NOTE : I keep re-reading every chapters and working on some errors
Disclaimer : Harry Potter and all characters belong to one and only J.K. Rowling
Hari ini Harry mengikuti latihan Quidditch pertamanya bersama Wood, Wood mengajarinya tentang basic Quidditch seperti peraturan, posisi pemain, bola dan lain-lain latihan hari ini lebih ke pengenalan tentang permainan populer wizarding world itu, menurut Wood latihan resmi tim Quidditch Gryffindor akan dilaksanakan sesuai jadwal mulai minggu depan
"Bagaimana latihan pertamamu?" Tanya Ron saat dia bertemu Harry di koridor
"Biasa saja, itu bukan latihan resmi, masih tentang pengenalan saja" jawab Harry jelas tak begitu tertarik dengan pembicaraan mereka
"Come on Harry bersemangatlah sedikit, Quidditch adalah permainan yang hebat" Ron berusaha membuat mood Harry membaik walaupun dia tidak tau apa yang membuat mood sahabatnya itu buruk
"Entahlah aku masih berpikir aku tak seharusnya masuk di tim dengan cara seperti ini" ucap Harry "lagi pula aku masih belum mengerti permainan itu, bagaimana jika aku mempermalukan diriku dan mengecewakan semua orang?" Harry berhenti sambil menatap Ron dengan wajah hampir putus asa
"Kau tak akan mempermalukan dirimu" ucap Hermione yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Harry, Harry dan Ron menatap Hermione dengan heran "itu sudah berada dalam darahmu"
Hermione pun mengajak Harry dan Ron ke ruangan tropi asrama Gryffindor dan menunjukkan pada Harry sebuah benda berbentuk pentagon dengan nama James Potter yang terukir sebagai seeker tim Quidditch Gryffindor
"Wow Harry kau tidak pernah mengatakan bahwa ayahmu adalah seorang seeker!" Sembur Ron dengan mata membulat karna kagum, Ron memang penggemar Quidditch dia bahkan sudah berencana untuk masuk tim Quidditch Gryffindor sebelum dia masuk ke Hogwarts
"Aku tidak tau" suara Harry sangat pelan hampir tidak bisa didengar oleh dua orang disampingnya
.
.
"Bukankah ini sedikit menyeramkan, dia lebih tau dirimu daripada kau sendiri" bisik Ron pada Harry yanng berjalan disampingnya saat mereka berjalan menuju menara Gryffindor, Hermione mengikuti mereka dari belakang sambil mengagumi buku-buku ditangannya
"Semua orang memang lebih tau diriku daripada diriku sendiri, aku tak terkejut lagi dengan fakta itu" jawab Harry datar
Sejak Harry kecil orang lain memang lebih tau tentang dirinya daripada dirinya sendiri, entah itu paman dan bibinya bahkan sampai semua orang di wizarding world, mereka semua mengenal Harry lebih baik dari dirinya sendiri sampai pada poin dimana paman dan bibinya bahkan bisa membohonginya tentang masa lalunya, ayah dan ibunya, bahkan statusnya, Harry sudah terbiasa dengan semua ini, Harry selalu berpikir seandainya dia memiliki orang tua yang akan menjelaskan segala sesuatu padanya Harry mungkin tidak akan terlihat begitu bodoh dan menyedihkan didepan orang lain, tapi itu hal yang tidak mungkin untuk diharapkan pikir Harry sedih
Saat ketiga Gryffindor ini berjalan menaiki tangga untuk menuju asrama mereka tiba-tiba saja tangga itu bergerak dan membuat ketiganya panik
"Apa yang terjadi?" tanya Ron dengan suara ketakutan khas nya
"Tangga ini memang sering berpindah seperti yang sudah dijelaskan" ujar Hermione yang juga agak panik
"Ayo sebelum tangga ini bergerak lagi" ajak Harry sambil berlari ke atas dan berhenti tepat didepan sebuah pintu, dia membuka pintu tersebut dan masuk kedalam, Ron dan Hermione mengikutinya dari belakang, ruangan itu cukup remang hanya diterangi beberapa obor saja, disitu juga ada beberapa patung yang terlihat mengerikan dan tak diragukan lagi ruangan ini cukup menyeramkan
"Kenapa ku merasa kita seharusnya tak berada disini?" Ucap Ron dengan suara gemetaran sambil melayangkan pandangnnya pada seluruh ruangan
"Kita memang tak boleh berada disini, ini koridor lantai tiga sebelah kanan, area terlarang" ujar Hermione yang membuat Ron makin terkejut sementara Harry terpaku pada pintu masuk
"Sstt itu kucing Filch, ayo lari!" Ucap Harry kemudian memimpin kedua temannya berlari masuk lebih dalam di ruangan itu, mereka berhenti didepan disebuah pintu misterius, namun saat Harry mencoba membuka pintu itu ternyata pintunya terkunci
"Alohomora" Hermione mengacungkan tongkatnya kearah gagang dan pintu itupun terbuka, ketiga anak itu segera masuk kedalam ruangan dengan perasaan sedikit lega
"Kenapa juga pintu ini terkunci?" Ucap Ron dengan nafas yang masih memburu tepat setelah mereka masuk kedalam
"Well terkunci untuk alasan yang cukup masuk akal" ucap Harry yang berdiri didepan Ron dan Hermione sambil menatap dengan horor hewan yang berdiri didepannya, Ron dan Hermione pun mengikuti arah pandang Harry
"AAHHH!!!!" teriak Ron dan Hermione secara bersamaan dan segera berlari keluar diikuti Harry dibelakang mereka, mereka bahkan tak peduli lagi jika Filch masih berada disitu, well Filch sekarang terasa jauh lebih baik untuk dihadapi setelah mereka melihat anjing berkepala tiga didalam sana
Ketiga anak itu pun tiba di menara Gryffindor dengan nafas yang masih terengah-engah karna berlari sangat cepat
"Apa kepala sekolah sudah gila? Kenapa dia membiarkan monster seperti itu berada didalam sekolah?" Ron cukup kesal dengan apa yang baru saja mereka lihat
"Apa kau tidak lihat kaki anjing itu? Dia berdiri diatas sesuatu" ucap Hermione yang membuat Harry menatapnya bingung
"Aku terlalu fokus pada kepalanya jika kau tidak sadar dia memiliki tiga kepala!" Sembur Ron dengan suara yang cukup keras, Harry bahkan harus menyenggolnya khawatir jika seseorang mendengar pembicaraan mereka
"Dia berdiri diatas sebuah pintu, yang artinya dia sedang menjaga sesuatu" Hermione berbicara dengan suara yang cukup pelan tapi masih bisa didengar oleh keduanya, sambil membuka pintu asrama wanita
"Menjaga sesuatu?" Harry menautkan kedua alisnya
"Ya, dan jika kalian berdua tidak keberatan aku akan kembali ke kamarku sebelum salah satu dari kalian memberikan ide yang lebih buruk yang akan membuat kita dikeluarkan" ucap Hermione sambil menutup pintu cukup keras
.
.
Malam itu Harry terus memikirkan apa yang Hermione katakan dan dia mencoba menghubungkannya dengan kejadian-kejadian yang terjadi
HP
Paginya seperti biasa sebelum kelas dimulai Harry yang sudah rapi keluar lebih dulu dari asramanya, dia sangat menyukai suasana pagi hari yang tenang yang didominasi suara burung, pohon yang ditiup angin dan suara air di danau, Harry pun berjalan menuju koridor dekat danau yang menjadi salah satu tempat favoritnya, kejadian kemarin terus saja berputar dikepalanya larna itu dia memutuskan untuk mengeluarkan buku potion kesukaannya dan mulai membaca, entah sejak kapan Harry menjadi begitu tertarik dengan potion walaupun kelas potion pertamanya tidak berjalan dengan baik dan guru potionnya menunjukkan ketidaksukaannya pada Harry, itu sama sekali tidak mengubah atau mengurangi rasa sukanya terhadap pelajaran yang cukup rumit itu, seolah Harry sudah terbiasa dan terikat dengan buku-buku potion itu sejak dulu walaupun itu tentu saja tidak mungkin, lagipula siapa yang membacakan Harry buku potion saat dia kecil atau sebelum dia masuk ke Hogwarts
"Lagi-lagi kau" terdengar suara dingin yang tidak asing dari arah samping Harry, Harry mengalihkan pandangan dari bukunya dan menatap kearah suara tersebut, seperti yang ia duga, Professor Snape sang pemilik suara dingin berdiri dengan tegap disebelahnya sambil menatapnya dengan tatapan tak suka seperti biasanya
"Good morning, sir" Harry berdiri dan menyapa guru potionnya dengan ramah
Snape hanya menatap Harry dengan tatapan tidak suka kemudian menatap buku potion ditangan Harry aku tak percaya ini lagi-lagi dia menyapaku dengan sopan dan lagi-lagi buku potion pikir Snape dengan perasaan bercampur aduk
Untuk beberapa detik suasanya terasa begitu canggung, Harry bahkan beberapa kali berdehem karna suasanya dingin dan canggung diantara mereka
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya untuk tak berkeliaran?" Ucap suara dingin Snape dengan ekspresi wajah yang cukup menakutkan
"Maaf, sir, tapi bukankah aku tak melanggar peraturan? Aku tak berkeliaran diarea terlarang, sekarang juga bukan jam malam, dan aku hanya duduk dan membaca saja" jelas Harry dengan suara pelan dan ekspresi wajah polos yang bisa membuat siapapun yang melihatnya luluh, well kecuali Snape
Tatapan Snape jatuh pada bola mata emerald milik Harry yang menatapnya dengan polos tanpa kebencian disana walaupun Snape terus bersikap buruk padanya,
"Apa kau mencoba berkata padaku bahwa kau disini karna kau terbiasa bangun pagi dan kau suka membaca buku?" Ucap Snape setelah dia menghindari menatap bola mata emerald Harry lebih lama lagi "Lalu apa yang membuatmu bangun sepagi ini? Anak manja sepertimu tidak mungkin bangun sepagi ini untuk alasan membaca"
Tiba-tiba ingatan tentang dirinya dirumah keluarga Dursley kembali berputar dikepalanya, bagaimana bibinya selalu menyuruhnya untuk bangun pagi dan memasak sarapan serta melakukan berbagai pekerjaan lainnya sejak dia kecil, bagaimana mereka akan memukul Harry jika Harry sedikit saja terlambat atau membuat sarapan yang tidak sesuai dengan selera mereka, alasan menyedihkan inilah yang membuat Harry terbiasa bangun pagi sampai sekarang, tapi dia bahkan tidak bisa menceritakan itu pada siapapun apalagi pada Snape, Harry hanya tersenyum masam
"Maaf sir, aku tidak punya alasan apapun" Harry menunduk dengan sedih
"Harry!" Teriak Ron membuat Harry dan Snape mengarahkan pandangan kapada putra bungsu keluarga Weasley itu
"Aku mencarimu dari tadi, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ron saat dia sudah berdiri tepat disamping Harry, Harry menatap Ron dengan gugup setelah dia melihat ekspresi Snape atas sikap Ron yang langsung menerobos tanpa menyapa
Snape menatap Ron dengan kesal "Apa kau tak diajarkan tata krama di rumahmu Weasley? Bagaimana cara menyapa gurumu?"
"Morning" sapa Ron dengan suara yang jelas tak tulus
"Good morning, sir" Snape mengoreksi perkataan Ron
"Anda tidak perlu memanggil saya sir, professor" balas Ron tak sopan walaupun jelas ada ketakutan disuaranya
"Ron!" Harry menyiku Ron cukup keras dan menatapnya dengan tatapan tidak setuju
"10 points from Gryffindor dan detensi selama seminggu untuk sikap tak sopanmu Weasley" suara Snape yang biasanya dingin kini terdengar sangat marah dan itu sangat mengerikan, mata Ron membulat karna takut dia bahkan hampir menyesal dengan apa yang dia katakan tadi dan dia menyimpulkan untuk tak mengatakan hal serupa lagi, setidaknya tidak didepan Snape
Snape yang masih kesal menatap Ron dengan marah sambil berdecak, tak tahan dengan kedua anak didepannya Snape pun memutuskan untuk berjalan meninggalkan kedua anak itu sebelum dia menambah detensi Weasley menjadi lebih lama lagi
"Bloody dungeon bat, ini tidak adil!" gumam Ron kesal
Harry menggelengkan kepalanya pada Ron "kau yang memberikannya alasan untuk memberimu detensi, kau seharusnya tak bersikap seperti itu, Ron"
Harry kembali duduk dan melanjutkan membaca buku potionnya
"Apa kau membelanya?" Tanya Ron sambil menatap Harry tak percaya
"Bukan seperti itu, aku hanya mencoba berkata.. jika kau bersikap sedikit lebih sopan padanya" Harry yang tak mau menyinggung Ron mencoba memilih kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya walaupun dia tau sikap Ron benar-benar keterlaluan
"Untuk apa aku bersikap sopan padanya?" Ron memutar bola matanya jengkel
"Well karna dia guru mungkin atau karna dia lebih tua dari kita, ada cukup banyak alasan" balas Harry yang membuat Ron kembali memutar bola matanya jengah
"Kau juga bersikap sama buruknya saat kelas pertama kita dan kau hanya dikurangi 5 poin, aku dikurangi 10 poin dan mendapatkan seminggu detensi!" sembur Ron sambil beberapa kali mengarahkan telunjuknya pada Harry
"Aku juga terkejut dan kecewa dengan sikapku waktu itu, percayalah aku menyesalinya" Harry kembali fokus pada bukunya setelah mengatakan hal itu mengabaikan gumaman-gumaman buruk Ron tentang Snape
Hari ini murid Gryffindor dan Slytherin mengikuti pelajaran charm bersama, Professor Filius Flitwick guru mantera sekaligus kepala asrama Ravenclaw mengajarkan charm untuk membuat benda melayang, setelah menjelaskan caranya dan memberikan demo Professor Flitwick pun meminta para murid untuk mencoba charm tersebut pada objek yang cukup mudah yaitu bulu yang sudah disediakan dimeja, semua murid pun mencoba mempraktekkan charm itu namun ternyata tak semudah yang mereka kira, para murid kesulitan dengan charm tersebut begitu juga Ron
"Wingardium leviosa" ucap Ron sambil mengayunkan tongkatnya berkali-kali dengan ayunan yang kacau
"Stop! Stop! Sebelum kau melukai seseorang dengan tongkatmu" Hermione menghentikan lambaian tongkat Ron yang hampir mengenainya yang duduk tepat disebelah Ron "lagipula pengucapanmu salah, it's levi-o-sa not leviosar"
"Kenapa kau tak mencobanya jika kau merasa cukup pintar! Come on" Balas Ron kesal sambil menunjuk kearah bulu didepan Hermione menyuruhnya untuk mencoba charm itu sendiri, dengan bakat yang dimilikinya Hermione berhasil membuat bulu itu melayang dalam sekali coba, Professor Flitwick bahkan menghadiahinya poin membuat Ron makin kesal
.
.
"It's levi-o-sa not leviosar" Ron menirukan suara Hermione pada Harry, Dean Thomas, Seamus Finnigan dan Neville Longbottom yang berjalan bersamanya setelah mereka keluar dari kelas "jujur saja dia seperti mimpi buruk, pantas dia tidak memiliki teman" sambung Ron sambil tertawa, Harry hanya menggelengkan kepalanya tak setuju
Tepat setelah itu Hermione menabrak pundak Ron cukup keras dan berjalan mendahului mereka dengan cepat setelah membuat anak-anak laki-laki itu terhenti karna terkejut
"Kurasa dia mendengarmu" ucap Neville dengan suara gugup
"Kau sudah keterlaluan Ron" ucap Harry berjalan meninggalkan Ron, diikuti Seamus, Dean dan Neville
HP
Malam ini dekorasi di aula besar tak seperti biasanya, karna hari ini Halloween aula besar di penuhi dekorasi khas Halloween, murid-murid terlihat sangat bersemangat karna makan malam kali ini didominasi makan manis seperti permen dan berbagai macam cake
"Apa ada yang melihat Hermione?" Tanya Harry pada para siswi seangkatannya
"Aku mendengar dari siswi Hufflepuff kalau Hermione berada di toilet wanita, dia terus menangis" jawab Neville yang duduk tepat didepan Harry, Harry kemudian menatap Ron dingin, Harry tau pasti kata-kata Ron tadi siang yang membuat Hermione terluka seperti itu, Ron hanya menatap Harry sambil mengangkat kedua bahunya dengan mulut yang dipenuhi makanan, Harry mendesah pasrah dengan ketidakpedulian temannya itu
Para murid terlihat sangat bahagia menyantap makan malam mereka sambil bercengkramah dengan riang sampai
"Troll!!!" Teriak Professor Quirrell setelah membuka pintu aula besar dangan suara yang sangat keras "Ada Troll! Di dungeon! Aku pikir kalian harus tau" Professor Quirrell pun pingsan setelah mengatakan itu diikuti teriakan para murid yang panik dan mulai berlari untuk keluar dari aula besar
"Diam!" Teriak Professor Dumbledore, matanya yang biasanya berbinar-binar kini terlihat dingin, para murid segera diam mendengar teriakan tak biasa kepala sekolah mereka "Now, para prefects akan mengantar para murid ke asrama masing-masing, beberapa dari guru akan pergi ke dungeon dan yang lainnya akan berpencar jika troll itu sudah berpindah tempat, move now"
Semua orang pun mengikuti instruksi kepala sekolah
"Ron!" Harry menghentikan Ron dengan menarik jubah lengannya "Hermione tidak tau, come on"
Harry pun berbalik arah dan berlari memisahkan diri dari murid Gryffindor lainnya, Ron yang awalnya ragu memutuskan berlari mengikuti Harry menuju ke toilet siswi
Ditengah perjalanan, Harry tiba-tiba menarik Ron kesamping untuk bersembunyi di balik pilar
"Kurasa troll itu sudah meninggalkan dungeon" ucap Ron gemetaran setelah melihat bayangan raksasa yang berjalan masuk ke toilet siswi
"Come on" Harry berlari kearah troll itu pergi diikuti Ron dibelakangnya yang ketakutan
Saat Harry masuk dia melihat troll itu mengayunkan tongkat besarnya kearah bilik dan menghancurkan bilik-bilik itu, pecahan kayu berserakan dimana-mana, Hermione berjongkok di dalam salah satu bilik yang sudah hancur
"Tolong!" Teriak Hermione sambil menatap Harry, Harry yang bingung pun mengambil potongan kayu dari bilik yang hancur dan melemparkannya kearah troll untuk mengalihkan perhatian troll itu dari Hermione, perhatian troll itu teralihkan namun hanya sebentar karan dia kembali fokus pada Hermione yang suda berpindah tempat dibawah wastafel, troll itu kembali mengayunkan tongkatnya kearah Hermione dan menghancurkan wastafel itu, membuat Harry sangat terkejut, untungnya Hermione bergerak dengan cepat dan berpindah ketempat lain, saat troll itu hendak mengayunkan lagi tongkatnya, tanpa berpikir panjang Harry berlari dan bergantung pada ujung tongkat itu yang membuat dia berakhir di pundak troll tersebut, troll menarik satu kaki Harry dan mengangkatnya secara terbalik
"Do something!" Teriak Harry kearah Ron
Ron menarik tongkatnya tanpa tau harus melakukan apa, saat itu dia melihat troll hendak mengayunkan tongkat kearah Harry, Ron panik, untungnya dia bisa mengendalikan rasa takut dan paniknya sambil mengarahkan tongkatnya kedepan dia berteriak "wingardium leviosa" kali ini pengucapannya benar dan manteranya berhasil, tongkat troll itu melayang diatas kepalanya dan ketika Ron melepaskan mantera tongkat itu pun menghantam kepala troll dengan keras
Troll menjatuhkan Harry kemudian troll itu jatuh dan pingsan dengan suara yang cukup keras, Harry segera berdiri dan menghampiri Hermione yang masih terlihat shock
"Kau baik-baik saja?" Tanya Harry sambil mengulurkan tangannya kearah Hermione, membantu gadis itu berdiri, Hermione hanya mengangguk
Harry menatap dengan seksama pada troll yang terbaring dilantai "kurasa dia hanya pingsan, sebaiknya kita pergi dari sini"
Saat mereka hendak keluar tiba-tiba mereka berpasan dengan Snape, McGonagall dan Quirrell yang baru saja masuk ke toilet siswi setelah mendengar suara gaduh disitu, McGonagall sangat terkejut setelah melihat troll yang terbaring dilantai dengan tiga murid tahun pertama asramanya yang berdiri tepat disebelah troll itu
"Explain yourselves" ucap suara dingin Snape
"Well.. well.." Ron berusaha menjelaskan tapi dia tak tau apa yang harus dia katakan
"Ini salahku professor" ucapan tiba-tiba Hermione membuat semua orang menatapnya dengan heran
"Aku membaca tentang troll dibuku dan berpikir bahwa aku bisa menanganinya, aku datang kesini untuk mencari troll itu, jika Harry dan Ron tidak menemukanku entah apa yang akan terjadi padaku" bohong Hermione
"But-"
"Aku tak habis pikir dengan perbuatanmu Miss Granger" McGonagall memotong perkataan Harry karna dia begitu kecewa setelah mendengar penjelasan Hermione, Hermione hanya menunduk "5 point akan dikurangi dari Gryffindor karna kekuranganmu dalam mengambil keputusan"
McGonagall pun mengalihkan pandangannya pada Harry dan Ron "5 poin.. akan diberikan bagi masing-masing kalian hanya karna keberuntungan" Ron terlihat sangat bahagia sementara Harry siap untuk protes
"Kembali ke asrama kalian" McGonagall kembali memotong kata yang hendak keluar dari mulut Harry dan berjalan meninggalkan mereka
Snape menatap Harry sambil mengangkat sebelah alisnya sepertinya dia tau ada yang tak beres dari cerita Granger dan Potter hendak mengatakan yang sebenarnya
Hermione dan Ron pun berjalan keluar sementara Harry sempat terdiam sejenak, dia menatap kearah kaki Snape dan menautkan alisnya saat melihat ada bercak darah dan sedikit sobekan dibagian bawah celana guru potion nya itu, melihat arah tatapan Harry, Snape pun segera menutupi luka itu dengan jubahnya
Tak mau berpikir lebih jauh, Harry pun berjalan keluar mengikuti kedua temannya
.
.
"Kau seharusnya tak berbohong" ucap Harry pelan saat mereka berjalan menuju asrama mereka
Ron memutar bola matanya "Itu sudah seharusnya, kita menyelamatkan dia"
"Kita tak perlu menyelamatkannya, kita tak perlu membahayakan diri kita, kita tak perlu melanggar peraturan dan Hermione tak perlu berbohong jika saja kau tak menyakiti hatinya" jelas Harry sambil menatap Ron yang masih belum menyadari kesalahannya, Ron membuang muka sama sekali tak menyesal karna egonya yang memenuhi dirinya
"Potter!" Harry, Ron dan Hermione menatap kebelakang dan mendapati Snape berdiri tak jauh dari mereka
"Kalian duluan saja" ucap Harry pada kedua temannya, awalnya mereka berdua ragu meninggalkan Harry sendiri dengan Snape namun setalah Harry meyakinkan mereka, mereka berdua pun setuju dan meninggalkan Harry
Harry gugup melihat tatapan tajam Snape kearahnya, dia mengumpulkan keberanian dia berjalan kearah Snape dengan
"Professor?" Panggil Harry gugup sambil menatap Snape yang terdiam
"Aku percaya kau ingin mengatakan sesuatu tadi tapi Minerva memotongnya, apa aku benar?" Tanya Snape tanpa basa basi "kejadian yang dikatakan Miss Granger terlalu mengada-ada"
Harry makin gugup "Uhm yes sir"
"Lalu, apa kau yang berkeliaran mencari troll itu untuk mencari perhatian lebih lagi?" Tanya Snape lagi dengan nada tak suka sudah pasti dia pencari perhatian seperti ayahnya pikir Snape "anak sepertimu pasti sangat suka menjadi pusat perhatian"
"Kenapa anda selalu berpikiran buruk tentang saya, sir?" Harry berharap dia menyimpan pertanyaan itu untuk dirinya sendiri tapi dia tak bisa menahan pertanyaan itu untuk keluar, Snape diam tak bisa menjawab
Harry tersenyum masam dia tak mengerti kenapa dia harus sedih hanya karna Snape tak menjawab pertanyaannya, namun Harry tetap menjelaskan kejadian yang terjadi "tadi pagi setelah pelajaran charm Ron mengatakan sesuatu yang buruk tentang Hermione dan Hermione mendengarnya, Hermione terluka dengan perkataan Ron dan mengurung diri di toilet sejak siang itu sambil menangis"
"Go on" Snape mengangkat alisnya menyuruh Harry untuk melanjutkan ceritanya
Harry pun menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa menambah atau mengurangi apapun
"Apa kau yakin itu yang sebenarnya terjadi? Kau akan menyesal jika itu kebohongan" ancam Snape
"Itu cerita yang sebenarnya, sir" Harry menatap mata onyx Snape dengan yakin
Snape balik menatap mata emerald Harry kenapa? Kenapa tidak ada kebohongan dimata anak ini? Dia seharusnya pembohong, angkuh dan pencari perhatian seperti James Potter dia seharusnya adalah salinan sempurna Potter senior pikir Snape
"10 poin akan dikurangi dari Gryffindor karna 5 poin yang Minerva berikan untukmu dan Weasley jelas tidak pantas" ucap Snape dingin "kau keberatan?"
Harry menunduk "No, sir, aku juga berpikir poin itu seharusnya tak diberikan"
Snape mengayunkan tangannya pelan "kembali ke asramamu"
"Menurut pengalamanku air hangat bagus untuk luka" ucap Harry sambil menatap Snape dengan gugup "good night sir" lanjutnya sopan kemudian berlalu dari hadapan Snape dan kembali ke menara Gryffindor
Snape menatap kepergian Harry dalam diam terlepas dari semua pertentangan yang sekarang terjadi didalam kepalanya
HP
Pagi ini akan dilaksanakan pertandingan Quidditch antara Gryffindor dan Slytherin sekaligus pertandingan pertama Harry,
"Harry kau setidaknya harus makan, kau harus memiliki cukup energi untuk pertandingan pertamamu" suara Hermione terdengar penuh kekhawatiran terhadap sahabat, Ron yang duduk didepan Harry juga terlihat khawatir pada sahabatnya itu
"I'm not hungry" Harry tidak percaya dia mengatakan kata-kata itu, mengingat pengalamannya di keluarga Dursley dimana dia selalu kelaparan membuat Harry selalu menghargai makanan namun pagi ini Harry bahkan terlalu gugup untuk menyantap sarapannya
"Good luck today, Potter" terdengar suara dingin Snape dari belakang Harry, Harry menatap Snape yang juga menatapnya dengan dingin seperti biasanya "mengingat kejadian dengan troll semalam kurasa Quidditch bukan hal sulit untukmu, bahkan jika itu melawan Slytherin" Snape menatap ketiga anak itu bergantian kemudian melanjutkan berjalan menuju head table
Hermione menautkan alisnya sambil menatap Snape yang berjalan pincang "Pantas saja ada darahnya"
"Darah?" Tanya Ron penasaran, sementara Harry hanya menatap Hermione
"Semalam aku melihat ada darah disekitar kaki Professor Snape, dan pagi ini dia berjalan pincang" jelas Hermione pada kedua sahabatnya
"Sudah kuduga!" Ujar Ron sambil memukul meja cukup keras "Snape pasti yang membiarkan troll itu lepas semalam"
"Professor Snape" Harry mengoreksi Ron namun Ron mengabaikannya "lagipula untuk apa dia melakukan itu?"
"Siapa yang tau? Mungkin saja dia mengincar sesuatu yang dijaga anjing berkepala tiga itu" ucap Hemione santai
Ron mengangguk penuh antusias "namun dia digigit sebelum bisa masuk ke pintu rahasia itu"
Harry menggelengkan kepalanya "kalian berdua mulai berbicara tak masuk akal, yang dijaga anjing itu adalah urusan sekolah dan dia guru disini"
Sebelum Ron ingin protes kembali, Hedwig masuk ke aula besar dengan membawa sebua paket yang cukup besar, Hedwig meletakkan paket itu dimeja dan terbang setelah Harry mengucapkan terima kasih
"Bukankah ini terlalu pagi untuk sebuah paket?" Tanya Hermione bingung
"Tapi aku tidak pernah mendapatkan surat atau paket apapun" jawab Harry
"Ayo buka!" Ujar Ron antusias
Mereka bertiga pun membuka paket kertas yang membungkus paket itu yang ternyat adalah sebuah sapu
"Sebuah sapu?" Gumam Harry pelan
Mata Ron membulat kagum "itu bukan sapu biasa, Harry! Itu Nimbus 2000!"
"Tapi siapa?" ucap Harry sambil melihat sekeliling, matanya pun mendarat pada Hedwig yang duduk di head table tepat di depan McGonagall, McGonagall bahkan membelai bulu Hedwig sambil tersenyum kearah Harry, Ron dan Hermione mengikuti arah tatapan Harry, Harry membalas senyum McGonagall sambil mengangguk seolah berusaha mengucapkan terima kasih
.
.
Pertandingan Quidditch antara Gryffindor dan Slytherin berjalan dengan cukup lancar dengan Gryffindor keluar sebagai pemenang setelah Harry berhasil menangkap Golden Snitch dengan mulutnya, walaupun ada sedikit insiden dimana seseorang memanterai sapu Harry dan berusaha membuat Harry terjatuh dari sapunya namun untungnya Harry baik-baik saja
.
.
"Kau membakar jubah Professor Snape?" Tanya Harry sambil membulatkan matanya tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya
"Dia memanterai sapumu Harry!" Balas Hermione
Harry mengangkat kedua tangannya tak percaya dengan perbuatan sahabatnya "Kau tau akibatnya jika Professor Snape tau?"
"Kita tak akan membiarkan dia tau, lagipula jika Hermione tak melakukannya entah apa yang akan terjadi padamu" sembur Ron "sapumu kembali normal setelah itu, sudah jelas Snape yang melakukannya"
"Melakukan apa?"
"Memanterai sapu Harry!" jawab Ron cepat, Ron bahkan sampai menganga karna jawabanya barusan, untungnya saat mereka menatap kebelakang ternyata Hagrid yang berdiri dibelakang mereka membuat Ron lega
Hagrid tertawa "untuk apa Professor Snape memanterai sapu Harry?"
Ron mengangkat kedua bahunya "mungkin untuk mencelakai Harry dan membuat Slytherin menang?"
"Kau pikir seorang guru akan melakukan itu hanya untuk piala Quidditch?" Hagrid menggelengkan kepalanya tak percaya dengan perkataan Ron
"Tentu saja dia bahkan berusaha mencuri sesuatu di koridor lantai tiga sebelah kanan" lanjut Ron santai
Hagrid menatap Ron tajam "apa maksudmu?"
"Ron mencoba berkata bahwa Professor Snape berusaha mencuri sesuatu yang dijaga anjing berkepala tiga" jawab Harry
Mata Hagrid kini membulat "Kalian bertemu fluffy?"
"Fluffy? That thing has name?" Sembur Ron yang cukup terkejut dengan fakta itu
Senyum tiba-tiba senyum merekah diwajah Hagrid "tentu saja anjing lucu itu milikku" jawab Hagrid "aku meminjamkannya pada Professor Dumbledore untuk menjaga barang milik Nicholas Flamel"
"Nicholas Flamel?" Tanya Ron dan Hermione secara bersamaan
Mata Hagrid kembali membulat dan senyumannya hilang "seharusnya aku tidak mengatakan itu" gumam Hagrid pelan "lupakan saja, berpura-puralah kalian tak mendengarnya" Hagrid kemudian berjalan menjauh dari tiga anak itu
"Siapa itu Nicholas Flamel?" tanya Ron sambil menatap Hermione berharap gadis pintar itu tau sesuatu, namun Hermione menggeleng pelan
HP
Hari-hari berlalu tak terasa sudah Natal, Hermione bahkan sudah pulang kerumahnya untuk berkumpul bersama keluarganya tentu saja setelah mengingatkan Harry dan Ron untuk tetap mencari tau tentang Nicholas Flamel, Ron membatalkan rencananya untuk pulang kerumahnya di The Burrow karna orang tuanya pergi ke rumah kakaknya Charlie di Romania, sementara Harry memikirkan untuk pulang di Surrey saja sudah menjadi mimpi buruk untuknya, dia memutuskan untuk berlibur di Hogwarts dan mencari tau tentang Nicholas Flamel
.
.
"Harry! Cepat turun kemari!" teriak Ron dari common room Gryffindor, untungnya tak banyak murid tersisa disana sehingga Ron tidak mendapatkan masalah karna berteriak terlalu keras dipagi hari
Ron memang sudah sangat bersemangat sejak semalam untuk melihat hadiah Natal apa yang akan dia dapatkan sementara Harry bahkan tidak mengharapkan untuk mendapatkan apapun setelah pengalamannya selama ini dimana dia selalu menghabiskan Natal di lemari bawah tangganya sambil mengintip keluarga Dursley yang membuka kado di bawah pohon Natal setiap tahunnya, Harry tak pernah sekalipun mendapatkan hadiah bisa menatap pohon Natal yang indah saja sudah cukup untuk Harry
Harry menutup buku Quidditch pemberian McGonagall yang sedang dia baca dan memutuskan turun kebawah karna Ron terus berteriak memanggilnya
"Happy Christmas Harry!" Sapa Ron bersemangat dengan senyuman diwajahnya dan sekotak Bertie Bott's Every Flavour Beans ditangannya
"Happy Christmas" Harry tersenyum tipis kearah Ron
"Lihat kau mendapatkan sesuatu!" Ron menunjuk beberapa hadiah dibawah pohon yang ditujukan untuk Harry
Mata Harry membulat karna terkejut dia pun berlari penuh semangat ke arah pohon dan melihat hadiah yang bertuliskan untuknya aku tak percaya, ini pertama aku mendapatkan hadiah pikir Harry, senyum mengembang diwajahnya
Harry meraih kotak berwarna merah dengan pita gold dan membukanya, dia menatap isi kotak itu sambil tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah buku berjudul Quidditch Through the Ages dan sebuah surat, Harry membaca surat itu dalam dalam diam
"Wah siapa yang memberikanmu buku ini? Ini edisi terbatas!" sembur Ron dengan mulut yang dipenuhi makanan setelah melihat buku baru Harry
Harry tersenyum "Professor McGonagall" jawab Harry "dia sepertinya berharap banyak padaku" lanjut Harry sambil meletakkan buku itu dimeja
"Tentu saja! Kau seeker terbaik yang pernah ada!" Ujar Ron bangga pada sahabatnya
Harry meraih sebuah kotak yang berukuran agak kecil dan membukanya, didalamnya ada sepasang slipper berwarna merah dan gold dengan logo singa diatasnya "Professor Dumbledore" ucap Harry sambil tersenyum setelah membaca surat yang berada didalam kotak
"McGonagall sampai Dumbledore bahkan memberimu hadiah" Ron terdengar agak iri dengan sahabatnya "kau jelas the golden boy"
Harry mengabaikan Ron dan meraih sebuah hadiah yang cukup aneh yang dibungkus plastik berwarna hitam, dia membukanya dan menarik sebuah jubah dari dalam, jubah itu bahkan cukup besar untuk pria dewasa, Harry yang bingung dengan hadiah itu pun mencoba memakainya saat itu tubuh Harry yang tertutup jubah menghilang, Harry bahkan sampai kehilangan kata-kata
Ron membulatkan matanya "no way! It's invisibility cloak! Ini sangat langka! Siapa yang memberikan itu padamu?"
Harry pun meraih surat yang dikirim bersama jubah itu "entahlah disini hanya ditulis gunakan dengan bijak"
"Brilliant!" Ujar Ron masih dengan penuh rasa kagum
Saat kembali ke asrama setelah makan malam Harry duduk sendirian di common room sambil memegang invisibility cloak miliknya menunggu jam malam lewat, dia berencana untuk pergi mencari tau tentang Nicholas Flamel di area terlarang seperti yang disarankan Hermione, Ron sudah tertidur sejak tadi dan Harry tidak berencana membangunkannya karna dia berpikir Ron kelelahan setelah perang salju tadi sore
.
.
Saat di area terlarang bahkan sebelum Harry sempat membaca atau mencari apapun Filch datang kesana untuk berpatroli malam seperti biasanya, Filch hampir memergoki Harry namun beruntung dia membawa invisibility cloak nya sehingga Filch tidak sempat menangkapnya atau bahkan melihatnya
Harry berjalan untuk kembali ke menara Gryffindor masih dengan menggunakan jubahnya agar tak dilihat siapapun, saat itu dia melihat Snape sedang berbicara dengan Quirrell sambil memegang kerah baju Quirrell
"Kau tidak ingin aku menjadi musuhmu, Quirrell" ucap Snape sambil menatap Quirrell tajam
"Aku tidak tau apa maksudmu" balas Quirrell gugup dengan suara terbata-bata
"Kau tau dengan jelas apa maksudku, kita akan berbicara lagi setelah kau memutuskan dimana loyalitasmu berada" dari suaranya Snape jelas terdengar kesal dengan Quirrell
Harry menutup mulutnya dengan tangan dan berjalan melewati mereka berharap dia tak akan membuat suara apapun, saat itu Filch datang dan menunjukkan lampion yang masih panas yang Harry jatuhkan beberapa saat lalu, Filch memberitahu Snape bahwa dia menemukan itu di area terlarang dan dia berasumsi seorang murid berkeliaran disana saat jam malam, Snape segera berlari kearah perpustakaan diikuti Filch dan Quirrell
Harry yang panik tanpa berpikir masuk disebuah ruangan kosong ruangan itu cukup luas, dia membuka jubahnya dan menjatuhkan dirinya dilantai karna lututnya yang tiba-tiba menjadi lemas apa mungkin Professor Snape benar-benar orang jahat seperti yang dikatakan Hermione dan Ron pikir Harry saat mengingat kejadian yang dia lihat tadi dimana Snape mengancam Quirrell, Harry menatap kedepan dan melihat cermin berukuran cukup besar yang ditaruh diujung ruangan, dia berdiri dan mendekati cermin itu, dibagian atas cermin ada sebuah tulisan yang tidak Harry mengerti, Harry pun menempatkan dirinya didepan cermin itu dan saat dia menatap kearah cermin tiba-tiba kedua orang tuanya muncul dibelakangnya dicermin itu, Harry menatap kebelakang namun tidak menemukan siapapun disana, tapi saat dia kembali menatap ke cermin orang tuanya terlihat berdiri disampingnya sambil tersenyum kearahnya, Harry yang bingung tapi juga bersemangat segera meraih jubahnya dan berlari menunju menara Gryffindor
Harry membangunkan Ron dan mengajaknya keruangan dengan cermin itu
.
.
"Lihat orang tuaku berdiri disana!" Ucap Harry sambil menarik Ron berdiri didepan cermin
Saat itu Ron tersenyum sangat lebar "aku tidak melihat orang tuamu tapi wow aku menjadi kapten Quidditch Gryffindor dan aku memenangkan Quidditch cup!"
Harry menautkan alisnya bingung
"Kurasa cermin ini menunjukkan hal berbeda tergantung pada orang yang berdiri didepannya" ucap Ron setelah puas melihat dirinya dicermin "apa mungkin ini menunjukkan masa depan?"
"Mana mungkin, kedua orang tuaku sudah tiada" Harry berusaha menyembunyikan kesedihan disuaranya
Harry menunduk kecewa, awalnya dia berpikir bahwa dia bisa membawa kembali orang tuanya dengan cermin itu sungguh konyol pikir Harry karna jika cermin itu bisa melakukannya Dumbledore pasti sudah mengatakannya pada Harry sejak lama, namun sejak saat itu Harry selalu berkunjung keruangan itu walau hanya sekedar untuk melihat bayangan kedua orang tuanya di cermin
HP
Pagi ini setelah sarapan Harry, Ron dan Hermione memutuskan untuk belajar bersama di aula besar, lebih tepatnya Harry dan Hermione belajar sedangkan Ron bermain kartu-kartu coklat frog nya
"Lihat dirimu bermain dengan kartu, menyedihkan! Kita memiliki ujian akhir sebentar lagi" Hermione menatap Ron yang terlihat tidak ada niat sama sekali untuk belajar
"Aku siap, tanya aku pertanyaan apapun" ucap Ron dengan percaya diri
Harry yang sedang membaca tertawa sambil menggeleng saat mendengar ucapan Ron
Hermione berpikir sebentar "Baik, sebutkan 3 bahan terpenting dalam membuat Forgetfulness Potion?"
"Aku lupa" jawab Ron tak peduli
"Lalu apa yang akan kau lakukan saat ujian nanti?" Tanya Hermione lagi
"Menyontek padamu" ejek Ron
"Kau tidak bisa" balas Hermione cepat dengan ekspresi jengkel "lagipula menurut Professor McGonagall kita akan diberikan pena khusus yang dilengkapi dengan anti mencontek"
"Ini sungguh penghinaan! Seperti mereka tidak mempercayai kita!" Sembur Ron marah, dia melemparkan sebuah kartu dimeja "Dumbledore lagi"
Saat itu Neville masuk kedalam aula besar sambil melompat karna kakinya terikat, para murid tertawa melihatnya
"Leg-locker curse?" Gumam Ron pelan
Harry menatap Ron "Malfoy"
Ron mengangguk mengerti, "kau harus mulai berdiri untuk dirimu, Neville"
"Bagaimana aku melakukannya? Berdiri saja sulit untukku" balas Neville yang masih sibuk menyeimbangkan dirinya agar tidak jatuh
Seamus yang duduk disamping Harry pun berdiri sambil memegang tongkatnya "aku akan membantumu dengan mantera penangkal"
Mata Neville membulat, dia menggeleng dengan keras "tidak kau, kau hanya akan membuat lututku terbakar"
Seamus yang mendengar ucapan Neville pun marah dan membanting tongkatnya "aku sungguh tak menghargai hinaanmu, Longbottom! Lagipula jika ada orang yang peduli untuk memperhatikan, alisku sudah tumbuh sepenuhnya" bentak Seamus kemudian berjalan keluar ruangan tanpa sadar dia menunjukkan sebuah spot rambut yang hilang dibelakang kepalanya
Harry yang tidak tertarik dengan pembicaraan mereka pun meraih kartu bergambar Dumbledore dan membacanya
Saat itu mata Harry membulat "aku menemukannya!" Ujar Harry sambil menunjukkan tulisan pada kartu coklat frog bergambar Dumbledore pada Ron, mengisyaratkan Ron untuk membacanya
Ron pun mulai membacanya dengan malas "Dumbledore terkenal karna mengalahkan seorang dark wizard Grindelwald pada tahun 1945"
"Go on" ucap Harry
Ron memutar bola matanya jelas tak tertarik dengan bacaan apapun, namun dia tetap melanjutkannya "karna penemuannya tentang 12 fungsi darah naga, dan pekerjaannya tentang alkimia bersama partnernya Nicholas Flamel!" Ron terdengar antusias pada kata terakhir yang dia baca
"Aku tau nama itu familiar, aku membacanya dikereta waktu itu" ucap Harry
Hermione terlihat berpikir sejenak matanya berbinar sepersekian detik kemudian "ikut aku"
Hermione mengambil buku-bukunya dimeja dan berlari keluar aula besar, Harry dan Ron melakukan hal yang sama dan mengikuti Hermione, mereka bahkan sampai mengabaikan Neville yang terus memanggil mereka untuk meminta tolong
Ketiga Gryffindor itu sampai di perpustakaan, Hermione pergi entah kemana dan meminta Harry dan Ron untuk menunggu
"Aku membuatmu mencari di tempat yang salah! Bagaimana aku bisa menjadi begitu bodoh" ucap Hermione sambil berjalan mendekati mereka dengan sebuah buku ditangannya "aku membaca ini untuk bacaan ringan" lanjut Hermione sambil meletakkan buku yang sangat tebal di meja, meja bahkan sampai bergoyang karna tebalnya buku itu
"Ini ringan?" Ron menatap Hermione tak percaya, Hermione hanya membalas menatap Ron dengan tajam
TBC..
