Title: Naruto: Adventure in the Wizard World

Disclaimer: Naruto Series (Masashi Kishimoto), Fairy Tail (Hiro Mashima), dan One Piece (Eiichiro Oda)


Chapter 02: New World


"Omong-omong kenapa Gajeel belum kembali ya? Ini sudah sepuluh menit lebih" Kata-kata itu terlontar dari mulut seorang Laxus Dreyar karena dia terheran-heran mendapati temannya belum kembali juga dari toilet. Padahal, toilet pantai letaknya dekat dengan tempat di mana Laxus dan teman-temannya duduk.

"Juvia sudah lapar...Juvia ingin segera makan," keluh Juvia sambil menunjukkan wajah sebalnya.

"Sabarlah, Juvia. Tidak baik jika kita menyantap makanan kita terlebih dahulu dan meninggalkan Gajeel. Ingat, selain kita hendak berlatih bersama untuk mempersiapkan diri menghadapi Grand Magic Games, kita juga hendak menajamkan rasa persaudaraan kita sehingga kita bisa lebih kompak lagi saat bersaing dengan guild-guild lain dalam permainan tahunan itu. Jadi, kita baru akan makan begitu Gajeel kembali," ucap Makarov menasehati Juvia.

"Baiklah, Master..." ujar Juvia dengan pasrah. Wanita berambut biru panjang itu tidak bisa berbuat apapun untuk membantah perkataan Makarov. 'Lagipula ga ada salahnya menunggu. Paling sebentar lagi Gajeel pasti akan kembali. Lagipula, mana ada sih orang yang menghabiskan banyak waktu di toilet hingga berpuluh-puluh menit,' lanjutnya mengoceh dalam hati.

Tak lama kemudian, datang Gajeel kembali ke teman-temannya. Namun demikian, kembalinya Gajeel membuat mereka bertanya-tanya karena dia membawa seorang pria berambut jabrik kuning yang tidak lain dan tidak bukan ialah Naruto Uzumaki. Alhasil, dirinya pun diberondong oleh pertanyaan dari teman-temannya.

'Oi...Oi...Gajeel, siapa orang yang kau bawa itu?" tanya Laxus. Dia kaget melihat keadaan Naruto yang penuh luka di seluruh bagian tubuhnya.

"Gaa-Gaa-Gajeel...Tidak mungkin...Apakah kau baru saja melakukan adegan hardcore boy love seperti yang pernah kubaca di sebuah komik?" tanya Juvia yang dengan ngawurnya menyimpulkan kalau Gajeel habis melakukan perbuatan yang 'engga-engga' dengan Naruto hingga dia itu tak sadarkan diri dan luka-luka.

"Gajeel, siapa pria itu?" tanya Makarov. Sama dengan cucunya, Laxus, Makarov juga bingung melihat keadaan dari Naruto itu.

"Gajeel, siapa orang yang kau bawa itu? Mengapa tubuhnya penuh luka seperti itu?" tanya Mirajane yang juga penasaran.

"Diam kau, Juvia! Aku tidak seperti itu! Aku masih menyukai perempuan!" seru Gajeel yang tidak terima dirinya dituduh yang tidak-tidak oleh penyihir air itu. "Untuk yang lainnya, kumohon berikan aku waktu sejenak untuk menjelaskannya," pintanya kepada teman-temannya yang lain.

Makarov dan teman-teman Gajeel pun diam dan memberikan waktu serta kesempatan kepada dragon slayer besi itu untuk menjelaskan siapa orang yang dia bawa. Karena telah diberi waktu dan kesempatan oleh teman-temannya, pria bertindik banyak itu mendesah pelan dan mempersiapkan dirinya untuk menjelaskan apa yang terjadi.

"Jadi begini, Teman-teman. Aku tidak tahu siapa identitas orang ini karena aku menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri. Aku membawanya ke sini dengan maksud untuk membawanya ke Nenek Porlyusica guna menyembuhkan orang ini," ucap Gajeel.

"Tunggu...Kamu barusan berkata bahwa kamu tidak mengenal orang ini. Mengapa kamu hendak membawanya ke Nenek Porlyusica?" tanya Laxus yang bingung dengan pernyataan Gajeel barusan.

"Saat aku keluar dari toilet, orang ini tiba-tiba muncul dari ketiadaan dan menimpaku hingga jatuh. Pada awalnya aku merasa marah dengannya. Tapi setelah melihat keadaannya yang penuh luka, aku jadi berpikir bahwa dia seperti habis terlibat dalam suatu pertarungan. Terlebih lagi, aku melihat sebuah lubang seperti celah dimensi saat aku menengok ke atas langit untuk mencari darimana dia terjatuh. Jadi, aku berpikir bahwa orang ini mungkin saja terlempar dari dunia lain ke sini. Oleh karena itu, kurasa kita perlu membawanya ke Nenek Porlyusica dan menyembuhkannya, lalu menanyainya tentang beberapa informasi begitu dia pulih," jawab Gajeel panjang lebar.

"Terlempar dari dimensi lain ya. Kalau begitu, lebih baik kita mengurusi perihal bocah berambut jabrik kuning ini dulu. Gajeel, aku minta tolong kamu untuk membawanya ke rumah Porlyusica. Bilang saja kepadanya kalau bocah ini ditemukan tak sadarkan diri di area guild Fairy Tail, jadi kita harus merawatnya hingga dia pulih sebagai bentuk pertanggungjawaban kita," perintah Makarov kepada Gajeel.

"Baiklah, Master. Aku akan melaksanakan perintahmu. Kalau begitu, aku mohon izin terlebih dahulu. Setelah orang ini kuantar ke rumah Nenek Porlyusica, aku akan segera kembali ke sini untuk berlatih bersama dengan kalian," ucap Gajeel memohon pamit kepada teman-temannya untuk pergi sementara waktu.

Dengan susah payah, Gajeel pun memapah tubuh Naruto menuju ke rumah Porlyusica seorang diri. 'Gilaa...Ini beneran harus aku sendiri banget yang memapah orang ini. Badannya berat sekali,' keluh Gajeel dalam hatinya. Sebenarnya perawakan dari orang yang dibawa oleh Gajeel itu tidaklah tergolong gemuk. Tapi, ya karena harus memapahnya sendirian, Gajeel pun menjadi kerepotan.

Seolah dewa mengerti keadaannya, Gajeel bertemu dengan para anggota tim Shadow Gear. Tim yang terdiri dari Levy Mcgarden, Jet, dan Droy itu sedang berjalan-jalan di area toko kota Magnolia. Melihat hal ini, Gajeel pun segera berjalan menghampiri mereka untuk meminta mereka membantunya membawa pria berambut jabrik kuning yang beserta dengannya ke rumah Porlyusica.

"Oi, Levy, Jet, Droy," ucap Gajeel menyapa ketiga temannya itu.

"Halo, Gajeel-kun/Oi, Gajeel," sapa Levy, Jet, dan Droy.

Levy bingung melihat temannya itu berada di kota Magnolia karena dia tahu bahwa seharusnya Gajeel sedang pergi bersama Makarov dan Team B Fairy Tail untuk berlatih menjelang Grand Magic Games. Tapi, hal yang membuatnya tambah bingung adalah sesosok pria berambut pirang yang dipapah oleh temannya itu.

"Ano, Gajeel-kun...Kenapa kamu berada di sini? Bukankah kamu seharusnya pergi berlatih dengan teman-temanmu? Lalu, siapa pria yang kamu bawa itu? Kenapa dia tampak babak belur begitu?" tanya Levy.

"Kalian bertiga, tolong bantu aku membawa orang ini ke rumah Nenek Porlyusica. Aku kerepotan jika melakukannya seorang diri. Perihal orang ini akan kuceritakan kepada kalian seiring kita berjalan ke rumah Nenek Porlyusica," pinta Gajeel kepada ketiga rekannya itu. Karena kasihan melihat temannya seperti itu, ketiga anggota tim Shadow Gear pun memutuskan untuk membantu Gajeel menyelesaikan tugasnya. Sepanjang perjalanan, Gajeel pun menceritakan tentang bagaimana dirinya bisa menemukan Naruto yang tak sadarkan diri dan penuh luka. Para anggota Shadow Gear pun paham dengan cerita Gajeel.

Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, Gajeel dan tim Shadow Gear pun sampai ke rumah Porlyusica. Seperti biasa, nenek tua berambut pink itu marah-marah dan mengambil sapunya untuk mengusir mereka dari rumahnya. Tapi, untung saja, Gajeel dan Levy mampu memberikan penjelasan kepada nenek tua itu akan tujuannya dan teman-temannya datang mengunjunginya.

Akhirnya, Porlyusica pun memutuskan untuk merawat Naruto dan membiarkan Jet dan Droy untuk membantunya memulihkan kondisi dari jinchuriki Kurama itu. Tadinya, nenek tua berambut pink itu hendak meminta tolong kepada Levy karena dia sama-sama perempuan. Hanya saja, Levy menolaknya karena dirinya harus ikut berlatih dengan Team Natsu menjelang Grand Magic Games. Alhasil, pengobat Fairy Tail itu tidak punya pilihan lain selain meminta tolong kepada kedua rekan setim Levy itu.


Pagi hari ini di rumah Porlyusica terdapat 4 orang manusia yang meninggali tempat itu. Rumah pengobat Fairy Tail itu terletak di luar kota Magnolia. Namun demikian, letaknya tidak terlalu jauh dari kota tersebut sehingga bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam saja. Porlyusica memang sengaja memilih untuk membangun rumahnya di luar kota Magnolia karena dia menyukai suasana yang hening dan dia juga tidak menyukai manusia. Tetapi, pada saat ini, dia mau tidak mau harus membiarkan Naruto yang terluka untuk tinggal di rumahnya beserta dengan Jet dan Droy yang dia mintai tolong untuk membantunya.

"Ugh...Uhm..." Erangan pelan keluar dari mulut Naruto. Perlahan-lahan dia membuka kedua matanya sambil menggerakkan tubuhnnya dengan pelan. Melihat hal ini, Jet dan Droy langsung mendekat Naruto dan bersiap untuk menanyainya beberapa hal. Tentu saja mereka langsung mendapat hadiah berupa pentungan gagang sapu di kepala mereka. Mereka pun langsung kembali menjauhi Naruto sambil memegangi kepalanya yang benjol.

"Kalian ini dasar manusia aneh! Jangan menggerubungi pasien!" ucap Porlyusica memarahi Jet dan Droy. Nenek tua itu kemudian menaruh sapunya kembali dan segera meminumkan obat ramuannya ke Naruto.

"Ehm...Ehm..." Naruto hanya bergumam pelan setelah dia menengguk ramuan yang diberikan oleh Porlyusica kepadanya. Tapi, beberapa saat kemudian, dia merasakan sesuatu yang aneh di mulutnya. "PUAAAH! Apa ini rasanya aneh dan sedikit pedas?!" ucap Naruto yang langsung bangkit dari tidurnya dan berteriak sebagai gerakan refleks karena dia meminum ramuan yang rasanya aneh menurutnya.

PLETAK!

Mendengar Naruto berteriak mengomentari ramuan buatannya, Porlyusica menjadi kesal dan langsung memukul kepala si jinchuriki Kurama itu. "Jangan berteriak-teriak seperti itu di dalam rumahku!" teriak nenek tua itu.

Naruto mengusap-usap kepalanya begitu dia dipukul oleh Porlyusica. Ekspresi kesal pun terlukis di wajahnya. Tapi, beberapa saat kemudian, dia mulai merasa ada yang tidak beres. Raut wajahnya berganti dari kesal menjadi waspada. Shinobi berambut kuning jabrik itu melayangkan pandangannya ke lingkungan sekitarnya.

Naruto teringat akan ucapan Obito yang hendak melemparnya dan Sasuke ke dunia lain dengan menggunakan jurusnya. Jinchuriki Kurama itu pun memejamkan matanya dan berkonsentrasi sejenak untuk merasakan apakah ketiga orang yang ada di sekitarnya memiliki chakra atau tidak. Jika ini memang benar merupakan dunianya, maka dia akan dapat merasakan chakra dari dalam tubuh mereka bertiga sekalipun mereka bukan shinobi. Tapi, setelah beberapa saat mencoba, Naruto tidak mendeteksi chakra dari tiga orang di dekatnya.

'Naruto, aku rasa Obito itu benar-benar melakukan jurus itu,' ucap Kurama dalam pikiran Naruto.

'Jurus itu...maksudmu jurus yang bisa melempar targetnya ke dunia lain?' tanya Naruto.

'Benar. Kamu tentu sudah tahu bahwa ketiga orang yang ada di dekatmu itu tidak memiliki chakra. Manusia di dunia kita tentu akan memiliki chakra walaupun mereka bukan shinobi yang memiliki kemampuan mengolah chakra. Dengan kata lain, kita saat ini berada di dunia lain yang mana chakra bukanlah inti sari dari kehidupan manusia,' jawab Kurama.

'Kalau begitu, berarti Sasuke dan Obito juga terlempar ke dunia ini ya? Aku ingat kalau aku sempat memegang kakinya dan membuatnya ikut terseret ke dalam jurusnya sendiri,' ucap Naruto sambil mengingat pertempuran terakhirnya dengan Obito di dunia Shinobi.

'Aku juga kurang tahu, Naruto. Nanti jika kamu sudah pulih benar, kita bisa mencari informasi ttg dunia ini sambil mencari keberadaan Sasuke dan Obito. Omong-omong, lebih baik kita lanjutkan pembicaraan kita ini lain waktu. Ketiga orang yang ada di dekatmu itu kini memandangimu dalam jarak dekat. Mungkin mereka merasa aneh denganmu yang tiba-tiba bangun dan memejamkan matamu seperti orang yang sedang bertapa. Sampai jumpa, Naruto,' ucap Kurama yang diakhiri nasehat kepada Naruto untuk segera mengkahiri percakapan batin mereka.

'Baiklah, Kurama.' Naruto membuka kedua matanya perlahan-lahan. Benar saja ucapan Kurama, shinobi berambut kuning jabrik itu melihat Porlyusica, Jet, dan Droy telah berdiri menggerumuninya sambil menatapnya dengan raut wajah penasaran dalam jarak yang cukup dekat. Wajah Naruto langsung berubah menjadi ekspresi yang menyerupai wajah datar Saitama karena dia melihat kelakuan ketiga orang tersebut yang menurutnya aneh.

"Uhm...Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Naruto kepada mereka bertiga.

Mendengar pertanyaan Naruto, Porlyusica pun menjadi kesal dan memukul kepalanya hingga si Jinchuriki Kurama itu tertunduk. Dengan nada keras, nenek tua itu memarahi Naruto, "Kenapa katamu?! Pengobat mana yang tidak marah ketika obatnya dikomentari oleh pasiennya. Setelah itu, kamu tiba-tiba duduk dan bertapa padahal tubuhmu sedang terluka. Pengobat mana yang tidak khawatir melihatmu seperti itu?!"

Jet dan Droy langsung bereaksi dengan mengangkat tangan kanan mereka ke atas dan berteriak, "Jangan meneriaki pasien." Segera setelah mereka berteriak seperti itu, kedua rekan setim Levy itu pun langsung mendapat masing-masing satu pukulan di kepala mereka. Mereka berdua pun langsung terdiam sambil menangis komedik dan memegangi kepala mereka yang benjol.

"Jangan meneriaki orang tua! Dasar manusia-manusia menyebalkan," keluh Porlyusica. Nenek tua itu kemudian beralih kepada Naruto dan menatap pasiennya itu dengan tatapan serius. Dia lalu berkata, "Jet dan Droy berkata kepadaku kalau kamu ditemukan dalam keadaan terluka dan tak sadarkan di area guild Fairy Tail. Lalu, orang-orang menduga bahwa kau berasal dari dunia lain. Jadi, aku mau bertanya, siapa kamu sebenarnya dan dari mana kamu berasal?"

Porlyusica tentu saja paham bahwa Naruto bukan berasal dari Earthland maupun Edolas. Dirinya sendiri berasal dari Edolas, jadi dia paham betul bahwa penyihir Edolas biasanya akan membawa benda-benda yang mengandung energi sihir walaupun mereka tidak memiliki energi sihir di dalam tubuh mereka seperti penyihir Earthland. Sementara itu, Naruto yang notabene bukanlah penyihir tentu saja tidak memiliki energi sihir ataupun benda yang mengandung energi sihir. Oleh karena itu, Porlyusica menanyainya seperti itu karena dirinya ingin tahu darimana pasiennya itu berasal.

"Baiklah. Namaku adalah Naruto Uzumaki. Aku berasal dari dunia shinobi di mana orang-orang menggunakan chakra untuk bertahan hidup. Aku sendiri merupakan seorang shinobi, yaitu orang yang mampu mengolah chakra dan menggunakannya untuk bertarung. Sepertinya, aku sekarang berada di dunia lain ya. Aku tidak bisa merasakan chakra dari dalam diri kalian," ucap Naruto menjawab pertanyaan Porlyusica dengan sopan.

"Hmm...Namaku Porlyusica dan dua orang yang berada di sana adalah Jet dan Droy. Mereka adalah anggota guild Fairy Tail," ucap Porlyusica memperkenalkan dirinya dan kemudian menunjuk ke arah dua rekan setim Levy itu utk memperkenalkan mereka kepada Naruto. "Mengenai kalimat terakhir yang barusan kamu ucapkan, kamu sekarang berada di dunia penyihir dimana orang-orang yang menggunakan energi sihir. Ada dua dimensi di dunia ini, yaitu Earthland dan Edolas. Singkatnya, di dimensi Earthland, orang-orang memiliki energi sihir di dalam diri mereka, sementara di dimensi Edolas, orang-orang tidak memiliki energi sihir dan mereka menggunakan benda-benda yang mengandung energi sihir untuk menjalankan aktivitas mereka," lanjutnya menjelaskan tentang dunia penyihir kepada Naruto secara panjang lebar.

Naruto mengangguk pelan saat dia mendengarkan penjelasan dari Porlyusica. Dia mulai memahami tentang dunia tempat di mana dia tinggal sekarang. Otaknya membayangkan jika Earthland dan Edolas itu seperti bumi dan dimensi Kamui di dunia shinobi. Hanya saja, berdasarkan dengan apa yang dirinya tangkap dari penjelasan Porlyusica, Naruto menyimpulkan bahwa di Edolas ada kehidupan, sedangkan dimensi Kamui hanyalah sebuah ruangan kosong tanpa kehidupan.

"Oh ya. Tadi, Nenek berkata bahwa Jet dan Droy merupakan anggota guild Fairy Tail. Bolehkah aku tahu lebih lagi tentang guild?" tanya Naruto yang masih belum tahu tentang sistem guild di dunia penyihir.

"Guild merupakan rumah bagi para penyihir dan sarana bagi mereka untuk melakukan pekerjaan. Di dimensi Earthland tempat kita berada sekarang, ada tiga macam guild, yaitu guild resmi, guild independen, dan guild gelap. Guild resmi ialah guild yang terdaftar dan tercatat oleh Dewan Sihir. Selanjutnya, guild gelap ialah guild yang dianggap kriminal oleh Dewan Sihir. Yang terakhir, guild independen ialah guild yang tidak terdaftar dan tidak tercatat oleh Dewan Sihir, tetapi tidak dianggap sebagai guild kriminal juga," ucap Porlyusica yang menjelaskan tentang guild kepada Naruto.

Naruto dapat memahami sistem guild ini mirip seperti sistem desa di dunia shinobi. Shinobi yang tidak terikat oleh desa akan dicap sebagai kriminal dengan label nukenin atau missing-nin. Desa sendiri merupakan wadah bagi para shinobi untuk menjalankan misi. Tapi, baik atau tidaknya suatu desa tergantung pemimpin dari desa tersebut. Contohnya desa Kirigakure pada masa kepemimpinan Yagura dicap sebagai desa yang jahat, namun di era kepemimpinan Mei Terumi, desa Kirigakure tidak lagi dianggap jahat.

"Begitu ya. Aku bisa paham garis besar dari penjelasan Nenek karena sistem di dunia ini ternyata agak mirip dengan sistem di duniaku. Kalau begitu, aku akan bergabung dengan guild Fairy Tail saja sembari aku mencari informasi tentang dunia ini lebih lagi," ucap Naruto. 'Aku tidak mau dianggap aneh karena tidak bergabung dengan guild. Sepertinya bergabung dengan guild merupakan standar kenormalan bagi orang-orang yang punya kekuatan. Lagipula, tidak ada salahnya bergabung dengan guild Fairy Tail ini. Sembari mengerjakan beberapa pekerjaan, aku bisa mencari informasi tentang keberadaan Sasuke dan Obito.'

"Ho...cepat sekali kamu menentukan akan bergabung dengan Fairy Tail, Anak Muda," ucap Porlyusica meresponi keputusan Naruto untuk bergabung dengan guild asuhan Makarov itu.

"Ya, mau bagaimana lagi. Fairy Tail adalah satu-satunya guild yang aku tahu di sini. Selain itu, aku juga ditolong oleh Jet dan Droy yang merupakan anggota dari guild tersebut. Itulah yang membuatku ingin bergabung dengan mereka," ucap Naruto memberikan alasan mengapa dia mau bergabung dengan Fairy Tail.

Jet dan Droy pun senang mendengar keputusan Naruto untuk bergabung dengan Fairy Tail. Mereka berpikir jika Fairy Tail akan ketambahan orang kuat yang bisa saja membantu menaikkan imej guild mereka itu di mata publik. Saat ini, Fairy Tail menghadapi krisis imej yang mana publik menganggap jika guild tersebut sebagai guild terlemah di Kerajaan Fiore. Jelas kehadiran orang kuat sebagai member baru akan sangat membantu.

Berdasarkan dari pengamatan mereka, Jet dan Droy yakin jika Naruto itu bukanlah orang biasa. Orang biasa akan sulit sembuh atau bahkan bisa mati jika menderita luka seperti yang diderita olehnya. Tapi, shinobi berambut jabrik kuning itu mampu pulih kembali hanya dalam waktu 3 hari saja.


Sementara itu di sebuah tempat yang tidak diketahui di benua Alakitasia, seorang pria berpenampilan serba putih tergeletak tak berdaya. Orang itu yang tidak lain dan tidak bukan merupakan Obito Uchiha si jinchuriki Juubi memanglah tidak pingsan seperti Naruto. Tetapi, dia juga tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Sebuah luka sayatan menganga lebar di bagian dadanya. Kemampuan regenerasinya serasa tidak berguna baginya karena dia belum mendapatkan baru mendapatkan secuil chakra Gyuuki dan Kurama, jadi kemampuan Juubi-nya pun kurang optimal.

Walaupun tubuhnya terluka, Obito tetap mencoba untuk berdiri dan berjalan secara tertatih-tatih. Untuk membantunya berjalan, mantan teman Kakashi itu pun membuat sebuah tongkat dengan Truth-Seeking Ball-nya. Namun demikian, dia kembali terjatuh setelah beberapa langkah berjalan karena dia tidak sanggup menahan luka yang dideritanya.

'Sial sakit sekali...Andaikata aku memiliki chakra Hachibi dan Kyuubi secara utuh, pasti aku akan bisa meregenerasi lukaku ini dengan cepat,' umpat Obito dalam hatinya.

Di saat dirinya sedang berkeluh kesah, perhatian Obito berubah lantaran kehadiran seorang pria yang tidak dia kenal di hadapannya. Pria tersebut memiliki tubuh yang sangat tinggi. Tubuhnya yang berkulit tan itu diselimuti oleh kemeja putih yang tidak dikancing, celana panjang berwarna pink, serta mantel bulu berwarna pink muda.

Walaupun Obito terlihat tak takut dengannya, tapi jinchuriki Juubi itu tetap bersikap waspada karena pria di depannya ini merupakan tipikal pria yang licik. Tidak nampak berbahaya namun bisa membuat nyawa melayang sewaktu-waktu, begitu lah imej dari pria berambut kuning dan berkacamata hitam yang saat ini sedang berdiri di hadapan Obito sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Waktu dia masih bersembunyi di balik identitas 'Tobi,' Obito juga pernah memakai imej serupa.

Sambil tetap memasang sikap waspada dan ekspresi bertanya-tanya, Obito pun bertanya kepada pria yang berada di depannya itu, "S-Siapa kamu?"

Pria tinggi itu menyeringai sambil memandang Obito dengan senyuman lebar, lalu menjawab, "Namaku...Donquixote Doflamingo."


Bersambung


Yo, kembali lagi bersama aku di fic ini. Di chapter ini masih belum ada adegan pertarungan. Naruto bergabung dengan Fairy Tail karena guild asuhan Makarov itu merupakan guild yang pertama kali dia kenal di dunia tersebut. Tapi, tenang saja. Sasukenya ga akan kumasukin ke guild itu juga kok. Doi bakalan kumasukkan ke guild yang berbeda dengan Naruto. Di sisi lain, Obito villain dari serial Naruto udah ketemu sama Doflamingo villain dari serial One Piece. Terkuak sudah 'anime lain' yang aku bilang bakalan aku masukin ke fic ini adalah One Piece. Karena ada lebih dari 2 anime, maka fic ini akan aku ganti menjadi fic 'Naruto x X-Overs Anime.'

Oke, sampai segini dulu fic ini ditulis. Semoga chapter ini bisa menghibur kalian semua. Jangan lupa untuk menambahkan fic ini ke daftar following dan favorite kalian agar kalian tidak ketinggalan dengan perkembangan fic ini. Sampai jumpa di chapter berikutnya.