Hanabi
Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto.
Warning: Typo(s), AU.
Summary: Sudah berapa lama mereka tak bertemu? Sudah berapa lama mereka tak saling menyapa? Naruto dan kembang api, perpaduan manis untuk menutup tahun ini. Mind to R&R?
Prolog
Matanya tak sedikitpun luput dari sosok gadis yang berdiri tak jauh darinya. Ia menatap penuh antusias menyiratkan rindu yang menggebu. Sudah berapa lama mereka tak bertemu? Sudah berapa lama mereka tak saling menyapa? 5 tahun? 6 tahun? Rasanya baru kemarin ia mengecap manis madunya. Gadis itu terlihat baik-baik saja, atau tak baik-baik saja? Dia sibuk berkutat dengan pikirannya, tanpa menyadari gadis itu telah bersiap untuk beranjak pergi. Sama sekali tak menyadari keberadaannya.
"Aku tak kan melewatkan kesempatan ini" gumamnya. Dengan sigap ia meletakkan kembali minuman dalam genggaman dan melangkah mengikuti gadisnya. Dengan wajah datar seperti biasa. Tak mempedulikan sapaan orang-orang sekitar. Masa bodoh baginya, satu-satunya alasan ia mengikuti acara membosankan ini―ajang pamer berkedok reuni― adalah karena gadis itu, yang telah lama tak ia jumpa, yang masih ia rundu manis madunya.
Sesekali terlihat gadisnya mengucap sapa, diiringi senyum merekah dibibirnya. Membuatnya cemberut, membuatnya merengut, yang tentu tak tersirat di wajahnya. Wajahnya masih datar-datar saja.
Siapa orang-orang itu? Apakah teman sekelasnya dulu? Kenapa begitu ramah pada mereka? Pikiran-pikiran itu bergelut dalam kepalanya. Tak terima.
Ia berdiam diri. Menunggu waktu yang tepat.
Sasuke POV
Undangan reuni, acara rutin tahunan yang diadakan menjelang tahun baru telah ku terima sejak satu minggu lalu melalui email, dan baru sempat ku buka. Tema yang diusung kali ini adalah Hanabi. Cukup menarik.
Apakah kali ini dia akan datang?
Ingatan tentangnya kembali menyeruak. Senyum manisnya yang menghangatkan. Tangan lembutnya seolah masih bisa kurasakan. Dan air matanya yang mengalir dalam diam ketika kami memutuskan untuk berpisah, masih teringat jelas di kepala ku.
Aku hanya bisa tersenyum getir, waktu itu memang tak memungkinkan untuk kami bersama. Keadaan memaksa kami untuk berpisah, tapi aku selalu dan masih mencintainya. Seluruh usahaku hingga saat ini adalah karena dia. Agar kami dapat kembali bersama. Agar aku lebih kuat untuk bisa melindunginya.
Tapi tentu saja.. aku tak akan memaksanya, jika dia telah bahagia, tanpa ku, aku tak ingin merusaknya.
Aku hanya ingin bertemu dengannya, memastikan kabarnya, dan melihatnya bahagia.
Mind to review?
