Disclaimer © Masashi kishimoto &ichie ishibumi

.

.

.

Pair : Naruto.U x Grayfia.L x Yubelluna x ...

.

.

.

Genre : adventure & supranatural

Don't like don't read.


Chapter 4 : Kalianlah prajuritku

.

.

Pagi hari yang sangat cerah di dunia manusia.

Saat ini didalam villa Gremory sudah terlihat para peerage Rias yang sedang melakukan sarapan pagi sebelum mereka memulai lagi latihannya, minus kiba yang memulai latihannya lebih awal.

.

.

.

SLASH

BRAKK

BRAKK

Tidak jauh dari mansion clan Gremory, terlihat banyak sekali pohon yang tumbang dengan bekas potongan yang sangat halus, hal itu menunjukan kalau sipenebang benar-benar ahli dalam penggunaan jenis senjata tertentu.

Dan disebuah batu besar terlihat seorang pria muda yang sedang terduduk sambil memakan sebuah rame cup, dan bila kita melihatnya lebih dekat lagi kita bisa melihat seorang Kiba yuuto, knight dari peerage Rias Gremory.

Setelah bangun pagi tadi Kiba langsung memilih latihan mendahului rekannya yang lain dan berbekal dengan sebuah rame cup untuk sarapan diapun memulai latihannya seperti yang kita lihat sekarang. Bila ditanya apa alasan seorang Kiba bisa bersemangat adalah karena sebuah janji yang telah dia ucapkan, maka dari itu apapun yang terjadi dia harus bisa menepatinya.

Kiba tahu bukan hal yang mudah untuk menepati janji itu saat ini, terlebih mungkin orang itu sudah lupa akan janji yang Kiba buat apalagi ada orang lain yang jauh lebih hebat dari Kiba. Tapi meski begitu, menyerah bukanlah pilihan Kiba karena dia tahu dia bisa menepati janji itu kalau berlatih 500 kali lipat melebihi dirinya yang dulu.

Dan setelah dia menyelesaikan sarapannya, kiba kembali turun dari batu itu dan kembali memulai sesi latihannya. Tapi disaat Kiba baru saja mau memulainya sebuah suara langsung menghentikannya.

"Ya ampun aku sudah mencarimu kemana-mana ternyata kau ada disini Yuuto." Ucap orang itu yang mulai berjalan mendekati Kiba." Kenapa kau melakukan latihan lebih dulu dari jadwal yang telah dibuat ? ditambah kau suka berlatih lagi disaat yang lainnya makan malam." Lanjut orang itu.

"Itu karena aku memiliki sebuah janji padamu, Buchou." Jawab Kiba pada orang tadi yang ternyata dia adalah Rias.

"Ehh." Dan Riaspun hanya memberikan respon seolah dia bingung, ya memang itulah kenyataannya, Rias sudah lupa akan janji yang kiba buat.

"Beberapa tahun yang lalu disaat aku baru tahu kalau aku dibangkitkan kembali olehmu aku pernah berjanji bukan ?" Dan setelah mengingat-ingat sebuah ingatan kecilpun langsung terlintas dikepalanya.

Flashback

Disebuah rumah yang sangat besar, bila kita lebih masuk lagi kedalam kita bisa mengetahui kalau disana terdapat banyak sekali ruangan, dan salah satunya adalah ruangan pribadi milik sang putri bungsu dari pemilik rumah itu.

Disa berdiri dua orang berbeda gender seorang gadis dan seorang laki-laki yang terlihat lebih muda dari sigadis. Ya, mereka adalah Rias dan Kiba.

"Arigatou telah menyalamatkanku, Rias Buchou." Ucap Kiba sambil berlutut layaknya seorang kesatria.

Riaspun berjalan menghampiri kiba yang masih berlutu. "Sama-sama Yuuto tapi aku ingin kamu membantuku dimasa yang mendatang, yah mungkin ini terkesan aku lebih memanfaatkan dirimu ta-"

"Tidak apa-apa, kamu bisa menggunakanku untuk segala hal, lagipula hanya itu yang bisa kulakukan untuk membalas kebaikanmu." Potong Kiba dengan cepat.

Riaspun menurunkan tubuhnya sehingga sejajar dengan Kiba dan mulai membawa tangannya untuk mengelus surai pirang milik pemuda itu. "Arigatou kalau begitu."

"Ha'i, lagipula aku berjanji padamu kalau aku tidak akan membiarkan penderitaan menyentuhmu sedikitpun, aku berjanji kalau aku akan menepatinya meski harus mengorbankan nyawaku." Seberapa keraspun Rias mencari kebohongan, Dia hanya bisa melihat sebuah kejujuran yang sangat besar dari mata Kiba, setelah melihat sebesar itu keinginan knightnya, diapun membawa kedua tangannya untuk merengkuh tubuh yang sedikit lebih kecil darinya kepelukan hangat yang dia berikan.

"Aku tunggu janji itu kau tepati." Gumam Rias yang bisa didengar oleh Kiba, dan sebuah senyumpun terlukis dibibir seorang Kiba Yuuto. "Ha'i aku berjanji." Balas kiba yang membuat pelukan Rias makin mengerat.

Flashback off

Seketika Riaspun langsung terdiam saat dia mengingat kembali kilas balik saat dia membangkitkan Kiba, dia tidak menyangka kalau apa yang kiba katakan merupakan sebuah kesungguhan, jujur dia merasa sangat bersalah telah meragukan janji itu.

"Apa alasanmu untuk melakukan semua itu, Yuuto ?" Sekarang Rias harus memastikan apa yang mendasari knightnya mengucapkan janji seperti itu.

"Karena bila aku telah membalaskan kematian saudaraku, aku tidak akan punya apa-apa." Ucap Kiba dengan kepala tertunduk. "Aku tidak akan lagi punya tujuan hidup, tapi setelah aku mengingat apa yang telah kamu lakukan padaku membuatku menyadari satu hal, kalau alasanku tetap hidup adalah dirimu Rias." Lanjut Kiba yang membuat Rias sangat terkejut, jujur dia tidak tahu kalau pandangan Kiba seperti itu, terlebih Rias kembali mendengar seseorang menyebutnya "Rias", bukan Buchou, atau juga Ojou-sama, dan itu memberikan satu lagi kebahagiaan dalam hidupnya.

"Sama seperti kamu yang tidak membiarkan aku mati dengan tidak tenang karena tidak bisa membalaskan dendamku, aku juga ingin membuat hidupmu sebahagia mungkin dan tidak akan membiarkanmu hidup dalam penderitaan." Ucap Kiba.

Riaspun mulai melangkah kehadapan Kiba dengan kepala tertunduk menyembunyikan ekspresi wajahnya. "Apa karena aku adalah majikan yang telah membangkitkanmu ?" Ucap Rias.

"Entahlah, aku tahu sudah menjadi kewajibanku membantumu selaku majikanku, tapi ada seseuatu yang lain yang tidak kumengerti yang membuatku ingin melakukan hal itu, tapi setelah ku berbicara dengan Naruto-san dia mengatakan pendapatnya." Ucap Kiba yang membuat Rias mulai melihat wajah pemuda itu yang sedikit lebih tinggi darinya. "Kalau dirimu merupakan sesuatu yang sangat berharga untuku."

Rias tidak bisa lagi mungucapkan kata-kata setelah mendengar itu semua, tanpa sadar air mata mulai turun dari mata kanannya, tapi dengan cepat Kiba menghapus air mata itu. "Simpan air mata itu untuk kemenangan kita nanti Buchou." Ucap Kiba dengan senyuman khasnya.

"Baka, tolong jangan panggil aku seperti itu saat kita sedang berdua." Pinta Rias sambil menundukan kepalanya.

"Ha'i Rias." Ucap Kiba yang membuat Rias menatapnya sambil tersenyum, diapun langsung memeluk pemuda itu sambil mengecup pipi Kiba. "Itu hadiah karena tidak memandangku sebagai Seorang Gremory." Ucap Rias.

"Waw waw aku tidak menyangka kedatanganku disambut sebuah adegan romansa, ternyata kau sudah dewasa ya Rias." Adegan romansa itupun langsung terhenti disaat kedatangan seornag pemuda berambut kuning dengan pakaian tukedo putih yang seperti jubah (Pakaian xeniel).

"Naruto, bukankah kau akan datang besok ?" Tanya Rias sangat terkejut karena kedatangan Naruto yang tiba-tiba.

"Kerja bagus Kiba, akhirnya kau mempu juga berbicara seperti itu kepada sitomat." Ucap Naruto yang mendapatkan suara tawa kikuk dari Kiba dan tatapan tajam dari Rias.

"Sudah kubilang jangan panggil diriku dengan sebutan itu." Ucap Rias terengah-engah karena barusaja melemparkan power of destructionnya kearah Naruto yang mampu dihindari dan berakhir menabrak pohon.

"Hoi hoi Rias ternyata kau lebih agresif sekarang, Kiba kau harus punya insting dan stamina untuk menghadapinya diatas ranjang." Ucap Naruto dengan muka inosennya, dan mendapatkan kedua orang itu berdiri mematung dengan muka memerah.

"Tapi sebelum itu, kau harus berlatih keras dulu. karena aku rasa aku akan sedikit lebih lama disini dan membantu pelatihanmu Kiba." Ujar Naruto dengan seringai.

"Arigatou Naruto-san." Ucap Kiba sambil membungkuk, baginya ini adalah kesempatan langka bisa dilatih oleh seorang iblis yang terkenal sangat jenius.

"Apa yang ingin kau ajarkan padanya ?" Tanya Rias.

"Ya sesuatu seperti hiraishin mungkin." Jawab Naruto sambil berjalan kearah villa meninggalkan dua orang yang terkejut dibelakangnya. Rias dan Kiba sangat tahu apa itu tekhnik bernama hiraishin, sebuah tekhnik perpindahan dimensi yang sangat cepat dan digunakan untuk bertarung, sesorang yang menggunakan tekhnik ini adalah iblis dari golongan shinobi yang menjadi yondaime hokage, Minato Namikaze.

"Apa anda bersungguh-sungguh Naruto-san ?" Tanya Kiba setelah dia dan Rias menyusul pemuda itu.

"Hn, tapi kalau kau tidak mau aku-"

"Aku mau." Potong Kiba dengan cepat secepat perpindahan hiraishin.

"Baiklah Nanti akan aku ajarkan." Ucap Naruto yang membuat Rias dan Kiba tersenyum.

Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Naruto, Kiba, dan Rias sampai juga di villa Gremory dapat dilihat disana sudah ada Koneko, Asia, Issei, dan Akeno. Setelah sampai disana Narutopun langsung memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan Namaku Uchiha Naruto, mantan pawn dari Sirzech Lucifer." Ucap Naruto yang membuat Asia dan Issei mamandang kagum dirinya.

"Apa maksudnya dengan mantan pawn ? apa Naruto-san seperti iblis liar ?" Dan pertanyaan polos langsung keluar dari Asia Argento yang membuat semua orang memandang bingung padanya.

"Bukan seperti itu Asia, sama seperti yang pernah ku katakan kepada Issei, kalau dia sudah menjadi kuat dia bisa menjadi Highclass devil dan memiliki peeragenya sendiri, bagitu juga dengan Naruto, kemarin dia baru saja diresmikan sebagai highclass devil yang berarti di sudah tidak lagi dalam peerage maou Lucifer tapi memiliki peerage sendiri." Ucap Rias yang melihat semua anggotanya memandang takjub pada Naruto.

"Oh iya aku ingin tahu siapa yang menjadi queenmu, Nee-sama bilang kau memiliki dua queen." Tanya Rias setelah beberapa saat.

"Mungkin akan lebih mudah kalau aku memperkenalkan mereka berdua." Ucap Naruto yang langsung menghubungi Grayfia dan Yubelluna, dan setelah beberapa saat sesuatu semacam black hole tiba-tiba tercifta disana dan memunculkan dua wanita cantik yang merupakan selera dari sang hyudou.

"Perkenalkanlah mereka adalah queenku, Grayfia Lucifuge dan Yubelluna Alert (Nama marganya ngarang soalnya gak tahu marga Yubelluna itu apa)." Ucap Naruto dan dibarengi dengan membungkuknya kedua queen miliknya.

'Dua wanita yang seperti milf, aku yakin sepanjang hari dia tidak melepaskan tangannya dari itu, o..Oppai itu...Be..Besar...Hah...Hah...Hah...' Batin Iseei dengan tangan bergerak seperti meremas sesuatu yang mendapatkan pandangan aneh dari teman-temannya, dan tatapan jijik dari Grayfia dan Yubelluna sambil menutup kedua dada mereka dari pandangan Issei.

"Ada apa dengan anak itu Rias ?" Tanya Naruto yang sweatdroop melihat tingkah Issei.

"Haaaah dia bermimpi jadi raja harem, mungkin dia semakin termotivasi olehmu yang memiliki queen secantik mereka." Ujar Rias dengan suara lesu.

"Haaaah sungguh sangat aneh, kalau dalam pertarungan aku yakin dia akan menjadi yang pertama kali kalah." Ujar Naruto. "Hoi sekiryuutei." Lanjut Naruto memanggil inang dari D'draig.

"Apa ?" Tanya Issei sambil mngalihkan pandangannya dari oppai Grayfia dan Yubelluna.

"Apa tujuanmu sekarang setelah kau menjadi iblis." Tanya Naruto dengan nada yang sangat datar.

"Uooh tentu saja aku ingin menjadi harem king huohahaha hahaha hahaha." Ucap Issei dengan penuh semangat dan ekspresi mesum membayangkan dirinya dikelilingi oleh banyak wanita, dan Rias hanya bisa menepuk dahinya melihat hal itu dan melihat ekspresi Naruto. 'Gawat.'

"Souka, apa dalam pertarungan kau juga masih bermimpi hal seperti itu." Tanya Naruto.

"Tentu saja, memangnya ada yang salah ?" Tanya balik Issei setelah merasa aneh dengan pertanyaan Naruto.

"Heh, mungkin aku harus mengatakan ini sebelum kau mati." Ucap Naruto yang membuat semua orang terkejut minus Rias dan kedua queen Naruto. "Dunia ini sangatlah keras dimana kekuatan dijungjung sangat tinggi melebihi derajat semua makhluk, tidak perduli seperti apa latar belakangmu kalau kau kuat kau akan dihormati dan ditakuti oleh musuhmu, dan kau tahu apa yang membuat mereka kuat ? itu adalah impian, tujuan, atau bisa disebut juga ambisi. Dan harus kukatakan untuk ukuran makhluk yang masuk kedalam konflik supranatural tekadmu adalah yang terburuk." Ujar Naruto dengan tatapan yang sangat dingin dan berhasil membuat Issei tersentak.

"Hoi apa maksudmu ? ah aku tahu mungkin itu karena kau tidak bisa menyentuh oppai mereka jadi kau tidak lagi berminat jadi harem king kan ? keh kau tidak bisa membohongiku, wajah ikemen sepertimu itu biasanya seorang playboy seperti Riser." Balas Issei yang merasa impiannya direndahkan.

Narutopun berbalik kearah pintu villa itu. "Ingatlah baik-baik, suatu hari nanti kau akan bertemu dan bertarung dengan seseorang yang memiliki impian atau ambisi seperti menguasai dunia, ingin menghancurkan dunia, ingin menjadi yang terkuat, menginginkan balas dendam, atau yang ingin mengubah dunia. Dan disaat itu kau akan mengetahui sebesar apa perbedaan yang tercipta antara kekuatan mereka yang berasal dari ambisi yang sangat besar, dan dirimu yang memiliki kekuatan rata-rata yang berasal dari ambisi bodohmu." Ujar Naruto yang mulai berjalan.

"Kau tidak tahu apa-apa tentangnya gaki, jadi aku rasa kau terlalu berlebihan dalam mengejek impian inangku, kau harus tahu kalau impiannya itulah yang berhasil membuatnya menguasai kekuatanku, walau tidak sepenuhnya tapi untuk pemula di dunia supranatural itu merupakan sesuatu yang bagus." Ujar D'draig membela partnernya, dan hal itu mengundang tatapan haru dari Iseei.

"Kau telah hidup lebih lama dariku D'draig jadi kau pasti sangat mengerti tentang apa yang aku katakan, aku tidak bermaksud merendahkan impiannya tapi aku ingin mengubahnya sebelum dia mati disaat bertarung dengan orang-orang yang kukatakan tadi." Lanjut Naruto yang menghentikan langkahnya, dan ucapannya berhasil membuat Rias tersenyum, mungkin dengan kehadiran pemuda Uchiha itu bisa sedikit demi sedikit mengubah pola pikir bidaknya yang masih belum serius terjun kedua supranatural.

"Kalau begitu aku ingin tahu apa tujuanmu ? apa kau ingin menjadi yang terkuat ? atau kau ingin menguasai dunia ?" Tanya Issei dengan ekspresi sangat kesal.

Narutopun menatap Issei dari ekor matanya, dan tiba-tiba semilir angin yang membawa dedaunan pohonpun berhasil menggoyangkan rambut pirang Naruto seperti memberi kesan dramatis ditambah tatapan yang sangat dingin dari mata birunya. "Balas dendam, itulah tujuanku selama ini."

Jujur Itu bukanlah sebuah jawaban yang Issei perkirakan, dan dalam semilir angin dan jatuhnya dedaunan dia melihat sosok Naruto yang sangat keren dengan diapit dua wanita cantik sebelum akhirnya masuk kedalam mansion.

"Apa sekarang kau mengerti Issei ?" Tanya Rias yang membuat semua orang menatapnya bingung termasuk Issei. "Dulu saat aku pertama kali bertemu dengan Naruto dia hanyalah anak kecil yang hidup sendririan dijalanan, dia bertahan hidup dengan cara mencuri dari pedagang, kau tahu apa yang membuatnya terus bertahan meski hidupnya sulit ? itu karena dia memiliki sebuah tujuan yang sangat kuat, tujuan itu berhasil membawanya dari seorang anak kecil yang menyedihkan, menjadi sosok yang sangat dikagumi karena kekuatannya, di Underworld dia dikenal sebagai pawn terkuat. Jadi apa sekarang kau mengerti ? sesorang yang kuat berasal dari tekad dan impian yang kuat pula." Ucap Rias yang membuat Issei termenung.

"Tapi Buchou kalau boleh tahu Naruto-san memiliki dendam kepada siapa dan apa alasannya ?" Tanya Koneko.

"Dia ingin membalas dendam kepada seseorang bernama Uchiha Nagato, dia merupakan kakak Naruto sendiri." Dan ucapan Rias sungguh sangat mengejutkan semua orang. "Dan alasannya karena Nagato telah membunuh seluruh anggota clan Uchiha termasuk kedua orang tua mereka." Lanjut Rias yang membuat mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Waktupun berlalu dengan sangat cepat hingga akhirnya malam kembali datang dan menyelimuti sebagian dari planet bumi, dan di villa clan Gremory terlihat seluruh penghuni disana sedang melakukan makan malam.

"Naruto-san ngomong-ngomong apa kamu juga bisa menggunakan hiraishin ?" Dan Kiba merupakan orang pertama yang mengawali pembicaraan.

"Kenapa kau bertanya seperti itu ?" Tanya Naruto dengan heran.

"Ya soalnya kau ingin mengajariku bukan ? jadi aku rasa kau tidak mungkin mengajariku kalau kau tidak bisa menggunakannya." Jawab Kiba dengan senyuman khasnya

"Ya aku bisa, aku sudah lama menguasainya karena aku sudah memprediksi kalau jutsu kelas s milikku akan dilarang untuk digunakan, jadi aku harus membuat jutsu yang baru yang bisa kugunakan." Jawab Naruto sambil meniup teh panas yang dihuat oleh Akeno.

"Oh iya aku baru ingat kalau Historia-sama pernah berkata kalau kamu bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati bukan ?" Tanya Akeno yang entah sudah sejak kapan duduk dipangkuan Naruto, dan hal itu tentu saja membuat semua orang sangat terkejut, terutama kedua queen Naruto.

"Himejima-san bisa kau menyingkir dari pangkuan kekasihku." Ucap Grayfia dengan nada yang sangat dingin.

"Ara ara ufufufufufu." Dan hanya ucapan aneh itulah yang keluar dari bibir tipis Akeno yang beranjak berdiri dari pangkuan Naruto.

Disatu sisi Naruto sedikit terpana akan tekstur pantat Akeno yang menurutunya sangat empuk, dia jadi penasaran lebih bagus punya Akeno atau Grayfia. Sedangkan disisi Yubelluna dia sedikit terkejut akan ucapan Grayfia yang mengatakan kalau dia kekasih Naruto, padahal Yubelluna sangat berharap untuk menjadi kekasih Naruto.

"Haaah sudahlah Grayfia dia hanya bermaksud sedikit menggodaku saja." Ucap Naruto dengan santai yang membuat Grayfia mendengus.

"Dan untukmu Yubelluna, tenang saja aku tidak bermaksud hanya memiliki satu wanita, jadi kurasa cepat atau lambat aku juga akan menjadikanmu kekasihku." Bisik Naruto sepelan mungkin kepada Yubelluna agar tidak didengar orang lain. Dan Yubellunapun yang mendengar semua itu langsung tersenyum nakal.

"Apa itu karena kau tergoda dengan tubuhku ?" Tanya Yubelluna dengan senyum menggoda.

"Tidak tidak bukan karena itu."

"Apa yang kalian bicarakan ?" Dan ucapan Naruto dipotong oleh Grayfia yang menatap curiga pada Naruto dan Yubelluna.

"Hahaha maaf minna sepertinya aku merasa sedikit cape jadi aku akan tidur lebih dulu." Melihat semua orang yang cengo menatap pembicaraannya dengan kedua queennya, Narutopun meminta izin untuk tidur, Grayfia dan Yubelluna yang melihat hal itupun langsung menyusul king mereka.

.

.

.

.

Sementara itu disebuah Goa yang sangat besar dan gelap terlihat beberapa orang yang berjalan dengan santai, setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai disebuah ruangan bundar yang diperkirakan merupakan ujung goa itu.

Terlihat salah satu dari orang-orang yang berdiri di kegelapan itu melangkahkan kakinya hingga tubuhnya diterangi oleh cahaya, dan disana berdiri seorang Uchiha Naruto yang menggenggam sebuah berlian biru yang bersinar terang.

Naruto atau tepatnya bunshin Naruro itu berjalan kearah sebuah tumpukan besi yang terlihat seperti sebuah armor, setelah sampai dia langsung memasukan berlian tadi kearmor dada yang tergeletak disana.

Dan tiba-tiba armor itu mulai bereaksi dan mengeluarkan pendar biru yang seperti api, dan lama kelamaan armor itu mulai tergabung dan membentuk sebuah makhluk seperti prajurit berarmor, yang membedakannya hanyalah armor yang dihidupkan kembali oleh Naruto tidak memiliki tubuh manusia yang nengendalikannya, melainkan dikendalikan oleh berlian berwarna biru tadi.

"Khakhakhakha akhirnya aku bisa bangkit kembli, hormatku untuk yang mulia Naruto-sama yang telah sudi membangkitkanku kembali." Ucap armor itu dengan suara yang khas (suara ori shukaku).

"Tentu saja, dan kalian semua kemarilah." Ucap Naruto kepada orang-orang yang berdiri dibelakangnya.

Yang pertama terlihat sesorang dengan tubuh yang sangat berotot dengan tangan kanan lebih besar dari tangan kiri dan memakai armor berjalan kehadapan Naruto, mata merah dibalik topengnya bersinar dengan sangat cerah.

Yang kedua dia telihat aneh dengan tubuh keatas seperti manusia yang memiliki lengkungan pedang dipunggungnya, dan bagian kakinya hanyalah gumpalan angin topan kecil, dia memiliki tubuh berwarna ungu dengan bulatan kuning didahinya.

Yang ketiga dia merupakan seorang wanita berambut blonde pucat dengan masker yang menutupi wajah bawahnya serta berpakaian seorang ninja.

Yang keempat kembali sorang wanita cantik yang berpakaian ketat berwarna hitam, dia memiliki rambut berwarna merah yang tergerai, dan terlihat sebuah ular yang berbuat dari besi terus berputar mengelilingi tubuhnya.

Dan selanjutnya yang kelima juga merupakan seorang wanita cantik yang berpakaian seprti jendral, dia mengenakan topi militer dengan pakaian hitam ketat yang terbuka di belahan dadanya, memperlihatkan dada besar yang sangat mulus.

Dan yang keenam merupakan seorang wanita berambut putih dengan topeng shinigami berada di kepalanya dan tato kepala naga dipahanya, dia memakai pakaian yang hanya menutupi perut dan dadanya serta sebuah kain seperti selendang yang menjuntai kebawah, dia juga membawa dua pedang yang membentuk bulatan dipunggungnya.

lalu yang terakhir merupakan seorang wanita seksi berambut merah dan berpakaian penyihir lengkap dengan tongkat kayunya, dia merupakan penyihir yang sangat dikenal oleh seluruh fraksii

"Baiklah aku mendapatkan perintah dari bos, dia mengatakan kalau kalian harus membawa sebuah kristal hitam yang berada di sebuah desa yang disebut desa kematian, gunakan segala cara untuk bisa mengambil kristal itu, Arduin, Skud, Zill, Airi, Veres, Ilumia, Yena, dan Irene, bagaimanpun caranya kalian tidak boleh mengecewakan bos, karena kalian adalah prajurit Uchiha Naruto." Ucap bunshin Naruto yang langsung pergi menghilang.

.

.

.

.

TBC.


Hey hey hey.. Oke brother bertemu lagi dengan fic garing ini. oke tidak banyak yang ingin saya sampaikan, disini seperti yang kalian lihat beberapa peerage Naruto saya ambil dari hero AOV tapi untuk peerage yang lainnya saya akan ambil dari beberapa anime.

So mohon maaf bila banyak kekurangannya.

In see you next chap

Bye bye.