Disclaimer: Naruto [©Masashi Kishimoto], High School DxD [©Ichie Ishibumi] and other not Mine!
Genre: Adventure, Family, Supernatural, Action, Romance and Mistery.
Warning: Author Newbie, Alternative-Universe, Semi Alternative-Timeline, Typo's, Miss-Typo's, Multi-Genre, Bahasa Gado-Gado, OOC (Amat sangat), Adult Theme, Violence, Gender bender, Fem!Hidan (Hilda), Etc.
Arc III: Early and Late.
Chapter 20: After Match — Rias and Occult Research Club Side.
Author Note: Kalau Feel-nya gak kena. Tolong maafkan saya dan tolong buang Stark Fullbuster 014 alias Stark sayang mami kushi selalu ke sungai. Siapapun yang bisa membuang orang kampret itu. Saya akan sangat berterima kasih :v :v
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jam istirahat di Kuoh Akademi baru saja berbunyi. Mayoritas murid berbondong-bondong keluar kelas, ada yang pergi ke kantin atau mencari tempat sepi untuk mengisi perut mereka sehabis menjalani pelajaran, adapula murid yang memilih berkumpul bersama teman-teman dan sisanya tinggal dalam kelas. Intinya, sebagian besar suasana sekolah tersebut dihiasi keceriaan dan kegembiraan para murid. Kecuali beberapa murid yang merupakan anggota klub penelitian ilmu gaib.
Dan khusus untuk seorang gadis berambut merah crimson yang diketahui adalah Rias Gremory. Saat ini dia tengah menyendiri dalam kamarnya di gedung tua belakang Kuoh Akademi yang merupakan markas dari Klub Penelitian Ilmu Gaib. Sejak meninggalkan medan pertempuran melawan Kokabiel dan keluarga Naruto, Rias tidak pernah keluar dari kamarnya. Pemulihan anggotanya diserahkan kepada Sona dan Tsubaki yang secara suka rela ingin membantu. Rias juga berpesan kepada kedua iblis betina itu agar memberitahukan bahwa dirinya tidak ingin diganggu oleh siapapun, walaupun tadi pagi Issei sempat ingin bertemu dengannya. Dia bahkan meminta sahabat masa kecilnya untuk memberi izin tidak masuk sekolah hari ini.
Berbanding terbalik dari suasana di luar bangunan tersebut. Ruangan tempat Rias menyendiri dipenuhi kesedihan dan kesuraman. Duduk pada sebuah kursi yang menghadap langsung ke luar ruangan, pikiran sang Heiress Gremory tidak pernah lepas dari pemuda yang telah membuat [Queen], [Knight] dan [Pawn] miliknya tenggalam dalam lautan api.
"Naruto..." dia bergumam dengan suara serak memanggil nama pemuda itu. Sejak pagi setelah dirinya membuka mata, gambaran wajah pemuda berambut perak saat menjelaskan alasan kenapa hanya dirinya yang tidak diserang dalam pertarungan semalam selalu muncul dalam benaknya. Bukan hanya itu, gambaran mereka saat masih berada di Underworld pun ikut bermunculan.
Seolah-olah pertarungan hebat beberapa jam yang lalu adalah pemicu munculnya perasaan aneh dalam hatinya.
[Uhuk, uhuk... Aku melakukannya karena kau pantas menerimanya. Kau'lah...uhuk, uhuk, cough... gadis penyebab mataku tertutup dari segala hal, gadis yang membuatku lupa dengan beberapa orang yang ternyata menunggu ke...uhuk...pulanganku, gadis—Arrrgggghhhhhh!]
"Pantas menerima apa, Naruto?" dia kembali bergumam dengan suara serak, nan dalam setelah potongan ingatan itu kembali muncul di kepalanya. "Apakah balasan aku sudah membencimu dan tidak berterima kasih telah mengalahkan Riser untukku... Atau tindakanku mencuri adikmu dan membuat marah Uchiha-san?"
Rias bukanlah gadis bodoh. Dia mengerti jika Naruto ingin membalas sesuatu di masa lalu, dan itu jelas bukan tindakan baik darinya. Tapi yang menjadi pertanyaan besar dalam kepala Rias adalah... Jika memang Naruto ingin membalas sesuatu, kenapa serangan [Guren Hōken] atau [Crimson Lotus: Demolition Fist], tehnik yang terinspirasi dari rambut merah crimson miliknya dibuat meleset?
Sementara bingung mencari jawaban dari pertanyaan itu, potong ingatan kembali muncul dalam benak Rias.
[Tidak mungkin untukku membunuh orang yang sudah menyelamatkan nyawa dan kemanusiaanku.]
Rias tersentak. Sadar jika ada yang berubah dari cara Naruto menyebut dirinya dalam dua kalimat barusan. Urutan dari setiap ucapan Naruto masih sangat jelas teringat dalam kepalanya. Di awal-awal —mendekati akhir pertarungan— ketika dia mengungkapkan permintaan maaf dan rasa terima kasih atas semua tindakan Naruto selama berada di sisinya, sekaligus penyebab serangan [Guren Hōken] dibuat meleset itulah jawaban yang dilontarkan Naruto kala dirinya melempar pertanyaan.
Rias paham maksud dari jawaban tersebut... Karena sudah menjadi sifat mayoritas orang baik tidak bisa melukai, bahkan membunuh orang yang sudah menyelematkannya. Dan disini, Rias mengkategorikan Naruto sebagai orang baik atau semacamnya.
Dan tidak menutup kemungkinan orang yang diselamatkan kadang kala akan membalas sang penyelamat, apapun itu! Termasuk mengorbankan diri sendiri. Itulah yang dilakukan Naruto beberapa tahun lalu sebelum menghilang dari Underworld. Dan Rias masih ingat apa yang terjadi pada hari itu. Naruto menghilang dari Underworld demi menyelamatkan dirinya dan sahabatnya. Yang pada saat bersamaan Naruto juga menyelamatkan Underworld, walau sebagian besar penduduknya tidak tahu-menahu tentang itu.
Andai saja Rias menuruti permintaan Naruto untuk kembali ke mansion. Mungkin saja cerita dramatis antara dirinya dan Naruto akan berubah. Naruto tidak meninggalkan Underworld, Naruto tidak menginkari janjinya, sahabatnya tidak akan tewas mengenaskan dan yang paling penting andai memang benar beberapa hal tersebut akan terjadi... Dia bisa paham arti dari 'Ketidakmungkinan yang selalu disemogakan' yang disematkan Naruto ke dirinya.
Lagipula kemunculan Old-Satan Faction hari itu tidak akan terjadi jika saja Rias dan Naruto kembali ke mansion dan juga keselamatan sahabatnya akan terjamin karena sang sahabat merupakan kunci dari rencana Golongan yang ingin membalas kekalahan di perang sipil.
Pada momen terakhir dalam ingatan Rias, sesuatu tiba-tiba mengganjal tenggorakan hingga nafasnya tercekat.
[Tenang saja... Aku pasti akan kembali apapun yang terjadi...Rias. Jadi tunggulah sampai iblis-iblis brengsek yang mau menghancurkan salah satu impianmu mati!]
"Naruto..." gumamnya kembali memanggil nama pemuda itu. Cairan bening mulai menumpuk di pelupuk matanya, tertahan dan tinggal menunggu sesuatu yang akan membuatnya terjun bebas ke pipi mulus itu. Sungguh Rias tak menyangka Naruto akan memanggil namanya di saat-saat terakhir sebelum meninggalkan tempat tinggal ras iblis. Dan maksud dari salah satu impiannya itu apa? Dia malah berubah bingung memikirkannya sampai-sampai jeda untuk cairan bening itu terjun sedikit bertambah.
Untuk memecahkan semua kebingungan ini. Rias kembali memutar otak mengingat semua kenangan Naruto bersamanya. Dimulai dari hari pertama mereka bertemu, sampai pada kejadian semalam. Baik itu kenangan bahagia maupun buruk. Ya, kenangan buruk yang mengharuskannya menahan diri untuk tidak menangis. Dan salah satu kenangan buruk tersebut adalah kebencian yang mulai muncul dalam diri Rias di hari sahabatnya selain Akeno tewas mengenaskan.
.
.
.
.
.
[Flashback]
Matahari buatan di atas langit Underworld tengah bersinar dengan teriknya. Namun itu tidak menyurutkan niat Rias untuk mengunjungi sahabatnya yang tinggal di pinggiran wilayah kekuasan keluarganya. Rias hendak mengunjungi sang sahabat bukan karena rindu atau apa...
Hampir setiap hari dalam beberapa tahun belakang ini dia berkunjung untuk sekedar berbagi cerita ataupun informasi mengenai keberadaan Naruto. Karena hanya bersama sahabatnya Rias bisa mengingat hari-hari ssat Naruto masih berada di Underworld. Dan juga selain dirinya sendiri, sang sahabat adalah tempat kedua —dari sudut pandang Rias— bagi Naruto untuk kembali.
Akan tetapi, entah kenapa hari ini rasa khawatir membanjiri hatinya sampai-sampai waktu belajar dan berlatih menggunakan lingkaran sihir bersama tiga budak iblisnya —Akeno dan Koneko— dia batalkan dan datang lebih awal dari biasanya. Dirinya sudah kehilangan Naruto dan tidak tahu kapan akan kembali, atau bahkan tidak akan pernah kembali lagi.
Kejadian yang sama tidak ingin Rias alami lagi!
Dia tidak ingin kehilangan orang yang mengerti salah satu beban hidupnya saat ini, yaitu: tidak ingin dianggap sebagai Rias Gremory sang pewaris klan Gremory, melainkan Rias. Gadis muda—lebih tepatnya Iblis muda pada umumnya.
Alasan Rias berpikir Naruto tidak akan pernah kembali lagi tidak lain dan tidak bukan terjadi beberapa lalu. Saat itu dia menyadari sesuatu dan itu sempat memunculkan pikiran negatif dalam kepalanya. Sesuatu itu adalah... Bagaimana dia memperlakukan Naruto, selalu memaksa pemuda itu untuk mengikuti keinginannya, tidak peduli apa itu. Ditambah lagi setelah menerima [Evil Piece], dia sangat jarang berinteraksi dengan Naruto. Dia hanya akan melakukannya apabila budak iblisnya menjalani latihan atau kesibukan lain, itupun ketika bersama Naruto kelakuannya tetap sama, hanya memaksakan pemuda itu untuk menuruti semua yang keinginannya.
Dari semua itulah, Rias berpikir jika Naruto tidak akan kembali lagi, lebih tepatnya tidak ingin kembali lagi ke sisinya. Naruto tidak ingin lagi diperlakukan seperti itu, makanya tidak muncul setelah beberapa tahun menghilang.
Ketika Rias membiacarakan hal ini ke sahabatnya, balasan yang dia terima malah diluar dugaan. Sahabatnya langsung menampar pipinya dan meminta untuk membuang pikiran negatif tersebut selagi berkata...
"Tunggu saja, Naruto pasti kembali apapun yang terjadi. Karena kau adalah orang yang sangat berharga untuknya, apapun akan dilakukan Naruto untuk kembali ke sisimu. Jadi, tunggulah hari kepulangannya, Rias."
Entah karena merasa bersalah akibat berpikiran negatif atau terkejut karena tamparan dan kata-kata sahabatnya, Rias kembali percaya akan kepulangan Naruto. Dan sejak saat itu pula, rasa rindu akan kehadiran Naruto kembali memenuhi hati sang pewaris Gremory.
...
Beberapa menit lamanya Rias berjalan menyusuri jalan ramai wilayah Gremory, yang tentu saja diiringi tatapan kagum dan lapar dari iblis jantan yang melihat kecantikannya, akhirnya dia tiba kediaman sahabatnya di pinggiran kota. Tepat di hadapan bangunan berlantai tiga yang terlihat biasa-biasa saja, pandangan khawatir Rias kembali muncul, tidak ada sedikit pun tekanan energi iblis yang dirasakan.
"Apa yang terjadi? Biasanya jam segini Karin sudah beristirahat, tapi kenapa energinya sama sekali tidak kurasakan?" gumam Rias bertanya-tanya entah pada siapa perihal keanehan yang terjadi pada sahabatnya yang diketahui bernama Karin. Tanpa menunggu jawaban datang dari langit, Rias melangkahkan kaki menuju pintu masuk, kewaspadaan sedikit ditingkatkan mengingat kejadian sekarang mirip seperti hari dirinya kehilangan Naruto.
Sesampainya di depan pintu masuk, Rias menggerakkan tangan kanan dengan gerakan pelan menuju gagang pintu di sana. Rias menghela nafas panjang selagi berharap dalam hati rasa khawatirnya bukan karena kejadian yang sama akan kembali, namun itu karena Karin terlalu memaksakan diri berlatih hingga tak sadarkan diri di tempat latihan.
"Busuknya!" bau tak sedap langsung menyeruap hingga tertangkap indra penciuman Rias setelah mendorong daun pintu di depannya. Hal itu pun membuat mata beriris biru-hijau miliknya bergetar hebat. Bau tak sedap yang dicium sangatlah amis, dan ketika melangkahkan kaki memasuki ruang tamu, kaki kanan Rias menginjak semacam cairan kental di lantai. "D-darah?"
"Karin...Karin, dimana kau? Apa yang terjadi?! Kau tidak apa-apa, kan?" Rias berlari ke segala sudut bangunan mencari-cari keberadaan Karin, bau amis dari jejak darah pada lantai dihiraukan dan fokus untuk menemukan sahabatnya. Ruang tamu, santai, dapur, WC, kamar Karin, semuanya diperiksa oleh Rias namun tidak menghasilkan apa-apa.
Ketika hampir putus asa, Rias ingat masih ada satu tempat yang belum diperiksa dan itu berada di lantai dua. "Tinggal ruangan itu...!"
Mata Rias kembali melebar syok saat tiba di lorong lantai. Terdapat jejak darah yang masih segar pada lantai dan jejak tercipta karena orang yang mengeluarkan darah diseret paksa menuju pintu di ujung lorong, pintu masuk menuju ruangan yang ingin diperiksa Rias. Saat melihat hal tersebut, Rias yakin kalau sesuatu menimpa Karin dan itu jelas bukanlah diakibatkan rasa lelah habis berlatih, melainkan sebuah... Penyerangan!
Maka, terjawablah kenapa hari ini tiba-tiba saja hati Rias memunculkan rasa khawatir teramat sangat sampai-sampai tidak ada keinginan sedikit pun untuk belajar maupun berlatih.
"K-Karin..." Rias memanggil sahabatnya dengan suara serak. Cairan bening mulai menumpuk di sudut matanya selagi berjalan menuju ujung lorong.
Sampai di ujung lorong dan membuka pintu tersebut, bau amis semakin pekat ditambah pemandangan yang sangat mengerikan sekaligus menyayat hati Rias terpampang jelas di depan mata. Ruangan yang dulunya adalah perpustakaan kecil tempat berbagai macam buku dan manga kini berubah. Yang ada hanyalah ruangan penuh bercak darah, lubang kecil maupun besar bekas tembakan Demonic Power, sebilah pedang eropa kuno tertancap di tengah-tengah ruangan dan kalung berbantul kristal senada warna mata Rias tergeletak di samping senjata tajam itu.
"Tidak mungkin! Ini bohong, kan? Nee, Karin kau pasti mengerjaiku. Cepat keluar...hiks..hiks...hiks..." Rias jatuh berlutut tepat di ambang pintu. Air mata dengan derasnya menuruni pipi mulus sang pewaris Gremory. "Hiks..hiks...kau menang Karin, aku..hiks..mengaku kalah. Keluarlah..hiks..sekarang!" dalam keputus-asaan, Rias berujar serak dan berharap ini semua hanyalah permainan ataupun kejutan untuknya dari Karin.
Namun fakta di depannya tidak dapat lagi dibantah. Lubang-lubang pada dinding tidak mungkin diciptakan oleh Karin, Rias tahu itu. Darah pada lantai dan dinding juga bukanlah darah hewan atau mahluk lain. Dan yang paling penting adalah kalung tersebut, selama ini Karin tidak pernah melepasnya. Kalung itu adalah tanda persahabatan mereka bertiga—Rias, Karin dan Naruto.
"K-K-Karin..."
Rias merangkak ke depan menuju tempat kalung peninggalan sahabatnya tergeletak. Dalam keheningan ruangan yang mencekam, dia mengambil kalung tersebut, memisahkan rantai dan bandulnya. "Dulu Naruto, dan sekarang kau Karin... Apakah semua ini berarti keinginanku untuk dianggap sebagai Rias tidak akan pernah terwujud? Satu per satu dari kalian, orang yang tidak menganggapku sebagai Rias Gremory menghilang..." dia bergumam untuk dirinya dengan suara tertahan. Saking fokusnya Rias memikirkan apa yang diucapkan, tidak ada sedikit pun terlintas dalam pikirannya siapa pembunuh dari Karin.
Rias menyelipkan tangan kanannya pada bagian leher baju yang dikenakan, menarik keluar kalung yang sama cuma berbeda di bagian bandul saja. Jika milik Karin berwarna senada mata Rias, maka sebaliknya milik Rias berwarna Ruby, warna mata dari Karin. Dengan air mata yang masih mengalir deras, Rias memandangi bandul kalung miliknya dan itu membuat air matanya semakin deras mengalir di pipi.
"KARIN...!"
Bersamaan dengan teriakan yang sarat akan rasa sakit dari sang pewaris Gremory, satu-satunya jendala pada ruangan terbuka dengan kerasnya dan menciptakan suara dentuman keras. Hal itu disebabkan oleh angin kencang yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Bukan hanya jendela tersebut yang terkena hembusan angin. Di atas meja kecil di sebelah kiri Rias, terdapat sebuah buku. Halaman demi halaman buku tersebut berganti terkena hembusan hingga pada akhirnya terhenti pada sebuah halaman yang disana terdapat tulisan tangan dari Karin berbunyi...
Selasa, 5 April XXXX.
Hari ini mungkin akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupku. Setelah sekian lama, aku akhirnya bisa mengeluarkan Demonic Power-ku, walau masih belum sebesar milik Ayah dan Ibu. Semua itu berkat Naruto-san yang selalu ada membantuku. Tetapi, bukan hanya itu yang membuat hari ini menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupku. Karena keberhasilanku mengeluarkan Demonic Power, Naruto-san memberitahukan sesuatu sebagai hadiah atas pencapaianku hari ini.
Saat pertama aku mendengar apa yang diucapkan Naruto-san. Aku sangat terkejut sekaligus bahagia di saat yang bersamaan. Dan, dan, dan aku hampir tertawa mengingat wajah Naruto-san saat mengatakan hal tersebut. Wajah Naruto-san penuh dengan warna merah pekat saat memberitahukan rahasia besarnya padaku. Naruto-san dengan malu-malunya mengatakan jika ia memiliki perasaan ke Rias.
Ya, Sebagai seorang sahabat dan orang yang sudah sangat banyak dibantu Naruto-san, aku sangat setuju sebagai sahabat Naruto-san dan Rias jika mereka bersatu, walau berbeda ras dan status. Dan mungkin saja dua hal itu yang membuat Naruto-san tidak berani mengungkapkan perasaannya. Tapi, aku berjanji akan membantu Naruto-san untuk mengungkapkan perasaannya ke Rias. Karena bagaimana pun, mereka berdua adalah sahabat yang paling kusayangi di dunia ini.
Semangat ya, Naruto-san.
Sebenarnya masih banyak yang ingin kutulis. Tetapi, yang terpenting... Akhirnya aku bisa mengelurkan Demonic Power dan aku mengerti kenapa Naruto-san sangat perhatian ke Rias.
—Karin Andrealphus.
Seandainya saja Rias mau memeriksa ruangan. Mungkin saja, dia akan mengetahui apa yang ditulis oleh sahabatnya pada buku tersebut. Namun, karena terlalu sedih dan tertekan masih belum bisa menerima kematian Karin, Rias sama sekali tidak beranjak dari tempatnya dan menangis sepanjang hari hingga Sirzechs, Grayfia, Akeno dan Koneko datang.
...
Semenjak hari kematian Karin, seminggu penuh Rias tidak pernah keluar dari kamarnya di kediaman Gremory. Untuk urusan makan, para Maid hanya meletakkan nampan penuh makanan di depan pintu kamar tiga kali sehari. Dalam seminggu itu pula, kerinduan Rias terhadap Naruto mulai tergantikan, yang hanya ada perasaan benci. Rias mulai membenci Naruto karena menginkari janji yang telah dibuat. Karena seandainya saja janji tersebut Naruto tepati, kemungkinan besar Karin tidak akan mengalami kematian yang tragis.
Ya, sejak hari dimana Rias percaya Naruto akan kembali. Rias berniat mengalihkan perlindungan dari Naruto ke Karin. Untuk dirinya, sudah ada Akeno dan Koneko sebagai budak iblisnya. Namun, semua rencana itu hancur karena Naruto tidak kembali dan Karin kini sudah meninggalkan dunia—Dunia Iblis untuk selama-lamanya.
Melihat keadaan Rias yang begitu buruk dalam seminggu membuat keluarganya menjadi khawatir terutama Sirzechs. Maka dari itu, Sirzechs memerintahkan beberapa iblis bawahannya untuk menyelidiki kematian dari Karin. Setidaknya, mungkin dengan ditemukannya pelaku dibalik kejadian itu, Rias bisa keluar kamar. Akan tetapi, penyelidikan selama hampir dua minggu lamanya tidak membuahkan hasil. Penyerangan itu benar-benar dilakukan penuh perhitungan, tidak ada jejak energi apapun di tempat tinggal Karin. Satu-satunya petunjuk yang ada hanyalah pedang eropa kuno yang mungkin saja menjadi senjata untuk membunuh Karin.
Sekitar dua bulan setelah kejadian itu, Rias mulai kembali seperti semula kecuali untuk bagian Naruto. Hampir semua kenangan indah bersama pemuda itu sudah Rias hilangkan dari dalam dirinya. dia mengganti perasaan rindunya dengan kebencian karena telah menginkari janji yang dibuat Naruto.
Lalu, setahun kemudian. Bertepatan dengan penerimaan siswa baru di dunia manusia, khususnya daerah Jepang. Rias memutuskan untuk pergi dan bersekolah di dunia manusia layaknya gadis muda pada umumnya. Awalnya, keluarga Rias terutama Sirzechs menolak keras keinginan itu, namun kekeras kepalaan dari Rias membuat Sirzechs dan lain mau tak mau mengijinkannya.
Ketika berangkat ke dunia manusia. Rias ditemani oleh Sona, Tsubaki, Akeno, Koneko, Yuuto Kiba dan Gaspes Vladi. Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki mendaftar sebagai murid pindahan di Kouh Akademi—kota yang memang adalah wilayah dibawah kekuasaan wilayah Gremory. Sedangkan Yuuto Kiba, Knight yang belum genap lima bulan Rias reinkarnasi mendaftar sebagai murid kelas satu. Dan untuk Koneko dan Gasper Vladi—Bishop baru Rias, menjadi penghuni rahasia ruang Occult Research Club yang Rias dan Akeno dirikan setelah dua bulan bersekolah di sana.
...
Kira-kira begitulah yang terjadi setelah Naruto meninggalkan Underworld. Perasaan Naruto yang muncul beberapa bulan sebelum Rias menerima [Evil Piece] dibalas sebuah kebencian. Kebencian dari Rias Gremory yang mulai muncul di hari kematian sahabatnya, Karin Andrealphus.
[Flashback End]
.
.
.
.
.
Selesai mengingat kejadian yang membuatnya benci terhadap Naruto. Rasa bingung Rias semakin menjadi-jadi, isi kepalanya terbang kemana-mana tanpa tujuan pasti. Di satu sisi, dia merasa benar jika membenci Naruto karena sudah menginkari janjinya. Namun, dilain sisi ia juga merasa menyesal. Andaikan Naruto kembali—bukan-bukan, andaikan saja dia tidak menyalahkan Naruto atas kematian Karin sampai membencinya, kejadian di hari pertunangannya yang batal mungkin bisa dihindari. Dia bisa saja mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan tulus dan meluapkan kerinduannya terhadap Naruto, bukan memaki dan mengungkapkan rasa bencinya.
Karena dengan begitu, arti dari 'Ketidakmungkinan yang selalu Naruto semogakan' bisa saja Rias temukan.
"Dulu, aku sempat berpikir... Apa yang kau maksud merusak salah satu impianku itu dan sekarang aku baru mengerti." gumam Rias diiringi isakan ringan. Isi kepalanya kini kembali ke tempatnya dan bisa berpikir lebih tenang. "Sebenarnya, itu hanyalah sebuah impian kecil yang mungkin tidak dapat terkabul. Impian agar aku bisa dianggap sebagai Rias. Dengan membunuh iblis-iblis yang menyerang tempo itu, Karin akan selamat. Dan harapan agar impian itu tetap ada karena hanya dirimu dan Karin waktu itu yang menganggapku Rias, bukan Rias Gremory, adik Maou-Lucifer atau Pewaris dari klan Gremory."
Rias mengalihkan perhatian dari langit menuju Kuoh Akademi, dia menatap lurus dengan mata berair para penghuni sekolah yang tengah melakukan aktivitas masing-masing. "Kurang lebih, setahun setelah kematian Karin, aku memutuskan untuk pergi dari Underworld dan bersekolah di dunia manusia. Semua itu kulakukan agar impianku yang sempat hilang kembali muncul. Dan itu benar-benar terjadi..."
Seperti yang dikatakan olehnya. Impiannya untuk tidak dianggap Rias Gremory benar-benar terjadi di dunia manusia, terutama di Kuoh Akademi. Di sekolah, dia dianggap sebagai Rias Gremory. Siswa pindahan yang kecantikannya hampir menyamai bidadari. Para penghuni Kouh Akademi menganggapnya sebagai Rias dan memberikan julukan 'Two Great Onee-sama' bersama Akeno. Walaupun julukan itu tetap seperti dipuja-puja, namun setidaknya dia tidak dianggap sebagai seoran pewaris klan besar ataupun pewaris perusahaan besar di dunia manusia.
Dan ketika Rias mendapatkan—mereinkarnasi Issei sebagai Pion satu-satunya. Impian tersebut semakin dekat untuk terkabul. Itu terjadi ketika Rias dan budak iblisnya melakukan pelatihan di Vila Gremory untuk persiapan [Rating Game] melawan Riser Phenex. Pada suatu malam, Rias dan Issei berbicara di pondok kecil vila tersebut. Rias mengungkapkan impian tersebut ke Issei dan sebaliknya Issei menanggapi hal tersebut sesuai dengan harapannya.
Issei mengatakan bahwa dia sama sekali tidak peduli dengan semua itu dan menyukai Rias apa adanya. Klan Gremory, Iblis, Manusia dan segalanya. Issei berterus terang itu tak masalah. Karena pada waktu itu, Issei disana, dengan berdiri di sisi Rias adalah hal terpenting bagi pemuda itu.
Saat itulah, Rias merasa dekat dengan impiannya dan akhirnya perasaan lain mulai muncul dalam hatinya. Perasaan khusus yang hanya ditujukan oleh Issei seorang. Lalu, di hari pertungannya, perasaan itu semakin tumbuh karena Issei datang menyelematkannya dari pertungan, walau pada akhirnya Issei kalah di tangan Riser. Dan pada saat yang bersamaan, kebencian Rias semakin besar mengetahui kalau yang menggantikan Issei bertarung melawan Riser dan berhasil menang adalah... Naruto.
Mengingat hari itu, Rias tersentak. Dia langsung menutup mulutnya dengan tangan kiri dan air matanya kembali mengalir deras di pipi. Rias pernah menonton anime ataupun membaca manga dan light novel yang karekter utama mirip dengan apa yang sekarang Naruto lakukan...
Maka dari itu, titik terang untuk Rias mengerti kalimat terakhir Naruto sebelum pingsan di malam sebelumnya akhirnya muncul. Kenapa Naruto hanya tersenyum saat berkata membenci pemuda itu? Kenapa Naruto memberikan hadiah kemenangannya ke dirinya padahal Naruto bisa saja meminta hal lain? Dan yang terpenting, kenapa Naruto tidak bisa menyerang dirinya padahal tidak terhitung berapa banyak kesalahan yang dia perbuat kepada pemuda itu?
"Naruto... J-Jangan-jangan kau..."
Jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya. Mulai hari ini, jam ini, menit ini, detik ini... Apa yang disebut sebuah penyesalan mulai dirasakan oleh Rias Gremory.
Karena bagaimana pun, sama seperti Manusia. Mau itu Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, Dewa, Naga, Youkai tetap memiliki hati. Walaupun kadang kala ada mahluk yang berhati, namun tidak berperasaan.
.
.
.
.
.
Sama seperti yang terjadi di tempat Rias, di salah satu taman Kuoh Akademi. Peerage Rias tengah berkumpul untuk memikirkan keanehan yang terjadi pada [King] mereka sejak pertarungan melawan Kokabiel dan Naruto selesai. Dari pertama mereka —Akeno, Koneko, Kiba, Asia dan Issei— berkumpul di taman, tidak ada yang angkat suara karena mereka tengah berkutat dengan pikiran masing-masing.
Walaupun keadaan tubuh mereka telah pulih dari pertarungan terutama Issei yang paling parah karena terkena tusukan Katana dari Naruto. Namun tidak untuk mental mereka. Bisa dibilang, kondisi mental dari Peerage Rias saat ini tengah terpuruk sedalam-dalamnya. Itu karena kekalahan mereka dari Naruto sampai-sampai Rias bertingkah aneh setelahnya. Keanehan itu karena Rias sama sekali tidak ingin diganggu oleh siapapun, bahkan Akeno dan Sona selaku sahabatnya sendiri.
"Brengsek!" Issei memecah suasana hening yang terjadi dengan mengumpat keras dan memukul permukaan tanah. Sontak saja itu mengundang perhatian yang lain.
"I-Issei-san..." ujar Asia gagap terkejut melihat tindakan dari pemuda berambut coklat itu. "A-Ada apa Issei-san?" tanyanya kemudian.
Issei menghela nafas panjang. Ia menoleh ke samping dan melebarkan mata terkejut melihat mata berair dari gadis mantan biarawati itu. "T-tidak ada apa-apa kok, Asia." ujarnya setengah berbohong sambil tersenyum palsu untuk menenangkan Asia. Sebenarnya jauh dari apa yang dia katakan, Issei menyesali tindakannya semalam yang dengan mudahnya terpancing emosi setelah mendengar ucapan Naruto.
"T-Tapi, Issei-san ba-baru saja me—"
"A-Aku hanya kesal tidak bisa menghisap payudara, Buchou. Aku berjanji akan mengalahkan Kokabiel dan Buchou akan mengijinkanku menghisap payudara-nya." setidaknya hanya itu yang bisa Issei katakan untuk menutupi apa yang dirasakan sekarang. Issei tidak ingin Asia maupun Koneko tahu apa yang sebenarnya terjadi, belum saatnya mereka untuk tahu siapa yang sebenarnya menyebabkan Rias tidak ingin diganggu hari ini.
Untuk Asia yang memang seorang gadis polos dan tahu jika Issei sangat ingin menghisap payudara Rias, dia hanya mengangguk pelan mengerti maksud dari perkataan Issei serta senyum palsu itu. Karena bagaimana pun, Asia masih sadar ketika Rias menjanjikan hal tersebut ke Issei.
Dan entah karena penasaran tentang penyebab Rias bertingkah aneh atau apa, hari ini Koneko sama sekali tidak memberi komentar pedas tentang perkataan frontal nan mesum dari pemuda rambut coklat itu.
Namun, tidak seperti Asia dan Koneko. Kebohongan Issei mampu diketahui oleh Akeno dan Kiba. Mereka mengerti apa yang dirasakan oleh Issei.
"Issei-kun... Aku mengerti perasaanmu. Aku benar-benar merasa tidak berguna sebagai Knight keluarga Gremory, bahkan setelah melanggar perintah Buchou semakin membuatku berpikir tidak pantas lagi berada di Peerage Rias-Buchou." pikir Kiba merenungi kelakuannya sebelum pergi meninggalkan ruang klub untuk memburu orang-orang yang terkait dengan [Pedang Suci].
"Issei-kun..." dan Akeno hanya bisa memanggil pemuda itu. Ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa banyak bicara dan menggoda pemuda itu seperti biasa.
"Sialan, sialan, sialan... SIALAN!" Issei mengutuk dalam-dalam dirinya. Semalam benar-benar membuatnya putus asa. Putus asa karena terlalu lemah untuk melindungi King-nya, padahal dia sudah terang-terangan mengungkapkan bahwa berada di samping Rias adalah hal terpenting baginya dan sekuat tenaga akan melindungi gadis itu. Issei mengungkapkan itu ketika pelatihan di vila Gremory sebelum [Rating Game] melawan Riser Phenex.
[Sudahlah, partner. Jangan terlalu menyalahkan dirimu. Bukankah kau sendiri yang memutuskan untuk melawan pemuda itu dan kebetulan Rias Gremory setuju denganmu. Lagipula, yang terpenting tidak ada dari kalian yang tewas. Itulah yang harus kalian syukuri]
Suara berat nan menyeramkan tiba-tiba berdegung dalam kepala Issei. Itu adalah suara Ddraig yang berusaha untuk membantu kontenernya untuk bangkit dari keterpurukan mental. Tidak seperti Akeno dan Kiba, Ddraig lebih mengerti apa yang sekarang ada dalam kepala kontenernya.
"Nah! Itu, Ddraig! Karena keputusanku untuk melawan Naruto... Buchou, Akeno-san, Kiba, Asia dan Koneko-chan jadi seperti ini."
[Jadi, sekarang kau baru menyesali keputusanmu itu?]
Issei tersentak mendengar pertanyaan sang naga surgawi di dalam tubuhnya. Ia bukan baru menyesali keputusannya itu, penyesalan dan rasa kecewanya sudah muncul ketika Kiba terkena tehnik [Senpō: Kawazu Tataki] Naruto. Issei menyesal sudah termakan umpan yang ditebar oleh Naruto. Umpan yang membuat emosi-nya memuncak. Karena emosi itulah, teman-temannya terluka.
"Hei, Ddraig..."
[Ya, Partner. Apa ada yang ingin kau tanyakan?]
"Menurutmu, sebagai Sekiryūtei apa aku masih lemah? Jawab dengan jujur, Ddraig."
[Untuk sekarang...]
Issei mengangguk dalam diam sebagai tanda untuk Ddraig melanjutkan jawabannya.
[Ya, kau lemah. Masih sangat lemah lebih tepatnya. Tidak seperti Sekiryūtei terdahulu, menurutku perkembanganmu yang paling lambat. Untuk Balance Breaker, sampai saat ini masih terbilang singkat. Kali pertama kau mengaktifkan Uncomplete Balance Breaker melawan Phenex, kau hanya bisa bertahan sepuluh detik. Walaupun semalam, kau lebih lama dan itupun karena perasaanmu merespon Sacred Gear-mu]
Mendengar penjelasan partnernya itu, Issei mengepal tangan kiri kuat-kuat sampai kuku-kukunya memutih, giginya pun mengeluarkan suara saling bergesekan. Bahkan setelah mengorbankan tangan kiri, dirinya masih belum bisa bertahan setidaknya 10 menit dalam [Balance Breaker], itupun masih belum sempurna. "Sialan! Kalau seperti ini, apa yang dikatakan Naruto benar-benar akan terjadi. Buchou, Akeno-san, Koneko-chan, bahkan Asia pasti direnggut dari sisiku."
Hampir satu menit lamanya Issei berusaha mencerna ucapan Ddraig dan sedikit mengingat kejadian pagi tadi, saat mengunjungi Rias di ruang klub. Yang mana Rias berteriak dari dalam ruangan untuk tidak diganggu oleh siapapun. Akhirnya, Issei sadar atas kemampuannya yang tidak berguna untuk melindungi teman-temannya.
Mulai hari ini, sekali lagi Issei bersumpah. Dia akan semakin kuat untuk melindungi teman-temannya terutama sang Buchou tercinta dan tidak mudah lagi untuk terpancing emosi ketika dalam pertarungan. Apapun akan dia lakukan demi mewujudkannya, termasuk...
"Ddraig... Kau belum tidur kan?"
[Huh, bagaimana aku bisa tidur kalau kau bertingkah seperti ini terus]
"Bagus... Kalau begitu aku punya permintaan."
[Apa itu?]
"Sekali lagi... Aku ingin kau membantuku untuk menjadi lebih kuat dan juga..."
[Dan apa?]
Issei kembali mengepal tangan kiri. Berusaha mati-matian menguatkan tekad untuk mengatakan permintaannya kepada Ddraig yang mungkin cukup sulit untuk dilakukan. Bagi Issei, Ddraig tidak seperti dirinya dan itulah yang membuatnya ragu sang naga bisa membantu. Namun, karena sudah bersumpah. Issei pun memintanya...
"... Bantu aku mengurangi sifat mesumku!"
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya... Setelah para murid Kuoh Akademi mulai kembali ke habitat asli mereka. Dua kelompok elit sekolah ini tengah berkumpul di dalam gedung tua bergaya eropa. Tujuan dari berkumpulnya dua kelompok itu tidak lain untuk membahas apa yang terjadi di malam penyerangan Kokabiel.
Suasana di ruang utama gedung ORC yang lebih suram dari biasanya memunculkan banyak pertanyaan dalam rongga otak ketua Osis Kouh Akademi, Soni Shitouri atau lebih tepat Sona Sitri. Namun, semua pertanyaan tersebut harus ditahan dulu. Masih ada dua-tiga orang belum memunculkan batang hidung. Ditambah penyebab kesuraman tempat ini, yaitu Rias Gremory terlihat duduk merenung dengan wajah sulit diartikan.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian semua?" pikir gadis berkacamata itu. Dia sangat yakin ada yang terjadi para sahabatnya karena tidak mungkin terlukanya anggota ORC tidak sampai membuat Rias bertingkah aneh selama dua hari. Sejak meminta untuk tidak diganggu dan meminta izin untuk tidak masuk sekolah kemarin, Rias belum pernah buka suara. Lalu, dari ketua ORC perhatian Sona beralih ke anggota klub itu. Tiga anggota Peerage Rias menundukan kepala di tempat masing-masing, terutama sang Pawn, Issei Hyoudou yang duduk berdampingan dengan Asia Argento.
Keheningan ruangan tersebut terus berlanjut sampai pada akhirnya dua lingkaran sihir muncul. Dari sana keluar tiga orang yang sedari tadi ditunggu kedatangannya. Mereka adalah Sirzechs Lucifer, Grayfia Lucifuge dan Serafall Leviathan. Setelahnya, tak ada perubahan signifikan yang terjadi pada ruangan itu kala tiga iblis ternama itu muncul.
"Selamat datang, Lucifer-sama, Grayfia-san, Onee-sama." sambut Sona dengan nada formal bercampur sedikit malu pada bagian akhir. Diikuti oleh Peerage-nya serta Akeno yang membungkuk hormat.
"Sona-chan~~!" Serafall berlari-lari kecil ke sang adik lalu memberi pelukan maut. "Apa kau terluka? Siapa yang melakukannya? Seberapa kuat dia? Cepat katakan dimana dia? Akan kubekukan dia!" tak tanggung-tanggung karena terlalu khawatir, hujan pertanyaan diturunkan oleh Serafall untuk adiknya. Kelakuan Sang Maou Shoujo ini pun memberi sedikit warna baru pada ruangan itu. Beberapa iblis disana langsung berkeringat turun melihat kejadian tak disangka-sangka itu.
"O-Onee-sama se-sesak, lepaskan aku!" Sona sekuat tenaga berusaha melepas pelukan sang kakak. "A-aku baik-baik saja Onee-sama. Jadi, tenanglah sedikit!" tambahnya masih berusaha melakukan hal yang sama. Namun, tak membuahkan hasil sampai sang Maou-Lucifer sendiri yang turun tangan.
"Serafall, apa yang dikatakan adikmu itu benar. Sona dan Peerage-nya hanya bertugas menjaga [Kekkai] di luar pertarungan." sahut Sirzechs, kemudian direksi pandangannya dialihkan ke sang adik. "Sebaliknya, Rias yang perlu kita khawatirkan disini. Menurut laporan yang Akeno buat dibantu Yuuto-kun dan Sona. Mereka semua kecuali Rias, hampir tewas di tangan seseorang yang tak terduga."
Berbagai macam ekspresi pun muncul kala Sirzehcs mengutarakan hal tersebut.
Serafall melepas pelukannya. Lalu beralih perhatian ke Rias dan anggota ORC lainnya.
Sona beserta Peerage-nya sama sekali tak terkejut mendengar hal tersebut. Malahan, kelompok Osis terlihat prihatin atas apa yang menimpa Rias dan kawan-kawan. Pasalnya, mereka yang pertama melihat bagaimana keadaan kelompok ORC setelah [Kekkai] yang dipertahankan hancur oleh sebuah cahaya putih menyilaukan. Setibanya mereka di lokasi Rias dan kawan-kawan, mereka semua terkejut dan bertanya-tanya apakah cahaya putih yang Sona ketahui adalah [Hakuryūkou] penyebab luluh lantaknya kelompok ORC dan juga tidak adanya tanda-tanda Kokabiel di sekitar area sekolah.
Satu-satunya Iblis yang dikhusukan untuk bertarung dalam Peerage Rias yang tidak ikut dalam pertarungan melawan orang tak terduga itu, Koneko. Terbelalak tak percaya, rekan-rekannya hampir mati.
Issei dan Kiba sama-sama tertunduk lesuh dengan tangan dikepal kuat-kuat. Keduanya —dan untuk kesekian kalinya bagi Issei— merasa tak berguna sebagai lelaki yang sejatinya tercipta untuk melindungi perempuan, apalagi perempuan itu adalah majikan yang semestinya dilindungi dari segala macam mara bahaya.
Lain lagi dengan sang Queen. Walau wajahnya tidak memperlihat ekspresi terkejut ataupun kecewa seperti yang lain karena sudah berhasil memulihkan mental. Namun, dalam hatinya banyak sekali hal dipikirkan. Terutama soal identitasnya sebagai hibrid Iblis dan Malaikat Jatuh terungkap. Akeno takut, takut apabila rekan-rekannya terutama Issei membenci dirinya. Ya, bagaimana tidak takut? Setengah dari dirinya merupakan bagian dari Fraksi yang telah membunuh pemuda itu, parahnya lagi berpura-pura menjadi kekasih.
"Naruto..."
Akhirnya, Rias pun buka suara. Suara yang keluar dari mulutnya bergetar seperti menahan sesuatu, dan itu ditujukan pada kata pertama yang dia sebut depan orang-orang. Kata yang merupakan nama pemuda yang baru saja memberinya syok terapi.
Apa yang terjadi barusan, sontak mengundang tanda tanya besar bagi semua iblis di ruang ORC kecuali Grayfia dan Kiba, yang kebetulan masih sadar kala King-nya dan Naruto saling bertatap muka dengan jarak satu meter saja. Anggota ORC dan Sirzechs merasa aneh, kenapa Rias berbicara dengan nada seperti itu saat menyebut nama pemuda yang seharusnya makin dibenci karena hampir membunuh Peerage-nya.
"Apakah Naruto-san sudah mengungkapkannya?" pikir Grayfia yang memang sudah tahu bagaimana perasaan pemuda itu ke Rias. "Sekaligus melupakan perasaannya ke Rias?" tambahnya kini penasaran atas apa yang dilakukan pemuda itu saat penyerangan Kokabiel. Kebetulan Grayfia sudah membaca laporan hasil pertarungan sebelum diserahkan ke Sirzechs.
Sirzechs mengangguk pelan sebelum memberi komfirmasi kenapa Rias menyebut nama Naruto. "Ya, aku pun tak percaya dengan apa yang Akeno tulis dibawah laporan Sona. Naruto adalah orang tak terduga itu."
"Ara-ara, Maaf Kaichou. Laporanmu sedikit kuubah." sahut Akeno tanpa merasa bersalah sedikit pun tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi ke Sona.
"Eh, tu-tunggu dulu! Naru-tan yang menyerang Rias-chan dan Peerage-nya? Itu nggak mungkin Sir-tan." Serafall mencoba untuk tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Bisa dibilang, saat Naruto berstatus pelindung Rias. Serafall sering bertemu dengan pemuda itu. Di kediaman Gremory, saat Rias mengunjungi Sona dan pada beberapa kesempatan bertemu di toko khusus menjual hal-hal tentang manga, anime dan sebagainya. Bagi Serafall, cukup sulit untuk mempercayai kalau Naruto yang hampir menewaskan Rias dan kawan-kawan. "Akeno-chan, kau bohong kan? Naru-tan nggak mungkin menyerang Rias-chan!" tambah Serafall, suaranya meninggi.
Dan sedikit catatan. Naruto lumayan dekat dengan Four Great Satan semasa masih tinggal di Underworld. Kedetakan itu terjadi karena sebuah alasan yang hanya beberapa orang mengetahuinya.
"Percaya atau tidak, Naruto yang menyerang Rias dan Peerage-nya. Sementara Kokabiel dihentikan dua keluarga Naruto, Madara-san dan Hashirama-dono." sahut Sirzechs memberi kepastian bahwa apa yang dilaporkan Akeno tidak ada kebohongan sedikitpun.
Peerage Sona pun bertanya-tanya siapa tiga nama yang disebut sang Maou Lucifer. Namun, tidak bagi Sona yang hampir sama dengan Serafall yang tidak percaya dengan fakta tersebut. "N-Naruto yang melakukan hal itu ke Rias dan yang lain, b-bukan Kokabiel?" tanyanya dengan suara bergetar hebat karena terkejut. Ya, Sona baru sadar kalau yang dia laporkan ke Sirzechs sudah diubah oleh Akeno.
Sebagai jawaban, Sirzechs sekali lagi mengangguk pelan lalu beralih ke sang adik. "Jadi Rias, bisakah kau ceritakan semua yang tidak kami ketahui!"
Rias menghela nafas panjang, nan berat. Berusaha menguatkan diri untuk mulai. Hampir semua iblis di sana entah karena apa ikut melakukan hal yang sama. "Semuanya dimulai saat kami hampir dikalahkan Kokabiel. Naruto bersama dua rekanya muncul." suara ketika Rias berbicara merendah sebelum memberi jeda.
"B-bagaimana cara mereka masuk ke dalam Kekkai?" sela Tsubaki, memanfaatkan jeda yang diberikan Rias.
"Naruto memiliki tehnik teleport yang hampir mirip dengan sihir teleport kita, para Iblis. Namun, dia tak dapat berpindah ke ruang lain seperti Underworld atau tempat lain yang ruangnya berbeda dari dunia atas." jawab Sirzechs memberi penjelasan singkat apa yang dia ketahui tentang tehnik berbasis energi alam milik Naruto.
"Terima kasih atas jawabannya, Lucifer-sama."
"Sama-sama, senang bisa membantu. Sekarang, lanjutkan Rias!"
"Saat kedatangan Naruto, aku berniat pergi. Karena Uchiha-san dan Senju-san mulai bertarung melawan Kokabiel, sedangkan Naruto menghampiri Xenovia. Mereka mulai berbicara sesuatu tentang kesepakatan. Waktu mereka berbicara, aku tidak mendengar karena memikirkan sesuatu. Tapi, tidak bagi Ise. Dia mendengar semuanya..."
Saat mendengar namanya disebut, Issei hanya bisa tertunduk lesuh dan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak emosi serta mengumpat. Mungkin saja dimata Rias dan yang lain, dialah yang menjadi penyebab Naruto bertarung melawan mereka semua—anggota ORC.
"...Disitulah semuanya dimulai. Ise marah mendengar semua yang dibicarakan Naruto dan Xenovia. Ternyata, kami semua dimanfaatkan Naruto demi mendapatkan sesuatu dari Irina dan Xenovia. Lalu, Naruto merespon amarah Ise. D-dia menantang Ise bertarung. Karena aku tidak kuat melihat Peerage-ku disakiti. Kuputuskan untuk melawan Naruto, seperti yang direncakan olehnya—" tanpa sadar, iris biru-hijau Rias mulai berkaca-kaca dan sesuatu yang mulai muncul sejak kemarin semakin membesar dalam relung hatinya. Dikarenakan cerita yang dibawakan hampir mencapai bagian klimaks. Bagian yang memunculkan sesuatu yang disebut sebuah penyesalan!
"—Setelah Akeno, Ise dan Yuuto dikalahkan. Sedangkan Asia dan Koneko memang sudah pingsan, menyisahkan aku seorang diri. Naruto mulai menceritakan maksud dari semua tindakannya. Kenapa hanya aku yang tidak dia serang."
"Apa itu?" tanya beberapa iblis serentak, mereka penasaran bagian akhir cerita.
Rias menunduk, menutup mata yang sudah berlinang cairan bening dengan tangan kiri. "Maksud Naruto...hiks, hiks...melakukan semua itu adalah untuk mengakhiri semua yang terjadi diantara...hiks, hiks...kami." dan isakan kecil pun mengakhiri cerita, namun awal sebuah drama berat sebelah antara dirinya dan Naruto.
Cetar membahana! Beberapa anggota ORC, Sona beserta anggota Osis dan Sirzechs terkejut tidak percaya. Ini kali pertama bagi mereka melihat Rias menangis seperti itu. Seolah-olah gadis crimson itu baru saja menceritakan kisah asmara yang kandas di tengah jalan.
Pulih dari rasa terkejutnya, Sona memberanikan diri bertanya. "Memang masalah apa itu, Rias?"
Selanjutnya, tidak ada respon berarti dari sang Heiress Gremory. Alih-alih menjawab, menoleh ke sabahatnya saja tidak. Rias tetap melanjut tangisnya. Tangis yang menggambarkan bahwa sebuah lubang telah muncul dalam hatinya. Padahal hati tersebut perlahan mulai terisi oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Hyoudou Issei, sang Sekiryūtei.
Melihat keadaan adiknya, Sirzechs berdehem. "Ada baiknya, kita biarkan Rias menenangkan diri dulu. Sebagai King, mental dan pikiran Rias pasti sangat terbebani hampir kehilangan pelayan-pelayannya." sang Maou berhenti sejenak, mengalihkan perhatiannya ke Sona dan Akeno secara bergantian. Ketua Osis itu mengangguk setuju, begitupun dengan Akeno selaku Queen dan wakil ORC, maju sebagai pengganti semetara Rias. "Baiklah. Sona dan Peerage-nya, kalian boleh kembali. Akeno, aku serahkan pemulihan mental Rias padamu dan yang lain." perintah Sirzechs dengan suara tegasnya.
"Hai, Lucifer-sama!"
"Serafall, hentikan tingkahmu itu dan terima saja kenyataannya jika Naruto yang menyerang Rias dan Peerage-nya." dari rekan sesama Maou, Sirzechs beralih ke Queen-nya. "Grayfia persiapkan lingkaran sihirnya!"
"Baik, Sirz—"
"Onii-sama," sahut Rias dengan suara seraknya, memotong ucapan Grayfia yang hendak menjalankan perintah sang Maou Lucifer. Sontak saja, hampir semua iblis disana kembali fokus ke Rias. "Bisakah Onii-sama memberitahukan tempat tinggalnya?"
Sirzechs menatap adiknya dengan wajah lurus. "Maksudmu, tempat tinggal Naruto?"
Satu anggukan dari Rias membuat beberapa iblis disana kaget bukan main sekaligus penasaran disaat yang sama. Apakah Rias ingin balas dendam atas tindakan Naruto? Kurang lebih seperti itu yang ada dalam pikiran iblis-iblis di ruang tersebut, kecuali Grayfia. "Apakah Rias ingin memastikan semuanya? Atau..." pikir sang Queen Terkuat di rana Underworld.
"Untuk apa kau meminta alamat Naruto, Rias? Jangan bilang kau ingin membalas tindakannya?" tanya Sirzechs datar.
"Aku ikut, Buchou!" Issei berdiri dari sofa. Nampaknya, pemuda ini yakin kalau Rias ingin membalas dendam, bahkan sebelum Rias memberi kepastian. Dan jika memang Rias ingin balas dendam, setidaknya Issei ingin ada disana dan melindungi Rias walau sadar hasilnya kemungkinan besar tetap sama seperti sebelumnya.
Setuju dengan niat Issei yang tidak ingin Rias pergi seorang diri. Akeno bersama Kiba, mengambil satu langkah ke depan. Sedangkan Koneko ikut-ikutan berdari dari sofa yang dia duduki. "Bukan kau saja, Issei-kun. Kami pun akan ikut bersama Buchou." ucap Kiba mewakili tindakan yang ketiganya ambil.
"Kalian tidak perlu ikut."
"T-tapi, Buchou—"
"Ini perintah Ise." Rias berdiri dan menghapus kasar jejak air mata di pipi putihnya. "Aku hanya ingin bertemu dan memastikan sesuatu. Bukan untuk membalas dendam atau apa." tambahnya dengan ekspresi dan suara yang sama seperti pada awal ia menyebut nama Naruto, sulit diartikan.
"Me-memastikan sesuatu?" Issei dan Koneko bertanya serentak.
"Memastikan apa, Rias?" Sona ikut bertanya. Dia sama penasarannya dengan Peerage Rias.
"Sesuatu yang tidak berhak kalian ketahui." tepat memberi jawaban datar tersebut, Rias beranjak dari meja kerjanya menuju pintu ke ruang lain gedung ORC. Sesampainya di ambang pintu, Rias menoleh ke belakang, lebih tepatnya ke sang kakak. "Onii-sama, aku tunggu kamarku." ujarnya seperti memerintah, sebelum melanjutkan apa yang ingin dilakukan, kembali ke kamarnya di ruang klub ORC.
"Grayfia. Kau seperti mengetahui sesuatu dengan masalah ini." wanita lawan bicara Sirzechs mengangguk pelan sebelum menjawab.
"Akan kuceritakan setelah kita kembali, Sirzechs-sama."
.
.
.
.
.
[Another side of Kouh City — 08:22 PM]
Sebuah lingkaran sihir merah khas Gremory muncul tepat di depan pintu pagar apartemen Naruto yang nampak sepi. Rias pun bertanya-tanya apakah ada seseorang di dalam sana. Apalagi, dia sama sekali tidak merasakan sesuatu. Tanpa menunggu lama lagi karena sudah membulatkan tekad, Rias melangkahkan jenjangnya menuju pintu pagar disertai rasa sesal yang masih saja hinggap dalam hatinya. Tetapi, ada hal lain yang entah kenapa membuat Rias gelisah.
Tiga langkah lagi, Rias hampir mencapai pintu masuk... Namun, semuanya sudah terlambat.
Tepat setelah Rias mencapai pintu masuk. Ledakan beruntun memecah keheningan malam suram kota Kouh terutama lokasi apartemen Naruto. Efek dari ledakan demi ledakan itu membuat Rias terlempar puluhan meter jauhnya. Wajah cantik Rias memancarkan keterkejutan atas apa yang baru saja terjadi, dan seragam Kuoh Akademi yang dikenakan sobek di beberapa bagian. Membuatnya terlihat begitu menyedihkan.
Asap hitam, nan tebal disertai api membumbung tinggi di langit kota Kuoh. Menghanguskan seluruh bagian apartemen modern itu beserta isinya. Dalam posisi tengkurap di atas aspal keras, Rias memandang terkejut pemandangan tersebut selama beberapa menit sebelum pandangannya berubah.
"Seberapa terlambatkan aku, Naruto?" Rias berbicara dalam hati dengan suara lirih menyiratkan penyesalan.
"Maaf!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC!
[TrouBlesome Cut]
Stop, Stop, Stop! Kamera, mana Kamera? Saya nyerah soal Hurt/Comfort, Angst dan apapun menyangkut itu!
Dan seperti yang ada di AN sebelum Chapter ini dimulai, Saya minta maaf kalau Feel Mbak-Rias dan kawan-kawan nggak ngena. Karena begitu... Ya, begininya itu begitu. Saya masih dalam tahap belajar tentang apa yang disebut diatas! Dan jujur, ini adalah Chapter tersulit yang penah saya buat. Chapter yang memaksa saya untuk putar otak tujuh keliling agar Feel Mbak-Rias dan kawan-kawan bisa kena. Walaupun pada akhirnya nggak kena juga... Hah, Merepotkan! -_-)"
Hmmn, mungkin ini waktunya buat saya membuang prinsip... "Belajar itu terlalu merepotkan." dan menggantinya menjadi "Belajar itu bikin kepala pusing tujuh keliling." Buahahahahahahahaha...!
Oke-oke waktunya serius. Untuk Chapter ini, mungkin bisa disebut Omake untuk pihak Gremory dengan word sekitar 6K lebih. Dan di Chapter ini, satu Chara dari Canon Naruto kembali muncul. Dia adalah Karin, tapi dia bukan seorang Shinobi, Uzumaki ataupun anak buah Orochimaru. Disini Karin adalah Iblis keturunan dari 72 Pilar Underworld yang masih tersisah. Singkatnya... Karin Andrealphus bukan Karin Uzumaki. (Walalupun cuma di Flashback munculnya dan sekarang sudah mati).
Soal tulisan dari diary Karin. Hmn, Hmnn, bagaimana ya... Mungkin agak gimana gitu. Jujur untuk kedua kalinya, seumur-umur saya belum pernah nulis diary atau apalah itu. Makanya agak gimana gitu pada bagian itu.
Dan sedikit catatan. Naruto masih berada di Underworld saat Rias mereinkarnasi Akeno dan Koneko Toujo/Shirone. Tapi, karena permintaan Sirzechs. Naruto tidak pernah mempelihatkan diri di muka umum kecuali ke Sirzechs, Venelana, Lucius, Grayfia dan Rias. Berkat kemampuan Shinobi yang diajarkan kelima gurunya (Madara, Hashirama, Izuna, Tobirama dan Jiraiya) Naruto bisa menyembunyikan diri dengan baik selagi mengawasi sang Ojou-sama. Makanya Akeno dan Koneko belum kenal Naruto pas di acara pertunangan. Mereka cuma tau dari cerita Rias pas Naruto sudah pergi.
Soal Madara, Hashirama, Hilda dan Yuki tahu identitas Naruto sebagai Hibrid Manusia-Iblis sedikit diundur dari rencana awalnya yang terjadi di Chapter 20-21. Mungkin itu pas 22-23 kalau tidak ada perubahan. Ya, bisa dibilang si [Stark sayang Mami Kushi selalu] dan beberapa dari para Reader mungkin juga setubuh—eh, setuju maksudnya. Setelah Naruto selesai uring-uringanannya, sekarang giliran Rias yang dibikin uring-uringan sampai ke ujung Gap Dimension gara-gara Naruto.
Terakhir, tapi bukan yang terakhir #Ngomong_apaan_sih? Saya minta maaf lagi-lagi kelamaan buat Update. Jujur untuk ketiga kalinya... Beberapa hari, minggu atau mungkin satu bulan belakangan ini[?] otak saya sering blank. Blank gara-gara kebanyakan liat Dedek Loli—Upps, kebanyakan mikir maksudnya. Ya, mikirin sesuatu yang tidak patut untuk disebut disini :v ... Ya, orang bilang sih, buatlah sampah pada tempatnya :v Itu artinya yang bikin otak saya blank masuk kategori sampah. Dan lagi... saya habis Bertapa 7 hari 7 malam di gunung kembar Dedek Sherry (")
Oke... Lupakan omongan tidak jelas diatas dan waktunya membalas Review!
.
.
Uun877: Hmmn, Fic itu yaa... Bentar lagi. Ya, bentar lagi mau saya Update kok. Rencana sih, mau Updater Fic ini bersamaan dengan Update Chapter selanjutnya Fic Daybreak ini. Tpi, gak janji bisa cepat. Ya paling cepat mungkin sekitar seminggu.
Laffayete: Belum waktunya[?] buat Issei dimatiin... Buahahahahah, emang Mbah-Hashirama kek gitu di mata Mbah-Madara, Kurama ama Hilda. Seorang pemimpin yang gak punya wibawa.
Hikari no Rakuen: Sorry, kemalaan munculnya. Habis Bertapa 7 hari 7 malam di gunung kembar Dedek Sherry :"v ... Gak, Vali gak bakalan bisa bawa pergi Naruto dari Mbah-Madara ama Mbah-Hashirama. Soal kata-kata yang bikin penasaran keduanya, Vali bakalan ngasi di beberapa Chapter lagi. Sebelum KTT 3 Fraksi lebih tepatnya.
The Ultimate Idiot: Kalau itu kurang tau. Sekarang sih, susunan alurnya udah selesai... Soal Pair. Keknya Mini-Harem, karena sekarang udah ke-lock dua Pair Naruto. Tapi, kalau banyak yang minta ditambahin Pair Naruto. Ya, mungkin bisa ditambahin.
Uzumaki Bolt: Okee. Mulai di Chapter ini, Rias bakalan uring-uringan sampai Ujung Gap Dimension... Memang seperti itu yang terjadi disini. Tapi, ya. Ada satu faktor lagi yang membuat Rias menyukai Issei di Fic ini. Dan itu sudah ada di Chapter ini.
MikotoMamoru: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!... Oke, ini dah lanjut.
Kurosaki Kitahara: Bagaiaman? Udah greget? Apa belum?... Masalah jurus, ya ini baru permulaan. Entar bakalan makin banyak jurus Naruto, dan semuanya berelemen Api... Buahahahahahahah! Kalo lu bisa lempar si [Stark sayang mami kushi selalu] ke sungai, bakalan saya kasih tau Pair Naruto... Pasti ikutlah, pan mereka berperan cukup penting pas penyerangan Kokabiel, ditambah lagi Naruto bikin Mbak-Rias DKK babak belur. Sirzechs ingin tau alasan Naruto lakuin itu... Oke '-') dan Sorry, kelamaan Update, soalnya habis Bertapa 7 hari 7 malam di gunung kembar Dedek Sherry... Sebelum itu, lu jadi sate duluan, buahahaha!
algi-kun: Nanti ada kok Issei aktifin Juggernaut Drive. Tunggu aja!
Lusy922: Semuanya udah terjawab di Chapter ini... Oke '-')b
Aka na Yuki [My Imouto]: Maaf-Maaf Dedek Yuki, habis gak ada ide lain buat Pen-name baru. Entar kuganti jadi [Ksatria Lolicon Berzirah Putih]... Hahahahaha, udah pasti. Dan kalau Dedek Yuki bisa buang Stik ke sungai, Pairnya bakalan kukasih tau ke Dedek Yuki... Kripik-nya lebih banyak Pedis ketimbang Manis. Tpi, tenang aja. Semuanya udah berusaha kuperbaiki Dedek Yuki... Huhuhuhuhu T-T) Tuh Virus (Typo) emang sulit dibasmi. Lama-lama tuh Virus bakalan kuceburin juga ke sungai :v... Buahahahahahahaha! Lagu itu emang bagus buat dimasukin, sesuai dengan apa yang menimpa Naruto di Fic ini... Oke Dedek Yuki '-')/
Gyuki-koi: Yang jelas mau tenangin diri. Tpi, entar sama kek di Canon. Xenovia gabung ke Peerage Rias. Identitas Naruto bakalan terbongkar di KTT 3 Fraksi... Oke '-')/
aji emousey: Kemungkinan besar tidak ada. Bisa dibilang di Fic ini peran Sasuke digantikan Mbah-Madara. Dan Naruto Canon (Bukan Naruto di Fic ini) diambil Mbah-Hashirama.
TsukiNoChandra: Okee... '-')/ Maaf-Maaf Update-nya lama. Habis Bertapa 7 hari 7 malam di gunung kembar Dedek Sherry... Tenang, masih banyak kok Scene Rias dibuat uring-uringan... Njriiittt, Lu kampret amat seneng liat Chara Cewek menderita :v :v
Uzumaki Uchiha Aldian: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!... Oke, Salam Loli juga (")
Al-Faraoh: Begitulah. Naruto ambruk cuma gara-gara jiwanya ditarik paksa Kurama... Xenovia mau tenangin diri dulu dan entar sama kek di Canon, Gabung di Peerage Rias... Hoho, dia bukan Orochi. Tapi yang jelas dia tau betul siapa Naruto.
Guest: Maaf... Disini bukan tempat untuk mendoakan orang. Dan juga... Saya belum mati.
m u albab: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!...
Pendy: Ada kok KTT 3 Fraksinya... Dan soal Vali. Dia yang akan mengungkap asal-usul Naruto.
Guest: Makasih sudah mau baca Fic ini. Hehehehe, memang seperti itu yang direncanakan. Naruto yang pertama Uring-uringan dan sekarang giliran Rias yang Uring-uringan.
SMGates: Hmmmn, Hina-chan, kah? Yang jelas dia bakalan muncul. Soal mati atau belum, itu masih rahasia. Walaupun nantinya dia sudah mati, masih banyak kemungkinan lain yang bisa terjadi. Contohnya dibangkitin pake [Edo Tensei] ato gak jadi [Malaikat] di Surga karena hati-nya yang suci, se-suci Dedek-Dedek Loli (")
Monochrome-015: Makasih, Heheheheheh... Oke, semua saran saya terima '-')b
A Zoldyck: Dariapada kependekean, entar pada minta word ditambahin lagi -_-)"
Ae Hatake: Ya, bisa dibilang sosok itu levelnya jauh diatas Sona, Rias, Naruto Madara, Hashirama, Hilda, bahkan Sirzechs, Kurama dan Azazel. Makanya gak bisa dirasakan kekuatannya. Sosok itu mampu menyembunyikan aura-nya hingga ke titik tidak bisa dideteksi oleh siapapun... Oke '-')/
Arif: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!
Ayub L Lawliet: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!... Oke '-')/
Guest: Hubungan Tim Gaje dan Maou-Lucifer bakalan rusak serusak-rusaknya. Kalau dibandingin... Ya, kalau Heavenly Dragon mungkin lebih kuat dari Kurama [Kalau tidak disegel dalam Sacred Gear]. Kalau mau dibandingin secara garis besar... Kurama sedikit lebih kuat dari Yasaka dan selevel dengan Sirzechs. Ya, kalau Yasaka setara dengan Maou, maka Kurama setara dengan Super Devil macam Sirzechs, Ajuka dan Rizevim Livan Lucifer.
Yuki ChibiHitsu-chan: Jangan cuma ngakak. Itu pesan penting loh dari saya. Hati-hatilah memilih hati, Buahahahahah!... Dan Makasih atas pujiannya, Heheheheheh... Oke, bakalan saya lanjut kok. Tapi gak janji bisa cepat. Hmmn, mungkin paling cepat sekitar seminggu.
fenixrojo36: Thank you.
Yang Review Lanjut, Next, sebangsa-nya dan senegara-nya. Nih sudah lanjut walau kelamaan.
.
.
Brengzeck 014 [Root Loliwood]andStark sayang mami kushi selalu (Njriiit! Bikin sakit mata nih Pen-name Kampret) Out! . . . . Ane mau Tidur Cantik bersama Dedek Wendy dan Dedek Scheherazade dulu! '-')/
Salam Lolicon!
