Apa?! Aku menyeberang ke OPM?!
By Kamikaze Ryuu V2
Summary: Namanya adalah Uzumaki Naruto, seorang anak kampret yang mati karena syok berat di pinggir sawah setelah selesai panen padi. Menyeberang ke dunia pahlawan super sebanyak anjing di kota, dia hanya menghela nafas... hidup sangat sulit! Desahnya sambil mengipasi wajah menggunakan kipas anyaman bambu. Berdiri di balkon menatap keluar.
...
"Silahkan, silahkan, apa yang ingin kau pesan. Pesan saja, anggap saja ini kompensasiku untuk tadi."
Naruto mengambil menu yang di berikan oleh pelayan di restaurant dan menunjukkan isinya kepada biarawati itu.
Biarawati itu terlihat gelisah saat duduk dan dengan gugup mengambil menu di tangan Naruto untuk memilih apa yang tertera di sana.
Dia sebenarnya ingin menuju Gereja secara langsung dan mulai mengurus gereja di kota. Tapi sekarang dia malah di ajak ke restaurant bintang 5 oleh orang yang menabraknya.
Ingin menolak, tapi dia merasa tidak enak.
Jadi terima saja.
"A-aku pesan ini saja."
Biarawati itu menunjuk beberapa makanan yang ada di dalam menu. Mengerutkan kening saat melihat apa yang di inginkan biarawati, Naruto mengucapkan sesuatu.
"Bukankah ini terlalu murah? Pesan saja yang ini!"
Naruto memang sedang bokek, tapi karena ganjaran misi ini murah hati, sesekali makan enak tidak akan ada masalah sama sekali. Lagi pula ini hanya sesekali saja.
"U-uh."
Biarawati itu ingin bilang sesuatu tapi tidak jadi karena Naruto sudah mengatakan semua pesanannya kepada pelayan yang senantiasa menunggu dengan wajah agak ganjil saat melihat Naruto dan biarawati.
"Baiklah, Tuan. Tolong tunggu sebentar. Pesanannya akan segera siap."
Pelayan itu pergi dengan anggun sambil memeluk menu ke dadanya.
'Tepos!'
Batin Naruto berteriak saat melihat bagian belakang yang kempes seperti ban bocor. Anehnya, bagian depan tadi begitu bergelombang.
"Berapa banyak kain penyumbat yang dia gunakan?"
Gumam Naruto lirih.
"Ada apa, Uzumaki-san?" Tanya biarawati saat mendengar gumaman lirih Naruto dengan tidak jelas.
"Tidak! Tidak ada apa-apa."
Naruto memaksakan senyum dan mulai mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku penasaran denganmu. Kenapa kau datang ke Gereja itu? Ku dengar Gereja itu sudah terbengkalai selama 10 tahun terakhir dan letaknya juga di pinggir kota."
Setelah berbicara beberapa hal dalam perjalanan ke mari. Naruto menanyakan pertanyaan ini karena merasa hubungan keduanya sudah agak dekat akibat beberapa kali bercanda saat perjalanan.
Benar saja, biarawati itu menjawab pertanyaannya dengan mulus.
"Emm, itu, sebenarnya aku di pindahkan ke sini oleh Paman Lucard ke sini untuk merawat Gereja terbengkalai."
Jawab biarawati itu setelah ragu sejenak. Jawaban ini tak memuaskan keinginan Naruto karena terlihat jelas bahwa biarawati itu bohong.
Tapi Naruto tak berani menanyakan lebih jauh lagi agar Biarawati itu tidak menjauhinya. Bisa rugi banyak poin dan uang makan nanti!
...
"Jejak energi terdeteksi!"
"Jaring energi terdeteksi!"
"Mulai proses penyusupan dan analisa!"
Nanwu Gatling Boddhisatva singkat saja NaGaVa mendeteksi fluktuasi energi aneh tersembunyi yang bergelombang mirip sinyal telepon.
Selain itu juga, dia juga menemukan beberapa jejak energi spiritiual non manusia!
Didi!
"Tuan!"
Layar transparan di atas meja berbentuk bundar di tengah ruangan menunjukkan simbol panggilan berwarna hijau.
"Ada apa? Aku sedang sibuk di sini."
Suara lirih Naruto terdengar ke seluruh ruangan. Dia saat ini telah selesai makan dan ingin membayar makanan yang dia pesan.
"Jejak energi di temukan pada daerah sekitar Gereja terbengkalai. Apakah di izinkan untuk menyiapkan [Duri Landak Siluman] dan mobilisasi [Steel Warrior Warframe]?"
Suara Naruto tak terdengar selama beberapa saat. Entah dia sedang berpikir atau dia sedang melakukan sesuatu yang lain.
"Nagava, lain kali buatkan aku Headset dari pada jam tangan. Ini sangat merepotkan kau tahu?"
Suara Naruto mengeluh karena masalah repotnya berkomunikasi menggunakan jam tangan sebagai perantaranya.
"Di simpan Tuan. Tapi saya sarankan untuk menambah perangkat saja karena kita kekurangan dana. Apalagi setelah tuan makan di restoran bintang lima."
Di dalam mobil pribadi, Naruto yang ada di belakang memiliki berwajah hitam saat mendengarnya. Biarawati yang duduk di kursi depan samping sopir tidak melihat Naruto dan sopir sibuk memperhatikan jalan.
Dia dibayar mahal menjadi sopir pribadi tuan muda kaya pemilik perusahaan besar energi baru! Jangan sia-siakan dan konsentrasi penuh. Buat tuan muda puas dan kantongnya akan selalu tebal!
Di jamin, babi betina di rumah tidak akan ngomel setiap hari.
"Bukankah uang dari perusahaan sudah mengalir kembali? Kemana perginya semua keuntungan itu. Ahhh, sangat mengesalkan!"
"Uzumaki-san, apa kau tidak apa-apa?"
Biarawati itu menoleh kearah Naruto dengan khawatir karena mendengar ucapan terakhir Naruto yang terakhir.
Sopir juga menajamkan telinganya.
"Tidak ada apa-apa. Hanya temanku, Jeanne yang menelphone."
"Ohh."
Biarawati mengangguk dan mulai melihat ke jendela untuk memandang pemandangan perkotaan kota J.
Sementara itu, kepala Sopir sudah di penuhi dengan gosip yang tak terhitung jumlahnya. Bagi karyawan dari perusahaan New Elemen, sudah tidak menjadi hal aneh membicarakan tentang hubungan antara bos besar(Naruto) dan Bos Militer(Jeanne).
Jadi setelah mendengar apa yang di katakan Naruto. Kepala Sopir di penuhi spekulasi tak berguna.
Sementara itu, Naruto meneruskan pembicaraannya dengan Nagava.
"Manipulasi internet dan kabarkan bahwa Gereja telah rusak parah dan siapkan pertempuran. Serta, hubungi Lily(Jeanne) untuk menemuiku nanti."
"Baik, Tuan."
Berbeda dengan Namanya, Nanwu Gatling Biddhisatva tidak terlihat mengucapkan hal seperti kebuddha an seperti Amithaba atau semacamnya. Ini juga karena pengaturan Naruto sendiri karena akan terlalu membuang waktu jika dia mengucapkan kalimat seperti itu saat berbicara.
Nah, dan untuk alasan kenapa nama dan logonya tidak di ubah adalah karena agar memuaskan rasa keren di hati Naruto. Bayangkan saja memerintahkan Boddhisatva melakukan sesuatu sesuka hati!
Itu sangat keren!
Walau sebenarnya hanya kecerdasan buatan.
...
"Kenapa firasatku buruk hari ini?"
Gumam Fred sambil berjalan keluar gereja yang terbengkalai. Dia mengenakan pakaian seorang pendeta dan kitab di tangan kanannya. Sangat saleh dan suci hingga seseorang tak bisa menghubungkannya dengan pendeta gila dengan julukan [Darah Iblis].
...
"Biarawati-san, sebaiknya aku mengantarkanmu ke hotel dulu bagaimana?"
Naruto memegang ponsel entah dari mana dan berkata pada Biarawati itu. Rencana akan dimulai dan Naruto sedang tidak sabar menemukan makhluk supranatural atau apalah itu. Semoga saja itu hanya mutan.
Kalau tidak maka semua peraiapan Naruto untuk memeluk paha(mendapat dukungan) Saitama akan hancur berantakan.
"Eh? Kenapa begitu? Apakah ada sesuatu?"
Biarawati itu langsung terlihat panik dan gelisah saat mendengarnya dan pikirannya mulai memikirkan yang tidak baik.
Jangan kira dia polos, jika dia terlalu polos maka dia tak akan bisa hidup di dunia. Jadi dia juga di didik dalam beberapa hal.
Tangan kanan Biarawati dengan sengaja masuk kesaku untuk memegang suau benda.
"Ada hal yang terjadi di Gereja. Lihatlah."
Naruto menyadari bahwa Biarawati itu merasa waspada dan siap melakukan sesuatu jadi langsung menjelaskan sambil menunjukkan Handphone.
Di sana, gambar reruntuhan terlihat dengan jelas.
"Ah! Ba-bagaimana bisa Gerejanya hancur?"
Biarawati itu terkejut melihat gambar di dalamnya, bahkan si Sopir yang mendengar ucaoan Biarawati juga terkejut karena terakhir kali dia lewat, gereja tidaklah hancur.
Tapi ikuti saja prinsip Sopir Baik.
Tutup telinga, mulut, dan jalankan tugas saja!
"Ini mungkin sudah di hancurkan untuk pembangunan atau sesuatu? Lagipula ini sudah terbengkalai selama 10 tahun lebih. Sepertinya, kau tidak bisa pergi kesana sekarang. Lebih baik tinggal di hotel dahulu."
Wajah Biarawati itu menjadi rumit memikirkan sesuatu. Matanya memerah dan mengeluarkan air mata sebelum di hapus dengan cepat. Tapi itu terlihat sangat jelas bagi Naruto yang memiliki kekuatan Rank C.
"Ba-baiklah. Tapi bolehkan aku meminjam?"
Wajah biarawati itu terlihat kunyu dan malu. Dia saat ini memiliki emosi tidak stabil karena sepertinya telah menyadari sesuatu.
Naruto tersenyum mendengarnya.
"Jangan khawatir."
Naruto menepuk bahu Sopir miliknya dan mengatakan sesuatu untuk mengirim Biarawati.
Tapi sebelum sampai, Naruto turun dari mobil di tengah jalan sepi dan membuat alasan acak yang di percaya oleh Biarawati.
Untuk sang Sopir. Dia masih diam dan melakukan tugasnya. Uang sudah membelinya hingga jiwa dan raga.
Selama babi betina diam mengoceh, semua bisa dia tahan dan kerjakan!
"Baiklah, kita akan bertemu lagi besok, Biarawati-san!"
Naruto tersenyum dan membuat Biarawati itu agak malu.
Entah itu perasaannya sendiri atau memang benar, agaknya suasana dan gaya Biarawati itu agak berubah. Lebih seperti remaja biasa dari pada Biarawati suci.
"Ugh, ka-kau bisa memanggilku, Violet. Violet Evergarden!"
...
"Violet yah?"
Gumam Naruto melihat mobil pribadinya melaju meninggalkan pandangannya. Dia tak khawatir jika ada serangan pada mobilnya karena Sopirnya bukan manusia biasa, bahkan Naruto akan kesulitan menangkapnya.
Itu karena dia memiliki kemampuan unik dimana setiap kendaraan yang dia naiki akan mengalami perubahan aneh dan menjadi abnormal.
Sederhananya seperti Ghost Rider yang mengubah motornya menjadi motor berkekuatan dan kecepatan super.
Serta kekuatan supir itu tampaknya terus tumbuh setiap saat.
Selama dia duduk di belakang kemudi.
Didi
"Tuan, harap sampai di tempat tujuan dalam 1 jam."
Suara Nagava mengganggu pikirannya.
"Oke, ngomong-ngomong. Apakah Lily setuju menemuiku nanti?"
"Saya sudah menghubunginya Tuan. Hanya saja kita harus menyelesaikan ini sebelum makan malam. Jadi waktu kita agak ketat sekarang."
Naruto bergumam pelan dan menutup panggilan. Melihat angka yang tertulis di jam tangannya, Naruto mengusap wajahnya dan memasang wajah serius.
"Semoga beruntung!"
Ctik
Menjentikkan jarinya, Naruto memakai tudung jaket dan secara ajaib warna dan gaya jaket menjadi berubah total. Dari warna cerah menjadi warna gelap yang kelam.
Layaknya pakaian karakter utama Power In Shadow.
Ini adalah pakaian pahlawan gaya 1.
Agar terlihat misterius walau plagiat.
Hehehehe
Tugas pertama selesai! Evalusi penuh! Poin 20!
Tidak sia-sia keluar uang.
Naruto mendesah dengan penuh emosi. Di pastikan bahwa misi selesai penuh karena Biarawati itu tersentuh dengan makanan yang mengeluarkan banyak uang tadi.
"Uang menekan manusia."
Gumam Naruto sambil menghilang menembus tembok menggunakan teknik pelarian elemen bumi.
...
Sementara itu, sosok pria berambut hitam lebat dan sangat sehat sedang masuk kedalam sebuah kedai makanan di pinggir jalan.
"Halo, ! Aku pesan 1 mangkok bakso kejutan tanpa daun bawang dan 1 es teh manis!"
Saitama berteriak saat masuk dan langsung duduk di kursi bundar. Di lihat dari gestur dan nada bicaranya yang akrab, terlihat bahwa dia ke sini bukan 1 atau 2 kali.
"Kau ini, apa kau pikir aku sudah tuli berteriak seperti itu?"
Pak Teuchi berkata dengan marah tapi masih memiliki ekspresi tenang. Ucapannya hanya pengekspresian sesaat karena sudah terbiasa dengan tingkah laku pelanggan tetapnya itu.
"Ayame siapkan seperti biasa untuk si gondrong ini."
"Baik, ayah."
Sosok perempuan cantik berpakaian pekerja segera menyiapkan pesanan pelanggan tetap ini. Sembari membuat beberapa pesanan lain milik pelanggan yang lainnya. Bagaimana bukan hanya Saitama yang membeli di kedai ini.
"Sister Ayame, bagaimana hubunganmu dengan Paman Kabuto? Apakah berjalan lancar."
Ayame yang mendengar ucapan Saitama yang sengaja di buat keras langsung ingin melemparkan pisau yang dia pegang.
Sementara itu, Teuchi yang mendengarnya serasa mendengar ledakan bom [Da Ri Rulai Nuclear Warframe] yang masih hangat di laboratorium rahasia milik Naruto yang berada di bawah Villa tempat dia tinggal.
"Ayame kau,,,,,,"
Dan kemudian suasana kedai berukuran sedang itu menjadi ramai karena suara Teuchi, Saitama, dan Ayame.
Sementara itu, para pelanggan lain hanya menonton dan tersenyum akibat keributan konyol yang terjadi.
Bahkan beberapa orang dari luar mendengar dan datang untuk melihat dan akhirnya memesan makanan.
Hari ini, karena keributan yang di buat oleh Saitama, orang dengan rambut lebat dan sehat, kedai bakso di jalanan kota Z menjadi ramai di penuhi pelanggan yang tak pernah terjadi sekali dalam 1 tahun.
...
Dsink dzink dzink dzink
Di ruang tengah Villa milik Naruto, lantai terbelah menjadi beberapa kotak. 12 Steel Warrior muncul di dalam kapsul berbentuk peti mati versi mekanik yang bisa membuat orang berteriak girang.
"Mulai mengunci sasaran." "Terkunci!"
"Mulai membuka mode pertempuran." "Dinyalakan!"
"Mulai membuka sangkar."
Jgleg jesss
12 kapsul Steel Warrior terbuka dengan suara khas dan mengeluarkan asap tipis. Ini adalah efek khusus yang sengaja di buat oleh Naruto agar sedikit keren. Bagaimanapun saat kecil dia juga memimpikan menjadi Superhero keren.
Walau saat ini dia enggan karena bisa mati kapan saja.
"Terbuka!"
"Modul tempur selesai di instal. Energi selesai di cocokkan dan stabil. Memulai proses rekaman dan pembelajaran."
" Invisible Mode On!"
Jesssss
12 armor baja berbagai tipe pertempuran itu langsung meledak ke atas tanpa di deteksi. Melewati atap yang sudah terbuka secara otomatis.
...
Di atas atmosfer, sosok patung Buddha menyerap energi besar matahari dengan gila-gilaan untuk menjaga konsumsi energinya. Bahkan energi yang terserap memberkuat setiap komponen patung Buddha.
Ommmm!
Nyanyian samar bergema tanpa di sadari siapapun dan tangan kanan patung Buddha 1.000 tangan terulur menuju permukaan bumi. Menembakkan sinar emas yang sangat cepat.
Ini adalah tembakan pertama dari satelite [Mata Buddha Welas Asih]. Satelite yang di buat tidak hanya dengan prinsip teknologi tingkat tinggi, tapi juga dengan konsep metafisik di luar nalar bahkan oleh dewa masa kini.
...
Sementara Naruto melakukan gerakan besar tanpa di ketahui oleh orang lain.
"Silahkan."
Sopir pribadi Naruto yang biasa di panggil Ghost Rider karena kemampuannya oleh beberapa orang itu membuka pintu untuk Violet Evergarden.
Violet merasa tidak enak tapi Ghori(singkatan Ghost Rider) bersikeras mengatakan bahwa ini adalah tugasnya. Bagaimanapun dia di bayar jutaan Ryo untuk pekerjaan mengemudi mobil setiap bulan!
Jika ketahuan malas, bahkan jika kemampuannya unik dan kuat. Bukan berarti dia tidak akan di ganti dengan orang lain.
Setahu Ghori, Tuan Mudanya memiliki beberapa orang berkemampuan khusus dan yang paling khususnya adalah mereka semua anak perempuan cantik!
Jika dia tak bekerja keras, nanti dia akan di ganti yang lain. Jadi dia harus bekerja keras! Jangan sampai di pecat, jika tidak akan sulit kedepannya nanti.
Bagaimanapun, memiliki kemampuan bukan berarti mahakuasa.
Terkadang memiliki kemampuan akan lebih merepotkan dari kehilanganbuang saat istri akan melahirkan.
"Ghori-san, ap-apakah ini baik-baik saja?"
Violet terlihat gugup melihat kearah hotel mewah yang akan dia tempati ini.
Dia membayangkan bahwa dia hanya akan di bawa kehotel bingtang tiga. Tapi tak di sangka dia malah di bawa ke hotel terbaik di kota J.
Ghori tersenyum.
"Nona Violet jangan khawatir. Silahkan ikuti saya."
Ghori memimoin jalan dengan mantap dan terlihat santai. Tapi sebenarnya seluruh otot tubuhnya sudah gemetar. Jika ada yang tidak beres, Ghori akan langsung bergerak menyelamatkan Violet.
Ghori sudah di beritahu bahwa Violet adalah orang yang istimewa oleh Naruto. Walau Ghori tak tahu apa yang istimewa, Ghori tetap taat dan melaksanakan untuk melindungi Violet sepenuh hati.
Jika terjadi sesuatu, dia akan malu menyebut dirinya Ghost Rider!
"Um? Selamat datang, Ghori! Kenapa kau di sini?"
Setelah memasuki Hotel, Ghori menjadi rileks dan seseorang menyapanya dari belakang meja resepsionis.
"Sister Enkidu, saya membawa Nona. Violet ke sini untuk menginap."
Enkidu.
Dia terlihat seperti seorang loli berambut hijau dengan tinggi 154 cm. Mengenakan syal dan jaket musim dingin, Enkidu yang pendek harus menggunakan penyangga kotak agar pas dengan meja resepsionis.
Itu terlihat lucu!
Tapi tak ada yang menertawakannya.
Siapa yang berani menertawakan Menejer Hotel ini?
"Hum?
Enkidu memiringkan kepalanya imut saat melihat Violet yang mengenakan pakaian Biarawati.
"Jadi kau ada lah Biarawati? Aneh, padahal Gereja sudah hancur. Tapi terserah! Jika Kakak Naruto ingin kau tinggal, kau bisa bermalam di sini semaumu."
Enkidu sudah di beritahu oleh Naruto sesuatu tadi dan sengaja menyambut di meja resepsionis.
Violet yang mendengarnya malu dan buru-buru berbicara.
"Ti-tidak usah! Aku hanya akan istirahat di sini malam ini sebelum pergi."
Enkidu hanya mengangguk pelan dan tidak menanggapi lebih.
Sejujurnya dia agak kesal karena melihat Violet yang di perhatikan oleh Naruto padahal keduanya baru pertama bertemu. Walaupun Enkidu tahu ada alasan penting di baliknya, tetap saja dia tidak nyaman.
Lagi pula dia adalah adik Naruto yang manis!
Bagaimana Naruto mengabaikannya dan memilih perempuan lain?
Penuh kebencian!
Sementara kita alihkan cerita dari Enkidu yang cemburu.
...
"Hchohh!"
Naruto saat ini mengenakan jaket biru biasa yang bertudung karena ada masalah saat mengenakan jaket hitam bersin.
Jaket hitam di ganti karena ribet dan mencolok.
Jika di malam hari tidak masalah, tapi ini siang hari, jadi menyelinap menggunakan pakaian hitam adalah bodoh dan pakaian jubah juga menghambat fleksibilitasnya sampai batas tertentu.
Jadi Naruto mengganti bentuknya dengan jaket murahan saja.
Di depan Naruto saat ini, sosok pendeta berpakaian rapi dan khusuk berdiri dengan senyum aneh di wajahnya saat melihat sekeliling gereja dimana penghalang emas berdiri kokoh menghalangi presepsi dunia luar dan mengunci ruang.
"Wahh, siapa teman ini? Kenapa mengganggu bisnis kami?"
Fred tak lagi berpura -pura sok suci dan pakaiannya berubah menjadi armor ringan berwarna perak. Di tangan kanannya, pedang cahaya terbentuk dari elemen sihir yang di manipulasi dan padatkan dengan bantuan Rune.
Seharusnya dengan warna putih dan perak, sosoknya akan terlihat suci. Tapi di pandangan Tianyantong yang di dapat Naruto dari latihan kekuatan pikiran [Jade Buddha], Fred di kelilingi oleh cahaya darah yang menakutkan.
Sliz Sliz Sliz
"Hanya seorang penjaga wilayah. Kau tahu? Wilayah Kota J hanya memiliki 1 Singa dan tak bisa menanggung Singa lain. Jadi maaf saja, kau harus mati."
Ucap Naruto dengan sederhana, suara yang di samarkan menggema secara magis dan terdengar tanpa beban seolah tak khawatir melihat 100 sosok manusia dan makhluk bersayap gagak muncul di belakang Fred.
"Wah, wah, nadamu sangat besar."
Senyum Fred menjadi semakin terdistorsi dan aura membunuh kuat menerpa keluar hingga bahkan makhluk bersayap hitam yang selalu superior dalam memandang manusia mwnggigil ingin ngompol.
"Nah kita lihat saja."
Zwoshhh zwoshh zwooshh
12 benda humanoid menembus penghalang emas dengan cepat dan memasang posisi di belakang Naruto. Ada yang besar, kecil, penuh senjata jarak dekat, dan senjata jarak jauh.
Sangat lengkap!
Satu - sqtunya kesamaan mereka adalah tangan yang menghadap kedepan, ke arah kelompok manusia dan makhluk bersayap.
Wajah Fred mengeras dan langsung kedepan tanpa kata-kata di ikuti anak buahnya di belakang.
Sementara, 12 Steel Warrior menembakkan sinar plasma dari lengannya dan rudal kendali untuk meledakkan apa yang bisa mereka kenai.
Tapi sayangnya beberapa tembakan tak mengenai sasaran karena di halau tombak cahaya dari makhluk bersayap.
Kabooom!
First War Hero with Supranatural Being!
Yooooo!
Tak di sangka akan ada yang mengingat saya kali ini. Dan kalau soal ngelanjutin fic yang lain, saya gak bakalan janji karena udahberdebu. Bahkan fic yang baru itu gak janji update lagi karena alurnya menyimpang dari ide saya.
Udah writer block!
Tapi kalau fic ini (mungkin) akan lebih banyak chapter dari fic yang sebelumnya karena saya buat ini original alurnya tanpa meniru anime DXD maupun OPM. Jadi lebih bebas dan lebih terjamin kelanjutannya.
Oh ya, jika ada unek-unek yang gak nyaman tentang chapter ini. Silahkan di buang di kolom review agar gak jadi penyakit hati.
Monggo~~~~~
