Tempat ini terasa begitu damai. Istana tanpa jendela yg terdapat air terjun di dalam nya. Mungkin legenda itu benar, tempat ini dulunya adalah istana para peri. Banyak pohon-pohon yang tumbuh tinggi menjulang menambah kesan teduh di halaman gedung ini, tapi sepertinya tempat ini lebih cocok di sebut istana daripada gedung.
Sakura berjalan-jalan santai menyusuri keindahan setiap titik di dalam istana ini. Keindahan jingga senja menambah kesan magical di tempat ini. Jujur saja, Sakura merasa seperti ada di tempat lain atau tepat nya seperti ada di sebuah negeri dongeng.
Tidak banyak pelancong yg berkunjung saat ini, hanya beberapa petugas yang sedang melakukan pekerjaannya. Sederhananya Sakura menikmati suasana sepi dan penuh ketenangan di tempat ini.
Sudah sejak lama Sakura ingin mengunjungi tempat ini. Entah apa yang membuat nya begitu tertarik dengan tempat wisata ini. Dia tidak bisa menjabarkan nya. Hanya satu hal yang Sakura mengerti, dia sangat ingin berkunjung ke tempat ini. Dan akhir nya keinginannya itu terwujud.
Sakura melihat sebuah tempat duduk yg terbuat dari batu yang berhadapan langsung dengan pemandangan air terjun. Tempat yang sesuai untuk mengistirahatkan lelah kaki nya yangg sudah berkeliling istana ini.
Tempat itu ada di lantai atas di istana ini. Sungguh tempat yang sangat indah untuk melihat matahari terbenam. Pemandangan ini akan menjadi satu hal yang tak akan pernah Sakura lupakan dalam hidup nya.
Seiring terbenamnya sang surya di ufuk barat, Sakura mengambil gitar nya dan mulai menempatkan alat musik petik tersebut di atas kedua paha nya. Menurut Sakura, alunan musik akan semakin menyempurnakan suasana saat ini. Di petik nya dawai-dawai di gitar itu, alunan nada nya memberikan ketenangan bagi siapapun yang mendengarnya.
Tanpa Sakura sadari, ada sebuah cahaya yang mengelilingi dirinya. Sakura terlalu menghayati alunan nada dari petikan gitarnya itu, hinggta sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi di sekeliling nya.
Malam menjelang, Sakura mulai menyadari dia terlalu lama menghabiskan waktunya di tempat ini. Dia memasukan kembali gitar itu kedalam tas hitam miliknya. Setelah selesai, Sakura berniat untuk kembali ke pesta dan menemani sahabatnya. Mood nya sudah membaik sekarang. Dan Sakura sudah seratus persen yakin bahwa dia tak akan merasakan badmood lagi saat bertemu dengan kaka kelasnya nanti.
Sakura turun setapak demi setapak dari tangga menuju pintu keluar istana itu. Sakura sudah berada di sebuah jalan setapak yang menurutnya adalah arah menuju pintu keluar. Ada yang Sakura tidak sadari, para petugas yang dia lihat sebelumnya sudah tidak terlihat lagi. Sakura berfikir mungkin karena tempat ini akan tutup jadi pasti mereka akan bergegas pulang.
Sakura merasakan ada yang aneh, dia berjalan cukup lama namun dia merasa kalau saat ini dia tidak menemukan pintu keluar dari tempat itu. Dia hanya berputar-putar dijalan setapak yang dikelilingi sebuah taman. Sakura mulai terlihat putus asa.
"ada apa sebenarnya dengan tempat ini? Apa aku tersesat?"
Sakura nampak kebingungan menatap sekeliling nya. Dan dia mulai menyadari sesuatu. Tempat ini berbeda dengan tempat yang tadi Sakura kunjungi. Sakura mulai panik. Apa yang terjaidi pada tempat ini ? mengapa semua terlihat berbeda ? kemana semua orang ? Sakura tidak melihat cahaya lampu apapun, yang ada hanya temaram cahaya lilin dan terang dari cahaya bulan. Sakura berlari dengan putus asa mencarijalan keluar.
Lalu tiba-tiba...
BRRUUKKKKK...
Sakura menabrak sesuatu, tidak tapi seseorang. Seseorang yang Sakura yakini bertubuh tinggi karena saat ini dia mendarat tepat di dada orang tersebut
"awwwww..."
Sakura menyentuh dahi nya yang menabrak orang itu, rasanya lumayan sakit.
"maaf aku tidak sengaja, aku hanya ingin tau jalan keluar dari tempat ini."
Sakura mencoba memberanikan diri menatap seseorang di hadapan nya. Seseorang dengan rambut lurus panjang dengan sebuah tiara yang menghiasi kepalanya. Sakura tidak yakin bahwa yang ia lihat saat ini adalah manusia biasa, pandangan nya terlihat seperti menyelidik dan tak suka melihat Sakura.
"siapa kau ? bagaimana bisa kau bisa masuk ke tempat ini?"
Suara itu, ternyata dia laki-laki. Sakura tertegun sejenak, dia berfikir bahwa laki-laki ini terlalu cantik untuk ukuran seorang pria.
"a...aku Sakura, aku kesini hanya untuk sekedar melihat-lihat"
Sakura mengatakan yang sejujurnya. Laki-laki itu hanya menatapnya bingung.
"aku tidak mengenalmu atau pernah bertemu dengan mu sebelumnya, bagaimana bisa kau sudah ada di dalam sini tanpa aku mengetahui kapan kau memasuki wilayah ini"
Sakura semakin kebingungan, dia yakin sudah membayar tiket masuk dan mendapatkan ijin masuk resmi dari petugas yang berada di gerbang. Sakura menyesal membuang tiket masuknya tadi. Dia tidak tau bahwa untuk keluar dari tempat ini harus di interogasi seperti ini.
"a...aku sudah membeli tiket, dan aku sudah diijinkan masuk dengan legal ketempat ini. Mungkin kau tidak tau atau melewatkan...aahh yang jelas aku tidak sembarangan masuk kesini"
Sakura mencoba menjelaskan dengan nada sedikit kesal karena dia seperti dianggap seorang penyusup. Pandangan menyelidik itu, Sakura tidak menyukainya.
"tiket ? apa maksud mu ? siapa yang mengijinkan mu masuk ke Rivendell ?"
Sakura menatap berani pria cantik di depan nya itu.
"tentu saja penjaga kasir di sana... aku bukan penyusup atau orang jahat. Jadi tolong berhenti menginterogasi ku dengan nada seperti itu"
"penjaga kasir ? kau ini sebenernya sedang membicarakan apa ? aku tidak mengenal apa itu tiket atau penjaga kasir, dan aku berhak menginterogasi orang yang mencurigakan seperti mu. Aku adalah penjaga Rivendell"
Penjaga itu menatap tajam Sakura.
"harus berapa kali aku katakan, aku bukan orang mencurigakan. Aku tidak berniat berbuat jahat, aku hanya mengunjungi tempat ini untuk sekedar mencari ketenangan. Aku duduk di sana selama 2 jam dan memainkan gitar ini. Tolong katakan padaku tuan penjaga, apa itu yang kau sebut mencurigakan ?"
Sakura sudah menyerah dengan kesabaran nya.
"baiklah, jika itu memang maksudmu. Saat ini sebaiknya kau mengikuti ku"
Sakura hanya menatap bingung ke arah pria cantik itu. Tapi dia akhir nya menyerah dan mengangguk mengiyakan ajakan dari nya. Sakura masih bingung bagaimana bisa orang di depan nya ini tidak tau apa itu tiket atau bahkan penjaga kasir, bukan nya itu hal yang biasa ada disebuah tempat wisata. Dan lagi, perawakan pria ini aga sedikit berbeda, bukan Sakura ingin body shamming, hanya saja telinga pria ini terlalu runcing untuk ukuran manusia biasa. Sakura benar-benar seperti berada di dunia lain.
Mereka berdua berjalan melewati beberapa bangunan. Di perjalanannya sang penjaga hanya menatap datar seseorang yang baru saja dia temukan. Anak manusia ini berpenampilan aneh untuk ukuran seorang anak manusia perempuan pada umumnya. Bahkan warna rambut nya tidak seperti seorang gadis manusia pada ummnya, walaupun harus dia akui gadis ini memiliki warna rambut dan mata yang indah. Banyak hal yang ingin dia tanyakan pada gadis ini, hanya saja lebih baik dia menyerahkan nya pada Lord Rivendell. Mungkin Lord Elrond mengetahui kebenaran gadis ini yang sebenarnya.
Mereka berdua sampai di sebuah aula megah yang di tengah-tengah nya terdapat sebuah meja dan beberapa kursi. Di meja tersebut sudah ada beberapa orang yang tengah duduk seperti sedang mendiskusikan sesuatu.
"Lord Elrond"
Seorang laki-laki berjubah panjang serta beambut hitam panjang menoleh ke arah penjaga nya. Tatapan nya tertuju pada Sakura. Terlihat tatapan nya penuh dengan kekagetan.
"Lindir, siapa dia?"
"Lord Elrond, saya menemukan seorang anak manusia sedang berlari-lari di tengah taman, dia berkata seseorang mengijinkan nya masuk ke Rivendell"
Sang Lord menatap Sakura dengan tatapan penuh misteri. Dan bukan hanya Lord Elrond saja yang menatapnya, semua yang ada di aula itu menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Lord Elrond menghampiri Sakura.
"siapa nama mu gadis kecil ?"
Sakura hanya menatap kaget, bagaimana bisa dia disebut gadis kecil, dia sudah lulus sekolah dan berumur 18 tahun. Tapi sepertinya Sakura tidak bisa protes, aura orang-orang diaula ini berbeda. Sakura yakin mereka bukan orang-orang biasa. Bahkan penjaga itu pun membungkuk hormat pada orang-orang ini. Sakura harus bisa menyesuaikan diri demi bisa keluar dari tempat ini.
"mm... a... aku Sakura"
"Sakura, dari mana asal mu ?"
"dari Jepang"
Elrond hanya menatap aneh gadis berambut gulali itu. Nama tempat asal gadis itu sama sekali Elrond tidak tahu. Dia sudah hidup selama tiga jaman dan baru kali ini, dia tidak mengetahui tempat yang di sebutkan gadis kecil dihadapan nya.
"Aku tidak tau tentang nama tempat asal mu gadis kecil, bagaimana bisa kau berada di tempat ini ?"
Sakura sekali lagi kaget mendengar perkataan dari penguasa tempat itu. Bagaimana bisa dia tidak mengetahui Jepang. Dimana dia sebenarnya.
"My Lord,"
Sakura mencoba menggunakan kata panggilan yang sama seperti penjaga itu memanggil nya, dia tidak ingin dianggap seorang yang tidak mengerti kesopanan. Sakura mengerti saat ini dia berada di tempat yang mengharuskan nya menjaga etika nya. Orang-orang yang saat ini ada dihadapan nya bukanlah orang-orang yang biasa. Dan Sakura mulai menceritakan semuanya.
"Aku tidak mengerti harus mulai dari mana untuk menjelaskan nya, aku pergi ke pesta akhir tahun sekolah ku, lalu aku merasa tidak ingin terlalu lama dipesta itu dan memutuskan pergi ke tempat ini. Aku bersumpah, awal nya istana ini tidak terlihat seperti sekarang, maksudku semua terlihat berbeda setelah aku selesai bermain gitar dan duduk di atas sana, aku mencoba keluar dari tempat ini, dan akhir nya aku bertemu penjaga anda dan dia membawaku kemari."
Sakura menjeda penjelasan nya, ada nada sedikit kesedihan disana.
"aku tidak mengerti bagaimana aku bisa berakhir disini, aku merasa bahwa aku jauh dari tempat ku semula. Aku hanya ingin pulang"
Lord Elrond menatap iba gadis kecil dihadapan nya, bagaimanapun dia adalah seorang gadis kecil yang sepertinya tersesat dan berakhir di wilayahnya.
"Jangan bersedih Sakura, aku tidak akan menyakiti mu. Semua aman di bawah perlindungan rumah Elrond, aku akan bertanggung jawab sampai kau bisa menemukan jalan pulang"
"T... Te... terimakasih"
Sakura menundukan kepalanya hormat. Semua orang di ruangan itu hanya tersenyum iba melihat kepolosan gadis berkepala merah muda itu.
Di seberang meja terlihat seorang wanita berambut emas panjang menatap Sakura dalam, kecantikan nya membuat Sakura terpana. Sakura bersumpah wanita itu adalah wanita tercantik yang pernah Sakura temui. Aura kebijaksanaan nya sangat terpancar membuat Sakura yakin bahwa wanita itu bukanlah wanita biasa. Sejujurnya semua orang disini tidak terlihat seperti manusia biasa bagi Sakura.
"Sakura"
Sakura kaget mendengar wanita itu memanggil nama nya.
"Kemarilah"
Sakura dengan langkah pelan menghampiri nya, belum pernah Sakura merasa segugup ini.
Elrond pun duduk kembali di tempat nya. Semua yang ada di meja tersebut memperhatikan Sakura yang saat ini duduk di sebelah Lady Galadriel.
"Sakura, kau memiliki warna rambut dan warna mata yang tidak biasa untuk seorang gadis manusia"
Sakura hanya tertegun oleh perkataan sang lady, pucuk kepalanya di usap lalu sang lady juga mengusap bagian samping wajahnya.
"My lady, mengapa semua orang berkata aku ini gadis manusia ? apakah semua orang yang ada di sini bukan manusia ?"
Sakura tidak bisa menghentikan rasa keingintahuannya. Semua orang yang berada di meja tersebut hanya menatap nya seperti tidak percaya.
"kami memang bukan manusia Sakura, kami adalah Elves "
Sakura sangat kaget mendengar pernyataan dari sang lady.
" Elves ? apakah kalian semua Peri ? bagaimana mungkin ? sebenarnya sekarang aku ada di dunia mana ?
"Sekarang kau ada di Middle Earth Sakura"
Seorang Elf lain mejawab pertanyaan Sakura, perawakan nya tinggi dengan tiara perak di kepalanya. Memiliki mata sebiru lautan dan tatapan nya yang tajam namun juga lembut secara bersamaan membuat Sakura yakin bahwa Elf itu adalah seorang berkedudukan tinggi seperti Lord Elrond.
"Sakura, sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu, jangan biarkan kesedihan menguasai mu saat ini, masih ada hari esok untuk menjawab semua pernyataan mu saat ini. Lindir, antarkan Sakura ke salah satu ruangan yang tersedia"
"Baik Lord Elrond"
Sakura menatap Lady Galadriel.
"My Lady, aku permisi dulu"
Sang lady tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Sakura.
"Beristirahatlah Sakura, temukan kedamaian mu di sini"
Sakura sedikit terkejut dengan perlakuan lady tersebut, tapi tentu Sakura tidak menolaknya. Sakura akhirnya berdiri dan mengikuti Lindir menuju ruangan atau mungkin kamar baru nya.
Setelah Sakura pergi, sang lady terlihat menatap suaminya, Lord Celeborn.
"Dia memiliki sesuatu yang luar biasa My Lord, sesuatu yang membawanya kesini"
"seuatu yang luar biasa ? apakah ini bisa membawa takdir baru untuk kita ?
Seorang Elf bermata biru mencoba memberikan pendapat nya.
"My Lady, jika gadis kecil itu memang membawa sesuatu yang luar biasa, apakah itu akan berdampak pada Middle Earth ?"
Sang Lady menatap tajam ke arah nya.
"Lord Thranduil, masa depan tidak bisa lagi aku kenali. Bahkan aku pun tidak bisa membaca pikiran gadis kecil itu. Apapun yang membawanya kemari aku tidak bisa memastikan nya. Takdir dari Iluvatar lah yang membawa gadis itu ke Middle Earth"
Lord Elrond menatap sang lady dengan dalam.
"aku tidak merasakan aura kegelapan atau kejahatan apapun pada gadis kecil itu, dia datang dengan keluguan dan kepolosan seorang gadis kecil. Kita masih memiliki waktu untuk memastikan nya. Waktu akan menjawab kebenaran dari gadis itu."
