Eijun terus berlari karena tidak diizinkan mengikuti latihan. Ini semua berawal karena kejadian tadi.
Flashback
Sehabis makan siang, para pemain diharuskan untuk kembali berlatih dilapangan begitu juga untuk Eijun.
"Anak kelas satu!" Salah satu pelatih berteriak untuk mendapatkan perhatian tahun pertama. "Kalian akan dikelompokkan sesuai posisi yang kalian inginkan sebagai uji coba! Ganti sepatu kalian dan berkumpul dilapangan B!"
'Wowww!!! Inilah saatnya Sawamura Eijun ini menunjukkan kehebatannya! Hahaha!' Pikir Eijun bersemangat dan segera mengikuti beberapa tahun pertama untuk menuju ke lapangan B.
"Bocah!" Suara Kataoka menghentikan langkah Eijun dan segera berbalik ke arahnya. "Kau mau kemana?"
"Eh? 'Kemana?' Aku mau menguji kemampuanku...?"
"Kau tak perlu ikut. Kalau kau bosan, kau boleh lari."
Eijun membeku mendengarnya. Sebelum membantah. "Kenapa hanya aku? Tiga orang lainnya sudah boleh ikut latihan."
"Mereka sudah meminta maaf."
"Eh? Kapan?!"
"Orang yang tidak bisa minta maaf setelah datang latihan terlambat tidak perlu menjadi anggota tim bisbol Seidou." Ucap Kataoka saat berbalik untuk melihat Eijun sebelum berjalan untuk mengamati para pemain.
Eijun merasa bahwa dirinya diliputi kebingungan. 'Apa? Apakah aku sudah selesai? Lalu bagaimana dengan menjadi perwakilan untuk teman-temanku, baterai dengan Kazuya, dan menuju Koshien bersama tim?'
"Tunggu dulu!" Teriak Eijun. "Aku memang mengakui bahwa ini salahku karena terlambat dan aku tidak bisa mencari alasan untuk itu. Tapi, aku disini untuk menjadi Ace dan aku yakin aku yang paling berambisi soal itu dibanding semua yang ada disini!"
'Aku tidak boleh menyerah Tesshin, Kazuya ada disini dan aku ingin segera bermain bersamanya.' Pikirnya dalam hati.Kataoka sedikit tersentak mendengar itu. Rasanya ia pernah mendengar ucapan itu disuatu tempat, tapi ia segera menghiraukannya dan berbalik untuk berjalan ke arah Eijun.
Eijun yang melihat Kataoka berjalan kearahnya segera gemetar dengan adanya aura gelap disekitarnya. 'Hei, tunggu du-'
Sebuah bola dilemparkan hingga mengenai pagar pembatas. Semua pemain dibiarkan terkejut melihat lemparan itu dilemparkan dengan cepat dan jauh.
'Wow kekuatannya pasti bertambah.' Bantin Eijun yang menatap bola yang tadi dilemparkan oleh Kataoka.
"Kau mau menjadi Ace?" Ucap Kataoka yang membuat Eijun menoleh kembali. "Kubilang itu omong kosong. Buktikan dengan kemampuanmu." Kataoka menyodorkan sebuah bisbol kearah Eijun.
Eijun langsung menerimanya dan berjalan mengikuti Kataoka yang berhenti di kotak pemukul."Dari pos ini, kira-kira ada 90 meter sampai ke pagar pembatas sana. Kalau bisa melempar bolanya sampai menyentuh pagar, kau boleh ikut latihan. Tapi, kalau kau gagal, lupakan saja mimpimu sebagai pitcher."
'Hahaha itu sih mudah sekali. Akan kutunjukkan permainanku, Tesshin.'
Tapi karena Eijun yang hanya ingin bermain-bermain dengan Kataoka dan secara sengaja melemparkan bola lengkung, ia tidak diperbolehkan ikut latihan.
Flashback off
Eijun meringis mengingat kejadian tadi. Dia pikir Kataoka bisa di ajak bercanda seperti dulu lagi dan lupa bahwa sekarang ia hanyalah seorang siswa sekolah menengah yang bahkan gagal melemparkan bola lurus. 'Menyedihkan' itulah pikirnya saat ini.
Karena lelah, Eijun pun kembali ke asrama bersiap untuk mandi. Ini sudah malam, jadi pasti dirinya akan menjadi yang terakhir untuk berada dipemandian, setidaknya itulah pikirnya.
Ternyata saat Eijun membuka pintu untuk memasuki pemandian, ia menemukan Kataoka yang sudah berendam disana. Eijun sedikit terkejut tapi kemudian menganggukkan kepala dan tersenyum yang dianggapi Kataoka dengan anggukan juga.
"Kau..." Kataoka memulai saat Eijun sudah masuk ke bak untuk berendam. "...sengaja untuk melemparkan bola lengkung. Apa tujuanmu?"
Eijun menyeringai dan mulai tertawa. "Hahaha... Tesshin kau benar-benar mulai bertingkah sebagai pelatih, ya." Kataoka sedikit terkejut dengan nada bicara Eijun. "Hei! Kau benar-benar tak mengingatku? Baiklah! Ini aku Sawamura Seiji! Senang bertemu denganmu lagi, Tesshin!" Ucapnya sambil tersenyum melihat keterkejutan Kataoka.
"Kau... Kau Seiji?!" Kataoka memandang Eijun dengan wajah tak percaya. Eijun mengangguk. "Tapi bagaimana bisa?"
Eijun pun menceritakan keseluruhan cerita dari ia adalah manusia yang tak bisa mati hingga sekarang berada di Seidou. Kataoka masih agak terkejut tapi tetap mendengarkan.
"Dan aku hanya melemparnya untuk membuatmu mengenalku. Betapa bodohnya aku mengingat bahwa saat ini aku hanyalah seorang siswa menengah. Dan kau..." Eijun tertawa. "Kau benar-benar menjadi pelatih yang tegas, Tesshin. Aku hampir tak mengenalimu. Hahaha..."
Kataoka menghela nafas. "Sungguh kau memang Seiji yang kukenal." Ucaonya yang membuat Eijun tersenyum. "Jadi kau kesini untuk bertemu Miyuki dan membuat baterai dengannya?"
Eijun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sebenarnya bukan itu rencanaku. Tapi, hei...ini semacam...takdir? Aku seorang pitcher dan dia menjadi catcher. Sungguh rasanya senang mengetahuinya."
Kataoka menganggukkan kepalanya.
"Tapi kau tidak boleh mengikuti latihan disini. Bukankah itu sama saja bahwa kau tidak bisa bermain dengan Miyuki sebagai baterai?" Kataoka mengingatkan.
Eijun hanya tertawa. "Pfft! Aku mengerti dirimu, Tesshin. Kau akan membiarkanku bermain dan aku percaya." Eijun menyeringai. "Dan apabila kau tetap tak mengiginkanku dilapangan, aku akan terus mengejarmu atau berlatih secara diam-diam disana."
Kataoka tersenyum mendengar itu, sudah lama sekali rasanya sejak ia bertemu dengan orang bodoh dihadapannya ini.
Eijun terus menceritakan dari kehidupannya selama ia mengunjungi dari waktu ke waktu sampai mereka menyadari bahwa waktu sudah semakin malam dan akhirnya mereka pun menyudahi acara reuni dadakan itu.
Berjalan menuju kekamar, Eijun tersenyum bahwa Kataoka masih bisa mengingatnya. 'Andai saja Kazuya juga bisa mengingatnya.' Pikirnya samvil tersenyum sedih.
Jadi, bagaimana Eijun dan Kataoka bisa saling kenal? Dan siapa itu Seiji?
Oke, jadi ketika Eijun sering mengubah-ubah namanya untuk menghindari kecurigaan orang lain. Eijun memakai nama Sawamura Seiji pada saat tahun yang lalu pada saat Kataoka masih berada di universitas.
Karena pada saat itu apartemen tempat tinggal Eijun berada didekat Universitas milik Kataoka, mereka sering bermain bersama. Yah, mereka akrab dan terus mengobrol tentang bisbol seperti tidak ada topik lain diantara mereka.
Setiap Eijun ditanya kenapa dirinya tidak mengikuti tim sekolah menengah, ia selalu beralasan bahwa tim sekolahnya terdiri dari anak nakal atau dirinya lebih senang bermain dengan Kataoka.
Tapi setahun kemudian, Eijun harus meninggalkan kota dan pergi ke Nagano bersama Eitoku. Dirinya pulang tanpa pamit karena tak tahu harus bilang apa kepada Kataoka. Ia tidak mau suatu saat Kataoka berkunjung dan menaruh curiga tentangnya. Dia bisa takut apabila Eijun menceritakan kebenarannya.
Jadi, Eijun agak lega menyadari bahwa Kataoka kini tidak takut mengetahui tentangnya meskipun agak terkejut dengan fakta bahwa dirinya manusia yang tak bisa mati.
Eijun bersenandung sampai ia berada dikamarnya dengan tawa keras yang membuat Kuramochi yang sedang bermain game menoleh kepadanya menanyakan keadaannya.
Di kantor pelatih, Kataoka juga taj hauh berbeda dengan Eijun. Ia merasa senag mengetahui bahwa teman yang selalu ia cari berdiri sebagai siswa yang ia latih.
Mungkin Eijun tidak tahu, tapi yang menginspirasi dirinya menjadi pelatih adalah Eijun.
Kataoka tidak bisa menyembunyikan senyum saat mengingat kejadian lama dengan Eijun beberapa tahun yang lalu.
Rei yang berada didekatnya agak terkejut melihat senyuman terlukiskan diwajah pelatih. Dirinya ikut tersenyum. 'Aku ingin tahu siapa yang bisa membuatnya tersenyum seperti ini.' Pikir Rei.
Bersambung...
Yah, Miyuki nggak ada ya. Hehe. Jadi ceritanya dulu Eijun dan Kataoka itu temen deket. Rasanya geli membayangkan Eijun dan Kataoka berteman tapi biarlah.
Di wattpad juga ada kok, jadi kalau punya aplikasinya di vote juga ya. Hahaha.
Sampai jumpa di episode berikutnya!!!
