Seven Kings and A Girl
K
Oleh : GoRA X GoHands
Seven Kings and A Girl
Oleh : Kawaihana
Beberapa detik kemudian dua dari prajurit-prajurit yang mengejar kami itu menangkapku dan membawaku entah kemana.
Untuk saiken neechan dan Yamaras : Ini udah lanjut. silahkan dibaca ^_^
Untuk Lightning Sun : Untuk kekuatan Megumi masih menjadi misteri untuk sekarang. ngk PHP kok, ini buktinya udah lanjut berarti makin dekat dengan pemecahan misteri megumi ^^
Untuk GinaGirls : Terima kasih, untuk selanjutnya Hana usahakan untuk memperbaiki penulisan (musuh paling besar ialah Typo :P)
Chapter 12
Megumi POV
Sambil dikawal oleh dua orang prajurit biru itu, aku dituntun menuju raja mereka. Aku punya firasat tak enak akan hal ini… yah… bukan firasat lagi sih. Statusku ini sekarang dianggap sebagai orang yang bersekongkol dengan tersangka pembunuhan. Tentu saja posisiku tak aman.
Aku kini dibawa menghadapi raja biru dan prajurit wanita tadi. Raja berkacamata itu memberikan perintah pada prajurit yag menangkapku untuk membawaku ke markas Scepter 4 untuk diinterogasi. Tentu saja aku tak mau dan memberontak sambil membela diriku bahwa aku tak bersalah. Tapi kedua aksiku itu diabaikan baik oleh raja biru maupun wakilnya itu.
Berikutnya di markas Scepter 4…
Sebuah ruangan khusus untuk interogasi, di tempat inilah sekarang aku berada. Duduk di kursi di depan meja dimana di sisi satunya lagi prajurit wanita bernama Awashima Seri itu kini terus menanyaiku mengenai Shiro dan Kuroh dan juga hubunganku dengan mereka. "Sebaiknya kau jujur saja! Apa hubunganmu dengan raja tanpa warna! Apa kau anggota clansmannya bersama juga dengan gadis berambut putih itu?!" Tanya bertubi-tubi si wakil seksi… err… Awashima Seri padaku. Dilempari pertanyaan bertubi-tubi begitu tentu saja aku bingung harus menjawab yang mana dulu. Tapi daripada kembali dilontarkan pertanyaan aku mencoba menjawab "Sudah kubilang berkali-kali, aku tak ada hubungan apapun dengan kasus apapun yang sedang kalian tangani, walaupun begitu bagaimana bisa kalian begitu yakin kalau orang yang ada di video itu adalah Shiro?!". "Tak diragukan lagi. Video itu adalah bukti kuat dan bahkan dia sendiri yang mendeklarasikan kalau dirinya adalah raja tanpa warna dan seorang pembunuh" Awashima Seri menjawabku dengan tetap tenang.
Berikutnya kami berkali-kali adu mulut Karena aku tetap terus mengaku tak bersalah dan pertanyaan terus dilontarkan padaku seperti tidak ada akhirnya. Tapi ternyata aku salah, tiba-tiba satu-satunya pintu yang ada di ruangan ini terbuka dam masuklah seorang laki-laki yang juga memakai seragam biru dan berkacamata. Saat aku melihtanya, sekejap terlintas di pikiranku kalau dia seperti 'versi lain' dari si raja biru. Orang yang dipanggil dengan nama Fushimi oleh Awashima Seri ini membawakan pesan dari pimpinannya yang tak lain sang raja biru untuk menghentikan sementara interogasi dan membawaku ke penjara Karena tak mau bekerja sama. Sial beribu sial, sebetulnya sebesar apa kemalanganku ini…. T_T
Karena sudah tahu tak mungkin lagi dapat menang dengan berdebat, aku diam saja saat dua orang prajurit biru menggiringku ke tempat yang tak pernah aku bermimpi untuk masuk ke dalamnya, sel penjara. Selama berjalan, aku menyadari kalau sel-sel penjara ini sepertinya kosong. Walaupun aku tak bisa melihat isisnya Karena sel penjara itu hanya memiliki sebuah lubang seperti ventilasi untuk melihat kedamnya dan aku tak dapat melihat kedalamnya, tetapi aku tak mendengar suara apapun selain langkah kaki kami itu terpatahkan dengan terdengarnya suara lain. Seperti suara dengkuran, tidak pelan juga tidak terlalu kencang.
Kedua prajurit yang menggiringku berhenti dan otomatis aku pun menghentikan langkahku. Salah satu dari mereka membukakan sel penjara tempat dimana aku akan emnghabiskan hari entah sampai kapan. Sebuah telapak tangan mendorongku masuk kedalam sel tersebut dan saat aku berbalik satu-satunya pintu itu pun tertutup.
Aku melihat kasur kecil yang ada di ruangan ini, kelihatannya kasur itu tidak terlalu nyaman untuk ditempati. Tapi aku tak punya pilihan lain. Tentu saja ini kan penjara. Aku berjalan menuju kasur kecil itu dan duduk di atasnya. "Memang sangat kurag nyaman" gumamku. Karena memikirkan kasur yang tak nayman ini aku jadi lupa mengenai suara dengkuran yang tadi kudengar. Suara itu terdengar tidak jauh dari sel tempatku berada kini. Aku beranjak dari kasur dan berjalan menuju pintu mencoba mendengar dan mencari sumber suara itu. Tak lama aku menyadari kalau suara itu berasal dari sel yang berletak tepat di depanku.
Aku mencoba memanggil sang empunya suara dengkuran itu, tapi tak ada jawaban. Aku pikir aku bisa bertanya beberapa hal padanya yang mungkin dapat dijawabnya. Jika dia dipenjara disini berarti kemungkinan dia juga ada hubungnnya dengan perihal 'Raja' ini. Tapi berkali-kali aku memanggilnya tak juga ada jawaban dan suara dengkuran itu terus berlanjut. Sepertinya orang ini terlalu sibuk dengan alam mimpinya sendiri…
TBC
Chapter 12 Selesai.
Mohon Reviewnya ya ^_^
Salam,
Kawaihana
