Seven Kings and A Girl
K
Oleh : GoRA X GoHands
Seven Kings and A Girl
Oleh : Kawaihana
Neko menarik tangan Shiro membuatnya mengikuti Neko. Kuroh pun mengikutinya, begitu pula diriku.
Untuk kokuo-chan : Udah lanjut nih chapter 11. Silahkan dibaca ^_^
Chapter 11
Megumi POV
Kami bertiga kini berlari mencari jalan untuk kabur dari pasukan biru itu. Sambil berlari, Kuroh melumpuhkan prajurit-prajurit yang kelihatannya tengah memasang posisi siaga.
Tiba-tiba di depan kami terlihat sebuah tebasan panjang berwarna biru disertai asap debu yang memotong jalan kami sehingga kami pun berhenti berlari. Setelah asap debu itu menghilang, terlihat lapangan hijau yang asalnya rapih dan datar kini menjadi memiliki retakan berbentuk garis yang panjang. Apa pula yang dapat menghasilkan retakan panjang serapih ini !?
Saat kami melihat ke arah sumber tebasan tadi, yang terlihat adalah perempuan yang tadi berbicara menggunakan pengeras suara dan dia memasang pose aneh sambil memegang pedang.
Prajurit yang tadi dilumpuhkan oleh Kuroh kini telah bangkit, tapi perempuan yang sepertinya atasan mereka itu menyuruh mereka untuk tetap pada posisi masing karena akan mengatasi kami sendirian. Kuroh pun menyuruh kami mundur karena dia akan melawannya sendirian.
Aku, Shiro dan kucing putih yang kini sudah kuketahui sebagai Neko dan entah kapan dia berubah jadi kucing lagi itu kini mundur hingga jarak yang sekiranya aman dan melihat pertarungan Kuroh dan prajurit perempuan itu… err… kalau tak salah baca tadi saat memperkenalkan diri namanya Awashima Seri. aku baru ingat sekarang.
Tadinya kupikir Kuroh akan melawan dengan menggunakan pedangnya, tapi ternyata dia tak menarik pedangnya itu dan malah menggunakan kekuatan anehnya itu. Serangan dari Awashima pun tak kalah aneh. Dia menebaskan pedangnya dan tanpa mengenai targetnya pun ada tebasan cahaya seperti tadi. Sepertinya kalau kena pasti terbelah dua…
Pertarungan mereka terus berlanjut. Hembusan angin kencang yang berasal dari pertarungan mereka berdua berhembus kencang. Tentu saja ini bukan pertarungan normal… menurutku. Tapi setelah banyak hal aneh yang terjadi, aku jadi lebih terbiasa. Karena hembusan angin itu, Neko hampir saja melayang terbawa angin, tapi Shiro berhasil menangkapnya.
Di tengah pertarungan, tiba-tiba saja kedua belah pihak berhenti. Aku tak tahu penyebabnya tapi semuanya termasuk Shiro dan Neko. Lalu perhatianku beralih pada seorang pria yang memakai seragam serba biru seperti prajurit berjalan dengan sangat santai. Berikutnya pandanganku beralih pada benda raksasa berbentuk mirip pedang yang melayang di langit teapt di atas peia itu. Kuroh menyebutnya 'Pedang Damocles'.
Kuroh melompat mundur dan mengatakan kalau pria itu adalah raja biru, Munakata Reisi. Mendengar kata 'Raja Biru' saja aku langsung bisa tahu, kalau raja biru itu adalah pemimpin Scepter 4. Dari tubuhnya keluar aura biru menyala seperti api biru.
Saat Raja Biru itu mulai berjalan, bersamaan pula Shiro dan Neko kembali bertingkah aneh. Mereka berdua melihat kesana kemari seperti ada sesuatu yang berubah di lapangan ini. Tapi bagiku ini tetap lapangan sepak bola yang biasa, kecuali lapangan ini kini memiliki banyak retakan di sana-sini. Tiba-tiba pula Neko kembali ke wujud manusianya… seperti biasa…. Tanpa pakaian…..
Raja kacamata… err… Raja biru itu menjelaskan kekuatan Neko yang dapat mengubah persepsi manusia atau apalah itu. Jadi itulah yang membuat Shiro dan yang lainnya melihat apa yang tak kulihat…. Tunggu dulu…. Kenapa aku tak melihatnya… ?
Raja biru itu mengangkat tangan kanannya dan majulah dua orang bawahannya siap sedia dengan senjatanya masing-masing. Kuroh menggunakan kekuatannya pada prajurit yang berjaga di jalan menuju keluar stadion dan menyuruh kami bertiga pergi. Kuroh berniat melawan Raja Biru itu sendirian. Neko langsung oergi sambil menarik tangan Shiro, tapi aku masih khawatir dengan Kuroh sehingga aku mematung selama beberapa saat hingga Kuroh menyuruhku untuk segera mengikuti Shiro dan Neko pergi dari sini. Sambil mengatakan "hati-hati" pada Kuroh aku pun pergi menyusul Shiro dan Neko.
Aku berlari berusaha menyusul Shiro dan Neko. aku dapat melihat mereka merada di depanku berlari, tapi jarak kam agak jauh. Kami bertiga terus mencari jalan keluar dengan diriku yang terus mengekori mereka berdua. Samar-samar terdengar langkah kaki beberapa orang yang berlari. Itu bukan langkah kakiku, Shiro maupun Neko. Itu pasti Langkah kaki milik prajurit-prajurit biru itu yang sedang mengejar kami.
Entah karena nasib buruk atau apa, aku tesandung kakiku sendiri dan terjatuh danmembuat luka kecil di lututku. Aku dapat melihat Shiro yang menyadari itu dan berhenti berlari, itu membuat Neko pun ikut berhenti. Shiro berniat menolongku, tapi suara langkah kaki para prajurit itu menjadi sangat dekat. Lirik mata Shiro yang berubah tiba-tiba itu membuatku menyadari kalau pajurit-prajurit itu kini sudah terlihat berada di belakang kami. Shiro tak akan sempat kabur kalau dia menolongku, jadi aku menyruhnya kembali berlari dan jangan mempedulikanku. Shiro ragu untuk melakukan itu, jadi aku berkata agak kencang pada Neko untuk membawa Shiro pergi. Neko meng iya kan dan segera menarik tangan Shiro untuk kembali berlari. Beberapa detik kemudian dua dari prajurit-prajurit yang mengejar kami itu menangkapku dan membawaku entah kemana.
TBC
Chapter 11 Selesai.
Mohon Reviewnya ya ^_^
Salam,
Kawaihana
