9 APRIL 2020
PROLOG
Wanita surai hitam panjang itu mengerang dan tak berdaya diatas ranjang Kasur. Bukan tanpa alasan dia dalam keadaan seperti itu, melainkan kondisi dirinya saat ini yang hanya bisa pasrah menerima keadaan. Tangannya terikat dibelakang dan kakinya pun diikat menjadi satu, sehingga memperkecil gerak gadis tersebut.
Dirinya mengeliat kesana kemari mencoba melepaskan diri, namun apa daya tidak ada hasil. Diriku saat melihatnya mengeliat didepannya, kesana kemari. mulai tidak tahan melihat kecantikan dan kemanisan gadis itu masih mencoba melepaskan diri, sesaat diriku merasakan ada sesuatu yang aneh pada celana yang kukenakan. Rasanya menjadi sempit dan seolah penisku mulai bangun sendiri. 'Ya ampun, jangan sekarang. Aku hanya ingin bermain dengan dia, tapi aku sudah janji tidak akan menyetubuhinya, kami-sama!' Batinku sedikit kesal dengan setan yang sedang membisikan ditelingaku untuk menodai gadis itu atau tidak, menimbang kondisinya saat ini, gadis itu dalam keadaan tidak bisa berbuat apapun, logikanya aku bisa saja dengan bebas menjamah tubuhnya namun nuraniku masih ingin berkata, jangan lakukan itu.
Dengan berat hati aku pun menghela dan mulai mendekatkan dirinya duduk disampingnya dan mulai memangkunya duduk dalam dekapan tangan kirinya dengan posisi masih merangkul gadis itu, memeluknya kesamping dalam dada bidangku, kusesuaikan posisinya agar dia bisa bersandar padaku seperti mengendong anak kecil. 'Aku rasa sedikit fanservis tidak apa' batinku.
"Bagaimana rasanya diikat? bisa melepaskan diri tidak, Kagome?" tanyaku melihat gadis itu yang menatapku dan mengeleng. "Ini terlalu kuat ikatannya, Aku tidak bisa melepaskannya" katanya sambil menahan rasa nyeri yang mulai ia rasa, karena beberapa kali sering mendesah namun pelan.
"Masih sanggup?"
Kagome hanya mengangguk masih ingin merasakan sensasi diikat seperti ini "Tapi aku suka keadaan ini, sudah lama aku ingin melakukan ikat-ikatan seperti ini sejak melihat channel Youtube, Inuyasha-san" katanya Kembali sambil menyembunyikan wajahnya kedadaku, aku tahu jika dia malu mengatakan hal tersebut. Aku hanya diam tidak percaya akan ucapan gadis lugu didepanku ini. Selain manis, cantik, baik dia pun perhatian, rona wajahnya saja sudah bisa kulihat betapa dia sepertinya senang akan pertemuan aku dan dirinya.
"Kagome" kataku sambil menarik dagu dan kami saling melihat satu sama lain. "A-Apa? Inuyasha-san"
"Bolehkah?" tanyaku kepada Kagome memegang bibirnya, mengusapnya perlahan kecil, gadis itu ragu membuang arah matanya kesana kemari. Antara mau mengizinkan aku menciumnya atau tidak.
"Kan janjinya tidak ada seperti itu. Aku inginnya saat kita menikah nanti baru kita lakukan. Inuyasha-san" ucapnya malu menyembunyikan wajahnya Kembali, aku pun mengelus wajahnya beberapa kali, wajah putih cantiknya, sifatnya yang kekanak-kanakan manja. Diriku pun mengelus rambutnya perlahan.
"Tidak apa-apa kali, kan aku tidak memakai kamu, hitung-hitung kamu belajar akan hal ini. Kagome" kataku dengan santai. Dia pun berpikir cukup lama sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dibahuku.
"Bagaimana?" tanyaku ingin tahu jawabannya. Dirinya hanya mengangguk mantap.
Wajahnya mulai menatapku dengan semburat rona merah menghiasi pipi, aku pun memejamkan mata begitu pun dirinya yang ikut menutup mata, kami mulai membuka mulut, melakukan ciuman pemanasan. Bibirnya mengulum dengan lemah lembut dan ronggaku, lidahnya menyapu permukaan kerongkongan mulutku. Awalnya Kagome masih kaku dan tidak mengizinkan, namun aku menyentuh lidahnya dan mengajak dirinya untuk ikut bermain dan mencoba rileks.
HMMM! HMMMM!
Kami menikmati momen ini dengan sangat nyaman dan tenang, 4-5 menit pun berlalu, kumerasakan Kagome memundurkan kepalanya, aku tahu itu berarti dia sudah kehabisan nafas, telihat saliva kami jatuh, membasahi baju kami berdua, namun aku tidak begitu peduli, karena aku sudah terbiasa akan hal ini. Namun gadis itu tersenyum dengan muka merona.
"Nyaman"
"Ha? kok seneng banget kayanya?" tanyaku tidak mengerti.
Gadis itu Kembali menyembunyikan wajahnya lagi kedadaku. "Aku suka, Inuyasha-san" katanya dengan nada malu, diriku yang mendengar jawaban itu tersenyum dan memeluknya. "Aku juga suka dengan Kagome, coba gaya baru yuk" ucapku, gadis itu hanya mengangguk dan menurut.
INUYASHA
By
Yukishiro Dan
.
Disclaimer : Takahashi Rumiko
Semua tokoh karakter adalah milik pengarang aslinya, sementara jalan cerita ini murni milik punya saya dan jangan ada yang protes apapun, soalnya ini sedikit berbeda dari Fanfic yang saya buat sebelumnya. Kalau ada yang baper atau apapun jangan salahkan saya ya. :v
Genre: Romance, Drama & True Based on Story.
Happy Reading.
Summary :
Diriku hanya manusia biasa, dengan kepintaran biasa, kehidupan biasa dan segala halnya terlihat sederhana, namun aku memiliki kekurangan mutlak, Ya? Aku memiliki kelainan Fetish yaitu aku penyuka BDSM, kalau dijelaskan pasti panjang banget ceritanya jadi, kupersingkat saja. Namun ada 1 hal yang membuatku tidak menduga, bahwa Kami-sama mempertemukan aku dengan seorang gadis yang baik, manja, pengertian, usil dan aneh sepertiku kurasa.
A/N : Catatan sedikit biar gak salah paham.
Takahashi Inuyasha : 26 Tahun (Seorang guru) saya pinjam dulu nama marganya Rumiko-sensei :v
Higurashi Kagome : 16 Tahun (Anak SMA & Broken Home)
CHAPTER 1: PERTEMUAN
ooo
30 MARET 2020
Halo namaku adalah Takasashi Inuyasha, aku adalah seorang guru disalah satu sekolah. Aku bekerja sebagai Guru, aku cukup disukai oleh para muridku, memang itu sudah tuntutan kerja juga sih, jadi abaikan saja cerita singkat yang tidak penting ini. Hehehe… # Gak ada yang nanya sih. :v Lanjut kecerita.
Aku hari ini sangat bosan dan tidak tahu harus apa-apa, yang biasa kulakukan hanya berkunjung kerumah orang tuaku setiap minggu, membantu mereka dan liat Youtube jika sedang nganggur dan parahnya lagi sedang ada pandemic mematikan yang disebut Covid 19, rasanya aku seperti berlindung dari serangan wabah zombie saja pikirku yang harus selalu menaati peraturan protokol Kesehatan, namun mau bagaimana lagi itu sudah peraturan jadi ya harus diikuti. Oh ya ngomong-ngomong Youtube tadi, aku ini punya Channel juga loh sebut saja BD CHANNEL, aku selalu menyembunyikan hal ini, tidak lebih tepatnya menyembunyikan kelainanku ini yang disebut BDSM, dari orang terdekatku dari sejak kecil hingga sekarang, Keluargaku dan teman-temanku tidak boleh tahu intinya seperti itu, sedih ya jadi aku, udah aneh belum nikah lagi. #PLAAAK! :'( Lanjut kecerita.
tahu BDSM gak? Cari di mbah google banyak kok. Aku males ngejelasinnya. Huahahah…. #PLAAK!
Intinya aku memiliki channel dan memiliki kekurangan akan kelainanku ini, makanya aku tidak pernah pacaran. Lebih tepatnya menahan nafsuku yang terkadang tidak terkontrol, namun apa daya setan yang berada disisiku berhasil menjatuhkan aku dan aku pun meniatkan untuk membuat channel ini soal nanti maju atau tidaknya channel ku ini. Aku tidak terlalu serius-serius amat untuk menekuni ini. 'Ok sekarang aku sedang melihat channelku kulihat kebanyakan orang request yang aneh-aneh dan tidak ada moral dalam komennya sehingga aku abaikan, bahkan sampai aku hapus komennya jika itu sampai mengacu kearah pornografi, namun ada 1 orang yang tidak kukenal, dia memiliki nama akun bernama Higurashi Kagome dengan gambar animasi yang sedang trend pada bulan itu, saya gak mau nyebutin merk nanti dibaku hantam sama fandom ini. #PLAKKK! :v
Aku sedikit tertarik akan isi komennya. "Pasti enak kalau diikat seperti itu" gumamku membaca komennya dan aku pun mulai membalas isi komennya, aku termasuk orang yang cukup rajin Online jadi Ketika aku mengecek channelku, akan ketahuan orang yang menjadi Subcriberku dan apa isi komennya.
"Mau nyoba, Hehehe… :D" ucapku bercanda, aku pun tidak terlalu berharap lebih, karena aku tahu kebanyakan pada Hode atau akun penipu, jadi jangan terlalu berharaplah 'pikirku pada saat itu'. Namun yang kukaget dia membalasnya dengan sangat cepat dan betapa aku kagetnya ketika komennya berkata "Boleh saja, tapi aku masih sekolah. Kalau kamu mau hubungi aku +62*********** kesini ya. Salam hangat. Higurashi Kagome" Disini aku kaget bukan main, bisa-bisanya orang yang tidak kukenal bisa berkata seperti itu kepadaku. Aku pun segera mengehela dan berpikir paling ini akun Hode pikirku. Namun aku balas saja.
"Boleh, dilanjut di W*** U* ya" kataku Kembali. Dia pun membalas dengan sangat cepat "Iya, aku hapus yang komenan diyoutube" katanya sambil meminta izin menghapus komennya untuk menjaga privasi katanya. Aku pun hanya mengiyakan saja.
Aku pun yang sudah dapat nomornya, antara mau menghubungi sekarang atau nanti, namun karena posisiku sedang bekerja. Aku pun mengurungkan niatku untuk mengobrol dengan orang yang bernama Higurashi Kagome tersebut. "Nanti saja pas pulang kerja, aku akan mengeceknya" batinku mematikan Handphone ku dan menyimpannya Kembali dalam saku kantong mini celanaku.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 17.30 sore waktu setempat. Semua orang sudah pulang kerumah masing-masing termasuk diriku yang sudah berbenah diri, aku pun memutuskan untuk mengobrol ditempat lain, bukan tanpa alasan aku melakukan ini, dikarenakan keluargaku sedikit risih Ketika aku memiliki seorang pacar. Makanya aku mencari tempat lain yang aman untuk mengobrol. Aku memutuskan untuk ketaman.
Disebuah taman dekat rumah cuma jaraknya cukup jauh dari gang rumahku, jadi aman pikirku. "Sudah aman kurasa?" aku pun mengecek kontaknya yang ada didalam Hpku, aku merasa antara ragu dan ingin tahu. Aku pun memutuskan mengirim pesan dulu untuk mengecek.
"Kita lihat sekarang" batinku mengecek selama 20 menit aku menunggu, firasatku yang mengatakan bahwa yang komen kemarin pasti akun Fake kupikir sudah tidak perlu dteruskan, namun yang kukaget dia malah menelponku.
"Waduh dia nelpon, angkat jangan ya?! Angkat aja deh" aku yang panik pun menunggu diam untuk memastikan llalu terdengar suara gadis yang terdengar lemah lembut memanggil namaku. Aku pun akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. Awal firasat yang kupikir pasti sama seperti sebelum-sebelumnya yang disebabkan oleh banyaknya para penipu, nyatanya kali ini tidak seperti itu, awalnya aku merasa ragu namun lama kelamaan kami mengobrol satu sama lain dan seiring waktu mulai dekat.
ooo
6 APRIL 2020
Seiring waktu 1 minggu kami mulai saling sapa dan menanyakan kabar satu sama lain, baik aku dan Kagome seolah tidak ada yang disembunyikan satu sama lain, seperti pasangan kekasih pikirku. Dia pernah berkata dalam obrolan bahwa dari dulu dia ingin sekali merasakan sensasi diikat kuat seperti dalam channel yang kubuat. Rasanya ada rasa senang dan rasa ragu, bagaimana jika nantinya wanita yang ingin kutemui ini adalah seorang psikopat. Diriku bergedik ngeri jika membayangkan hal itu, 'Kami-sama, hindari aku dari hal yang tidak bagus seperti itu' doa ku meminta kepadanya agar diselamatkan' batinku dalam hati.
Namun puncaknya arah pembicaraan yang aku lakukan kepadanya adalah kepastian, ya. Aku ingin memastikan diri dan menyewa sebuah hotel didaerah Kagome tinggal didaerah Musashi, sedangkan aku berada di Tokyo. Aku pun sudah menyewa hotel untuk kita bermain. Pikiranku saat ini adalah 50:50, 50 bisa jadi kita bermain dan bertemu, sedangkan 50 lagi bisa jadi dia hanya ingin mempermainkan aku saja. "Eh, serius, dipesenin Hotel buat kita main BDSM?!" katanya terkejut.
"Iya, Aku sudah memesannya. Jadi jangan ingkar janji ya. Kagome-chan" ucapku dalam Handphone saat mengobrol dengan dia.
"J-Jangan memakai chan. A-Aku malu tahu. Inuyasha-san" ujarnya tidak suka digoda terus-terusan.
"Maaf, ya sudah aku manggilnya gak make panggilan chan lagi" kataku
"Jadi, mau kan kamu?" tanyaku Kembali memastikan. Beberapa menit aku menunggu jawaban.
"Iya aku mau, tapi aku minta syarat!" ujarnya.
"Apa?"
"Yang pertama tidak boleh ada sex! Kedua kita mainnya hanya sampai jam 18.00 waktu setempat, bisa diterima syarat itu. Inuyasha-san?" ujarnya kepadaku. Aku pun menyetujuinya dan mengatakan sanggup untuk melakukan hal tersebut. Dirinya yang mendengar hal itu akhirnya menyetujui hal tersebut.
ooo
8 April 2020
Hari ini aku mulai berangkat dari Tokyo menuju Musashi, perjalanan yang kulakukan memerlukan waktu sekitar 6-7 jam. Aku pun masih sering chattingan lewat Handphone dengan tujuan agar kami masih bisa berkomunikasi hingga kita bisa bertemu. Obrolan kami seolah tidak ada yang tidak ada yang ditutupi satu sama lain, namun dia pernah berkata dalam chatnya bahwa dia sedikit risih akan sesuatu, tentu saja aku yang mendengarnya sedikit khawatir menimbang 'aku sudah menyewa Hotel, masa tidak jadi sih' dalam benakku aku sedikit khawatir, namun aku mencoba memancing apa yang dia risihkan, namun Kagome tidak ingin membicarakan sampai kita bertemu, aku pun yang mendengarnya hanya bisa pasrah dan menerima untuk sabar daripada nanti malah bermasalah pas kita mau main BDSM' pikirku.
Aku pun mengakhiri obrolan, aku pun harus fokus pada perjalanan kali ini menimbang kondisi saat ini sedang pandemik Covid 19. Mau tidak mau aku harus jaga Kesehatan dan hati-hati serta harus mulai istirahat, karena waktu perjalananku menuju Musashi masih cukup jauh dan bertujuan menghemat baterai juga sih, menimbang aku akan menemui gadis yang tidak pernah aku kenal secara langsung dan berada ditempat lain, bukan ditempat tinggalku. Jadi aku berdoa saja kepada Kami-sama semoga tidak terjadi apapun padaku.
ooo
9 April 2020
Pukul 04.00 waktu setempat aku telah tiba distasiun kulihat masih gelap dan aku pun memutuskan untuk rest sejenak distasiun. 'rasanya aku seperti berada dikota hantu saja' batinku ditempat asing yang disekitar terlihat bangunan sepi dan gelap, aku pun beristirahat disana dengan makan mie ramen sejenak yang kebetulan ada toko yang buka 24 jam. Hitung-hitung menunggu pagi sambil santai sejenak.
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat, aku pun memutuskan untuk bertemu dengan Kagome dialun-alun kota Musashi. Disana aku beberapa kali dilihat oleh para pengunjung dan polisi setempat yang kebutulan saat ini sedang rawan pandemik Covid 19. Jujur dalam batinku aku merasa kurang nyaman, namun aku abaikan. 'memangnya gak pernah lihat orang kota main kedaerah pelosok apa?' batinku mengerutu.
Aku pun bersikap acuh kembali seolah tidak mengenal mereka dan tidak ingin diriku mencari masalah ditempat orang lain. Tanpa aku sadari seseorang menghampiri aku dari kejauhan, rambut hitam panjangnya menari akibat hembusan angin, kulitnya yang putih dan bersih, tubuhnya yang mungil kurus sedikit jadi perhatian para pengunjung disana yang menatap dirinya. Aku tidak tahu siapa dia.
"Dia cantik sekali" ternyata gadis itu berjalan kearahku sambil menuntun sepeda berwarna cokelatnya, kebetulan aku duduk dipinggir alun-alun tapi masih dalam lingkungan taman. Dia pun tersenyum kepadaku.
"Kamu Inuyasha-san kah?" tanyanya kepadaku, aku yang mendengarnya sedikit terkejut dan aku pun berdiri dari posisi dudukku sebelumnya. "Kamu Kagome?" dia mengangguk. Hatiku yang melihat dirinya tidak percaya bahwa teman yang kutemui kali ini adalah 'gadis yang sangat manis dan cantik beruntungnya sekali aku' batinku tidak percaya.
"Ada apa?" tanyanya melihatku yang terdiam.
"Ugh… tidak ada apa-apa, kamu bawa sepeda kesini. Kagome?" Dia mengangguk Kembali.
"Ya sudah jam segini, ayo kita ke hotel" dia pun hanya mengangguk setuju mengikutiku.
.
.
Setibanya kami dihotel aku langsung mengkorfirmasi pesanan disana, karena aku sudah memesan Booking Online sebelumnya dan kamarku bernomor 240, aku pun mengisi formular hotel dan gadis itu tiba-tiba memegang jahitan kaosku.
"Ada apa?" tanyaku tidak mengerti melihat ekspresinya yang khawatir dan ketakutan.
"Sudah belum mengisinya?" tanyanya Kembali sambil memegang tangan kiriku. Aku pun mengambil kunci kamar dan mulai menuju kekamarku.
"Semoga anda merasa nyaman berada disini" sapa petugas hotel. Aku pun hanya mengangguk dan mulai mengajak Kagome menuju Kamar nomor 240. Setibanya didepan pintu aku pun mulai membuka pintu kamar dan kuajak gadis itu masuk kedalam dan mulai menguncinya.
Lampu kamar yang sebelumnya gelap sudah kunyalakan dan terlihat kamar yang sederhana namun cukup minimalis serta rapih. Aku pun membaringkan tubuhku diatas Kasur yang empuk dan nyaman. Merilekskan badanku yang sakit, karena kurang istirahat. "He! Kamu kan belum mandi, bersih-bersih dulu sana" ujarnya memarahiku, aku pun yang mendengarnya melihat dirinya dan mengulurkan tanganku kepadanya. "K-Kenapa?" tanyanya tidak mengerti.
"Pegang aja dulu" Gadis itu meraih tanganku.
KYAAA!
"Aduh… sakit tahu!" aku menarik tubuhnya hingga dia ikut tertarik dan jatuh menimpaku. Kini aku melihat dirinya yang berada diatasku, sedangkan aku berada dibawahnya.
"Kenapa kamu melakukan itu. Inuyasha-san?!" ujarnya memegang kepalanya yang kesakitan karena menabrak dada ku.
Aku pun hanya tersenyum dan mengelus wajahnya. "Kagome-chan, benar-benar cantik sekali" pujiku asal dia yang mendengar itu hanya membuang muka kesamping. "Dasar gombal. Huu… gak mempan tahu, kamu mah paling sama kaya pria-pria itu" balasnya.
Aku yang mendengarnya lalu mengernyitkan alisku. "Maksudnya gimana? Certain dong aku gak paham sama sekali" ucapku kini bangun dari posisi tiduran dan duduk disampingnya. Kagome yang habis bicara seperti itu langsung diam menunduk.
"Gak ah, palingan nanti kamu menyalahkan aku lagi" ucapnya mulai melepas jaketnya dan menampilkan dirinya yang memakai kaos merah jambu. Melihat dari posisinya sepertinya gadis itu enggan untuk bicara hal pribadi didepanku, namun dirinya mengulurkan kedua tangannya kedepan tanda dia sudah siap mental dan menerima diirnya sebagai Slave.
"Ok, kita mulai, sudah siap?!" ujarku mulai mengambil tali dari tas dan beberapa alat bermain BDSM. Terlihat wajahnya yang begitu tenang namun tersenyum melihat banyaknya tali-tali yang kugenggam saat ini. Kagome hanya tersenyum ramah dan tidak memiliki rasa khawatir atau apapun kepadaku, normalnya Ketika kita bertemu orang baru, pasti akan was-was/curiga namun tidak dengan dirinya. Aku pun sedikit aneh dengan kepribadiannya. Namun ya sudah mungkin dia belum ingin bicara apapun kepadaku.
TO BE CONTINUE…
