Naruto [masashi kishimoto]
Highschool DxD [Ichie ishibumi]
Summary :
Seorang malaikat yang sangat patuh pada sang 'Ayah' yang mencintai seorang manusia membuatnya tidak bisa masuk kembali kedalam Rumah sejatinya namun berkat itu semua ia dapat melihat semua ciptaan sang 'Ayah' yang berada di tempat keturunan dari Adam dan Hawa.
Chapter 2
Perang adalah sebuah kata yang sangat aneh. Sebuah kata yang menunjukan bahwa dunia tidak hanya hitam dan putih saja namun ada yang abu-abu. Sekarang sudah lebih dari satu millenial perang antar tiga fraksi akhirat berlangsung dan banyak korban yang berjatuhan dari masing-masing yang lenyap menjadi cahaya, Malaikat jatuh yang hilang menjadi bulu-bulu berwarna hitam dan juga Iblis yang gugur menjadi abu yang hilang di tiup oleh angin yang membawa perasaan dendam bagi siapapun yang pernah merasakan sensasi di sebuah medan perang. Sebuah sensasi yang membuat orang menjauh dari tempat berdarah tersebut
"Kenapa menjadi seperti ini? Aku sudah gagal menjalankan tugasku sebagai pembawa cahaya kebenaran. Mohon ampuni anakmu ini Ayah!" Ujar Seorang Malaikat yang tampan dengan surai kuning bercampur dengan manik berwarna biru laut seperti batu safir yang ada pada kedua pupil matanya membuatnya sangat indah sebagai seorang ciptaan tuhan. Namun tersirat kekhawatiran pada wajahnya semua yang ia inginkan tidaklah nyata, selemahperdamaian bagi masing-masing kubu dan juga bagi dirinya yang merupakan seorang pemhawa cahaya kebenaran dari tuhan itu sendiri
"Wahai saudaraku, Hikari! Perdamaian itu hanyalah omong kosong dengan adanya korban yang berjatuhan di medan perang akan membawa dendam bagi tiap-tiap fraksi. Kehilangan keluarga, teman, kekasih adalah apa yang terjadi disini maka dari itu..." Malaikat jatuh yang ada di hadapan Hikari adalah Belial, Malaikat pertama yang menjadi Malaikat jatuh mengangkat pedangnya dan dengan sorotan mata yang mengintimidasi belial menebaskan pedangnya Kearah Hikari acara vertikal dan terbentuklah sebuah energi yang bersiap membelah tubuh Hikari menjadi dua
"Ka-kalau begitu apa boleh buat! " dengan tatapan yang serius Hikari membuka sebuah buku dan buku itu adalah buku milik Malaikat yang dengan telaten mengikuti apa yang tuhan kerjakan selama tujuh hari pembuatan dunia sebuah buku yang menampung segala rahasia dunia
"Kau adalah pelindung bagi yang lemah" dengan lantunan kata yang sedikit demi sedikit dibacakan lingkaran sihir mulai terbentuk di samping tubuh Hikari "Penguasa atas langit dan juga kau adalah satu-satunya yang sejati. Dengarkan panggilan ku yang meminta bantuanmu ini" lingkaran sihir berwarna biru itu mulai membesar dan mulai menampakkan sepasang mata berwarna merah membawa kesan menakutkan
ROAAAAARRRRR!
Sebuah raungan keras keluar dari lingkaran sihir itu dan memasuki pendengaran semua orang yang ada disana bahkan Lucifer yang sedang bertarung dengan Michael mengalihkan pandangnnya dari pertarungan mereka berdua
Dari dalam lingkaran sihir itu keluar mahluk bersisik dengan wajah yang sangat seram apalagi aura yang mendominasi dan menunjukan bahwa ia adalah yang paling kuat disini dengan mata yang berwarna merah dan juga tubuh yang seperti reptil membuat semua orang yang ada disana membelalakan matanya
"Lightning Dragon King : Kirin!" ujar Hikari sebuah kedatangan epic bagi pasukan Malaikat juga Belial yang ada ditempatnya hanya terdiam dengan wajah terkejut. Ya, terkejut pertama karena saudaranya memiliki buku dunia dan lagi dapat memanggil Dragon King
tebasan energi yang ada menuju ke arah Hikari langsung hilang saat Kirin menangkalnya dengan element listriknya yang membuat semua orang berkeringat karena kedatangan seekor naga yang mendapat gelar King Dragon
"Dengan restu ayah atas seluruh ciptaannya..." Hikari mulai membaca mantra yang tertera pada buku itu membaca hingga sampai pada ayat terakhir "...Atas restu dari 'nya' bersatulah denganku dalam satu kesatuan" selepas Hikari melantunkan mantra sihir itu aura berwarna biru menutupi seluruh tubuhnya dan naga Kirin mulai hilang seperti hantu
"Blue Emperor Dragon Armor" dari dalam asap yang mengepul keluar sebuah suara yang terdengar bagi siapapun yang ada di dekat Hikari. Belial yang penasaranpun menebaskan pedangnya hingga membuat terjangan angin yang menghembuskan asap itu.
Setelah asap itu hilang seseorang dengan armor berwarna biru dengan kepala naga yang menghiasi bahu kanannya juga beberapa bagian dari armor itu memiliki corak tersendiri yang menunjukan bahwa itu adalah armor yang berasal dari salah satu raja naga diantara lima raja naga dan sosok yang menjadi wadah dari armor itu adalah Hikari, malaikat yang menjadi jendral perang Malaikat surga yang di tunjuk untuk mengomandoi sepuluh ribu Malaikat surga
"Sekarang Belial mari kira lihat siapa yang dapat bertahan sampai akhir" dengan begitu pertarungan antar kedua jendral dari fraksi Malaikat yang berbeda di mulai
Skip time...
Peperangan selama ribuan tahun telah berakhir dengan tewasnya Belial dan juga dengan berpulangnya Lucifer menjadi abu kembali ke awal pembuatan karena pada dasarnya Lucifer diciptakan menggunakan api.
Akhir dari perang pasti membuat setiap kubu yang berperang mengalami nasib yang sama yaitu kesedihan dan kepedihan.
Banyak malaikat yang 'terjatuh' karena mereka tidak dapat menahan rasa sedih karena 'ayah' sudah tewas menghadapi dua naga surgawi yang ikut campur kedalam medan perang setelah merasakan gejolak energi yang di keluarkan oleh Kirin membuat tuhan turun tangan dan menyegel kedua naga surgawi itu kedala Sacred Gear bernama Divine Dividing dan juga Boosted Gear.
"Tanpa bimbingan darimu apa yang bisa ku lakukan, Ayah? " ucap jendral perang yang menjadi ujung tombak dari prajurit malaikat dengan manik safir yang indah menatap medan perang dengan tatapan sedih karena ia telah gagal menjalankan tugasnya untuk membawa cahaya bagi tiap mahluk ciptaan sang ayah terutama manusia dan pada akhirnya kenapa ia menjadi seorang jendral perang?
'Wahai anakku..' sebuah suara memasuki pendengaran Hikari dan itu berdampak pada wajah yang terkejut '..janganlah sedih walau aku telah tiada itu tidaklah membuat tugasmu berhenti. Manusia selalu tumbuh dan berkembang walau kau tidak bisa membawa cahaya keseluruh dunia setidaknya kau sudah menyelamatkan seorang manusia karena sudah menjalankan tugasmu..' tertegun itulah yang Hikari alami sekarang ini sudah tugasnya sebagai pembawa cahaya bagi umat manusia '..turunlah ke dunia dan berbaurlah bersama manusia maka kau akan mengetahui apa yang ku maksud sebagai mahluk yang dapat 'lebih baik dari malaikat dan lebih jahat dari pada iblis' hiduplah disana dengan perasaan sebagai seorang manusia yang membuatmu menjadi lebih baik dari sebelumnya..' menganggukkan kepalanya dengan mantap Hikari mengerti akan jadi apa tugas yang saat ini ia emban di bahunya '...kalau kau sudah mengerti, Sayonara waga no ko!' dengan hilangnya cahaya itu seluruh dunia mulai mengalami perubahan dan menjadi lebih tertata dengan baik
Tersenyum sendiri dan akhirnya ia ingat apa yang ayah katakan padanya
Flashback...
"Ke-kenapa aku jadi seorang jendral, Ayah?" ucap Hikari dengan wajah yang menunjukan bahwa ia tidak dapat percaya dengan apa yang pencipta perintahkan
"Jadilah jendral dan pimpinlah malaikatku dalam satu komandomu"
"Ke-kenapa bukankah tugasku adalah membawa cahaya bagi tiap mahluk ciptaanmu? Tapi kenapa aku harus menjadi jendral perang?" ucap Hikari, dengan perlahan suara yang bijaksana keluar dari suara sang pencipta
"Tidak semua peperangan itu hitam! Tidaklah semua hal yang jahat itu buruk! Kau hanya harus mengambil yang mana yang baik dan yang mana yang buruk dalam suatu perang! Sekarang adalah perang untuk melindungi umat manusia tanpa adanya dirimu sebagai jendral yang membawa cahaya'ku' maka seluruh pasukan malaikat akan lenyap
Dengan terpaksa Hikari menjalankan tugasnya tersebut
Flashback off!
Sekarang di Heaven!
Didalam sebuah istana yang sangat megah yang ada di dalam taman eden suasana disana sedikit memanas karena sebuah keputusan secara sepihak yang di ambil oleh salah satu malaikat
"Aku akan turun ke dunia manusia!" mendengar perkataan dari Hikari seluruh seraph menjadi terkejut namun tidak dengan Gabriel yang mengeluarkan ekspresi senang
"Tidak boleh! Hikari tugasmu adalah membawa cahaya dan kau tidak bisa meninggalkan Heaven!" Michael yang menjadi pemimpin para seraph hanya bisa untuk menahan amarahnya masalahnya keadaan fraksi injil sedang tidak stabil setelah berakhirnya perang besar
"Aku hanya ingin menjalankan tugasku dan melihat apa yang dimaksud dengan 'mahluk yang baik melebihi malaikat dan jahat melebihi iblis' aku ingin tahu apa maksudnya, hanya itu ku mohon Nii-sama!"
"hufft...mau bagaimana lagi? Aku akan mengirim gabriel untuk menjagamu" mendengar itu wajah yang awalnya senang langsung hilang digantikan dengan wajah kecewa bercampur dengan aura suram karena satu-satunya kakak perempuan yang ia miliki ikut bersama dengannya ke dunia. Bukannya tidak senang tapi kakak perempuannya itu sangatlah polos dan juga terlalu memikirkan tentang dirinya karena ia ada di taman eden itu adalah berkat do'a dari Gabriel yang akhirnya di kabulkan.
"Ta-tapi Nii-sama ken... " Michael langsung angkat suara karena mendengar nada penolakan dari Hikari
"...tidak ada tapi-tapian jika kau tidak mau Gabriel ikut bersamamu maka jangan harap aku mengizinkanmu turun ke dunia" baru kali ini untuk malaikat sekelas michael terbawa suasana dan juga hampir saja ia marah karena tingkah dari Hikari yang dibilang masihlah kekanakan
"ya sudahlah jika Nii-sama sudah berkehendak seperti itu aku tidak bisa mengelak lagi hufft..." menghela nafasnya dengan berat dan menatap ke arah Gabriel "...yoroshiku nee, Gabriel nee-sama" dengan tersenyum lembut ke pada Gabriel, Michael tau bahwa Hikari sangat senang karena adanya Gabriel ia tidak akan lepas kendali seperti beberapa ribu tahun yang lalu
Dengan turunnya Hikari dan juga Gabriel ke bumi adalah awal dari banyak peristiwa yang akan datang dan terus hidup sampai sekarang ini
TBC...
Yo Minna-san
Maaf kan shiro ya karena ini adalah sebuah chapter yang sangat buyar (menurut Shiro)
"Hmm Gabriel sayangku ku mohon lanjutkan perjuangan ini aku tidak kuat" dengan tertatih Author berjalan menuju tempat tidur dan juga langsung berbaring setelah sekian lama tidak beristirahat
"hmm... Gomen Minna-san, Shiro-kun sedang masa pemulihan karena sedang sakit dan juga karena kelelahan setelah belajar selama seminggu lebih... Ya belajar mencintai ku untuk melupakan seseorang" dengan wajah memerah Gabriel tetap semangat untuk membawa acara penutupan ini
"Gabriel, aku butuh bantuan" teriak Shiro dari dalam kamar
"hufft... Sepertinya Shiro-kun membutuhkan bantuanku jadi nantikan kelanjutannya ya, Minna-san! Jaa~" dengan melenggangnya Gabriel ke dalam kamar menjadi penutup untuk chapter kali ini
