Seven Kings and A Girl

K

Oleh : GoRA X GoHands

Seven Kings and A Girl

Oleh : Kawaihana


Untuk Lightning Shun: Maaf... Udah update ini... Tapi malah tambah pendek...


Bahkan rasa panasnya pun tidak seperti panasnya api dari pemukul berselubung api yang diayunkan Yata. Panasnya seperti…. Berkurang.


Chapter 17

Megumi POV

Kami sudah hampir sampai di pulau sekolah. Rencananya aku ingin kabur begitu masuk ke lingkungan sekolah. Tapi rencana tetaplah rencana. Tidak ada jaminan bakal berhasil kalau dikerubungi preman seram begini. Lagi pula firasatku ngak enak waktu melihat tersenyum-senyum sambil sedikit mengeluarkan percikan-percikan aura merah dari tangan dan tubuh mereka.

Aku berjalan sambil diawasi oleh Kusanagi. Dia berjalan tepat dibelakangku, memastikan aku tidak kabur. Sesekali aku menoleh ke belakang, dan setiap itu pula dia tersenyum tipis seperti berkata 'kau kuawasi. Tak akan kubiarkan kabur'.

Saat menghadapi pintu masuk sekolah, karena mereka semua bukan murid, jadi mereka tak akan bisa masuk. Tapi aku tidak begitu terkejut saat si raja merah mengeluarkan kekuatannya dan meledakkan hampir seluruh bagian depan dari jalan masuk. AKu menutupi wajahku berusaha agar debu dari hasil penghancuran itu tidak mengenai mataku.

Aku mengikuti para geng merah ini memasuki sekolah dengan cara yang ilegal. Begitu para siswa yang ada melihat para preman ini, mereka otomatis kabur sambil berteriak. Ingin rasanya aku mengikuti mereka juga. Kabur dari preman-preman merah ini.

Tiba-tiba Raja Merah menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan menara jam yang sudah susah payah dihias oleh para siswa. Suara ledakan dan runtuhnya menara jam itu membuat kaget para siswa yang tadinya hendak kabur hingga mereka berhenti sesaat. Itu seperti mereka mengerti kalau itu adalah peringatan.

Setelah itu kusanaki memberi intruksi pada para siswa dan juga pada para anggota klan merah. Lalu mereka bubar begitu saja, tapi…

"Mikoto, apa yang ingin kau lakukan dengan gadis ini?" Tanya Kusanagi saat Rajanya hendak pergi. "Biarkan saja dia" Jawabnya dengan singkat.

"Haah…! Jadi untuk apa kau membawanya kesini? Jangan bilang kalau kau hanya iseng walaupun dia memang murid si sekolah ini!?" Keluh Kusanagi protes dimana Rajanya itu hanya ber 'hnn…' ria menjawabnya lalu pergi. Kusanagi menghela nafas. Dia pasti sudah terbiasa dengan sikapnya itu.

"Ya sudah. Rajaku sepertinya tak tertarik lagi denganmu. Kau boleh pergi sesukamu, tapi sama seperti semua siswa yang lain. Kau tak boleh pergi selangkahpun dari sekolah ini. Kau paham?" Kusanagi berkata dengan nada agak malas. Aku mengangguk kemudian menjauh darinya. Aku harus mencari dan menemukan Shiro lebih dulu daripada mereka.

Aku berusaha berjalan dengan tenang, dan selama aku berjalan aku mendapati banyak anggota klan merah yang menanyai tentang Shiro. Mereka semua tidak ada satupun yang mengaku mengenal Shiro. Bahkan teman sekelas kami pun tidak ada yang mengaku kenal. Ini seperti kebalikan dari kasusku waktu itu. Saat itu hanya aku sendiri yang mengaku tidak kenal Shiro. Kini seisi sekolah tidak ada yang mengaku kenal padanya. Seperti waktu itu Kukuri.

Aku berjalan mengendap-ngendap, berusaha menghindari para anggota geng merah itu untuk mencari Shiro. Tiba-tiba tubuhku ditaring dari belakang oleh seseorang menuju sebuah jalan buntu yang sunyi. Aku hampir saja berteriak kalau saja tidak ada tangan yang juga tiba-tiba menutup mulutku. "Sst… Ini aku Kuroh" Kata orang yang ada dibelakangku ini. Mendengar suaranya, aku jadi tenang dan kemudian Kuroh melepaskan tangannya yang memegangku dan juga tangannya yang menutup mulutku.

Selain Kuroh, ada juga Shiro dan Neko. Aku ingin berbicara pada mereka, tapi Kuroh menyuruhku berhenti karena ini bukan tempat dan waktu yang tepat untuk bicara. Dengan menggunakan kekuatan Neko, Kami mengkamuflasekan diri kami dan berjalan menuju asrama laki-laki, lebih tepatnya kamar Shiro.

TBC


Chapter 17 Akhirnya bisa diupdate..

Mohon Reviewnya ya ^_^

Salam,

Kawaihana