DISCLAIMER: GUNDAM SEED AND GUNDAM SEED DESTINY BELONGS TO STUDIO SUNRISE
Thank you for Cyaaz, PopCaga and Panda Nai for the review. Sorry if I am a bit slow for updating this story.
So as those three requested, I try to update this story. But now I try to write about Cagalli and yeah, maybe no Yzak in this chapter but, please enjoy!
SNAPS
A small shot of a strong alcoholic beverage taken during the course of a meal. A Martini should not be consumed alone, although sometimes you must. If you are lucky to be in a congenial crowd, others are bound to follow your epicurean lead. A nice drink is best enjoyed with conversation between sips. The cocktail conversation also lets expression flow more freely, and the gin or vodka often adds to glib but insightful conclusions.
Green Eyes
By Fuyu Aki
Athrun Zala melihat laporan yang diberikan tanda tangan Cagalli dan juga cap bertuliskan APPROVED berwarna merah. Dia mengambil laporan itu dari meja kerjanya dan dia merasa bingung. Tidak biasanya Cagalli menyetujui program pelatihan gabungan yang cukup keras ini. Apalagi laporan tersebut berisikan proposal yang diajukan baik oleh Athrun dan Yzak. Iya, Athrun memang berencana membuat sebuah latihan gabungan dengan pangkalan Carpenteria ZAFT namun terakhir dia ragu dengan program itu namun Yzak bersikeras kalau Athrun harus menyerahkan laporan itu kalau tidak maka kedatangan ke ORB dan diskusi yang dilakukan secara online selama beberapa bulan terakhir sia-sia dan Yzak tidak menerimanya.
Tujuan latihan gabungan ini karena Athrun melihat perwira terbaru yang mendaftar terlalu lembek. Dedikasi mereka terhadap Negara terlihat kurang atau mungkin panggilan hati atau nuraninya untuk bela Negara masih kurang. Ingin rasanya Athrun menampar dirinya sendiri, karena dia sendiri bukan penduduk asli ORB Union. Penduduk ORB sendiri juga sebenarnya imigran dari Jepang dan bahkan tidak diketahui penduduk asli Negara sebelum ORB di Pulau Yalafath ini seperti apa dan apakah ada? Cagalli hanya akan mengangkat bahu bila Athrun mulai mempertanyakan hal itu. Namun, kelihatannya Athrun harus bertanya, apa yang membuat Cagalli menyetujui laporan Athrun dan mempersilakannya untuk melanjutkan program tersebut. Semua demi perdamaian dunia? Tentu saja, namun apakah perlu dengan program yang disusun oleh Joule dan Zala ini?
SRAK
Cagalli mengangkat kedua alisnya. Melihat lekat-lekat laporan yang Athrun taruh disampingnya ketika mereka berada di Manor Athha untuk menikmati waktu minum teh. "Ini?" tanya Cagalli yang melihat dan memperhatikan dengan serius judul laporan tersebut.
"Program gabungan antara ORB Defense Force dengan ZAFT. Apakah kau ingat? Hal yang didiskusikan olehku dengan Yzak Joule. Kau yang memberikanku tugas tersebut," ucap Athrun sambil melepas seragam militernya menaruhnya di lengan sofa dan hanya mengenakan kaus turtle neck berwarna hijaunya. Athrun duduk di sofa hadapan Cagalli dan mengambil kopi hitam miliknya.
Cagalli mengangguk sambil meminum tehnya, menandakan kalau dia tahu. "Lalu?" tanya Cagalli.
Athrun sempat terdiam sebentar. "….kenapa kau menyutujuinya?" tanya Athrun.
"Yzak memberikan dan menawarkan serta menjanjikan hasil yang bagus dari program itu, jadi menurutku layak untuk dicoba," jawab Cagalli ringan.
Athrun terlihat tidak suka dengan jawaban itu. "Tapi, pelatihan yang akan dilakukan sangat berat, bukankah aku sudah pernah cerita kalau di ZAFT-"
"Kalau memang tidak bagus kenapa kau mengajukannya?" potong Cagalli.
"Kalau kau tahu latihan itu berat, kenapa kau menyetujuinya?" balas Athrun yang merasa aneh dengan ucapan Cagalli
"Seperti yang kubilang, Yzak menjelaskan dengan detail dari awal hingga akhir dan aku berpikir tidak ada salahnya kita mencobanya," jawab Cagalli yang masih berusaha untuk tenang dengan debat kecil mereka walau dia wajar kalau memang pada faktanya mereka suka berdebat untuk urusan pekerjaan.
."….Yzak? Sejak kapan kau dengan mudahnya mendengarkan pendapat orang lain?" Athrun merutuk dalam hati, dia tidak suka dengan nada bicara yang dia baru saja gunakan. Dia merasa ada yang mengganggu perasaannya. Apakah fakta Cagalli menyetujui Yzak mengusiknya? Atau fakta Cagalli memanggil Yzak dengan panggilan kecilnya yang justru mengusiknya? Athrun sadar dan tahu benar kalau apa yang ada antara Cagalli dan Yzak adalah urusan pekerjaan namun, dia tidak menyangka dia akan merasa terganggu karenanya.
Cagalli tidak langsung menjawab. Dia menatap pemuda beriris hijau zamrud dihadapannya. Mengamatinya dengan seksama dan serius seakan-akan sedang mencoba menebak apa yang ada dipikirannya. Cagalli merasa ada yang aneh dengan sikap Athrun. Cagalli lalu tersenyum iseng dan menaruh cangkir teh yang sedari tadi dia pegang ke coffee table yang memisahkan mereka berdua. Dia lalu tertawa kecil.
"Cagalli?" tanya Athrun.
Cagalli tertawa karena dia teringat dengan cerita Dearka. Cerita mengenai sisi persaingan Athrun dan Yzak. Bahkan ketika Cagalli mengenal Yzak melalui urusan pekerjaan ini, Cagalli bisa lihat seperti apa sisi bersaing mereka. Namun, Athrun ternyata menunjukkan reaksi yang lain. Reaksi ini adalah reaksi yang tidak Cagalli duga dan dia ingin menggalinya lebih dalam.
"At last, I can see those beautiful green eyes," goda Cagalli karena pada nyatanya Athrun dari tadi tidak menatap wajahnya atau mungkin belum lebih tepatnya. Cagalli bisa melihat dengan jelas kalau Athrun hanya bisa terdiam dan kembali meminum kopinya. Kelihatannya pemuda kelahiran 29 Oktober itu tidak menangkap maksudnya atau mungkin Athrun mengira Cagalli mulai mencoba mengalihkan pembicaraan atau melantur. "Or maybe a green-eyed monster?" godanya lagi yang langsung membuat Athrun tersedak ketika menyesap kopinya dan menaruh cangkirnya dengan kasar.
Paham apa yang dimaksud Cagalli Athrun langsung menjawab disela batuknya. "Aku tidak cemburu Cagalli, uhuk…," bela Athrun dan dia kembali terbatuk-batuk.
Cagalli hanya tertawa dan menghampiri Athrun dan memberikan sebuah sapu tangan sambil mengelus lembut punggung Athrun. Kelihatannya mengenal sosok bernama Yzak Joule itu justru membuat hidup Cagalli menarik.
