Disclaimer

Sekotengs (c) Lifina


"Cindy, tadi yang anter kamu sekolah itu Mami kamu ya?" tanya Bertrand kecil ke teman 1 TK-nya.

"Iya, Bert," jawab Cindy, "memangnya kenapa?"

"Rasanya punya Mami itu gimana?" tanya Bertrand lagi.

"Loh? Memangnya Mami Bert ada di mana?" Cindy bertanya balik.

"Kata Papi, Mami udah di alam bahagia."

"Oh ..." Cindy ber-oh-ria dengan polosnya, "Mami itu yang masak di keluarga."

'Di keluarga kita 'kan Koko yang masak'

"Terus, Mami yang ngajarin Cindy baca sama tulis."

'Yang ngajarin aku baca sama tulis kan juga Koko'

"Kalau Cindy mimpi buruk, Mami yang menenangkan Cindy."

'Koko juga yang menenangkan Bert dari mimpi buruk'

"Kalau Cindy sakit, mami yang merawat Cindy sampai Mami rela ga tidur."

'Koko juga pernah ga tidur waktu Bert sakit'

"Jadi, punya mami itu menyenangkan ya?" tanya Bertrand.

Cindy menggeleng pelan, "Enggak juga tuh," jawab Cindy, "kalau Cindy keseringan beli es, Mami suka marah-marah."

'Koko juga sering marah-marah kalau Bert sering beli es'

"Mami juga suka marah kalau Cindy main tablet terlalu lama."

'Koko juga marah, kalau Bert main handphone-nya Papi atau Koko terlalu lama.'

"Cindy, jangan-jangan ... Koko Dean itu sebenernya Mami aku," kata Bertrand dengan polosnya.

"HAH!?" Cindy pun terkaget, "mana mungkin, Mami itu kan cewe, Koko itu kan cowo."

"Iya, soalnya Koko Dean melakukan semua yang Mami Cindy lakukan."


Saat jam sekolah sudah usai, Bertrand biasanya dijemput oleh kakak sulungnya karena ayahnya masih bekerja. Sementara, teman-temannya kebanyakan dijemput oleh ibu mereka.

Sekolah Bertrand hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Sehingga, kakaknya bisa sekalian menjemput Bertrand saat pulang sekolah. Saat di perjalanan menuju rumah, Bertrand biasanya menceritakan apa yang terjadi di sekolahnya.

"Oh ya Ko, kata Miss Aya, nanti Bert bagi rapot tanggal 22 Desember. Kata Miss, nanti kita juga perform buat hari ibu," celoteh Bertrand.

"Oh begitu? Nanti Koko bilang ke Papi biar Papi bisa dateng ya."


Sesampainya di rumah, Bertrand biasanya langsung mandi. Berhubung Bertrand belum bisa mandi sendiri, Dean lah yang memandikan Bertrand.

Selesai mandi, Bertrand biasanya mengerjakan PR dibantu oleh Dean sambil makan makanan yang sudah dimasak Dean.

"Ko, hari ibu itu apa sih?" tanya Bertrand.

Dean pun tertegun dengan pertanyaan adiknya. Dia terlihat berpikir keras sebelum menjawab pertanyaan adiknya.

"Um... hari ibu itu waktu kita berterima kasih ke ibu kita," jawab Dean.

"Gimana cara Bert berterima kasih ke Mami kalau Mami sudah ada di alam bahagia?" tanya Bertrand lagi.

"Sebagai gantinya, Bert bisa berterima kasih ke Papi, kok! Papi 'kan orang tua kita juga."

Bertrand pun hanya mengangguk-angguk sambil terus mengerjakan PR-nya.


Malam harinya, entah kenapa Bertrand tidak bisa tertidur. Dia sudah berusaha memejamkan matanya, tetapi tetap tidak bisa tertidur. Akhirnya, Bertrand pun memutuskan untuk tidur bersama Dean.

"Ko ..." panggil Bertrand sambil sedikit mengguncang badan Dean.

"Hm? Ada apa, Bert?" tanya Dean yang sudah setengah tertidur.

"Bert boleh tidur sama Koko? Bert ga bisa tidur," ucapnya.

"Boleh, kok," kata Dean sambil menggeser badannya.

Bertrand pun menaruh bantalnya di sebelah bantal Dean dan tidur di sebelah Dean. Dean pun memeluk Bertrand dan mengelus rambutnya.

'Aneh ... kenapa Bert rasanya pernah dipeluk dan dielus seperti ini ya?' batin Bert.

"Ko, nanti Koko bisa dateng ambil rapot bareng Papi?" tanya Bertrand.

"Bisa, kok," jawab Dean yang sudah hampir tertidur, "emang kenapa?"

"Soalnya Koko udah kayak Mami."

"..." tidak ada jawaban lagi dari Dean.

"Ah, Koko udah tidur rupanya."


Tanggal 22 Desember ...

Hari ini adalah hari pembagian rapot di TK Bertnard. Ayah Dean ditemani oleh Dean datang untuk melihat pertunjukan dari Bernard dan teman-teman sekelasnya. Dengan dibantu guru mereka, mereka menyanyikan lagi "Kasih Ibu". Setelah itu, mereka memberikan bunga dan surat untuk ibu mereka. Saat Bertnard mendekati Dean dan ayahnya, Dean mengira Bertnard akan memberikan bunga dan surat ke ayahnya. Namun, bertapa terkejutnya dia saat Bertnard memberikan bunga dan surat ke dirinya.

"Selamat hari ibu, Koko!" ucap Bertnard sebelum memeluk Dean.

Dean yang masih terkejut pun balas memeluk Bertnard dan menerima bunga dan suratnya.


Sesudah menerima rapot, mereka pun pulang ke rumah. Saat sampai di rumah, Dean langsung membaca surat dari Bertrand.

'To: KOkO dEAN

mAkASIH bANyAk kOKO udAH mAu MAsAk, NEMENIN BERt tiDuR, NGAjARiN BERt BAcA TuLis DAN NEmENiN BERt MAiN. kOKO UDAH kAYAk mAMiNyA BERt

FRom: BERtRANd'

Dean pun tersenyum saat membaca surat dari adiknya.