Waktu berlalu, sekarang liburan musim semi, dan akhirnya waktu Eijun berangkat ke Tokyo. Keluarga dan teman-temannya ikut bersamanya menuju stasiun tempat Rei menunggu.

Menunggu kereta, mereka mengobrol bersama dan Eijun merasa bahwa dirinya pasti akan merindukan teman-temannya. Ia berpikir mungkin setidaknya banyak mengirim pesan kepada mereka sebelum disela oleh pengumuman.

"Kereta pukul 2:30 P.M. Tujuan Tokyo. Akan segera tiba dijalur dua. Tolong jangan melewati garis kuning."

"Ei-chan, ini dari kami." Kata teman Eijun mengambil sebuah topi dari tasnya. Topi itu memiliki tanda tangan dan kata-kata penyemangat dari teman-temannya yang membuat Eijun tersenyum, senang rasanya memiliki teman seperti mereka.

"Semoga berhasil, Ei-chan!"

"Berjuanglah Ei-chan!"

Masuk kedalam kereta, ia berbalik dan terkejut dengan wajah sedih teman-temannya. Ia merasa bersalah meninggalkan mereka. Tapi dirinya tidak menyesal karena dirinya sekarang akan bertemu dengan Kazuya setelah berabad-abad.

Eijun menunjukkan senyum cerah kepada mereka, tidak menangis karena tidak ingin membuat mereka khawatir.


Dalam kereta, Eijun tidur selama perjalanan. Ia merasa lelah sekaligus senang karena ia akan bertemu Kazuya lagi. Ia tersenyum setiap meikirkan dia akan membentuk baterai dengan Kazuya.

Ketika mereka tiba di Tokyo, mereka segera menuju ke Seidou, dan Takashima juga memberi tahu Eijun beberapa hal yang perlu ia ketahui seperti ia di izinkan untuk memanggil nama Takashima dengan Rei-chan meski hanya dilapangan dan dikelas dirinya harus memanggilnya dengan rasa hormat. Mereka berjalan menuju gedung asrama sebelum Takashima melanjutkan.

"Sawamura-kun, jangan lupa istirahat yang cukup setelah membereskan barang-barangmu. Program latihan kami bisa membuatmu kelelahan, bahkan di musim semi. Dan dengan ini tugasku sebagai pencari bakat sudah selesai dan mulai sekarang saya akan menjadi guru dan pelarih anda. Jangan menyerah meskipun ada hambatan yang akan kau temui, dan aku percaya kau bisa melakukannya. Berjuanglah, calon ace." Dan dia pergi.

Mendengar ucapan Rei-chan membuat Eijun bersemangat untuk menempuh awal baru. Eijun berjalan menuju kamar nomor 5 seperti yang ditunjukkan di dalam pesan. Eijun dengan bersemangat membuka pintu.

"AH!!!!!"

Hantu yang menakutkan ada tepat di hadapan Eijun yang membuatnya merasakan gemetar ketakutan.

"Hyaha! Sukses besar! Jangan marah, ya. Tahun lalu aku juga ada di posisimu." Eijun masih tercengang dengan apa yang terjadi. "Selamat datang di Tim Bisbol Seidou." Ucap seorang pria bersurai hijau dengan tangan menawarkan bantuan untuk Eijun berdiri.

"Namaku Kuramochi, tahun kedua." Ucap pemuda itu memperkenalkan diri. "Dan ini Masuko, tahun ketiga."

"S-salam kenal juga." Mereka pun memasuki kamar yang ternyata luas. Disana Eijun memilih untuk berada di tempat tidur di atas milik Kuramochi.

Kuramochi mengajak Eijun untuk bermain game sebagai sambutan selamat datang. Eijun dengan senang hati menerima dan mereka bermain game sampai tengah malam. Ia pasti akan merasa nyaman disini, setidaknya itulah pikirnya


"Sial!!! Mengapa mereka tidak membangunkanku?"

Sekarang Eijun merasa dirinya salah tentang pikirannya mengenai senpai yang baik hati karena sekarang ia terlambat di hari pertama latihan dan itu buruk.

Eijun memakai seragam latihan yang ada dilemari dan mengunci pintu sebelum berlari ke lapangan.

'Sial! Sial! Sial!!! Aku tertipu oleh mereka!!!'


(Di lapangan)

Perkenalan sepertinya sudah dimulai, dan ini seperti akhir bagi Eijun. Ia bersembunyi sambil mengamati mereka yang sudah berada di lapangan.

'Wow! Kau hebat Eijun! Membuat masalah di hari pertama? Itu pasti sebuah penghargaan besar yang tidak boleh dimiliki!' Ucapnya mengejek betapa bodoh dirinya.

Seseorang menubruk Eijun membuat dirinya berbalik. Disana ada Miyuki Kazuya memakai kacamata dan topi dalam posisi agak miring.

'Kazuya' Ia tertegun melihat Kazuya yang berada disini. 'Tunggu dulu kenapa ia ada disini?'

"Aduh! Are~ Kau..." Ucap Kazuya berpura-pura tak mengerti namanya. Padahal dirinya sangat mengingatnya, 'Sawamura Eijun' entah kenapa Kazuya selalu mendapati gambaran tentangnya, tapi Kazuya hanya ingin menggoda Eijun tentang itu.

Merasa bahwa Kazuya tidak mengingat namanya Eijun membentaknya dengan suara agak pelan, takut ketahuan terlambat. "Sawamura Eijun! Sudah ku ingatkan untuk mengingat namaku, Miyuki Kazuya!"

"Haha, oh Bakamura?" Tawanya yang terdengar menyebalkan di telinga Eijun. "Tapi, kenapa kau ada disini?"

"Tentu saja aku kesini untuk masuk ke tim bisbol Seidou dan aku akan menjadi mitra denganmu, jadi bersiaplah." Eijun menyeringai.

"Heh." Kazuya senang Eijun bersekolah di Seidou bersama dirinya, tapi Eijun tak perlu tahu itu. "Ngomong-ngomong, kau terlambat dihari pertama, ne~Bakamura?" Goda Miyuki.

"Siapa yang panggil bodoh, Miyuki Kazuya?! Ini juga bukan salahku bila terlambat." Gerutu Eijun.

Kazuya menyeringai, ia tahu bahwa Sawamura berada di kamar 5 bersama Kuramochi dan Masuko. 'Pasti ini karna Kuramochi.' Pikirnya terkekeh.

Mendengar tawa dari Kazuya membuat Eijun ingin memukul wajahnya, tapi ia tahan, ia tidak mau mendapat masalah lagi. "Dan kau kenada ada disini? Bukankah seharusnya kamu ada di barisan para senpai?"

"Ah! Tadi aku harus mengerjakan sesuatu." Ucap Kazuya berbohong, sebenarnya ia terlambat bangun dan lupa bahwa hari ini akan ada perkenalan murid tahun pertama.

'Alasan!' Eijun memutar matanya malas. Eijun tahu bahwa yang diucapkan Kazuya bohong, tapi ia masih harus memikirkan cara agar dirinya bisa keluar dari masalah ini.

"Aku akan membantumu." Kazuya berkata setelah melihat wajah kesulitan Eijun yang sedang memikirkan cara agar tidak mendapat masalah karena terlambat. Kazuya menyeringai.

"Eh! Apa kau sudah punya rencana?"

"Sudah pasti, kau tahu pelatih kami? Kataoka Tesshin, dia adalah orang yang tegas dan pastinya tidak akan mentolerir keterlambatanmu hanya dengan minta maaf saja."

'Kataoka Tesshin?' Entah kenapa Eijun merasa dirinya akrab dengan nama itu.

Dan Kazuya menunjukkan Eijun bagian rencana -untuk dirinya sendiri dengan mengorbankan Eijun- yang harus berlari cepat apabila perkenalan dilakukan mencapai barisan pojok. Kazuya juga menambahkan bagian 'seperti ninja' untuk mendapatkan minat Eijun.

Sepertinya Eijun menyetujui rencana itu karena di menganggukkan kepalanya dengan semangat yang membuat Kazuya merasa agak bersalah karena membohonginya.

Dan rencana Kazuya berhasil sedangkan untuk Eijun, ia juga berhasil, berhasil ditangkap oleh pelatih katena suara keras Kazuya. Eijun menggerutu saat menyadari bahwa dirinya berada dalam perangkap Kazuya.

'Miyuki Kazuya!!! Aku benci kau!!!' Geram Eijun dalam pikirannya.

Menyadari bahwa pelatih berkacamata hitam seperti yakuza -menurut Eijun- ada dihadapannya, ia bisa merasakan kakinya gemetar di bawah sana.

"Bocah." Kata Kataoka yang membuat Eijun membeku seketika. "Kau punya nyali juga, berani terlambat di hari pertama latihan. Bahkan mau menyelinap ke dalam barisan. LARI KELILING LAPANGAN SELAMA LATIHAN PAGI!!!"

"Semuanya berjalan terbalik dengan harapanku!" Isak Eijun. Eijun dalam hati menangisi kebodohannya sendiri karena mempercayai Kazuya.

Para senpai termasuk Kazuya tertawa seperti mereka sangat menikmati melihat Eijun menderita disana.

Kataoka melanjutkan. "Dan juga dua senior teman sekamarnya." Ucapan itu membuat Kuramochi dan Masuko yang sebagai teman sekamarnya membeku. "Lalu anak bodoh yang menyusup masuk waktu kita semua fokus pada anak ini." Miyuki berhenti tertawa. "Kalian semua lari juga."

'Aaaaaaa!!!!!!'


"Ini semua karenamu! Aku tidak akan pernah mempercayaimu lagi!!!" Teriak Eijun pada Kazuya saat mereka berempat berlari.

"Hahaha! Terima kasih atas pujiannya!" Balas Kazuya disertai dengan tawa yang menyebalkan.

"Itu bukan pujian!"

Dalam hati, Eijun bersyukur bahwa pelatih menyuruh mereka bertiga untuk berlari bersamanya. Jika tidak, ia tidak tahu bagaimana lagi akan menahan emosinya itu.

Eijun mengerutkan kening. Rasanya ia sudah pernah bertemu dengan Kataoka sebelumnya. Ia terus berpikir.

'Ah! Mungkinkah--'


(Di kafetaria)

"Boleh tambah lagi?"

"Aku juga, dong!"

Sebuah hidangan dengan nasi yang menggunung dihadapan para siswa tahun pertama membuat rasa mual menghampirinya. Mereka harus menghabiskan minimal 3 mangkuk nasi yang tentunya sangat berlebihan bagi tahun pertama.

Tapi tidak bagi Eijun. Sekarang ia duduk disebelah Kazuya karena hanya itu tempat yang kosong. Dia memakannya dengan lahap tanpa menyadari bahwa seseorang sedang menatapnya.

"Wow! Apa kau sudah tahu tentang aturan makan disini? Sepertinya kau tidak kesulitan memakan 3 mangkuk nasi itu." Kata Kazuya agak terkejut.

"Tidak juga." Ucapnya dan terus melahap yang sekarang merupakan mangkuk terakhirnya.

Eijun tidak merasa kesulitan karena dulunya ia juga pernah menjalani latihan yang jauh lebih berat. Dengan memakan 3 mangkuk nasi seperti ini, itu masih jauh lebih baik daripada yang pernah dihadapi Eijun sebelumnya.

Teman-teman tahun pertama yang melihatnya terkagum-kagum bagaimana ia bisa terus memakannya tanpa merasa mual sedikit pun. Kazuya berbalik ke makanannya dan mulai melahapnya dan menggumamkan kata-kata seperti "menarik".

Eijun hanya mengangkat bahu sambil terus melahap makanannya. Meskipun dalam pikiran ia terus menggerutu tentang betapa hebatnya persamaan dari Kazuya sekarang dan Kazuya dulu dalam hal menyebalkannya.

Bersambung...

Di wattpad juga ada kok, jadi kalau punya aplikasinya di vote juga, ya. Hahaha.

Sampai jumpa di episode berikutnya!!!