata kuat juga," keluh Sasuke.

"Tentu saja. Sekarang ini dia telah menjadi Jinchuriki Juubi," timpal Naruto.

Melihat Naruto dan Sasuke yang terdiam setelah menerima serangannya, Obito pun menyeringai, lalu berteriak dengan lantang, "Menyerahlah, Naruto, Sasuke! Kalian berdua tidak akan dapat mengalahkanku! Kekuatanku sekarang sudah setara dengan dewa, sementara kalian mungkin hanya memiliki kekuatan setara Kage!"

"Aku tidak akan menyerah! Aku akan mengalahkanmu sekarang juga! Teman-temanku telah menaruh harapannya padaku! Aku tidak akan menyia-nyiakan harapan mereka!" teriak Naruto balik.

"Cih! Kalau begitu, kalian akan kubunuh saat ini juga! Akan kuhancurkan kalian dengan pedang Nunoboko ini!" teriak Obito lagi yang tidak ingin kalah dari Naruto.

Dari atas langit, Obito melesat ke arah bawah untuk menusuk Naruto dan Sasuke dengan pedang Nunoboko-nya. Tapi, Naruto dan Sasuke tentu saja tidak tinggal diam. Sebelum tubuh mereka hancur oleh karena serangan musuh, kedua orang itu sudah melompat ke belakang untuk menghindarinya. Segera setelah mereka menghindar, Naruto dan Sasuke langsung menebas pedang raksasa mereka ke arah Obito untuk menyerangnya kembali. Namun, Obito lagi-lagi bisa menghindari serangan mereka tersebut dengan mudah.

"Sial! Dia ini licin sekali untuk diserang," umpat Naruto karena tidak bisa menyerang Obito.

"Hn. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Avatar Kurama-Susano'o kita. Jadi, wajar jika kita kesulitan untuk menyerangnya," timpal Sasuke.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Sasuke?" tanya Naruto yang kebingungan.

"Kita harus menggabungkan kemampuan sensormu dan sharingan-ku. Dengan begitu, kita akan bisa membaca pergerakan musuh dengan daya deteksi dua kali lipat," jawab Sasuke sembari dia memusatkan penglihatannya ke arah Obito.

"Kalau begitu, mari kita coba idemu itu, Sasuke."

"Hn!"

Naruto dan Sasuke kembali berjalan mendekati Obito dan menyerangnya kembali dengan pedang raksasa milik mereka. Lagi-lagi, Obito dapat menghindari serangan mereka karena ukurannya yang jauh lebih kecil dari avatar Kurama-Susano'o. Setelah berada di jarak yang cukup jauh dengan kedua musuhnya itu, Obito kemudian merapal serangkaian segel tangan dan mengirimkan gelombang petir berwarna ungu kehitaman untuk menyerang mereka. Serangan itu membuat duo Uzumaki-Uchiha dari Konoha hanya bisa terdiam dan berlindung di balik avatar Kurama-Susano'o.

Tapi, tentu saja Naruto dan Sasuke tidak kalah dengan serangan Obito itu. Walaupun avatar Kurama-Susano'o mereka sudah nampak berantakan, kedua shinobi itu tetap melancarkan berbagai macam serangan ke arah Obito. Sasuke kemudian memunculkan sepasang sayap di punggung Kurama dengan chakra Susano'onya agar avatar Kurama-Susano'o bisa terbang. Dia dan Naruto kemudian menggerakkan avatar Kurama-Susano'o untuk terbang ke arah Obito dan melayangkan tebasan vertikal untuk menyerang Obito dengan pedang raksasanya. Kali ini, serangan mereka mengenai Obito, hanya saja penjahat itu dapat menangkisnya dengan pedang Nunoboko-nya.

Naruto menggeram karena dia melihat kalau Obito belum kalah juga. Begitu juga dengan Sasuke yang menunjukkan ekspresi tidak suka ketika melihat musuhnya masih belum kalah. Andai kata ada beribu-ribu prajurit menghadang mereka berdua, para prajurit itu tidak akan menjadi persoalan yang berarti bagi kedua orang itu. Tapi, yang mereka hadapi kali ini adalah orang yang kekuatannya sudah selevel dengan seorang dewa. Dengan kemampuannya sebagai Jinchuriki Juubi, Obito mampu terbang kesana kemari untuk menghindari serangan-serangan Naruto dan Sasuke.

"Sasuke, kita tidak akan dapat mengalahkan Obito dengan avatar Kurama-Susano'o ini. Kurasa kita harus menyerangnya dari jarak dekat," ucap Naruto

"Hn," gumam singkat Sasuke.

Naruto dan Sasuke kemudian menonaktifkan mode avatar Kurama-Susano'o mereka, lalu mereka dengan kompak mencoba membangun serangan untuk mengalahkan Obito. Kali ini, Naruto hanya menggunakan Kurama chakra mode biasa, sementara Sasuke melapisi pedang Kusanagi-nya dengan chidorinya. Melihat dirinya akan diserang, Obito pun melayangkan beberapa tebasan ke arah dua musuhnya itu. Tapi, tidak ada satupun dari serangan itu yang berhasil mengenai mereka berdua.

Setelah jarak antara dirinya dan Obito menjadi bertambah dekat, Naruto melemparkan dua buah kunai yang dibawanya ke arah musuhnya itu. Untuk mengelabui Obito, Naruto meneriakkan mantra Hiraishin sesaat sebelum dia melemparkan kunainya. Padahal, Naruto sama sekali tidak menguasai jurus milik Minato Namikaze itu.

Tujuan Naruto melakukannya adalah untuk membuat konsentrasi Obito terpecah. Dengan meneriakkan mantra Hiraishin, Naruto bisa saja membuat Obito menangkis kunai-kunai yang dilempar olehnya untuk mencegahnya berpindah tempat mendekati dirinya. Jika siasatnya ini berhasil, maka Naruto bisa melesat dengan lebih cepat untuk mendekatinya dan menyerangnya dengan serangan-serangan senjutsunya.

Apa yang diharapkan Naruto ternyata menjadi kenyataan. Mengira bahwa Naruto akan berpindah tempat ke dekatnya, Obito pun menusukkan pedang Nunobokonya ke arahnya. Bersama dengan Sasuke, Naruto pun menghindari serangan musuhnya itu. Naruto melompat ke arah kanan, sedangkan Sasuke melompat ke arah kiri.

"Sasuke, apakah kamu masih mempunyai chakra senjutsu?" tanya Naruto sambil terus berlari ke arah Obito.

"Iya. Chakra senjutsu dari Juugo masih tersisa dalam diriku," jawab Sasuke yang juga masih terus berlari ke arah musuhnya.

"Bagus. Kalau begitu ayo kita hancurkan pedang raksasa milik Obito."

"Bagaimana caranya, Naruto?"

"Kita potong pedang ini secara horizontal dengan menggunakan chakra senjutsu kita, Sasuke."

"Baiklah. Mari kita coba."

Naruto mengaliri tangan kirinya dengan chakra senjutsu sehingga kini tangannya terselimuti energi yang berbentuk seperti belati. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sasuke dimana dia menambahkan energi senjutsu dari Juugo ke pedang Kusanagi yang sudah terselimuti chidori. Untuk menambah daya kerusakan mereka, Naruto menggunakan mode Kurama, sementara Sasuke menggunakan Susano'o. Mereka berdua kemudian menusukkan senjata mereka ke pedang Nunoboko dan menebasnya secara horizontal sembari terus berlari mendekati Obito. Serangan itu pun ternyata mampu untuk menghancurkan pedang Nunoboko.

Setelah berada di dekat Obito, Naruto dan Sasuke langsung menebas musuhnya itu dengan serangan senjutsu mereka. Obito yang tidak diberi kesempatan untuk menghindar pun terkena telak serangan tersebut. Dia ambruk dan jatuh berlutut dengan luka berat yang menganga di dada sebelah kirinya.

Untuk benar-benar mengalahkan Obito, Naruto dan Sasuke kembali menyerang Obito dengan serangan gabungan rasengan dan chidori yang mereka beri chakra senjutsu. Serangan tersebut kembali mengenai Obito secara telak di punggungnya. Alhasil, Jinchuriki Juubi itu pun terpental ke depan. Melihat hal ini, kedua shinobi itu pun tersenyum puas.

"Kita berhasil mengalahkannya, Sasuke," ucap Naruto.

"Hn," ujar singkat Sasuke. Setelah menjeda selama beberapa saat, Sasuke kembali berucap, "Naruto...terima kasih."

"Terima kasih atas apa?"

"Terima kasih telah menyadarkanku pada saat pertempuran di Negeri Samurai. Kalau saja waktu itu kamu tidak mengalahkanku, maka aku pasti akan menjadi seperti Obito."

"Tak usah terlalu dipusingkan, Sasuke hehe. Aku kan hanya menjalankan tugasku sebagai seorang teman. Kamu itu adalah temanku dan sudah sewajarnya bagiku untuk menyadarkanmu kalau kamu salah jalan."

"Hn."

Rasa senang yang dirasakan oleh Naruto dan Sasuke langsung sirna saat mereka melihat Obito masih bisa bangkit berdiri. Tandanya sang Jinchuriki Juubi itu masih belum bisa mereka kalahkan. Kedua orang itu pun kembali memasang kuda-kuda siap bertarung.

"Hebat juga kalian bisa mendesakku hingga seperti ini. Saat melawan Madara, aku tidak kerepotan seperti ini huh. Untung saja kekuatan Juubi membuatku bisa meregenerasi luka-lukaku. Kalau aku hanya shinobi biasa, aku rasa aku sudah mati karena serangan kalian itu," ucap Obito memuji kekuatan Naruto dan Sasuke.

"Ke-Kenapa kamu masih belum kalah? Kami sudah menyerangmu tepat di dada kirimu. Setidaknya kamu seharusnya menjadi lemah karena serangan kami," ucap Naruto yang tidak melihat Obito masih bisa bertahan.

"Ya, serangan kalian itu sangat kuat dan mematikan. Aku memuji kalian karena kalian bisa menghancurkan pedang Nunoboko-ku itu. Kalau serangan tersebut tepat mengenai dada kiriku, aku bisa mati. Tapi, untung saja serangan kalian sedikit meleset ke kanan sehingga organ vitalku tidak terkena."

"Tch...sial," geram Naruto yang mengetahui bahwa serangan kombinasinya dengan Sasuke gagal menumbangkan Obito.

"Semuanya akan berakhir sekarang...NARUTOOO!" geram Obito sambil merapal beberapa segel tangan. Nampaknya dia sedang mengaktifkan jurus Six Red Yang Formation untuk mengurung dirinya bersama dengan Naruto dan Sasuke. Setelah itu, Obito kembali merapal beberapa segel tangan sementara dari punggungnya muncul sebuah bola energi berwarna putih. Naruto dan Sasuke pun menghalangi wajah mereka dengan tangan mereka karena merasa silau akibat bola energi yang dihasilkan Obito.

"Kalau aku tidak bisa mengalahkan kalian, maka sebaiknya aku melempar kalian ke dunia lain saja. Dengan begitu aku akan dapat menguasai dunia ini HAHAHAHA! Terimalah jurusku ini, Interdimensional Travel Technique," ucap Obito melemparkan bola energi berwarna putih itu ke arah Naruto dan Sasuke.

Sasuke yang mengerti maksud dari perkataan Obito itu pun segera menendang Naruto agar menjauhinya. Dia pikir dengan melakukan hal ini, dia akan dapat menyelamatkan Naruto dari jurus Obito itu. Tapi layaknya bom yang memiliki jangkauan yang luas setelah meledak, bola energi itu melebar ke arah Naruto segera setelah mengenai tubuh Sasuke. Perlahan-lahan tubuh Naruto dan Sasuke tersedot ke bagian tengah dari bola energi itu.

"S-Sial! Apa-apaan ini?! Obito, apa yang kau lakukan?!" tanya Naruto kepada Obito dengan nada berteriak.

"Aku akan melemparmu dan Sasuke ke dunia lain, Naruto. Dengan demikian, kau tak akan dapat mengusik rencanaku lagi HAHAHA!" jawab Obito yang tetap berada di tempatnya. Dia berpikir bahwa dia tidak akan tersedot bola energi itu.

Tapi, apa yang terjadi selanjutnya ternyata tidak sesuai dengan pemikiran Obito. Tanpa dia sangka, Naruto memanjangkan tangannya dengan chakra Kuramanya dan memegang pergelangan kaki Obito. Karena dia tidak memiliki waktu untuk melepaskan dirinya, Obito pun tersedot ke dalam bola energi itu bersama-sama dengan Naruto. Pada hari itu, Naruto, Sasuke, dan Obito menghilang dari dunia shinobi, lebih tepatnya mereka terlempar ke dunia lain.


Tahun X791, Kerajaan Fiore

Di suatu pantai yang berada di sebelah timur Kerajaan Fiore, ada lima orang sedang duduk bersama di bawah sebuah payung. Pantai tersebut terlihat sangat ramai akan pengunjung. Para pengunjung terlihat menikmati suasana pantai, mulai dari sekelompok remaja, sepasang kekasih, keluarga bahagia, hingga orang yang belum punya pasangan. Namun demikian, suasana ramai tersebut tidak mengganggu kelima orang tadi. Mereka semua terlihat asyik dengan obrolan mereka sendiri.

"Anoo...terima kasih telah menerimaku kembali di guild ini, Semuanya," ucap seorang berambut kuning jabrik dengan bekas luka di mata sebelah kanannya.

"Berterimakasihlah kepada Gildarts, Laxus. Dialah yang memutuskan untuk menerimamu kembali setelah dia kutunjuk menjadi Master Kelima Fairy Tail," sahut seorang kakek tua berambut putih yang mana rambutnya itu hanya tumbuh di bagian pinggir kepalanya.

"Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, Laxus. Sangatlah wajar bagi seseorang untuk melakukan kesalahan. Yang terpenting, sekarang kau telah kembali menjadi teman kami. Itu semua terbukti dari aksimu menyelamatkan kami di Pulau Tennrou dulu," ucap seorang perempuan berambut putih panjang menasehati pria berambut kuning jabrik yang bernama Laxus itu.

"Terima kasih, Kakek, Mirajane," balas Laxus ke perempuan berambut putih yang bernama Mirajane itu sambil tersenyum.

"Baiklah, Semuanya. Mari kita makan siang bersama. Setelah itu, kita akan berlatih bersama untuk mempersiapkan diri menghadapi Grand Magic Games. Kita harus bisa memulihkan reputasi Fairy Tail," ujar si kakek berambut putih yang dipanggil 'Kakek' oleh Laxus itu.

"Anoo…Master, bolehkah aku pergi ke toilet sebentar?" Tanya seorang berambut hitam dengan model jabrik panjang.

"Silahkan, Gajeel," respon singkat kakek Laxus yang dipanggil 'Master' oleh pria bernama Gajeel itu.

Gajeel berjalan dengan agak cepat ke arah toilet umum yang berada di pantai tersebut. Rupanya pria yang wajahnya dipenuhi oleh tindikan itu sudah kebelet untuk buang air kecil. Untung saja toiletnya sepi walaupun banyak pengunjung di pantai. Gajeel yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu pun langsung masuk ke dalam salah satu bilik toilet untuk 'membuang beban hidupnya.' Setelah beberapa menit, dia pun keluar dari toilet dengan wajah lega.

"Aaah...akhirnya selesai juga gi hi hi hi. Kalau sudah buang air kecil kan rasanya jadi lega. Aku bisa makan dan latihan dengan te-"

BRUUUAK

Sebelum Gajeel menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba muncul seseorang yang muncul dari langit dan jatuh tepat di atas kepala si pria bertindik banyak itu. Alhasil Gajeel pun ambruk bersama dengan orang itu ke tanah.

"Sialan! Apa-apaan orang ini?! Kenapa ada orang yang tiba-tiba muncul dari ketiadaan dan menimpaku?!" umpat Gajeel yang kesal dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Pria bertindik banyak itu pun segera menyingkirkan orang yang tadi menimpanya agar dia sendiri bisa berdiri dan mengecek siapa pria itu.

Orang yang menimpa Gajeel tadi merupakan seorang pria berambut jabrik kuning dengan enam guratan di kedua sisi wajahnya. Pakaian yang dikenakan oleh orang itu tampak compang-camping dan terdapat banyak luka di tubuhnya. Gajeel yang melihat kondisi orang itu segera melupakan kekesalannya terhadap dia.

"Orang ini...sepertinya dia terluka parah karena suatu pertarungan. Kasihan juga sih aku melihatnya. Ditambah lagi, dia sepertinya tidak memiliki ilmu sihir karena aku tidak merasakan energi sihir dari orang ini. Lebih baik aku bawa dia kepada Master saja,' pikir Gajeel sembari memapah tubuh orang yang menimpanya tadi untuk dibawa ke hadapan master dan teman-temannya. Walaupun perawakan Gajeel terlihat seperti preman, tapi dia tetap saja kasihan melihat orang itu.


Bersambung


Keterangan jurus bikinan sendiri:

Interdimensional Travel Technique: Obito melemparkan bola energi berwarna putih ke targetnya. Setelah mengenai targetnya, bola energi itu akan melebar layaknya bom Deidara yang sedang meledak. Bola energi itu kemudian akan menyedot siapapun yang berada dalam jangkauannya ke bagian tengah. Target yang tersedot oleh jurus ini kemudian akan terlempar ke dunia lain secara acak.


Ini adalah cerita pertamaku di fandom Naruto x Fairy Tail. Cerita ini sebenarnya adalah cerita lama yang aku remake karena aku sudah lupa sama alurnya (karena lama ga disentuh bisa lupa gitu ya. Dasar aku wkwk). Kalau kalian ada yg merasa familiar dengan openingnya, maka ya jangan heran. Cerita lamanya sudah aku hapus dan aku lupa sama judulnya dulu. Terlalu asyik jadi reader aku sampai lupa sama cerita sendiri. Maafkan aku. Aku akan berusaha yg terbaik untuk menggarap fanfic ini.

Di fanfic ini, aku juga akan masukin satu lagi anime ke dalam fic ini. Anime apa itu? Penasaran? Makanya jangan lupa masukkan cerita ini ke list follow dan favorite kalian biar kalian ga ketinggalan sama perkembangan fic ini.

Sekian saja dari aku. Aku harap fic ini bisa menghibur kalian. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.