Seven Kings and A Girl

K

Oleh : GoRA X GoHands

Seven Kings and A Girl

Oleh : Kawaihana


Untuk Yamaras: Maaf lama. Semoga belum kapok baca fanfic buatan Hana ^_^


Aku dapat melihat wajah teman-temannya yang terkejut melihat Raja mereka membawa seorang gadis seperti membawa anak kucing. Terutama laki-laki berambut merah yang membawa skateboard itu.


Chapter 16

Megumi POV

Saat sudah berada di depan teman-temannya, Raja merah yang kuketahui namanya adalah Suoh Mikoto masih terus memegang kerah belakang bajuku. Teriakan protes yang kukeluarkan masih juga diabaikan olehnya. Semua orang itu menyampakian salam dengan hormat kecuali satu orang yang malah bicara agak gugup. "Mi...Mikoto-san. Ke...kenapa kau membawa seorang perempuan…" Kata laki-laki pendek berambut merah dengan agak terbata-bata seperti saat kami baru bertemu. (menurutku tingginya memang pendek kalau dibanding teman-temannya yang berdiri sejajar dengannya kecuali gadis kecil berambut putih yang ada di sebelahnya).

Gadis kecil itu berlari ke arah Raja merah yang masih saja mengangkatku layaknya anak kucing. Saat sampai di depan kami, gadis itu menatap ke arahku. Entah karena gadis kecil itu atau itu memang maunya, akhirnya Raja Merah itu melepaskan pegangannya pada bajuku dan membiarkan kakiku kembali menginjak tanah.

Karena terpana dengan keimutan gadis kecil berambut putih ini, aku hampir saja melewatkan percakapan super singkat antara Raja merah dan anggota Clansmannya yang membicarakan tentang lokasi Shiro, lebih tepatnya lokasi pembunuh yang sedang mereka cari-cari.

Gadis kecil itu beralih dariku dan memegang tangan Suoh Mikoto dengan erat. Entah hubungan apa yang ada antara gadis cilik ini dan sang Raja Merah. Yang pasti tak mungkin Ayah dan anak. Perbedaan usianya terlalu kecil. Gadis kecil ini tidak mungkin lebih tua dari 13 tahun menurutku.

Seperti melanjutkan pembicaraan anggota laki-laki mereka yang paling pendek, Pria berambut pirang dan berkaca mata itu juga bertanya "Ng… Mikoto. Kenapa kau bawa gadis itu. Dari yang tadi kudengar dari Seri-chan, dia juga tahanan Scepter 4. Menurut info yang didapat dari Yata-chan, dia juga ada hubungannya dengan Raja Tanpa Warna?". "Hn… Bawa dia bersama kita Kusanagi.." Suoh Mikoto menjawab dengan nada malas yang mendapat reaksi 'Ehh…!' dari 4 orang clansman merah itu kecuali si pirang kacamata yang tadi kudengar namanya Kusanagi.

Si pendek yang akhirnya kudengar namanya Yata yang entah itu namanya atau nama keluarganya, berusaha bertanya atau mencegah atau menyangkal atau entah apa maksudnya dia mau bicara apa karena bicaranya putus-putus dan gagap yang sebelum sempat perkataannya itu dia betulkan, pimpinan mereka Suoh Mikoto sudah memerintakan semuanya untuk pergi menuju pulau sekolah.

Pria berkacamata yang bernama Kusanagi berjalan mendekatiku lalu berkata sambil tersenyum. "Kau dengar itu, karena itu perintah dari raja kami, jadi kau juga harus ikut dengan kami" Orang ini sepertinya tersenyum ramah, tapi aku masih ingat saat dia melemparkan bola api padaku dan Shiro sehingga secara naluri aku masih takut padanya dan juga teman-temannya yang lain. Tapi karena aku tak punya pilihan lain, akhirnya aku berjalan mengikuti mereka dengan Kusanagi di sebelahku yang sepertinya menjaga agar aku tidak kabur.

Sambil berjalan, aku menengok ke belakang ke arah markas Scepter 4 yang rusak berat karean serangan api Raja Merah. Pasti akan butuh waktu lama untuk memperbaikinya.

Aku juga bisa melihat Awashima Seri, Fushimi Saruhiko, dan juga anggota Clan Biru yang lainnya berdir dengan penuh luka. Beberapa dari mereka sepertinya berniat mengejar kami, tapi Fushimi menghentikan mereka. Dapat dilihat tatapan tidak suka yang mereka pancarkan dari mata mereka.

Akhirnya aku mengembalikan pandanganku ke depan dan terus berjalan menuju pulau sekolah. Aku khawatir dengan Shiro, Kuroh, Neko, Kukuri, dan juga yang lainnya. Kalaupun Raja Merah ini tidak membuatku mengikutinya dan anggota Clan miliknya, tujuanku yang pertama kalau bisa pergi dari penjara Scepter 4 itu pastinya pulau sekolah. Jadi bisa dibilang kami ini satu arah tempat tujuan sekarang ini.

Sambil berjalan, aku baru menyadari satu hal. Saat Aku diangkat layaknya anak kucing oleh Raja merah, bukankah dirinya sedang diselubungi api yang membara dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tak terkecuali tangannya yang mengangkatku. Tapi kenapa tak ada satupun luka bakar, baik di leherku tempat dia mengangkat kerah belakang bajuku, maupun di tempat lainnya. Yang ada hanya beberapa luka lecet yang kudapat saat terhempas ke belakang saat pintu sel penjaraku hancur. Bahkan rasa panasnya pun tidak seperti panasnya api dari pemukul berselubung api yang diayunkan Yata. Panasnya seperti…. Berkurang.

TBC


Chapter 16 Selesai setelah sekian lamanya Hana nyumput...

Mohon Reviewnya ya ^_^

Salam,

Kawaihana