Disclaimer: Gundam SEED (dan GSD) beserta seluruh karakternya tentu bukan milik saya.
Warning: AU, OOC, office life ribet, alkohol, mainly Asucaga pairing.
Chapter 5
Jam dinding milik kantor Haro Green menunjukkan jam lima sore. Tiga jam berlalu sejak Cagalli dan Athrun kembali ke area kerja masing-masing. Sudah cukup lama, namun masih terbayang di benak Cagalli ekspresi keheranan yang terpancar dari wajah para rekan kerja, saat dirinya dan sang pemuda berpembawaan dingin berjalan bersama memasuki ruangan.
Bagaimana tidak memancing keheranan, raut wajah mereka saat itu tidak bahagia selayaknya orang-orang yang baru melahap makan siang yang tertunda. Tentu mustahil bagi Cagalli untuk menampilkan rona bahagia. Sang pemuda jelas-jelas telah melontarkan ancaman!
Namun apa boleh buat. Menurut Cagalli, yang terpenting adalah tetap menjalankan pekerjaan sebaik mungkin.
Sebenarnya bisa dibilang pekerjaannya masih longgar saat ini, karena Mwu belum kembali dari perjalanan meeting dengan Dominion Space. Karena itulah, sang 'nona menyilaukan' sedari tadi melanjutkan pencarian referensi dari Orbstagram dan media promosi apapun yang bertebaran di internet. Kali ini referensi yang dicarinya lebih terfokus pada hasil diskusi bersama Athrun saat tengah hari tadi. Bisa jadi dari sana akan ada materi yang disetujui oleh Dominion Space.
"Segini sudah cukup banyak. Nanti setelah Mwu menyampaikan hasil meeting-nya, tinggal kukembangkan sendiri," batin Cagalli.
Sendiri?
Gerakan mouse dalam genggaman Cagalli memelan. Matanya melirik sekilas. Tanpa perlu banyak bergerak pun, dirinya bisa melihat jelas helaian rambut biru dari balik dua rangkap laptop di hadapannya. Entah sang pemilik helaian biru sedang mengerjakan apa dalam diam.
"Bikin kesal saja."
Suasana kerja memang bisa dibilang lebih membosankan, atau tepatnya lebih mencekam, sejak Athrun berada di antara Divisi Marketing. Bahkan sebelum ini, dengan tidak segan Athrun menegur Miriallia supaya memelankan suara musik yang diputarnya dari situs video OrbTube. Padahal hanya itulah hiburan para pegawai Haro Green dalam melawan kepenatan bekerja.
Biasanya mereka memutar lagu-lagu hits yang tergolong lawas, kemudian sing-along bersama. Andrew saja tidak pernah melarang, selama volume musik masih dalam batas wajar dan asalkan sedang tidak ada tamu penting yang datang ke kantor.
"Semoga ini hanya sementara," lanjut Cagalli dalam hati. Meskipun sejujurnya ia pesimis.
Baru saja ia hendak mengetik keyword baru di Orbstagram untuk melanjutkan pencarian, tiba-tiba atmosfer ruangan dihiasi suara tawa ringan yang dikenalnya. Mwu dan Murrue sudah kembali. Pada saat hampir bersamaan, Andrew juga muncul di tengah ruangan.
"Yooo, Mwu, Murrue! Kalian sudah kembali!" kali ini giliran seruan khas Andrew yang membahana.
Sebenarnya tujuan sang MD menghampiri area kerja para pegawainya bukanlah untuk mencegat sejoli yang baru kembali, melainkan untuk menyampaikan hal lain. Botol-botol sampanye dalam kedua genggamannya menjadi pertanda.
"Oke, guys, tolong perhatiannya sebentar. Seperti yang sudah kusampaikan Jumat lalu, jam enam nanti kita akan ada office party di sini, untuk merayakan kepindahan Haro Green ke gedung ini! Aku harap semua bisa hadir, ya! Anggap saja malam keakraban, hahaha. Nanti kita cicipi ini sama-sama," Andrew menutup pengumumannya dengan mengacungkan kedua botol besar yang dijanjikan.
Sorakan gembira dan tepuk tangan dari para pegawai menyambut pengumuman Andrew. Namun tidak demikian reaksi dari Cagalli.
"Aaah aku lupa kalau hari ini ada acara kantor! Sial, padahal aku hanya ingin langsung pulang lalu tidur cepat setelah seharian yang panjang ini," rutuknya dalam hati.
.
DaCosta dan Stellar masih terlihat sibuk menyiapkan sederet hidangan saat Cagalli berjalan keluar dari meeting room beriringan dengan Mwu dan Athrun. Saat ini sudah pukul 17.50 petang, yang artinya office party akan segera dimulai dalam sepuluh menit.
Memang sekembalinya ke kantor, Mwu cukup efisien dalam membagi waktu untuk sesi 'menghadap' Andrew, yang dilanjutkan dengan meeting singkat bersama para copywriter. Kini sudah jelas bagi Cagalli dan Athrun mengenai apa saja yang disepakati dengan Dominion Space, sehingga mereka dapat melanjutkan tugas.
Sang gadis pirang menatap ke sekeliling ruangan. Rupanya tidak hanya sederet, melainkan ada berderet-deret hidangan yang tersaji. Sebagian diletakkan di bagian meja kerja yang kosong, sedang sebagian lagi memenuhi meja kecil panjang ala bar yang difungsikan sebagai pantry di ruangan.
Meskipun Haro Green berkutat dengan bisnis makanan sehat, namun tidak hanya bermacam makanan dari brand mereka yang tersaji kali ini. Tiga boks pizza dan dua boks donat berjajar di atas meja kantor. Tidak ketinggalan aneka pasta, ayam goreng, kue-kue, juga cemilan kecil seperti kacang pistachio.
Untuk minumannya, tampak berkaleng-kaleng cola dan bir telah disiapkan di meja pantry. Semuanya dalam keadaan dingin. Dispenser air mineral beserta kopi dan teh tentu selalu ada sebagaimana kantor pada umumnya. Sementara kedua botol yang digembar-gemborkan tadi sepertinya masih disimpan oleh pemiliknya.
Para pegawai diperbolehkan membantu persiapan, mengingat jam kerja yang resmi sudah hampir usai. Terlihat beberapa di antara mereka turut sibuk mengatur letak hidangan. Di sudut ruangan, Miriallia dan Ssigh sedang memasang dekorasi berupa balon-balon dan untaian kertas krep. Bangku kayu kecil digunakan Miriallia sebagai pijakan untuk menjangkau dinding lebih tinggi. Sepertinya sudut itu akan dijadikan semacam photo booth.
Merasa ingin berpartisipasi, Cagalli menghampiri Stellar yang sedang mengecek jumlah sajian dari sisi meja.
"Stellar, ada yang bisa kubantu?" tanyanya.
"Tidak apa-apa Cagalli, sepertinya persiapan sudah oke… Ah! Aku lupa, kotak-kotak jus belum dikeluarkan dari kulkas!" Stellar tersentak mengingat masih ada detail yang terlewat.
"Biar kubantu keluarkan," ucap Cagalli sambil berbalik ke arah lemari pendingin berada. Hitung-hitung dirinya sedikit balas budi atas kebaikan Stellar tadi pagi. Setidaknya bantuan spontan dari Cagalli cukup membuat Stellar lega.
"Terima kasih, Cagalli!"
.
Office party dibuka dengan sambutan singkat dari Andrew. Tentunya kata sambutan kali ini lebih lepas dan mengundang tawa dibanding versi yang tadi pagi disampaikannya saat sedang kedatangan investor. Meski demikian, intinya tetap profesional. Andrew memuji kinerja para pegawai Haro Green yang dinilainya memuaskan dan terus berkembang.
Acara dilanjutkan dengan foto bersama di photo booth yang telah disiapkan. Setelah itu tibalah sesi yang telah dinanti: makan-makan. Cagalli menatap takjub para rekan kerjanya yang menyerbu hidangan dengan kecepatan tinggi, seolah belum makan selama tiga hari.
.
Satu jam telah berlalu sejak acara dimulai. Wajah-wajah yang bahagia karena kekenyangan terlihat di segala penjuru. Kini mereka menyibukkan diri dengan bercengkrama satu sama lain. Aneka minuman sesuai preferensi pribadi turut mendampingi masing-masing dari mereka.
"Cagalli! Kau tidak mau mencicipi 'barang bagus' dari Boss?" tanya Miriallia, merujuk pada sampanye yang dibawa oleh Andrew. Tangan kiri sang gadis berambut coklat menyikut pelan ke arah siku Cagalli, sementara tangan kanannya memegang gelas sampanye yang terisi tinggal setengah penuh.
Sang gadis yang menerima lontaran pertanyaan tampaknya lebih tertarik untuk meneguk habis isi kaleng cola dalam cengkeramannya. Punggung tangan digunakannya untuk menyeka mulutnya yang basah, sebelum menanggapi pertanyaan dari kawannya.
"Kau gila, Milli. Mana bisa aku pulang baik-baik naik kereta kalau aku menyentuh alkohol sekarang," jawab Cagalli rasional. Pulang dalam keadaan sober adalah pilihan terbaik menurutnya. Ia hanya ingin pulang aman, tidur nyenyak, lalu bangun tanpa sakit kepala pengar di keesokan hari.
"Oh, iya juga. Nanti Dearka akan mengantarku pulang, sih. Makanya aku berani minum," jawab Miriallia sambil terkekeh. Sepertinya senang sekali bisa diantar pulang oleh pacarnya. Tempat kerja mereka memang jadi berdekatan sejak kepindahan Haro Green ke lokasi baru, karena Dearka juga berkantor di kawasan Heliopolis Central.
"Heeeei, ladies! Ayo kemari! Coba lihat apa yang kupesankan untuk kalian!"
Obrolan singkat antara Cagalli dan Miriallia terinterupsi oleh panggilan dari sang MD. Dengan segera kedua gadis menghampiri bos mereka. Tangan Andrew yang tadi melambai memanggil, kini menunjuk ke arah sebuah piring besar berisi banyak potongan fruit cake.
Cagalli tahu betul, bukan sembarang buah yang menjadi komposisi kue tersebut, melainkan sejenis buah persik yang hanya tumbuh di Onogoro. Sudah lama sang gadis pirang rindu ingin makan kue tradisional yang saat ini tersaji di depan matanya. Entah mengapa sejak tadi dirinya tidak melihat kue ini dihidangkan. Mungkin kurir kue baru sampai saat ia sedang menyiapkan jus.
"Bagaimana, Cagalli? Persis seperti yang di kampung halamanmu Onogoro, kan?" tanya Andrew dengan diiringi tawa menggelegar, melihat wajah anak buahnya yang tercengang.
"Onogoro?"
Tanpa diduga, reaksi lain muncul dari seorang pemuda bermata emerald. Rupanya sejak tadi Athrun berdiri tidak jauh dari mereka. Rasa penasaran akan sebuah memori yang tidak pasti pun mendorongnya untuk bertanya lagi.
"Kau, Cagalli… Yula Athha?"
A/N
Chapter ini lagi-lagi diisi situasi bareng coworkers. Begitulah kantor #plak
Athrun disimpen dulu untuk chapter berikutnya yaa.
Maaf jadi ada muatan alkohol di cerita ini…
Tolong infokan kalo sekiranya perlu ganti rating.
Makasih udah baca ^^ Kalian bikin saya semangat nulis.
Thanks for the reviews! longliveasucaga, JusticeRouge, LaNiinaViola, Panda Nai, ShinkuAlice, Fuyu Aki
