Disclaimer © Masashi kishimoto & Ichie Ishibumi
.
.
.
Genre : Adventure & supranatural.
.
.
Don't like don't read
Happy reading
.
.
Chapter 2: Teman lama.
.
.
11 tahun kemudian.
11 tahun telah terlewati dari sejak pertemuan pertama Naruto dan keluarga Gremory, yang berarti saat ini usianya sudah menginjak usia ke 18, sudah selama itu pula Naruto telah dianggap sebagai bagian dari keluarga itu, hanya saja Naruto sendiri yang tidak menganggap mereka keluarga, dia hanya menganggap mereka orang baik yang telah menolongnya.
Saat ini disebuah sofa yang berada didekat jendela mansion keluarga Gremory, terduduk Venelana yang sedang memandang kehalaman masion Gremory, bila kita mengikuti pandangannya kita akan melihat seorang pemuda berambut kuning yang sedang berlatih bersama gurunya.
Rambut kuning spike acak-acakan, tubuh tinggi tegap dan terbentuk sangat atletis, wajah tampan dengan kulit putih yang menambah daya tarik lebih. Selama sebelas tahun ini penampilan Naruto sudah jauh berubah dengan hari pertama mereka bertemu.
Lain dengan penglihatannya, lain juga dengan pikirannya, sebenarnya saat ini pikiran Venelana menerawang jauh kemasa lalu, masa dimana Naruto hampir menganggap dia dan yang lainnya sebagai keluarga. Tapi karena orang itu, semua yang Venelana harapkan tidak pernah terjadi.
Nagato Uchiha, seseorang yang tidak Venelana kenal namun sangat dia benci, dia berpikir kalau Nagatolah yang telah menjauhkannya dari Naruto. Disaat Naruto sudah mulai melupakan dendamnya karena telah merasa mendapatkan kembali yang namanya keluarga, Nagato malah muncul kembali dengan niat untuk membangkitkan Dendam yang telah mulai menghilang dari diri Naruto.
Dan sekarang, seperti yang Venelana lihat, dari mata Naruto tidak lagi terpancar sebuah kehangatan, tidak ada lagi mata biru cerah yang membuat setiap makhluk yang memandangnya menjadi takjub akan keindahan dan ketenangan mata biru itu. Yang tersisa saat ini hanyalah mata biru yang redup, didalamnya hanya terlihat mata yang menyimpan berjuta dendam, kepedihan, penderitaan, dan ambisi.
Venelana sangat berharap kalau Naruto dapat memandang dirinya dan Lucius sebagai sosok orang tua, tapi sayang, sosok Uchiha Karin dan Uchiha Minato tetap tidak bisa dia gantikan, dia tidak bermaksud untuk menggantikan sosok mereka, tapi setidaknya dia juga ingin dipandang sebagai sosok orang tua kedua oleh Naruto.
Karena terlalu memikirkan hal itu, tak terasa air mata Venelana mulai turun dari mata violetnya, dan isakan tangis kecil mulai terdengar keluar dari bibirnya. Tapi karena terlalu larut dalam pikirannya, tubuhnya langsung tersentak disaat merasakan ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang, dan disaat dia melihat kebelakang dia dapat melihat disana seseorang yang menyandang status sebagai suaminya.
"Apa kamu masih memikirkan tentangnya Venelana ?" Gumam Lucius yang hanya dibalas anggukan kecil. "Jangan terlalu dipikirkan, kita tidak bisa memaksanya untuk mau menerima kita, yang harus kita lakukan saat ini hanyalah dengan mendukung dan membimbingnya, kita tidak boleh membiarkan dia jatuh kejalan yang akan membuatnya jauh lebih menderita." Lanjut Lucius.
Setelah mendengar ucapan Lucius Venelanapun mulai merasa suasana hatinya menjadi lebih baik. "Arigatou Anata." Ucap Venelana yang dibalas anggukan oleh Lucius.
Sedangkan dengan Rias, setelah 11 tahun ini dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dia juga berada di dunia manusia. bersama ke 4 peeragenya. Dan saat ini terlihat kalau dia sedang terduduk dikursinya sambil membaca sebuah komik, tapi apa yang dia pikirkan saat ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dia lakukan, dia memang sedang memegang sebuah komik tapi pikirannya sedang memikirkan hal yang lain.
Sudah beberapa tahun dia tidak bertemu dengang seorang Naruto, biasanya pemuda itu selalu datang mengunjunginya, tapi sudah beberapa tahun ini dia tidak pernah lagi datang kedunia manusia, bahkan disaat Rias pulang ke underworld Naruto selalu tidak ada, dan alasan yang dikatakan ibunya selalu saja "Naruto sedang berlatih".
Meski tidak memiliki hubungan darah, beberapa tahun yang dia lewati bersama Naruto telah benar-benar menanamkan rasa saling menyayangi layaknya saudara kandung. Jika saja dulu Naruto mau menjadi anggota peeragenya dan tidak memilih bergabung bersama peerage kakaknya, sudah pasti saat ini dia sedang berada disini.
Rias hanya dapat berharap saja disaat dia pulang besok ke underworld dia bisa bertemu dengan pemuda kuning itu.
.
.
.
.
.
.
.
Sedangkan dengan Naruto, dia baru saja selesai berlatih pedang bersama Souji, dan saat ini dia sedang duduk dibawah pohon rindang yang tumbuh dibelakang mansion keluarga Gremory, dia terlihat sedang merenungkan sesuatu sebelum lamunannya buyar karea kedatangan Grayfia.
"Ada apa ?" Tanya Naruto.
"Kau pasti haus jadi aku hanya ingin memberikanmu ini." Jawab Grayfia disertai dengan menyodorkan sebotol air mineral.
"Ah arigatou." Ucap Naruto sambil menerima air itu dan meminumnya, sedangkan dengan Grayfia dia memilih untuk duduk di samping pemuda itu. Dulu dia sangat terkejut saat mendengar tidak ada lagi Uchiha yang tersisa selain Naruto dan kakaknya, dia memang bukanlah Uchiha murni, sang ayah yang merupakan anggota clan Lucifuge yang ditugaskan menjadi pelayan clan Uchiha, dan ibunya yang merupakan seorang Uchiha darah murni.
Mereka saling jatuh cinta, dan layaknya cerita fiksi kisah cinta seorang pelayan kepada majikannya yang tidak direstui, itulah yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Clan Uchiha yang terkenal dengan sifat haus kekuatan dan kekuasaan serta menjungjung tinggi sebuah derajatnya tidak bisa menerima kalau salah satu dari mereka menikah dengan seorang pelayan.
Tapi meski begitu kedua orang tuanya masih kukuh dengan cinta mereka, sampai akhirnya mereka diusir dari clan Uchiha, dan akhirnya kedua orang tuanya memilih untuk menetap di kota Lilith yang berada di bawas kekuasaan Maou.
Tapi meski ayahnya hampir mengotori kehormatan clan Uchiha, hal itu tidak semata mata membuat clan Uchiha membenci clan Lucifuge, clan Uchiha hanya akan membenci mereka yang berusaha mengotori namanya.
Dan sekarang, meski Grayfia tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya, hal itu tidak akan mengubah pilihannya yang akan mengabdikan diri menjadi pelayan Naruto selaku Uchiha terakhir, dia tidak menyalahkan clan Uchiha atas diusirnya kedua orang tuanya, karena menurut Grayfia itu merupakan sebuah pengorbanan untuk perasaan cinta orang tuanya.
"Apa kamu sudah memutuskan untuk menjadi highclass devil ?" Ucap Grayfia yang pertamakali memulai pembicaraan.
"Entahlah itu semua tergantung dengan jutsu yang saat ini kupelajari, aku akan meminta kenaikan menjadi highclass devil kalau jutsu ini sudah selesai." Jawab Naruto sambil kembali meneguk air yang di diberikan Grayfia. "Sabarlah untuk sedikit lebih lama lagi, meski aku belum memilikinya, bidak Queenku nanti akan kupastikan itu menjadi milikmu." Lanjut Naruto yang membuat Grayfia tersenyum.
"Arigatou." Ucap Grayfia yang diabalas anggukan.
"Tapi aku hanya heran apa yang membuatmu begitu ingin menjadi peerageku ?" Ucap Naruto yang memberitahukan kebingungannya.
"Tentu saja sebagai anggota Lucifuge, aku harus melayanimu dan menuruti semua keinginanmu yang merupakan seorang Uchiha berdarah murni." Jawab Grayfia menjelaskan alasan dibalik keinginannya menjadi peerage Naruto, dan beberapa tahun yang lalu, Grayfia menceritakan tentang ayahnya yang berasal dari clan Lucifuge yang melayani clan Uchiha, dan ibunya yang seorang Uchiha murni.
"Jadi kau ingin melayani dan menuruti semua keinginanku ?" Tanya Naruto dengan pelan sambil melirik Grayfia dari ekor matanya, dan Grayfiapun hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Naruto. "Kau yakin apapun itu ?" Tanya Naruto kembali sambil beranjak dan mulai mengurung tubuh Grayfia dibawah tubuhnya.
"N-naruto apa yang kau lakukan ?" Tanya Grayfia dengan nada yang bergetar, tapi bukannya menjawab Naruto malah mendekatkan wajahnya kearah wajah gadis itu, semakin dekat dan terus semakin dekat hingga akhirnya kedua bibir mereka bertemu, saling melumat dan berusaha saling mendominasi, dan dari ciuman itu Naruto hanya merasakan rasa manis dari bibir kenyal Grayfia begitupula yang Grayfia rasakan, dia tidak menyangka ciuman pertanya akan dia berikan kepada Naruto, yah meski rencananya dia akan memberikannya juga pada Naruto tapi dia pikir ini terlalu cepat dari rencananya.
"Enghhhh Naruto berhenti." Ucap Grayfia disaat merasakan sebuah tonjolan dibalik celana Naruto yang mengenai daerah kewanitaannya.
"Ha'i ha'i snow princess." Ucap Naruto yang mulai kembali bangkit, tapi dia juga menarik Grayfia untuk duduk dipangkuannya sambil menghadap kearah Naruto, setelah itu Narutopun kembali menyandarkan tubuhnya kearah pohon sambil terus mengelus surai putih Grayfia yang menyembunyikan wajahnya didada bidang Naruto.
"Rasanya sangat manis dan kenyal Grayfia, aku tidak menyesal memberikan ciuman pertamaku padamu." Ujar Naruto sambil tersenyum tipis. "Oh iya apa itu juga ciuman pertamamu ?" Tanya Naruti dengan nada yang terdengar sangat antusias.
"Baka, tentu saja itu juga ciuman pertamaku." Ucap Grayfia memukul dada Naruto dengan pelan sambil mendongakan kepalanya menatap wajah rupawan pemuda Uchiha itu.
"Sumanai karena telah mengambilnya." Ucap Naruto dengan pelan.
"Tidak apa-apa." Ucap Grayfia sambil membuang muka kesamping. " Lagipula aku juga berencana memberikannya padamu." Lanjut Grayfia dengan suara sekecil mungkin, tapi dikarenakan pendengaran Naruto yang sangat tajam otomatis membuat pemuda itu tersenyum karena mendengar apa yang Grayfia katakan.
"Nee jadi apa maksud dari merencanakannya untuk diberikan padaku itu ? kau berniat memberikannya pada pedendam sepertiku ?" Tanya Naruto dengan santai.
Grayfiapun menangkup kedua pipi Naruto dengan tangan putihnya. "Mau kau pedendam atau bukan, itu tidak akan mengubah untuk apa yang hatiku rasakan." Jawab Grayfia yang kembali menyatukan bibir mereka. "Karena aku mencintaimu." Ucap Grayfia setelah mengakhiri ciumannya yang membuat mata Naruto membulat karena terkejut.
.
.
.
.
Sementara itu disebuah desa kecil yang ada di perbatasan antara dua golongan iblis, terlihat sebuah desa yang sudah hancur lebur dengan asap yang membungbung tinggi yang menandakan kalau desa itu baru saja diserang.
"Hoi hoi padahal dewa Jashin masih menginginkan korban tapi semua orang didesa ini sudah mati, haaaaaah hoi Kakuzu ayo kita pergi dan mencari korban lain." Ucap seorang pria berambut putih klimis kepada rekannya yang memakai masker.
"Diamlah zombie sialan, pertama-tama kita harus menukarkan kepala orang ini terlebih dahulu." Ucap pria bernama Kakuzu sambil menengteng sebuah kepala yang merupakan kepala salah satu penduduk.
"Cih selalu saja seperti ini." Gumama kecil pria klimis itu dengan ekspresi sebal.
"Cepat jalan Hidan, dan bawa juga kepala yang satunya lagi." Ucap Kakuzu yang telah berjalan lebih dahulu meninggalkan Hidan yang terlihat ogah-ogahan menengteng sebuah kepala.
Setelah itu mereka berduapun mulai berjalan menjauh dari tempat itu menuju ketempat yang menjadi tempat penukaran kepala, meski Hidan tidak menginginkannya tetap saja dia tidak bisa memaksakan apa yang dia inginkan kalau sedang menjalankan misi dengan Kakuzu, kalau dia nekat melakukannya sudah dipastikan kalau kepalanya akan terpisah dari tubuhnya, dan lebih sialnya lagi hanya Kakuzu yang bisa menyatukannya kembali.
Sementara itu kembali kedesa yang hancur tadi, terlihat diatas sebuah pohon yang jauh dari Hidan dan Kakuzu berdiri seorang pemuda berambut kuning yang kita tahu bernama Naruto (untuk pakaian Naruto bayangkan saja pakaian yang digunakan Xeniel di AOV dengan skin interstellar council tapi tanpa helm dan benda yang mirip sayap).
Setelah merasa kedua orang itu telah pergi jauh, Narutopun mulai turun kebawaha dan mulai berjalan memeriksa keadaan desa yang telah hancur itu. Awalnya setelah selesai berlatih dan sedikit kisu kisu bersama Grayfia, dia tiba-tiba saja merasakan sebuah pancaran kekuatan yang lumayan kecil berasal dari sini, dan setelah datang dia benar-benar dibuat terkejut dengan semua yang dia lihat, dia tidak menyangkan dua orang itu bisa menghancurkan sebuah desa.
"Siapapun mereka, kalau mereka bisa melakukan semua ini itu sudah menjelaskan seberapa berbahaya kemampuannya." Gumam Naruto yang tidak habis pikir akan kekuatan yang dimiliki dua orang tadi.
Setelah sekitar 1 jam berjalan Naruto tidak berhasil menemukan sesuatu yang menarik atau seseorang yang masih hidup, setelah lelah untuk terus berjalan diapun memutuskan untuk kembali sampai akhirnya matanya melihat sesuatu yang membuatnya harus menghentikan niatnya.
Sedikit agak jauh dari Naruto terlihat sesosok gadis berambut ungu panjang yang terlihat berusaha merangkak kearahnya sampai akhirnya dia terlihat tidak lagi bergerak, sedetik setelah melihatnya Naruto langsung pergi untuk menghampiri gadis itu.
Setelah sampai di dekat gadis itu, Naruto langsung membalikan gadis itu dan memeriksa keadaannya, dapat Naruto rasakan aliran darah yang masih terasa dileher gadis itu yang menandakan kalau dia masih hidup, Narutopun segera menggendong gadis itu dengan bridal style dan mulai menghilang ditelan lingkaran sihir khas Gremory.
Sementara itu di mansion Gremory, ruang keluarga yang dihiasi ketenangan dengan Venelana dan Lucius yang terlihat sedang membaca sebuah buku ditangan mereka masing-masing, tapi seketika ketenangan itu berakhir dengan munculnya lingkaran sihir yang memunculkan Naruto bersama seorang gadis digendongannya, dan sontak hal itu membuat Venelana dan Lucius terkejut.
"Naruto-kun siapa yang kau bawa ?" Tanya Venelana dengan cepat.
"Nanti akan aku jelaskan, aku minta tolong untuk cepat telpon dokter pribadi clan Gremory." Jawab Naruto dengan nada sedikit panik.
"Baiklah aku akan segera menelpon dokter, kalian cepat bawa gadis itu kekamar." Ucap Lucius dengan cepat sambil segera menganbil telpon rumah.
Sementara itu Naruto dan Venelana dengan cepat membawa gadis tadi kesebuah kamar dan mulai membaringkannya, dan disana Venelana bisa melihat keseluruhan gadis itu, rambut ungu panjang dengan wajah yang memepesona, apalagi ditambah bentuk tubuh yang sempura menjadi nilai plus untuk penampilannya.
Sedangkan Naruto dia lebih memilih untuk duduk disofa yang ada dikamar itu, pernapasannya berpacu lumayan cepat dari tadi, sedangkan Venelana dia duduk di ranjang yang ditempati gadis itu.
Dan disaat Naruto sedang menormalkan pernafasannya, dia dikejutkan oleh Grayfia ysng sudah berdiri disamping dirinya dengan tatapan tajam yang diarahkan kepadanya, dan dari tatapan Grayfia Naruto sudah tahu apa yang membuat gadis itu menatapnya dengan tajam, diapun segera membawa Grayfia keluar dan terlebih dahulu meminta izin kepada Venelana.
Setelah keluar dari kamar itu Naruto langsung menarik Grayfia kekamarnya, dan setelah sampai Naruto langsung menutup pintu dan mulai mendekat kearah gadis Lucifuge itu.
"Oi oi ada apa dengan tatapan itu Grayfia-chan ?" Tanya Naruto sambil memeluk pinggang Grayfia.
"Aku dengar dari Lucius-sama kau membawa seorang gadis, siapa dia ?" Tanya Grayfia dengan nada datar.
"Entah aku menemukannya disebuah desa yang hancur, sepertinya desa tempat dia tinggal baru saja diserang, dan setelah memeriksa segala penjuru desa aku hanya menemukan kalau dia yang masih hidup jadi aku hanya berniat menolongnya saja." Narutopun mulai menjelaskan kronologinya pada Grayfia, harus Naruto akui setelah mereka berciuman di bawah pohon Grayfia terlihat mulai memiliki rasa overprotektip padanya, tapi harus dia akui juga kalau dia menyukai hal itu.
"Ayolah jangan takut seperti itu, kau akan tetap menjadi yang pertama Grayfia-chan." Ucap Naruto yang langsung mencium bibir tipis Grayfia, dan hanya sebatas menempelkannya saja setelah itu dia kembali menarik wajahnya dan mulai mendekap Grayfia dengan erat. "Sudahlah kembali tenangkan pikiranmu, jangan terlalu berpikiran yang tidak-tidak." Lanjutnya yang dibalas anggukan oleh Grayfia.
Setelah itu merekapun meninggalkan kamar Naruto untuk kembali melihat gadis yang dibawa Naruto tadi, dan disaat mereka sudah dekat dengar kamar yang ditempati gadis itu, Naruto melihat seorang dokter yang baru saja keluar dari kamar itu dan berjalan pergi.
Disaat Naruto sudah masuk kembali kedalam, dia bisa melihat kalau Lucius, Sirzech dan Historia telah berada didalam kamar itu, disaat semua pandangan tertuju padanya Narutopun menghampiri keempat orang itu untuk menjelaskan semuanya.
"Jadi Naruto bisa kau jelaskan semuanya ?" Tanya Sirzech dengan serius.
"Ha'i, tadi setelah selesai berlatih aku merasakan pancaran energi chakra yang terasa lumayan bergejolak, aku merasa penasaran karena kalau itu berasal dari negri elemental tempat para iblis golongan shinobi tinggal pasti tekanannya tidak akan terasa karena jaraknya terlalu jauh, jadi aku pikir pasti ada orang lain yang bisa menggunakan chakra dan tempatnya tidak terlalu jauh." Narutopun menjeda ceritanya untuk sekedar menarik nafas.
"Dan ternyata tempat itu merupakan sebuah desa yang berada di daerah perbatasan tempat golongan ini dan negri elemental, setelah aku sampai desa itu telah hancur, dan aku berasumsi kalau dua pria berpakaian hitam dengan lambang awan merahlah yang menjadi penyebabnya, dan semua itu terlihat dengan bukti sebuah kepala yang mereka bawa, dan setelah memeriksa seluruh desa aku hanya menemukan gadis ini yang terlihat masih hidup, jadi aku membawanya kemari untuk mengobatinya." Setelah itu Narutopun mengakhiri ceritanya, dan dapat dia lihat semua orang mengangguk mengerti.
"Menurut dari ceritamu terasa sedikit berlibihan kalau dua orang bisa menghancurkan dan membantai satu desa." Ucap Sirzech sambil memasang pose berpikir.
"Awalnya aku juga berpikir seperti itu, tapi dikarenakan disana hanya ada mereka berdua jadi aku hanya berasumsi kalau kekuatan mereka bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Dan bila ternyata mereka berasal dari sebuah oraganisasi kalau dilihat dari pakaiannya, harus diakui kalau organisasinya mungkin sangatlah berbahaya." Jawab Naruto dengan nada yang sangat serius.
"Apa yang dikatakan Naruto sangat masuk akal Sirzech, sebaiknya kau mendiskusikan masalah ini dengan maou lain karena ini juga menyangkut rakyat kalian yang dibantai oleh makhluk yang tidak dikenal, dan bila mereka benar-benar berasal dari sebuah organisasi, mereka bisa saja mengancam kita dikemudian hari." Ucal Lucius yang ikut masuk kepembicaraan anaknya.
"Baiklah aku akan kembali kekantor, dan sebaiknya jangan membawa seorang gadis secara tiba-tiba kalau kau tidak ingin dibekukan." Ucap Sirzech sambil menepuk pundak Naruto dan melihat kalau tangan pemuda itu terus mengenggam tangan Grayfia.
"Heh bilang saja kalau kau hanya iri." Balas Naruto sambil tertawa mengejek.
"Cih dasar." Dan setelah itu Sirzechpun menghilang dengan diikuti oleh Historia.
.
.
.
.
"Engggh." 30 menit setelah Sirzech pergi Naruto, Venelana, Grayfia dan Lucius dikejutkan oleh lenguhan yang berasal dari gadis yang diselamatkan oleh Naruto. Melihat hal itu Venelana langsung memberikan air unuk diminum gadis itu. "Ini minumlah." Gadis itupun mulai meminum air yang diberikan Venelana, dan setelah itu diapun kembali berbaring.
"Siapa namamu ?" Tanya Venelana dengan lembut.
"Namaku Yubelluna, arigatou telah menolongku." Jawab gadis itu yang tenyata bernama Yubelluna. sedangkan untuk Naruto, dia terlihat sangat terkejut saat Yubelluna memberitahu namanya.
"K-Kau Yubelluna ? Yubelluna alert ?" Tanya Naruto denga nada yang bergetar.
"Iya bagaimana kamu bisa tahu ?" Jawab dan tanya Yubelluna.
"Apa kau sudah lupa ? ini aku Naruto Uchiha." Jawab Naruto yang membuat semua orang kebingungan dengan tingkahnya, tapi tidak bagi Yubelluna, dia benar-benar terkejut saat mengetahui kalau pemuda itu bernama Uchiha Naruto. "Bagaimana dengan Tanjirou-san ? Silvana Kaa-san ? Zill Ototu-san ?" Tanya Naruto berturut-turut.
Sedangakan disisi Yubelluna, gadis itu terlihat menundukan kepalanya dan tidak berselang lama air mata kembali membasahi pipinya, dan bagi Naruto reaksi itu sudah cukup untuk menjawab segala pertanyaannya dan hal itu hanya bisa membuat Naruto jatuh berlutut dengan mata yang melebar dan air mata yang mengalir dari iris biru kelamnya. sekelebat dia melihat bayangan 2 orang pria yang sangat baik menawarkan tempat tinggal untuknya bersama seorang wanita yang ingin mengangkatnya menjadi anak.
Memori-memori lama terus saja berputar didalam otak Naruto, diapun kembali berusaha bangkit dan mulai mendekat kearah Yubelluna, dan setelah dia duduk diatas kasur diahadapan Yubelluna, dia langsung menarik tubuh gadis itu dan mendekapnya dengan erat.
"Sumanai." Ucap Naruto yang membuat semua orang kembali dibuat kebingungan, terutama Grayfia yang terlihat bingung bercampur cemburu.
"Naruto-kun bisa kamu jelaskan semua ini ?" Tanya Venelana, Narutopun mulai melepaskan pelukannya pada Yubelluna dan mulai menghadap kearah Venelana.
"Dulu sebulan setelah aku lari dari negri elemental aku singgah sebentar disebuah desa bernama Fukori, disana aku tinggal selama beberapa minggu sebelum akhirnya kembali lari lagi sampai akhirnya aku berada di kota Lilith. Di desa Fukorilah aku bertemu dan berteman dengan Yubelluna, aku juga sangat dekat dengan kedua orang tuanya dan seorang pengrajin kayu disana, disaat tadi aku pergi kedesa itu, aku memang merasa tidak terlalu asing dengan tempat itu, dan untuk Yubelluna sendiri, penampilannya sangat berbeda dengan yang dulu mangkanya aku sempat tidak mengenalinya." Semua orangpun akhirnya mengangguk setelah mendengarkan penjelasan dari Naruto terutama Grayfia yang menghela nafas lega.
"Nah sekarang Yubelluna, katakan padaku siapa yang telah melakukan semua itu ?" siapa yang telah menghancurkan desa Fukori ?" Tanya Naruto pada Yubelluna dengan nada sangat serius.
"Aku tidak tahu, yang kutahu merka hanya memakai jubah hitam dengan gambar awan merah, sedangkan namanya mereka tidak menyebutkan nama masing-masing selain menyebut satu sama lain dengan sebutan zombie." Jelas Yubelluna yang membuat Naruto kembali melebarkan matanya.
'Sialan apa yang dia pikirkan sampai menghancurkan desa itu, bukankah itu sangat melenceng dengan apa yang ditargetkan oleh mereka.' Batin Naruto. "Apa kau tahu tujuan mereka ?" Lanjut Naruto kembali bertanya.
"Mereka mencarimu." Dan jawaban itu berhasil membuat semua orang sangat terkejut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
Hei hei hei hei, hallo mina-san jumpa lagi bersama natsu, nah allhamdulilah kali ini bisa up tepat waktu, ini saya bela belain ngetik dari jam 1 malam soalnya saya cuma punya kuota malam saja.
Nah untuk chapter ini masih saya buat santai saja dulu sebelum ke scen fightnya, dan disini saya akan membuat naruto mempunyai sikaf playboy, meski dia pendendam saya tidak terlalu menyukai sikap pedendam yang monoton, kebanyakan pasti hanya dendam yang dipikirkan, sedangkan saya ingin membuat sesuatu yang baru buat diri saya sendiri.
Soalnya kalau balik menonton ujian chunin dulu, meski sasuke seorang pedendam dia tetap merasa marah kalau ada yang menyakiti temannya, dan hal itu diperlihatkan disaat dia mematahkan tangan zaku, jadi pedendam tidak selamanya dan sepenuhnya dark.
Untuk pairnya, nanti naruto akan bermain dengan banyak wanita biasa namanya juga playboy, tapi meski begitu untuk pairnya saya berencana buat harem tapi tidak lebih dari tiga heroin.
disini saya juga ingin meminta saran, apakah Naruto lebih baik buat peerage sendiri atau masuk peerage Rias, tolong sarannya senpai soalnya dua pilihan itu memiliki satu jalur yang sama, saya hanya ingin tahu mana yang lebih baik digunakan.
Ok hanya itu saja yang mau saya sampaikan, mohon maaf bila banyak kekurangannya.
In see you next chap.
Bye bye
