Disclaimer: Square Enix


Tina kecil adalah gadis yang hidup di dalam bunga lili. Nama aslinya adalah Tina. Akan tetapi, orang selalu memanggilnya Tina Kecil karena ukuran tubuhnya yang sebesar ibu jari.

Di sekitar bunga lili, terdapat Kerajaan Ikan Koi. Tina sangat akrab dengan Kerajaan Ikan Koi tersebut. Kerajaan Ikan Koi dipimpin oleh Raja Edgar. Raja Edgar adalah ikan koi terbesar dan sisiknya berwarna kuning keemasan. Raja Edgar adalah raja yang sangat pintar, dan juga sangat cinta terhadap wanita. Entah sudah berapa kali lamaran Raja Edgar ditolak Tina. Selain Raja Edgar, ada pula sepasang ikan koi yang merupakan teman baik Tina. Mereka adalah Locke dan Celes. Mereka selalu bermain bersama di tepi kerajaan itu.

Suatu hari, Kerajaan Ikan Koi yang damai digemparkan oleh seorang yang sangat amat jahat. Anak manusia yang masih hidup di muka bumi ini, namanya adalah Kefka. Kefka adalah sesosok anak normal tetapi isi pikirannya layaknya seperti psikopat. Bagaimana tidak, telah beredar rumor yang disampaikan oleh jangkrik-jangkrik bahwasanya dia telah meracuni satu Kerajaan Ikan Koi lain hanya untuk kesenangan semata. Sungguh keadaan Kerajaan Ikan Koi yang malang itu sangat memprihatikan.

"Tidak ada yang selamat dari racun itu," kata jangkrik-jangkrik.

Pada hari itu, Kefka tidak sengaja melihat Tina sedang bermain dengan ikan koi. Dia sangat tertarik dengan Tina. Dia mau menjadikan Tina sebagai bahan percobaannya yang sadis. Menyiksa perlahan-lahan sampai mati. Itu kesenangan Kefka sehari-hari.

Raja Edgar tahu akan hal itu menyembunyikan Tina ke tempat yang aman. Kefka sangat kesal dan memutuskan untuk meracuni kerajaan ikan tersebut. Raja Edgar tidak kehilangan akal. Dia sudah wanti-wanti kalau cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Raja Edgar sudah membuat jalur evakuasi untuk para ikan koi melalui selokan. Kefka sangat terkejut mendapati bahwa ikan koi tersebut sudah hilang. Dia sangat marah dan berusaha untuk mengejar mereka. Dia menyewa detektif untuk mencari ikan-ikan tersebut dengan ancaman dan uang.

Jujur, Tina sangat takut. Akan tetapi, dia tidak menerima bahwa mereka akan sangat mudah ditaklukan oleh seorang anak kecil.

"Kita harus memberi pelajaran kepada anak gila itu. Kalau tidak, tuan detektif akan melacak kita dan kita akan mati," kata Tina dengan kemarahan yang berapi-api.

"Iya, Tina. Aku juga setuju. Tapi, bagaimana caranya mengalahkan anak itu? Kita hidup di air sedangkan anak itu bisa di darat dan di air. Kita pasti akan kalah!" kata Celes dengan putus asa.

"Jangan takut Celes, memang benar kata Tina. Kalau kita tidak memberi pelajaran kepada anak itu secepat-cepatnya, cepat atau lambat kita akan mati diracuni anak itu. Kerajaan kita masih ada anak-anak dan orang tua yang tidak berdosa. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi! Tapi Tina, apa rencanamu?"

Tina terdiam sejenak berusaha memikirkan strategi untuk melawan anak tersebut. Tunggu, hal apa yang paling dibenci manusia? Oh, Tina ingat. "Kalau tidak salah, manusia sangat membenci kecoak. Ah, gimana kalau aku dan kecoak memancing anak itu ke kolam, lalu diserang kutu air?"

Raja Edgar setuju dengan rencana itu. Dia pun memberi tugas kepada Tina untuk meminta pertolongan bangsa kecoak. Sejauh ini, Kerajaan Ikan Koi bersahabat dengan bangsa kecoak. Bangsa kecoak sangat dihormati di kalangan binatang karena kecoak adalah makhluk yang paling dibenci manusia. Raja Edgar dengan berat hati mengantarkan Tina sendirian ke bangsa kecoak karena akses untuk ke bangsa kecoak telah tertutupi dengan racun. Jalur yang tersisa adalah jalur darat. Sedangkan Locke dan Celes disuruh untuk meminta bantuan dari suku kutu air untuk menggerogoti anak itu nantinya.

Tina pun segera ke bangsa kecoak. Tina harus melewati rumput-rumputan dan bunga-bunga supaya tidak ketahuan oleh Kefka dan detektif itu. Akhirnya, Tina sampai di kerajaan kecoak. Lokasi dari bangsa kecoak itu adalah di sela-sela rumah manusia. Jadi bisa dibilang bangsa itu lebih beradab dibandingkan kecoak di selokan. Ternyata, dia adalah primadona di tempat itu. Tina pun menceritakan kesusahan yang dialami oleh kerajaaan ikan koi dan taktik pembalasannya.

Raja Kecoak, Cid, dengan sabar mendengarkan curhat dari Tina.

"Tina, rencanamu bagus. Memang peradaban kecoak itu lebih lama daripada manusia. Akan tetapi, manusia jauh lebih pintar sehingga dia mampu menguasai bumi ini. Saya bisa saja membantu mengerahkan pasukanku untuk menyerang anak itu. Akan lebih baik lagi, kalau kita meminta pertolongan semut Tomcat dan semut api sebagai artileri kita. Saya sangat sedih mendengar Kerajaan Ikan Koi lain yang terbunuh oleh anak itu. Jadi, anak itu adalah musuh kita semua. Saya pasti akan mendukung Anda supaya tragedi ini tidak terulang kembali. Saya akan segera menghubungi pasukan semut untuk meminta pertolongan. Tina, perjalananmu pasti sangatlah melelahkan. Istirahatlah di kamar tamu raja."

Di sisi lain, Locke dan Celes menemukan puing-puing Kerajaan Ikan Koi yang telah diracuni oleh anak itu. Sekarang sudah aman karena dibersihkan oleh manusia. Sungguh ironi, manusia yang membunuh, manusia yang membersihkan, sehingga tidak dapat menuduh mereka sepenuhnya bersalah.

Mereka bertemu dengan suku kutu air dan koloni katak. Anehnya, meskipun mereka sering bermusuhan, untuk kali ini mereka ingin bekerjasama melawan anak itu.

Akhirnya semua pasukan baik ikan koi, kecoak, kutu air, katak, semut berkumpul di tempat persembunyian Raja Edgar. Sekarang ini adalah masalah hidup atau mati. Mereka harus mensukseskan rencana ini.

Tina pun menjadi umpan karena dialah yang dicari-cari oleh Kefka. Mereka bersembunyi di balik Kerajaan Ikan Koi. Kefka sedang asyik menyiksa belalang malang itu dan diganggu oleh teriakan Tina.

"Kefka, lepaskan belalang itu! Bukankah kamu sangat ingin menyiksa aku?" teriak Tina.

"Oh, Gadis Lili muncul. Aku pikir kamu sudah mati ketakutan."

"Aku tidak akan takut apalagi dengan anak jahat seperti kamu. Aku percaya kebaikan pasti akan mengalahkan kejahatan."

"Oh, kamu sangat naif, gadis kecil. Dunia tidak sesederhana itu. Di dunia ini, hukum rimbalah yang berlaku. Siapa yang terkuat, dia yang menang dan menjadi pahlawan. Hahaha…

"Aku sudah bisa membayangkan apa yang hendak aku lakukan terhadapmu. Lihatlah, kamu sangat kecil! Sekali diinjak langsung mati! Apa yang kamu bisa lakukan? Nangis? Teriak minta tolong?"

Tina mengepalkan tangannya. "Aku memang kecil dan lemah, tapi yang membuatku menjadi kuat adalah teman-temanku. Aku tidak akan membiarkan kamu menyiksa mereka lagi!"

Pasukan kecoak dan semut tomcat mengerumuni Kefka. Kefka terkejut. Para katak mengeluarkan lendir membuat lantai menjadi licin sehingga dia terpeleset jatuh ke lantai. Para ikan koi menyepak air dengan ekor mereka memberi jalan kepada suku kutu air untuk maju mengerumuni Kefka. Kefka sangat ketakutan dan memohon untuk menghentikan semua ini.

Tina pun setuju dan membuat Kefka berjanji untuk tidak menyakiti mereka lagi. Kefka akhirnya dilepaskan oleh semua pasukan itu dan pasukan itu segera pergi ke tempat persembunyian. Mereka memutuskan untuk mencari habitat baru untuk kerajaan dan koloni mereka. Manusia pasti akan balas dendam terhadap perlakukan mereka kepada anak itu. Tapi, mereka puas menumpahkan kekesalan mereka dan kembali ke tempat mereka masing-masing.

Sejak saat itu, Kefka sangat trauma menyiksa binatang. Kejadian mengerikan masih terngiang-ngiang di kepalanya. Berita tentang kemenangan merekapun disebarkan oleh jangkrik-jangkrik dan menjadi inspirasi bagi binatang lain yang ditindas oleh manusia.