Ini masih terlalu pagi.
Begitulah Dazai berpikir, ketika ia melihat sosok Nakahara Chuuya mendekat ke arahnya dari arah koridor yang berlawanan dengannya. Lengkap dengan senyum, pula. Dazai mendadak merinding, sembunyi di balik tubuh Dan Kazuo yang kebetulan sedang bersamanya jadi pilihan spontan tanpa pikir dua kali.
"Oi, Momo no Hana Yaro!" Dazai makin merinding begitu nama panggilan khas itu dipanggil. Nakahara Chuuya mendekat, Dan yang sadar langsung melintangkan tangan di depan Dazai, isyarat supaya penyair tidak mendekati lebih dari langkahnya yang sekarang.
"Masih pagi, Chuuya." Dan menginterupsi dengan tatapan curiga. Ketimbang cari ribut mending sarapan dulu, kan?
Chuuya tergelak. "Aku bukan mau cari ribut, bodoh," balasnya. Tatapannya beralih pada Dazai yang masih bersembunyi sambil mengintip sedikit-sedikit dari balik punggung Dan. "Hei, buat yang tadi malam, makasih, ya?"
Dua pemuda dari fraksi Buraiha di depannya terdiam.
"H-hah?" Dazai mengernyitkan dahi.
"Pokoknya terima kasih." Chuuya berbalik, kemudian pergi—barangkali akan ke aula makan. Dazai dan Dan ditinggal berdua. Hening.
Sesaat berikutnya, Dan melirik Dazai. "Tadi malem kalian ngapain?" tanyanya bingung.
"B-bentar ..." Seingat Dazai kemarin malam mereka hanya minum-minum di bar—itupun terpaksa gara-gara diseret Chuuya. Chuuya mabuk, lalu ...
Oh.
"Dasar." Dazai mendengus. "Padahal udah kubilang ga perlu bilang makasih!"
Kemarin malam Chuuya menyeretnya ke bar sambil membawa buku kumpulan puisi karya Miyazawa Kenji. Buku itu tertinggal di meja bar dan Dazai baru menyadarinya ketika kembali setelah mengantar Chuuya yang tak bisa pulang sendiri. Pemuda merah itu tahu buku itu bagi Chuuya sama dengan karya Akutagawa-sensei bagi Dazai sendiri, hingga berinisiatif untuk mengembalikannya ke kamar Chuuya malam itu juga bersama selembar surat yang ditulis cepat.
Dan mengernyit, makin bingung.
"Maksudmu?"
"L-lupakan saja!" Dazai menarik tangan Dan. "Aku laper. Ayo, sarapan!"
.
.
.
Tentang Ucapan Terima Kasih
Bungou to Alchemist belong to DMM Games
Thank you for reading!
.
.
.
Ini udah agak lama kepikiran sebenernya, sejak nemu suratnya Dazai buat Chuuya yang isinya kayak di atas. Dazai juga nulis Chuuya ga perlu bilang makasih, dan gegara itu aku kepikiran ini :')
