DISCLAIMER: GUNDAM SEED AND GUNDAM SEED DESTINY BELONGS TO STUDIO SUNRISE

Thank you Pandai Nai for the review. And YES this is a drabbles. Please enjoy!

Revised & Edited: 10 September 2020


SNAPS

A small shot of a strong alcoholic beverage taken during the course of a meal. A Martini should not be consumed alone, although sometimes you must. If you are lucky to be in a congenial crowd, others are bound to follow your epicurean lead. A nice drink is best enjoyed with conversation between sips. The cocktail conversation also lets expression flow more freely, and the gin or vodka often adds to glib but insightful conclusions.

Dress

By Fuyu Aki

Yzak melihatnya dengan jelas. Dua orang yang sosoknya sebenarnya menarik perhatian para tamu dan merupakan tamu terhormat di Gala Dinner tahunan PLANTs yang diselenggarakan oleh salah satu anggota PLANT Supreme Council. Athrun Zala dan Cagalli Yula Athha keluar dari ruangan dan Athrun kelihatannya memperbaiki pakaian gadis itu. 'Anda harus memperhatikan penampilan Anda malam ini karena Anda adalah tamunya dan Anda harus menunjukkan diri Anda itu siapa. Sampai Anda kehilangan aksesoris rambut Anda, saya tidak menyangka Anda seceroboh ini' Yzak dapat mendengar Athrun yang mencoba bersikap profesional kepada atasannya sambil tangannya memasang korsase dari pakaiannya menjadi aksesoris rambut Cagalli. Yzak dapat melihat semburat merah di wajah Putri ORB itu. 'Zala and his affection', pikir Yzak. 'Aku tahu Ath dan jangan memulai mengomentari apa yang aku kenakan kau tahu bukan kalau dress ini cukup menggangguku walaupun dia seperti jumpsuit,' Yzak mendengar Cagalli memprotes dan obrolan mereka terdengar seperti pasangan remaja di acara pesta prom. Sungguh aneh Yzak dapat melihatnya dari kenalannya.

Mau mengatakan mereka tidak paham privasi, Yzak tidak mau. Mereka sudah membuat ruang privasi dengan keluar dari ruangan gala namun mereka tidak sadar kalau ada Yzak yang sedang menghabiskan waktu diluar. Dia bukannya mau melalaikan tugas, dia baru habis menerima laporan dari beberapa perwira yang bertugas menjaga keamanan selama acara. Yzak memperhatikan dress yang dikenakan Cagalli. Dress berwarna biru navy dengan belahan v dibagian dada. Belahan pada bagian atasannya saja sudah cukup mengganggu bagi Yzak namun mungkin yang memperparahnya adalah bagian bawahnya dimana belahan jumpsuit itu sampai ke paha atas sang putri. Dia memang terlihat cantik dan elegant dan pakaian itu pun tidak menghilangkan sisi keras dan kuatnya. Sayangnya malam ini, ketidak sukaan sang putri dengan pakaiannya menambah kesan keras dan kuatnya ya, karena wajahnya terlihat kesal dan tidak suka dan Yzak tahu dibeberapa kesempatan gadis itu memaksakan wajahnya tersenyum.

Yzak bingung, kenapa bisa-bisanya Athrun tidak menegur atau mengganti pakaian yang dikenakan Cagalli kalau memang pada akhirnya Athrun sendiri merasa terganggu dan kerepotan. Dia mati-matian menjaga imej Cagalli dihadapan para tamu dan memperhatikan setiap tamu yang mengajak gadis itu mengobrol khususnya dari kaum Adam. Lalu sekarang Athrun malah menegur Cagalli yang ceroboh menghilangkan aksesoris rambutnya. Ingin rasanya Yzak memukul atau menertawakan Athrun. Lalu sekarang Athrun pergi ke dalam ruangan gala meninggalkan Cagalli sendirian. 'Such a good gentleman,' batin Yzak. Tapi, Yzak tidak ingn berkomentar lebih lanjut. Dia tidak ingin menegur Athrun karena gaya 'gentleman' Athrun berbeda dengan Yzak. Sayangnya Athrun Zala itu tipe yang terbiasa menjaga. Mungkin dampak anak tunggal namun Yzak juga anak tunggal dan dia tidak seperti itu. Melihat Athrun yang cekatan dengan pakaian wanita justru membuat Yzak ingin tertawa sekaligus kagum.

"Commander Joule?"

Yzak ingin mengumpat. Tidak disadari kalau ternyata diamnya dia yang sudah menjaga jarak justru tetap disadari oleh Putri Singa ORB. Yzak lalu mendekati Cagalli. "Malam yang indah, Representative Athha?" sapanya.

"Indah? Anda mengejek saya?" tanya Cagalli yang jelas kalau dia tidak sedang dalam suasana hati yang baik.

"Huh?" ucap Yzak.

"….Apakah Anda baru saja ingin mengomentari mengenai pakaian ini?" ucap Cagalli. "Anda, seorang Yzak Joule?"

"Apa yang salah dengan Saya?"

"Saya pikir Anda adalah seseorang yang tidak akan mengambil pusing mengenai pakaian atau bahkan mengenai pakaian seseorang, intinya Anda tidak peduli," jawab Cagalli.

Yzak menghela napas padahal dia tidak ingin membicarakan hal yang baru saja terlintas dipikirannya sebelum menghampiri sang Putri Singa namun sepertinya Sang Putri berasumsi kalau dia merasa Yzak memperhatikan pakaiannya, "Apakah karena saya mengenakan seragam militer?"

Cagalli mendengus lalu tertawa sungguh suatu sikap yang unlady-like sekali, "Mungkin". Cagalli ingat kalau Yzak memiliki harga diri yang tinggi dan dia tidak mungkin blak-blakan mengatakan kalau Yzak hanya tahu pakaian rapi dan formal sebatas pada seragam militer saja. Walau mungkin akan jadi menarik tapi Cagalli ingat mereka ada dimana sekarang.

"Setidaknya apa yang saya kenakan tidak merupakan wardrobe malfunction," timpal Yzak. "Malam di PLANTs seperti ini perlu Anda nikmati. Mediator Clyne sampai meminta salah satu chef untuk menghidangkan salah satu masakan khas ORB," ucap Yzak yang sudah tahu gaya pembicaraan apa yang akan terjadi diantara mereka.

"Ah maafkan saya. Saya akan ingat baik-baik dan akan mencoba hidangan tersebut," ucap Cagalli.

"Commander Zala?" tanya Yzak.

"Athrun mengambilkan minuman. Namun kelihatannya dia akan lama kembali. Dia sempat dicegat oleh beberapa petinggi ZAFT yang dia kenal dan saya yakin dia tidak ingin saya terlibat dalam pembicaraan itu," ucap Cagalli. "Anda tahu bukan, mengenai Athrun," tambahnya.

'Zala dan masalah keluarga dan loyalitasnya, kah?' Pikir Yzak dan dia sebenarnya kesal dengan beberapa atasannya di ZAFT yang ternyata masih membicarakan hal-hal yang sudah menjadi masa lalu. Salah satunya Zala. Dimana sosok Athrun Zala sudah jelas-jelas memilih ORB dan sudah menjadi Commander di Negara tersebut selama dua tahun bahkan dikenal dengan sebutan Red Flash. Mengapa orang-orang PLANTs masih saja ada yang menyayangkan keputusan Athrun? Padahal yang bersangkutan sudah tidak peduli bahkan persetan masih memikirkan PLANTs atau tidak.

"Saya tidak menyangka Anda adalah tipe yang memperhatikan wanita dalam berpakaian," ucap Cagalli tiba-tiba dengan nada sedikit menggoda. "Pengaruh sosok Ibu, kah?" tambahnya.

Yzak cukup terkejut dengan ucapan Cagalli. Dia lalu berdeham, "Apa yang dikatakan oleh Athrun mungkin ada benarnya. Anda sebaiknya mengingat posisi Anda terutama dengan apa yang Anda kenakan karena hal itu juga memperlihatkan posisi Anda di acara malam ini," ucap Yzak. Tidak ingin berkomentar lebih lanjut mengenai pakaian yang justru memperlihatkan sisinya yang dekat dengan sosok Ibunda walau itu fakta.

Cagalli mengangkat sebelah alisnya sambil mengangguk iya. Benar. Dugaannya benar. Pria yang ada dihadapannya ini sama seperti Athrun, memiliki harga diri yang tinggi namun disisi yang berbeda. Pemuda ini menarik. Dia punya pola pikir yang bagus dan Cagalli suka. Jujur, terbuka, apa adanya, seperti dirinya? Entahlah tapi yang pasti Yzak Joule bukan pria yang mau disamakan dengan orang lain apalagi dengan dirinya.

"Terima kasih atas perhatian Anda. Namun kelihatannya saya bukan orang yang memerlukan perhatian Anda, apakah itu termasuk pujian, kah?" ucap Cagalli. "Kalau begitu saya tidak menyangka akan mendapatkan pujian dari Anda sebenarnya," tambah Cagalli.

"Saya tidak memuji Anda, saya mengucapkan sebuah fakta," ucap Yzak. "Kalau memang Anda tidak suka sebaiknya Anda katakan saja."

Cagalli menghela napas tahu apa yang Yzak maksudkan, "Oh percayalah, saya sudah berkali-kali mengatakan untuk hadir dengan seragam militer saja. Namun Athrun bersikeras untuk saya mengenakan dress namun ternyata sang stylist tidak mempertimbangkan dress apa yang saya kenakan. Di saat yang sama, saya tidak bisa banyak berkomentar karena mereka mengatakan brand yang saya kenakan ini berasal dari brand yang sama dengan Lacus. Bukannya saya tidak suka, justru saya jadi sulit menolak dan memutuskan," keluh Cagalli.

'Clyne dan pengaruhnya huh? Tipikal', pikir Yzak.

"Lalu kalau Anda memang hendak mengatakan suatu fakta, apakah dress ini cocok untuk saya malam ini?" tanya Cagalli dengan nada menantang.

Yzak diam. Dia berpikir. Dia tidak bisa sembarangan menjawab. Dia sekarang hanya berdo'a tidak adanya paparazzi atau tamu media yang siap mengambil gambar atau merekam pembicaraan mereka. Termasuk sosok Athrun Zala karena dikira mempermainkan sang Putri. Faktanya Yzak menjaganya karena Athrun bersikap tidak gentleman dengan meninggalkan seorang gadis seorang diri.

"Dress itu… tidak cocok," ucap Yzak singkat padat dan jelas ditambah dengan wajahnya yang enggan untuk berkomentar lebih lanjut.

Yzak dapat melihat senyum penuh kemenangan di wajah Cagalli seakan-akan Yzak sepaham dan seiya sekata dengan perkataannya sebelumnya. "Saya setuju dan Anda sangat paham dengan selera berpakaian wanita rupanya," goda Cagalli yang langsung membuat Yzak Joule membuang muka entah malu atau kesal dan berkata, "Tch".