Doragon No Otou~San

Disclaimer

Naruto Shippuden ( Masashi Khisimoto) X Highschool DxD ( Ichie Ishibumi)

Genre : Comedy, Family, Action

Pair : Not Detected in Early Story

Summary : Tidak ada hubungan darah, tidak ada hubungan keturunan, semua mengalir begitu saja. Para Naga memanggilnya ayah. Di saat alam semesta kacau, [Dia] datang dengan kekuatannya, memutus mata rantai peperangan, menghentikan kekacauan akibat perang.

A/N :

"Apa-apaan ini"

Vali tidak bisa menerima apa yang ada depan matanya. Kenyataan yang ada di depannya tidak bisa diterima akal dan logika. Mungkin jika yang ada di posisinya adalah kakeknya yang mesum dan jahat, Livan Lucifer, pasti akan terkejut dengan mata melotot. Pasalnya, pemandangan di depan matanya adalah pemandangan yang ekstra, ekstra dan super ekstra luar biasa bagi Vali, Sang White One.

...

Vali, seperti biasa pergi ke dunia manusia atas permintaan sensei-nya, Azazel. Seperti biasa, tujuan Vali ke dunia manusia adalah untuk memburu Malaikat Jatuh yang membangkang. Itung-itung menurut Vali untuk melatih kemampuannya agar tidak tumpul. Bagi Vali, sang maniac bertarung, bawahan-bawahan Azazel bukanlah yang sepadan dengannya. Mereka hanya semut dihadapan dirinya yang seperti singa yang siap memburu.

Vali sempat protes kepada Azazel karena tidak puas. Awalnya Azazel tidak mempedulikannya. Namun sejak 3 bulan lalu setiap satu kali seminggu, Azazel memintanya bertemu rekannya yang seorang manusia, selain dia berburu Malaikat jatuh yang berkhianat.

Vali bingung mengapa Azazel memintanya bertemu makhluk lemah bernama manusia. Yah meskipun dirinya setengah manusia sih. Kesan pertama dia bertemu teman Azazel tersebut, dari fisik terlihat seperti pemuda berusia 25 - 30 tahun. Dengan rambut kuning ala-ala Eropa namun bukan kuning pucat tapi cerah yang jabrik. Kaca mata kotak dan sebatang rokok yang ada di bibirnya. Baju kemeja putih dilipat sampai lengan + celana hitam dan vantopel khas pegawai. Kata Azazel, dia adalah guru di Kuoh

Namun siapa sangka. Pertemuan Vali dengan manusia itu merubah kesan Vali bawah manusia itu tidak semuanya (lemah). Di awali dengan pertemuan Vali yang pertama dengan manusia yang beprofesi sebagai guru tersebut, Vali dihadiahi sikuan lutut di wajah dan secepat kilat sebelum dia bereaksi dengan serangan itu, wajahnya sudah ditenggelamkan ke tanah, tempat dia berpijak. Hal terakhir yang dia ingat sebelum dia pingsan adalah wajah manusia yang baru dia ketahui bernama Naruto itu tersenyum. Bayang-bayang yang mengaku bapaknya, dimasa lalu terngiang ngiang di pikirannya.

Ketika tersadar, Vali sudah berada di sebuah ruangan yang dia ketahui itu adalah ruang tamu. Vali melihat di depannya Azazel yang tengah duduk di sebuah sofa coklat dan didepannya sudah ada 2 botol bir. Melihat sekeliling ruangan yang terbilang minimalis hanya ada 2 sofa panjang di ruangan tersebut yang berhadapan dan sebuah lukisan terpajang di salah satu dinding ruangan.

"Dimana ini Azazel?". Tanya Vali dengan masih memegang kepalanya yang agak sedikit pusing setelah bangun dari pingsannya. Ingatan terakhirnya adalah wajah manusia yang mengalahkannya, tidak sampai 5 detik, Vali sudah dibuat pingsan.

"Bagaimana rasanya Vali?". Menghiraukan pertanyaan Vali, Azazel malah bertanya balik kepada sang Murid. Manusia setengah iblis yang ditemukannya dulu dalam kondisi kumuh, wajah yang kotor dan umur yang masih dalam tahap perkembangan, 13/14 tahun, entahlah Azazel tidak terlalu mengingatnya.

"Entahlah, itu terlalu cepat, aku tidak bisa membaca gerakannya". Vali mencoba menggoyangkan sedikit kepalanya, mencoba menghilangkan rasa pusing akibat tidurnya. Vali meraba-raba wajahnya, namum tidak luka apa-apa, padahal jelas tertanam di ingatannya dia dipukul di wajah dan ditambah lagi wajahnya dibenamkan kedalam tanah. Bagi manusia biasa itu mungkin menjadi riwayat akhirnya, tapi beruntung dirinya adalah setengah iblis dan manusia dengan Sacred Gear Longinus.

"Azazel dimana kau sebenarnya menemukan manusia itu?". Tanya sang White One. Dia yakin orang yang mengalahkannya benar benar manusia, bukan entitas lain dari makhluk supernatural atau makhluk berdarah campuran lainnya. Dirinya bisa merasakan aura seseorang hanya dengan sekali lihat, dan dia benar benar meyakini orang yang mengalahkannya hanya dengan 2 kali serangan adalah manusia, benar-benar manusia.

"Azazel tidak menemukanku nak, tapi aku yang menemukan dia". Sebelum Azazel menjawab, sudah dijawab oleh seseorang baru muncul ke ruangan tersebut dengan tangan penuh nampan. Vali menoleh ke sumber suara dan dirinya agak tersentak. Vali memasang posisi siaga namun dirinya agak sedikit linglung, posisi siaganya menjadi agak lucu.

"Tenang nak aku tidak menyakitimu". Diikuti gerakan Naruto yang meletakkan hidangan di meja, 3 gelas teh dan beberapa snack dalam piring. Melepas celemek yang dipakainya memasak dan lalu duduk di sebelah Azazel. Vali mengendurkan posisi siaganya, melihat orang yang beberapa jam lalu dengan mudah membenamkan wajahnya ke tanah.

"Waw, seperti biasa, kue dan teh hidanganmu selalu enak Naruto". Azazel tanpa basa basi melahap teh dan snack buatan Naruto. Bagi azazel ini merupakan salah satu hidangan terenak yang dia makan selama ini, padahal itu cuma segelas teh dan snack. Azazel kadang kala kalau bosan memancing dia akan datang ke rumah Naruto, tujuannya hanya satu, mencicip hidangan yang dibuat Naruto. Hidangan nomor 1 didunia yang menurutnya paling enak.

"Kau beruntung Azazel, Teh tersebut aku buat dari resep baru yang aku ciptakan, kamu adalah orang pertama yang merasakan teh resep baruku". Naruto mulai menyombongkan dirinya. Tidak ada yang salah, karena dia memang jago memasak. Masa lalunya telah membuatnya menjadi koki yang handal. Vali mulai mengikuti Azazel mencicipi teh dan snack buatan Naruto, dan waw rasanya enak juga menurut Vali. Padahal itu hanya segelas tes dan beberapa biskuit kering

"Oh ya aku lupa, teh dan snack itu bahan dasarnya dari daun beracun di Choclea dan potongan tubuh hydra". Seketika Azazel dan Vali langsung memuntahkan yang mereka makan dan minum.

"Naruto brengsek, kau mau membunuhku". Azazel terkejut dengan manusia yang menjadi (teman)nya itu. Teman macam apa yang memberi makan temannya dengan racun dan daging monster mengerikan. Vali juga hanya mengangguk angguk setuju dengan Azazel. Manusia aneh

"Tenang, meskipun bahannya seperti itu, aku bukanlah koki abal abal, aku tahu resepnya, jangan remehkan aku Azazel. Dan ini bukan pertama kalinya kan?". Jawaban Naruto bisa Vali asumsikan, ini bukan pertama kalinya Naruto memasak dengan bahan yang aneh aneh.

"Ya...ya...kau dengan kesombonganmu". Azazel lagi menyantap snack buatan Naruto. Toh juga tidak berbahaya, dirinya hanya terkejut saja tadi. Dan ini hidangan kesekian puluh kalinya yang Azazel makan dengan bahan bahan aneh yang Naruto dapatkan. Terakhir dia makan masakan Naruto dua minggu lalu, Ramen dengan bahan dasar gurita legendaris yang menjaga lautan terbesar di Makai, Octopus. Naruto, satu-satunya manusia yang ia kenal yang tidak bisa dia bedakan mana makanan dan mana racun ketika memakan masakannya.

"Kita beralih ke topik, jadi kau ingin aku melatih anak ini". Naruto memperhatikan anak muda yang ada di depannya, namanya Vali. Sekilas yang Naruto lihat. Vali memiliki darah iblis murni dan Sacred Gear Longinus. Selain itu Naruto bisa mengetahui anak ini adalah maniac bertarung hanya dengan melihat matanya saja.

"Ya benar Naruto, sudah tidak ada yang bisa aku ajarkan lagi ke Vali dan aku rasa masih banyak potensinya yang belum dia keluarkan. Jadi bagaimana menurutmu Naruto?"

"Bagiku tidak masalah selama tidak mengganggu aktifitas rutinku". Jawab Naruto seadanya dan mencicipi hidangannya sendiri.

"Sementara kau Vali, kamu setuju?". Tanya Azazel ke sang murid yang sedang menatap ke arah mereka berdua.

Vali melirik kepada calon guru barunya. Seorang manusia dengan hanya 2 pukulan sudah mampu merubuhkannya. Dan ini pertama kali dia mengalaminya dalam sejarah hidupnya. Apa mau dikata jika rivalnya mengetahui hal ini. Bahkan Albion dalam dirinya tidak henti2nya menertawakan dirinya.

"Bagiku tidak masalah, selama dia kuat aku akan terima". Jawab Vali

"Ok bagus, mulai saat ini aku serahkan Vali kepadamu Naruto. Dan vali ingat, tugas harianmu tetap terlaksana". Azazel merubah posisi duduknya menjadi bersandar, setelah menyantap habis biskuit buatan Naruto.

"Tunggu, apa ini Naruto?". Sebuah kertas menempel di wajah Azazel. Kertas yang Azazel pastikan itu adalah cek.

"Aku tidak mengajar dengan gratis lho". Jawab Naruto enteng.

"Tapi ini Nominalnya, kau mau membuatku bangkrut". Protes Azazel

"Jadi Naruto sensei, boleh aku panggil begitu, kenapa kau menerimaku menjadi muridmu?". Vali bertanya to the point kepada manusia yang akan menjadi gurunya nanti. Membiarkan Azazel mengoceh sendirian dengan tagihan yang membengkak karena meminta Naruto jadi tutor buat Vali.

"Hmm...tidak ada alasan khusus nak...satu satunya mungkin alasanku adalah karena apa yang kau bawa saat ini". Naruto menjawab seadanya sambil menyeruput teh buatannya. Enak juga, batin Naruto. Resep barunya, sepertinya dia bakal ke Departemen Industri pemerintahan Jepang untuk membuat Copyright agar teh dan snack ala Naruto agar tidak ada yang mencuri hak ciptanya. Meskipun tidak ada perlindungan, tidak bakal ada yang menduplikat tehmu Naruto.

Vali paham maksud perkataan manusia yang resmi menjadi senseinya itu. Apa yang dia bawa merujuk kepada Albion. Senseinya benar-benar orang hebat. Dan ini pertama kalinya Vali mengakui ada manusia hebat. Padahal sebelumnya Vali berpikir manusia hanya makhluk makhluk lemah yang butuh perlindungan dari 3 Ras Injil.

"Kau lumayan nak, aku butuh 2 pukulan untuk merubuhkanmu, dibanding dengan pertemuan pertamaku dengan Azazel. Aku hanya butuh saru pukulan untuk membuatnya pingsan".

Tidak mungkin. Batin Vali terkejut. Tidak mungkin, manusia yang mengaku sebagai kenalan Azazel ini, lebih tepatnya Azazel yang mengaku sebagai teman dari manusia ini, mampu menjatuhkan seorang Malaikat Jatuh. Bukan sembarangan Malaikat Jatuh tapi Pemimpinnya.

Azazel, siapa sih yang tidak mengenalnya. Pemimpin malaikat jatuh masa kini, veteran perang Great War, peneliti Grigory dan segudang pengalamannya. Dibuat pingsan oleh manusia yang ada di depannya ini. Vali membayangkan sejauh mana kekuatan dari manusia yang hari ini menjadi senseinya itu.

"Hei waktu itu aku mabuk tau". Protes Azazel berasalan

"Meskipun dalam kondisi terkuatmu, bagiku satu pukulan cukup". Balas santai Naruto sambil menyeruput teh buatannya.

Azazel dalam hati mengakui kebenaran perkatan teman manusianya itu. Dirinya masih ingat bagaimana dia tumbang malam itu hanya dengan 1 pukulan. Dan 1 pukulan itu datangnya dari seorang manusia. Ingat, seorang manusia.

Azazel, 100 tahun pasca perang. Azazel mencoba membangun kembali ras yang terbuang dari surga, ras malaikat jatuh yang paling sedikit tersisa pasca perang besar ketiga ras bible. Dirinya masih memiliki perasaan paranoid pasca perang tersebut. Setiap dia merasakan kekuatan besar dia akan langsung menyeldikinya. Menjadikan kawan jika mau dan dengan terpaksa membunuh jika menjadi lawan. Sebelum bibit tersebut menjadi musuh yang kuat.

Dan begitupun dengan pertemuan pertama dengan Naruto, bogeman mentah dia dapat sebeum dia hilang kesadarannya. Diirnya sempat berpikir waktu itu, mungkin ini aklhir hayatnya. Setidaknya dia senang karena berhasil mencicip segelas vodka yang sudah berusia ribuan tahun milik seorang petani yang dia curi di daratan britannia sebelum dia mati.

Dan begitu dia sadar ternyata dirinya masih hidup. Azazel melihat sepotong kertas yang ditulis dalam bahasa jepang. Tulisannya begini

"Sorry aku pinjam bajumu"

Dirinya sadar ternyata dia ditinggalkan dengan kondisi hanya memakai kolor. Azazel ingat orang yang memukulnya, yang dia rasakan hawanya sangat kuat tidak memakai busana dan anu nya gede menurut Azazel. Lamunan Azazel buyar mengingat benda menjijikkan milik Naruto.

"Ok nak. Kau bisa datang 1 minggu sekali kesini, datang saja akhir pekan kebetulan aku libur mengajar".

Pembicaraan tersebut sekaligus mengakhiri pertemuan mereka pada hari itu.

...

Hari ini adalah jadwal latihan khususnya dengan sensei manusianya, Naruto-Sensei. Sensei yang sudah mengajarnya selama 3 bulan, 12 kali pertemuan dan tambahan 4 pertemuan extra khusus untuk bertarung dengan senseinya. Pertemuan biasa mereka sekedar pemanasan biasa dan beberapa perintah "ekstrem" dari senseinya.

Dirinya sempat protes di beberapa kali pertemuan biasa. Perintah-perintah diawal dirinya tidak bisa menerima. Jadi koki di restoran milik Naruto, mengepel rumahnya, dan lain lain tentang kebutuhan rumah tangga. Namun di pertemuan ke 6 semua berubah. Darah bertarung Vali dibuat mendidih, pasalnya di pertemuan ke 6 dia harus bertarung dengan makhluk yg digadang2 sebagai [counter] bagi bangsa Naga, siapa lagi kalau bukan Samael. Meskipun yang dilawan pada waktu itu adalah hanya sebagian dari diri Samael.

Entahlah dirinya tidak tahu, bagaimana bisa senseinya bisa mendapatkan sebagian dari Samael, padahal yang Vali tahu, Samael sampai saat ini masih tersegel di [Penjara Es Abadi]. Ah ya dirinya ingat ketika perjamuan teh di pertemuan 3 bulan lalu, senseinya sempat mencari daun teh di Choclea.

Cukup sampai sini tandingnya nak, ada yang ingin aku bicarakan denganmu dulu. Instruksi Naruto kepada muridnya.

Tentang apa sensei?. Vali masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Sementara itu prototype dari Samael sudah tidak ada di tempat mereka bertarung tersebut. Tempat latihan mereka merupakan dimensi khusus yang sudah disiapkan oleh Azazel. Tujuannya agar tidak menarik makhluk-makhluk mitologi lainnya.

Naruto tiba-tiba sudah ada di depan Vali. Vali yang dalam posisi duduk dengan kaki yang bersila terkejut dengan tangan senseinya yang memegang pundaknya. Dan mata mereka yang bertatapan langsung. Mata biru samudra milik senseinya tiba-tiba pupilnya berubah menjadi hitam pekat diikuti dengan bola matanya, lalu sebuah cairan hitam keluar dari mata Naruto. Sebelum sensasi aneh menyerangnya, Vali sempat melihat mata kanan senseinya berubah menjadi hitam. Bukan hitam di pupilnya tetapi hingga ke rongga-rongga matanya. Memberikan kesan kosong kepada siapapun yang melihatnya, seolah-olah dirinya ditarik ke dalam pekatnya mata tersebut.

Sebelum Vali berkomentar banyak tentang mata kanan senseinya yang tiba-tiba berubah. Fokusnya teralihkan dengan tempatnya saatnya. Dimensi tempatnya bertarung sebelumnya tiba-tiba sudah menjadi hitam tidak berujung. Melirik kebawah, Vali bisa melihat bayangan dirinya terpantul di riak-riak air tempatnya duduk.

Hmmmm..jadi seperti ini tempatnya. Naruto sudah berdiri dibelakang Vali. Menatap Lorong yang vali lihat hanya lorong hitam tanpa ada apapun.

Sensei, tempat ini?. Vali mencoba menebak-nebak tempat yang saat ini mereka berada. Terakhir Vali ke tempat ini ketika dia diluar kendali dan mengaktifkan mode terlarang dari Longinus, [Juggernaut Drive]. Berarti tempat ini adalah?

Yoo Aiboo. Suara berat yang Vali dengan, tidak salah lagi itu adalah suara dari Albion, Naga yang mendiami dari Sacred Gearnya.

Aku tak menyangka, ada manusia yang bisa masuk kesini selain inangku.

Siapa kau manusia. Tanya Albion kepada Naruto. Vali saja masuk ke tempat tersebut hanya ketika dia mengaktifkan mode terlarang dan dalam kondisi diluar kesadaran. Sedangkan manusia ini dengan mudahnya bisa mengakses alam bawah sadar inangnya.

Aku ?...Setelah sekian lama kau tidak mengenalku Albi ~Chan?. Naruto tiba-tiba heboh sendiri

Albi~Chan ?. Beo Vali. Panggilan aneh apa-apaan itu

A.A.A. Albi~Chan?. Berani sekali manusia ini memanggilnya dengan panggilan aneh itu.

Manusia brengsek. Itu adalah penghinaan bagi bangsa naga. Albion mengibaskan tangan naganya ke arah manusia tersebut. Sebelum tangan naga Albion mencapai tubuh manusia tersebut, berniat membuat manusia itu gepeng karena berani-beraninya memanggilnya dengan panggilan aneh itu. Tiba-tiba dari atas jatuh sebuah benda merah seperti gerbang-gerbang khas Negara Jepang yang mengunci pergerakan tangan Albion. Albion mencoba menggerakan sayap dan tangannya yang sebelah . namun lagi-lagi muncul benda aneh tersebut yang menyegel pergerakan Albion. Bahkan Albion sekarang sudah benar-benar menunduk kepada manusia tersebut dengan benda aneh yang mengunci lehernya, sayapnya sampai ke ujung ekornya.

FUIN. Mata kanan Naruto menghitam seperti ketika dia masuk ke alam bawah sadar Vali seperti sebelumnya. Kini dia berdiri tepat di depan moncong kepala Albion. Bukan mata merendahkan yang ditampilkan. Ada kerinduan yang Albion dari mata kiri manusia tersebut. Seperti biasa kau masih cerewet Albi~Chan.

Sementara itu Vali melihat adegan itu sedikit aneh. Ini pertama kalinya dia melihat Albion secara langsung. Albion dengan wujud naga yang ada di depannya jaub berbeda dengan yang selama ini dibayangkannya.

Karaktermu tidak pernah berubah sama sekali dari dulu Albi-Chan. Naruto semakin memberanikan diri maju dan mengusap-usap moncong besar dari hidung sang naga putih, Albion. Albion yang awalnya kesal entah kenapa merasakan kehangatan dari tangan manusia tersebut. Tangan yang dia entah mengapa pernah merasakannya di masa lalu, tangan seseorang yang dulunya memberikan ketenangan kepada mereka, dirinya dan sang naga merah Ddraig.

Sebelum Albion berkomentar banyak, tiba-tiba kilauan cahaya putih dari tubuhnya keluar, menyinari ruangan gorong-gorong yang semulanya gelap. Vali menutup mata dari pendar cahaya yang menyilaukan matanya tersebut. Setelah pendar cahaya dari tubuh naga putih Albion yang mendiami tubuhnya memudar. Vali tidak menemukan sosok naga besar tersebut. Malah yang terlihat di depannya kini sosok berjenis kelamin perempuan berambut putih dengan dengan pakaian armor layaknya sedang berperang. Tanpa segel-segel pintu khas jepang sebelumnya.

[A/N : Sosoknya mirip Alice dari SAO dengan amornya berwarna putih dan corak-corak bening]

Jadi sekarang kau sudah mengingatku, Albion~Chan.

Vali shock, dirinya mulai gila mengingat banyak fakta yang tidak bisa ditampung otaknya sejak pertemuan 3 bulan lalu. Manusia super yang mengalahkan Azazel, makanan dengan resep aneh. Dan sekarang Naga yang mendiami tubuhnya ternyata adalah perempuan, bayangkan sekali lagi perempuan.

Hmmphh. Albion melipat tangan di depan dadanya yang memakai armor layaknya armor kerajaan. Sifat Tsun Tsun nya keluar. Perasaan sebenarnya dia ingin sekali memeluk orang yang dia anggap selama ini sebagai ayahnya itu tapi apa daya egonya sebagai bangsa Naga sangat besar. Sejarah panjang yang dia alami bersma orang yang dia panggil ayah bersama dengan ketiga saudaranya.

Ha..ha..ha. Reaksi Naruto bukannya sedih malah tertawa. Ini bukan pertama kali baginya melihat ekspresi Albion. Ribuan tahun lalu ketika Albion masih menjadi naga kecil diantara dia dan ketiga anak naga lainnya yang dia asuh, Albion adalah yang paling Tsundere. Tapi Naruto tahu, Albion adalah naga yang paling menyayangi dirinya.

Vali semkain cengo. Ok, dia harus mendapatkan penjelasan dari semua hal ini. Sementara Albion makin kesal dan menjauh dari kedua makhluk di depannya yang mengganggunya. Toh rasa rindunya sudah hangus gara-gara kekesalannya. Tetapi dia bahagia karena sosok yang dia panggil ayah telah kembali. Mulai hari ini dia berjanji tidak akan melepaskan aya

Albion...woy Albion. Teriak Naruto memanggil sang naga. Panggilan Naruto menggema, sementara Albion semakin menjauh dengan sikap Tsun-Tsun nya.

To Be Continued