Disclaimer © Masashi kishimoto & Ichie ishibumi.

.

.

.

Genre : Adventure & supranatural.

.

.

Don't like don't read.

Happy reading.

.

.

Chapter 1: prolog

SWUSSSH

TRANK

JRASHH

"Arrrrghhh"

TRANG

"APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN"

BUAGH

JRASH.

"Hikss...Hiks...jangan sakiti anaku...Hiks."

"Mama tolo-"

JRASHHH

"YUIIIIIIIII"

JRASH

BRUKK

"PENGKHIANAT."

JRASH.

Malam hari dengan bulan yang bersinar dengan indah, ditambah dengan gemerlapnya bintang-bintang yang berebut untuk menunjukan eksistensinya, seolah menarik semua orang untuk memandanginya terlebih dahulu sebelum tertidur. Ya, setidaknya itulah yang akan dilakukan semua orang bila melihat malam yang indah seperti ini, meski ini tidak sealami seperti di dunia manusia, tapi tetap saja memandangnya akan terasa sangat menyenangkan.

Tapi, semua keindahan itu seolah menjadi malam yang paling mengerikan bagi mereka yang dulu dikenal sebagi iblis yang kuat, leluhurnya yang sangat ditakuti oleh semua fraksi karena kekuatan yang dia bawa, kekuatan yang digunakan untuk menundukan lawan-lawannya di medan perang, semua orang mengenal dia dan para keturunannya. Tapi, yang saat ini terlihat hanyalah salah satu dari mereka yang haus akan kekuatan.

Dengan tatapan mengerikan, dan ambisi akan kekuasaan telah membutakan matanya akan belas kasihan, tidak peduli entah itu mereka yang sudah tua, para remaja, orang-orang dewasa, anak-anak, hingga balita, dia korbankan untuk melumuri pedangnya dengan darah merah mereka.

Dia yang sudah dibutakan oleh kekuatan dan ambisi, akan melupakan segalanya agar bisa menggapai apa yang menjadi tujuannya, bahkan meski mereka adalah seorang wanita yang telah melahirkannya, dan seorang pria yang telah membesarkannya, dan seseorang yang dulu memandang kagum dirinya bak seorang pahlawan.

"NAGATO, APA MAKSUD DARI SEMUA INI ?" Teriak seorang pria berambut pirang dengan keras pada seorang pria berambut merah yang terlihat lebih muda darinya, sedangkan dibelakang si pria berambut pirang, terlihat seorang wanita berambut merah yang sedang terduduk dengan linangan air mata sambil mendekap seorang bocah berambut pirang yang terlihat sangat ketakutan.

"Haaah apa maksud dari semua ini ? bukankah sudah jelas kalau aku tidak suka dengan keputusan kalian, Otou-sama." Jawab pria berambut merah yang bernama Nagato kepada sosok yang dia panggil ayah.

"KEPUTUSAN APA MAKSUDMU HAH ?" Tanya sang ayah dengan sengit.

"Tentu saja tentang menyatukan kembali bangsa Akuma." Dan jawaban dari Nagato barusan berhasil membuat sang ayah terkejut.

"Bukankah itu adalah hal yang bagus, dengan begitu bangsa Akuma yang telah terpecah belah selama ribuan tahun bisa kembali bersatu." Balas sang ayah.

"Seharusnya kau sadar Otou-sama, kita bangsa shinobi adalah yang terkuat, untuk menghadapi semua musuh kita, kita tidak perlu sampai beraliansi dengan golongan Maou."

BUAGH

BRAKK

Baru saja Nagato selesai menjelaskan alasannya, tinjuan dari sang ayah sudah bersarang dipipinya dan berhasil menghempaskannya kearah meja yang terdapat di pojok ruangan.

"Seharusnya kita sadar diri, Akuma dari golongan Maou lebih baik dari pada kita, para leluhur kita tidak pernah puas dengan kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki, dan demi memenuhi hasratnya segala cara telah mereka lakukan, SEHARUSNYA KAU SADAR AKAN SEJARAH KELAM GOLONGAN SHINOBI, DEMI SEBUAH KEINGINAN KONYOL MEREKA MENYERET KITA KEMEDAN PERANG, DAN DISANALAH AKU KEHILANGAN KAKAKKU, BAYANGKAN BILA HAL ITU TERJADI PADAMU, SADAR DAN BUKALAH MATAMU SIALAN." Tapi setelah mendengar bentakan dari ayahnya, Nagato hanya menundukan kepalanya.

"Kau salah Otou-sama, justru di dunia ini kekuatan adalah segalanya, bila kita memiliki kekuatan kita bisa melindungi orang yang kita anggap berharga." Ucap Nagato dengan suara lemah.

"Tidak, kau salah Nagato, untuk melindungi orang-orang terdekat kita, memutus perang yang terjadi selama inilah solusinya." Ucap sang ayah.

"Dengan cara bergabung dengan golongan maou ? apakah itu solusinya ? Cih, sadarlah Otou-sama mereka tidak lebih dari iblis yang haus akan kekuasaan, bergabung dengan mereka tidak akan menyelesaikan apapun seharusnya-"

"LALU KALAU BEGITU APA BEDANYA MEREKA DENGANMU ?" Ucapan Nagatopun langsung dipotong oleh teriakan dari sang ayah.

"Apa bedanya aku dengan mereka ? sudah jelas aku menggunakan kekuatan ini untuk alasan yang jelas, berbeda dengan mereka yang hanya menggunakan kekuatannya untuk menyombongkan diri, menumpuk kekayaan, dan merampas hal yang paling berharga dariku." Mata Nagatopun yang awalnya hanya tiga tomoe langsung berubah menjadi bentuk shuriken (Mangekyou sharingan shin)

"Jadi semua ini ada hubungannya dengan Naori ?" Tanya ayahnya dengan mata melebar setelah melihat Nagato yang berhasil membangkitkan Mata mangekyou.

"Tentu saja, jadi Otou-sama, apakah kau bersedia untuk menambah daftar orang yang mengorbankan nyawanya untuk tujuanku ?" Tanya Nagato dengan nada mengejek.

"Sadarlah Nagato, hiks..Kami tidak pernah mengajarkan hal ini padamu..Hiks..Hiks..Bukankah kamu sangat menyayangi kami...Hiks...Lihatlah Naruto, bukankah dia adik yang sangat kau sayangi." Ucap sang ibu yang masih terus mendekap Naruto.

"Ahhh itu benar, kalau Otou-sama tidak mau, posisimu bisa diganti oleh NARUTO." Dan dalam sekejap Nagato berhasil melewati ayahnya dan sudah berdiri dihadapan ibunya.

"SIALAN."

BRUGH

CRASH

"LARILAH NARUTO."

"KARIN."

Beruntung disaat Nagato akan menusukan pedangnya kearah Naruto, Karin dengan cepat melemparkan Naruto sehingga pedang Nagato hanya menusuk pergelangan tangan kirinya.

DUAGHH.

Melihat sang ibu yang terkena tusukan pedangnya, ayahnya langsung kalap dan melancarkan tendangan kearah pinggang Nagato, tapi sebelum tendangan itu mengenai pinggangnya, Nagato dengan cepat menyilangkan kedua tangannya.

"Naruto..Hiks cepatlah lari sayang...Hiks..Larilah dan tetaplah hidup...Hiks kami mencintaimu." Meski rasa sakit sangat terasa jelas di tangannya, karin terus meminta Naruto untuk segera pergi.

"LARILAH NARUTO."

TAK...BUGHH

"LARILAH DAN TERUSLAH HIDUP, TUMBUHLAH MENJADI PRIA YANG KUAT." Lanjut sang ayah sebelum.

CRASHHH

Dengan cepat Nagato mengayunkan kunainya kearah leher sang ayah.

"NARUTO LARILAH."

"ARGGGGGGGGHHHHH." Dan setelah mendengar perintah terakhir ibunya, dengan cepat Naruto berlari sekuat tenaga untuk kabur dari Nagato.

"ARGGGGHHH." Dan disaat dia keluar dari rumahnya, jeritan sang ibu adalah hal yang tidak akan dia lupakan selamanya.

'Otou-sama, Oka-sama.' Batin Naruto dengan perasaan duka yang sangat mendalam, dengan kaki kecilnya diapun terus berlari tanpa arah tujuan, dalam kepalanya lari sejauh mungkinlah yang saat ini dia inginkan.

Sedangkan dengan Nagato, disaat dia baru keluar dari rumah dan bermaksud mengejar Naruto kesialan malah menimpanya disaat dia meliahat ratusan orang yang memakai topeng hewan,selain itu diantara orang-orang bertopeng itu, Nagato melihat dua pria yang berusia sekitar tiga puluhan, yang satu membawa tongkat besar dan satunya lagi membawa pedang.

"Cih, Hokage dan Danzou." sepertinya daripada mencari Naruto Nagato malah harus memikirkan cara keluar dari kepungan ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Skip time 1 tahun kemudian.

Lilith, sebuah kota besar yang berada dalam naungan bangsa iblis dari golongan maou, disini bisa kita lihat sebuah pradaban yang bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan bangsa manusia, mulai dari bangunan, kegiatan, sampai alat transfortasi, semuanya sama persis dengan apa yang dibuat oleh para manusia.

Dan dihari yang cerah ini, dijalan utama kota Lilith terlihat seorang pria berambut merah panjang dengan stelan tuxedo hitam, sedangkan disamping kirinya berjalan seorang wanita berambut pirang dengan stelan kemeja putih yang dipadukan dengan rok ungu sedang menggandeng seorang anak perempuan berambut merah, anak itu terlihat memakai gaun tanpa lengan berwarna merah, sedangkan dibelakang tiga orang itu berjalan seorang wanita berambut putih dengan stelan maid.

"HEY JANGAN LARI KAU BOCAH SIALAN."

Disaat 4 orang itu sedang berjalan dengan santai, tiba-tiba dari arah depan seorang anak laki-laki berambut pirang terlihat berlari dengan cepat kearah mereka, tapi karena pria berambut merah tadi terlambat menghindar, si anak laki-laki tanpa sengaja sedikit menabrak kaki kanan pria berambut merah itu.

DUAGH

BRUGH

"Ittei." Erangan kecil terdengar dari mulut anak itu setelah dia terjatuh, tapi disaat dia akan berdiri untuk kembali kabur, niatnya terhenti disaat seorang pria tua pemilik toko sudah mencengkram kepalanya.

"Hah...Hah...Hahh, akhirnya kau dapat juga pencuri sialan." Ucap si pria tua itu sambil ngos-ngosan.

"Ck lepaskan aku, dari tadi pagi daganganmu selalu laku, jadi apa salahnya kalau kau membiarkanku mengambil satu roti ini." Ujar bocah itu sambil terus berusaha melepaskan cengkraman pria tua itu.

"Kalau aku membiarkanmu satu kali, maka kau akan melakukannya lagi besok, jadi-"

DUK.

"AKKHHH SIALAN." sebelum pria tua itu menyelesaikan ucapannya, si bocah laki-laki itu dengan cepat menendang lututnya yang membuatnya melepaskan cengkraman dikepala bocah itu. Setelah berhasil lepas dan berniat langsung berlari, bocah itu terlebih dahulu terjatuh kekubangan air yang berada di jalan itu, dan dalam usaha menyelamatkan tubuhnya agar tidak basah, bocah itu tanpa sengaja menjadikan tangan yang memegang roti sebagai tumpuan, dan hai itu otomatis membuat roti yang dia pegang menjadi basah dan kotor.

Dan disaat bocah itu berhasil menahan tubuhnya agar tidak terjatuh kekubangan, dia langsung berdiri kembali dan langsung berlari meninggalkan si pria tua tadi yang masih mengerang kesakitan, dan disaat dia sampai kepertigaan, bocah itupun langsung berbelok kearah kanan dan menyebabkan si pria tua tadi tidak bisa melihat dirinya lagi.

"Cih kuso dasar bocah sialan." Ucap pria tua itu sambil mengelus lutunya yang masih terasa nyeri.

"Ah ano, untuk roti yang dibawa anak itu biar saya saja yang membayarnya."

Disaat mendengar kata "Membayar" pria tua itu langsung menolehkan wajahnya kearah kanan dengan semangat, saat ini dalam pikirannya dia akan mendapatkan uang banyak seperti difilm-film, dimana bila ada orang baik yang ingin membayar barang yang telah dicuri oleh orang lain, pasti uangnya akan banyak, setidaknya itulah yang saat ini ada di pikiran pria tua itu.

"Ah Tuan ariga...tou." Ucapan senangnya diawal langsung berubah terkejut saat mengetahui siapa pria yang ingin membayar roti yang dibawa bocah tadi. "A-ah Lucifer-sama." Lanjut orang itu sambil tersenyum kikuk.

Ya, dihadapan si pria tua penjual roti itu berdiri seorang iblis yang sangat dihormati di golongan maou, dia adalah pemimpin tertinggi bangsa iblis golongan maou, maou Lucifer atau yang bernama asli Sirzech Gremory.

"Ini uang untuk roti yang diambil anak tadi, dan untuk kembaliannya Ojii-san bisa menyimpannya." Ucap Sirzech dengan senyum khasnya.

"A-arigatou gozaimasu." Ucap pira tua itu yang langsung pergi dari sana.

Disaat pria tua itu sudah pergi, Sirzech bukannya melanjutkan perjalanannya tapi dia malah berbalik arah, "Sirzech-kun kau mau kemana ?" Tanya wanita berambut pirang yang berjalan bersama Sirzech.

"Aku ingin menemui anak tadi, aku ingin memastikan kalau yang tadi aku lihat benar-benar nyata, Historia." Jawab Sirzech pada istrinya yang bernama Historia phenex (Historis reiss dari attack on titan).

Tanpa banyak bertanya, Historiapun berjalan mengikuti Sirzech bersama adik iparnya yang bernama Rias dan maidnya yang bernama Grayfia.

Setelah mereka berbelok kearah kanan di pertigaan tadi mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka melihat sebuah gang, dan disaat mereka berjalan kearah gan itu, mereka bisa melihat sebuah gang yang sangat sempit, dan di ujung gang itu mereka dapat melihat seorang bocah yang sedang lahap memakan roti sambil sesekali terlihat menepuk dadanya, mungkin karena dia tersedak.

Sirzechpun memutuskan untuk menghampiri anak itu, dia berjalan dengan pelan agar tidak mengagetkannya, dan setelah cukup dekat dia berhenti dan melihat dengan sendu sebuah kardus yang dia perkirakan merupakan tempat tidur bocah itu, dia benar-benar dibuat tidak percaya oleh fakta bahwa anak itu bisa bertahan hidup sendirian ditempat seperti ini.

"Mau apa kalian ?" Sirzechpun yang awalnya melamun langsung tersadar setelah bocah tadi mengeluarkan suaranya, dan dapat Sirzech lihat kalau bocah itu mundur beberapa langkah merapatkan punggungnya kearah tembok, dan tatapan Sirzech tidak bisa lepas dari mata biru kusam yang telihat telah menumpuk berjuta kepedihan, dan Sirzech tahu kepedihan itu bukan hanya tentang cara dia bertahan hidup, tapi kepedihan yang jauh lebih besar dari itu.

"Siapa namamu adik kecil ?" Tanya Sirzech dengan nada yang dia usahakan seramah mungkin.

"Apa untungnya buatku kalau aku memberi tahumu ?" Tanya anak itu dengan nada tajam.

"Ah kalau kau mau memberitahukan namamu mungkin aku bisa memberikan sesuatu yang bagus." Jawab Sirzech sambil tersenyum.

"Dan apa itu ?" Tanya kembali bocah itu.

"Ya seperti makanan dan tempat tinggal." Dan jawaban dari Sirzech membuat anak itu menyipitkan matanya

"Apa alasanmu melakukan semua itu ? atau jangan-jangan kau ingin meracuniku karena telah mencuri." Dan senyuman Sirzech kembali luntur setelah mendengar ucapan anak itu, sekeras itukah cara anak itu menjalani hidup, benar-benar berbeda dengan keluarganya yang diliputi oleh kekayaan dan kehormatan, dan hal itu jugalah yang saat ini dirasakan dua orang wanita dewasa yang hanya diam mendengarkan, bersama gadis kecil yang terlihat tidak tahu apa-apa.

"Aku adalah maou Lucifer seorag pemimpin di kota ini, jadi sudah menjadi tanggung jawabku untuk membantu rakyatku yang sedang kesusahan seperti dirimu, apalagi kau masihlah anak kecil." Dan dalam pikirannya hanya itulah yang terlintas untuk menjadi alasannya.

"Naruto." Ucap bocah itu, Sirzech dan yang lainnyapun dibuat bingung dengan ucapan anak itu. "Uchiha Naruto." Dan setelah anak itu mengulang perkatannya kembali, sirzech benar-benar terkejut kalau tenyata apa yang dia duga benar-benar nyata, sedangkan bagi seorang Grayfia Lucifuge dia terlihat membelalakan matanya setelah mendengar nama anak itu.

'Sudah kuduga.' Batin Sirzech. "Baiklah sesuai janjiku tadi sekarang kamu ikut dengan kami kerumahku, kamu akan tinggal disana mulai sekarang." Ucap Sirzech.

Dengan pelan Naruto mulai berjalan kearah 4 orang itu, tapi baru 3 langkah dia sudah berhenti. "Aku akan berjalan dibelakang kalian." Ucap Naruto yang membuat 4 orang itu bingung, tapi tanpa ambil pusing Sirzechpun mulai berbalik dan berjalan untuk pulang kerumah bersama yang lainnya, plus Naruto yang sekarang juga ikut bersamanya.

'Dengan begini aku tidak perlu khawatir jika mereka berniat buruk padaku.' Batin Naruto, sebenarnya alasan dia berjalan paling belakang adalah untuk berjaga-jaga bila Sirzech berniat buruk padanya, jadi disaat dia mengetahuinya dia bisa langsung kabur dengan cepat, itulah susunan rencana yang sudah tertata rapi di otaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, akhirnya Mereka sampai di mansion Gremory, dan kesan pertama yang Naruto punya setelah melihat mansion itu adalah "Besar". Selama Naruto hidup dia belum pernah mengunjungi rumah sebesar ini, jadi bukan hal aneh kalau dia terkejut dengan apa yang sekarang dia lihat.

Mereka berlimapun mulai melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah besar itu, dan disaat pintu masuk terbuka, Naruto bisa melihat para pelayan yang berbaris disepanjang lorong sambil membungkukan badannya.

Mereka terus berjalan sampai akhirnya kembali sampai disebuah pintu besar yang masih tertutup, tapi dengan cepat Grayfia berjalan mendahului mereka dan membukakan pintu itu, dan setelah pintu itu terbuka Naruto dapat melihat sebuah meja panjang yang dihiasi dengan makanan-makanan yang belum pernah Naruto lihat, tapi satu hal yang Naruto yakini kalau makanan-makanan itu pasti enak.

"Akhirnya kalian telah pulang." Dan suara bariton itu sukses membuat lamunan Naruto buyar, dan setelah dia mencari asal suara itu, dia bisa melihat dua iblis dewasa pria dan wanita yang duduk di ujung meja makan.

"Ha'i tadi untungnya jalanan tidak terlalu padat, jadi kami bisa berjalan dengan lancar tanpa perlu berdesak-desakan." Jawab Sirzech yang telah duduk disamping kiri ayahnya, sedangkan Historia dan rias sudah duduk disamping Venelana yang berada di samping kanan Lucius, sedangkan Grayfia dia sudah bergabung dengan maid lain yang berjajar di ruangan itu.

"Hei Naruto-kun duduklah disampingku dan ikut makanlah." Ujar Sirzech setelah dia melihat Naruto yang hanya diam tanpa bergerak didekat pintu.

"Siapa dia Sirzech ?" Tanya Lucius setelah dia menyadari kalau putranya membawa seorang anak berpakaian hitam compang camping dengan wajah yang kotor, Luciuspun dibuat bingung sebab dia tidak mengenal anak itu.

"Nanti aku akan menjelaskannya Otou-sama." Jawab Sirzech.

"Kemarilah Naruto-kun, bukankah tadi suamiku sudah berjanji padamu akan memberikan makanan yang banyak, jadi kemarilah dan makan sepuasmu." Ucap Historia yang melihat Naruto masih belum bergerak.

"Kemarilah nak." Ucap Venelana dengan lembut yang membuat Naruto sedikit tersentak, suara lembut itu sekilas mengingatkannya dengan mendiang sang ibu.

Dengan perlahan Narutopun mulai berjalan kearah Sirzech dan mulai duduk di kursi samping si pria merah itu. "Jadi namamu adalah Naruto ya, perkenalkan aku adalah Lucius Gremory dan dia Venelana Gremory, kami adalah orang tua Sirzech dan Rias." Ujar Lucius dengan ramah setelah Naruto duduk dikursi meja makan.

"Dan dia Historia Gremory, seperti yang kau tahu dia adalah istriku." Ujar Sirzech yang membuat Naruto mengangguk mengerti.

"Okaa-sama, aku ingin makan spaghetti." Ucap Rias tiba-tiba setelah melihat kalau makan favoritnya tidak ada.

"Rias kamu harus mulai mengurangi makanan itu, sekarang cobalah makan sayur-sayuran ini." Ucap Venelana yang membuat Rias cemberut, Venelanapun memanggil satu maid untuk membuatkan makanan Rias. "Kalau Naruto-kun ingin makan apa ?" Tanya venelana yang setelah dia melihat Naruto yang hanya menggulirkan matanya kesana kemari.

"A-ah aku akan memakan apa saja yang dikasih." Jawab Naruto dengan pelan.

"Kalau begitu makanlah ini." Ujar Sirzech yang mengambilkan satu ekor ayam panggang utuh yang membuat Naruto terkejut.

Bukannya memakan daging itu Naruto malah melirik kearah Sirzech. "Makanlah." Ujar Sizech, dan tanpa menunggu lagi Naruto mulai memakan daging itu dengan sangat lahap, dan semua orang disana hanya memandangnya dengan senyum simpul kecuali Rias yang belum terlalu mengerti.

Setelah beberapa saat, merekapun selesai melakuakan makan siang kecuali Naruto yang masih berusaha menghabiskan Makannya tadi.

"Naru-" Baru saja dia memegang pundak Naruto, Sirzech dibuat terkejut dengan tatapan dan reaksi Narto, reaksi itu terlihat kalau Naruto sedang melindungi makanan yang dia makan, dan Sirzech hanya memaklumi akan tindakan Naruto.

"A-ah gomen." Ujar Naruto dengan pelan setelah menyadari tindakannya.

"Tidak apa-apa, apa kamu sudah kenyang ?" Tanya Sirzech yang dibalas anggukan oleh Naruto.

"Kalau begitu ada hal yang ingin kutanyakan lagi, kau bilang namamu Uchiha Naruto bukan ?" Tanya Sirzech yang dibalas kembali oleh anggukan, sedangkan Lucius dan Venelana sangat terkejut setelah mendengar itu.

"Apa kau berasal dari Clan Uchiha ?" Tanya Sirzech yang lagi-lagi dibalas anggukan. "Kalau begitu kenapa kamu bisa sampai ada dikota Lilith ? apa kau sedang tersesat ?" Lanjut Sirzech yang kembali bertanya.

"Aku tidak tersesat, aku hanya sedang bersembunyi." Jawab Naruto yang membuat semua orang bingung.

"Sembunyi dari siapa ?" Tanya Lucius.

"Nagato." Jawab Naruto yang kembali membuat semua orang bingung. "Siapa dia ?" Tanya Sirzech. "Dia adalah kakakku." Jawab Naruto.

"Kenapa kamu bersembunyi dari kakakmu ? apa kamu berbuat nakal sampai ingin bersembunyi seperti itu ?" Venelanapun yang dari tadi diam mulai penasaran dengan bocah itu.

"Aku bukan bersembunyi karena nakal, tapi kalau aku tidak bersembunyi dia akan membunuhku." Jawab Naruto yang membuat semua orang tersentak. "Apa maksudmu ?" Tanya Sirzech.

"Nagato akan memebunuhku seperti yang dia lakukan pada Uchiha yang lain kalau aku tidak bersembunyi." Dan penjelasan Naruto tadi membuat semua orang diruangan itu termasuk para maid sangat terkejut.

"Tunggu, apa maksudmu dengan Nagato membunuh Uchiha yang lain ?" Tanya Sirzech yang semakin ingin mengetahui semuanya.

"Nagato telah membunuh semua orang diclan Uchiha hingga hanya aku yang tersisa." Ucap Naruto yang mulai meneteskan air mata, dia baru saja teringat wajah ayah dan ibunya.

"Jadi clan Uchiha telah punah." Gumam Lucius dengan mata melebar, dia sungguh tidak menyangka hal ini akan terjadi, sedangkan Grayfia dialah yang terlihat paling terkejut dengan penjelasan Naruto.

"Bagaimana dengan orang tuamu ?" Tanya Venelana.

Tapi setelah mendapat pertanyaan seperti itu, Naruto hanya diam dan air matanya mulai turun dengan deras, melihat reaksi Naruto yang seperti itu semua orang disana akhirnya paham kalau kedua orang tua Naruto sudah tiada.

"Jadi itu alasanmu sampai bisa ada di kota Lilith ?" Tanya Historia yang dibalas anggukan Naruto.

"Emmm, aku sampai di kota ini sekitar 8 bulan yang lalu, aku bersembunyi disini agar aku bisa memenuhi semua pesan-pesan Tou-san." Ucap Naruto.

"Memang apa pesan Tou-sanmu ?" Tanya Sirzech.

"Tou-san ingin aku hidup dan menjadi kuat dan setelah kuat barulah aku akab membalaskan dendam clan Uchiha." Dan jawaban itu kembali membuat semua orang tersentak.

"Hei Guruku bilang kita tidak boleh dendam pada orang yang telah menyakiti kita, dia bilangitu sebuah dosa yang sangat besar." Ujar Rias secara tiba-tiba.

"Aku tidak peduli dengan semua itu, mau itu dosa atau tidak selama aku bisa membunuh Nagato aku akan melakukan segala cara, HANYA DENGAN KEMATIANNYALAH DENDAM KAMI BISA TERBALASKAN." Ujar Naruto yang diakhiri dengan teriakan bersama dengan aktifnya Sharingan satu tomoe.

Sedangkan Venelana dengan cepat langsung memeluk Naruto sambil meneteskan air mata.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


Yosh akhirnya selesai juga chap 1 untuk Remake fic kemarin, sorry banget karena malah diremake, soalnya kalau fic yang kemarin karena alurnya terlalu cepat jadinya saya benar-benar dipaksa berpikir keras buat terus mengalirkan alur ceritanya, dan itu sangat membebani pikiran dan otak bodoh saya.

Sorry juga kalau chap pertama ini membosankan soalnya ini hanya prolog, dan chap dua selanjutnya akan memasuki tahap Naruto yang sudah dewasa. dan untuk jadwal up, paling cepat seminggu sekali, tapi saya tidak janji, tapi akan saya usahakan.

Mohon maaf bila banyak kesalahan di fic ini.

In see you next chap

Bye bye.