Seven Kings and A Girl
K
Oleh : GoRA X GoHands
Seven Kings and A Girl
Oleh : Kawaihana
Dengan menggunakan kekuatan Neko, Kami mengkamuflasekan diri kami dan berjalan menuju asrama laki-laki, lebih tepatnya kamar Shiro.
Chapter 18
Setelah menyelinap kesana-kemari, akhirnya kami sampai di depan bangunan asrama laki-laki. Walaupun menggunakan kekuatan Neko, untuk mengkamuflasekan 4 orang tidak bisa lama-lama. Sesekali kekuatannya menghilang, lalu diulang lagi. Kalau kami tiba-tiba muncul di hadapan para anggota klan merah, itu sangat berbahaya.
Kami berempat menaiki tangga menuju kamar Shiro. Neko dan Shiro berjalan di depan, sedangkan aku berjalan bersama Kuroh di belakang mereka.
Sambil berjalan, aku sedikit mengobrol dengan Kuroh. "Maafkan kami karena meninggalkanmu sampai kau tertangkap oleh Scepter 4. Kuharap mereka tidak melakukan hal buruk padamu" Ucap Kuroh dengan sopan.
"Tidak apa-apa kok. Namanya juga darurat. Kalau Kalian atau lebih tepatnya Shiro yang tertangkap, bisa lebih gawat". Kuroh terdiam sesaat setelah mendengar kalimat yang kuucapkan.
"Aku masih percaya, kalau Shiro bukanlah pelaku pembunuhan itu". Tambahku saat kami hampir sampai di pintu kamar asrama Shiro. Aku tahu Kruroh mendengarkan kata-kata tambahan itu, tapi dia tidak menunjukkan ekspresi apapun.
Kami kini berdiri di depan pintu kamar Shiro. Sambil bersenandung, Shiro merogoh saku celannya dan mengeluarkan kunci kamarnya. Saat pintunya terbuka, Shiro dan Neko masuk lebih dulu dengan wajah ceria sambil mengucapkan 'aku pulang', walaupun sudah pasti tak ada yang menjawabnya.
Suara dan ekspresi terkejut yang muncul dari Shiro dan Neko membuatku ikut terkejut. Saat kulihat, di tengah ruangan ada sebuah lubang yang besar. Semua perabotan pun berantakan. Piring dan gelas pecah berserakan.
"Waa… Ada apa ini! Ada pencuri!?" Shiro berkata sambil terkejut. "Mana ada pencuri yang bisa membuat lubang sebesar ini…" Kataku sambil berjalan hati-hati karena banyak benda berbahaya di lantai. "Benar. Kalaupun pencuri membuat lubang di lantai, kukira tak akan sampai seperti ini". Kuroh mendukungku.
"Nyaa…!" Tiba-tiba Neko berteriak sambil memegang sebuah mangkuk yang kini sudah terbelah dua. Neko marah sambil mengatakan kalau mangkuk yang dipegangnya itu adalah mangkuk kesukaannya. Kasihan, dia pasti sangat suka mangkuk itu.
Kuroh dan Shiro berbincang mengenai pengalaman singkatnya saat mereka selamat dari pesawat jatuh. Tunggu dulu… Peawat Jatuh…
"Ka...Kalian jatuh dari pesawat?! Apa tak apa-apa?" Kataku agak terbata. "Mm… Kami tak apa-apa. Aku juga bersyukur kau baik-baik saja walaupun sempat ditawan klan biru" Shiro berkata sambil tersenyum. "Dan lalu… lalu… Megumi bersama orang-orang merah itu. Wagahai bersyukur Megumi selamat" Tambah Neko. Aku mendekati Neko lalu mengelus kepalanya. Wajah terlihat sangat menyukai usapan tanganku pada kepalanya. Sangat mirip kucing sungguhan.
"Kami bergegas kembali saat mendengar kalau sekolah berada di bawah kendali HOMRA. Tapi aku tak membayangkan kalau Raja Merah juga ada di sini" Ucap Kuroh menjelaskan alasan mereka bertiga datang kemari.
"Para orang biru juga mengepung daerah ini. Kedua kubu itu mencariku ya…" Shiro berkata sambil melihat-lihat sisa-sisa barangnya yang mungkin masih berwujud utuh.
"Aku sudah memikirkannya. Kemungkinan besar pulau sekolah ini akan segera jadi medan perang. Seharusnya kita tidak kemari" Kuroh mengatakan isi pikirannya. "Tapi bukankah tidak sia-sia kita datang kemari. Kita juga jadi bisa menemukan Megumi" Ucap Shiro tetap dengan senyuman khas-nya. Neko Mengangguk-angguk setuju lalu berkata dengan semangat "Lagipula ini kan memang rumah kita. Wagahai cuma ingin pulang kerumah". "Neko benar. Ini rumah kita. Kita harus membersihkan rumah kita sendiri" Shiro menambahkan. Akhirnya Kuroh juga ikut-ikutan tersenyum dan mengangguk tanda kalau ucapan Shiro dan Neko memang benar.
Mereka bertiga sudah layaknya sebuah keluarga yang terikat erat. Aku yang dari tadi berdiri sambil bersender ke tembok, merasa tidak memiliki tempat untuk ikut pembicaraan mereka. Dalam hati aku berpikir, jika mereka bertiga adalah keluarga, apakah Kuroh lebih cocok memegang peran ibu, atau ayah ya…
TBC
Mohon Reviewnya ya ^_^
Salam,
Kawaihana
