DISCLAIMER: GUNDAM SEED AND GUNDAM SEED DESTINY BELONGS TO STUDIO SUNRISE
Thank you for Cyaaz and Panda Nai for the review. Sorry if I am a bit slow for updating this story.
SNAPS
A small shot of a strong alcoholic beverage taken during the course of a meal. A Martini should not be consumed alone, although sometimes you must. If you are lucky to be in a congenial crowd, others are bound to follow your epicurean lead. A nice drink is best enjoyed with conversation between sips. The cocktail conversation also lets expression flow more freely, and the gin or vodka often adds to glib but insightful conclusions.
Chit Chat
By Fuyu Aki
Yzak berdecak, dia bukannya membenci cuaca di bumi namun akibat dari pemanasan global yang membuat cuaca sulit diprediksi apalagi di area Negara tropis sungguh menyebalkan untuknya. Musim kemarau dan musim hujan bukan kombinasi yang baik apalagi ketika kau sedang mengenakan seragam lengkap yang sebenarnya sudah cukup membuat dirinya kepanasan dan berkeringat. Perlukah dia meminta seragam militer yang dia kenakan diperbaiki dan diperbaharui desainnya? Oh, jangan bercanda.
Rasa kesalnya bertambah dengan dirinya yang tidak membawa payung dan menolak protokol keamanan dari ORB Defense Force karena mereka sudah menyiapkan protokol dan fasilitas dari pangkalan ZAFT terdekat yaitu Carpentaria. Namun, tidak mungkin dia meminta salah satu perwira ZAFT untuk mengantarkan payung dari Carpenteria, yang benar saja. Alhasil dia berdiri di depan gedung Morgenroete Inc., milik ORB dan memandangi tanah, aspal, dan lantai batu yang basah oleh tetesan hujan yang cukup deras sambil menunggu salah satu perwiranya berinisiatif mencari atau meminjam payung dari salah satu staff di Morgenroete.. Dia habis menghadiri pertemuan dengan beberapa Representative ORB untuk membicarakan program latihan gabungan dan dia yang datang karena kalau Kira Yamato yang datang dia khawatir diskusinya akan menjadi terlalu lembut, lembek, dan mudah. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Komandan Joule?"
Yzak menoleh ke arah sumber suara dan melihat seorang gadis yang baru saja berdiskusi sengit dengannya menghampirinya. "Chief Representative Athha," ucapnya dan sedikit menganggukkan kepalanya.
"Kupikir Anda sudah pulang. Bukankah Anda sudah keluar dari ruang rapat sekitar…..," gadis itu berdiri disampingnya dan wajah terlihat seperti sedang berpikir tidak disangka gadis yang mencoba menutupi sosok lemahnya dengan balutan seragam militer lengkapnya ini justru masih memperlihatkan sisi santainya, "….empat puluh lima menit yang lalu?" lanjutnya santai.
Yzak menghela napas kecil, "Ya Anda benar namun kelihatannya ramalan cuaca di ORB kurang tepat. Hujan yang cukup deras, bukan?"
Sang gadis yang berdiri di sebelahnya yang tidak lain adalah sang Chief Representative, Cagalli Yula Athha terdiam dan memandang lurus pemandangan yang ada dihadapan mereka. Hujan deras dan dingin serta sejuk dan teduh. Yzak merutuk dalam hati. Padahal dia hanya sekedar ingin membuka pembicaraan dan ucapannya barusan membuat dirinya seakan-akan mengomentari sistem milik National Weather Service ORB ditambah dia mengatakannya kepada orang nomor satu di Negara tersebut. Hebat.
"Semua hal belum tentu bisa kita atur bukan? Manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan," ucap Cagalli santai.
Yzak mendengus, tidak disangka orang yang menempati posisi nomor satu di Negara netral ini ternyata masih memiliki pemikiran yang polos dan lugu layaknya gadis muda seumurannya.
"Lagipula, hujan tidak selamanya pertanda buruk. Ada banyak tempat yang menarik di Olofat dan lebih menarik lagi apabila kau melihatnya ketika musim hujan. Kau harus mengunjunginya sesekali," ucap Cagalli. "Apakah ini kunjungan pertama Anda ke ORB?" tanyanya.
"Euh itu…"
"Ah aku lupa, dulu kalian pernah menyusup bukan?" sela Cagalli.
"Huh?" Yzak merasa seperti disalahkan dan reaksinya seperti anak kecil yang dituduh mengutil.
"Athrun cerita kalau dulu kalian menyusup untuk mencari tahu keberadaan Archangel," jelas Cagalli. "Cerita lama, tidak perlu dibahas walau aku ingin menegurnya karena sembarangan memasuki Negara tanpa izin," ucapnya sambil tertawa kecil.
Yzak tersenyum, mereka memang nekat saat itu. Ah, bukan. Rencana Athrun Zala sangat nekat saat itu namun entah mengapa hal itu tidak buruk juga. Yzak juga membayangkan akan seperti apa reaksi Athrun kalau dia diingatkan pernah melakukan hal yang illegal demi bisa memasuki ORB. Pastinya dia akan beralasan kalau dia adalah tentara ZAFT dan mereka sedang dalam kondisi perang. Sungguh pemuda yang berpegang teguh pada pendiriannya walau terkadang bodoh menurutnya.
"Dimana Commander Zala?" tanya Yzak. Yzak ingat benar kalau Athrun ada saat mereka sedang rapat dan wajah seriusnya seperti biasa membuat Yzak sebal melihatnya. Bahkan ketika mereka sudah berada di pihak yang berbeda dengan jabatan yang sama tingkatannya, Athrun tetap tidak berubah. Tetap ingin memegang andil.
"Eeeuh…keliahatannya dia sedang mengarahkan beberapa hal kepada perwira Asuka, Shinn Asuka. Athrun kelihatannya masih menyimpan banyak ganjalan atau keluhan," ucap Cagalli. "Athrun memintaku untuk pergi duluan karena dia merasa Shinn masih 'trauma' padaku, hah menyebalkan!" keluh Cagalli.
Yzak mengangkat salah satu alisnya. Gadis ini blak-blakan juga rupanya dan obrolan mereka sekarang adalah obrolan panjang yang pernah terjadi diantara mereka pertama kali. Yzak memang datang dengan Shinn dengan alasan pemuda itu mungkin bisa menjadi mediator yang baik atau menunjukkan jalan selama di ORB namun pemuda beriris merah itu masih ada konflik batin yang belum selesai dengan Negara netral ini. 'Dasar bocah masa puber!' pikir Yzak.
"Daripada itu, ada baiknya Anda menikmati waktu Anda di ORB. Banyak tempat yang bisa Anda kunjungi. Mungkin secangkir teh hangat? Teh dan kopi merupakan salah satu produk utama Pulau Yalafath dan banyak kafe yang menyajikan teh yang enak khususnya untuk cuaca seperti ini," ucap Cagalli. "Ah tapi kelihatannya Anda tidak cocok untuk sebuah Afternoon Tea atau Tea Time bukan?" duga Cagalli.
Yzak mendengus, "Apakah Anda baru saja mengundang saya untuk secangkir teh?" Dia lalu memasukkan tangannya ke saku pakaiannya. Udara dingin ORB benar-benar tidak dpaat diprediksi.
"Hmm? Menurut Anda?" tanya Cagalli.
Yzak menghela napas. "Dibandingkan secangkir teh, mungkin secangkir kopi hitam untuk Coffee Break bukan suatu hal yang buruk," ucapnya. "Seperti yang Anda bilang, manusia hanya bisa berencana. Kalau memang teh hanya bisa diminum disaat-saat tertentu maka ada baiknya kita memilih yang lebih pasti, yaitu kopi."
Cagalli tersenyum, "Akan saya ingat baik-baik."
