"fuh..." Rin menghela nafas panjang , kedua tangan yang sedari tadi memegang adrenalin perlahan turun , melepaskan semuanya dalam satu sentakan.
Selesai pikir nya , mengukir senyum disepanjang wajah nya dan memasukkan udara yang teratur ke dalam lorong panjang tenggorokannya .
"Hei suguro kau baik-baik saja kan !" Dia memanggil temannya yang tertunduk tepat dibelakang tubuhnya , seorang remaja laki-laki berusia sama denganya yang memiliki rambut jambrik berwarna pirang seperti jambul ayam jago diatas kepala.
Dan dia menyebut nya sebagai Sebuah semangat (?)
"Huh..hug.."
Oh lihat! dia masih bernafas dengan tangan bersandar pada punggung nya yang membengkok , ada sedikit keinginan untuk menyingkirkan nya karena itu membebani dirinya .tapi lupakan lah,dia lebih suka untuk mengolok-olok penampilan kuyu nya saat ini .
"Apa aku harus membopong mu tuan putri"
"Diam lah ,saru!*"katanya lirih dengan sedikit umpatan.
Saru: monyet.
"Hahaha syukurlah kalo begitu karena aku tidak yakin bisa membawa mu dengan tubuh gemuk mu Sekarang"Rin tertawa pada candaan garing yang keluar konteks .
Dia kembali menjadi remaja slengean Seperti biasanya.
Swish...
Mengingat kejadian yang baru saja dia alami seperti nya tertawa bukanlah hal terbaik yang bisa dilakukan oleh nya sekarang.
Brrr..Rin mendekap erat kain Ponco yang dia kenakan, sedikit sobekan disisi kiri tidak mengurangi fungsi nya sebagai penghangat tubuh dikala udara pagi menerjang.
Pukul tiga dini hari pikir nya.
Udara malam masih berdering dengan ketakutan pada orang-orang eksorsis Kyoto, tapi ada sedikit harapan disana , setitik cahaya juga. Harapan yang cukup untuk membuat mereka berfikir kembali tentang apa yang mereka percayai.
Demon child.
Anak setan yang dikabarkan menghilang enam belas tahun lalu , yang akan melewati usia keenam belas tahun nya pada bulan ini , eksistensi yang diyakini hilang dan terbunuh pada blue night.
Kini hadir dan berdiri di depan matanya.
"Tunggu sampai yukio tahu aku bisa melakukan nya "anak setan yang dia maksud masih bisa berdiri dengan senyum bodohnya, bahkan setelah pertarungan panjang melawan impure king.
"Keh.." suguro mengeluarkan udara yang bercampur dengan sedikit darah dari mulutnya , meludahkan nya secara sembarangan .
"Sudah selesai.. " Dia menghela nafas dan kembali melihat pada langit malam yang telah habis separuh nya , meninggalkan semburat kemerahan .sepertinya fajar akan datang dan matahari akan menunjukkan sinarnya kembali mengusir hawa jahat yang masih terselubung di udara untuk kembali ke tanah mereka.
Gehena.
Sekarang masalah terbesar dari semuanya adalah bagaimana cara yang tepat untuk meminta maaf kepada sensei okumura Yukio atas apa yang terjadi pada Kakaknya .
Suguro memindai penampilan Rin, monyet itu masih mengenakan Ponco yang diberikan oleh mephisto kepadanya dengan tambahan debu dipermukaan yang mengaburkan warna tosca dari kain itu ,juga ada jejak darah yang tertinggal disela bibirnya .
"Sial."suguro mengumpat ,dia lupa jika monyet itu baru saja membuka kartu rahasia miliknya .
"Ada apa bon?apa kau berkata sesuatu"rin berbalik berjalan masuk ke area nya ,segera dia menyesuaikan penampilannya . Dia mencoba sebaik mungkin merapikan tatanan wajah nya mengenakan wajah sombong dan tangguh seperti biasanya , meskipun demikian dia harus meluruskan punggungnya yang sakit berjuang untuk mendorong keinginan untuk meringis ke belakang pikirannya. "Aku tidak berkata apa-apa,ayo kita kembali " gumamnya.
"Tugas kita telah selesai dan aku ingin tidur"dia mendorong kedua kakinya untuk berdiri dalam keseimbangan hanya untuk membuat nya kembali terhuyung .
Hap!
Tapi sebelum dia tahu bahwa dirinya akan jatuh ada sepasang tangan berwarna porselen yang menangkap dirinya dalam pelukan sebelum mencium tanah dan Melihat siapa pemilik tangan panjang dimana dia menemukan ekspresi geli,"masih bertindak sok kuat tuan putri ," katanya.
"..."suguro tidak memiliki niat untuk membalas perkataan nya jadi cara yang terbaik untuk menunjukkan respon nya hanya dengan memalingkan wajahnya , mencari sudut terbaik .
dia berhenti ketika merasakan pergerakan disampingnya . manusia keturunan setan memperbaiki letaknya ,menaruh salah satu lengannya pada pundak dan mengambil seluruh berat badan untuk bertumpu pada dia.
"Apa yang kau lakukan ?" Surugo tau Pertanyaan nya terlihat konyol, seharusnya dia tahu bahwa Rin sedang membantu dirinya berdiri ,tapi bukan itu yang menjadi masalah nya sekarang tapi melihat bagaimana sikap setengah iblis ini masih bisa menolongnya membuat dia keheranan.
"Bukanya tadi kau bilang ingin pulang ,ayo kita pulang aku juga mau makan"jawab Rin enteng .
"Aku bisa berdiri sendiri monyet."kemudian ia kembali menjadi teman yang menyebalkan Seperti biasa , memulai satu pertengkaran dengan anak setan .tanpa tahu jika angin kecil bisa menjadi badai yang menghancurkan seluruh daratan.
Angin saat fajar memiliki rahasia untuk memberitahu Anda. Jangan kembali tidur!.
Yukio dan saburata Todo saling memandang dengan dua ekspresi yang terbalik .saburata Todo dengan ekspresi mencela dan Yukio okumura dengan tampang kelelahan.
Saat Yukio hendak membuka mulutnya untuk mengomentari bagaimana sifat orang didepan ,dia dikejutkan dengan suara tawa yang menggelegar ,"hahaha! Lihat dirimu okumura Yukio-kun kau begitu terpaku pada kakak mu ,apa karena perintah ayah mu" pria perawakan pendek berusia 35 tahun lebih seraya bersidekap .dia tampak menikmati penampilan nya yang lusuh .
"Atau karena anak setan itu sudah mencuci otak mu?"
Dor!!
Dor!!
Dor!!
Tiga tembakan langsung dilancarkan oleh Yukio kepada saburata Todo dan menghancurkan sebagian wajahnya dengan ketiga proyektil yang terbuat dari tembaga . semburan air berwarna merah langsung menyebar ditempat Todo sebagai efek dari wajahnya yang terbelah ,dari luka ke-tiga proyektil itu darah mengucur deras,dan warna putih tulang tengkorak Todo terlihat menyembul keluar dari lapisan dagingnya .
"Hah..dih-amh.." Yukio mencoba untuk berkonsentrasi pada tindakan sederhana seperti bernafas , memasukkan udara dari dan kedalam organ paru-paru nya dan mengeluarkan karbondioksida Secara perlahan meninggalkan lubang hidungnya .
"Hah..hah.."
ternyata itu lebih sulit daripada yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Dia tidak memikirkan sebelumnya,jika bertarung dengan seorang pria tua jauh diatasnya mampu membuat nya kecewa .
"Nii-san.."ucapnya memanggil saudara kembar nya, setelah dia mampu menstabilkan pernafasannya agar tidak tersendat dia kemudian berdiri tegak dengan ke-dua kakinya dan menjawab pertanyaan Todo dengan keras.
"Dia bukan anak setan,dia adalah kakak ku!! "
Mengolok-olok kakaknya dengan menyebut nya sebagai anak setan sama saja memanggil dirinya dengan julukan yang sama , karena mereka adalah anak yang lahir pada rahim yang sama .
Dia adalah saudara kembarnya, pikirnya kemudian.
"Begitu ya?.."
Setelah respon pendek dari Todo tidak ada pertukaran kata dari keduanya lagi , mereka terdiam sambil melihat satu sama lain.
Swishh...
daun-daun yang tertancap pada ranting hantu bergumam pelan, menunggu untuk hembusan angin yang meniupnya kemudian daun-daun itu jatuh berguguran satu persatu dibawah kakinya seperti setumpuk jerami.
Apa yang dia ingin dariku, dia telah mencuri karura dari kepala pendeta dan mengeluarkan impure king dari segelnya , membuat kekacauan yang bisa mengancam jutaan nyawa manusia di kota Kyoto serta memberitahu kenyataan tentang kegelapan seijuji.
Jadi apalagi yang dia ingin kan? Pikirannya lagi.
Dari keempat kesimpulan itu dia bisa menguraikan bahwa kedatangan Todo hanya untuk melemparkan kekacauan pada Kyoto terutama myodharini atau dalam hal ini cabang seijuji di Kyoto tapi yang menjadi pertanyaan umum yang masih membelenggu di kepalanya adalah bagaimana gampang dia melakukan Semua itu , mencuri mata kanan impure king dan mengambil satu mata kirinya begitu mudah dari myodharini .
Apakah dia memiliki koneksi dalam hal ini ,tapi siapa?
Daripada dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri , Yukio lebih baik mengatakan nya pada pelaku utama yang masih berdiri didepan nya.
"Ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan Todo!" Dia berseru.
"Oh silahkan katakan Yukio Kun,aku akan dengan senang hati menjawabnya ."Todo meletakkan tangan nya didepan lencana kebanggaan ordo yang berbentuk tanda hati yang memanjang di ujung dengan salib membelah ditengahnya .
An: aku tidak bisa diskripsi in bagaimana bentuknya secara pasti jadi kalian tentu tidak terlalu memerlukan penggambaran nya bukan.
"Kenapa kau melakukan semua ini"
untuk pertama kalinya setelah dua belas menit di selimuti bau embun serta titik-titik air yang berada diatas daun talas , serta tidak adanya Suara siulan dari angin yang memecah keheningan,dia mulai mengajukan pertanyaan nya.
Satu pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh saburata Todo.
"Khahaha itu adalah Pertanyaan yang aku tunggu-tunggu dari tadi dari mu Yukio Kun.?!"
Seperti dugaannya,pria itu benar-benar memiliki ketertarikan berlebih padanya . sehingga dia tertawa terbahak-bahak sampai ujung dagunya menyentuh lidah , apakah ada sesuatu yang lucu dari pertanyaan?.
"juga kenapa kau begitu terpaku padaku apa tujuan mu sebenarnya?"pertanyaan terbesar yang tersimpan dalam otaknya paling dalam, Yukio hendak menanyakan pertanyaan yang lainya sebelum menyadari jika regenerasi sel kulit pada Todo oleh iblis karura hampir selesai .
Hanya butuh tiga detik baginya untuk memperbaiki jaringan kulit yang hancur,lebih cepat dari sebelumnya . Yukio memikirkan sendiri hipotesis nya kali ini , tidak berkeinginan untuk berkata .
"jangan memasang sikap seperti itu Yukio-kun aku akan memberikan Jawaban itu segera kok ," matanya memindai Yukio dari bawah tubuhnya sampai ujung rambutnya .kepalanya secara naluriah menegang ketika sadar bahwa Todo tersenyum puas setelah memindai dirinya.
"Apa yang lucu?" Menegakkan tangan kanannya ke depan dengan jari telunjuk siap menarik pelatuk senapan yang hanya sebuah tuas didalam lubang kecil berdiameter lima sentimeter . cukup satu kali klik dia bisa menghancurkan tengkorak kepala Todo Seperti beberapa waktu lalu .
Dia berdecih kesal,"cih.."
Sialan dimana kakakknya sekarang ,dia tidak terlihat Dimana pun .
Bowshhh!!!
Mata Yukio melebar beberapa inci , karena tepat dibalik tubuh saburata Todo hadir warna biru yang menjulang tinggi, mewarnai langit dengan warna biru cerulean .Dia menelan ludah sebanyak dia bisa , keinginannya adalah untuk mencapai tempat kakak nya segera dan membantu nya dengan iblis impure king .
"Ah.. warna biru yang indah.."ucap saburata Todo
Laki-laki itu mendongak sembari berjemur dengan tenang di bawah sinar biru seperti tidak terganggu sedikit pun oleh nya .
Alis Yukio berkerut.dia menjadi penasaran , Apa yang benar-benar membuat orang ini ketakutan ?
Jalan setapak yang dia daki memiliki dataran yang tidak rata , terdiri dari hutan Pinus dan lubang-lubang kecil yang mengarah pada jurang dengan kedalaman yang Yukio sendiri tidak tahu . fokus utama nya hanya untuk menemukan Rin , kakaknya.
Karena itulah dia terus mendaki bukit berkatu dan menuruni permukaan berumput yang curam sebelum naik lagi meraih akar-akar pepohonan. Hingga pada Akhirnya, saburata Todo muncul dan menghadang jalan nya padahal dia yakin .dia hanya berjarak beberapa puluh meter dari tempat kakaknya, melihat seberapa besar asap yang membumbung Seperti nya dia membakar sepertiga hutan malam ini .
"Sial.."ucapnya.
Itu cukup untuk membuat Gregory meninggikan tiang pancung pada leher kakaknya.
Hangat ,suhu di udara juga menjadi lebih tinggi beberapa derajat dari semestinya .
Ternyata kakaknya memiliki kegunaan lain dari sebuah lampu senter.
hebat kak kau menjadi penghangat ruangan saat ini , pikir Yukio skeptis.
Dengan Rin mengungkapkan apinya ke seluruh sekte myodharini dia yakin setelah ini kakaknya akan di cap sebagai hewan langka yang berbahaya sehingga kecil kemungkinan baginya untuk menjalankan misi diluar ruangan seperti ini .
"Oh sepertinya pertunjukkan nya hampir selesai ,aku harus melihat endingnya bukan "suara yang bersahut didepannya tidak menampilkan ketakutan sama sekali,itu terdengar seperti anak kecil yang semangat Melihat kembang api .
Direktur Saishinbu Cabang Tokyo mengangkat wajahnya penuh kesombongan menjulurkan kelima jarinya, menggenggam bayang-bayang pepohonan yang mencakar langit-langit nirwana bertindak seakan-akan dia dapat menggenggam bintang-bintang .si demon Eater itu cukup betah untuk menandainya untuk waktu yang lama.
"Ah ya kau pasti menunggu Jawaban dari ku ?" melalui matanya dia melihat Todo tersenyum miring .Tatapannya tertuju pada dirinya ,seorang eksorsis yang sekarang menempati tingkatan dibawah nya .
"Kenapa aku begitu tertarik padamu,"dia menunjuk dirinya dengan bangga,"kenapa aku membiarkan mu hidup saat memiliki kesempatan untuk membunuh mu "guru dan guru dari sekolah exorcist itu saling menjaga tubuh mereka untuk tetap berdiri tegak dan bersiap pada serangan yang bisa dilemparkan dari ke-dua nya.
Grep..
Sedangkan untuk Yukio,dia mengumpulkan seluruh tenaga pada kedua tangan nya ,menjaga fokus dan mengawasi setiap gerak gerik Todo yang bisa berakibat fatal barang sedetik pun .
Kata-kata Todo memiliki arti yang sangat kentara bagi Yukio . yaitu dia bisa menghabisi Nyawanya kapan saja ,dan hal itulah yang membuat kedua alisnya saling bertaut pada satu titik.
"Alasan ku cukup simpel Yukio Kun"
Yukio berkedip beberapa kali , sebagian adalah respon alamiah dari tubuhnya yang membutuhkan istirahat untuk saat ini . sebagian lagi untuk menambah fokus agar dia tidak kehilangan sedikit informasi yang bisa dia dapatkan dari saburata Todo .
"Ap-"kelima jari Todo membuat gerakan stop agar dia tidak berbicara terlebih dahulu .
"Illuminati tertarik padamu "dia menangkap nada halus yang diakhiri senyuman lembut dari saburata Todo.
"Aku yakin dibawah naungan tuan Lucifer kau akan bertambah kuat melebihi semua orang disini , mungkin juga kakakmu "
Lelaki itu membuka matanya perlahan,senyuman nya masih tampak diwajah dan terus bertambah lebar ,satu tangan kanannya terulur dia memberikan buku jarinya pada Yukio , Membuat kedua matanya melihat garis-garis halus yang digunakan oleh para cenayang untuk media membaca takdir para pasien.
dia pikir dirinya adalah anak lima tahun yang tertarik pada semua hal!.
Dasar orang tua bodoh pikirnya sinis.
"Akui saja bahwa selama ini kau bertarung bukan untuk melindungi kakakmu ," Yukio memicingkan mata pada kata itu ,apa maksud nya,pikirnya.
cahaya redup fajar yang telah berhasil menembus atap hutan berpadu dengan warna biru yang merayap dan melukiskan dua perpaduan cahaya biru- oranye di dinding langit , dan dia tahu itu benar-benar cantik bahwa dia belum pernah melihat fenomena ini sekian lama .
Tidak lama batin yukio warna biru akan menghilang setelah Rin melepaskan kendali atas apinya ,dia hanya berharap agar kali ini . kakaknya tidak kehilangan kendali lagi.
"Kau melakukan nya untuk pembuktian dirimu"Todo masih mengoceh diseberang sana .
sial ! dia sempat kacau karena mengagumi cahaya seperti sebuah gorden yang menari cantik di udara , dia kembali menegakkan tangan kanannya, menggenggam ujung grip pada pistol bertipe side arm.
"Diamlah, aku tidak akan termakan pada ucapan mu ."
Diam-diam tanpa diketahui oleh Todo ,Yukio meraih belati kecil yang terselip di ikat pinggangnya.benda yang terbuat dari logam dengan ukiran ombak dan tanda salib di atas grip memiliki kecantikan tersendiri apalagi jika memantul kan sinar keperakan seperti ini .
Hadiah dari ayahnya tujuh tahun lalu.
"Kau adalah mantan eksorsis saat ini, Gregory telah mencabut jabatan mu dari devisi sheishinbu dan sekarang kau adalah seorang pengkhianatan !"
"Ohya..aku baru mengetahui nya dari mu ,ah kudet nya aku.."ucap Todo santai.
"Jawab saja pertanyaan ku dan aku akan menentukan hukuman untuk mu sendiri!"jawab Yukio penuh percaya diri.dia menutupi fakta jika proyektil miliknya hanya tinggal satu slip Dengan dua belas tembakan.
"Garang Seperti biasa ,tapi itulah yang kusuka dari mu "Todo menyeringai kembali ,"kau terlihat semakin mirip seperti kuat ayahmu "seluruh tubuhnya telah sembuh meninggalkan asap hitam disisinya ,hasil dari regenerasi sel iblis karura.
"Itu juga yang membuat kita semakin mirip bukan.." kata Todo.
Bugh!!
Tanpa aba-aba Yukio berlari dan menghantam sisi kanan pada tempurung kepala Todo ,orang yang banyak mengoceh Seperti dirinya memungkinkan banyak pergerakan sia-sia sehingga dia bisa melayangkan pukulan Tanpa satu balasan darinya . anggota tubuh yang berisi otak dengan berat tidak lebih 2kg itu tersingkir dua meter Darinya.
"Jadi agresif Seperti biasa Yukio Kun " Yukio tahu bagaimana tenaganya bekerja saat ini ,dan dia harus mengakui jika kekuatan fisik nya tidak setangguh Rin .dia mulai kelelahan , pukulan selembut kapas Seperti barusan tidak mungkin melukai Todo sekedar membuat nya terlempar dua meter karena keterkejutan , tidak..pukulanya hanya bisa membuat cedera ringan yang akan menghilang karena regenerasi karura.
"Tapi itu yang aku sukai dari mu.. sekarang ku tunjukkan bagaimana kekuatan yang aku miliki yang kudapat dari tuan Lucifer.."
sea of fire!!
Manusia pemakan iblis atau makhluk yang tidak bisa digolongkan menjadi manusia lagi, melakukan hal aneh lainya , dia merentangkan kedua tangannya dan seketika dari dalam tanah muncul hawa panas dan membakar daun-daun sampai menjadi abu ,dari arang hitam muncul api yang menjilat udara mengikat pepohonan dengan bara yang membara, Yukio bisa merasakan bagaimana panasnya api itu membakar kulit nya.
"Kau lihat! Dibawah naungan Illuminati aku bisa mendapatkan kekuatan ini "todo menengadah kan kepalanya ke atas langit bersyukur atas kekuatan yang dia curi dari pemimpin myodharini.
"Tidakkah kau merasakannya Yukio Kun " kedua tangan nya terkepal kuat, matanya terpejam ,dia menikmati rasa panas yang mengoyak sebagian pakaiannya.
"Tidak akan ada yang mencemooh ku lagi ,aku bisa melakukan apapun yang ku mau sekarang"ucapnya diatas awan.
"Aku tidak peduli dengan pengorbanan yang kulakukan , tidak peduli pada keluarga ba*g*at itu."Todo Melihat pada dirinya lagi .
"Apakah kau tidak tertarik pada kekuatan ini ,ayo ikut dengan ku kita bisa menghancurkan order bersama sama"
Oh hebat sekarang dia,Todo merentangkan telapak tangannya pada Yukio seolah-olah dia berperan sebagai seorang superhero yang menyelamatkan rakyat jelata dan suaranya berfungsi untuk menggetarkan hati nya.
Mungkin itu berhasil untuk orang lain , katakan itu pada Kakaknya dan dia akan ikut Seperti anak pinguin tapi ini dirinya !
Dia tidak akan ikut pada orang seperti itu ,dia sudah mendapatkan wejangan tentang betapa buruknya Illuminati dari ayahnya .
"Telan semua kata-kata mu untuk dirimu sendiri aku tidak akan ikut dengan mu ,aku masih memiliki seseorang untuk ku lindungi"dia meregangkan sendi-sendi di pergelangan tangannya , menggerakkan jari telunjuknya siap menarik pelatuk yang ada di tengah pistol.
"Seseorang yang kau lindungi?ah.. kembaran mu kan yang bernama okumura Rin "
ketika dia mendengar kata kembaran dan nama kakaknya disebut jantung nya berdegup kencang , tubuhnya kaku dan pandangan matanya membola .
"Sepertinya benar.." todo membiarkan senyum di wajahnya mengembang bebas ,dia tersenyum puas pada ekspresi wajah yukio. " Kau sangat melindungi dia kan ,terutama karena dia adalah keluarga mu satu-satunya setelah kematian ayah mu "
"Kau tidak memiliki siapapun lagi setelah nya"
Yukio hanya bisa menatapnya tajam,dia tidak membalas perkataan Todo .
"Ironi kehidupan..haha kau membenci dan melindunginya ,aku jadi berfikir bagaimana jika dia juga mati"
Kata kematian yang terucap dari mulut Todo membuat kedua sisi geraham Yukio saling bertubrukan , laki-laki itu tau bagaimana cara menarik ulur emosinya ,dia mengerti tombol mana yang dia tekan untuk membuat nya marah.
Okumura Yukio selalu mendahulukan akal dibandingkan emosi karena itulah dia dikenal sebagai eksorsis yang melakukan segala misi dengan tingkat keberhasilan tinggi , karena ketenangan dia melakukan semuanya berdasarkan ketenangan dalam mengambil keputusan .
Satu-satunya pembeda antara dia dan kakak nya ,dan sekarang ada orang yang berkata bagaimana jika Rin mati?
Mungkin dia pernah berniat untuk membunuh kakaknya karena kecerobohan yang memicu satan untuk merasuki ayahnya tapi sungguh!demi dewa dia tidak berkeinginan untuk melihat kakaknya mati .
Dia tidak tahu bagaimana hidupnya Ketika itu terjadi?
"Hanya kakakmu lah yang kau miliki sekarang ,aku ingin melihatnya bagaimana jika dia mati, apa yang akan kau lakukan terhadap hidup mu okumura yukio -kun"Todo masih berucap angan-angan tentang Rin yang tidak akan dia ingin lihat seumur hidupnya ,kata-kata nya berulang ulang seperti riak air dalam pusaran dan Yukio bisa merasakan bagaimana getaran riak itu mulai menenggelamkan diri nya sedikit demi sedikit masuk kedalamnya.
Dor!
Satu peluru melesat mengincar sisi kanan bahu Todo, manusia yang kini menjadi setengah iblis menghindari dengan lihai dengan memiringkan tubuhnya kearah sebaliknya bergerak secepat mungkin , mengikuti alur lintasan peluru dia berhasil menghindar dengan mulus tanpa sedikit goresan kemudian dia melompat ke atas, menjadikan tubuhnya menjadi seringan kapas tanpa perlu menggunakan sepasang sayap dia mampu terbang ke berbagai arah, menggunakan sedikit kekuatan karura seperti miliknya.
"Berhenti omong kosong Todo!"Dia berteriak keras "aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.."dia menjawab pernyataan ngawur Todo , tidak peduli dengan respon dari si demon Eater.
"Aku benar-benar ingin melihatnya ?"dia masih kukuh dengan kata-kata itu ,dan Yukio bisa mendengar nya berdengung ditelinga.
Seperti sebuah racun yang tidak nampak , pikir nya.
kata-kata pemicu pertengkaran terus di ucapkan oleh Todo ,senyum mencela yang sedari tadi melintang diwajahnya semakin berkembang menjadi seringan, Seperti nya dia mulai merasakan kegusaran pada diri Yukio okumura .
Bugh!!
Satu pukulan kesamping yang mengarah pada bahu Todo berhasil dibelokkan dengan kedua tangan nya yang berbentuk x .
Plak!
Tendangan lutut Yukio juga berhasil ditangkis dengan bersalto kebelakang .
Seperti nya Todo mulai menguasai arah pertarungan Yukio,atau gerakan Yukio yang semakin lambat .
"Bagaimana perasaan hancur mu ketika melihat kakak kesayangan mu terbunuh didepan mata"
"Aku Sangat ingin melihatnya." Diakhir kata ,tubuh Yukio menegang.
"Apakah perasaan itu ada atau mungkin melebih dari bayangan ku "
"misalnya kau akan menggila "Todo menunjuk bagaimana warna giginya ke Yukio ,dia membuka lebar mulutnya hanya untuk membentuk lengkungan , memperlihatkan gigi depan geraham dan dua taring yang tumbuh di kedua sisinya .
"Bukan begitu Yukio ?" Yukio yang berada didepannya hanya berdecih kesal, dia hanya memberikan tatapan dingin yang menyuruhnya untuk menenggelamkan tubuh Todo kedalam ujung dunia atau mungkin membunuh dirinya sendiri .orang itu tidak memiliki rasa bersalah setelah mencoba membunuh orang paling penting di myodharini , pikirnya dengan sedikit kesal. Sambil bergumam, dia mengambil satu granat air suci yang menjadi satu-satunya sumber penyucian disaku utility nya , satu-satunya .
Mengambil pemicu yang berbentuk lingkaran dengan tusuk tertancap di atas menggunakan mulut nya ,menarik satu kali sentakan . menggunakan granat air suci dalam pertarungan bukanlah hal baru baginya tapi itu menjadi senjata terakhir setelah pistol dan belati miliknya tidak berguna , bukan juga senjata yang disarankan saat bersama kakak nya .
"Mak-han ini todho." Gumamnya dengan pemicu yang digigit.
"Akan aku lakukan setelah aku berhasil menyeret mu ke Illuminati Yukio okumura!!" Todo bersiap menyerang nya dari arah depan ,dia tidak menyadari granat air suci yang berada di genggaman tangannya hanya menunggu lima detik dan dia akan melemparkan nya ,dia cukup yakin jika ini akan berimbas pada Todo.
Sama seperti kakaknya yang akan menderita luka bakar tingkat dua ketika bersentuhan langsung dengan air suci.
"Kena kau!!!" Tangan kanan Todo memanjang siap meraih dirinya.
...Tiga detik sebelum Todo mencapai jarak satu meter..
"Okumura Yukio!!" Yukio melihat kelima kuku jari sekurus ranting menggenggam pakaiannya dan -
Bet! Dia menggenggam kain hitam di lengan bajunya , mencengkeram nya dalam sekali gerakan.
"Ayo pergi ke Illuminati Yukio!" Wajah saburata Todo tersenyum penuh kemenangan .
Smirk..
"Pergi saja sendiri dasar iblis .." dia juga tersenyum untuk membalas tawa ringan Todo , melemparkan bola air yang berisi cairan penyucian dengan tingkat kemurnian tujuh puluh persen ke bawah kaki Todo ,bola itu menggelinding dan berhenti tepat di bawah jubah pastel Todo .
"Apa itu.?" Todo masih belum sadar bahwa yang dilemparkan oleh Yukio kepadanya adalah granat air suci ,dia melihat pada Yukio dan granat selama beberapa kali hingga suara klik pada otaknya berdetik dan dia menyadari posisinya.
"Sial.."ucap kesal Todo.
KABOMMM!!! AKKKKKHG...
Pertemuan antara air dan api yang keluar. Secara reflek dari tubuh Todo Membuat kabut asap membumbung tinggi di udara , mengaburkan pandangan mata Yukio yang sudah berkurang karena retakan di kaca cembung miliknya .
"Waktunya mencari Rin.. ," kata yukio.
Dia yakin dengan serangan air suci miliknya ,Todo akan membutuhkan waktu cukup lama untuk pulih ,dia harusnya berterimakasih pada guru fisika yang mengajarkan tentang proses penguapan air .
air suci tetap lah air meskipun itu bercampur dengan doa , tidak akan mengubah sifat dasar material ketika bertemu dengan lawannya yaitu api.
Sekarang dia membiarkan wajahnya tersenyum penuh kemenangan .
Kali ini aku yang menang Todo batinnya bangga..
"Sekarang aku harus mencari Rin , kira-kira dimana dia " dia membuka matanya perlahan,mencari sudut pandang yang tidak ditumbuhi kabut dan pikirannya menoleh pada belakang hutan dibalik punggungnya ,tepat di langit yang masih bersinar dengan warna biru terang . Dia memicingkan mata pada cahaya redup fajar yang menjadi background bersama .
Tidak cukup sulit menemukan seseorang apalagi jika dia dapat menyala di kegelapan dan mengirimkan sinyal kehadirannya sejauh tiga mil .
"Tunggu aku nii-san" dia melanjutkan perjalanan nya untuk menemukan Rin ,menembus lebatnya hutan dan melukis tapak kaki dibawah salju pertama yang turun pada bulan Desember ,dua Minggu sebelum ulang tahun ke enam belas nya .
Tunggu aku nii-san !
"Kau tidak apa-apa..Rin"suguro bergumam ditelinga nya .
"Diamlah- kau berat sekali jangan membuat nya lebih berat dengan ucapan cengeng mu ,aku..h..h masih kuat"
Dan dia membalas ucapan si kepala ayam dengan penuh semangat hidup seperti biasa ,tapi alih-alih mendapat balasan penuh cibiran, bon hanya diam dan melirik wajah nya dengan raut khawatir.
"Kau yakin?" Oke sekarang dia tidak memiliki tenaga untuk membalas ucapan ragu si kepala ayam jadi yang dia bisa hanya memajukan bibirnya tiga cm lebih tinggi ,siapa juga yang akan memulai perkelahian saat dia yakin bisa tidur tiga hari penuh karena kelelahan fisik yang diterima setelah pertempuran melawan impure king.
Ayah , bantu aku menemukannya jalan keluar sebelum fajar atau aku akan menemui mu lebih cepat dari Waktu nya,Ucapnya dalam hati dengan raut pesimis.
Bon masih melihat wajahnya dengan ekspresi khawatir menunggu kalimat lainya keluar dari mulut , Seperti nya si kepala ayam menjadi lebih perhatian sejak tiga detik lalu .
"Jangan melihat ku dengan tatapan seperti itu ,akuh.. baik-baik saja"
Kemudian, dengan sangat ringan, ia mendorong bahu suguro lebih erat sebagai tanggapan, mengangkat kepalanya dengan bangga dan mendengus, menghentakkan kaki depan. Ia terus mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan lubang hidungnya mengembang mengiringi langkah nya menyusuri jalan setapak pada gelapnya hutan dan meletakkan bahu suguro dengan aman bertumpu diatas bahunya. Otot bisep yang kuat berdesir di bawah kakinya saat dia memerintahkan kepada kedua kakinya untuk berjalan lebih cepat .
"Apakah masih jauh lagi ,izumo chan..?" Suara rendah bertanya dari belakang tubuh nya,dan dia harus mengerang lelah .
Izumo Kamiki telah berjalan menyusuri hutan tanpa henti sejak empat jam yang lalu, dia diingatkan oleh suara perutnya sendiri pada makanan terakhirnya malam ini , hanya sepotong roti dan seteguk air .
"Diamlah shiemi ,kau sudah menanyakan pertanyaan itu untuk ke tiga puluh kali"dia meraih buah beri yang tumbuh liar di hutan tepat disampingnya , memakan nya dalam sekali suapan dan memberikan tiga beri lainya pada gadis bersurai mentari .
"makan ini ,kau harus mengganti tenaga mu untuk mengeluarkan niichan "gadis itu meraih beri ditangan dengan begitu pelan , cukup membuat nya berdecak kesal.
"Terimakasih izumo Chan ,"dia memakan beri nya sama seperti dirinya , Seperti nya mereka berdua sama-sama kelaparan.
"Tapi aku masih kepikiran bagaimana keadaan Yuki-chan ,dan Rin kita harus menemukan nya segera"mata Flores nya Melihat Kabut abu-abu Dan daun basah yang menyelimuti hutan, menempelkan untaian lembab rambut gadis itu di dahi dan pipinya,dia sepertinya kedinginan karena pakaian nya tidak menutupi dirinya dengan semestinya .
"Mereka kuat," ucapnya ,menarik mantel Ponco yang setengah nya hilang lebih erat .
"aku percaya mereka baik-baik saja ,dia anak setan kan ."tanpa menunggu waktu dia kembali memperindahkan kedua kakinya untuk berjalan,kembali menyusuri jalan setapak didepannya kaki ,izumo membungkuk lebih dekat ke tanah untuk mengamati tanda-tanda yang dia ikuti.
"Dia tidak akan mati semudah itu ,aku yakin dia baik-baik saja"tangan nya bergesekan pada jejak kaki,yakin bahwa itu jejak kaki baru yang dibuat oleh si anak setan.
Siapa orang yang akan menyusuri hutan dengan hanya bertelanjang kaki saat suhu udara menurun pada titik terendahnya.
"Kita menemukan nya ,dia ada di seberang sana "ucapnya lega ,kali ini mereka berdua akan bertemu anak iblis itu dan untuk mengucapkan rasa terima kasih atas kerja kerasnya dalam menghilangkan raja najis , mungkin mentraktir dia sepiring ninja apa-apa.
"Seharusnya kita tau bahwa dia meninggalkan jejak paling mencolok dari semuanya "kedua matanya berkelana ke atas langit dimana warna biru elektrik tersebar acak,"kita benar-benar tidak mengenal nya dengan baik ya"izumo tersenyum singkat pada ucapannya sendiri.
"Rin,..rinnnnn!!!" Tanpa menunggu tanggapan lebih jauh dari izumo , Shiemi berlari menuju jalan setapak didepannya, mendahului nya dan meninggalkan nya.
"Eh! Moriyama tunggu dulu ,kita belum tahu apakah iblis itu telah hilang ." Dia mengerang kesal, bahkan melampiaskan kekesalannya pada permukaan tanah dengan berjingkrak .
"arrgh dia tidak mendengar kan ku ,hei moriyama Shiemi!!"dia berteriak lebih keras dan berlari lebih cepat untuk menghentikan lari gadis musim semi itu ,dia benar-benar frustasi dengan betapa aktif nya shiemi ketika mendengar nama anak iblis di mulut nya.seharusnya dia diam dan tidak berteriak seperti itu bagaimana jika ada musuh lainya yang bersembunyi.
sialan dia harus menyusulnya segera ,dia tidak tahu apa yang ada didepan.dia tahu okumura Rin memiliki kekuatan diatasnya dan ketika dia tidak ditemukan dia yakin ada sesuatu yang dihadapi oleh nya sehingga membuat nya Begitu lama dan sialnya dia harus terjebak dengan gadis yang akan berlari kesetanan setelah mendengar nama Rin disebut."hoi shiemi tunggu!! Arrggh dia tidak mendengar ku , sialan Yukio sensei kenapa aku harus terjebak dengan gadis itu!"Dia mengerang keras.
"Hoi shiemi!!"
"..."dua Ekor rubah berwarna putih hanya melihat nya diam,dan tidak bergerak sedikit pun, menunggu perintah selanjutnya darinya.
"Ayo ikuti dia ! "Melihat ke bawah pada dua bundel ekor rubah pelayan dewa inari yang berjalan sunyi di didepannya , dia tersenyum "rin..," bisiknya patah, "akhirnya kita bisa menemukan mu tunggu aku dan Shiemi kita akan membantumu sebisa mungkin ,kali ini jangan berfikir bahwa kau sendirian."untuk sekilas dia bisa melihat wajah kecewa Rin saat duduk bersama dengan nya di kereta api , cukup mengesalkan melihat bagaimana sikap orang-orang yang dianggap teman setelah mengetahui satu kebenaran .
Apa yang akan terjadi pada dirinya jika mereka mengetahui kebenaran tentang dirinya yang tidak jauh berbeda dari Rin? Apa mereka akan memperlihatkan sikap perlawanan secara terang-terangan seperti si demon child? Ya apapun itu dia tidak terlalu peduli ,dia tidak ingin memberi kebaikan hatinya Hanya untuk menjalin ikatan tidak penting pada beberapa orang yang bisa berubah kapan saja .
Itu akan merepotkan dirinya.
Ditengah larinya izumo memindai sekeliling tempatnya berpijak untuk mencari keberadaan Rin , bagaimana cara tercepat untuk mencari seseorang yang selalu membuat kehebohan saat bertarung "CK dia harus nya mudah untuk ditemukan ,"tetapi dalam kegelapan hutan dia tidak melihatnya, seorang remaja yang seusianya dengan api biru membakar di seluruh tubuh .
Dimana si manusia lilin itu ,izumo berdecak kesal .
"Rin!!! Kau dimana?!!" Gadis bersurai mentari bermata Flores bernama Shiemi moriyama masih berteriak , izumo rasa dia tidak memiliki rasa lelah untuk memanggil nama itu berulang-ulang .
Gadis itu tidak terpengaruh oleh gelapnya hutan atau rasa lelah setelah menggunakan niichan dia juga tidak terlihat ketakutan dengan kemungkinan adanya iblis lain yang masih ada, tidak dia bahkan tidak takut dengan api Rin ,dia berkata bahwa api itu terasa hangat ,dan itu benar .dia tidak merasakan rasa panas yang dapat membakar hatinya atau membuat kulitnya melepuh dan mengelupas,juga semua tuduhan yang dilayangkan pada anak iblis itu seperti menjadi bualan kosong .
Tidak ada satu nyawa yang hilang karena api biru.
Dia dapat menjadi saksi bahwa itu benar bahkan salah satu orang yang menentang kehidupannya bersama dengan anak satan saat ini .
Semoga saja setelah kejadian ini tidak ada yang berfikir buruk pada anak-anak keturunan iblis Seperti Rin dan dirinya.
Langkah nya semakin dipercepat ,dia kini tepat disamping moriyama shiemi . keadaan gadis disampingnya tidak lebih baik darinya , rambutnya yang dikuncir rendah terurai sebagian menutupi mata kanannya dan potongan bunga mawar yang sedari tadi menjadi manik-manik di telinganya hilang entah kemana , sebagian Ponco Juga terburai sama seperti miliknya meninggalkan kemeja warna putih yang sebentar lagi akan masuk kedalam tempat pembuangan karena kehilangan fungsi utamanya untuk menutupi tubuh dari hawa dingin pagi ini.
Dia memiliki rasa kepedulian pada sesama yang sangat rendah -kecil sebenarnya , bahkan hanya paku seorang yang bisa digolongkan sebagai teman oleh nya , tetapi kenyataannya harus berbanding terbalik .dia mengakui orang disebelah nya sebagai teman dan rivalnya kali ini hanya karena dia menyaksikan bagaimana perjuangan nya malam ini saat dia kehilangan harapan pada kehidupan membiarkan tubuhnya tenggelam dalam spora iblis impure king , sekilas melihat bagaimana akhir hidupnya berjalan tepat didepan matanya tapi kemudian dia diselamatkan oleh gadis bernama Shiemi .
Memalukan memang,dia yang seorang gadis keturunan kuil harus diselamatkan oleh gadis cengeng yang menangis karena melihat kebenaran temannya yang dia tidak ketahui ,dia terlihat seperti itu dengan mata sembab nya .
Marah dan bersikap menjauhinya Seperti tiga pria bodoh dari kuil terlarang, yang membuat keyakinannya turun drastis tapi setelah pernyataan nya "suguro Kun ,Shima Kun dan konekomaru mungkin takut karena apa yang terjadi dengan keluarga mereka ,tapi aku tidak tahu apa yang menjadi alasan ku untuk menjauhi rin.."
"Aku benar-benar bodoh!"shiemi tertunduk dengan derai air mata yang turun seperti air hujan.
"Aku merasa bahwa aku sudah dekat dengan Rin ,lalu..lalu dia menyembunyikan semua itu dariku , kemudian aku merasa aku tidak tahu apa-apa tentang nya ,aku teman yang buruk.. shiemi no baka.." ,gadis itu menggelengkan kepalanya kuat , seakan-akan menyangkal apa yang diucapkan nya sendiri ,tapi ketika mendongak dan bertatap muka dengan dirinya .
Izumo tahu bahwa satu dinding penghalang telah dihancurkan oleh gadis itu ,sebuah dinding yang membuat nya mantap untuk menjalin hubungan pertemanan dengan nya.
"Oleh karena itu,kali ini kita akan membantu Rin! Aku tidak akan berpaling seperti dulu !"
"Dan kami akan kembali menjalin pertemanan Seperti dulu "ucapan shiemi berputar dalam kepalanya ,itu menjadi obrolan terakhirnya dengan si gadis Flores karena setelah nya mereka tidak berucap satu sama lain dikarenakan keadaan dan situasi mencekam .
Dan situasi itu kembali terulang saat ini .dada izumo bergetar penuh rasa terkejut ,dia menoleh untuk pemandangan yang tidak dia sadari .
Kedua mata ungu miliknya membola , membesar beberapa senti dan kata-katanya sendiri tersangkut dalam tenggorokan nya sehingga membuat nya gatal .
Glek..
air matanya mulai mengalir menuruni kedua pipinya yang membukit tanpa dia sadari,dia membeku dalam udara malam.
.
Hah..
Hah...dia mendengar suara nafas teman birunya yang sedang meraup udara sebanyak dia bisa .
"Kau tidak sekuat adikmu okumura Yukio,Rin Kun "suara seorang lelaki yang baru dilihat nya mengalun Begitu dingin dan menancapkan kengerian sehingga dia yakin beberapa burung akan beterbangan ketika mendengar nya .
pria yang menjadi pemicu impure king , seorang lelaki yang mencuri satu mata dari order dan menipu keluarga hojo.kenapa seorang yang terlahir dari keluarga hebat yang selalu menciptakan generasi terbaik di order bisa berkhianat dan membuat kerusuhan Seperti ini.
Dan kenapa pemandangan seperti ini harus hadir didepan matanya sekarang.
Pemandangan dimana teman yang ingin dia bantu berada diujung tanduk kematian.
Krek ..Todo menekan bilah tajam lebih dalam lagi , membuat darah semakin deras mengalir dari luka tusukan yang terbuka.
"Akkhhhrr!!"suara Rin membelah udara , mengirimkan sinyal rasa sakit dalam dinginnya malam.
Saat kedua matanya melihat pada bilah silver yang tertancap ditengah dada si anak setan Nafas nya tertahan ,dia tidak mampu menggerakkan tubuhnya sebanyak yang dia bisa, dia membatu.
Tepat didepan matanya Rin tertusuk koumaken.
"Akkrrrggghh!!!"
"Rin..."izumo tidak tahu harus bertanya pada siapa , suaranya keluar Seperti kikuk buruk kecil diatas dahan tinggi , tidak terdengar dan tidak dipedulikan.
Saat itulah dia menyadari satu hal bahwa teman satu tim nya ,Rin Okumura ,si anak setan yang diyakini memiliki kekuatan satan dan menjadi pemicu blue night akan menemui ujung kehidupan dibawah pedang yang menjadi pegangan hidupya, tepat dibawah genggaman tangan saburata Todo .
"Rin.." dia membekap mulutnya mulai menahan Isak tangis nya , melihat bagaimana tanah tandus bekas pembakaran terbentang dari utara dan barat hingga selatan harus basah oleh cairan kental berwarna merah yang membaui udara dengan bau amis besi .
Akkhhhrr... teriakan Rin masih bergema , memantul dari satu batang pohon ke pohon lainnya membuat gaung secara bersama.
Sinar Matahari mencoba merayap menyingsing fajar cerah dan mengubah warna langit kelam menjadi jingga kemerahan .
Tes...
Tetes air yang terbentuk di mata izumo jatuh kebawah , ditangkap oleh pucuk daun rumput liar. Dibalik Kilauan sinar besi dia melihat bayangan wajahnya yang kesakitan , Udara seketika berubah haluan menjadi sedingin es ,Mereka berdua masih berdiri pada jarak seratus meter dari Rin,tapi jarak mereka tidak membantu untuk mengangkat bau besi yang terlanjur menyebar di udara dan masuk kedalam lubang pernafasannya.
Cting ... denting kaca yang terdengar nyaring digendang telinganya berangsur-angsur membawa suara lainnya , sebuah retakan .
Prak...
samar-samar dia melihat kilasan dirinya dengan moriyama shiemi , mengingat kata-kata Shiemi tentang keinginannya untuk melihat ketiga temannya baik-baik saja , Tidak banyak yang bisa dia ingat hanya sedikit , tapi itu menunjukkan keinginan nya yang sama seperti gadis musim semi .
Dia tidak akan mati semudah itu ,aku yakin dia baik-baik saja
Lagi dia mendengar Suara retakan kaca yang pecah dan terberai, seakan-akan ada benda yang menghancurkan ya dari atas.
Pyarrr...
"Konekomaru!!!!...ayo pulang~~"
Konekomaru berhenti sejenak sebelum memutuskan untuk kembali berjalan ,kali ini dia sedikit menambahkan kecepatan di Langkah kaki, sebelum menengok kebelakang untuk melihat teman merah jambu nya yang melihat dia dengan penuh harap.
" Tidak.."katanya tegas , berbalik dan berjalan lagi meninggalkan Shima yang mengerutkan alisnya hendak bertanya mengapa jawaban nya begitu kasar .
Kenapa sikap konekomaru bisa begitu berbeda dari yang biasanya,Apa dia benar-benar temannya atau itu hanya iblis yang menyamar sebagai konekomaru?? Pikir nya .
"Tunggu,kau iblis yang menyamar kan"langkah mereka kembali berhenti karena teriakan Shima yang tiba-tiba.
"Iblis yang menyamar?"kini berganti konekomaru yang mengernyit heran,dia menelusuri jari telunjuk Shima yang mengarah tepat dilubang hidungnya.
"kau pikir aku iblis penyamaran !"
Dengan perasaan puas yang mendalam, Shima menyeringai lebar , Membuat gerakan mengangguk paham dan membuka kedua matanya secara bersamaan , pandangan matanya menyorot penuh intimidasi pada konekomaru secara naluriah memberikan penjelasan kepada konekomaru , tidak sadar bahwa perkataan nya menyulut Sepasang sudut siku-siku berlawanan didahi sahabatnya yang tidak memiliki rambut .
"Sikap mu kasar sekali padaku akhir-akhir ini dan setelah apa yang terjadi dengan iblis seribu tahun , impure king aku yakin kau adalah salah satu antek-antek nya "menegakkan kepalanya dan melihat lurus seolah ditarik oleh kekuatan yang tak terlihat. Tatapannya tertuju pada seorang laki-laki yang lebih pendek darinya.
"Mengaku sekarang kau iblis penyamaran dan katakan dimana teman ku berada dasar penip-"
Plak!! Adowww
hutan yang tadinya sunyi dan sepi , hanya ditandai dengan suara detik serangga nokturnal kini riuh dengan cek-cok dua sahabat yang berasal dari tempat sama , sebuah kuil yang terkenal karena menjadi salah satu tempat yang bertahan setelah blue night.
"Apa maksudmu menampar pipi ku konekomaru " calon knight yang terkenal dengan sikap romantis pada setiap wanita itu berkedip untuk membersihkan sisa-sisa penglihatannya dari rasa sakit yang berdenyut di pipi kiri ,dia tidak bisa melakukan apapun demi menghilangkan ruam merah berbentuk telapak tangan yang singgah sementara disana .
"Bagaimana bisa kau bercanda ketika keadaan sangat kacau seperti ini ,kau tidak memikirkan kabar tuan muda dan Rin?"
"Oke sekarang aku akan menelfon nya menggunakan heandphone ini dan menanyakan bagaimana kabarnya?"Shima merogoh saku kemeja di dada kirinya dan mengeluarkan telepon genggam bergaya flip , menekan beberapa tombol dan meletakkan dengan satu tangan di daun telinganya ,ada bunyi bipp dan suara jaringan seluler yang tidak terhubung .
Bippp...
Dan dia memutus hubungan nya begitu saja . Tapi meskipun dia melakukan pemanggilan yang tidak mendapatkan balasan dari si penerima dia membiarkan benda kotak persegi itu tetap ditempat nya.dia berdiri dengan satu kaki bersilang dikaki lainnya dan tangan kiri berada di atas pinggul jelas tidak merasakan banjir hawa panas yang tiba-tiba menguap di udara , membuatteman disampingnya benar-benar kehabisan kesabaran terhadap nya.
Plak!!!
Adowww
"Kamu tidak bisa sesantai itu menanggapi nya ,ini menyangkut nyawa tuan muda!," katanya lantang. "Di samping dia adalah penerus kuil ,dia juga sahabat ku dan kamu ,kau harus nya lebih serius mencarinya kau-"
"Oke,oke,ayo kita cari dia lebih jauh " jawab Shima enteng .
"Dari semua orang kenapa aku yang harus terjebak di situasi ini sich , menyebalkan sekali aku lebih suka berleha-leha dengan pi-pi Chan*"Shima bergumam sendiri entah sengaja atau tidak tapi jelas sekali jika gerutuanya terdengar jelas untuk konekomaru , tapi kali ini dia membiarkan nya begitu saja.
Dia tahu jika teman berambut merah muda itu sangat tidak suka untuk ikut campur dalam masalah yang bisa membuat nya kesulitan tapi dia tidak menyangka jika dia sesantai itu menghadapi situasi dimana teman mereka hilang entah kemana, kemungkinan Juga dalam bahaya karena iblis impure king .
KABOM!!!!
Terdengar suara ledakan tidak jauh dari tempat mereka berdiri Satu-satunya bentuk yang terlihat diatas awan adalah kepulan asap hitam dengan bayang-bayang yang menggelap berbentuk kepala jamur , tapi bukan itu saja yang menjadi pusat perhatiannya .yang lebih mengganggu adalah dampak angin yang terjadi setelahnya .
Kedua sahabat karib menyaksikan bagaimana angin kencang bertiup melawan arah yang dituju , mencabut akar pohon dari tanah dan menghempaskan mereka lebih jauh tiga meter ,mengikis jarak pandang, dan hanya menyisakan tanah lapang tak berbentuk .
"apa yang terjadi disana.." ucap konekomaru khawatir.
Tapi bukan cuma dia yang merasakan kekhawatiran itu , untuk Pertama kali wajah tertekuk hadir pada raut santai Shima Renzo.
"Itu..apa"konekomaru menunjuk pada jejak biru diatas langit.
Ke-dua Mata konekomaru berhenti pada jejak biru yang mengambang di langit fajar ,menyatu dengan warna jingga membentuk aurora bergelombang .Dia mengira warna biru itu adalah warna langit yang terlihat saat suhu menurun pada suhu dibawah nol ,tapi melihat Shima yang melaju tiba-tiba tanpa melihat kepada dirinya ,bahwa itu bukan fenomena langit fajar yang biasa.
Sebaliknya, fikiranya langsung tertuju pada salah satu temannya yang dapat menggunakan api biru,ya ! Dia pasti menggunakan kekuatan nya kali ini dan kemungkinan itu juga yang mengubah langit diatasnya menjadi biru pudar.
Tapi kenapa dia menggunakan api sebanyak itu , sampai mewarnai langit ? Apa penyebab dia menggunakan nya?
"Rin.."
"Kita bertemu sekali lagi , okumura Rin Kun ,aku penasaran dengan kekuatan mu makanya aku kesini untuk menguji seberapa besar itu "datang suara yang meremehkan dari atas kepalanya ,satu matanya mengernyit kesakitan .
Siapa orang ini? Pikir nya .
"Tapi sayangnya kau jauh dibawah adikmu ,kau sangat lemah.." yang dapat dia lihat hanya lengkungan dibibir nya , kata-kata yang keluar juga penuh dengan nada Sombong dan tatapan mata yang merendahkan Membuat dirinya bergejolak penuh emosi .
Dari sekian banyak kemungkinan hanya ada satu yang terlintas dibenak nya , yaitu abagaimana kabar kawan baiknya tadi , suguro ryuuji.
Apakah dia baik-baik saja?
memindai tempatnya untuk mencari keberadaan suguro , tetapi dalam ketidak mampuan , terbatas hanya bisa menggerakkan kepala, dia tidak melihatnya dimana pun juga .
Semuanya nihil..
"Apa yang kau cari hmm"
Okumura Rin sedang memeriksa wajah dan mata orang yang telah melumpuhkan dirinya , seorang lelaki separuh baya yang dia temui saat pencurian mata impure king di akademi nya ,kepala devisi pengamatan saburata Todo untuk beberapa saat.dia meneliti apakah benar dugaannya dia lah dalang dari kekacauan yang terjadi di Kyoto ,mencari kebenaran di balik institusi nya dia menemukan api merah milik temannya yang berkobar di ujung rambutnya .
benar! Itu milik karura katanya hati.
"Apakah kau sedang mencari putra pendeta suguro tatsuma? Kau bisa melihatnya di sisi kananmu ,aku tidak ingin membunuh nya " katanya penuh kepercayaan diri yang tinggi .
setelah semua Rin yakin hal itu tidak akan semudah itu dilakukan ,dia disini untuk melindunginya bahkan jika itu melibatkan nyawanya.
"Jangan sentuh dia !" Rin membalas ucapan saburata Todo keras, matanya menyala Seperti seekor singa jantan yang akan menerkam mangsa nya .
"Oh aku takut.." balas todo dengan lirikan sebelah mata , ke-dua bibirnya tertarik keatas untuk ungkapan selanjutnya yang tidak bisa dia bantah.
"Untuk anak kecil yang tidak bisa apa-apa dibawah senjata miliknya " Rin berusaha bangun dari tempatnya ,tapi dia melupakan satu hal penting yang dia alami sekarang.
"Kau cukup kuat.."
Kress...
"Akkhhhrr"
Tubuhnya diguncang dengan rasa sakit yang tak tertahankan Ketika bilah tajam pedang koumaken menusuk lebih dalam ke lubang yang berada diatas dadanya,matanya terbuka lebar sebagai bentuk rasa sakit , dia melihat ke wajah saburata Todo yang tersenyum miring. " Aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan melakukan ini padamu "
"Jujur saja aku lebih tertarik untuk bertarung dengan okumura Yukio dibandingkan dirimu ,dia lebih menantang" katanya enteng.
"Daripada anak acak yang dipungut oleh paladin dari pinggir tempat sampa-"
Plak!!!
Suara tamparan keras menghentikan ucapan Todo yang menghina dirinya , tidak peduli rasa sakit yang berdenyut di dadanya,dia membuat pipi Todo berwarna merah menyala.
"Berhenti berbicara tentang ayahku,kau breng-sek..h"
Todo melirik ke Half-demon, yang berjarak tidak jauh darinya . kepalanya terletak di bawah bahu.kepala berwarna biru kehitaman itu naik turun ,dia bisa merasakan irama pernafasannya yang tersendat-sendat.
lihat keringat yang membanjiri lekuk tengkuknya ,dia tergoda untuk menghilangkan pergerakan dileher anak setan ini.
Ah ini mengingatkan dirinya pada salah satu pengetahuan umum yang dia ajarkan di akademi eksorsis .
Pengetahuan umum tentang kelemahan iblis yang paling utama dan dapat membuat nya binasa .yaitu tentang jantungnya ,dan sekarang dia sedang menggenggam jantung , baginya ini sangat mudah untuk menghilangkan eksistensi anak setan ini sekarang.
atau mungkin dia dapat Membunuh okumura Rin selembut kapas di udara .
"Ayah mu?.."Todo tersenyum sebagai kebiasaannya ketika melihat situasi menyedihkan Seperti ini. " Pengetahuan umum rin-chan."dia memberi julukan dibelakang namanya untuk membuat nya rendah "bahwa Fujimoto Shiro adalah manusia ,dia tidak memiliki pasangan seumur hidup dan dia tidak memiliki sanak keluarga yang berdarah iblis jadi kau bisa simpulkan sendiri " katanya pelan, menempelkan sedikit permukaan bibirnya tepat didepan telinga runcing .saat dahinya berkerut dengan mata yang berusaha keras terbuka membuat senyumannya semakin melebar .
"Bahwa ayahmu bukanlah dia ."
"Juga fakta bahwa kau memiliki api biru dan ekor dibelakang punggung mu sangat mirip dengan iblis bukan "Todo sengaja memberikan tekanan lebih di koumaken, Membuat Rin semakin tersiksa dengan rasa sakit.
"Khek.."
" Dan kau tahu siapa yang memiliki ciri-ciri sama seperti mu , " dia berbisik dan menggerakkan wajah nya tepat didepan mata sehingga dia bisa melihat seringai mengejeknya lebih jelas.
"Itu adalah satan ."
Dorr!!!
Dorrr!!!
Dua proyektil melaju dengan kecepatan tinggi pada waktu yang bersamaan .
Trushhh..
Dan menembus bahu saburata Todo , melemparkan tiga titik merah yang membentuk gumpalan ke udara.
"PERGI DARI SANA TODO!!"
kemudian, suara saudaranya terdengar nyaring memenuhi tempatnya, mengambil seluruh eksistensi kedalam dirinya .Todo melongok kedepan .
"Kau sudah datang okumura Yukio "Pada penglihatan awal dia yakin jika saburata Todo akan menangis dan lari terbirit-birit ketika melihat adiknya sedang mengacungkan senjata dan menargetkan tempurung kepala nya untuk menjadi papan target ,tapi dia salah kira .
itu adalah imajinasi liar miliknya ,paling jauh dari ekspektasi sebenarnya .
Todo justru tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya , menyambut kedatangan adiknya dengan suka cita.
"Inilah yang aku tunggu.."gumam todo , dia bisa menyimpulkan hanya dari suara dan ekspresi wajah bahwa si brengsek didepannya benar-benar bahagia Ketika melihat saudaranya.
Ada apa dengan si gila ini ?.
"Pergi dari sana!!" mendengar suara adiknya yang berteriak ,dia harusnya mengernyit heran tapi dikala itu . dirinya sibuk dengan bentuk buram di kedua matanya , mengaburkan semua visinya.
Ugh..sialan , gumam Rin.
"Yukio.." pada akhirnya yang dia mampu katakan hanya nama adiknya .
Ketika dia bisa mendapatkan titik fokusnya kembali ,dia harus dihadapkan dengan pemandangan Yukio yang berantakan.untuk sekali dalam hidupnya dia tidak pernah melihat adiknya seburuk ini , maksudnya dia selalu menjadi Lelaki keren dengan setelan yang bersih tak bernoda ketika menghadapi iblis-iblis kuat dan berapapun jumlahnya .dia selalu menjadi orang yang tersenyum .
Dan melemparkan seluruh wejangan betapa dirinya sangat ceroboh , kemudian lagi ia jadi berfikir .
apakah ada iblis atau seseorang yang bisa membuat nya seperti ini?.
"Senang melihat mu kembali Yukio kun,Bisa kita lanjutkan lagi pertarungan kita yang tertunda?''ucap Todo dengan kepala yang dimiringkan ke kanan.
Tunggu! Apa itu artinya orang didepannya lah yang membuat adiknya seperti ini ?!
"Bagaimana hm.."
Swihhssss...
Angin pagi yang berdesir di atas langit , menggoyangkan dahan ranting dan menerbangkan daun-daun tua , untuk pergi bersama mereka terbang kemanapun mereka mau , melewati lembah ,pantai ataupun tersangkut diatas kepala seseorang dan saat ini daun itu berjatuhan di balik punggung seseorang .
Seorang manusia yang baru saja merubah kodratnya menjadi iblis dengan perilaku dan sifatnya .mencoba membuat jenisnya sendiri seorang saburata Todo.
"Pergih..dari sana !" masih dengan bentuk Yukio , matanya tidak bisa lepas dari fitur adiknya.
Apakah orang yang membuat nya seperti itu adalah si brengsek didepannya.
"Yu-kio.."dia memiliki sedikit tenaga untuk berbicara dengan suaranya , cukup untuk mengalihkan perhatian adiknya.
"Nii-san!!"
Peluh yang berhamburan keluar dari kulit beige dapat mengukur tingkat kelelahan dari si bungsu , nafasnya yang memburu mengambil oksigen di udara dengan rakus memperlihatkan semua bentuk penderitaan , Membuat sisi lemah Rin terangkat sedikit demi sedikit.
Dia tidak bisa tidur seperti ini ,dia harus bertahan dan tidak menyusahkan adiknya lagi.
Ya dia harus bertarung dengan kekuatan nya sendiri.
Anak satan itu menggerakkan bahunya ,berusaha mendorong berat badan yang bertumpu disana untuk pergi , menggenggam bilah tajam koumaken dengan tangannya sendiri.
"Apa yang ingin kau lakukan.."respon si demon Eater melihat perlawanan nya.
"Heh..heh..tentu sa-ja melawan mu!"
Rin terkekeh sebagai respon balik untuk ekspresi wajah Todo yang ditunjukkan oleh nya.
"Oh aku ingin melihat bagaimana perlawanan mu sebagai anak satan "dia berbicara lebih dalam , sedikit menggunakan nada bass dan memberikan tenaga berlebih pada koumaken untuk semakin masuk kedalam organ vitalnya.
Kress.. suara itu begitu lembut dan meresahkan dirinya apakah barusan adalah suara organ vitalnya yang tertusuk oleh koumaken.
Dia bisa merasakan sesuatu dalam dirinya hancur sedikit demi sedikit ,Rin menyangga dirinya dengan siku kanan nya, kedua mata masih melihat Todo Seperti ingin memakannya bulat-bulat.
"Sangat ingin..." Lanjut Todo.
View of Yukio okumura
Krak..
Krak!..
Suara klik adalah satu-satunya bunyi selanjutnya ,dari rentetan gerakan yang dia lakukan .
Dia melakukan beberapa gerakan untuk menarik pelatuk pada ujung senapan nya yang bertipe side arm , gerakan yang biasanya disebut "trigger action" Setelah membuat spring magazine dan memasukkan selusin peluru kedalam dan menutupnya diakhir bunyi krek . menarik slide diatasnya dengan tangan kiri ,dan langsung mengokang senjata tepat didepan matanya sejajar dengan bahunya, tidak lupa kedua matanya juga menyipit.
"Pergi dari kakak ku todo!"ancamnya.
dia hanya perlu menekan pelatuk yang berada di (trigger) dan firing pin akan menekan pangkal peluru sehingga peluru akan meledak. Daya ledakan inilah yang melesatkan peluru keluar lewat laras pistol.
"Pergi dari sana Todo!"katanya lagi lebih keras.
meletakkan moncong barel di depan matanya, mengokangnya secara horizontal dan melawan arus angin yang berhembus kencang, menerbangkan sebagian rambut di kedua wajah nya.
Giginya bergemelutuk ketika menemukan kakaknya berada di posisi membahayakan lainya ,masih mengenakan kaos oblong berwarna hitam bertuliskan thank you 39 dan memakai Ponco berwarna krem . memperhatikannya untuk sesaat tertuju pada noda merah yang merembes keluar dari balik tubuh .Yukio mengambil langkah maju, memperpendek jarak seminim mungkin dari Rin .
"Cepat pergi dari sana!!" Lagi ,ucap nya keras , sampai Kakaknya mendongak.
"Kau telah berada di eksorsis lebih banyak dari orang ini ,kau pasti tahu posisi siapa yang berhak mengancam bukan "todo tersenyum padanya, tidak terganggu dengan ujung barel tepat didepan dahinya.
"Aku menggenggam kehidupan orang yang ingin kau lindungi , Yukio"orang itu berlutut di samping Rin , melepaskan gagang pedang koumaken dan meraup wajah kakaknya dalam sekali sentakan , menanamkan tiga dari kelima kuku jari kedalam kulit seputih porselen .
"Jadi menurut mu siapa yang berada di atas angin sekarang? Kau atau aku "Rin berekspresi jijik ditengah kesakitannya,saat jari telunjuk Todo membelai bibirnya secara erotis.
Yukio berdecih kesal ,dia membuat kakaknya Seperti seorang jalang yang butuh belaian .dia memercikkan bara api kedalam minyak tanah , dia berusaha membuat dirinya marah dan dia tahu betapa bencinya Rin ketika diperlakukan lemah seperti ini.
Dia selalu menjadi kakak yang kuat dan menutupi seluruh kelemahannya, memperlakukannya seperti itu adalah hinaan paling rendah bagi Rin .dibandingkan dengan ancaman Todo dia lebih takut dengan kakaknya yang akan mengamuk sebentar lagi.
Tapi seperti nya dia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan nya sekarang terutama dengan Aroma amis yang berasal dari dirinya.
"Apa yang kau inginkan .."balasnya,Yukio hanya perlu Todo untuk menjauh dari Rin ,jadi dia melakukan hal terjauh dari fikiran nya .Dan menyingkirkan konsekuensi terbesar didepannya yaitu keselamatan rin.
dia hanya ingin mencegah hal terburuk dari semua terjadi,setelah semua .dia tidak ingin melihat bagaimana cara dia melukai Kakaknya lebih jauh ataupun ,Dia tidak harus mengungkapkan nya dengan gamblang bukan , tentu saja dia tidak ingin mengatakannya terutama Jika itu terjadi.
Yaitu kematian Rin,dia benar-benar tidak ingin melihatnya .
Tidak.. pikir nya.
"Apa yang ku inginkan?..ah~akan ku beritahu pada mu Sekarang."
Todo merespon perkataan nya dengan lirikan sebelah mata"menunjukkan sesuatu padamu, bagaimana jika perkataan ku menjadi kenyataan"
tangan kanan Todo yang tadinya menggenggam wajah Rin ,menurun dengan cepat dan sekarang meraih pangkal leher ,kedua jarinya sengaja dia tekan kedalam dan menembus lapisan epidermis yang menyimpan lorong pernafasan Rin , sepasang jarinya mengerat dan menghentikan aktivitas pernafasan disekitar leher kakaknya yang berada dalam Kungkungan.
"Ohok!!"
Rin tersedak karena ludahnya, dia pasti kesulitan untuk bernafas saat cairan dari mulutnya memenuhi lubang pernafasan , kedua tangannya mencakar kedua tangan tangan Todo yang berjongkok diatasnya .
"Berhenti!!!" Tangan Yukio sudah dalam posisi menembak kearah Todo .
"Singkirkan tangan mu darinya!!"
Sialan , Yukio ingin berkata seribu bahasa yang dilarang oleh manusia untuk diucapkan .hal buruk selalu menimpa kakaknya dan Kenapa kali ini harus terjadi didepan matanya , dengan Suguro yang berada dibelakang . murid nya juga tidak membantu sama sekali dia hanya terduduk sambil kedua matanya seukuran bola tenis .
Sialan! apa dia hanya akan menjadi penonton pada siaran live detik-detik terbunuhnya kakaknya .
SIALAN!!!!
Dor!
Dor!
Dor!
Tiga ledakan terjadi dibelakang telinga, ledakan yang memicu peluru yang berada didalam bullet untuk meluncur keluar karena dorongan kedepan dari slide, peluru itu meluncur bebas meninggalkan moncong barel menembus lapisan udara tidak lupa kepulan debu berbentuk permen kapas di ujungnya sebagai bekas terakhirnya..
Krak,krak .
Setelah ke-tiga ledakan langsung saja tangan kanannya menarik slide,merasakan perpindahan proyektil ketempat bullet dan memposisikan kembali tangan kirinya sejajar.
"kau masih sanggup berdiri suguro! "Ucapnya tegas, memberikan perintah pada salah satu muridnya .
menemukan suguro ryuuji terduduk di tempatnya adalah hal konyol untuk dilihat , biasanya remaja didepannya selalu terlihat tangguh .
Bagaimana tidak .Tampang laki-laki dewasa (seorang preman ) dan rambut mohawk nya mengatakannya secara gamblang,tapi kali ini dia terduduk diatas tanah dengan sedikit kerah Ponco yang melorot memperlihatkan seragam sekolah seijuji gakuen , memperlihatkan kebalikan dari arti laki-laki.
Yukio memperhatikan tatanan rambut ala anak punk miliknya yang turun hingga menutupi sebagian wajahnya sesaat dia juga menangkap suara deru nafasnya yang keras dan tidak beraturan , Seperti nya pertarungan sebelumnya menguras tenagan dan fikiran nya .mata Yukio mengernyit pada jejak darah didepannya.
Apakah itu darah Rin atau darah suguro?
Dia melangkah maju. Masih dibelakang barel mengambil posisi siap menembak pada pria didepannya .
"Guru! Hati-hati dia .. berbahaya"tarikan di ujung jubah nya membuat nya membalikkan wajah dan punggung nya , untuk melihat bahwa murid terpintar dibawah bimbingan nya bergetar ketakutan .dia mengangguk sebagai jawaban .
"Aku sudah mengalami pertarungan dengan nya dan katamu memang benar." Dia menegakkan lengan dan menggenggam erat ojung pistol nya , siap menekan trigger.
"Dia bukan lagi Manusia,dia seorang iblis."
End POV
"Kehk...khek..."
Saburata Todo merasakan perasaan puas ketika mendengar suara kesakitan langsung dari kerongkongan anak iblis dibawah nya , merasakan bagaimana gerakan pernafasan nya semakin cepat untuk memasukkan udara kedalam paru-paru miliknya dan hal itu tidak berguna sama sekali.
Dia telah menyumbat lubang pernafasan dengan cakarnya , bahkan menghentikan laju darah di jantung dengan pedang miliknyanya . "kau lihat ini !! betapa mudahnya aku membunuh orang yang kau lindungi Yukio Kun ,aku bisa menghilangkan nyawa nya sekarang ...sangat mudah Yukio!?.." Matanya berbinar saat menemukan sesuatu yang menarik didepannya. "Sebentar lagi kau akan terbebas dari beban yang kau pikul dan kau bisa ikut dengan ku ke Illuminati khahaha ."
Illuminati?? Apa itu ,batin Rin.
Aku.. tidak akan membiarkan mu membawa adikku pikir nya kembali.
Okumura Rin melawan keinginan tubuhnya untuk istirahat dan membiarkan efek pertempuran sebelumnya mengambil alih dirinya ,memutar pupil matanya,itu hanya tindakan yang bisa dia lakukan selain mencakar tangan Todo untuk lepas dari batang pernafasan . "Illuminati..apa?." Dia melirik ke arah adiknya. "Aku tidak akan membiarkan itu,membawa..hhmu"
"Kau Dengan apa?"saburata Todo yang berada tepat diatasnya hanya menatap dengan pandangan mencela.kedua sisi bibirnya tertarik keatas untuk memperlihatkan senyum dengan gigi taring di kedua sudut mulut,dia tertawa terbahak-bahak , Mengolok-olok tindakan perlawanannya. "Mati" katanya dengan sedikit senyum. "Setelah ini kau akan mati ,kau tidak bisa menghentikan ku untuk membawa adikmu ."
Krek...
Ughhh
"Akhhhr"
Teriakan yang menggema ke udara menarik perhatian Yukio ,dan Suguro . Seperti nya semua perhatian saat ini tertuju pada Rin , orang yang saat ini benar-benar menderita karena siksaan pria saburata Todo.
"Nii-san!!" Teriak Yukio ,guru sekaligus adik Rin bergegas ke depan ,mendengar suara retakan tulang yang cukup nyaring membuat dia semakin kelabakan.
Orang itu berusaha mematahkan tulang leher kakaknya!.
Dor!!
Dorr!!
Dorr!!!
"Lepaskan tanganmu sekarang saburata Todo!" Suara Yukio tidak terkendali ,dia berteriak sekeras dia bisa bahkan mungkin ini adalah yang terkeras dari yang bisa didengar oleh suguro ryuuji.
Raut wajah juga menjelaskan bagaimana kondisi perasaannya sekarang ,dia pasti panik melihat keluarga satu-satunya menggeliat kesakitan .
"Mati!! Kau harus mati!!" Disana saburata Todo masih berusaha untuk memutus kehidup salah teman nya .
"Rin.."
"Akhhhr!!"
jangan biarkan kisah mu sama seperti ku. Aku tidak pernah menemukan kata maaf untuk ku sampaikan pada ayah ku suguro.
Kreet.. tangan nya berkerut menghancurkan dedaunan yang sudah kering dengan Sekali genggaman.
"Bukan berarti kau harus menemuinya untuk meminta maaf, tidak ..tidak secepat ini,"gumamnya.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja ,masih ada hal yang harus kau jelaskan padaku , monyet"kedua matanya menajam, dan suara dalam dia keluarkan itu adalah upaya untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Tetap bertahan Rin ,kami akan segera menghancurkan nya !!." Teriakan suguro mengundang dua reaksi yang berbeda dari ke-dua belah pihak ,satu perasaan lega dari Yukio .
Satu lagi perasaan benci dari saburata Todo yang ditunjukkan dari satu garis kerutan yang bertambah di dahinya mengumumkan ketidaksukaan untuk semangat yang disebar oleh nya.
"Ya! bertahan lah kakak kita akan menolong mu segera.."mata Yukio yang sedari tadi mengawasi Todo berpindah pada kakaknya ,dia masih berjuang untuk melepaskan belenggu dari kedua tangan saburata Todo .
"Ka-u..pi-kir siapa ak-u"jawab rin terbata-bata , hanya itu yang bisa dia katakan untuk merespon ucapan adiknya.
Itu melegakan jika dia bisa membalas kata darinya itu berarti dia memiliki tenaga untuk bertahan beberapa menit .
dia janji akan menyelamatkan kakaknya sekarang juga!.
"Kau bisa berdiri suguro "
"Hah.."
"Bagaimana keadaan mu."
"Lebih baik pikirkan orang yang disana,dia lebih membutuhkan perawatan dari pada aku "
Suguro yang tadinya berlutut di belakangnya , mulai menggerakkan otot-otot dan sendi-sendi yang berada di lututnya , untuk berdiri tegak . Yukio bisa melihat bagaimana kembali membara didalam sepasang mata berwarna honey itu yang berkilauan ditimpa sinar matahari pagi.
"Aku masih bisa bertarung beberapa jam lagi guru."ucapnya yakin
Pukul 4,30.waktu Kyoto .
Pertempuran sengit antara okumura bersaudara dan ryuuji suguro melawan saburata Todo dimulai!
"Mencoba untuk terlihat keren keh.."
Rin kembali bermonolog dengan tangan Todo yang masih menggenggam batang tenggorokannya, poni rambut yang berada didepan matanya menghalangi Todo untuk melihat bagaimana ekspresi nya.
"Sayang sekali tapi disini , akulah peran utamanya .."
Perlahan-lahan Rin menegakkan pandangan matanya , Hingga Todo bisa melihat dengan jelas kedua warna bola matanya yang bersinar biru keperakan dengan sedikit titik merah pada pupil matanya.
"Aku tidak akan kalah dari kalian semuaaaahhhh"kemudian dia berteriak nyaring , Membuat saburata Todo tersentak kebelakang.
Buak!!!
Tendangan keras langsung menghantam dada Todo ,dia terlempar beberapa cm dari tempatnya semula, tidak menyangkal gerakan tiba-tiba dari remaja yang bisa dipastikan akan mati dalam dua puluh menit lagi.
Plak!!
Bukan cuma sebuah tendangan tiba-tiba,dia juga menampar pipi Todo dengan tempurung keras kaki Nya.
Satu Gerakan memutar dan Rin berhasil kembali pada kedudukannya, berdiri diatas ke-dua kakinya.
"Hah..hah..aku.. tidak akan kalah dari.. iblis tua seperti mu"
Buak!!!
Plak!!
Setelah Suara tendangan darinya Berhenti ,Rin mulai mengambil nafas . Sedikit noda darah tertinggal di pergelangan kakinya , Apakah tadi dia berhasil Melukai saburata Todo,atau itu hanya darah miliknya?.
Entahlah , pikir nya acuh . Dengan Tangan kanan yang menggenggam erat koumaken ,dia tidak akan membiarkan pedang ini keluar dari genggamannya , apalagi sampai digunakan untuk melukai orang-orang yang disayanginya.
Tidak lagi,aku.. tidak akan membiarkan orang lain terluka karena mu . gumamnya sembari menggenggam bilah koumaken.
"Hah..hah..."
Rin Butuh beberapa menit untuk menarik udara dari luar ke dalam paru-parunya ,tiga menit dia menghitung.tapi itu terlalu lama , hanya untuk bernafas pikir nya skeptis.
Bagaimana cara ku membantu Yukio ,jika keadaan ku seperti ini.
Dia sengaja menambah kekuatan pegangannya pada bilah tajam koumaken ,menggelengkan kepalanya sebanyak tiga kali untuk mengusir kantuk yang tiba-tiba menyerang kepalanya. "Tidak , jangan Sekarang! Aku harus bertahan ,aku tidak mau menemui ayah .. tidak Sekarang..aku harus bertahan,Yukio.. akan sendirian jika aku Pergi."kepulan asap keluar dari mulutnya ,hasil oksidasi dari udara dingin yang bercampur di pernafasan nya.
Hyung.. kepalanya oleng ke sisi depan, diikuti seluruh bagian tubuh yang kehilangan kekuatan untuk berdiri , dan langsung di tarik oleh gaya gravitasi yang menurun.
"Guh.."
tap!.tapi satu dari kedua kakinya maju kedepan sebagai penahan.
"Sial.."Umpat nya ,kedua bahunya bergetar karena menahan rasa sakit, dan itu berakibat pada penglihatan dan pendengaran nya . pemandangan didepannya hanya membentuk liukan warna acak dan dia mulai mendengar suara nyanyian orang-orang disekitarnya Seperti lantunan pujian di waktu perayaan natal ,hebat! Sekarang dia menjadi tuli.
"Rin!!"
"Nii-san!!"
Baju dinas Yukio robek setengah, meninggalkan jejak compang-camping disekitar pinggang nya , memperlihatkan sedikit kemeja putih yang juga telah robek . Juga Pemandangan dimana suguro Ryuji berjuang penuh untuk berdiri dengan kedua tangan di lututnya adalah tangkapan sekilas dari kedua mata Rin .
Sepertinya kali ini dia harus mengakui jika musuh mereka tidak bisa diremehkan berdasarkan umurnya.
Rin mencondongkan tubuh ke depan, matanya menangkap bentuk-bentuk tidak jelas yang melayang dalam bayang-bayang. Dia bisa menangkap sosok malaikat kematian yang mengayunkan sabitnya ke kanan dan ke kiri .
Apa itu nyata atau Hanya imajinasi nya saja , karena keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk bergerak.tapi meski begitu dia tidak bisa membiarkan dirinya terlihat lemah barang secuil pun .
Karena dibelakang adiknya berdiri dan melihat nya .
"Apa itu?" Rin berpura-pura bertanya pada Yukio tanpa melihat wajah saudaranya. "Apa kau berbicara seperti itu pada saudara mu" Dia bisa merasakan kelemahan tepat dibelakang tubuhnya dan getaran yang meresap ke dalam kulitnya seperti tangan tangan hitam yang siap untuk melempar nya kedalam kegelapan tak berdasar .Rin menarik napas untuk memisahkan perasaan ketakutan dari dirinya sendiri.
"Pada kakakmu."
"Seperti nya kau lupa peranmu disini otouto "untuk pertama kalinya dia memanggil Yukio dengan panggilan adik , karena sebelumnya dia hanya memanggil nama depan nya saja .
"Akulah kakak yang bertugas untuk melindungi ,aku tidak Sudi berlindung di belakang bahu mu ."entah bagaimana dia bisa berkata dengan lancar tanpa satu kendala dari kondisi tubuhnya .
Dengan suara lantang dan keras dia menyadarkan adiknya yang selama ini bertindak tidak pada semestinya.
"Aku bisa melindungi diriku sendiri " jawabnya tegas.
Rin menoleh ke arah suguro ryuuji"dan tuan putri? Kau terlihat sangat berantakan Apa kau butuh tumpangan lagi menuju ke istana ,"
"kenapa kau terus menggoda ku hah!"
"Ya jika begitu kau bisa menunggu kan aku akan mengalahkan monster tua didepan dulu "
Grap! Kedua tangannya menggenggam pegangan pedang berwarna biru elektrik, menggenggam nya kuat berusaha menariknya dari dalam tubuhnya.
"Dan ..hah..aku.h tidak akan kalah dari nya.." meskipun sulit untuk dia katakan , karena Rin dapat melihat Kegelapan yang mampir dalam matanya dan membuyarkan sedikit fokus , hampir menjatuhkan dirinya dalam genangan merah dibawah kaki tapi dengan apik itu tertutupi karena sikapnya yang masih tegak berdiri.
diam untuk sesaat , memasukkan beberapa ton Udara kedalam paru-parunya saja. "Disinilah aku membuktikan bahwa aku tidak lah lemah seperti katamu."
tersenyum. Dan Cahaya yang tadinya sempat memudar kembali bersinar terang menampilkan api-api yang menari dalam kelopak mata membangkitkan sinar kemerahan aneh di inti mata pucatnya.
GRAP!
Tangan kanannya meraih bilah keperakan koumaken,dan satu tangan lagi menenggelamkan grip koumaken,berusaha mengikat nya dengan kelima jari , dia akan mengeluarkan pedang itu keluar dari dalam tubuhnya secara manual. Tanpa peduli jika setelah nya dia akan terbaring dalam genangan darah miliknya.
Aku harus melakukannya..
Membungkuk,mengencangkan cengkeramannya pada pegangan grip menyeimbangkan kuda-kuda dikedua kakinya
"YUKIO!!!".
BETT!!
SYAT!!
"Aku tidak akan membiarkan mu membawa adikku"
Kemudian Rin menempelkan mata pisau koumaken tepat di bawah dagu todo .
"tidak akan.."
"Kau benar-benar anak setan yah.." jawab Todo, orang itu masih tampak santai dengan seringai kecil di wajahnya. "Tapi aku yakin kau sudah tahu batas dirimu ."
"Sedikit demi sedikit kau akan kehilangan kelebihan mu sebagai iblis ,"tangan nya membelai warna silver pada koumaken koumaken pelan-pelan .
"Dan pada akhirnya kau juga mati seperti manusia lainnya."dia juga menempelkan sisinya di ujung lidah, menjilat ujung yang berwarna merah kehitam-hitaman .
Deg..
Deg...
"Bukan begitu.."
Dan kini giliran Rin yang membungkuk untuk meredam suara keras dari detak jantungnya.
benar, detak jantungnya berbunyi Seperti genderang perang ,kuat dan keras . bahkan dia bisa menghitungnya dalam sekian detik , tangan kanan yang berusaha menutupi lubang seukuran bola tenis hanya menjadi kesia-siaan karna itu tidak bisa menghentikan darah yang mengalir dari sana .
Dia tidak akan menyangkal bahwa keadaan nya semakin menurun . Dengan enggan, Rin mengangguk.
"Nah.. lihat kau orang yang lemah"ucap Todo bangga pada institusi nya yang tepat sasaran.
"Tapi itu tidak membuat ku menjadi orang yang lemah ,aku memiliki sesuatu untuk salam perpisahan ku " Rin melepaskan tangannya dari lubang di jantungnya , membiarkan udara untuk masuk secara leluasa . kemudian dia menatapnya untuk waktu yang lama. "Sesuatu yang tidak akan kau lupakan ."
"Saburata Todo.."kali ini Rin yang tersenyum miring.
"Aku tidak akan kalah dari kalian semuaaaahhhh"Yukio kaget dengan teriakan saudaranya yang menggelegar membawanya kembali sadar dari lamunan sesaat nya . Dia menggerakkan tangan nya kembali untuk bersiaga terangkat dan menggosok kebelakang slipe diatas pistol . melirik ke samping pada salah satu muridnya , dia juga terkejut seperti dirinya .
Apa yang membuat kakaknya berteriak begitu keras ?!
Meskipun dia tahu bahwa imunitas iblis secepat angin yang berhembus tapi dia yakin pada penglihatannya.jika pedang koumaken di dadanya telah menghambat penyembuhan iblis nya , apalagi dengan diamnya Rin di lima menit ini dan teriakan nya benar-benar menyadarkan dia .
Bahwa kakaknya masih tetap anak setan seperti yang dia tahu ,"Jangan cuma diam.ayo kita bantu nii-san ini kesempatan kita untuk mengambil nya dari Todo cepat! "Jawab Yukio dan Suguro pun mengangguk setuju .
Sekarang giliran Yukio yang memimpin suguro untuk maju ,dia berjalan perlahan.tidak berkeinginan untuk menginterupsi kedua orang yang sedang bertarung didepan .
Ini adalah kesempatan yang dibuat oleh Kakaknya dan dia tidak akan menyia-nyiakan nya begitu saja .
Dengan sekilas penglihatan yang ditangkapnya ,Yukio bisa melihat bagaimana cara Rin melepaskan diri dari saburata Todo . menghantam dada Todo dengan kaki dan melakukan tendangan dengan telapak kakinya yang bebas kembali menghantam bagian kepala Todo ,dan memang itu cara efektif untuk membuat iblis jadi-jadian itu menyingkir dari atas tubuhnya.
Cerdik Rin ! Pikir Yukio bersorak.
Tapi Setelah sorak Sorai tak terlihat yang dia banggakan , kedua matanya harus membulat kaget sampai-sampai dia merasakan rahangnya terbuka lebar , membiarkan udara keluar masuk Secara singkat .
Half-demon tidak! Kakaknya langsung mencabut koumaken pergi dari dalam tubuhnya ,tanpa menunggu dirinya untuk melakukan prosedur pencabutan secara aman ,dia bisa kehilangan nyawanya saat itu karena pendarahan atau karena kehabisan darah .
Bodoh dia bergumam lagi ,masih dengan mengendap-endap .Yukio telah memasuki jarak dua meter dari kakaknya dan siap mengambilnya dalam pelukan .
"Aku..tidak akan membiarkan mu membawa.."
"Hah..hah..adik ku"Rin setengah berlutut di saburata Todo ,Yukio berdecih Melihat kakaknya memeras tenaga .dia berusaha menghancurkan dirinya sendiri Kenapa dia tidak diam dan membiarkan diri nya untuk tampil kedepan , menggantikan peran heroik nya . apalagi aroma amis kian tercium dan memercik disegala tempat dia berdiri .
"Seharusnya dia diam saja jangan banyak bergerak itu bisa memperlebar lukanya! "
Yukio berkomentar langsung tanpa menurunkan suaranya dan Suguro yang berada dibelakangnya juga ikut berkomentar dengan sedikit ringisan.
"Dia memang seperti itu , bahkan setelah bertarung dengan iblis seribu tahun dan menyegelnya dia masih bisa berlagak sombong dan mengolok-olok ku .. dasar anak setan"kata suguro tapi dihiraukan oleh saudara okumura yang lebih muda lima menit.
Hal paling utama yang menyita seluruh perhatiannya adalah kakaknya .
Berpikir seribu cara untuk mengeluarkan nya dari posisi berbahaya Sekarang.
Bagaimana cara dia membalas Todo untuk apa yang dia lakukan pada saudaranya .
Apa yang akan dia lakukan setelah pertarungan ini , tentu saja dia akan mengobati Rin ! Dan dia akan kembali seperti sediakala .
Sampai yang terjauh apa yang akan dia lakukan ketika Gregory melihat semua kekacauan ini dan menyalahkan kakaknya atas insiden keluarnya api biru ke permukaan sekte myodharini.
Sialan! Banyak sekali yang harus dia lakukan untuk melindungi kakak nya
Terkadang untuk sekali dia ingin melihat kakaknya bersikap lemah dan membiarkan dirinya yang melindunginya , dia ingin sikap pantang menyerahnya untuk hilang dalam sekali waktu , karena Seperti ini dia lebih memilih bertarung daripada melihat bagaimana kondisi tubuhnya.
"Sudah cukup Rin!!"
Hati Yukio sendiri sakit melihat keadaan kakaknya saat itu, karena sikap keras kepala menjadi penghalang bagi kata-katanya untuk masuk kedalam lubang telinga , bahkan tampaknya rin menjadi tuli untuk sesaat .
Dia tetap berbicara Tanpa menghiraukan keberadaan nya .
Apa ada sesuatu yang menjadi tujuan nya bertarung sampai seperti itu? Sesuatu diantara mereka berdua yang Yukio sendiri tidak tahu , untuk apa dia bertarung Seperti itu! .
Demi dewa! Dia ingin tahu kenapa kakaknya Seperti itu .
Mengapa begitu sulit untuk membuatnya menyerah begitu saja , membiarkan dirinya yang mengambil alih pertarungan .
" Tak akan kubiarkan kau membawa adikku!!!"teriakan Rin akhirnya menyadarkan seluruh pikiran nya .
Kenapa dia bisa tidak mengetahui itu!
Dua kali kakaknya berkata kalimat yang sama .
Dua kali, dia memberitahu padanya bahwa ia berusaha keras untuk menghalangi niat saburata Todo yang ingin membawanya pergi.
Jadi aku,semua ini karena aku?batin yukio dengan mata membesar dua Mili .
Dia memaksa dirinya untuk menatap matanya, menemukan cahaya biru berkobar dengan cemerlang, apakah itu bentuk semangat dari Kakaknya.
Jika ya berarti dia tidak memiliki semangat yang sama seperti nya , karena matanya tidak bercahaya dalam kegelapan Seperti itu dan dia tidak bisa mengatakan apa yang harus dia katakan.
"kau adalah seorang guru sepertinya ,dan adikku lebih muda dari mu , harusnya kalian memiliki jiwa untuk melindungi order yang sama tapi kenapa kau malah berkhianat dan melukai teman-teman mu ..apa yang kau inginkan,apa yang kau dapatkan setelah kau bergabung dengan mereka.."
"Tolong beritahu aku.." meskipun arti kata yang rin ucapkan seharusnya memiliki ekspresi antusias karena meminta sebuah Jawaban tapi kenapa tidak ada satupun ekspresi wajah yang tersirat darinya.
Apakah itu Matanya yang berkaca-kaca.
Atau wajahnya yang tersenyum.
Tapi ketika dia lihat perubahan di kedua alisnya yang menukik tajam Yukio tahu ekspresi itu.
Curiga , kakaknya sedang mencurigai orang didepannya .
Apa yang ingin dia ketahui dari pertanyaan itu ,dan Kenapa dia bertanya disaat-saat Seperti ini .
Apa yang ingin dia ketahui dari saburata Todo?.
Dia tahu luar dalam kakaknya,dia adalah satu-satunya orang yang tertidur disetiap pelajaran bahkan pertanyaan sederhana seperti sudah berapa lama jam pelajaran berjalan dia tidak pernah tanyakan .jadi kenapa dia harus bertanya hal yang lebih rumit dari jangkauan otak nya (oh kau benar-benar meremehkan otak kakakmu Yukio Kun ;*)
"Kau juga bertanya pertanyaan yang sama seperti adikmu,dia juga"melirik padanya,"ingin tahu kenapa aku bergabung dengan Illuminati"
Seperti sudah menduga pertanyaan itu hadir dan keluar dari mulut Rin .manusia bernama saburata Todo itu malah tersenyum puas yang membuat ia ingin memukul wajahnya karena betapa lama dia menjawab pertanyaan itu.
Pertanyaan dari Rin .
"Sudah cukup kakak! Tidak perlu mempercayai semua Kata-katanya dia hanya pembohong !"
Yukio menegakkan moncong barrel di tangannya .dia terus waspada ,kali ini dia tidak akan melepaskan mata dari orang berbahaya yang telah melukai Kakaknya .
sementara bon yang berada disampingnya hanya seperti sebuah rumput di Padang Savana ,dia harus menjaga dirinya agar tidak membuat suara di keadaan yang kacau seperti ini .calon pendeta itu menggulung lengan bajunya, mengubahnya menjadi setengah tersingkap ,dan berjalan tepat disamping Yukio untuk mendengar kan pembicaraan Rin dengan Todo secara langsung mengikat seluruh perhatiannya pada dua mahluk ditengah sana .
"Aku memilih dia karena dia sama seperti ku"
Brrr...merinding adalah perasaan pertama yang dirasakan oleh Yukio begitupula dengan kedua orang seusianya.bagaimana secara halusnya sebaris kata mengalun pelan dari mulut saburata Todo , dia tidak tahu harus menjawab apa.
Serius dia dan Todo sama ? itu seperti pertanyaan ganda dimana dia membandingkan air asin dengan air payau .
"Seperti mu?"kakaknya membawa jawaban Todo semakin dalam ,apa dia tidak tahu jika adiknya tidak menginginkan penjelasan lebih lanjut dari si pria tiga puluh lima tahun.
"Kami terkekang oleh keluarga kami yang menginginkan kami kuat , tentu kau tahu apa maksud ku Yukio Kun"untuk Yukio dia tidak tahu persis kapan mata Todo berpindah padanya tapi dia bisa melihat bahwa seluruh visi pria itu tertuju padanya , mungkin karena wajahnya terdiam dihadapan nya , dia juga merasa bahwa dua pupil berwarna hitam menyuruhnya masuk semakin dalam menuju kegelapan yang dia tidak tahu kapan akhirnya.
"Dan karena itu kau berfikir bahwa kalian sama ?dan itu juga alasan mu untuk mengajak adikku kedalam organisasi abstrak bernama Illuminati ?"
Apa yang terjadi pikir nya ,suara kakaknya mulai meningkat . apakah Rin tidak Senang dengan jawabannya .jika ya kenapa dia marah Dan ekspresi selanjutnya yang di berikan oleh Kakaknya adalah senyuman yang terangkat sedikit dengan mata yang setengah menyipit terlihat sangat menghina ideologi saburata Todo.
"Iya..bukan itu saja kami akan menciptakan dunia tanpa ada rasa perbedaan dimana iblis dan manusia bisa bersatu , gehena dan assiah akan menjadi satu simphoni kehidupan dan tidak akan ada lagi yang bersikap superhero,"tapi sepertinya Todo tidak peduli dengan ekspresi mengejek Rin ,dia masih berlanjut dengan konsep kedamaian menurut Illuminati .
Tebakan beruntung , mungkin lelaki itu pikir dengan cara ini dia juga mengajak kakaknya untuk bergabung dengan nya ,dia membutuhkan konfirmasi segera dari saburata Todo.
Setelah tiga jawaban beruntung yang dia katakan pada kakaknya .Tiba-tiba, Rin diam, mata birunya menatap ke sudut dimana Yukio berada tepat di belakang tubuhnya,"he..hehehe"kali ini dia mendengar tawa Rin menggema dan sebuah senyuman lebar di wajahnya.
"Apa yang kau tertawa kan "Todo berseru, Seperti nya dia mulai berfikir bahwa kakaknya tidak waras.
Tentu saja semuanya yang disini akan berfikiran sama ,dia memiliki satu lubang di dadanya yang masih membanjiri tanah dengan darah , kelucuan apa yang terjadi hingga membuat nya tertawa.
Seolah-olah memperlihatkan dirinya sebagai seorang masokis yang menikmati rasa sakit.
"Kah..mu" seru Rin,"hah..."Yukio bisa melihat bagaimana Rin benar-benar membutuhkan usaha yang kuat untuk bernafas ,dia bahkan menggunakan spasi hanya untuk satu kalimat ,dia mulai khawatir dengan keadaannya .
Apalagi Dengan citra wajah kelelahan serta keringat yang menghiasi setiap sudut wajahnya dan kesepuluh jari-jari Rin yang tenggelam ke dalam grip koumaken .
Dia masih tersesat dalam fitur berantakan Rin sampai kedua gendang telinga nya menangkap kata provokasi dari Rin Kepada saburata Todo yang membuat si pemakan iblis untuk membunuhnya sekarang.
"menyedihkan.."
"Kau..menyedihkan.."
Rin mengulai perkataan nya sendiri sampai dua kali ,dan jelas itu menyulut amarah saburata Todo dalam satu waktu .
"Kamu!!!"
Begitu yukio mendengar teriakan Todo dia langsung memerintah kan kedua kakinya untuk berlari ,dia sudah memprediksi perkataan itu .
Sialan Rin bisakah kau tidak menuang minyak tanah kedalam bara api ,apa kau berharap bertemu dengan ayah segera!
Senyuman yang awalnya berkembang penuh diwajah pria saburata itu tiba-tiba memudar dan menghilang, digantikan oleh teriakan amarah .
"Dasar anak satan!"Dengan bogem mentah di tangan kanannya , dia menerjang Rin .
"Kau akan membayar kata-kata itu dengan nyawamu!"
"Matiii!!"
Buakhhh!!
Kemudian, dengan sangat ringan, ia mendorong kepalan tangan seukuran bola tenis kedalam dada Rin yang masih dalam tahap pemulihan ,sebagai tanggapan rasa sakit Rin berteriak kencang , mengangkat Kepalanya dan memuntahkan darah dari mulutnya .
"AKHHHR."
pria itu hanya mendengus, dia kembali memukul di titik yang sama dengan tinju lainya di tangan kiri , lututnya tertekuk sembilan puluh derajat dan menghantam langsung di antara tulang rusuk rin. menghentakan kaki depan memberikan tekanan lebih pada pukulan dari lututnya kali ini .
Semakin memperdalam luka di dada kakak nya ,ketika itu terjadi Yukio berharap bisa tiba disamping Rin secepatnya bahkan dia berharap memiliki sepasang sayap di kedua punggungnya .
Buak!!
Buak!!!
Buak!!!
Tiga pukulan dari kedua tangan dan kakinya, nyatanya terus memberikan rasa sakit tak tertahankan pada diri Rin dan lubang yang berada di dadanya menggandakan air berwarna merah menjadi dua kali lipat dari yang terakhir .
Srakkk!!!
itu adalah bunyi kasar yang berasal dari gesekan antara tanah dengan kedua kakinya . Otot pendorong di kedua kakinya berusaha menghentikan laju larinya saat dia sampai pada tempat Rin , perlahan tapi pasti kecepatan larinya semakin melambat , sebelum berubah menjadi sebuah langkah pelan.
Yukio bisa merasakan rongga perutnya melebar dan degup jantungnya berdetak kencang,suara bising yang tadinya memenuhi udara menjadi hening seketika dan dia memutuskan untuk mengambil pertanyaan meskipun tahu apa yang terjadi sebenarnya"nii-san.." kata yang keluar dari mulut terasa Kelu dan terasa hambar.
Kata itu tertuju pada kakaknya yang seluruh permukaan tubuhnya terendam air merah dan bau amis menguar pekat di sekelilingnya Seperti sebuah parfum ,jika bukan karena rambut hitam kebiruan yang terlihat disela-sela noda darah .dia pasti tidak mengenalinya sebagai saudaranya sendiri dan mungkin mengira itu adalah korban pengeroyokan , melihat dari seberapa kacau keadaannya sekarang di atas jubah pastel yang sekarang berwarna merah pekat .
"Rin..kau baik-baik saja.."katanya, tangannya menarik tubuh yang awalnya tergeletak ditengah tanah lapang kedalam sebuah pelukan besar ,tidak membiarkan seorang pun untuk melihat wajah kakaknya saat ini.Dua pasang mata melihat dirinya merendah .
"Kau masih sadar kan..niisan "meninggalkan seluruh rasa tinggi hati dan memanggil Rin dengan nama panggilan nya dari kecil ,yang Yukio yakin Rin sendiri sudah lupa jika dia pernah memanggil dirinya dengan sebutan itu . berapa lama dia tidak memanggil nya ?
tiga bulan atau lebih ,dia tidak mengingat kapan pastinya , mungkin sejak dia sibuk dengan urusan akademi dan kurangnya rasa persaudaraan padanya sehingga Ketika dia memanggil namanya dengan sebutan nii-san,dia berpikir bahwa itu bodoh dan kekanakan.dan dari Rin yang membiarkanya begitu saja .
"Nii-san.."
Plak..
Plak..
Dia menepuk pipinya dua kali dengan tekanan rendah hanya untuk sebuah respon helaan nafas.
"Hah..hah.. yu-ki.."
Ladang hitam kebiru-biruan dengan warna merah sebagai warna gradasinya adalah salah satu anggota tubuh dari yang bisa dia lihat , sebelum kedua matanya beralih pada dua permata biru yang menyembul,keluar dari celah pucat kelopak matanya.
Rin kembali mengambil seluruh kesadarannya.
"Nii-san Bertahanlah aku akan mencari bantuan segera !" Suaranya terdengar sangat antusias ,tentu saja begitu .
Dia sangat senang ketika dada Rin naik turun dengan irama yang sama .
"Kau Bisa bertahan kan .. nii-san"
"..." Orang yang dia panggil nii-san hanya mengangguk kan kepalanya.
"Suguro cepat cari tim medis! Seharusnya Sekarang ada heli yang menjemput kepala pendeta ,bawa heli itu kesini." Tatapan matanya beralih pada orang dibelakangnya yang berdiri dengan keadaan yang sama menyedihkannya , apakah itu adalah omong kosong untuk semangat yang dia teriakan .
Suguro ryuuji berdiri setengah membungkuk dua tangan nya yang panjang menjangkau lututnya dan berpegangan penuh .
"Cepat dapatkan pertolongan untuk nii-san sekarang! "
"Baik.."suguro membalas perintah darinya dengan baik ,dia berlari kebelakang dan mulai memasuki area hutan yang lebat,dimana matanya tidak bisa menembus nya .
"nii-san bertahanlah, pertolongan akan segera datang!"
Yukio mengangkat pandangannya ke Rin dan Melihat respon anggukkan darinya sebelum dia berdiri dan menyapa pandangan orang didepannya,dalang dari dua percobaan pembunuhan malam ini.
"Saburata Todo.." orang-orang yang mendengar suaranya pasti mengerti apa tindakan yang akan diambil oleh nya pada orang ini.
Dia telah melakukan tindakan tercela dengan menipu keluarga hojo ,diamemikat nya untuk terjebak dalam tipu daya ,mengambil mata impure king dari ordo dan yang terakhir melakukan pembunuhan pada petinggi kuil ,ayah suguro ryuuji.dia yakin untuk kali ini Yukio tidak akan mendapatkan hukuman atau sanksi apapun jika melakukan eksekusi ditempat pada orang ini , sudah jelas bukan Gregory akan menyetujui alasannya.
Dia melakukan tindakan pembunuhan pada anak didik dan kakaknya, satu-satunya keluarga yang dia miliki .
"Okumura kun-" berbeda dengan sikap yang ditunjukkan pada kakaknya ,kali ini dia tersenyum saat menerjemahkan nama keluarganya. "Kau memiliki nama pemberian dari paladin begitu indah ,juga tindakan dan cara berpikir mu yang sama dengan nya membuat ku tidak bisa mempercayai bahwa kalian adalah saudara ke-"
"Apakah itu alasan mu untuk menargetkan kakak ku kali ini ! "Dia tidak perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari seorang penipu Seperti nya .
"Tentu saja.."Todo kemudian berbicara lagi. "Orang-orang selalu menilai dia adalah pengganggu bagi seorang penuh masa depan seperti mu ,para guru berkata bahwa kau adalah sebuah keajaiban dan sudah menjadi kebiasaan untuk mu membawa keberhasilan dalam misi yang kau miliki,solo atau tim itu tidak masalah ,dan aku mau kau tetap seperti itu."
Yukio berdecih menajamkan matanya dia mengucapkan kata-kata sialan yang tidak terdengar jelas dan mengambil gagang grip pistol G2 GLOCK miliknya,meletakkan jari telunjuk nya pada pemicu.Kemudian dia meletakkan nya didepan penglihatannya ,kali ini dia menetapkan arah serangan proyektil tepat diatas mata dan dahi saburata .
Dor!
Satu peluru berwarna tembaga meluncur lurus membawa sedikit embun pagi ,membentuk bola-bola kecil yang akan terbawa oleh angin .
Jleb!!
Bunyi teredam dari proyektil adalah tanda-tandanya bahwa benda padat yang terbuat dari besi dan dilapisi oleh tembaga itu menabrak benda padat lainya .
Dor!!
Satu mengenai bagian bahu kiri .
Dor!!
Satu lagi mengenai bahu kanannya.
Setelah tiga tembakan beruntun .Yukio menganggukkan kepalanya dan membuka magazine spring untuk melihat berapa sisa proyektil didalamnya .
Hanya ada tiga tembakan lagi ,aku harus menyelesaikan nya segera ,pikir nya.
"Yu..Kio"
Gumaman yang mengalir di antara hawa dingin angin fajar menjadikan semua suara dalam keheningan untuk sesaat.
"Yu-kio"lagi suara itu keluar sebagai sebuah patahan daun ranting dari mahluk terlemah yang hanya bisa terbaring dibelakang tubuhnya , meringkuk menahan kedua lututnya .
"Ada apa nii-san.." si bungsu dari dua saudara kembar melangkah kebelakang tanpa mengalihkan pandangannya pada musuh yang berpakaian coklat muda dan tanda salib sejati bersinar terang disamping bahunya.
"Bis-a kau bantu aku berdiri.."
Singg...
"Kau mau apa?"tanya Yukio penasaran.
"Bertarung.. tentu saja"
"Kau mau apa! Bagaimana bisa kau bertarung dengan keadaan seperti itu!"kali ini dia mengucapkan perkataan nya dengan sedikit urat kemarahan di pelipis kiri nya.
"Aku bisa ..kau pikir siapa aku?"
"Nii-san.."
"Kali ini aku tidak akan membiarkan mu bertarung sendirian , cepat bantu aku berdiri baka-otouto.."
Kedua mata berbeda warna saling bertemu dalam satu pandangan . antara Rin dan Yukio ,adu tatapan sempat terjadi untuk membuktikan siapa yang paling lama menatap sampai salah satu dari keduanya memberikan respon.
"Tidak! Kau beristirahat saja disana aku bisa menanganinya sendiri.."jawab Yukio tegas.
Dia tidak akan menuruti keinginan egois kakaknya yang hanya ingin bertarung ,dia lebih baik memikirkan dirinya sendiri untuk pulih dengan kekuatan iblis nya . "Percaya padaku,aku bisa menangani ini sendiri." dan dia mengokang senjatanya kembali.
"Ah ya okumura Kun , bisa aku bertanya sesuatu padamu?"
Sebelum Yukio menarik pelatuk nya yang akan membuat slide didalam GLOCK dari pelontar dan meledakkan ekor peluru miliknya, laki-laki bernama saburata Todo itu bertanya dengan jari telunjuk didepan matanya tepat seperti anak SD yang sedang menanyakan pertanyaan pada gurunya.
"..."tapi dia tidak menanggapi perkataan itu dan hanya meliriknya sekilas.
"Kamu dan kakakmu bisa menyerang bersamaan ,aku tidak peduli dengan pertandingan tidak adil ,dua lawan satu Seperti nya lebih menantang ."
Keputusan nya untuk menanggapi pertanyaan itu sepertinya berbuah penyesalan , karena dia harus mendengar ocehan penuh nada Sombong lainya dari saburata Todo.
"Dan lagi apa yang bisa diperbuat oleh orang lumpuh seperti nya."Todo mengoceh dengan suara riang tidak menyadari raut wajah Yukio yang mengancam nyawanya.
"Dia bisa saja membunuh mu Todo.."
Sebaris kata dari Yukio mampu membuat nya langsung terdiam dan menghentikan tawa jahat dari mulutnya.
"Lewat ke-dua tangan ku "
Tap!!!
Yukio melangkah ke depan dengan tergesa-gesa tanpa melihat bagaimana situasi nya dia menyerang Todo menggunakan tangan kosong . Sebuah pukulan dia arahkan pada kepalanya berusaha menghancurkan wajah Todo yang menyeringai lebar.
Wush...bogem mentah darinya membelah udara meninggalkan satu sisi dengan tirai yang terbuat dari embun pagi .
grap!!
Kemudian bogem mentah dari tangan kanannya berhasil di hentikan oleh tangan kiri todo.
"Gerakan mu semakin melambat Yukio kun.."senyum tipis yang terikat diwajahnya semakin memberikan tekanan pada kedua sisi gigi geraham Yukio , meskipun begitu dia tetap memberikan tekanan pada tinjunya mendorong Todo kebelakang .
"Apakah kau yakin dengan cara seperti itu bisa membunuh ku ? " Sebuah senyuman terlintas Di sudut wajah Yukio sebelum kemungkinan paling mustahil muncul .
Yaitu Yukio melakukan perkelahian menggunakan kepalanya .
Buak!!!
Ada gambar buram menyerang penglihatan Todo ,dia Sudah menduga banyak kemungkinan pada pertarungan yang akan diambil oleh orang didepan nya tapi tidak sekalipun dia memikirkan hal licik seperti ini .
"Kau..!!!" Mantan ketua devisi sheishinbu cabang Tokyo menurunkan kepalanya dan memegang lubang hidungnya untuk meredam mimisan yang keluar dari jalur pernafasannya .
"Curang? Dalam pertarungan tidak ada kecurangan Todo , semuanya boleh dilakukan asal itu bisa mengalahkan mu "
"berkaca dulu sebelum berkata Todo" Yukio tidak peduli dengan darah yang mengalir dari kedua lubang hidungnya ,dalam hal ini kepalanya berputar seperti biang Lala siraman hiburan .
Sekarang dia tahu kenapa juri , iblis sebesar tiga lantai ,kalah dalam pertarungan dengan kakaknya .dia pasti tidak memiliki kepala yang keras seperti kakak nya.
bernafas dengan rongga hidung penuh bau amis adalah sesuatu yang mengerikan jika kau adalah hematophobia ini menjadi pertarungan yang paling sulit dan memiliki hambatan tersendiri bagi kalian , kalian tidak akan sanggup tetap berdiri pada ke-dua kaki apalagi meredam jeritan kalian pada warna merah yang melumuri hampir seluruh permukaan tanah apalagi dengan suhu udara yang menurun drastis bau itu akan terjebak di hidung mu untuk waktu yang lama.
"Hah..hah.."
Pertarungan nya dengan saburata Todo menyita hampir seluruh perhatiannya dan ketika dia menengok pada tempat Rin berbaring ,dia telah mengambil kedua tangan dan kakinya dalam posisi merangkak .
"Yu..kio"meskipun getaran sesekali Membuat tubuhnya kembali ke atas permukaan .dia bersyukur bahwa rona wajah Rin tidak sepucat tiga menit yang lalu .
Apakah dia harus berterimakasih kepada kekuatan iblis yang mampu mengembalikan regenerasinya lebih tinggi dari kebanyakan manusia.
"Aku disini Yukio !!"
Buakh!!!
Akibat dari matanya yang berpindah pada Rin dia harus menerima pukulan di pipi kirinya .
"Apakau tidak diajari oleh paladin yang agung bahwa memindahkan mata mu untuk sepersekian detik bisa sangat berbahaya"ucap pelaku pemukulan .
"Tentu saja ,ayahku mengajari ku semua yang dia tahu"Dia menjawab dengan percaya diri.
Ketika Todo mengambil satu pukulan menusuk ke tulang rusuk nya ,dia memiringkan tubuhnya tepat pada dua detik sebelum itu terjadi.yukio mampu menghindar dan membalikkan keadaan dengan menekuk tangan saburata Todo kearah tulang rusuk nya sendiri dan menghantam perutnya menggunakan lutut bagian kanan dimana dia masih menggunakan sepatu boot khas militer.
"Kau suka jamuanku ,todo." Kata Yukio sedikit ceria. Dia telah melihat Kakaknya baik-baik saja ,itu membawa dampak positif bagi dirinya.
Dia bisa bertarung Dengan leluasa Tanpa harus khawatir pada kesehatan nya . Kemudian dia menarik pelatuk pistol dan membiarkan peluru itu meluncur bebas pada Todo , mengikuti arah angin, menembus lapisan lunak pada tangan kanannya . "Kurasa ini akan menambah kesan pada penampilan mu lebih mewah "Yukio ingin sekali tertawa pada situasi yang berbalik padanya ,dia harus nya percaya pada pepatah kuno .
Orang baik selalu mendapatkan takdir yang baik dan disini penjahatnya adalah saburata Todo jadi dia akan memiliki takdir terburuk malam ini , lewat dirinya .
Todo tertawa, "kau pikir begitu karena aku yakin aku sudah menggenggam kartu truf milikmu jadi harusnya akulah yang tertawa disini ."seringai yang tadinya berkembang di wajah Yukio hilang entah kemana ,dia tidak mampu membalas untuk kata-kata todo.
Dia berpikir keras apa kartu truf yang dia miliki,yang dapat digunakan oleh orang didepan nya sebagai kelemahannya?.
"kakak mu,kartu truf milikmu adalah dia.." tawa kecil dari saburata Todo menyadarkan pemikiran "Ayo, Sayang, bagaimana jika kau benar-benar melihat kematian nya saat ini yang bisa ku wujudkan sekarang "
Yukio menoleh tepat pada waktunya untuk melihat bola api yang melayang diatas kepala kakaknya, terbuat dari lava pijar yang akan menghantam Rin dalam hitungan detik ,Panas terik memancar dari nyala api yang bersinar terang.
"Nii-san!!"
Yukio tersentak .secara naluriah dia berjalan terhuyung-huyung membalik tubuhnya dan berlari mendekat kearah gumpalan nyala api yang menukik turun. mengangkat tangannya untuk meraih saudaranya yang masih dalam posisi merangkak , Cahaya yang terpancar membayangi setengah wajah menghalangi matanya dari melihat ekspresi manusia setengah iblis itu .
Sial! Jaraknya terlalu jauh .
"Sudah kukatakan berapa kali! , Lawan mu adalah aku !!"teriak Todo yang berada dibelakangnya , dia menggenggam ujung jubah eksorsis nya menariknya dan menghentikan perjalanannya.
"NII-SAN!!"
KABOOMMMMM!!!
BLAARHHHH!!!
"NII-SAN!!!!!"
Teriakannya menggelar dengan sangat keras ,tapi itu belum cukup untuk menghentikan api yang menjalar dan membakar permukaan , hantaman keras dan daya hempas udara panas sempat menerpa wajah Nya.menyebabkan dirinya menjauh karena kejutan pada permukaan bumi ,dia tertunduk sedih air mata tidak bisa dia bendung ketika melihat permukaan yang tadinya di tempati oleh kakaknya terbakar dengan cepat menyisakan lubang besar berdiameter dua meter sampai di kedua sisinya .
"Nii-san.."dia masih belum berdiri dari tempatnya, memandang dengan sedih pada lubang hitam yang tidak terlihat dasarnya.
Memikirkan kemungkinan untuk keselamatan Rin sama seperti sebuah keajaiban , apakah dia akan baik-baik saja setelah itu,atau apakah dia bisa mengambil sisa-sisa jasadnya dari lubang yang tidak diketahui dasarnya itu.
"Hahaha lihat! aku telah membunuh ancaman terbesar dunia!"Todo kembali dengan tawanya, bahkan dia merentangkan kedua tangannya dan dengan beraninya menunjuk pada lubang bekas serangan nya Dengan suara penuh kebanggaan.
"Aku sudah membunuh anak satan!aku yang terkuat disini khahaha"dia tidak malu mengakui perbuatannya , berteriak tertawa juga berkacak pinggang seolah-olah telah melakukan tindakan terpuji yang sebenarnya sangat dibenci oleh tuhan.
"Akulah yang terkuat disini.."ucapnya penuh kesombongan, menegaskan bagaimana dirinya.
Tes...
Tes...
Nii-san..
Aku gagal melindungi mu..
Aku ..ayah maafkan aku ,aku tidak bisa..
Yukio kembali berbicara pada dirinya lagi ,tentang bagaimana dia tidak bisa melindungi kakaknya .dia memohonpada jiwa ayahnya yang pergi sebelum dia untuk memaafkan kelalaiannya , sehingga melupakan keselamatan kakaknya . dia bisa memilih mundur dan membawa Rin pergi tapi dalam pertempuran ini dia mendahulukan emosi karena perbuatan Todo pada Rin,dia terpicu dendam sesaat.
Maafkan aku ayah
dengan harga diri serendah-rendahnya dia menundukkan kepalanya, membiarkan kehormatan yang biasanya dia junjung tinggi turun lebih rendah . Yukio telah kehilangan kata-kata penuh semangat , semuanya hilang dan pergi, bahwa ia harus mengakui kegagalannya .
Maafkan aku nii-san...
CTHING...
Denting besi terdengar nyaring Seperti ada yang menjatuhkan lonceng dari ketinggian , mengirim bunyi berdenging keras yang membuat nya membeku.
Suara apa itu.
"JANGAN MEREMEHKAN KU YUKIO!!!"kemudian dia mendengar suara kakaknya berada tepat di belakang tubuhnya.
"Nii-san.."katanya datang sebagai rasa penasaran .
Melihat kesegala arah Hingga akhirnya pandangan matanya mendarat pada orang yang melayang diatas tubuh saburata Todo.
Orang yang disana adalah Kakaknya!
"Nii-san!"jawab nya cerah.
"Dasar bodoh.. bisa-bisa nya kau bersikap melankolis disaat seperti ini ,aku tidak selemah itu tau "sebagai respon dari Kakaknya,dia tersenyum dengan deretan gigi yang bisa dia hitung.
"Sebelum kau menangis seharusnya kau kalahkan dulu musuhmu ."kedua mata birunya melirik pada orang yang berada di genggaman nya .
"Seperti ini.."lanjut nya .
Buak!!!
Rin meletakkan kepalan tangannya di pipi kanan Todo ,dia juga menambahkan senyuman sayang sebagai pengantar pada pukulan nya kali ini . Dia tahu persis apa yang dia lakukan ,dia melakukan pukulan kali ini dengan penuh hati-hati.
"Ceh..kalian berdua bersaudara benar-benar anak kembar yah.." ucap Todo , musuhnya kali ini benar-benar menyusahkan ,dia masih bisa tersenyum meski sebagian rahangnya hancur karena pukulan kakaknya.
"Bahkan serangan kalian sama .. dasar menyebalkan"
Mungkin itu Hal mudah bagi saburata Todo untuk memulihkan diri dari pukulan keras kakaknya Rin . setelah dia bergabung dengan karura dia mampu mengembalikan tubuhnya secepat dia bisa , bahkan dari titik abu paling sedikit .
Jika pemikiran nya benar pukulan barusan hanya seperti garukan yang mengobati rasa gatal saburata Todo.the half-demon wannabe itu hanya perlu memberikan sedikit energi penyembuhan milik karura ke pipi kanannya dan wallaa.. lapisan epidermis kembali seperti semula,mulus seperti kulit bayi.
"hanya itu yang kau bisa lakukan okumura Rin,"ucap nya Sambil mengalihkan pandangan dari Yukio ke kembarannya yang memiliki perawakan hampir sama .
"Bagaimana jika ku perlihatkan padamu , apa yang disebut serangan bagi ku .."kali ini dia kata-katanya terdengar kosong,Yukio menelan ludah kasar.
Pikirannya berkelana pada kekuatan karura ,apa dia akan membuat kakaknya mendapatkan luka fatal.
Todo Merenggangkan kepalan tangan nya sedikit ,dua jari tangan nya tertekuk .kedua jari adalah jari telunjuk dan jempol yang mengunci dengan sedikit rongga udara itu adalah posisi untuk menyentil sesuatu, Seperti permainan kelereng yang pernah dia mainkan sewaktu kecil. .
"Brilliant attack! " Jawab Todo Setengah berteriak.
Swingggg!!!
Tiba-tiba ada jalur lurus yang terbuat dari angin , menembus dan menghancurkan permukaan kulit bumi , meluluhlantakkan bebatuan menjadi serpihan batu krikil dan itu mengarah ke mereka berdua .
"Sial!"Rin berdecih kesal.
Grap!!
Tangan kanannya menggenggam kerah bajunya keatas,mirip seperti menjinjing tas kulit.
"Nii-san?"Yukio bertanya pada tindakan Rin yang merendahkan nya .
"Ayo pergi dari sini yukio!"Rin menggunakan tangan kiri nya untuk meremas pundak Yukio , tidak terlalu kuat tapi cukup membuat Yukio diam dan tidak bertanya kembali .
"Kita harus pergi dari sini secepatnya." Dia berbisik dan matanya terpaku erat pada dirinya. "Aku percaya padamu" berkatanya pelan, Tanpa dia sadari kata itu tertancap erat di otaknya . "Tapi dalam kepercayaan itu ada ketakutan ku ,maka dari itu ." Rin membungkus dirinya dalam satu pelukan,dia mengembalikan pelukan yang dia berikan beberapa menit lalu .
Tapi kali ini ,Yukio bisa merasakan bahwa kakaknya sangat berhati-hati dalam menjaga ucapan nya dan sehingga ada intonasi yang tepat disetiap suku katanya . "Kali ini kita lawan dia bersama-sama.."
"Kenap-."
SWING!!!!!
Sebelum dia berhasil untuk menyelesaikan perkataannya ada Cahaya kebiruan yang membutakan seluruh Indra penglihatan, mengaburkan warna abu-abu yang ada didepannya dan memenuhi semuanya dengan warna biru ocean . perutnya juga bergejolak hebat ,dan Yukio harus menahan rasa mual saat guncangan hebat yang berlari kencang di perutnya.
TAP..
Bruk..
Hoek!! Yukio memuntahkan seluruh makan malam nya kali ini.
"Nah..sudah sampai"jawab Rin tidak peduli.
"Maaf untuk pendaratan keras nya ?aku baru mengangkut seseorang ,yah pengalaman tidak menyenangkan."
"Bagaimana keadaan mu.."
Yukio mengacuhkan semua pertanyaan itu dan berfokus pada titik fokus di kedua matanya yang sempat bergoyang.
Bukanya ini tempat ku bertarung dengan saburata Todo pertama kali , pikir nya .
Melihat banyaknya pepohonan pinus yang menjulang dan semak belukar berdaun lancip yang menusuk kesegala arah ,ya ini adalah tempatnya berdiri dan berhadapan langsung dengan saburata Todo untuk pertama kalinya .
Dan lebih mengejutkan lagi,ini terletak dua ratus meter dari tempat semula, bagaimana dia bisa berpindah secepat itu??.
Swinggg!!!
BLAARHHHH!!!
Kemudian suara berdesing yang menghancurkan sebagian landscape hutan adalah pemandangan epik dan sangat jarang terjadi , karena itu hampir membabat habis pepohonan pencakar langit dalam waktu singkat , mengubahnya menjadi lereng gundul tanpa secuil kehidupan.
"Wow..aku tidak akan tahu bagaimana jadinya jika kita tetap disana."ucap Rin Santai,dia tidak terkejut melihat pemandangan itu .
setelah dua liter air liur yang keluar dari mulutnya , dan membersihkan sisa-sisa muntahan hanya dengan menggeser pasir ,Yukio Kembali berdiri.
"Apa yang terja-"dia menoleh ke arah kakaknya dan kedua matanya terbuka lebar.
Bruk..
"Ugh..rin apa yang terjadi?..hei nii-san!"dia menghentikan dirinya untuk bertanya lebih , ketika melihat tumpuan kaki Rin mulai goyang dan oleng ke belakang ,tepat dihadapanya kedua tangan nya menangkap tubuh Rin sebelum mendarat dengan keras di atas tanah ,membalikkan punggungnya,dan melihat luka menganga yang masih dibalut oleh warna merah yang berkilauan di timpa cahaya fajar .
"Nii-san!.."
Mereka berdua masih bertumpu pada bahu satu sama lain dibukit berpasir ,dari tempat yang dulunya sebuah hutan lebat. Rin meraih pergelangan tangan Yukio seperti itu adalah satu-satunya tempat ternyaman di dunia,dia meninggalkan senjata hitam bersarung hitam disampingnya .
"Aku..masih sanggup bertarung!"Yukio memandang sedih pada gumpalan berwarna hitam kebiruan yang sesekali menunduk ,dia bisa melihat jejak merah di Masing-masing helai rambut kakaknya bahkan suara nafasnya yang meninggi kala menemukan sumbatan terdengar seperti jeritan orang sekarat.
"Sudah cukup nii-san.." jawabnya pelan,"kau tidak perlu bertarung lagi"
"Aku..ma-sih ku-hok"
"Berhenti.. kumohon," bisik Yukio, dengan satu tangan mencengkeram erat bahu Rin ,dia mencoba menghentikan semangat bertarung kakaknya .
Kenapa sangat sulit untuk melarangnya berhenti! Dia hanya meminta untuk menjadi lebih lemah saat ini ini ,apa dia masih berpikir bahwa dia meremehkan kekuatan kakaknya.
"Aku..akan tetap disini.."dan pada akhirnya dia lah yang selalu mengalah.dan hanya anggukan kecil menjadi respon Yukio.
Rin tersenyum puas melihat respon kecil dari Yukio , menarik satu sudut bibirnya dia berkata pelan ." sekarang aku mengerti kenapa kau dan ayah menyembunyikan kan ku dari Vatikan dan satan ,kalian tidak ingin aku terluka." Dia berhenti dan menutup matanya sebentar. "Tapi kemudian salah satu dari kalian pergi ,ini menyadarkan ku bahwa satan lebih berbahaya dari siapapun ."
"Dia melakukan apapun untuk mendapatkan semua yang dia mau termasuk aku dan kamu "ucapnya dengan wajah serius.
"Kau tidak akan bisa menangani ini sendirian lagi ,maka dari itu biarkan aku membantu mu "ucap Rin langsung
" Baiklah.., " bisik Yukio ,dia mengarahkan pandangannya ke tanah ketika merasakan gerakan dari kakaknya. dia tidak memikirkan bagaimana ucapan memohon dari Kakaknya membawa dampak pasrah seperti ini pada dirinya ,dia tidak bisa berkata tidak pada kata-kata itu . " ayo kita lawan dia bersama-sama..adikku."
Sebelum dia dapat menjawab ajakan dari Kakaknya,yukio Mendapati ada seberkas cahaya yang meluncur dengan kecepatan tinggi menghantam keras serta menghancurkan sebagian landscape disertai Cairan berwarna merah menyala yang keluar dari perut bumi .
Apakah itu lava! Pikir Yukio panik .
Yukio menahan diri untuk tidak berlari menjauh saat melihat lava itu mulai merambat kearahnya ,memasuki jarak sepuluh meter, kecepatannya tidak dapat diukur menggunakan logika .
Dia hanya bisa menyimpulkan itu sangat cepat! ,Dari cairan muncul sampai sekarang wajahnya dapat merasakan panas yang mengubah batang pohon menjadi bara api .
"Sial.."umpat Rin tanpa menengok kebelakang.
Melihat dari balik bahunya, apakah kakaknya mengumpat untuk situasi ini atau karena keadaannya yang semakin rawan.dia melihat jejak tetesan darah yang masih jatuh dari ujung pakaiannya. Yukio berpikir sejenak apakah ini adalah pilihan yang tepat , terus membiarkan Kakaknya bertarung dengan keadaan seperti ini.
"Nii-san.. apakau yakin dengan keadaan mu?"
"Apa kau masih mengkhawatirkan ku? "
"Tentu saja! Lihat bagaimana luka mu ,itu belum menutup dengan sempurna!aku tidak bisa melihat mu bertarung dengan Seperti itu...aku"
Tap...
Ucapan nya terhenti ketika dia merasakan tarikan di bahunya yang berasal dari tangan Rin .
"Aku masih bisa berdiri sampai matahari muncul tau.. sekarang pikir kan bagaimana cara kita menghentikan itu.."
Dia berkedip beberapa kali karena terkejut akan respon santai dari Kakaknya .
Sampai matahari terbit..kurang dari dua puluh menit lagi.
Krak!
Dia mengokang senjatanya tepat diatas arah lava itu , ke-dua matanya terfokus untuk menghentikan laju lava hasil karya Todo , ini adalah langkah mustahil untuk dilakukan oleh seseorang . mengalahkan kekuatan alam dengan sebuah proyektil yang benar saja!
Dia tidak memiliki kekuatan yang bisa menghentikan cairan panas yang keluar dari perut bumi .
Tunggu..
Panas? Hal termudah yang terpikir adalah lawan dari zat panas ,yaitu dingin dan dia bisa mengeluarkan itu.
dia cukup memanggil naiad dan membuat air bah disekelilingnya untuk merubah lava menjadi bebatuan , begitu mudah tapi Juga sulit . Karena dia tahu kekuatan spiritual nya tidak cukup untuk memanggil satu naiad dari alam Rin .
Bersikap tenang lah Yukio .
Pikir kan yang lain ? Tapi apa! Ucap pada dirinya sendiri.dia berdebat dengan pikirannya sendiri .
Tidak ada cara lain batinya .
Slash...
Curr..
"APA YANG INGIN KAU LAKUKAN YUKIO!"kakaknya berteriak kaget , Ketika tahu bahwa dirinya sedang menusukan telapak tangannya pada mata pisau koumaken .
"aku akan menghentikan lava itu sementara kau mencari dimana keberadaan todo,kita cuma harus membuat nya berhenti "menarik secarik kertas pemanggilan dari kantong utility nya dengan tangan kiri , sementara tangan kanannya sibuk membuat huruf-huruf pemanggilan diatas tanah .
"Apa kau yakin itu bisa kau lakukan sekarang" Tapi Rin tetap berdiri disampingnya , tidak melakukan apa yang dia perintahkan."Bukanya kamu telah memanggil naiad tadi ,apa baik-baik saja untuk memanggil nya kembali."Rin bertanya kepada nya dengan rasa ingin tahu ,memberi jeda untuk ucapan , berekspresi ragu.
Kenapa dia berekspresi seperti itu apa dia tahu konsekuensi dari pemanggilan naiad ,dan sejak kapan dia tahu tentang dirinya yang bisa memanggil mahluk dari klasifikasi iblis egyn ,dia sibuk dengan impure king saat pemanggilan pertamanya bagaimana mungkin dia mengetahui itu.
Apakah ada tanda didahi nya yang berkata dia habis memanggil naiad?.
"Aku tidak ingin kau memanggil nya lagi, cepat hapus tanda itu! "Sedikit nada keras keluar dari mulut Rin , sebagai nada perintah .
"Aku tidak akan apa-apa , cepat cari saburata Todo ,kita bisa selamat jika dia berhenti menggunakan apinya "Sialan Rin , Kenapa dia tidak menuruti perkataannya dan pergi mencari si brengsek todo ,dia bisa pergi dan mencari keseluruhan area hutan dibanding berteriak dan bertengkar dengan nya.
Itu juga menjadi alasan baginya agar dia bisa menjauhkan kakaknya dari bahaya.
"Kau ingin aku pergi dan Melihat mu terpanggang disini sendirian?"
Check mate! Dia menduga alasannya,Yukio sempat bergidik pada pemilihan intonasi suara yang dia keluarkan ,itu seperti dia mendengar deru nafas di ruangan kosong pada tengah malam.
"...glek.."dan dia hanya bisa menelan ludahnya .
"Jadi benar..kau kembali bersikap sok pahlawan? "
"Aku tidak percaya kamu bisa memikirkan hal seperti itu disaat seperti ini aku ti-" Dia berhenti sambil menatap sesuatu di kedua mata kakaknya.
"kali ini aku tidak akan membiarkan mu membunuh dirimu sendiri "Rin berbalik dan melakukan sesuatu yang membuat Matanya membelalak,"apa yang ingin kau lakukan Rin!" dan dia segera berlari menuju ke lava pijar didepannya .
"Tidak akan kubiarkan kau melakukannya lagi," bisiknya sebelum dia hilang dari pandangan nya , berlari ke depan dengan tangan terentang.
Death Shield..
Swingggggg...
Apa yang terjadi selanjutnya Membuat bola matanya hampir menggelinding ke luar dari soket mata, bagaimana tidak .dia melihat dinding cahaya berwarna magenta hadir menghalangi pandangan nya .
"Apa itu.."ucapnya kagum .
"Ini namanya death Shield,aku gak bisa jelasin terlalu banyak karena kau tau aku gak sepandai dirimu dalam hal ini "Rin berjongkok diatas tanah dengan dua tangan yang menyangga tubuhnya,dia tidak berbalik dari kelap-kelip cahaya yang menari di puncak kepala .
"Secara singkat ini adalah dinding penahan yang terbuat dari em...jiwa kau-"
"Aku tidak peduli itu terbuat dari apa ! Tapi bagaimana kau bisa melakukannya nii-san " sekarang dia yang menjadi tidak sabaran.
Dia tidak menunggu kata-kata kakaknya selesai ,Dia malah berjalan mendekat dan memegang kedua pundak nya .
"Jawab aku.." tuntut dia ,dia tidak bisa menebak apa ekspresi yang terlukis di wajah kakaknya .dia melakukan gerakan membuka menutup kedua matanya secara perlahan memerlukan tiga detik untuk sekali ,dan mengakhirinya dengan helaan nafas panjang .
Apakah ada sesuatu yang salah ?.
BLAARHHHH!!!
tapi sebelum dia mendapatkan Jawaban atas pertanyaan nya suara gemuruh yang datang dari lahar yang menghantam dinding penahan menginterupsi nya , mengalihkan perhatian Rin sesaat .
"Sebaiknya kita selesaikan urusan kita dengan saburata Todo dulu Yukio , setelah ini aku janji akan menjelaskan semuanya.."
"Tentang kekuatan ini dan juga tentang ku.."
Ketika dia mengatakan selanjutnya ,Yukio menggigit bagian dalam mulutnya .kenapa sangat sulit baginya untuk berkata sekarang ,apa yang membuatnya menahannya untuk waktu yang lama .
"Aku akan menahan nya dengan apiku ,kita coba seberapa kuat dia dengan ku ."
"Kita lihat api siapa disini yang berkuasa .." untuk sesaat dia diam membiarkan senyum percaya diri mengembang lebar diwajahnya .
Dia membuat kuda-kuda bukaan di kedua kakinya , mengarahkan tinju dibelakang dinding magenta , menghadapkan dirinya pada bagian dalam .
"Dragon punchhh!!!" Pada saatnya dia meninju udara .
kedua alis Yukio terangkat dia penasaran dengan apa yang terjadi setelahnya ,begitu juga dengan nama jurus yang digunakan oleh Rin .itu terdengar menjanjikan tapi juga menggelikan ,siapa yang pernah melihat naga dan mengetahui Mereka punya tangan yang bisa memukul .
Dragon punch / pukulan naga bukan?
"Sekaranglah waktunya, maju yukio!"Rin berteriak penuh semangat sebelum dia mengokang senjatanya , memimpin serangan dengan sebuah pukulan ke depan.
Remaja yang mencapai usia enam belas tahun untuk dua Minggu kedepan melepaskan pukulan beruntun dalam waktu singkat, meninggalkan jejak udara yang membentur lava panas milik saburata Todo dan dengan rapi menghancurkan nya menjadi serpihan kecil . Udara yang berhembus dibelakangnya menerbangkan sisa jubah Ponco pemberian mephisto dari penglihatanya Yukio bisaenyimpulkan jika kubah yang menyelimuti dia dan kakaknya bersifat satu arah ,kubah itu menghalau lava untuk mendekati nya tapi dia juga bisa memberikan serangan dari dalam Tanpa takut merusak kubah atau mengurangi dampak serangan .itu cukup mengejutkan baginya bahwa kakaknya dapat melakukan hal mustahil Seperti ini.
Dia juga berfikir bagaimana dampaknya terhadap Rin apakah seperti namanya.
DOR!!
DORR!!!
DORRR!!!,
Dia melepaskan tiga tembakan ketika melihat saburata Todo muncul diatasnya . tidak ada yang berubah dengan penampilannya dia masih mengenakan pakaian seijuji gakuen berwarna pastel yang setengah terkoyak tapi kemudian Yukio memeriksa sisa proyektil miliknya.
Sisa dua tembakan pikir nya .
mengamankan senjatanya ke samping dan kembali melihat tampang kembarannya.
Dia sudah berada diambang batas nya batinya , mendengar deru nafas kakaknya semakin cepat juga sesekali dia berkedip untuk menyesuaikan penglihatannya .
"kau yakin bisa bertahan kakak..,"ucapnya .
Saat dia melihat Kakaknya dalam keadaan kuyu seperti ini dia merasa bahwa dia sedang bercermin , melihat rambutnya juga terurai kedepan karena keringat di pelipis , kenapa dia masih berpikir untuk bertahan,betapa keras kepalanya dia .
"Senang mendengar mu perhatian yukio.." ucap Rin sarkastik, bagaimana dia bisa menggunakan kata-kata itu dari mana dia mempelajari nya ?.
"Tapi lebih baik kau perhatikan orang itu saja dulu daripada aku " Rin menyadarkan dirinya pada musuh yang masih berdiri di depannya,Yukio Melihat nya sekilas..
Bukan, dia tidak harus memperhatikan orang didepan nya . pikir nya .
Dia bukan keluarga nya , keluarga nya Hanya ada satu dan itu adalah rin.
pikiran itu terus berulang-ulang dalam benaknya ,dia ingin berteriak pada tempurung keras Rin bahwa dia lebih memperhatikan dia daripada dirinya .tetapi pada akhirnya dia hanya bisa memendam kata itu dalam kerongkongannya .
"Jangan menyusahkan ku , cepat kembali cari shiemi dan pergi dari sini ! "Kata itu keluar dengan sendirinya dari mulutnya.tanpa pemikiran sebelumnya.tapi respon yang dia dapat sangat berbanding terbalik dari dugaannya .
"Kami adalah exorcist ,dan seorang exorcist tidak bisa bertarung sendirian mereka bekerja secara tim. kami, saling membantu satu sama lain."
Yukio membeku di tempat ,dia mengulangi kata-kata yang pernah dia ajarkan padanya , bagaimana mungkin dia menggunakan apa yang diajarkan padanya sebagai Boomerang pada saat ini .
"Arrgghh tapi lihat keadaan mu! "Yukio sampai menginjak tanah dengan frustrasi karena kegigihan kakaknya untuk tetap berdiri di Medan perang .Mata Yukio tertuju pada lubang didada Rin yang tidak jua menutup ,apa yang menghambat penyembuhan iblis miliknya .
"Kau terluka ,parah " Yukio kembali melanjutkan kata-katanya , suaranya sedikit melambat ketika dia sampai pada kata parah, dia bisa melihat bahwa kakaknya menunduk.
"Bisakah kau menuruti ku kali ini ,kakak.."
"Aku mohon pergi dari sini ,cari Shiemi dia bisa menyembuhkan mu."kali ini bukan hanya suaranya yang bergetar ,dia bisa merasakan aliran air mata mulai membasahi pipinya , mengaburkan kaca cembung di kedua lensanya .
"hanya kau yang ku punya saat ini ,aku tidak tahu akan hidup seperti apa jika kau pergi.."Sulit baginya untuk mengatakan kata-kata itu dilain waktu,tapi entah kenapa untuk saat ini semuanya mengalir tanpa henti .
Seakan-akan ada yang mendorong nya keluar dari lidahnya.
"Nii-san.."matanya Berkeliaran di malam hitam di bawah bintang dan kerlip biru pada titik fokus yang berwarna merah yang menjadi inti kornea matanya .
sampai akhir kata dia tetap diam, apakah dia memikirkan kata-kata nya untuk pergi dari sini .jika ya dia akan tersenyum cerah karena bagaimana pun keselamatan kakaknya lebih utama dibanding nyawanya .
Itu tujuan kenapa dia menjalani pelatihan eksorsis .
Itu tujuan hidupnya ,Untuk melindungi kakaknya.
Ketika wajahnya bersinggungan dengan Rin dia bisa melihat garis datar pada bibirnya berubah menjadi senyuman yang biasa dia lihat pada tokoh manga shonen jump .
"Seperti aku akan melakukannya"
"Nii-san!!"
Lagi Yukio menjerit kaget ketika Rin kembali melakukan hal diluar nalar ,dia memecahkan penghalang yang dia buat sendiri .
Penghalang itu hancur seperti kepingan kristal , mereka pecah dalam bentuk hexagonal dan terbang tertiup angin .
Lubang yang dibuat oleh Rin mulai menyebar dan membuat kubah hancur dalam sesaat , setelah nya dia bisa merasakan panas yang membakar tubuh nya ,berasal dari serpihan bara api saburata Todo .
"Nii-san kembali...-"
Sekarang Yukio lebih kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan udara panas yang menyeruak masuk kedalam lubang hidungnya . Dia terus mengeluarkan bunyi-bunyian mengi ,tanda dari tubuhnya untuk mengais sisa-sisa oksigen ,tetapi setiap kali dia membuka katup pada paru-parunya yang didapat hanya kumpulan karbon monoksida yang dapat membuat nya merasakan pening untuk sesaat.
"Nii-san..HH.hhh."
Tangan nya masih terulur untuk meraih Rin ,dia tahu bahwa dia sudah terlambat untuk menghentikan kakaknya .
Tapi dia tetap tidak menyerah untuk usahanya yang sia-sia.
"Rin.." dan hanya kata itu yang menjadi penopang tubuhnya saat ini .
"Nii-san!!"
Bowshhh!!
Dengan ledakan api biru yang muncul dari telapak kaki nya ,Rin meluncur dengan gembira menembus lapisan Udara yang berembun pagi itu, jatuh pada salah satu bebatuan gelap seperti seorang atlet lompat tinggi , mendarat dengan mantap dan sempurna Tanpa sedikit kepulan debu dikakinya dia mulai mencari pelaku utama .
"Sudah ku duga kau tidak akan semudah itu mati "Rin bisa merasakan bulu kuduknya berdiri pada permukaan kulit yang menegang .kala dia mendengar suara tawa menggelegar dan bergema di udara.
"Dimana kau.."matanya menerawang kesegala penjuru mencari keberadaan saburata Todo .Sebuah sensasi aneh menjalar dari balik bahunya , untuk sepasang mata yang mengawasi dirinya dan ketika dia menoleh dia tidak menemukan apa-apa .
salah satu tipuan dari saburata Todo pikir nya kesal.
"Satan selalu memiliki putra-putra yang mengagumkan dan itu termasuk kau bukan ."
"Anak satan.."
Buak!!
Rin mengangkat tangannya dan menghancurkan salah satu bebatuan yang telah mendingin ,kembali menjadikannya serpihan kerikil.
"Dimana kau Todo!! " dagunya terangkat karena intensitas suara yang dihasilkan,"cepat keluar!, "sepertinya dia mulai tidak sabar ,dan semua orang tahu bahwa dia adalah remaja dengan sumbu pendek.
"Oh apakah kau mau mengakhiri permainan petak umpet ini ?"
Petak umpet?
Jadi dia menganggap pertarungan dia dan dirinya adalah permainan petak umpet!.
Sialan ,dia Belum pernah diremehkan Seperti ini .apalagi oleh orang yang mencuri kekuatan dari orang lain ,dia bisa merasakan giginya menggigit lapisan kulit lunak yang berada di dinding bibir bagian dalamnya .
Kau akan jadi manusia pertama yang merasakan bagaimana kekuatan penyihir jiwa saburata Todo .
"KELUAR SEKARANG!!"
Plok...plok...plok..
Yukio bisa melihat dengan kedua matanya bahwa wajah Rin yang semula berwarna putih pucat berganti warna menjadi merah padam bukan itu saja ada kepulan asap putih yang membumbung keluar dari tempurung kepala nya , seolah-olah untuk sesaat dia menjadi mesin penanak nasi.
"oke..oke sekarang kau lihat aku disini ,jadi apa yang akan kamu lakukan hmm..aku berharap kau bisa mengusir kebosanan ku "Yukio berdecih pelan ,apakah dia harus memperingatkan Todo bahwa membuat kakaknya marah sama seperti membuat longsor di gunung es .
".Grrr..." Untuk Yukio dia bisa mendengar geraman rendah keluar dari mulut Rin ,gawat dia benar-benar marah.
"Aku menunggu~~~" lanjut Todo dan mantan kepala devisi distrik Tokyo menatap mata anak setan dengan tampang Mengolok-olok . "Membunuh mu,"kali ini Yukio terdiam ,dia tidak bisa merespon dengan cepat untuk kata terakhir Rin .
"aku akan membunuhmu dan membuat nyawamu tercabut sendiri dari atas ubun-ubun kepala ,akan ku pastikan kau meminta maaf kepada semua orang yang kau sakiti malam ini!! "
Bagaimana dia bisa mengatakan kata-kata pembunuhan begitu saja tanpa memikirkan bagaimana respon nya .
Apakah semudah itu untuk kakaknya membunuh orang? Bahkan dia yang akan mencabut nyawanya sendiri.
"Kalau kau mau Pergi ke Illuminati pergi saja sendiri , jangan pernah mengajak adikku untuk ikut bersamamu ."
"Dasar iblis!"
"Seharusnya Panggilan itu pantas untuk mu anak iblis."
Mereka tidak menganggap ku ada ,batin yukio skeptis.
An: poor you Yukio.
Todo tersenyum dan menyilang kan kedua tangan di atas dadanya , pandangan matanya benar-benar membuat dia menggeram jengkel. "Aku tidak mengajak adikmu untuk bergabung ,tapi aku memaksanya untuk bergabung setelah membunuh mu ."
Senyuman diwajah todo melebar melihat reaksi kakaknya , Bukanya itu yang dia lakukan selalu.membuat kekacauan didepan Semua orang termasuk kakaknya.
"Sudah cukup Rin , jangan dengarkan dia ." Yukio hanya bisa berteriak kencang karena jarak yang diambil oleh kakaknya cukup jauh darinya .
"Lihat dirimu Sekarang! Kau tidak punya kekuatan untuk bertahan lagi "Yukio melihat Rin membungkuk , apakah ini sudah menjadi batasnya.
Saat waktu berlalu dengan lambat dia berlari sekuat tenaga , mengambil tempat di samping Rin .Yukio , dia menatapnya memelas ."kali ini pikir kan dirimu sendiri kak.. kembalilah " Dia meletakkan tangan lembut di pundaknya.
"Kembalilah kak.."meremas pundak nya dengan sedikit tekanan.
"Kau juga berfikir sama dengan nya ,yukio."
"Kalian pikir aku selemah ini ha!!"
Untuk kedua kalinya Yukio kembali dengan tangan kosong ,dia tidak bisa membujuk Rin untuk pergi dari Medan peperangan .
jadi fikiran nya selama ini benar jika kepala kakaknya terbuat dari batu .
Swingg!!
Rin menghilang dalam kerlip biru dan muncul didepan Todo ,kepalan di tangan kanannya meluncur begitu saja saat jarak antara keduanya hanya berjarak satu meter.
Buak!
Rin bisa merasakan bagaimana rasanya menghantam gumpalan daging lunak yang sedari tadi Mengolok-olok dia , menghancurkan nya hingga sedikit kekuatan karura melayang di udara .
Dia tersenyum puas pada tindakan nya.
Dugaan ku benar.. pikirnya puas.
"Sialan.."Todo menggeram marah , respon tubuh nya melambat.
Rin berdiri di tepi batu datar menatap dia yang melayang tiga kaki lebih tinggi dengan rasa puas yang terpancar dari wajahnya .
"Kau pikir pukulan itu cukup untuk ku ,kau masih-!" Sebelum Todo menyelesaikan perkataannya dia harus bisa menghindar dari serbuan batu yang terbakar api biru .
Syatt..
Syattt
Kanan ,kiri bahkan sampai menunduk ,dia harus menjaga jarak dengan batu-batu itu atau tulang-tulang nya akan hancur karena kecepatannya yang bertambah di tiap detiknya .
Memukulnya Hanya akan membuat tulangnya retak ,jadi Dia memutuskan untuk memindahkan sebagian besar berat badan kesegala arah ,dia terbang lebih tinggi untuk dapat bergerak lebih cepat; itu akan menjadi perjalanan menghindar yang panjang , dan dia tidak memiliki waktu selama itu ,pikirannya untuk mengakhiri semuanya dengan cepat dan membawa pergi Yukio dari sini .
"Sudah selesai?.."
Todo melihat dari celah bebatuan dimana Rin membungkuk dan meremas dadanya, Seperti nya dia sedang berjuang keras untuk tetap berdiri .
Smirk...itulah kesempatan yang dia tunggu.
Swoshhh..
Tanpa mengambil aba-aba dia meluncur lurus untuk merenggut satu-satunya bagian yang bisa membuat anak itu tetap bertahan.
Yaitu jantung nya.
"Kali ini kau benar-benar mati okumura Rin..".
pluk..pluk..
Pluk...
Bunyi batu kerikil yang tadinya meluncur dengan cepat ke udara berubah menjadi lemparan lemah yang hanya berjarak tiga meter, begitu pun dengan api biru yang awalnya berkobar dengan besar berubah menjadi nyala di pucuk sumbu lilin .
"Sudah selesai ," ucap Yukio matanya berhenti tepat wajah rin yang sebagian tertutup rambut bagian depannya .
"Hah..hah..."bahkan dari jarak ini dia bisa mendengar suara nafas nya yang berat .
Dia benar-benar diambang Kematian , bertarung dengan Todo dan dipermainkan Seperti seekor kucing yang kesana kemari hanya untuk secuil ikan asin dan menemukan kekecewaan .ya itulah keadaan kakaknya Sekarang.
"To..do!.."hebatnya dia masih bisa mengumpat .
"Sudah cukup Rin.. " ucapan lega datang dari mulutnya.
Membiarkan nya berhenti sendiri adalah pilihan tepat !
Karena dia tidak akan pernah bisa mematuhi ucapannya .
"Heh..ohok!.." Sekarang Yukio mendengar suara batuk dari Rin ,dia segera berlari lebih cepat untuk mendekati nya .
"Berhenti disana aku akan mengobati mu segera! "
Kesadaran kakaknya masih banyak ,itu terlihat jelas dari respon kepalanya yang menoleh ketika dia berteriak .
"Sekarang kau akan mati okumura Rin!!!"
Tiba-tiba, saburata Todo bergerak maju ,dia meregangkan seluruh jari-jarinya dan dari gerakan tangan nya yang seolah-olah mencengkeram sesuatu ,Yukio bisa membayangkan apa yang ingin dia hancurkan.
Yaitu kakaknya ,dia berkeinginan untuk menghancurkan hati Rin .
"Rin awas!!!" Kakinya secara spontan bereaksi sendiri ,dia berlari lebih cepat untuk menghampiri Rin ,kedua tangan nya terulur kedepan terlihat mustahil untuk menjangkau kakaknya yang berjarak lima meter tapi dia berharap masih ada kemungkinan untuk dirinya bisa menyelamatkan nya dari saburata Todo.
Sedikit lagi pikir nya.
Rin...
Nii-san!
CRASHHH...
Dip..
Dip...
Ohok!!
Nii-san..
"Pada akhirnya akulah pemenangnya okumura Rin.." aku saburata Todo.
"Ti-tidak..Rin.."ucapan terbata-bata dari moriyama shiemi mengalihkan pandangannya.
Apa yang terjadi pada gadis itu ,kenapa dia berhenti begitu saja ditengah jalan .
"Kau sudah menemukan nya Shiemi?" kembali dia bertanya ke gadis musim semi , tetapi sebaliknya dia tidak mendapatkan timbal balik sebagai Jawaban pertanyaannya .
"Hei ada apa ?" Izumo meraih pundak nya dan mengguncang nya sedikit .dia juga mengarah kan pandangan matanya untuk melihat apa yang membuat gadis itu diam tapi sedetik kemudian izumo juga mengeluarkan jeritan dari dalam mulutnya .
Kedua tangan nya menutupi mulut dan meredam teriakan nya ,dia tahu bahwa dia berada dalam Medan perang lain ,Dia takut jika teriakan nya keluar hanya akan mengganggu konsentrasi dari keduanya . Apa yang bisa mengeluarkan dirinya dari situasi ini.situasi dimana dia melihat salah satu teman sekelasnya sekarat.
"Rin..."
Izumo dan shiemi baru saja menjadi eksorsis beberapa bulan , empat bulan dia yakin tapi Kenapa merek harus melihat kejadian ini terlalu cepat.
"Rin!!"indra pendengaran nya tergelitik dengan intonasi suara dari guru pembimbing nya . selama berbulan-bulan berada dalam pembimbingan nya dia belum pernah melihat dia berteriak keras seperti itu , tentu saja dia akan seperti itu jika salah satu keluarga nya berada dalam posisinya . Sesuatu yang juga familiar di benaknya datang dengan cara ini,dia pernah merasakan kejadian yang sama - dengan seseorang yang dia panggil ibu- meskipun untuk saat ini dia tidak mengetahui keberadaannya tapi bukan berarti dia tidak merasakan perasaan yang sama.
di ujung hutan sana , izumo dan shiemi melihat bahwa tangan kanan Todo menggali kedalam tubuh seseorang , membasahi seluruh tempat itu dengan bau amis yang menguar pekat apalagi ditambah bau embun yang bercampur aduk menjadi satu.
"ohok.."ada sungai merah yang mengalir melewati dagu okumura Rin . mengalir keluar dari mulutnya dan dengan tenang jatuh kedalam kubangan darah berwarna merah kehitam-hitaman, hampir seperti melihat adegan horor dalam film Yukio melolong sedih,dari dua rambut coklat yang membingkai wajahnya dengan mata terkejut .
"NII-SAN!!!"
Tetes..
Tetes..
Darah menetes dari dagunya , seluruh penglihatannya terbasuh dalam warna hitam putih .
"Pada akhirnya akulah pemenangnya okumura Rin.." ucap saburata Todo angkuh.
"Hah..hah.." dan kakaknya masih berjuang untuk Setiap ons nafas yang dia ambil.
Dia baru saja menghentikan langkahnya yang baru saja mencapai jarak satu meter dibelakang Rin Berhenti , harapannya untuk sampai tepat waktu sebelum ke-lima jari Todo menembus punggung Rin sirna.
CRASHH..
bunyi memuakkan terdengar keras di udara . Sekarang dia hanya melihat bayangan yang mewarnai kakak dan saburata Todo berwarna hitam ketika tusukan dari kelima jari menembus punggungnya , kegelisahan yang berkumpul di hatinya sampai pada satu keputusasaan .
Keputusasaan dimana dia akan menyelamatkan keluarganya dan tangan nya yang berusaha menggapai hanya ada kekosongan .
brukh...
Guru sekolah eksorsis di bidang farmasi itu menegang dan memfokuskan indera penglihatannya pada Rin yang setengah duduk dengan kaku di depan, kedua tangan dan kakinya hampir setara dengan tanah ,kedua Indra pendengaran mendengar suara menyakitkan dari kelima jari yang tercongkel dari dalam jantung kakaknya .
Slash..
Tanpa berhati-hati Todo mencabut kelima jarinya dan mengacuhkan ekspresi wajahnya , matanya hanya tertuju pada si pelaku penusukan keluarganya di depan.
"Nii-san..."
Tes...
Tes..
Suara tetes darah masih terdengar di telinga nya .
Degh..
Degh..
Begitupun dengan suara detak jantung yang semakin mengeras.dia tidak tahu apakah itu suara detak jantung miliknya atau milik Rin , karena suara itu semakin melambat di setiap detik Nya .
Sudah tidak tertolong pikir nya.apa aku bisa menyelamatkan nya sekarang ,Rin .. tolong katakan sesuatu!.
Tetes...
Tetes...
Hah..
Hah..ohok!..
"Kau benar-benar anak satan ya ,masih belum menyerah juga "
"Hebat sekali kau~"
Plok..
Plok..
Plok..
Tiga kali tepukan ,dia telah mendengar orang didepan nya bertepuk tangan seperti itu lebih banyak dari pada orang lain ,tapi untuk sesuatu yang berbeda .
"Okumura Rin.."
Dia masih berdiri didepannya , dengan tangan yang berlumuran darah .
Tentu saja itu adalah darah nya ,semua bercak merah ditempat ini adalah darah nya .
Ya semuanya , batinya menyeringai.
"Ta..mas..hi no hakaimono!"
Akhirnya , setelah beberapa menit dia menemukan cara agar si brengsek todo mau berdiri tepat didepannya tanpa terus bergerak .dan meskipun harus menggunakan tubuhnya sebagai umpan ,dia rasa ini tidak apa-apa.
Jika bisa membawa orang ini ke alam baka bersamanya.
"Apa kau kata~"jawab Todo ,dia masih tidak mengetahui apa yang coba dia lakukan,jadi dia ulangi perkataan nya.
"Tamashi no.. hakaimono!"
melompat!
Todo melompat pergi dari depan nya ,dia bergerak dengan sangat cepat melakukan roll belakang sebanyak tiga kali putaran penuh .Dan mendarat dengan mulus pada posisi berdiri ,dia kembali menjauh.
"Kau berusaha menyegel ku ,sama seperti iblis itu!"sergahnya langsung tanpa peduli dengan intensitas suara yang dia keluarkan.
Dia sudah tahu batinnya.
Rin hanya melemparkan senyum mencela pada wajahnya ,dia tentu tau maksudnya bukan .
"Khek.."
Hanya untuk satu kata dia butuh banyak tenaga . Sialan batinya ,dia harus menunggu dua detik sampai segel itu aktif.
Maaf Yukio , batinya lagi.jika aku harus pergi lebih dulu dari mu kali ini , batinya Sambil memandang tanda samar yang melingkar di pergelangan tangannya .
"Kalau begitu akan aku putuskan tangan mu sebelum sihir itu aktif aku ak-"
Smirk..
"Ka-u pikir berapa lama ak..hu bisa mengaktifkan nya todo?"
Rin bisa melihat beberapa tetes keringat membasahi pelipis di atas kulit Todo , yang mengalir turun dan jalur panjang dari urat syaraf yang mengartikan bahwa laki-laki itu sedang emosi padanya.
"Tig..ha detik.."Dia mengumpulkan seluruh konsentrasi nya untuk kali ini ,pada beberapa bagian dia merasa aneh pada pelafalan kata nya .
Tapi mau bagaimana lagi , hanya itu saja yang bisa dia lakukan, melihat tubuh kaku saburata Todo , begitu aura kemerahan keluar dari dalam tubuh nya sedikit demi sedikit ,Rin kembali bergumam kata asing untukkeduanya.
"dimittas.."
AKKHHHRR!!!!!!
Kali ini bukan suaranya yang bergema di udara ,juga bukan dari adiknya atau kawan-kawannya,juga bukan suara orang-orang yang menjadi korban impure king .
Tapi satu-satunya suara yang paling keras terdengar untuk mengakhiri malam ini adalah suara dari pelaku penusukan pada imam besar myodharini ,pelaku penipuan keluarga hojo ,serta seseorang yang berkeinginan atas nyawanya.
Ya saburata Todo ,dia melolong kesakitan ,suara lolongan nya panjang dan memakan waktu lima belas detik .
"Ak..h.." itu adalah akhir teriakan nya.
Sekarang, dari satu-satunya mahluk yang tertawa dia menjadi yang terlemah diantara segalanya . Dari pernafasannya terdengar suara mengi yang tidak wajar , mungkin itu efek yang diterima oleh nya setelah pencabutan paksa iblis karura dari dirinya.
"Ka..u siala-a-n.."
Hilang sudah kekuatan, kekuasaan dan daya hidupnya dari dirinya .
Saburata Todo kembali menjadi pria tidak bernyali yang menitih huruf demi huruf untuk sebuah kata.dia tidak lagi berkacak pinggang dengan suara keangkuhan nya lagi ,raut ketakutan dan keraguan terlukis jelas di wajah nya yang memucat .
"A..ku akan membunuhmu..h" meskipun begitu dia masih memiliki rasa benci untuk dia lemparkan pada Rin .
"Hah..hah..hah.." untuk dirinya ,dia harus bersusah payah demi sedikit oksigen yang mampir di tenggorokannya .
Tidak pernah dalam hidupnya dia merasa bahwa dia selemah ini . lingkaran yang tadi bersinar terang berwarna biru laut dan mengeluarkan bunyi berdenging keras menyelimuti dia dan saburata Todo membuang semua kesunyian di Semua tempat. Tidak ada tanda-tanda pergerakan dari adiknya yang menjadi penonton sejak pertarungan nya terjadi.tidak!, Bukankah itu keinginannya . Dan yang selama ini dia inginkan , memperlihatkan pada si kacamata bahwa dia tidak butuh perlindungan dari seseorang .
Ayahnya .
Ataupun adiknya!.
"Ohok!!..."
perasaan lunglai menjalar dengan cepat dari ujung tumit nya , dia semakin meningkatkan pasokan Udara kedalam paru-paru nya Ketika penglihatannya mulai memburam.
Bukh!!
Sama seperti biasanya,ketika dia tidak memiliki kekuatan untuk menyangga tubuhnya ,Yukio hadir sebagai penopang .
"Nii-san!!"
"Bertahanlah sebentar lagi, dokter akan segera data-"
Plak!!
Belum selesai adiknya menyelesaikan perkataannya dia menampar pipi nya , dengan intensitas pelan .
"Ba..ka*" dia menghina adiknya .
An: Baka: bodoh dalam bahasa Jepang
"Ak..u tidak butuh dokter,heh..heh..kau seorang dokter sekarang .."
"kau bisa mengobati ku ..heh..yukio"ucap Rin penuh susah payah , bunyi yang keluar dari mulutnya juga terdengar seperti hembusan angin.
"Baik..kakak" jawabnya dia memperbaiki letak tubuh Rin yang hanya bersender di bahunya,dia mengangkat tangan nya dan menyangga dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.
Tap..
Tap..
"jangan sekali-kali kau pingsan Rin "ancam Yukio ,"atau aku Akan membunuh mu sendiri" kakinya melangkah keluar dari lingkaran yang terbuat dari noda darah baru beberapa langkah dia bisa merasakan pegangan tangan Rin merenggang.
"Heh..heh.."
Mendengar suara nafas kakaknya yang tersendat dia mengeratkan genggaman pada pinggang Rin dan menarik bahunya lebih dekat .
Bertahanlah kakak, batinya.
"Ka-u akan i-kut dengan.. ku.."
"Ma-ti.."
Dia tidak tahu persis apa yang terjadi pada dirinya , setelah dia merasakan tarikan dari ubun-ubun nya seakan-akan ada palu yang menghantam nya dan membuatnya membungkuk setara dengan tanah dia tidak bisa lagi mengangkat tubuh bahkan kedua tangan nya .
Seluruh persendian nya mati rasa , tidak bisa merasakan apapun ataupun kehilangan semua perasaan sakit yang tadinya membanjiri nya dalam satu waktu.dan disaat inilah dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Anak itu , anak iblis itu melakukan sesuatu yang sama pada dirinya dan iblis impure king .
"a..ku akan membawa mu bersama ku.." suaranya keluar seperti hembusan angin.
"Ma..ti"
Todo meraih sesuatu yang tertinggal untuk kedua kalinya , bagaimana bisa bocah itu meninggalkan barang berharga seperti ini untuk kedua kalinya . bagaimana pun ini adalah penyebab dari kelemahannya saat ini .
Koumaken.
bilah berwarna silver dengan pegangan yang terbuat dari kulit hewan berwarna hitam dengan satu jalinan tali berwarna merah diujung nya bersinar tidak jauh dari tangan nya .
"Akan..ku-bawa kau bersama ku.."yakinnya
kelima jarinya merayap , sambil memegang beberapa ons tanah kering ,dia berhasil menggenggam mata pisau koumaken .
"Ma..ti"
"Ma...ti"
Hanya satu kata itu yang terus dia ucapkan ,tanpa sepengetahuan dua bersaudara okumura dia kembali bangkit.
Krek..
Krek...
Saburata Todo berjalan tertatih-tatih kembali dengan dua kaki berpijak , menyeret kaki kanannya dan satu tangan teracung melawan arah angin .
Set..
Dia mulai meluruskan lengannya dan menempatkan grip koumaken di pergelangan tangannya,mengatur letak senjata agar nyamaydan tidak melukainya.
"Kau akan ikut dengan ku ke alam baka, okumura Rin.."
Kedua matanya menyorot penuh ambisi, urat-urat yang berada di kelopak matanya menajam ,membentuk jalur panjang menuju kornea mata.Dia membutuhkan fokus terakhirnya untuk bisa melemparkan bilah Hitam koumaken .
Satu sapuan dan okumura Rin akan bersimbah darah dengan koumaken di jantungnya.
Satu sabetan lagi , pikir saburata Todo.
"Riinnnn!!"
"Kau tidak apa-apa?!!"
Seorang murid perempuan bersurai blonde yang mengenakan seragam putih dengan setengah bagian terkoyak berlari menuju kedua Okumura bersaudara, mungkin teman dari salah satu anak itu .
"Rin kau tidak apa-apa!"
Dari teriakan nya terdengar sekali jika anak perempuan itu adalah salah satu orang terdekatnya,dan disinilah saburata Todo mulai tersenyum.
Dia memiliki rencana yang lebih bagus , dibandingkan langsung membunuh okumura Rin.
Smirk...
Dia juga harus memberi tahu kepada tuan Lucifer tentang temuannya bukan ,itu menjadi misi rahasia darinya langsung.
Menemukan salah satu keturunan ibunya.
"RIIINNN!!"
Ketika kedua telinganya mendengar suara melengking dari seseorang wanita dia terangguk kaget,siapa wanita yang memanggil nya dengan begitu keras.
"Itu Shiemi.." dia menoleh pada adiknya , yang masih merangkul bahunya dengan kedua tangannya,"lihat kedepan nii-san"pintanya.
Dan dia pun melakukan apa yang dia minta, Melihat kedepan dan langsung dihadapkan pada pemandangan seorang gadis yang cantik dengan rambut sebahu berwarna mentari .
"Shi..emi"gadis itu masih berlari menuju dirinya , melemparkannya jaket ponco yang setengah hilang entah kemana.
Apa yang terjadi dengan nya sebelum ini ,apa dia terlibat dalam sebuah pertarungan? Pikir Rin.
Rin tidak hanya melihat shiemi seorang, matanya juga menemukan satu gadis lain yang berdiri tidak jauh dari shiemi. Sambil membelah mulut dengan kedua tangannya ,membawa dua ekor musang (?) dan memandang dirinya dengan mata lebar . Coba lihat pada atas kelopak mata berwarna magenta ,Rin bisa menemukan ciri khas dari gadis itu alisnya,dia memanggil berdasarkan tanda unik ditubuhnya .
Si gadis alis tebal .
"Sepertinya mereka juga memiliki pertarungan yang berat ya, nii-san" Ada suara yang membutuhkan tanggapan darinya dari sebelah kanan dan itu berasal dari adiknya , saudara kembarnya.
"Iya" jawabnya asal, fokus Rin tidak bisa teralihkan dari gadis didepannya .
"Kau masih mendengar ku , nii-san." Pria disampingnya masih memanggilnya beberapa kali .
"Ya.."
"Seperti nya kau lebih memperhatikan shiemi daripada keadaan mu ?"ucap Yukio setengah bercanda , tidak lupa dia mengakhiri perkataan nya dengan sebuah senyuman . "Tapi ya sudahlah " dia kembali terdiam dan berjalan maju .
Tap..
Tap...
Tap...
Kembali dia berjalan dalam hening ,tanpa satu suara .tapi itu bukan satu penghalang baginya .
Yang terpenting adalah gadis itu baik-baik saja ,selama pertarungan nya dia sempat memikirkan bagaimana keadaannya , apakah dia baik-baik saja .dan setelah melihat nya dalam keadaan yang masih bisa berlari dengan cepat kearah nya ,Sepertinya Rin tidak harus mengkhawatirkan nya terlalu jauh .
Dia baik-baik saja dan Rin akan memastikan itu .
Tap..
"Ka..u mati"
Tap..
"Aku.. akan membawa mu bersama ku.."
"Ke alam baka.."
Tap..
Rin berhenti.
"Ada apa nii-san?"
Dia menoleh pada adiknya ,apa dia tidak mendengar suara saburata Todo.
Tidak , pikir nya .
Rin tahu bahwa pendengaran nya jauh lebih tajam dari kebanyakan manusia bahkan sebelum dia menjadi setengah iblis dia dapat mendengar jarum jatuh diatas lantai .
Jadi kemungkinan Sekarang Yukio juga tidak mendengar suara saburata Todo , apalagi jaraknya sekitar lima hingga sepuluh meter.kemudian dia kembali berpikir ,bukannya tidak ada orang yang berhasil selamat dari penyegelan jiwa yang barusan dia lakukan.
SINGH!!!
Bunyi Udara yang terbelah dan didorong ke belakang terdengar seperti suara desingan peluru yang masuk serta mengusik Indra pendengaran Rin . Kemudian dia menoleh dan menatap pada mata pisau berwarna silver yang melaju lurus menuju dirinya , kedua mata birunya tidak bisa berpindah dari arah yang di tuju oleh pedang miliknya itu .
Srat!!
Rin tidak membiarkan dirinya tertusuk untuk yang kedua kalinya,mata pisau yang masih berwarna merah itu hanya membelah udara menjadi dua . meninggalkan goresan melintang disekitar bahunya .
"Kau tidak apa-apa kak?" tanya Yukio ,jelas sekali raut wajahnya menampakkan kekhawatiran .
"Ya..ini hanya luka kecil" jawabnya penuh percaya diri,tapi kemudian dia bisa merasakan jantungnya berhenti berdetak untuk sejenak.
Dia mengalihkan perhatiannya pada bilah koumaken yang masih melaju lurus.
Sialan!, batinya mengumpat.
Karena tepat didepannya berdiri gadis yang dia cintai ,gadis bersurai mentari yang memiliki mata sehijau hutan dan mampu mengeluarkan senyum secerah matahari pagi .
Moriyama shiemi ,dia berdiri mematung ditempat, tidak ada suara yang keluar dari pita suaranya . Hanya diam mematung dengan kedua bola matanya yang membesar beberapa senti , jelas sekali Dia kehilangan kata-kata mungkin terkejut dengan bilah panjang koumaken yang siap menusuk dirinya.
Tik...
Tik...
Tikk.
SYAT!!
JLEBBB!!..
"R..Rin.."
"Nii-san.."
Tes..
Tes..
"Kau.. tidak apa-apa kan ? Shiee..mi!"
bruk..
RIINNNN!!
End chapter.
Sebelum nya saya ucapkan banyak terimakasih pada reader yang telah membaca fanfiction pertama aku , jujur ini untuk pertama kalinya aku menulis di fandom anime (ya nggak pernah nulis juga sih di fandom manapun) jadi harap maklum jika ada banyak kesalahan di sini.
Banyak typo, kurangnya kata-kata ataupun pada diskripsi.
Sekali lagi terimakasih sudah membaca dan jangan lupa like dan review nya aku sangat menantikan nya lho..
Ohya untuk sekedar informasi bagi yang mau baca kelanjutannya bisa cari di WP dengan judul yang sama ,tapi kalian pasti akan menemukan perbedaan yang mencolok pada keduanya .
Oke see you next chapter!!
.
