RootWood In!

Disclaimer : Saya tidak pernah mengakui kepemilikan atas Naruto dan High School DxD ataupun unsur dari Anime/Manga lain yang muncul dalam Fic ini. Saya hanya meminjam apa yang diperlukan untuk membuat Fic ini.

Genre : Adventure, Friendship, Family, Supernatural, Mistery, Romance [Maybe], Etc.

Rate : M untuk Bahasa dan Storyline.

Pair : Akan muncul dengan sendirinya.

Warning : Semi-AU, Typo[s], Miss-Typo[s], Bahasa Gado-Gado, Mainstream, OOC [Jelas], OC, Yang Jelas Gaje serta Berantakan, DLL.

AN : Fic ini hasil Imajinasi saya sendiri walaupun ada unsur yang agak mirip dengan Fic Brand New World milik Bad Sector (Udah dapat persetujuan).

.

.

.

.

.

.

.


The Half-Devil Lucifer

Arc I

Chapter 2 : Konoha vs Old Satan-Faction


.

.

.

.

.

.

.

Langit malam di atas Desa Shinobi bernama Konohagakure yang biasanya tenang dan dihiasi bintang-bintang, kini berganti dengan ribuan pasukan Iblis pengikut dari Old Fraction Maou beserta Jutsu dan Demonic Power yang beterbangan kesana-kemari. Saling serang antara kedua belah pihak terjadi dan menyebabkan ledakan serta teriakan penuh kesakitan dari mahluk supranatural maupun manusia (shinobi) terdengar.

"Sial!, ... mereka banyak sekali."

"Jangan menyerah! Madara-sama dan Hashirama-sama juga sedang berusaha keras!"

"Kita harus melindungi desa ini!"

"Maju!"

Para Shinobi kembali melancarkan serangan balik yang ditujukan kepada para Iblis. Madara dan Hashirama yang berada tidak jauh dari mereka pun tersenyum tipis melihat kegigihan dari para Shinobi yang mampu melawan walaupun kalah jumlah.

"Baiklah! ... Ayo kita mulai!" Madara berseru datar, mata Onix miliknya pun berganti menjadi merah dengan 3 Tomoe yang berputar cepat. Ia kemudian menaruh Gunbai miliknya di punggung lalu merapalkan sebuah Handseal sambil menarik nafas dalam-dalam.

"[Katon : Gōka Mekkyaku]"

Blaar!

Sang Uchiha itu pun menyemburkan api pemusnah berintensitas sangat besar ke langit hingga membuat puluhan Iblis yang tidak sempat menghindar langsung hangus terbakar. Hashirama yang tidak mau kalah dengan sahabat sekaligus rivalnya itu langsung merapalkan sebuah Handseal.

"[Mokuton : Mokuryuu no Jutsu]"

Seekor naga kayu berukuran besar langsung keluar dari dalam tanah di depan Hashirama dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke langit. Para Iblis tidak tinggal diam dan langsung menembakkan Demonic Power berukuran kecil ke naga kayu milik Hashirama, namun karena naga itu terbuat dari kayu, efeknya hanya membuat badan naga kayu itu berlubang. Setelah beberapa menit, akhirnya naga kayu dan semburan api milik Hashirama dan Madara pun menghilang dan menyebabkan sekitar ratusan Iblis berguguran dari atas langit.

"Apa ini kemampuan dari shinobi? Pantas saja pemimpin meminta bantuan mereka." Gumam para Iblis.

"Tapi karena mereka menolak tawaran kita maka mereka harus segera dimusnahkan!" Seru Iblis lainnya.

Para Iblis yang berhasil menghindari serangan MadaHashi langsung berkumpul di satu titik dan menembakkan Demonic Power ke arah empat orang di bawah mereka.

Naruto menyipitkan matanya melihat ratusan Demonic Power berukuran kecil melesat ke arah mereka. Pemuda berambut silver itu kemudian melompat ke udara. "Kurama! Aku pinjam kekuatanmu." Kurama di dalam tubuh Naruto hanya berdehem pelan mengiyakan. "[Kurama Fire Release]"

Dalam keadaan melompat, Naruto bersiap memutar tubuhnya dan perlahan mulai bermunculan api orange di kedua lengannya. Setelah keseluhan lengannya diselimuti api orange. Naruto langsung mengayunkan kedua lengannya dan mulai memutar tubuhnya.

"[Great Fire Annihilation]"

Blaaarr!

Api orange di lengan Naruto langsung menyebar ke segala arah dengan intensitas tidak kalah besar dengan milik Madara serta dicampur dengan energi Senjutsu. Ratusan Demonic Power yang dilancarkan para Iblis langsung hancur. Bukan hanya itu, para Iblis yang berada di area jangakuan api Naruto pun ikut hangus terpanggang.

"Naruto itu, ia bertambah kuat semenjak meninggalkan desa rupanya." Gumam Hashirama yang melihat perkembangan Naruto. Karena setahunya, kemampuan pemuda itu dalam menggunakan api orange milik Kurama tidak sebesar dan sehebat sekarang sekarang berbeda ketika Naruto masih tinggal bersama mereka.

Berbeda dengan Hashirama. Madara malah menaikkan alisnya ketika mendengar nama tehnik dari Naruto yang ternyata nama Katon miliknya yang Naruto ubah menjadi bahasa Inggris. "Bocah Sableng! ... Apa dia tidak punya nama lain untuk tehnik apinya itu, kenapa namanya sama dengan Katon milikku." Umpat Madara yang tidak terima nama tehniknya dicopy dan diubah oleh Naruto tanpa seijinnya.

"Are? ... Apanya yang sama Madara?" Tanya Hashirama penasaran karena menurutnya tidak ada yang sama pada nama tehnik keduanya.

"Dasar Dobe! ... makanya kau belajarlah berbahasa asing (Inggris)." Balas Madara ketus karena sahabatnya itu kurang peduli dengan dunia luar berbeda dengannya yang selalu meminta informasi dari Jiraiya yang memilih keluar desa untuk berkelana dan menulis novel.

Tap!

Naruto yang sudah menyelesaikan serangannya mendarat tepat disamping Madara. "Bocah Sableng!" Naruto menoleh ke arah Madara. "Ada apa Teme-Ossan?" Tanya Naruto.

"Kau mencopy nama Jutsu milikku kemudian kau ubah namanya 'kan?" Tanya Madara sengit karena tidak terima Naruto seenak jidatnya mencopy nama Jutsu-nya.

"Memang kenapa? Apa ada undang-undang yang melarang hal itu?" Balas Naruto tidak kalah sengit dengan intonasi nada yang meninggi. Sementara Hashirama dan Jiraiya kini dilanda sweatdrop melihat keduanya berdebat hanya karena nama tehnik.

"Hentikan kalian berdua!" Ujar Jiraiya dengan nada membentak. Namun bukannya berhenti berdebat, Naruto dan Madara malah mendelik ke arahnya. "Diam Ero-sennin/Jiraiya!" Bentak keduanya secara bersamaan.

"Jiraiya-san benar Madara, Naruto, ... kita disini sedang ada masalah, jadi kita urus itu nanti." Ujar Hashirama dengan nada bijak membuat Madara berusaha menahan tawanya karena tumben sahabatnya ini berkata sebijak itu. "Itupun kalau kita semua selamat." Tambah Hashirama dalam hati melihat keadaan yang sedang terjadi saat ini.

Madara dan Naruto menghela nafas secara bersamaan. "Kau masih punya urusan denganku bocah sableng." Ujar Madara kepada Naruto yang mengangguk dengan wajah kesal.

"Baiklah!, ... aku dan Hashirama akan ke bagian barat desa untuk membantu Tobirama dan Izuna. Sedangkan kalian tinggal disini untuk mengurus bagian ini." Ketiga orang yang mendengar instruksi dari pertapa itu mengangguk paham.

"Ayo!" Seru Jiraiya dibalas anggukan oleh Hashirama. Keduanya lalu berlari dengan gaya shinobi menuju arah barat meninggalkan Naruto dan Madara yang kini bersiap untuk berdansa.

"Kau siap bocah sableng?"

"Kau sendiri Teme-ossan?"

Madara berdecak kesal kemudian mendongak ke arah atas dan mendapati puluhan Iblis melesat ke arahnya. Sementara Naruto kini ia sudah mengeluarkan energi Senjutsu yang ia simpan di dalam tubuhnya mengingat, ia tidak sempat untuk menyerap energi Senjutsu sebelum berangkat kesini.

Puluhan Iblis itu mendarat di depan Naruto dan Madara lengkap dengan tongkat milik mereka. Madara kemudian mengambil kembali Gunbai di punggungnya lalu berlari ke arah puluhan Iblis itu diikuti Naruto.

"Uyaaahhh!" Madara melompat sambil mengayunkan Gunbai yang ia pegang dengan tangan kanannya.

Duaar!

Ledakan kecil beserta kepulan debu langsung tercipta ketika Madara menghantamkan Gunbai miliknya. Sementara Naruto yang berada di belakanya, bersiap-siap melakukan serangan dari Senjutsu miliknya.

"[Sage Art : Toad Sage Style]"

Pertarungan sengit pun terjadi antara Madara dan Naruto melawan Puluhan Iblis di area tersebut. Satu persatu Iblis mulai tumbang terkena serangan dari Naruto dan Madara. Naruto dengan Taijutsu Toad Sage dari Senjutsu miliknya. Madara dengan Taijutsu Uchiha yang dikombinasikan dengan Gunbai miliknya.

Madara melompat ke udara sambil mengembalikan Gunbai ke punggungnya. "Menyingkir dari situ bocah Sableng!" Perintah Madara sambil merapalkan Handseal. Naruto mengangguk disela-sela pertarungannya kemudian melompat menjauh karena perintah dari Uchiha itu.

Madara mulai mengkompres sejumlah chakra di dalam tubuhnya. Setelah Handseal miliknya selesai, ia langsung mengeluarkan sejumlah chakra yang dikompresnya. "[Katon : Ryuen Hoka no Jutsu]" Puluhan bola api berbentuk kepala naga langsung menguar dari dalam tubuh Madara dan melesat ke arah puluhan Iblis yang berada di bawahnya.

Blaar! Blaar! Blaar!

Puluhan ledakan berintensitas sedang langsung tercipta ketika kepala-kepala naga api milik Madara menghantam puluhan Iblis di bawahnya. Sementara Naruto yang sudah mendarat kini bersiap dengan api orange yang mulai menguar di lengan kirinya. Setelah efek dari Katon Madara menghilang ia langsung memukul udara ke arah Iblis yang kemungkinan selamat dari serangan Uchiha itu.

"Ini untuk menambahkannya!" Sebuah bola api raksasa langsung melesat dari tangan kiri Naruto yang ia pukulkan pada udara kosong menuju ke puluhan Iblis yang selamat dari serangan Madara.

Blaar!

Sebuah ledakan berukuran sedang kembali terjadi di tempat yang sama sehingga puluhan Iblis yang selamat dari tehnik Madara pun hangus terbakar.

"Kukira namanya akan sama lagi dengan Katon milikku." Gumam Madara yang masih berada di ata udara.

Setelah ledakan itu berhenti. Seorang perempuan berkamata dan memegang sebuah tongkat tiba-tiba turun dari langit dan mendarat di tengah-tengah bekas ledakan itu. Madara yang melihat kedatangan wanita itu langsung melompat ke Naruto setelah ia berhasil mendarat dengan sempurna di permukaan tanah.

"Siapa kau?" Tanya Naruto sambil menunjuk wanita itu.

"Hahahahaha ... Perkenalkan, aku Katerea Leviathan. Salah satu pemimpin dari Old Fraction Maou. Iblis berdarah murni keturunan Leviathan." Jawab Wanita bernama Katerea Leviathan, Ia kemudian menoleh ke segalah arah sambil mengangkat tongkat yang ia pegang. "Hahaha ... inilah akibatnya kalau kau menolak tawaran kami mengenai kerja sama." Tambah Katerea sambil menunjuk Madara yang memasang pose stay cool khas Uchiha miliknya.

"Kami menolaknya bukan tanpa alasan nona seksi." Ujar Madara datar. Naruto yang sudah mengetahui alasan dari Madara dan Hashirama kenapa menolak tawaran itu mengangguk mengiyakan. "Semenjak dahulu kala, kami para shinobi memang tidak pernah menginginkan untuk terikat dengan dunia luar." Tambah Madara masih dengan nada datarnya dan memposisikan kedua tangannya terlipat di depan dada.

"Hahaha ... tidak ingin terlibat? Lalu apa ini tidak termasuk terlibat?" Tanya Katerea sambil menunjuk area di sekitarnya dengan tongkat yang ia pegang.

Naruto kemudian menunjuk Katerea dengan tatapan mengintimidasi yang dulu diajarkan oleh Uchiha yang berdiri di sampingnya itu. "Dan kau adalah penyebab dari semua ini." Ujar Naruto datar dan entah kenapa Madara tersenyum tipis mendengar perkataan dari Naruto.

"Bagus bocah sableng! Sepertinya kau sudah menerima pelajaranku dengan baik." Gumam Madara.

"Hahaha ... aku akan segera mengakhiri kalian berdua manusia rendahan!" Ujar Katerea kemudian menciptakan dua lingkaran sihir pada udara di depannya. Dari lingkaran sihir itu kemudian melesat dua Demonic Power berukuran besar.

Duaar!

.

.

.

.

.

.

.

"Apa yang terjadi disini?" Tanya Jiriaya yang telah tiba di tempat Tobirama. Hashirama menoleh ke segela arah dan mendapati ratusan shinobi bawahannya tergeletak tidak bernyawa dengan luka di sekujur tubuh mereka.

"Kami tiba-tiba diserang oleh sesuatu yang besar dari seorang wanita berkacamata." Jawab Tobirama datar. "Dan setelah menyerang, dia langsung terbang ke arah kalian berdua datang." Tambah Tobirama membuat Hashirama dan Jiraiya sedikit tersentak.

"Madara ... Naruto!" Gumam keduanya.

"Lalu dimana Izuna?" Tanya Jiraiya kemudian.

Tobirama menundukan kepalanya. Ia kemudian menunjuk sesosok pria berambut raven mirip dengan Madara tergelatak dengan luka menganga di bagian dadanya serta dari kedua matanya mengalir darah segar. "D-Dia ikut terkena serangan itu." Kata Tobirama lirih.

Jiraiya dan Hashirama langsung membulatkan mata mereka melihat tubuh Izuna serta cara bagaimana ia bisa tewas. Tobirama kemudian mengeluarkan sebuah tabung kecil berisi dua Sharingan. "Dia berpesan agar mata Mangekyo Sharingan yang Ia bangkitkan sebelum kematiannya diberikan kepada Madara agar bisa membangkitkan Eternal Mangekyo Sharingan karena ia pernah membaca pesan yang ditinggalkan oleh Kaguya-sama di Uchiha Compound." Jelas Tobirama.

"Mangekyo Sharingan?" Tanya Hashirama.

"Mangekyo Sharingan adalah level selanjutnya dari Sharingan. Izuna yang memberitahukanku sebelum ia menyongkel matanya ini." Jawab Tobirama sambil memperlihatkan tabung berisi dua bola mata di dalamnya.

"Entah apa yang akan terjadi dengan Madara ketika mendengar kabar mengenai adik kesayangannya." Gumam Hashirama lirih mengingat Madara memang sangat menyayangi adiknya Izuna. Saat ini dipikirannya adalah bagaimana cara ia menjelaskan semua ini pada sahabatnya itu.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan Aniki! Tapi pertama-tama kita harus membereskan area ini sebelum pergi membantu yang lain." Ujar Tobirama. Jiraiya dan Hashirama mengangguk setuju dengan Tobirama kemudian mendongak ke arah atas untuk bersiap-siap menghadapi Iblis di atas mereka.

"Berapa sisa pasukan kita?" Tanya Hashirama.

"Aku juga kurang tahu Aniki, ... tapi menurut prediksiku, pasukan kita tinggal 300 lagi. Sedangkan musuh kita jika aku prediksi juga, sekitar 900 ratus lagi." Jawab Tobirama sekaligus menjelaskan mengenai situasi yang ia prediksi untuk saat ini.

"Madara dan Naruto sudah menyelesaikan di bagian itu sekitar 100 jadi, ... jumlah musuh saat ini sekitar 800 lagi." Ucap Hashirama sambil menunjuk sejenak lokasi dari Naruto dan Madara.

"Sekarang giliran kita untuk menyelesaikan di area ini." Tobirama mengeluarkan salah satu senjata miliknya yang bernama Raijin no Ken yaitu Pedang Dewa Petir kemudian memasukkan kembali tabung berisi dua bola mata itu . Semula senjata itu hanya berupa gagang namun setelah Tobirama mengaktifkannya, sebuah cahaya laser berwarna kuning dan disekitarnya terdapat aliran petir muncul dari gagang itu.

Melihat Tobirama mengeluarkan senjata miliknya. Puluhan Iblis yang berada di atas mereka langsung melesat ke menuju ketiganya. Jiraiya yang melihat hal itu langsung merapalakan sebuah Handseal. "Serangan pertama akan kulakukan ... "

"... [Katon : Karyuu Endan]"

Sebuah semburan peluru api berbentuk naga langsung dikeluarkan oleh Jiraiya menuju ke arah puluhan Iblis yang melesat ke arah mereka. Banyak dari puluhan Iblis itu langsung mengubah arah terbang mereka menghindari semburan api milik Jiraiya.

Blaar!

Sekitar 20 Iblis yang tidak sempat menghindar langsung hangus terpanggang di atas udara terkena semburan api milik Jiraiya. Sementara yang berhasil menghindar kini bersiap melancara serangan mereka berupa Demonic Power berukuran kecil dengan bentuk menyerupai laser kecil. Secara bersamaan seluruh Iblis itu langsung melesatkan serangan mereka menuju Jiraiya, Hashirama dan Tobirama.

"Aku kutahan!" Hashirama merapalkan Handseal kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya di atas permukaan tanah. "[Mokuton : Mokujōheki]" Puluhan balok Kayu langsung mencuat dari dalam tanah dan membentuk sebuah kubah kayu berlapis-lapis melindungi ketiganya.

Jleeb! Jleeb! Jleeeb!

Duaar! Duaar! Duaar!

Kubah kayu berlapis milik Hashirama berhasil menahan serangan dari para Iblis sehingga membuat kubah kayu itu hancur di beberapa bagian. Hashirama kemudian melepas kubah kayu itu dan ketiganya langsung berlari ke arah para puluhan Iblis yang sudah mendarat 20 meter dari mereka. Pertarungan sengit pun terjadi area itu.

.

.

.

.

.

.

.

Kembali ke tempat Madara dan Naruto. Saat ini Katerea tengah tertawa melihat hasil dari serangannya. Namun setelah bekas serangannya menghilang ia langsung menghentikan acara tertawanya ketika mendapati Naruto dan Madara dilindungi sebuah dinding api berwarna orange.

"Hampir saja! ... untung aku cepat-cepat menciptakan dinding api ini." Gumam Naruto dengan tangan kanan yang mengeluarkan api orange dan tersambung dengan dinding api didepan dirinya dan Madara.

"Bagus bocah sableng! ... Sekarang giliran kita!" Ucap Madara datar.

Naruto mengangguk mengerti kemudian menghilang dinding api miliknya. Secara bersamaan keduanya langsung berlari menuju ke Katerea yang kembali bersiap menembakkan Demonic Power miliknya.

"MATILAH KALIAN!" Teriak Katerea sambil menembakkan Demonic Power dari tongkat yang ia pegang. Demonic Power miliknya pun melesat dengan kecepatan tinggin menuju ke Naruto dan Madara yang berlari ke arahnya.

"Aku akan menahannya dengan api Kurama!" Sambil berlari kedua lengan Naruto kembali mengeluarkan api orange. "Madara-ossan! Kau serang setelah aku menahan serangannya ... [Dual Fire Bullet]" Saat jarak Demonic Power milik Katerea sudah mencapai 5 meter di depan Naruto, ia langsung mengayunkan kedua lengannya sehingga menciptakan peluru api berukuran besar yang melesat menuju Demonic Power itu.

Blaaarr!

Ledakan besar pun tercipta ketika dua peluru api orange Naruto dan Demonic Power milik Katerea bertemu. Namun api orange Naruto yang ia campurkan dengan energi Senjutsu lebih unggul sehingga api orange itu tidak berhenti melainkan melesat menuju Katerea. Sementara Madara terlihat berlari mengikuti peluru api milik Naruto.

"Sial!" Katerea mengumpat kesal melihat sebuah peluru api melesat ke arahnya. Ia kemudian melompat ke samping kiri untuk menghindari peluru api tersebut, namun diluar dugaannya ternyata Madara sudah bersiap menyerangnya setelah peluru api melewati dirinya.

"K-Kau!"

Madara menyeringai di depan Katerea. Keduanya langsung bertarung jarak dekat. Setelah beberapa saat, Katerea berniat memukul Madara dengan tongkatnya. Namun Uchiha itu berhasil menghindarinya dengan cara menundukan kepalanya. Katerea berdecak kesal kemudian terbang menjauh dari Madara.

"Akan kuhancurkan dirimu itu manusian rendahan!" Katerea menciptakn dua lingkaran sihir menggunakan tongkat miliknya. Sebuah Demonic Power pun keluar dari dalam lingkaran sihir itu dan melesat menuju ke Madara.

Madara langsung mengambil Gunbai yang berada di punggungnya kemudian menempatkan senjata itu di depan dirinya. "[Uchihagaeshi]" Gumam Madara ketika Demonic Power itu sudah berada di depan Gunbainya.

Bumm!

Sebuah ledakan langsung terjadi ketika sesuatu dari Gunbai milik Madara memblokir dan membatalkan serangan Katerea berupa Demonic Power dari Katerea. "Kisama!" Umpat Katerea yang hendak menembakkan Demonic Power selanjutnya. Namun ia seketika terkejut karena tiba-tiba sebuah cahaya emas melintang vertikal muncul di depannya.

"Bagus bocah Sableng!" Puji Madara yang berdiri dengan memegang Gunbai yang berdiri di permukaan tanah. Ia memuji Naruto karena melihat kemunculan tiba-tiba dari tehnik teleportasi milik pemuda itu di depan Katerea.

"Ap-"

Duaagh!

Naruto melompat keluar dari cahaya emas itu sambil melayangkan pukulan tangan kiri ditambah energi Senjutsu. Katerea pun terhempas kebawah setelah terkena pukulan dari Naruto. Madara yang melihat Katerea terhempas kebawah, langsung berlari menuju ke tempat lawannya itu akan mendarat.

"Sial! Pukulannya sangat menyakitkan." Rutuk Katerea dalam keadaan terhempas ke tanah setelah mendapat pukulan Senjutsu milik Naruto.

Duarr!

Ledakan beserta kepulan debu langsung tercipta ketika Katerea menghantam tanah dengan kerasnya. Dan bersamaan dengan itu Madara langsung melompat masuk kedalam kepulan debu itu dengan Gunbai yang siap diayunkan.

Duagh!

Zwuush!

Sebuah suara sesuatu yang mengenai badan seseorang terdengar dari dalam kepulan debu, setelah suara itu terlihat seseorang terlempar keluar dari kepulan debu itu. Seseorang itu adalah Katerea yang ternyata terkena pukulan dari Gunbaik milik Madara. Melihat keadaan dari lawannya yang terhempas, Naruto yang tubuhnya mulai terkena efek dari Gravitasi mendarat dengan sempurna di samping kepulan debu yang mulai menghilang.

"Bocah sableng." Naruto menoleh ke Madara. "Sebaiknya kita segera menyelesaikan orang ini." Naruto membalas dengan anggukan kecil mendengar perkataan dari Madara. Keduanya secara bersamaan langsung berlari mengejar Katerea yang masih dalam keadaan terlempar.

Dalam keadaan terlempar, Katerea melirik Naruto dan Madara yang berlari ke arahnya. Secepatnya ia harus memperbaiki posisinya agar dapat mempersiapkan dirinya untuk menahan serangan apa lagi yang akan dilakukan oleh kedua lawannya itu. Namun belum sempat ia memperbaiki posisinya, Madara yang notabene seorang shinobi yang memiliki chakra untuk mempercepat gerakan begitupula Naruto yang memiliki Senjutsu telah berada di depannya dengan jarak sekitar 10 meter.

"Aku yang pertama!" Katerea meneteskan keringat dingin mendengar gumaman dingin dari Madara yang terdengar akan melakukan serangan kerja sama dengan Naruto.

"Tidak akan kubiarkan!" Walapupun dalam posisi terlempar, Katerea menciptakan sebuah lingkaran sihir di depannya kemudian menembakkan Demonic Power ke arah Madara.

"Aku akan kutahan itu!" Naruto yang berlari sedikit di belakang Madara melompat ke udara dengan api oranger menyelimuti tangan kanannya. Dan 5 meter sebelum Demonic Power itu mengenai Madara, Naruto menembakkan api orange berukuran sama besar dengan Demonic Power Katerea melalui tangan kanannya.

Blaarr!

Api orange Naruto dan Demonic Power milik Katerea pu berbenturan dan menciptakan sebuah ledakan 5 meter di depan Madara. Uchiha itu kemudian melompat menembus ledakan itu dengan Gunbai digunakan sebagai penghalang agar dirinya tidak terkena efek dari kedua kekuatan yang berbenturan itu.

Setelah menembus bekas ledakan itu, Madara kini berada di depan Katerea yang ternyata sudah memperbaiki posisinya setelah terlempar. "Ini untuk desaku!"

Trank!

Katerea menahan ayunan Gunbai milik Madara menggunakan tongkat miliknya. "Bocah Sableng, sekarang!" Katerea terbelalak kaget dengan mata membulat ketika mendapati Naruto berlari dari arah samping kanannya masih dengan tangan kanan yang diselimuti api orange.

"Sialan!" Katerea hendak menciptakan lingkarang sihir menggunakan tangan yang tidak memegang tongkat, namun Madara menyadari hal tersebut dan langsung menepis tangannya sehingga lingkaran sihir yang hendak ia ciptakan menjadi gagal.

Duag!

Duaar!

Pukulan tangan kanan Naruto yang diselimuti api orange langsung menghantam wajah Katerea hingga menyebabkan ledakan kecil dari api orange milik Naruto. Salah satu pemimpin Old Satan Fraction itu pun terhempas ke samping kanan dengan pakaian yang robek akibat ledakan dari pukulan Naruto.

"Lagi-lagi pukulan pemuda sangat menyakitkan. Sebenarnya apa rahasia dari pukulannya itu? apa api orange itu?" Pikir Katerea belum mengetahui kalau Naruto menggunakan Senjutsu serta api dari Youkai Kitusne terkuat yaitu Kurama.

"Kerja bagus bocah Sableng!" Pujia Madara dengan nada datarnya kemudian melirik Katerea yang sudah berhasil berdiri walaupun di beberapa bagian pakaia miliknya robek.

Naruto hanya menanggapi pujian Uchiha itu dengan deheman pelan. "Kalau Ero-sennin ada disini, ia sudah pasti mati kehabisan darah melihat Oppai-nya itu." Gumam Naruto kemudian dengan tampang tidak berdosanya menunjuk Payudara bagian kanan milik Katerea yang terekspos.

"Hn." Madara mengeluarkan Trademark Uchiha miliknya untuk mengiyakan perkataan dari Naruto.

.

.

.

.

.

.

.

Kembali ke tempat Jiraiya, Hashirama dan Tobirama. Mereka bertiga sudah menyelesaikan pertarungan mereka melawan puluhan Iblis pengikut Old Fraction Maou. Dengan nafas memburu, ketiganya mengalihkan pandangan mereka ke arah langit dimana masih ada ratusan musuh.

"Sial! ... mereka mengambil keuntungan dari sayap mereka untuk terbang diluar jangkauan serangan kita." Ujar Tobirama dengan raut wajah kesal.

"Bukannya kau mempunyai Suiton yang memiliki jangkauan jauh Tobirama." Hashirama menolah ke adiknya dengan wajah dongkolnya menurut Tobirama sendiri.

"Dasar Baka Aniki! ... aku memang punya, tetapi aku tidak mau menyia-menyiakan chakraku yang tersisa untuk mengeluarkan jutsu itu karena mereka pasti menghindarinya dengan mudah." Balas Tobirama sambil menoleh ke orang yang dipanggil Baka Aniki yaitu Hashirama.

"Ohhh!" Hashirama mengangguk masih dengan wajah dongkolnya.

"Kalian berhentilah!" lerai Jiraiya kemudian merapalkan Handseal. "Ada serangan lagi!" Tambahnya sambil mendongak ke atas dan mendapati ratusan Demonic Power berukuran kecil mengarah ke meraka. Secara bersamaan, Hashirama dan Tobirama ikut mendongak sambil meraplakan handseal.

"[Hari Jizō]" Seru Jiraiya.

"[Mokuton : Mokujōheki]" Seru Hashiarama.

"[Suiton : Suijinheki]" Seru Tobirama.

Ketiganya langsung mengeluarkan Jutsu bertipe Defensive untuk menahan ratusan Demonic Power yang mengarah ke mereka. Pertahanan yang pertama adalah rambut putih Jiraiya yang bertambah banyak dan melindungi ketiganya. Sementara yang kedua adalah Kubah kayu milik Hashirama. Kemudian dari sela-sela kubah kayu milik Hashirama, Tobirama menyeburkan air dengan volume cukup banyak dan melapisi kubah kayu kakaknya.

Duar! Duar! Duar! Duar!

Ratusan ledakan pun langsung terjadi ketika Demonic Power kiriman para Iblis dari Old Fractio Maou menghujani jutsu ketiganya. Sementara di dalam kubah itu Jiraiya, Hashirama dan Tobirama berusaha menahan jutsu mereka agar tidak hancur karena para Iblis masih melanjutkan serangan mereka.

Beberapa menit kemudian akhirnya serangan para Iblis akhirnya terhenti. Ketiga shinobi itu pun melepas Ninjutsu mereka lalu berlari menuju ke depan dimana para Iblis kembali bersiap melancarkan serangan mereka.

"Ini saatnya ... " Tobirama dan Hashirama mengangguk kecil sambil berlari bersama Jiraiya ketika Pertapa itu berujar demikian. "Aku yang pertama ... " Jiraiya merapalkan sebuah Handseal sambil berlari.

" ... [Katon : Sanryuu Huashi no Jutsu]" Seru Jiraiya. Tiga buah naga api berukuran sedang langsung diciptakan oleh Jiraiya yang melesat menuju ke segerombolan Iblis yang terbang rendah tidak jauh darinya.

Blaar! Blaar! Blaar!

Tiga ledakan langsung terjadi tatkala ketiga naga api milik Jiraiya menghantam para Iblis. Para Iblis yang berhasil menghindari naga api milik Jiraiya hendaka melancarkan serangan balasan, namun pandangan mereka langsung tertuju pada Duo Senju yang berlari melewati Jiraiya sambil merapalkan Handseal secara bersama-sama.

Sreet! Sreet!

Duo Senju itu secara bersamaan mengerem tubuh mereka dengan kaki kanan. Tobirama yang berada di sebelah kiri langsung menarik nafas ketika handseal miliknya telah selesai, sedangkan Hashirama berjongkok lalu menghentakkan kedua tangannya pada permukaan tanah.

"[Suiton : Suiryūdan no Jutsu]" Tobirama menciptakan seekor naga dari ketiadaan di belakang tubuhnya.

"[Mokuton : Mokuryuu no Jutsu]" Di depan Hashirama seekor naga kayu langsung mencuat dari dalam tanah.

Kedua naga berbeda elemen itu pun langsung melesat menuju ke sekumpulan Iblis yang berhasil lolos dari serangan dari Jiraiya. Sekitar 30 Iblis langsung terkena dua serangan dari duo Senju itu, Melihat reka mereka terkena serangan dari ketiga shinobi itu, para Iblis yang terbang tinggi di atas mereka langsung menciptakan Demonic Power yang terlihat seperti sebuah laser berukuran kecil dan seketika ratusan Demonic Power itu pun bersiap menghujani ketiga orang dibawah.

Duar! Duar! Duar! Duar!

Ratusan ledakan kecil langsung terciptak ketika Demonic Power dari para Iblis menghujani area di bawah mereka dimana disana ada Hashirama, Tobirama dan Jiraiya yang kini sibuk menghidar dengan cara melompat kesana kemari.

"Sial!" Sambil melompat kesana kemari, Hashirama merapalkan sebuah handseal. "[Mokuton : Mokujōheki]" Beberapa balok kayu langsung mencuat di sekitar Hashirama lalu membentuk sebuah kubah pelindung sehingga dirinya terhindar dari Demonic Power yang masih menghujani area di sekitarnya.

Namun sial bagi Tobirama, puluha Demonic Power secara bersamaan dalam ruang lingkup yang luas mengarah ke dirinya. Ia berniat melompat menghindari namun ruang lingkup dari serangan itu cukup besar, sehingga satu-satunya cara adalah menciptakan Ninjutsu bertipe Defensive. "[Suiton ... "

Duarr! Duaar! Duaar!

Belum sempat ia menyebutkan nama Ninjutsu yang akan ia keluarkan. Puluhan Demonic Power itu keburuh menghujani area tempatnya berdiri sehingga menciptakan puluhan ledakan kecil.

"TOBIRAMA!" Teriak Hashirama kemudian melepas Handseal dan tubuhnya dari perlindungan rambut Jiraiya. Secepatnya Hashirama langsung berlari menuju tempat Tobirama.

Hashirama berlari menghiraukan serangan dari para Iblis yang masih belum terhenti. Sesampainya di tempat Tobirama yang ledakan-ledakan kecil mulai mereka, ia langsung memapah tubuh adiknya yang hampir ambruk.

"A-Aniki ... g-gomen, a-aku ... Ohookk!" Tobirama langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya sedangkan kedua tangannya menutupi luka di perunya.

Tobirama kemudian sekuat tenaga berusaha mengambil sebuah gulungan dari kantong shinobi miliknya. "T-Tolong ... be-berikan ... i-ini .. kepa-da ... Na-Naruto dan Ma-dara!" Ujar Tobirama dengan nada serak sambil menyodorkan sebuah gulungan dan toples kecil berisi dua mata Mangekyo Sharingan kepada Hashirama.

"Tidak Tobirama! ... kau yang harus memberikan itu kepada Naruto dan Madara!" Hashirama mulai meneteskan cairan bening dari matanya melihat keadaan dari Tobirama yang bisa dibilang sudah diambang kematian. Entah keberuntungan apa yang mereka dapat, tidak ada satupun dari serangan para Iblis yang mengenai mereka.

Sementara Jiraiya yang melihat keduanya mengepal kedua tangannya hingga membuat tangannya memutih. Serangan para Iblis yang sudah terhenti. "KALIAN AKAN MENERIMA AKIBATNYA!" Teriak Jiraiya dengan penuh emosi. Pertapa itu kemudian melompat ke udara. Dalam keadaan melompat menuju para Iblis, Jiraiya merapalkan Handseal.

"[Hari Jigoku]" Jiraiya yang sudah melayang di atas udara, rambut putihnya kembali memanjang dan langsung menembakkan jarum-jarum yang berasal dari rambut putihnya. Dan alhasil ribuan jarum itu pun langsung mengenai puluhan Iblis yang berada di atasnya.

Kembali ke tempat Hashirama dan Tobirama. Sang Kakak kini menidurkan adiknya itu dengan kepala yang ditaruh di atas pangkuannya. "Tobirama bertahanlah! ... aku akan segera mencarikanmu ninja medis!" Kata Hashirama dengan nada serak. Tobirama menggeleng pelan kemudian menyentuh permukaan tanah dengan jarinya.

"Pe-percuma Aniki, ... ti-tidak ada la-gi yang se-selamat ... uhukk ...uhukk ... yang ter-sisah ha-nya ka-lian berempat." Darah segar semakin deras mengalir dari sudut bibir dan luka pada perut Tobirama. Hashirama yang mendengar perkataan dari adiknya itu semakin banyak meneteskan air matanya.

"Ma-maafkan ... aku Aniki ... a-aku se-selalu me-nganggapmu bodoh." Tobirama tersenyum kecut karena memang Hashirama seorang yang bodoh untuk ukuran seorang pemimpin desa. "A-aku berharap a-gar kali- ... uhukk ... kalian bere-mpat bisa selamat ... da-" Tobirama akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sebelum menyelesaikan kalimat yang ingin katakan kepada Kakaknya.

"TOBIRAMAAAAAAAA!"

Buuummm!

Seketika aura pembunuh pekat langsung menguar dari tubuh Hashirama. Jiraiya yang masih dalam pertarungan udara melawan para Iblis meneteskan sedikit keringat karena merasakan aura pembunuh dari Hashirama. Bahkan Madara dan Naruto yang berada jauh dari mereka pun merasakan aura pembunuh itu.

Secara perlahan, Hashirama membaringkan tubuh adiknya itu. Setelah selesai, ia langsung mendongak ke atas sambil merapalkan sebuah Handseal. "Kalian semua akan kuhancurkan!" Untuk pertama kalianya seorang Hashirama yang dikenal ramah dengan perkataannya mengeluarkan sebuah kalimat dengan nada berat.

"[Mokuton Hijutsu : Jukai Kōtan]"

Perlahan akar-akar pohon mulai tumbuh di sekitar Hashirama. Akar-akar itu terus membesar hingga mampu mencapai para Iblis yang mengudara. Bahkan Jiraiya yang notabene adalah rekannya tidak ia gubris walaupun berada di area serangannya. Jiraiya melompat-lompat di antara akar dan batang pohon agar tidak sampai terkena serangan dari Hashirama.

.

.

.

.

.

.

.

"Hashirama/Hashirama-ossan!" Gumam Naruto dan Madara secara bersamaan di lokasi mereka ketika melihat Mokuton milik pemimpin desa itu menyapu bersih area langit bagian sana.

Detik selanjutnya, Madara dan Naruto langsung melompat ke arah yang berbeda ketika sebuah Demonic Power bersiap menyapu bersih kedunya. "Hampir saja, ... jangan sekali-kali lengah ketika bertarung manusia rendahan." Gumam Katerea kepada Naruto dan Madara.

Secara bersamaan Naruto dan Madara berdarat di tempat yang berbeda. Dengan posisi agak membungkuk dan tangan kanan yang menyentuh permukaan tanah, Naruto menoleh ke Katerea dengan delikan. Detik selanjutnya Naruto beralih menatap Madara. "Madara-ossan! Sepertinya sudah mencapai batasnya." Ujar Naruto.

"Begitukah." Gumam Madara datar yang mengerti mengenai perkataan Naruto, yaitu Energi Senjutsu milik pemuda itu telah habis dan perlu diisi kembali.

Seteleh itu Madara langsung berlari ke Katerea dengan Gunbai yang masih ia pegang di tangan kananya. Sementara Naruto kini duduk bersilah dengan kedua tangan yang terkepal bertemu di depan perut. "Aku serahkan pada anda Madara-ossan." Pikir Naruto.

Katerea melirik sejenak ke Naruto "Apa yang dilakukan pemuda itu?" Pikir Katerea, ia kemudian mengembalikan pandangannya ke Madara yang berlari ke arahnya dengan jarak sekitar 10 meter. "Tidak usah aku pikirkan, lebih baik aku bunuh yang satu ini dulu." Pikir Katerea yang menurutnya Madara akan menjadi ancaman untuknya jika saja Uchiha yang saat ini menjadi yang terakhir selamat dari sini.

"Pertama-tama kau yang akan aku kalahkan lalu beralih ke pemuda itu." Ujar Katerea kemudian menciptakan empat lingkaran sihir menggunakan tongkatnya pada udara di depannya.

"Hn!" Sambil berlari, Madara bergumam ambigu yang ditujukan kepada Katerea.

Detik selanjutnya, lima Demonic Power berbentuk seperti seekor ular melesat dari lingkaran sihir di depan Katerea menuju ke Madara berlari menuju Iblis keturunan Leviathan itu. Dua Demonic Power yang pertama sampai di depan Madara berhasil dihindari oleh Uchiha terakhir itu dengan cara melompat ke udara.

Duaar! Duaar!

Dua Demonic Power itu pun mengenai permukaan tanah dan menciptakan ledakan cukup besar, setelah ledakan tersebut reda, terlihat dua kawah berukuran besar tercipta di sana. Sementara tiga Demonic Power yang tersisah menukik ke atas dengan kecepatan tinggi menuju Madara yang tengah melayang.

Madara langsung memposisikan Gunbai miliknya di depan dada kemudian bergumam pelan "[Uchihagaeshi]"

Bumm!

Ledakan kecil kembali tercipta di atas udara tempat Madara ketika Uchiha itu memblok ketiga Demonic Power. Katerea berdecak kesal karena setiap serangannya belum ada yang mengenai Madara ataupun Naruto. "Sebenarnya sekuat apa benda mirip kipas itu?" Pikir Katerea bertanya-tanya mengenai Gunbai milik Madara yang dengan mudahnya dapat memblok beberapa Demonic Power yang dikeluarkan olehnya.

"[Katon : Gōkakyū no Jutsu]" Seru Madara setelah mengembalikan Gunbai ke punggunya kemudian merapalkan Handseal sambil menarik nafas. Detik selanjutnya Madara langsung menyemburkan sebuah bola api berukuran sedang menuju Katerea.

Lamuan Katerea mengenai Gunbai Madara langsung terhenti ketika mendengar seruan serta bola api milik Madara yang melesat ke arahnya. Dengan cepat ia langsung melompat ke samping kanan, setelah mendarat dengan sempurna ia kembali menembakkan Demonic Power ke Madara untuk membalas serangan barusan. "Hancurlah Manusia rendahan!" Seru Katerea.

"[Great Fire Bullet]"

Blaar! Duaar!

Dua ledakan di tempat yang berlainan langsung terjadi. Pertama bola api Madara yang menghantam sebuah pohon hingga hangus, sedangkan ledakan kedua adalah Demonic Power milik Katerea yang berbenturan dengan sebuah peluru api orange berukuran sangat besar sekitar 5 meter di depan Madara hingga menciptakan sebuah hembusan angin yang cukup kuat.

"Akhirnya kau selesai juga bocah sableng." Ujar Madara datar sembari menahan tubuhnya agar tidk terhempas oleh hembusan angin dari ledakan didepannya. "Waktu pengumpulan energi alammu semakin singkat saja bocah sableng." Tambahnya masih dengan nada datar.

"Hn."

"Itu trademark milikku bocah sableng!"

"Terserah." Balas Naruto acuh tak acuh. "Sebaiknya kita fokus ke perempuan seksi itu!" Naruto menunjuk Katerea yang memandang mereka dengan pandangan jengkel. Madara mengangguk pelan sambil bergumam 'Hn' ambigu.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah bertarung selama beberapa menit yang dihiasi serangan demi serangan dari ketiganya. Pertumbuhan hutan milik Hashirama pun telah terhenti sehingga menciptakan sebuah menara yang mempunyai bentuk tidak beraturan, menara itu tercipta dari pohon-pohon Hashirama yang saling mengikat.

Tap! Tap!

Hashirama dan Jiraiya mendarat di samping Naruto dan Madara yang tengah mendelik Katerea. Dan benar kata Naruto, seketika Jiraiya langsung mimisan hebat ketika melihat Oppai sebelah kanan milik Katerea. "Huaaaa ... sebuah maha karya!" Kata Jiraiya histeris.

Madara menghiraukan pertama mesum itu dan menoleh ke Hashirama. "Dimana Uban dan izuna?" Tanya Madara. Hashirama tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya melainkan menundukan kepalanya. "Hey Hashirama dimana mereka berdua?" Tanya Madara untuk kedua kalinya dan kali ini nadanya terdengar membentak.

"M-Mereka be-berdua tewas."

"APAAAAAA!" Teriak Madara dan Naruto yang ternyata juga mendengar jawaban dari Hashirama.

"Kau bohongkan Hashirama?" Tanya Madara memastikan bahwa kabar adiknya itu adalah bohong. Hashirama menggeleng pelan kemudian mengeluarkan tabung pemberian Izuna. "Ini adalah-"

"IZUNAAAAAA!" Sharingan 3 Tomoe milik Madara langsung berputar cepat hingga membentuk pola baru. Akhirnya Mangekyo Sharingan Uchiha Madara bangkit sepenuhnya setelah mendengar dan melihat mata Mangekyo Sharingan di dalam tabung yang dipegang oleh Hashirama.

"TOBIRAMA-OSSAN DAN IZUNA-OSSAN TEWAS? SIAPA YANG MEMBUNUH MEREKA HASHIRAMA-OSSAN?" Teriak Naruto kepada Hashirama.

"Pembunuh Tobirama sudah aku tuntaskan sedangakan Izuna adalah dia!" Hashirama menunjuk Katerea karena saat bertemu dengan Tobirama, ia diberitahu mengenai ciri-ciri pembunuh dari Izuna.

Secara bersamaan Naruto dan Madara membalik tubuh mereka menghadap Katerea. Tubuh Naruto mulai dikelilingi api orange menandakan bahwa ia kini dalam keadaan sangat marah. Sementara Madara mendelik sangat tajam Katerea dengan Mangekyo Sharingan yang baru saja ia bangkitkan.

.

.

.

.

.

.

.

"Kau akan mati!" Ujar Naruto dan Madara secara bersamaan dengan nada sangat berat sambil menunjuk Katerea.


TBC!

[TrouBlesome Cut]


Balasan Review

Rico : Hehehe... ane kira Naruto kgk terlalu kuat krn ia hnya mempunyai dua kemampuan yaitu Senjutsu dan Api Orange Kurama

TatsuOga : Harapan anda terkabul ... ane tidak memasukkan Naruto ke Kuoh Akademy.

EdyBrrr : Ente yg harusnya lebih teliti, coba baca lagi di Summary ato Chap sebelumnya.

NU : Masalah Pair, saat ini ane tidak terlalu mikir kesono.

Cah uzumaki : Di Fic ini memang ada unsur agal sama dgn Brand New World milik Bad Sector. Unsur bisa ketebak dengan adanya Madara sebagai Second Protagonis.


Terima kasih telah Mereview, Favorite, Follow ataupun sekedar membaca Fic super berantakan dan Gaje ini. Silahkan berikan komentar/saran/kritikan kalian mengenai Chapter ini di kolom Review.