Disclaimer © Masashi Kishimoto & Ichie ishibumi.

.

.

.

Pair : Naruto.U x Grayfia.L x Yubelluna.

.

.

Genre : Adventure and supranatural.

.

.

Don't like don't read.

Chapter 5 : kenangan masa lalu & selangkah menuju benda terkutuk

Story start.

.

.

Dua hari telah Naruto habiskan untuk melatih Kiba, saat ini dia hanya fokus kepada formula hiraishin yang akan dipelajari oleh Kiba, Dikarenakan Kiba yang tak memiliki chakra sepertinya Naruto harus berusaha ekstra untuk merubah formulanya, atau mungkin lebih tepatnya membuat formula baru dengan cara memodifikasi lingkaran sihir.

Tapi itu bukanlah hal yang mudah bahkan sampai saat ini mereka berdua belum juga berhasil memodifikasinya, semua itu dikarenakan dirinya tidak terlalu mengetahui struktur dan formula dari lingkaran sihir. Tapi, sedikit demi sedikit mereka sudah mulai menemukan formula dari lingkaran sihir.

"Ah souka jadi seperti itu cara kerja dari lingkaran sihir." Gumam Naruto setelah dia sedikit mengerti dengan cara kerja lingkaran sihir.

"Bagaimana Naruto-san ? apa kau sudah menemukannya ?" Tanya Kiba berturut-turut.

"Ya, aku sedikit mengerti dengan cara kerjanya, berbeda dengan hiraishin yang membuat kita bergerak dengan sangat cepat sampai menembus lubang dimensi, sedangkan lingkaran sihir diciptakan untuk membuat dimensi dari sejak awal yang bertujuan untuk menjadi jalur atau jalan khusus untuk si penggunanya." Ucap Naruto menjelaskan pada Kiba tentang apa yang sudah dia pecahkan.

"Apa kau benar-benar bisa melakukannya Naruto-san ?" Tanya Kiba sedikit ragu.

"Ya mungkin bisa saja, tapi hal itu akan memakan waktu yang sangat lama. Kau tahu, bila kita ingin membuat lingakran sihir berarti kita juga harus membuat sebuah dimensi yang akan menjadi jalan kita nanti, begitu juga jika kita ingin mengubah formula dari lingkaran sihir kita juga harus sedikit mengubah struktur dari dimensi itu sendiri. berbeda dengan Hiraishin, kita hanya perlu membuat formula yang akan membuka paksa lubang dimensi saat kita menggunakannya, dimensinyapun juga hanya berupa kehampaan yang gelap, mungkin itu akibat dari hiraishin yang tidak memerlukan dimensi khusus." Jawab Naruto. "Tapi aku tidak menyangka kalau akan sesulit ini." Lanjutnya dengan gumaman.

Kiba dan Narutopun terdiam cukup lama sambil memikirkan cara untuk memecahkan formula dari lingkaran sihir, jika mereka mengetahui sedikit saja formulnya maka membuat tekhnik baru untuk Kiba tidak akan sesulit ini.

"Aku akan ke Underworld dulu untuk bertemu maou Belzebub." Ucap Naruto.

"Memangnya ada apa Naruto-san ?" Tanya Kiba.

"Kalau kita ingin memecahkan semua ini, maou Belzebub merupakan orang yang tepat." Jawab Naruto sambil ditelan sebuah black hole.

.

.

.

.

.

.

.

Time skip 7 hari kemudian.

Setelah beberapa hari terus berusaha memecahkan formula dari lingkaran sihir, akhirnya Kiba dan Naruto berhasil memecahkan formulanya. Dan sekarang dengan sisa waktu dua minggu Naruto dan Kiba harus mengubah formula lingkaran sihir milik Kiba terlebih dahulu sebelum sedikit dimodifikasi dengan menanamkan formula baru yang telah mereka berdus siapkan.

"Yosh akhirnya berhasil juga Naruto-san." Ujar Kiba senang setelah dia sudah bisa memodifikasi lingkaran sihirnya.

"Nah sekarang otomatis lingkaran sihir penciptaanmu juga akan termodifikasi dengan sendirinya, jadi sekarng ciptakan sebuah pedang, tapi pedang itu harus memiliki lingkaran sihir hiraishinmu, jadi disaat menciptakan pedang kau juga harus membayangkan pedang itu memiliki tanda lingkaran sihir yang telah kau modifikasi, ingat kau harus ekstra berkonsentrasi dalam membayangkan struktur dari tanda teleport yang kau ciptakan di senjatamu, karena kalau salah sedikit saja kau bisa terjebak di dimensi antah berantah." Perintah Naruto yang langsung dibalas anggukan oleh Kiba.

Kibapun terus berkonsentrasi untuk menciptakan pedang yang akan menjadi medianya berteleport, mencoba dan terus mencoba, entah sudah berapa puluh kali dia gagal tapi dia tidak akan berhenti sampai pedang itu tercipta.

"Lebih berkonsentrasi Kiba." Perintah Naruto.

"Ha'i sensei."

Tapi kenyataannya meski hari sudah hampir larut malampun Kiba belum berhasil menciptakan apa yang diperintahkan Naruto.

"Hahh sepertinya ini lebih sulit dari yang kubayangkan, membayangkan struktur dan kemampuan pedang beserta formula teleportasi yang rumit memang tidak bisa dilakukan secara bersamaan ya." Gumam Naruto setelah melihat Kiba pingsan.

Narutopun langsung membawa Kiba kembali ke Villa untuk bertemu dengan yang lainnya, sesampainya disana Naruto bisa melihat semua anggota peerage Rias beserta kedua queennya sedang duduk disofa ruang keluarga.

"Kenapa dengan Yuuto, Naruto ?" Setelah melihat Naruto yang membawa Kiba dipundaknya, Riaspun dengan cepat langsung bertanya.

"Ah tenang tenang, dia cuma kelelahan saja." Jawab Naruto sambil meletakan Kiba disofa. "Aku ingin mandi dulu." Ucap Naruto seraya bergegas pergi kearah kamarnya diikuti oleh kedua queennya.

Sesampainya Naruto dikamar, dia menatap heran kearah dua queennya yang mengikutinya terus. "Oi, kenapa kalian terus mengikutiku."

"Karen kami juga ingin mandi." Jawab Yubelluna yang dibalas anggukan oleh Grayfia.

"Haaah yasudah kalian mandilah terlebih dahulu." Ucap Naruto seraya mendudukan dirinya disofa yang tersedia dikamar itu.

"Tapi kami ingin mandi bersamamu, makanya tadi kami terus menunggumu samapai kau pulang berlatih." Ujar Grayfia yang membuat Naruto menatapnya dengan pandangan aneh.

"Baru kali ini aku mendengar seorang gadis ingin mandi dengan laki-laki, ternyata kalian mesum juga nee, Grayfia, Yubelluna." Ujar Naruto dengan Nada mengejek.

"Heee bukankah yang mesum itu dirimu yang selalu meremas dada dan pantatku disaat kita tertidur." Checkmate, Naruto hanya bisa mangap-mangap mendengar apa yang Grayfia katakan, sebab Naruto bersumpah saat dia melakukan itu dia sangat yakin kalau Grayfia sudah tertidur. "Jadi apa kau ingin melepaskan kesempatan ini untuk mandi dengan kami." Lanjut Grayfia sambil menggigit bibirnya.

"Ha'i ha'i aku akan ikut kalau kalian memaksa." Ujar Naruto dengan malas sambil berjalan duluan kearah kamar mandi.

"Bukankah dia agak tsundere." Ujar Yubelluna sambil menatap Grayfia.

"Ya seperti itulah Naruto." Balas Grayfia sambil berjalan mengikuti Naruto dengan Yubelluna berjalan dibelakangnya.

Sesampainya didalam merekapun mulai melepaskan pakaian mereka satu persatu, dan disaat semua pakaian Grayfia dan Yubelluna sudah terlepas Naruto dengan cepat membalikan badannya karena kalau sampai dua orang itu tahu tongkat saktinya telah berdiri tegak itu akan membuatnya sangat malu.

Tapi disaat Naruto sedang berusaha untuk menenangkan tongkat saktinya dia merasakan sebuah tangan melingkar diperutnya beserta benda kenyal yang menyentuh punggung Naruto, dan serangan hebat itu ternyata tidak hanya dari belakang, sebab didepan Naruto kini telah berdiri seorang Grayfia yang memperlihatkan lekukan tubuh indahnya.

Melihat tangan Naruto yang menutupi selangkangannya, Grayfiapun menarik tangan itu sehingga terlihat penis Naruto yang sangat besar berdiri dengan tegak, Grayfiapun hanya tersenyum sayu melihat hal itu. Kedua tangan Naruto dilingkarkan oleh Grayfia dipinggulnya dan kedua tangan Grayfia sendiri dia lingkarkan dileher kekasihnya itu, Grayfia juga sedikit melebarkan kedua kakinya, dan disaat dia merapatkan tubuhnya kedua kakinya dia rapatkan kembali sehingga berhasil menjepit penis Naruro dengan pahanya tepat dibawah vaginanya.

"Grayfia ap-" Ucapan Naruto langsung terhenti karena Grayfia langsung menempelkan bibir mereka, meski ini bukan yang pertama kalinya, tapi harus Naruto akui kalau dia benar-benar menyukai bibir kekasihnya itu, ciuman itupun berlangsung beberapa menit hingga akhirnya mereka melepaskan ciuman itu untuk mengambil oksigen.

"Sudahlah hentikan kalian berdua, kalau begini terus kapan kita akan mandi." Ucap Naruto yang mulai menyalakan shower sehingga membuat guyuran airnya membasahi mereka bertiga.

Kedua gadis itupun melepaskan pelukan mereka dan mulai menggosok tubuh mereka masing-masing, kecuali Grayfia yang memaksa untuk menggosok punggung Naruto. Disaat gadis Lucifuge itu melihat Yubelluna yang berada agak jauh dan terlihat melamun membuatnya sedikit merasa tidak enak sebab baru saja bermesraan dengan Naruto dihadapan Gadis itu karena bagaimanapun juga Grayfia tahu kalau Yubelluna juga mencintai Naruto.

"Hey Naruto-kun ?" Bisik Grayfia dia telinga Naruto sambil kedua tangannya dilingkarkan di pinggul pemuda itu, hingga kedua telapak tangannya berhasil menggenggam penis kekasihnya dan mulai menaik turunkan tangannya.

"Apahh ?" Tanya Naruto dengan kepala mendongak merasakan kelembutan tangan Grayfia di penisnya.

"Apa kau tidak ingin memiliki 2 kekasih?" Tanya Grayfia masih dengan bisikan.

Narutopun langsung berbalik setelah mendengar perkataan itu. "Ap-" Tapi perkataannya langsung dihentikan oleh ciuman Grayfia yang hanya beberapa detik.

Telunjuk Grayfiapun membawa kedua mata Naruto untuk melihat siapa yang di tunjuk oleh Grayfia. "Kau tahu Yubelluna juga sangat mencintaimu sama sepertiku, jadi kalau hanya aku yang menjadi kekasihmu aku merasa sangat serakah." Melihat Naruto yang ingin mengatakan sesuatu, Grayfia kembali mencium bibir kekasihnya. "Dengarkan dulu, aku mengetahui kalau dia mencintaimu karena dia yang menceritakannya sendiri, jadi aku hanya berharap kalau dia juga bisa memilikimu." Lanjut Grayfia.

Beberapa saat Naruto terus memperhatikan Yubelluna yang terlihat melamun sambil menggosok bagian tubuhnya itu itu saja, sekelebat ingatan terlintas dikepala Naruto, ingatan tentang seorang gadis kecil berambut ungu tua yang tidak sengaja bertemu dengan seorang bocah laki-laki berambut kuning dengan pakaian yang sangat lusuh, dan dalam ingatan Naruto dia bisa melihat uluran tangan dari gadis itu yang akhirnya dibalas oleh bocah laki-laki tadi, sekelebat ingatan baru juga kembali muncul memperlihatkan kedua anak tadi sedang bermain sambil tersenyum lebar dengan sangat bahagia, dan terakhir dia bisa melihat dua bocah yang tertidur dibawah sebuah pohon dengan gadis kecil tadi yang meletakan kepalanya dibahu bocah laki-laki.

Dan disaat Naruto berpikir kalau dia sudah mengingat semuanya, sebuah ingatan langsung kembali mengahampiri dirinya, ingatan disaat dia akan meninggalkan desa yang telah menerimanya selama beberapa bulan, digerbang desa itu sudah berkumpul beberapa orang yang dekat dengan bocah itu atau yang bisa disebut dengan Naruto, dihadapan Naruto juga berdiri seorang gadis kecil atau bisa disebut Yubelluna sedang terisak dengan linangan air mata.

"Sudah jangan sedih Yubelluna." Ucap Naruto kecil.

"Ingatlah Naruto-kun, kamu harus kembali lagi kesini nanti, karena disaat kita sudah besar kita akan menikah bukan, jadi kalau kita menikah kamu juga akan mempunyai orang tua lagi, yaitu orang tuaku." Ucap Gadis itu masih dengan air mata yang berlinang.

Sesaat Naruto kembali tersadar dari lamunannya disaat dia mengingat apa yang dulu dikatakan Yubelluna, diapun langsung mengalihkan pandangannya kearah Yubelluna yang sedang membersihakn tubunya di shower yang lain (satu kamar mandi sowernya dua, maklum horang kaya). Dia tidak menyangka kalau apa yang terjadi padanya dulu juga menimpa gadis yang pertama kali menyelamatkannya dari jurang kesepian, gadis yang dulu tomboi, energik, dan pantang menyerah, sekarang terlihat menjadi sangat rapuh meski dia tutupi dengan sangat baik.

Narutopun melepas tangan Grayfia dengan lembut dan mulai berjalan kearah Yubelluna, sedangkan Grayfia sendiri menatap pemuda itu dengan senyuman lembut.

Naruto terus berjalan menghampiri Yubelluna yang sedang memunggunginya, dan disaat dia sudah sampai dia langsung mendekap tubuh gadis sexy itu dengan sangat erat.

"Ara aku sudah tahu kalau cepat atau lambat kau akan berpaling kepadaku setelah melihat tubuhku." Ucap Yubelluna dengan nada menggoda sambil membalikan badannya, dia mengalunhkan tangannya untuk memeluk leher pemuda itu.

"Sumanai." Tapi disaat Yubelluna mendekatkan wajah mereka untuk berciuman, suara dan air mata yang mengalir diwajah putih pemuda itu menghentikan niatnya tadi. "Maafkan aku karena dulu aku tidak kembali kedesa." Lanjut Naruto dengan pelan, dan Yubelluna sendiri terlihat menundukan kepalanya mendengar ucapan Naruto.

Tidak lama kemudian terdengar isakan kecil dari Yubelluna. "Maafkan aku karena telah membuatmu merasakan apa yang dulu pernah kurasakan juga." Ucap Naruto sambil meletakan kepala gadis itu didada bidangnya. "Tapi mulai dari sekarang aku berjanji, kalau aku akan selalu melindungimu." Dapat Naruto rasakan kalau pelukan dan Yubelluna sedikit mengerat. "Dan ingat, jangan pernah berpikir kau tidak punya siapa-siapa di dunia ini, karena kau masih memilikiku yang menjadi rumahmu." Bisik Naruto dengan senyuman teduh yang dibalas senyuman tulus dari Yubelluna.

"Saa sekarang mari kita berendam." Ucap Naruto dengan tiba-tiba sambil menggendong Yubelluna dengan bridal style dan membawanya kearah bathub yang telah diisi air hangat oleh Grayfia, sesampainya disana Naruto medudukan tubuhnya beserta Yubelluna yang dia taruh dipangkuan kaki kirinya, dan Grayfia di kaki kanannya.

Kepala Kedua gadis itu juga terlihat sangat rilex dengan kepala ditaruh didada Naruto. "Aishiteru." Ucap kedua Gadis itu secara bersamaan yang membuat Naruto tertawa pelan.

"Aishiteru yo my girl and my hero." Balas Naruto sambil mengeratkan pelukan tangannya yang membungkus tubuh montok kedua gadisnya.

"Hero ?" Guamam Yubelluna sambil menatap Naruto diikuti oleh Grayfia.

Narutopun memajukan wajahnya untuk menciuma Yubelluna yang langsung dibalas oleh gadis itu, dan setelah melepas ciuman itu Naruto berganti mencium Grayfia yang dibalas juga oleh gadis Lucifuge itu. "Karena kalian adalah pahlawan yang telah menyelamatkanku dari kesepian." Ucap Naruto sambil tersenyum teduh setelah mengakhiri ciuman dengan kedua gadisya.

Grayfia dan Yubellunapun tersenyum dan kembali menyamankan tubuh mereka dipangkuan Naruto.

"Oh iya lalu bagaimana dengan peeragemu yang lain ?" Tanya Grayfia secara tiba-tiba.

"Itu tidah usah khawatir karena disana juga ada Irene, jadi aku tidak perlu khawatir apa-apa." Jawab Naruto sambil kedua tangannya meremas oppai dari kedua gadisnya.

Sementara itu ditempat lain.

Disebuah bukit yang sangat tinggi yang berada di dekat sebuah desa kecil, terlihat berdiri 8 orang dengan seorang wanita berambut merah dan memakai pakaian penyihir sebagai pemimpinnya.

"Mulai dari sini akulah yang akan memimpin kalian menggantikan Naruto, meski aku bukan peeragenya tapi sabagai tangan kanannya kalian tidak bisa membantah perintahku." Ucap wanita itu yang merupakan seorang penyihir yang sangat dikenal oleh seluruh fraksi sebagai ibu dari para dragon slayer.

"Ha'i Irene-sama." Ucap ke 7 orang yang berlutut dibelakangnya.

"Mulai dari sini kita akan bekerja secara tim yang terdiri dari 4 orang, Arduin, Veres, Yena, kalian ikut denganku kita akan menyusuri bagian timur desa kematian, dan sisanya akan dipimpin oleh Ilumia dan menyusuri bagian barat. Jika salah satu tim sudah menemukan Kristal itu, tembakan sesuatu keatas langit sebagai sinyal dan kita akan berkumpul lagi disini." Ucap Irene yang dibalas anggukan mengerti oleh semuanya. "Baiklah bagaimanapun caranya kita harus bisa mendapatkan kristal itu, hancurkan segala hal yang menghalangi keberhasilan misi ini. Baiklah, pencarian dimulai." Dan bersamaan dengan perintah terakhir Irene, kedua timpun langsung melesat dengan cepat ke arah timur dan barat desa kematian.

Bersama tim Irene.

Tap...Tap...Tap...Tap.

Terdengar sebuah suara 4 orang mendarat diatas sebuah rumah yang terlihat sangat tua, 4 orang itu yang tidak lain adalah Irene dan yang lainnya yang langsung turun ketanah. Tapi, disaat mereka mendarat mereka langsung dikepung oleh beberapa orang yang membawa berbagai senjata.

"Siapa kalian ? dan mau apa kalian kesini ?" Tanya seorang pria yang umurnya berkisar 39 tahunan.

"Daripada ingin mengetahui siapa kami lebih baik kalian beritahu kami dimana kristal hitam berada." Ucap Arduin dengan nada khasnya.

"Cih jadi kalian mencari kristal terkutuk itu ya, seberapa keraspun kalian mencarinya kristal itu tidak akan pernah kalian temukan." Balas pria yang lain.

"Haaaah sebaiknya kalian cepat memberitahuku, atau kalian akan mati bersama dengan desa ini." Ucap Irene.

"Hahahaha Kau pikir kami takut padamu ? daripada susah susah mencari kristal itu lebih baik temani kami untuk setiap malam kedepan, karena sangat disayangkan kalau tubuh indah kalian terutama gadis berambut merah dan bertubuh sexy sepertimu harus mati karena kristal itu." Ucap pria pertama tadi.

Setelah mendengar itu aura disekitar Irene langsung bergetar dengan tanah yang mulai diselimuti aura merah. "Kha kha kha sepertinya kalian membuat Irene-hime marah." Ucap Arduin.

"Tubuhku hanya milik tuanku, dan kalian berani memintanya, itu berarti kalian meminta kematian." Ucap Irene dan langsung menghentakan tongkatnya, dan seketika tanah dibawah pijakan orang tadi langsung melahapnya, tanpa suara, dan sangat cepat membuat orang lain yang melihatnya langsung bergetar ketakutan.

"Saaa tuan tuan, dimana kristal hitam itu ?" Tanya Veres sambil memainkan ular besinya yang seketika kepala ularnya langsung berubah menjadi seperti ujung tombak yang runcing.

Glek...Semua orang yang melihatnya langsung menelan ludah membayangkan tubuh mereka dicabik oleh senjata Veres.

"Be-ben-benda itu berada d-di bawah bukit itu." Ucap seorang pria dengan tubuh yang sangat bergetar ketakutan.

"Heh arigatou."

TOK.

Tepat setelah mengucapkan terima kasih, Irene langsung mengetukan tongkatnya ketanah dan seketika semua penduduk yang awalnya mengepung mereka langsung dilahap oleh tanah dibawahnya.

"Kha kha kha rasakanlah kalian semua, asal kalian tahu tidak ada ampun dari Irene-sama yang hebat ini. Kha kha kha." Ujar Arduin entah pada siapa.

"Jagalah ucapanmu saat berada disamping Irene-sama, meski buka bagian dari peerage Naruto-sama, Irene-sama adalah tangan kanan yang sangat dilindungi oleh Naruto-sama." Yenapun yang berjalan dibelakang Arduin langsung memeperingati Rook dari peerage Naruto itu.

"Abaikanlah Yena, bukankah memang begitu sifat Arduin ? aku juga tidak merasa terganggu." Ujar Irene setelah melihat cek cok kedua peerage Naruto.

"H-ha'i Irene-sama, maafkan saya." Ucap Yena yang diberi anggukan oleh Irene.

"Bagaimana Veres ?" Tanya Irene kepada Veres yang masih sibuk mencari letak kristal hitam dengan bantuan ularnya yang telah dipasangi alat pelacak.

"Energinya semakin dekat Irene-sama, bahkan ularku seperti enggan untuk maju lebih jauh lagi." Jawab Veres.

"Tidak usah menggunakan ularmu lagi, cukup tunjukan energinya berasal dari mana."

"Seperti yang dikatakan penduduk, energinya berasal dari bawah bukit itu." Jawab Veres sambil menunjuk sebuah bukit yang sangat tinggi yang berada dihadapan mereka.

"Yossh mari kita hancurkan bukit itu." Ucap Arduin yang dengan seenaknya langsung berjalan duluan.

"Cih dasar rongsokan tua, dengan seenaknya dia berjalan duluan."

"Biarkanlah Yena."

"Irene-sama jika anda terus membiarkannya arduin akan terus seperti itu."

"Biarkan saja lebih baik sekarang kamu pergi dan temui kelompok Ilumia dan bawa mereka kemari."

"Ha'i." Tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kalinya, yenapun langsung menciptakan blak hole yang langsung menelannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC


Ohayou brother, maaf banget chap 5 telat banget upnya soalnya kuota saya kemarin habis, dan gak langsung diisi lagi soalnya mau istirahat dulu karena kuota saya itu midnight jadi kalau bangun terlalu malam itu suka pusing kalau dibiasakan selama satu bulan, jadi harap dimengerti.

Maaf juga kalau chap ini sangat tidak memuaskan, soalnya memang sulit membuat fic dengan konflik yang berat seperti ini.

Emm sepertinya hanya itu saja untuk kali ini.

In see you next chap.

Bye

Bye.