Naruto [masashi kishimoto]
Highschool DxD [Ichie ishibumi]
Summary :
Seorang malaikat yang sangat patuh pada sang 'Ayah' yang mencintai seorang manusia membuatnya tidak bisa masuk kembali kedalam Rumah sejatinya namun berkat itu semua ia dapat melihat semua ciptaan sang 'Ayah' yang berada di tempat keturunan dari Adam dan Hawa.
.
.
Chapter sebelumnya :
Sesampainya di penginapan Naruto langsung membuka pintu kamar dan apa yang terjadi? Sebuah tangisan yang ia dapatkan dari seorang yang ia anggap adik.
"Anastasya, kenapa kau menangis?"
.
.
Chapter 5 :
ANASTASYA POV
Entah kenapa langitnya sangat gelap ya? Dan, kenapa saat ini aku ada di daratan tak berujung dengan pasukan Tenshi?
Kenapa bangsa yang terkenal sebagai pembawa perdamaian berkumpul dalam satu tempat? Ughh... dan kenapa bahu ku sedikit nyeri ya?
Saat aku arahkan telapak tangan ku menuju bahu yang sedikit nyeri jari jemariku merasakan dinginnya logam! Lalu aku menyadari sesuatu saat ini aku sedang memakai baju zirah.
"Apa yang harus kita lakukan Grand Maiden?" tanpa sadar salah seorang pemuda dengan sepasang sayap merpati menunduk dihadapanku.
"Jika para jendral sudah sepakat lakukan penyerangan secara penuh kepada-'nya', sekarang!" entah kenapa bibir dan dan lidahku bergerak sendiri mengucapkan perkataan yang seharusnya di pakai seorang jendral perang.
Tu-tunggu dulu i-ini...
Pertama pasukan Fraksi tenshi, kemudian baju zirah dan aku memiliki gelar 'Grand Maiden'?
Aku adalah jendral utama dari pasukan ini? Jika iya, perang harus memiliki musuh dan siapa musuhnya?
"Musuh terlihat di arah jam 12" saat mendengarnya ku arahkan netra pandanganku tepat kearah depan dan dalam pandanganku seorang pria tengah berjalan bersama empat orang lainnya.
'Orang itu? apa dia Naruto-nii? A-apa yang terjadi... tidak!, dia bukan Naruto-nii'
Tak kusangka lawan kami hanya empat orang di tambah orang yang mirip Naruto-nii membuatnya menjadi lima orang?
Saat ku lihat lebih jelas ke enam pasang sayapnya sudah tidak ada berwarna putih seluruhnya sudah tertelan kedalam kegelapan jadi sudah pasti bukan dia.
"Prajurit berikan informasi tentang musuh" ucapku tanpa sadar.
Arrrgggghhh ... harusnya aku sadar bahwa aku sedang menumpang di tubuh ini.
"Baik Grand Maiden..." prajurit itu sudah siap dalam keadaan tempur dengan zirah yang melindungi tubuhnya dan sebilah senjata perpaduan tombak dan kapak, Halberd.
"(*****), the King Centipede, raja Ghoul yang memiliki regenerasi tanpa batas dan lagi... Kagune miliknya seperti tidak pernah habis terus bertumbuh tiap kali di potong"
"(*****), Black Knight, ksatria yang sangat merepotkan dengan god-blessing miliknya yang membuatnya kebal terhadap sihir apapun juga kemampuannya dalam menggunakan dual-wielding membuatnya memiliki mobilitas yang tinggi walau tanpa perisai sebagai pelindungnya walaupun sepele Michael memberikan perintah agar tidak asal melawannya"
"(*****), Flame Princess, seperti julukannya dia adalah penyihir berbasis elemen api. Jika Anastasya-sama memiliki Jotunheim sebagai serangan terkuat berbasis elemen es maka ia memiliki ..., sebagai serangan terkuatnya" hmm... lawan yang menarik.
"Lalu, (*****), Loli Dragon, walaupun julukannya saja yang terdengar imut namun saat dalam keadaan perang wujudnya akan berubah menjadi Naga tanpa kesan imut sama sekali apalagi kekuatan yang setara dengan Naga surgawi seperti Draig dan Albion"
"Dan terakhir..." prajurit itu sepertinya tidak mau melanjutkan dan dengan kasar ia menghela nafasnya "... (*****), General of All Angel, setelah melakukan perjalanan di dunia makhluk fana ia merasakan kehidupan manusia dan termakan akan 7 dosa besar merubahnya menjadi pembawa kegelapan dibandingkan pembawa cahaya..."
"... diantara kelimanya, Aku rasa hanya pemimpin mereka yang tidak bisa dikalahkan dengan mudah"
"Terima kasih untuk informasinya" prajurit itu hanya menundukan kepalanya sambil mengatakan "Sudah kewajiban saya menjalankan tugas yang diberikan".
Tiba-tiba pandanganku menghitam dan berganti ke tempat yang sama namun dengan banyaknya mayat malaikat berserakan dimana-mana tapi saat ini ada dua kelompok yang saling bertarung.
Mereka semua tampak tak bersahabat namun salah seorang yang menyadari keberadaanku mengarahkan sihirnya padaku.
Boom!
Ledakan yang sangat besar sampai-sampai membuat dataran bergetar namun aku tidak merasakan sakit pada tubuhku.
Puk
Sesuatu mengusap pucuk kepalaku dan saat aku mendongakan kepala ku entah kenapa wajahnya terhalang kegelapan.
"ne Baka-imotou, waktuku tidak banyak ada tiga hal yang ku pinta... " Aku terdiam dan mendengarkannya walaupun sakit aku harus menahannya "... Pertama, jaga keluargaku karena aku yakin istriku akan hancur jika mendengar suaminya terbunuh di medan perang. Kedua, jaga kesehatanmu ya! Aku tidak bisa tenang jika adik bodohku tiba-tiba sakit dan terakhir, jaga anak ku dan suatu saat ia bertanya siapa ayahnya ceritakan hal yang masuk akal saja juga jauhkan ia dari kehidupan supranatural"
"Sayonara, Baka-imotou" itulah terakhir kalinya aku melihat sosok yang menyelamatkan diriku dan memanggilku 'baka-imotou' menjadi serpihan cahaya selaras dengan itupun aku terbangun dari mimpiku dan mulai menangis.
At Homestay...
Aku membuka netra penglihatanku dengan air mata yang sudah menjadi sungai di pelupuk mataku 'Apa aku menangis dalam keadaan tidur?'
"Anastasya, kenapa kau menangis?" suara itu, dia, akar dari semua mimpi ku, Pria dengan rambut kuning cerah dengan manik mata heterokrom, Merah di kiri dan Biru di kanan.
"Ahh tidak apa hehehe..." Jawabku seadanya tapi melanjutkan di pikiranku '... yah, aku tidak apa-apa tapi aku hanya sedang sedih saja'
"Kenapa kau bisa sedih Ana-chan?" tanyanya dengan pandangan khawatir mengarah kepadaku.
"Sialan, aku lupa kalau kau bisa membaca pikiran Naruto-nii" kenapa aku bisa lupa begini sih, sudah sewajarnya malaikat yang (dulu) bertugas sebagai pembawa cahaya dapat membaca pikiran agar dapat memudahkan tugasnya.
"Sudahlah dari pada pusing lebih baik kita pergi ke tempat 'pak tua' itu, sudah dua minggu kita berangkat dan tertahan disini" Akhirnya pengalihan obrolan keluar juga...
At Mount Olympus
Naruto POV
Setelah menunggu Anastasya yang sedang membersihkan diri, kami akhirnya berjalan menuju hutan tempat terakhir kalinya kami bertemu dengan Apollo. Di hutan ini ada sebuah batu yang saling berdampingan yang disebut sebagai Gate of Olympus oleh seorang dewa berpenampilan berandal.
"Kau siap, Ana-chan?" aku dapat melihat keyakinan pada wajah gadis muda ini, seorang gadis yang mengalami nasib menyedihkan, seorang gadis yang menemaniku selama dua minggu perjalanan setelah keluar dari rumah Leaticia.
Kami berdua berdiri saling berdampingan dan melangkah masuk ke Olympus, City of God.
Olympus dihadapanku saat ini adalah sebuah gunung yang sangat tinggi di kaki gunungnya terdapat pemukiman penduduk yang disebut Olympians dan dipuncak dari gunung ini ada sebuah istana megah yang menjadi tempat tinggal para dewa.
Kami berdua berjalan dengan santainya hingga akhirnya beberapa gadis menghampiri kami.
"Siapa kalian? Kalian bukan berasal dari sini, kan?"di hadapanku -yang ku rasa-pemimpin regu mereka menatap kami dengan waspada. Gadis dengan surai hijau yang berpadu dengan bagian coklat pada ujungnya dan yang paling mencolok adalah dua telinga kucing itu.
pertanyaan itu sangat klasik dan pasti kau tau itu kan, Demi-human?
"kami sedang dalam perjalanan menuju istana Olympus untuk bertemu Zeus" setelah mengatakan itu, semua orang mengelilingi kami dan menodongkan busur serta anak panahnya.
"Kau salah sudah memasuki wilayah ini dan lagi kau ada urusan apa di istana Olympus?" pemimpin regu itu terlihat menahan amarahnya dan aku tau bahwa ia sudah siap dengan anak panahnya.
Hei, apa kau tau? Kau terlalu banyak bertanya prajurit bodoh.
"Lepaskan mereka Atalante, mereka adalah tamu kehormatan di tanah ini" dalam penglihatan ku saat ini ada seorang gadis yang menyelamatkan kami dengan titahnya pada para prajurit itu. Walaupun terlihat terpaksa tapi semua prajurit perempuan itu menurunkan busurnya dan pergi dari tempat mereka walau pemimpin mereka -Atalante- menatapku dengan intens.
"Maafkan diriku atas tingkah laku mereka, mereka adalah anak buah ku..." kami bertiga menatap para prajurit perempuan dari jauh "... the Hunter's"
"A-apa? The Hunter's? Prajurit perempuan yang mengabdikan diri mereka pada dewi Artemis dan mengikuti jalan hidup sang dewi yaitu berburu, memanah, dan mereka pun mengikuti sumpah Artemis bahwa aku tidak akan menikah dan menjadi perawan seumur hidup" saat mendengar kata The Hunter's Ana menjadi bersemangat dan menjelaskan panjang lebar.
ahhh... Entah kenapa gadis ini bisa tau segala hal tentang mitologi kuno, ya? Tapi kalau The Hunter's pergi meninggalkan kami hanya karena perintah seorang gadis maka gadis dihadapan kami saat ini adalah ... Artemis, Goddess of the moon.
"Ayo kita pergi, Zeus sudah menunggu" gadis itu... Ah bukan, dewi itu sangat cantik. Tubuh yang proporsional, rambut panjang berwarna soft-yellow, dan bibir peach yang menggoda.
Bukannya aku serakah tapi aku sudah memiliki Leaticia sebagai pendampingku.
Saat diam-diam menatap tubuh menggoda milik Artemis, Anastasya menyikut perut ku dan kalian tau rasanya sangat sakit!
"Tidak sopan memandangi tubuh seorang perempuan terlalu lama, Onii-chan! Di dunia manusia kau akan di anggap sebagai penjahat kelamin ataupun seorang maniak dan lagi Dewi Artemis itu sudah bersumpah menjadi seorang perawan sampai ajal menjemputnya" Ahhh seperti itu ya? Dalam kehidupan manusia memandangi tubuh seorang perempuan adalah pelanggaran hukum.
Perjalanan di lanjutkan tanpa adanya obrolan. Kami berjalan dalam keheningan yang menyelimuti munuju istana Olympus.
.
.
.
The Fallen
.
.
.
"Jadi apa yang kau inginkan sebagai hadiahnya?" saat ini Zeus, pemimpin dari dewa dan dewi olympus sedang duduk di singgasananya tanpa ditemani sang istri, Hera.
"Kabulkan tiga permintaan ku ini..." dan dihadapan Zeus berdiri seorang malaikat berambut pirang dengan mata heterokromnya.
"...Pertama, Aku ingin Hephaetus bekerja padaku selama satu bulan. Kedua, aku ingin Athena, Ares, dan Artemis melatih Anastasya di Olympus selama aku melanjutkan perjalanan ku. Lalu yang terakhir, akan ku simpan jikalau ada yang terpikirkan. Jika kau tidak mengabulkan maka namamu akan rusak seluruh mitologi di dunia akan mengetahui bahwa zeus adalah pribadi yang suka mengingkari janji dan juga seorang penjilat" seluruh dewa di ruangan itu sedikit menahan tawa dalam diam dan Zeus? Saat ini dia sedang menahan amarahnya dengan mencengkram gagang pedangnya.
"Baik, aku akan mengabulkan ketiga permintaan itu tapi untuk permintaan pelatihan itu aku tidak yakin anak manusia itu ingin tinggal disini"
"..." tak ada suara keluar dari mulut Anastasya. Diam, datar, dan dingin.
"Ana, dengarkan aku! Kau akan disini dan berlatih dengan para dewa dan..."
Swush!
Sebuah peluru es terbang sangat cepat melewati pipi Naruto dan dengan tangan yang mengarah padanya dapat dilihat jika sepasang cincin sudah keluar dan saat Anastasya mengedipkan matanya pupil miliknya mengalami perubahan.
"..." mata dengan pupil berbentuk bunga es itu terlihat menahan amarahnya sendiri.
"Pengguna Sacred Gear, kah?" ucapan itu keluar dari seseorang yang sedang duduk di tahta miliknya mengenakan armor perang bercorak Yunani dengan pelindung bahu berbentuk tiga kepala cerberus.
Sacred Gear, artifak yang menyimpan beberapa kekuatan spesial yang dibuat oleh tuhan sendiri dengan beberapa komposisi dan program yang belum diketahui bahkan malaikat yang mengajarkan ilmu pengetahuan pada manusia saat melakukan penebusan dosanya, Azazel. Malaikat jatuh itupun perlu waktu beberapa abad untuk menemukan komposisinya walaupun belum sempurna. Artifak yang diberikan kepada beberapa manusia terpilih untuk melindungi diri dari eksistensi makhluk supranatural namun ada beberapa yang dapat membunuh semua makhluk yang dimaksud dan ada juga yang mati bahkan sebelum mengetahui jikalau dirinya memegang sebuah Sacred Gear. Sacred Gear juga memiliki beberapa tingkatan dan yang paling tinggi adalah Longinus yang 'katanya' dapat membunuh tuhan.
"Ultimate tier Sacred Gear : Aurora rising..." semua orang di aula itu melebarkan matanya. Sebuah Sacred Gear yang memiliki level dibawah Longinus namun memiliki kesempatan untuk masuk kedalam jajaran Longinus. Sangat sedikit manusia yang memilikinya, jika Longinus hanya memiliki tiga belas jenis maka Ultimate tier sedikit unik mereka lahir berpasangan dengan sifat berlawanan seperti kegelapan dan cahaya, air dan api, yin dan yang menjadikan Sacred Gear ini simbol dari keseimbangan dan adilnya kuasa tuhan.
"... Sacred Gear yang dapat memanipulasi elemen es sesuka hati menimbulkan badai, hujan, atau apapun itu yang dapat di kategorikan sebagai bencana". Setelah mengucapkan penjelasan tentang Sacred gear milik adiknya, Naruto dengan perlahan berjalan kearah Anastasya.
Swush! Swush! Swush!
Projektil es berterbangan melewatinya dan hawa dingin dari es menusuk ke kulit sang cahaya.
Swush! Swush! Jleb!
Tak jarang proyektil berbahan es itu menusuk tubuh dan menggores wajah meninggalkan luka.
Swush! Tap!
Jarak sudah tak menjadi pembatas saling berhadapan dengan tangan kanan terkepal dan mulai terangkat hingga...
Bugh!
"Sadarlah baka, kita sedang ada dimana ini?" kepalan tangan itu menyentuh pucuk kepala gadis bersurai putih dengan kasarnya hingga wajahnya terbawa kebawah.
"..." tak ada gerakan dari sang adik namun karena merasa tak ada perlawanan membuat veteran perang sekelas Naruto lengah.
Swush! Jleb! Dong!
"Ittai... Ittai... Ittai... " pergerakan tangan yang sangat cepat dan dengan lihai menarik telinga Naruto menghiraukan dewa dan dewi yang menatap mereka dengan keringat sebesar biji jagung menghiasi pelipis.
'bahkan malaikat yang dapat membunuh Chimera dengan mudah dapat takluk dihadapan seorang manusia?' pikir para dewa, walaupun terkesan konyol melihat tingkah laku kedua mahluk berbeda mitologi itu membuat semua penghuni istana Olympus menjadi iri.
"Aku akan melatih gadis itu dengan semua hal yang ku ketahui, aku, Athena sang dewi kebijaksanaan bersumpah atas nama gelar ku"
"Hei.. Hei.. Hei.. Kau sangka hanya kau saja, Imotou-kun? Aku sang dewa perang yang agung ini akan melatih gadis itu sampai seluruh tulangnya patah dan darahnya mendidih"
"Malaikat Hikari karena kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik maka aku akan menjalankan tugasku sebaik-baiknya"
Persetujuan ketiga dewa sudah dapat tinggal persetujuan dari orang yang akan dilatih oleh ketiga dewa itu satu jawaban dengan dua pilihan Ya? atau tidak?
semua pandangan mengarah pada satu-satunya manusia yang ada. Merasa diperhatikan Anastasya melepaskan telinga Naruto menghiraukan gumaman yang keluar dari mulut malaikat tampan itu.
"Aku tidak ingin menjadi beban bagi Naruto-nii..." kepala itu tertunduk dengan poin menutupi wajahnya.
"...aku tidak ingin diburu terus menerus..." kedua tangan mengepal dengan erat hingga buku-buku jari itu menjadi putih dan terus terkepal.
"...aku sudah lelah menjadi lemah maka dari itu..." dan dengan kasar menarik wajahnya dengan pandangan yang siap dan mantap tanpa ada lagi keraguan di matanya Anastasya menjawab.
"... Aku, Anastasya Nikolaevna Romanova, putri kekaisaran Rusia, meminta kepada para dewa untuk melatihku menjadi kuat!"
"Kalau begitu aku akan pergi ke bengkel Hephaetus untuk membuat sesuatu, aku titipkan adik kecil ku pada kalian" meninggalkan aula itu dan pergi bagai tak pernah ada meninggalkan sang adik sendirian di bawah asuhan para dewa.
.
.
.
The Fallen
.
.
.
Hephaetus, salah satu dari beberapa dewa yunani dan kunci kemenangan Olympus dalam perang Titan pertama. Dewa penempa yang tidak pernah meninggalkan bengkelnya.
"Jadi kau membawa bahannya?"
"Aku membawa ini saja..."
Percakapan diatas adalah percakapan antar dewa dan malaikat dihadapan sebuah tungku raksasa dengan api membara yang terus menerus keluar mencari celah menampakkan jati dirinya.
Bugh!
"..." Hephaetus terlihat terdiam dengan mulut menganga melihat sebuah batu permata berwarna hijau dengan banyaknya titik cahaya bagaikan bintang.
"I-ini? Azores essence,kan? Salah satu dari lima permata langka yang ada di dunia supranatural! Nak, jika kau menjualnya di pasar gelap kau akan menjadi sangat kaya" nampaknya bahan yang ada di dunia supranatural sangat kuat tapi ada lima permata yang sangat langka.
"Apa kau tau kelima permata itu?" dewa dengan janggut yang sangat tebal itu terlihat kesal saat mendapati gelengan kepala dari malaikat di depannya.
"Aku akan menjelaskan dari urutan paling akhir..." dewa itu mulai menarik nafasnya dalam-dalam.
"...Kelima adalah Nlackes Stone, permata yang hanya ada di dalam gunung berapi wilayah barat daya Underworld. Kenapa langka? Permata ini hanya keluar selama seribu tahun sekali dan lagi tempat itu dijaga oleh seekor naga yang dibuat atas segala emosi negatif tuhan, Samael. Dalam sejarah baru ada satu senjata yang terbuat dari batu ini, senjata berbentuk katana bernama Black lotus.
Keempat, Banibea basinis. Permata yang satu ini sangat mahal bahkan kau dapat memiliki sepersepuluh wilayah milik klan Bael. Permata yang hanya ada di dalam perut bumi yang muncul seratus tahun sekali saat titik balik matahari.
Ketiga adalah permata yang berada di jantung bermuda, Heart of Ocean. Permata yang sangat indah tapi belum ada sejarah yang mencatat bahwa ada bagian dari makhluk supranatural pernah mendapatkannya.
Lalu, Ruby yang di ekstrak didalam perut Chimera dengan nama Chimeradyte. Chimeradyte cocok digunakan untuk membuat sebuah Armor karena kekerasan yang luar biasa. Permata ini sangat unik, kerena keluar saat Chimera melakukan proses panggilan alam pasalnya apa kau tau dimana Chimera buang air?
Terakhir, yang paling langka diantara semuanya Azores Essence. Dikatakan permata ini sudah ada semenjak penciptaan dunia permata tertua yang sekarang sudah sangat sedikit. Permata ini memiliki kemampuan untuk menyerap energi disekitarnya Emosi negatif maupun positif, energi alam, ataupun mana dari penyihir dapat digunakan untuk keperluan pemakainya. Permata ini juga dapat menahan energi sekelas dua naga surgawi yang selalu membuat onar.
Jadi, kau ingin membuat apa dari permata ini, Tuan?" penjelasan panjang lebar sudah selesai dan diakhiri dengan pertanyaaan. Walaupun terkesan kurang sopan tapi Hephaetus ingin meminta sedikit untuk membuat sebuah kalung untuk istrinya Aphrodite.
"Aku ingin kau membuat sebuah kalung dengan bentuk salib untuk ku entah memakan berapa lama waktu perbuatannya aku ingin kau menyelesaikannya dan sisanya buatkan aku sebuah pisau berbentuk taring hewan bernama Harimau" permintaan dan perintah menjadi satu.
"Bolehkah aku meminta sedikit?" setidaknya secuil permata ini sudah cukup bagi Hephaetus untuk membuat sebuah aksesoris.
"Tidak, aku ingin kau membuatkan apa yang ku pinta" sifat manusia yang masuk kedalam tujuh dosa besar mulai merasukinya. Keserakahan yang membuat manusia memulai perang. Keserakahan juga yang membuat ribuan manusia mati dalam peperangan.
Tang! Ting! Tang! Ting!
Dari kejauhan Naruto berjalan menjauh meninggalkan Hephaetus dengan pekerjaannya tanpa sadar salah satu sayap putihnya mulai menghitam.
.
.
.
To be Continue...!
Yo, apa kabar setelah beberapa hari akhirnya chapter lanjutan dari the Fallen akhirnya Up.
Dalam chapter ini, Naruto aka Hikari kehilangan satu sayapnya lagi karena salah satu dari tujuh dosa besar manusia, Greed.
Lalu, siapakah kelompok-kelompok musuh yang ada di mimpi Anastasya? Apa tujuan mereka?
Aku rasa hanya itu saja yang dapat aku sampaikan. Silahkan Fav, Foll, dan review juga jangan lupa subscribe.
*Reader : Itu untuk youtube, bodoh...
.
.
.
Jaa ne~
