His Steps for Being Him

Shingeki no Kyojin © Isayama Hajime

Family

T

Levi Ackerman


SAAT Levi masih hidup bersama ibunya, mereka selalu merayakan ulang tahunnya dengan memotong kue kecil dan memakannya untuk makan malam. Levi tidak merasa kenyang, tapi tertawa sepanjang malam dipangkuan ibunya jauh lebih menyenangkan dibanding bisa memakan makan malam yang cukup. Tawa ibunya adalah tawa yang paling indah bagi Levi, dan ia rela menukar semua yang ia punya untuk tawa wanita itu.

Saat ia hidup dengan Kenny Ackerman, ulang tahun Levi mulai terlupakan. Kenny berkata bahwa ulang tahun bukan hal yang lebih penting dibandingkan belajar bertahan hidup, maka dari itu Levi mulai berusaha untuk tidak membeli sepotong kue berhiaskan tema natal yang sering dilihatnya di etalase toko. Malam natal di kota bawah tanah itu mungkin tidak semeriah kota di atas sana, tapi Levi kecil masih harus mengusap matanya karena setiap warna merah dan hijau akan selalu mengingatkannya pada ibu dan perayaan ulang tahun mereka.

Farlan dan Isabel adalah kombinasi yang terlalu ramai jika menyangkut perayaan. Mereka bahkan tidak bisa membuat kejutan karena semua rencana yang mereka bisikkan satu sama lain akan terus terdengar oleh Levi. Perayaan ulang tahun Levi setelah Isabel bergabung dengan mereka diiringi dengan beberapa tusukan karena Farlan tidak sengaja membuat marah salah satu dari orang-orang bodoh itu. Levi tidak peduli, mereka menusuk teman-temannya dan Levi tidak segan membunuh mereka. Beruntung bagi orang-orang itu, Farlan dan Isabel menarik Levi dari keramaian, membawanya ke rumah dan mulai mengobati diri masing-masing. Isabel keluar sebentar untuk mencari perban tambahan yang Levi yakin tidak pernah habis, lalu kembali dengan sepotong kue dan nyanyian sumbang. Levi berusaha tidak menangis karena ia benar-benar mendengar tawa ibunya di tengah nyanyian Farlan dan Isabel, namun sepertinya gagal karena Isabel langsung memeluknya erat dan Farlan memberinya saputangan.


Bergabung dengan pasukan Erwin Smith membuat ia lupa akan segala perayaan. Mungkin Farlan dan Isabel akan membuatnya harus memakan berbagai kue bertema natal, namun setelah mereka meninggalkannya, Levi bahkan tidak sudi untuk melihat apapun pada malam itu. Erwin juga bukan komandan yang akan meliburkan prajuritnya untuk merayakan natal, namun ia akan mengurangi jam kerja mereka dan mengajak beberapa orang yang tidak punya tempat pulang untuk minum bersama. Ia mengajak Levi beberapa kali, tapi Levi pikir minum tanpa bisa merasakan mabuk adalah hal bodoh.

Ia mulai mengingat kembali ulang tahunnya saat Petra Rall memberinya kado natal. Ia bilang kalau syal, teh dan cangkir itu adalah hadiah natal untuknya, namun kemudian ia hampir saja bersujud minta maaf waktu tahu kalau hari natal adalah hari ulang tahun Levi. Levi bilang tidak apa, tidak ada bedanya, namun Petra menjawab kalau ulang tahun harus dirayakan lebih meriah. Pria itu menolak, namun menolak wanita secantik Petra Rall membuat Levi merasa bersalah. Mereka akhirnya benar-benar merayakan ulang tahun Levi dengan satu loyang kue keesokan harinya, bersama anggota pasukan khusus, Hange—yang Levi yakin tidak diundang sama sekali—dan Erwin, juga Eren dan teman-temannya. Terlalu meriah, namun Levi menyukainya.

Setahun setelahnya, Levi merayakan ulang tahun dengan menyematkan cincin di jari manis Petra. Levi tidak banyak bicara, dia hanya berkata, "Aku mau kau menjadi istriku. Jika kau tidak mau, aku tidak akan menikah." lalu dibalas Petra dengan, "Tenang saja. Aku akan menikah denganmu dan membuat hidupmu berisik selamanya.". Mereka tertawa dan mulai bercerita tentang banyak hal sepanjang malam, sampai Auruo menemukan mereka tertidur di dapur barak, dengan Petra menyandar kepada Levi dan Levi memeluk erat Petra. Auruo hampir menggigit lidahnya lagi jika Eld tidak menutup mulutnya dan menariknya dari sana. Pertunangan mereka belum diumumkan, namun mata masukan khusus Levi Ackerman tidak pernah lengah. Sehari setelahnya, Levi harus menodong Hange dengan pedang karena wanita itu tidak berhenti mengoceh soal betapa pendek anak Levi dan Petra nanti.


Dua tahun kemudian, Levi merayakan ulang tahunnya dengan bangun ditengah malam karena tersadar Petra tidak ada di sisinya. Ia mencari ke penjuru rumah kecil mereka, lalu menemukan istrinya sedang menunggunya di ruang tamu, bersama satu loyang kue yang Levi yakin dibuat sendiri. Mereka merayakan ulang tahun Levi di ruang tamu yang hangat, berdua, dan Levi pikir ia sudah tidak ingin apa-apa lagi di dunia ini. Semuanya sempurna, bersama Petra, dan janin yang akan menjadi bagian hidupnya 7 bulan lagi.

Ulang tahun Levi kembali dirayakan dengan teriakan anaknya tepat di depan wajah. Levi yakin waktu itu adalah tengah malam, namun anaknya benar-benar punya energi sebesar energi Levi setelah meminum dua cangkir kopi. Levi bangun dengan erangan, namun ia tetap menciumi pipi anaknya yang tengah menyanyi dengan ceria. Petra di sebelah mereka memegang kue yang semakin tahun semakin besar, karena katanya kue ulang tahun harus dibuat lebih besar dari tahun sebelumnya. Anaknya terus berusaha untuk menyuapkan potongan kue ke mulut Levi, namun Levi pura-pura tidak mau menerimanya. Perayaan ulang tahun Levi berakhir dengan mereka tidur bertiga dengan anaknya memeluk leher Levi, dan tangan Levi memeluk pinggang Petra.

Anak lelaki yang benar-benar menyerupai Levi itu ternyata tidak kehabisan energinya selama beberapa tahun. Sekarang umurnya 7 tahun, sudah mulai berat, namun ia masih suka duduk di perut Levi untuk membangunkannya. Ulang tahun Levi kali ini masih dimulai dengan teriakan anaknya. Levi masih bangun dengan mengerang—dan sedikit sumpahan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri—dan masih menciumi pipi anaknya yang sekarang sudah tidak mau dicium siapapun. Levi tidak peduli, dia masih akan memangku anaknya sampai anaknya balik menyumpahinya. Petra juga tidak keberatan, dia yakin Levi juga akan memeluknya sepanjang hari setelah perayaan ini, jadi sekarang Petra hanya memegang kue dan mulai menyanyikan lagu ulang tahun dengan merdu.


Ulang tahun kembali menjadi hal yang menyenangkan untuk Levi. Walaupun ibunya hanya bisa melihat anaknya itu dari surga, ia yakin ibunya juga ikut merayakan ulang tahunnya dengan bahagia. Ucapan Kenny yang waktu itu membuat Levi tidak mau merayakan ulang tahunnya sudah tidak menjadi hal yang menyakitkan. Kenny benar, waktu itu Levi harus bertahan hidup untuk merayakan ulang tahunnya di tempat yang lebih aman. Levi baru tersadar kalau Kenny selalu membelikannya baju atau mengajaknya makan makanan enak setiap ulang tahunnya tanpa mengatakan apapun. Mungkin sekarang Kenny tengah menertawakannya karena terus menjadi bocah bodoh yang menyusahkannya.

Kini, Levi akan terus menantikan ulang tahunnya. Ia akan menunggu kue apa yang akan dibuat Petra, atau nyanyian apa yang akan dinyanyikan anaknya—atau anak-anaknya, jika bayi perempuan itu sudah berhenti menangis saat tengah malam dan mulai belajar berbicara, atau hadiah apa yang akan diberikan Hange dan Erwin padanya. Hange memberinya sendok tahun lalu tanpa alasan yang jelas, namun Levi masih menyimpannya di dapur. Erwin memberinya tanda kehormatan sebagai prajurit terkuat pasukannya, dan sekarang itu menjadi pajangan manis di kamar. Levi akan terus menantikan ulang tahunnya, sampai pada akhirnya ia akan kembali mendengar tawa ibunya saat mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


completed


those are his steps to become who he is now. he once loved by his mother, trained by his uncle, trained others to become stronger, loves someone to grow old together and raises someone to become better. this is levi ackerman, and he is the strongest soldier.

happy birthday.