Seven Kings and A Girl

K

Oleh : GoRA X GoHands

Seven Kings and A Girl

Oleh : Kawaihana


Di tengah kesilauan itu, aku dan Shiro bersembunyi dengan menggunakan kostum boneka yang tadi.


Chapter 4

Megumi POV

Dari dalam kostum boneka tempatku bersembunyi aku dapat mendengar suara helaan nafas dan geraman kesal dari Kuroh yang kini telah sadar kalau dirinya ditipu. Setelah itu aku mendengar suara keras seperti suara benda besi yang dibantingkan atau dipukul keras oleh sesuatu. Sepertinya Kuroh kini sangatlah marah. Setelah memastikan kalau suasana sudah tenang dan sepi dan juga Kuroh sudah tak ada lagi di atap gedung itu, aku melepas topeng bagian dari kostum boneka yang kupakai dan menatap Shiro yang juga kini sudah melepaskan topengnya itu. Kucing yang sejak tadi ada bersamanya pun ternyata ikut bersembunyi bersama Shiro di dalam kostum boneka itu.

Sambil menghela nafas Shiro berkata "Bagaimana aku bisa keluar dari masalah ini? Kalau bertemu lagi dengnnya aku pasti akan langsung dibunuhnya" Seperti membalah perkataan Shiro, kucing yang bersamanya itu ikut mengeong. Tapi yang aku rasakan dan pikirkan sekarang adalah perasaan bingung akan apa yang baru saja terjadi. "Shiro! Sebetulnya apa yang sudah kau lakukan? Video tadi juga memperlihatkan orang yang sangat mirip denganmu. Apa kau serius kalau orang yang ada di video itu bukan kau?" Aku bertanya pada Shiro sambil terduduk tanpa melepaskan kostum boneka yang masih ku pakai. "Aku serius, itu bukan aku. Aku tak pernah dan tak mungkin membunuh. Kau sendiri kan yang bilang kalau raut wajahku itu polos nan bodoh, berbeda dengan orang yang ada di video itu?" Shiro berkata dengan sedikit memajukan bibirnya pada kalimatnya yang terakhir. "Itu memang benar tapi… Sejujurnya…. Aku tak mengingat pernah bertemu denganmu sebelum hari festival sekolah saat itu…" Kataku jujur yang entah kenapa membuat kucing yang kini sedang duduk di bahu Shiro itu seperti terkejut. Bulu-bulunya berdiri dan dia mengeong agak kencang. "Apa maksudmu Megumi? Kita kan sudah sekelas sejak kelas satu. Masa kau lupa?" Kata Shiro sambil menampilkan senyuman polosnya itu. "Yah… mungkin ingatanku agak sedikit bermasalah. Yosh, tak usah membahas itu lagi. Kita harus segera kembali" Kataku sambil berusaha membuka kostum boneka yang kupakai. "Tunggu dulu Megumi. Lebih baik kita keluar tetap dengan memakai kostum ini. Mungkin saja orang tadi umm…. Siapa namanya itu…. Err… dan juga tiga orang sebelumnya yang bisa mengeluarkan api itu masih berkeliaran dan mencari kita" Shiro berkata sambil agak kikuk dan bingung. Benar juga. Mereka mungkin masih mencari kami. " Yang pertama, Namanya tadi Yatogami Kuroh. Dan yang kedua, perkataanmu itu ada benarnya juga" Kataku sambil mengacungkan jempol dari dalam kostum bonekaku, tapi karena sulit jadi yang terlihat dari luar seperti tangan boneka yang mengajak bersalaman. Jempolnya hampir tak terangkat sama sekali.

Aku dan Shiro berjalan melewati jalanan tetap dengan kostum boneka kami. Untunglah karena sangat ramai penampilan kami jadi tak begitu mencolok. Tiba-tiba layar TV besar yang ada de setiap gedung menampilkan gambar Shiro yang persis dengan video tadi dan juga terterah harga buronan yang nilainya mencapai 10 juta. AKu mendekati Shiro dan berbisik padanya "Shiro, harga kepalamu tinggi sekali". Shiro hanya membalasku dengan tawa kecil. Sungguh, apakah orang ini tak mengerti kata 'cemas'?

Kami meneruskan berjalan menuju sekolah. Di tengah perjalanan dapat terdengar orang-orang membicarakan tentang buronan yang ditampilkan oleh HOMRA dan juga nilai harganya yang sangat besar. Kami berjalan meleqwati gang yang ada di antara gedung. Saat hampir sampai ke ujung gang itu, Shiro berhenti lalu menyuruhku mundur. Nampaknya salah satu dari orang yang mencari kami ada disana. Shiro mengatakan kalau dia punya rencana dan menyuruhku masuk ke dalam gedung yang ada di sisi kiri kami lewat pintu samping yang tak dikunci itu. Didalam, aku dan Shiro melepaskan kostum boneka yang kami pakai dan terus berjalan menaiki tangga hingga lantai atap. Shiro hanya bilang kalau dia punya rencana, tapi dia tak mengatakan apa itu rencananya. Tiba-tiba Shiro berjalan menuju pinggiran lantai atap gedung itu dan memanggil Kuroh denan nama keluarganya, Yatogami. Memang kami kan bahkan baru bertemu dengannya. Tak mungkin terang-terangan memanggilnya dengan namanya. Dia memanggil Kuroh dan menyuruhnya mengikutinya ke lantai atap ini. Aku mengikuti Shiro melihat ke bawah dan aku melihat Kuroh dengan laki-laki yang mengendarai Skateboard itu bertarung dengan mengeluarkan kekuatan aneh seperti yang sebelumnya kulihat. Aura merah seperti api dan aura yang terlihat seperti tangan transparent yang memanjang. Pertarungan mereka sepertinya berat sebelah. Kuroh terlihat lebih kuat. Di tengah pertarungan mereka, SHiro menarik tanganku dan menyuruhku lari. Jadi kami naik ke atas atap ini hanya untuk menyulut pertengkaran mereka berdua?

Akhirnya aku dan Shiro sampai di sekolah dengan selamat. Setelah menyerahkan Kembang api yang tadi kami ambil ke ruang OSIS kini kami kembali ke asrama masing-masing. Tadi di ruang OSIS kami ditanyai oleh ketua tentang beberapa kembang api yang hilang yang tentunya karena tadi digunakan oleh Shiro. Shiro setengah berbohong setengah jujur kalau dia tak sengaja menyalakannya, jadinya terpakai. Bagian Jujurnya, kembang api itu memang dinyalakan oleh Shiro, bagian bohongnya, Kembang api itu sengaja dinyalakan bukannya tak sengaja.

Sesampanya di kamarku, kejadian tadi masih terus teringat olehku. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar sekolah untuk menenangkan pikiranku. Tapi tiba-tiba aku melihat Seorang permbpuan berambut putih panjang yang tak mengenakan apapun selain sebuah jaket seragam laki-laki di bahunya. Anehnya para murid yang ada disekitar seperti mengabaikan atau tak melihatnya. Seharusnya seorang perempuan yang berlari-lari tanpa busana tentunya akan sangat menarik perhatian. Hal yang aneh tak sampai disitu saja. Dibelakan perempuan itu aku melihat Shiro berlari mengejarnya, lalu dibelakangnya lagi Shiro dikejar oleh Kuroh. Gawat, sudah ketahuan!

Mata Kuroh terlihat menatapku sejenak sambil berlari. Otomatis aku ikut berlari menghampiri Shiro dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sambil berlari dia menjawab tak karuan tentang seorang gadis telanjang yang tiba-tiba ada dikamarnya lalu Kukuri yang membawa Kuroh (Yatogami) ke depan asramanya. Tiba-tiba gadis tanpa busana itu menabrak seorang perempuan yang mebawa sekeranjang jeruk. Aku dan Shiro berhenti berlari dan membantunya mengumpulkan kembali jeruk-jeruk itu. Setelah Semua jeruknya terkumpul, aku dan Shiro kembali berlari.

Kami terus berlari hingga aku mendapati kalu kami kini sedang terpojok di sebuah jalan buntu. Kuroh yang ada di belakang kami bersiap untuk melepaskan pedangnya lalu entah kenapa berlari ke arah tembok sambil berkata tentang ilusi. Hasil yang di dapatnya karena berlari menuju tembok tentu saja benturan yang cukup keras hingga suara benturannya itu terdengar. Aku dan Shiro menatap kejadian itu tanpa berkedip atau mengatakan apapun. Yang terdengar sekarang hanyalah suara geraman marah dari Kuroh dan juga suara tawa yang keras dari gadis berambut putih panjang itu. Setelah itu hingga hari menggelap Aku, Shiro, Kuroh dan perempuan berambut putih yang menyebut diriya Neko terus saling mengejar. Aku dan Shiro berusaha memakaikan jaket seragam milik Shiro yang sudah menggantung di bahu Neko, dan Kuroh yang mengejar aku dan Shiro dan berniat membunuh Shiro.

Keesokan harinya….

Tak terasa adegan kejar-kejaran kami menghabiskan satu malam. Hari yang gelap kini telah kembali cerah menandakan pagi hari sudah datang. Kini kami berempat berakhir di kamar Shiro dengan tubuh yang terasa sangat capek dan pegal. Aku akhirnya berhasil memakaikan jaket seragam milik Shiro pada Neko. Kini kami semua hampir ambruk saking lelahnya. Hari kemarin hingga tadi malam sungguh adalah hari yang penuh dengan pelarian…

TBC


Chapter 4 Selesai.

Mohon Reviewnya ya ^_^

Salam,

Kawaihana