Doragon No Otou san
A/N : Terima kasih buat yang sudah review, maaf tidak bisa saya sebutkan satu-satu. Mohon masukan, saran dan kritikan konstruktifnya demi fanfic yang lebih baik. Salam Hangat Author Rumah Utama
Btw kemarin ada challenge siapakah salah satu dari 3 utusan gereja selain Irina dan Xenovia. Meskipun Clue masih general tapi ada beberapa jawaban yang benar, tapi ada yang kepancing sama perkataan Naruto padahal itu masih 50:50.
Ok Check This Out
Chapter 3 : Misi Rahasia dibalik Datangnya Utusan Tuhan
...
"Mash-chan, aku boleh keluar main tidak?"
Trihexa, ya Trihexa dengan mode humanoidnya merengek meminta kepada Guardiannya, Mash, The Shielder untuk keluar sekedar bermain main. Trihexa merasa bosan bermain main di tempatnya saat ini berada, Edge Of The Universe. "Aku kangen Red chan, Hmm... Opis chan juga".
"Ayolah Mash Chan"
"Tidak... Trihexa sama"
"Maswahhh chan". Trihexa mencoba mengimut imutkan suaranya untuk merayu Mash yang berada di depannya. Mesikpun jaraknya dengan Mash hanya beberapa centi, Tetap Saja Trihexa tidak bisa menyentuhnya, ada barrier khusus yang tercipta diantara mereka berdua.
"Tidak Trihexa sama"
"Perintah Naruto sama tidak boleh dilanggar". Lanjut Mash. Mash dengan pakaian servant, lengkap dengan tameng besar hitam miliknya duduk bersila di depan Trihexa.
"Kenapa sih, kau selalu mengikuti perintah Otou chan?". Trihexa juga ikut ikutan duduk seperti Mash, menyandarkan dagunya di kedua kakinya yang ia tekukkan. 'Karena Naruto sama adalah majikan saya'. Pasti itu jawabannya, tebak Trihexa.
"Karena Naruto sama adalah majikan saya"
'Tuh kan ngeselin banget'
"Hei Mash apa kau tida tertarik pergi keluar". Kali ini Trihexa mencoba merayu sisi naluriah Mash. Trihexa tahu Mash adalah manusia dengan berkah [Keabadian], pasti juga merasakan kebosanan dan ingin merasakan dunia luar juga. Sisi inilah yang ingin diserang Trihexa.
"Tidak". Jawaban singkat Mash membuat Trihexa dongkol saja. 'Apa manusia ini tidak punya nafsu', batinnya menjerit ingin mencabik cabik Mash. Tetapi Trihexa tidak menyerah, bukan Trihexa gelarnya, jika dia gagal merayu seseorang.
"Hmmmm...Padahal aku mencium bau Otou-chan di dunia manusia, apakah dia sudah kembali ke dimensi ini?". Trihexa berpura pura bermonolog ria. Dalam hatinya dia tertawa terbahak bahak.
"Be...be..benarkah?"
"Benarkan Naruto sama di dunia manusia?"
Sebuah seringai tercipta di wajah Trihexa. Trihexa tidak menyia-nyiakan moment ini. Jika berhasil merayu Mash, dia bisa bermain main ke dunia manusia, tempat Otou san nya berada sekaligus bisa keluar dari tempat apa yang dia sebut tempat bermain anak-anak TK.
"Yapsss... aku merasakannya".Trihexa mengangguk angguk dengan mode imut.
"Aku tak percaya". Mash masih belum goyah dengan keyakinannya.
"Bisa saja anda berbohong Trihexa sama"
"Kau lupa Mash...aku punya ikatan dengan Otou chan, aku bisa merasakan hawa keberadaan Otou chan". Trihexa mencoba membuat Mash percaya pada dirinya. Trihexa memang merasakan hawa Otou channya meskipun dia sekalipun ada di Universe lain, tetapi kali ini hawa keberadaannya sangat kuat dia rasakan, artinya Naruto Tou channya kemungkinan besar ada di Universe ini.
Keyakinan Mash mulai goyah. Mash berada di tempat ini bukan hanya sekedar menemani Trihexa, tetapi Mash adalah servant yang ditugaskan menjadi [Guardian] sekaligus [Key] dari Trihexa.
Lalu mengapa Trihexa butuh guardian? apakah dirinya tidak cukup kuat untuk melindungi dirinya?, itu yang dulu dipikirkan Trihexa ketika Naruto mengenalkan dia dengan Mash yang waktu itu berumur 10 tahun.
Alasan Naruto memberikan dia seorang guardian adalah untuk melindungi Universe ini dari kekuatan gila gilaan yag dipancarkan oleh Trihexa. Dengan adanya Mash di dekat Trihexa, Mash mampu menetralkan kekuatan dari Trihexa. Katakanlah itu adalah berkah alami selain kekuatan abadi dari Mash, Neutrality. Inilah alasan Naruto juga menempatkan mereka di Edge Of Universe
Lalu menjadi [Key]. Tidak ada yang tahu kecuali Naruto.
"Hmmm..." Mash menimbang nimbang apakah boleh dia memberikan kelonggaran bagi Trihexa. Dia sudah lama di sini dengan Trihexa. Ribuan, Ratusan, Ratusan ribu tahun, dirinya tak pernah menghitung itu. Dirinya tahu Trihexa pasti bosan karena ia juga merasakan itu. Namun Mash mampu menutupinya dengan melaksanakan kewajibannya, karena ini adalah amanah dari orang yang pernah menolongnya.
"Baiklah... aku ijinkan, 24 jam, tidak lebih"
"Horeeeee". Trihexa berteriak kegirangan
"Ayo Mash buka segelnya". Trihexa sudah tidak sabaran keluar dari penjara tempat bermain layaknya TK itu.
"Iya sabar Trihexa sama"
Mash merapal mantra. terciptalah diagram sihir di depanya dan Trihexa. Seketika aura hitam keluar dari diagram tersebut. Hal pertama yamg dirasakan oleh Mash adalah tekanan luar biasa seolah olah aura hitam itu seakan akan mau melahapnya. Padahal ini bukan pertama kalinya dia memberikan Trihexa ijin keluar.
"Arigatou Mash chan"
Replika dari Trihexa sudah berdiri disamping Mash. Lengkap dengan Pakaian Ghotic Lolita hitam dengan renda renda Orange, jangan lupakan kacamata hitam ala turis yang sedang liburan terpampang menutup mata dari Trihexa (Bayangkan Versi Kurumi dengan kacamata). Persis dengan tubuh humanoid yang biasa dia gunakan
Mash hanya mengeluarkan "sedikit" kekuatan Trihexa, cukup untuk membentuk tubuh Humanoid dan menyimpan kesadarannya saja. Dirinya tak mau mengeluarkan lebih lagi, karena terakhir kali dia memberi ijin Trihexa keluar dengan "sedikit" kekuatannya, 13 Planet hilang dari Universe ini. Setidaknya kekuatan yang diberikan ijin saat ini cukup untuk "melindungi diri saja".
CUP
Sebuah kecupan mendarat di pipi Mash. Mash hanya bisa cengo dikecup oleh Trihexa dalam mode replika humanoidnya.
"Mash chan nanti aku sampaikan salam mu pada Otou chan"
Trihexa masuk melalui portal yang diciptakannya meninggakan Mash yang kembali duduk seperti biasa. duduk menghadap ke Barrier yang selama ini dia jaga. Dalam Barrier tersebut tersimpan tubuh utama dari Trihexa, makhluk yang digadang gadang sebagai makhluk terkuat di Universe ini.
'Hati-hati'
'Dasar anak - anak'
...
OCCULT KENKYU BU
Suasana panas yang sebelumnya terjadi karena pertarungan Xenovia dengan Naruto berakhir dengan damai. Datangnya bantuan dari pihak gereja yang ternyata adalah kenalan Naruto menjadi alasan berhentinya pertarungan mereka berdua.
Gedung Occult Kenkyu Bu yang awalnya rata dengan tanah kini kembali seperti semula. Berterima kasihlah kepada Souna dan peerage nya yang mengembalikan gedung tersebut seperti semula. Dengan kesigapan mereka, gedung kembali seperti semula dan pertarungan mereka tidak diketahui manusia.
"Sekali lagi aku mohon maaf mewakili anak didik ku". Ujar Ruby. Ruby salah memprediksi. Dengan dirinya berpisah dengan kedua anak didiknya, bukannya malah memperbanyak peluang menemukan Pecahan Excalibur yang dicuri, tetapi malah semakin memperkeruh suasana. Beruntung dirinya datang tepat waktu.
"Tidak apa-apa Ruby-chan"
"Ngomong-ngomong "itu" mu kok makin kecil"
"A..a...apa maksudmu Naruto kun?". Gadis berambut sebahu itu terbata-bata sembari melindungi dadanya dari tatapan Naruto. Ruby yang awalnya menggunakan baju biarawati kini berganti dengan setelan gaun hitam dengan sepatu boot kain ditambah jubah merah yang tersampir di punggungnya, jangan lupa sabit merahnya sudah berganti menjadi senjata sejenis riflle yang tersampir di punggungnya.
BLETAK
"Awww...Souna chan apa yang kau lakukan"
"Hei aku cuma menanyakan itu"
"Tidak sopan tahu"
"iya-iya bawel"
'Apa mereka pacaran'. Itu yang ada di batin semua orang yang ada di ruangan itu. Kecuali Issei dan Kiba yang sedang diobati oleh Asia di salah satu ruangan di Klub tersebut. Jangan lupakan peerage Souna yang masih mengurus kondisi sekolah pasca pertarungan mereka.
"Jadi...tujuan gereja ke Kuoh untuk mencari 4 pecahan Excalibur yang di sembunyikan disini?". Rias memulai percapakan yang sempat terpotong karena debat Souna dan Naruto.
"Ya...Informan dari gereja mengatakan seperti itu"
"Ada kemungkinan pihak malaikat jatuh yang menyembunyikannya". Lanjut Xenovia.
"Lalu kenapa kau membawa pecahan lainnya Ruby?". Naruto kini fokus ke arah Ruby. "Bukannya dengan kau membawa Excalibur Ruler, justru semakin mempermudah mereka menyatukannya?...Atau ?".
Bermacam spekulasi mulai terpikirkan di kepala mereka. Jika apa yang Naruto tanyakan sebelumnya menjadi asusmi dasar bagi mereka untuk berspekulasi. Mengapa Gereja mengutus mereka bertiga untuk mencari 4 pecahan Excalibur dengan membawa 1 pecahan lainnya?.
Jika ada apa yang diyatakan Naruto ~ sensei benar. Gereja punya niat terselubung dengan membawa Excalibur Ruler ke Kuoh Academy. Apakah mereka berniat menyatukan ke 5 pecahan Excalibur juga ?, Mengingat betapa dahsyatnya kekuatan penghancur pedang Excalibur.
Ruby yang ditatap seperti itu oleh sosok yang dulunya pernah menjadi apa yang dibilang "teman kencan", menurutnya itu, sepertinya tidak bisa mengelak. "Haahhh...sepertinya aku tidak bisa berbohong kepada kalian".
Ruby mengambil sesuatu dibalik bajunya. Sebuah kertas map coklat dengan tulisan "Top Secret" dan ada label "S Ranked" dibawahnya. Dilemparnya map tersebut ke meja, persis di depan mereka semua.
Xenovia yang ingin mengambil berkas tersebut keduluan oleh Irina. Pelototan tajam matanya malah di hadiahi cengengesan sahabatnya. "He..he..he.. Aku duluan Xen~chan".
"Misi S Rank...mengembalikan Excalibur yang dicuri". Irina membolak balik isi map, mencari-cari jika ada isi lain dari map tersebut. Nihil, cuma itu.
"Arahkan kertas itu ke lampu". Perintah Ruby pada juniornya. Irina mengarahkan kertas misi tersebut tepat ke arah lampu klub Occult Kenkyu Bu. "Misi S Ranked...Mengembalikan Excalibur dalam bentuh utuh".
"Aku tak paham maksudnya? bukannya sama dengan misi kita yang sebelumnya?". Irina berucap kebingungan setelah membaca dokumen yang katanya Top Secret.
"Tidak Irina-chan". Sanggah Ruby
"Biar aku yang jelaskan Ruby-senpai". Balas Xenovia yang paham makna dibalik dokumen top secret tersebut. "Dengarkan Irina bodoh".
"Hei aku tidak bodoh". Protes Irina
Xenovia tak menanggapi protes sahabatnya. Toh juga Irina memang bodoh, tetapi sebenarnya kepolosannya saja yang membuatnya terlihat bodoh. "Irina-chan, maksud dari Misi S Rank Ruby-senpai adalah Gereja Vatikan meminta Ruby-senpai mencari pecahan Excalibur, dan memberikan dalam satu kesatuan yang utuh ke Gereja Vatikan, Excalibur yang asli, The True Excalibur".
"Hehe...Xen-chan aku masih belum mengerti".
Dasar memang otak kalau sudah bodoh ya bodoh
"Biar aku yang jelaskan nak". Naruto mengambil alih pembicaraan. Naruto rasa di ruangan ini banyak yang butuh penjelasan.
Souna dan Rias mungkin sudah paham maksud dari misi S Rank Ruby. Tapi tidak dengan peerage mereka yang masih terlihat bingung
Peerage Souna sudah terkumpul lengkap di ruangan Occult Kenkyu Bu, termasuk peerage Rias juga, kecuali Kiba yang masih pingsan.
"Jadi Irina-chan, bolehkah aku memanggil begitu?"
"Tak masalah". Jawab Irina dengan muka bersemu merah mengingat sebelumnya ketika ia dalam pelukan Naruto.
"Apakah kau pernah melihat Excalibur yang asli Irina-chan". Tanya Naruto
"Belum pernah...mmmm". Irina bingung harus memanggil Naruto apa. "Panggil saja Naruto-sensei". Menjawab kebingunan Irina.
Naruto melirik yang lainnya dan sepertinya mereka belum pernah melihat Excalibur yang asli, termasuk Ruby.
"Nah Gereja Vatikan meminta Ruby untuk membawa Excalibur yang asli, bukan yang pecahan 5 saat ini...paham?. Naruto menjelaskan perlahan-lahan supaya semua yang ada di Klub ini memahami penjelasannya.
"Tapi sensei, bukannya Excalibur sekarang pecah menjadi lima.. bagaimana cara gereja menyatukannya?". Celetuk Akeno, mewakili rasa penasaran penghuni ruangan itu.
"Bukan gereja yang menyatukannya nak...Tapi Malaikat jatuh...bencana sesungguhnya adalah ketika Excalibur itu benar-benar menjadi satu, The True Excalibur".
"Jadi..Gereja sengaja membiarkan 4 pecahan Excalbur tercuri?". Ucap Irina. Irina mulai paham dengan penjelasan Naruto.
Jika apa yang Naruto jelaskan benar. Berarti Gereja Vatikan dengan sengaja membiarkan 4 pecahan Excalibur tercuri, lalu kenapa 4 tidak ke lima -limanya?
"Kalau itu, aku serahkan ke Ruby". Jawab Naruto
Gereja Vatikan sebelumnya sudah mengetahui jika ada salah satu oknum malaikat jatuh punya alat untuk menyatukan Excalibur. Bukannya tak berusaha menyatukannya, berkali-kali sampai ratusan kali pihak gereja melakukan uji coba, namun kegagalan yang selalu mereka temui.
Mendengar salah satu isu jika ada Malaikat Jatuh yang punya alat untuk menyatukan pecahan Excalibur, beberapa peneliti Gereja Vatikan mencoba peruntungan itu. Alhasil dimulailah membuat perangkap dengan sengaja membiarkan 4 pecahan Excalibur di Gereja Vatikan tanpa pengawasan.
Lalu mengapa Peneliti Gereja Vatikan tidak mencuri alat itu?. Alasannya sederhana, mereka beranggapan diri mereka "suci", dan mencuri adalah perbuatan yang terlarang.
4 Excalibur yang dicuri sudah dilengkapi dengan detektor. Namun Peneliti Gereja Vatikan kecolongan. Sinyal terakhir dari detektor itu ada di Kuoh Academy.
Untuk itulah alasan kenapa Ruby diutus dalam misi pengembalian Excalibur utuh. Excalibur Ruler yang dibawanya juga menggunakan detector yang lebih canggih.
Di Kuoh, Ruby berencana memancing Malaikat jatuh pencuri itu dengan Excalibur Ruler. setelah masuk perangkap dia akan mengikuti itu dan mengambil kembali Excalibur yang sudah disatukan
Ruby, salah satu tentara gereja yang dirumorkan mampu melawan 1000 pasukan sekelas knight. Begitu yang beredar di kalangan tentara gereja. Rumor lainnya Ruby akan diangkat jadi malaikat Reinkarnasi.
Fakta aslinya memang seperti itu
Tapi benarkah rencana mereka bisa sesukses itu?
Benarkan rencana Malaikat Jatuh pencuri itu cuma sekedar menyatukan Excalibur?
"Jadi begitulah ceritanya". Jelas Ruby panjang lebar.
Ruby menatap roman muka wajah-wajah yang mendiami Occult Kenkyu Bu. Bermacam macam ekspresi terpancar, mulai dari yang biasa saja, hingga ekspresi shock seperti yang ditunjukkan Irina.
"Hmmmm...apakah Michael terlibat dalam hal ini?". Naruto sudah menduga akan terjadi hal seperti ini. Siapa yang tak tergiur dengan kekuatan Pedang Excalibur tersebut. Pedang dari segala pedang suci terkuat di 3 Fraksi Injil.
"Sayangnya tidak Naruto-kun", hal ini hanya diketahui para petinggi Gereja Vatikan".
"Para Palladin kah?". Tanya Naruto lagi. Dia mencoba menghubungkan tiap-tiap puzzle dalam kasus ini. Jika Gereja Vatikan berniat menyatukan Excalibur, berarti mereka butuh seseorang yang akan menjadi pengguna Excalibur.
"Iya". Jawab Ruby singkat. Ruby sedikit heran, bagaimana mantan "teman kencan-nya" ini bisa tahu sebanyak iti tentang dunia supranatural, bahkan di pertarungan sebelumnya dia menggunakan Replika Excalibur Ruler dengan mudah.
"Naruto-sensei bagaimana kau tahu sebanyak itu?" tanya Rias. Murid-muridnya yang lain penasaran dengan sensei mereka yang satu ini.
Peerage Souna menganggap Naruto-sensei adalah guru yang punya hubungan spesial dengan Kaicho mereka.
Issei menganggap Naruto-sensei adalah sensei brengsek yang menjebaknya dengan Majalah 18+, membuatnya jadi bulan-bulanan klub Kendo.
Rias mengira Naruto-sensei hanya seorang manusia yang beberapa kali mengadakan perjanjian dengan iblis. Pertarungan Naruto dengan Xenovia sedikit membuat pandangan Rias menjadi hormat terhadap Naruto. Dan sekarang Rias menjadi semakin penasaran dengan sensei-nya yang satu ini.
"Ah hahaha, aku hanya tahu sedikit" jawab Naruto cengengesan. Hilang sudah wibawa "guru" yang dipikul Naruto.
"Pembohong," batin mereka semua. Analisa tingkat tinggi dengan akurasi bagus tersebut bukanlah bisa dilakukan oleh seseorang yang 'hanya tahu sedikit'. Dan Naruto-sensei memanggil Michael tanpa embel-embel -sama.
...
"Aku tak menyangka, Mash memberikanmu ijin untuk keluar," ujar perempuan berambut merah panjang itu. Tangan lentiknya membolak balik majalah trendy masa kini "Vogu*".
...
To Be Continued
Jangan lupa tinggalkan jejak yaw
Sorry wordnya dikit, yeah karena sibuk Real Life jadi jarang post. Yang mau tanya-tanya bisa PM hehehe
