Di bawah dedaunan yang berguguran, rambut birunya diterpa angin. Kobayashi Takiji yang tak jauh dari sana segera mendekatinya. Dan ternyata benar. Seseorang yang telah lama ia nantikan, akhirnya kembali dipertemukan dengannya.
Orang itu menoleh, "Ah, Takiji!"
"Naoya... San...?"
Pertemuan di Musim Gugur
Bungou to Alchemist © DMM Games
For Event #i'11MeetYouAgain
And Birthday Kobayashi Takiji
Enjoy!
Seketika terbesit sesaat bayangan memori yang pernah mereka lakukan sebelum dibawa ke Perpustakaan aneh ini. Mengingatnya membuat mata merah Takiji menyipit, menatap sendu sosok Shiga Naoya di sana.
"Naoya-San..." Panggilnya kembali, "Kudengar kau membelaku saat itu...? Kau tahu itu akan membuatmu dalam bahaya, bukan?"
Shiga menyernyit, "Ah, sudahlah. Lupakan. Lagipula semua guru akan melakukan itu jika muridnya yang manis dalam kesulitan..."
"Kau bodoh, Naoya-San..."
"Ngomong-ngomong," Dia mendekat ke arahnya bersama sepeda yang ia bawa dari perpustakaan, "Karena sudah lama tidak bertemu. Ingin jalan-jalan?"
Yang ditanya tampak tak yakin. Dia masih memandang lelaki di depannya dengan raut khawatir. Shiga menghela nafas, "Nanti kubelikan Ohagi, deh."
"Eh? Benarkah, Naoya-San? Namun kau membawa sepeda. Akan sulit berjalan-jalan jika membawa sepeda."
"Kita akan memakainya!" Shiga menaiki sepedanya, "Ayo naik! Kau di belakang."
Meski ragu, Takiji tetap menuruti gurunya itu. Sepeda di kayuh perlahan pada awalnya. Mereka menelusuri lapangan luas, lalu masuk ke dalam sebuah hutan. Sensasi ini, semuanya terasa seperti nostalgia. Bagi dirinya maupun Shiga.
Tangan Takiji perlahan mendekat ke arah ujung baju pengemudinya. Menariknya pelan, namun tetap membuat Shiga sadar jika ia sedang di tarik. Diam-diam ia mengulas senyum tipis. Yang ia tahu pasti, Takiji sangat senang bertemu Shiga, apalagi di hari seperti ini.
Entah berputar-putar darimana dan kemana, akhirnya mereka sampai di pasar manisan. Keduanya turun dari sepeda dan memilih berjalan-jalan, melihat-lihat sekeliling dengan cukup lama.
"Toko ohagi nya dekat sana," Shiga menunjuk, "Ayo!"
Takiji menurut, ia mengekornya dari belakang meski matanya tak bisa berhenti menatap sekelilingnya. Di toko yang di maksud, dia membeli dua bungkus ohagi. Shiga yang berada di sampingnya hanya terkekeh kecil ketika melihat muridnya memakan itu dengan lahap.
Namun seketika mulutnya terhenti. Shiga menoleh, "Ada apa?"
Takiji menyodorkan satu ohagi nya kepada Shiga, "Naoya-San mau?"
Sempat terkejut, tawaran itu dibalas tawa kecil, "Ahaha, kau tidak seperti biasanya. Tidak, melihatmu makan saja sudah membuatku kenyang."
Lelaki berambut keunguan itu memundurkan tangannya, "Aku selalu merepotkan Naoya-San... Entah sekarang, maupun dulu."
Shiga masih menatapnya. Takiji melanjutkannya, "Lagipula Naoya-San sangat baik... Bahkan terlalu baik."
"Hm... Sudah kukatakan di awal. Kau murid ku yang manis. Setidaknya lupakanlah tentang dulu, mari kita memulainya lagi dari sekarang," Shiga berjalan menjauhinya, "Lagipula ini ulang tahun mu, kan?"
Takiji membelalakkan matanya, lalu mengangguk pelan. Shiga hanya membalas dengan senyum lebar, "Kalau begitu ayo jalan-jalan sampai sore. Tenang saja. Aku sudah izin kepada Neko."
"Kalau begitu..." Senyuman terpampang di wajah Takiji, "Kemanapun kau suka, Naoya-San."
End.
A.N: Ya ampun ending nya jelek banget ya wkwkwk. Maaf saya ga bisa buat ending ngena. Mereka berdua terlalu manis sampai ga tau mau ku apakan/slapp
Terimakasih kepada Kak Vira (Vira D Ace) yang telah memberikan ide ini, serta mengeluarkan saya dari lingkaran bernama Writer Block. Sebenarnya ini event buat bulan November kemarin, maaf saya terlambat.
Ah, dan selamat ulang tahun untuk Kobayashi Takiji.
