DISCLAIMER: GUNDAM SEED AND GUNDAM SEED DESTINY BELONGS TO STUDIO SUNRISE

Thank you Cyaaz, Panda Nai, and Atcakun for the review.

Not really satisfied with this chapter of SNAPS. A little bit stuck and writer block. Are there any request or idea or theme from the reader? It might be help. Thank you.


SNAPS

A small shot of a strong alcoholic beverage taken during the course of a meal. A Martini should not be consumed alone, although sometimes you must. If you are lucky to be in a congenial crowd, others are bound to follow your epicurean lead. A nice drink is best enjoyed with conversation between sips. The cocktail conversation also lets expression flow more freely, and the gin or vodka often adds to glib but insightful conclusions.

Alike

By Fuyu Aki

Shiho hanya bisa menghela napas. Dia baru saja menjadi saksi kemarahan atau mungkin lebih tepatnya kemurkaan Yzak Joule karena disamakan dengan sosok Ergnes Brahe. Salahkan Isaac Mau yang sering menyamakan sosok Komandannya itu dengan Komandan Acidalium, pilot dari unit Δ Astray. Entah dia menghela napas lega atau khawatir karena sekarang dia berada di ruangan yang sama dengan Lacus Clyne dan Cagalli Yula Athha, menemani kedua gadis yang memiliki posisi penting di dunia atas perintah dari Komandannya, Yzak Joule. Sialnya, mereka berdua sedang mendiskusikan mengenai kerja sama dengan para Martians -sebutan untuk penduduk Mars-, sehingga nama Ergnes Brahe pun kembali dia dengar. Kalau mau dibandingkan sebenarnya, mungkin Shiho akan setuju dengan pendapat Isaac Mau.

"Ergnes Brahe kah," ucap Cagalli ringan sambil berusaha mengingat seperti apakah sosok Ergnes Brahe, "Aku pernah bertemu dengannya," lanjutnya.

Mata Lacus berkedip beberapa kali, tidak menyangka kalau Cagalli pernah bertemu dengan masyarakat yang mungkin dikenal tertutup itu.

"Mereka datang dengan tujuan diplomatis semata, tidak lebih. Saat itu bertepatan dengan jatuhnya Junius Seven dan mereka khawatir Martians akan terkena dampaknya juga. Aku mengatakan kalau kami tidak ingin membuat musuh baru," ucap Cagalli pelan yang teringat kalau saat itu juga bertepatan dengan keputusan bodohnya untuk menikah dengan Seiran dan menyetujui kerja sama dengen Federasi Atlantik.

"Cagalli?"

Cagalli lalu tersadar dari lamunannya, "Ah ya, ngomong-ngomong ada apa kau menanyakan tentang Ergnes?" tanya Cagalli, segera mencoba mengganti topik pembicaraan. "Apakah ada sesuatu dengan Martians sehingga kau menanyakannnya di saat afternoon tea seperti ini?"

"Kita akan bertemu dengan mereka sebentar melalui video call," ucap Lacus.

Cagalli cukup terkejut, "Eh!? Sekarang!?"

Tanpa pikir panjang, Lacus segera menyalakan monitor besar yang ada diruangannya. Sambil tersenyum manis yang menjadi khasnya sedangkan Cagalli hanya menggelengkan kepalanya, karena tidak menyangka kalau ada diskusi informal yang tidak dia duga. Monitor tersebut pun segera memperlihatkan wajah Ergnes Brahe dan Nahe Herschel.

Shiho yang melihat kedua pria yang muncul di layar dan nampaknya mereka sedang berdebat hanya bisa mengedipkan matanya. Sosok kedua pria itu mengingatkannya pada seseorang sekilas. Namun jauh sebelum pikiran itu muncul dia ingat surat dari rekannya, Isaac Mau yang sempat membandingkan Yzak dan Ergnes secara tidak langsung.

Shiho sebenarnya ingin izin keluar ruangan tapi, Yzak memerintahkannya untuk mendampingi Lacus dan Cagalli. Dia tidak bisa menolaknya. Alhasil, Shiho jadi mendengar apa yang didiskusikan oleh para pemimpin penting tingkat dunia ini dan mengenal sosok Ergnes Brahe sebagai bonusnya. Yzak dan Ergnes, Yzak dan Ergnes….kedua nama itu terus menerus muncul di pikiran Shiho. Sehingga dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh kedua gadis itu dengan para Martians.

"NAHE KAU JANGAN BERKATA YANG TIDAK-TIDAK!"

Bentakan Ergens yang keras dan tidak memperhatikan sekelilingnya menyadarkan Shiho yang tenggelam dalam alam pikirannya sendiri. Dia pun fokus ketuganya lagi. Dia harus fokus, kalau tidak Yzak akan memarahinya. Dihadapannya Cagalli menggelengkan kepalanya dan Lacus hanya tersenyum kecil sambil bergumam, "Ara..ara…"

"MAAFKAN SAYA MEDIATOR CLYNE DAN REPRESENTATIVE ATHHA! PEMBICARAAN INI KITA LANJUTKAN SETELAH SAYA MENGHUKUM NAHE YANG SUDAH TIDAK SOPAN PADA ANDA SEKALIAN!"

Ucap Ergnes dengan suaranya yang tinggi sungguh mengangetkan bagi Shiho. Disaat yang sama Shiho bersyukur karena ruangan yang mereka tempati kedap suara. Walau entah apakah terekam di kamera pengintai atau tidak. Dia berharap perwira yang berjaga mengamati keamanan gedung tidak sakit telinga karena mendengar suara Ergnes.

"Mediator Clyne?" tanya Shiho yang mencoba untuk menanyakan konidis Lacus walau dia yakin Lacus baik-baik saja.

"Ara, terima kasih Hahnenfuss-san, Saya baik-baik saja," ucap Lacus.

"Err… barusan itu,"

"Nahe mengatakan mengenai calon pendamping untuk Ergnes, ditambah lagi sosok Setona Winters yang juga menanyakan hal serupa," jelas Cagalli. Shiho tidak menanggapi walau dia sangat penasaran apa yang terjadi setelahnya. "Nahe mengatakan apakah Ergnes boleh mengirimkan pernyataan proposal pernikahan kepada kami dan setelahnya seperti yang kalian lihat, ternyata rumor yang mengatakan Ergnes pemuda yang mudah marah dan meledak-ledak itu benar," lanjut Cagalli dan langsung meminum teh miliknya.

Shiho hanya mengangguk, dia tahu. Kedua gadis yang ada dihadapannya ini, sudah ada yang memiliki kalau orang-orang tidak memperhatikannya dengan jeli. Sayangnya keduanya bukan bersama dengan orang yang posisinya sama dengan kedua gadis ini. Pria yang menjadi tambatan hati keduanya memilih menjadi pedang dan tameng untuk kedua gadis ini dan posisi mereka dibawah atau terkadang setara bergantung pada perintah atasan atau kedua gadis yang ada di hadapan Shiho ini.

"Ergens dan Nahe, mengingatkanmu pada seseorang kah?' tanya Lacus tiba-tiba.

"Hmm…menurutmu?" tanya Cagalli.

Shiho tidak percaya, tiba-tiba saja pembicaraan di ruangan tempat dia berada ini berubah menjadi pembicaraan gadis-gadis pada umumnya. Mengenai kaum Adam. Dia ingin tertawa namun dia tahan. Lagipula, jauh sebelum keduanya menduduki jabatan orang penting di dunia atau bahkan orang nomor satu di Negara masing-masing mereka hanyalah manusia dan gadis biasa. Termasuk dirinya juga. Dia sering diminta Lacus untuk duduk bersama gadis bermarga Clyne itu ketika waktu santai namun Shiho menolak. Namun, untuk topik kali ini Shiho penasaran. Salahkan Isaac yang memberikan surat berisi tentang Ergnes dan Komanadan Joule. Walau dia berdiri di belakang Lacus, diapun penasaran apakah benar sosok Ergnes itu sama dengan Komandan Yzak Joule yang terhormat? Seperti yang dituliskan dalam surat dari Isaac Mau.

Lacus terlihat sedang berpikir sambil bersenandung kecil, "Ah, apakah mereka tidak seperti Yzak dan Dearka. Apakah kau ingat ketika kita sedang tidak bertugas dan berkumpul di kediaman Joule untuk bertemu dengan Ezalia Joule?" tanya Lacus.

Mulut Cagalli membulat sempurna dan mengangguk mengiyakan. Ingat adanya undangan dari Ezalia yang walau acara yang informal tapi Cagalli senang karena bisa bercakap-cakap dengan salah satu politikus senior yang kelihatannya tidak ada salahnya untuk mengambil beberapa wawasan darinya. "Ah ya aku ingat," ucap Cagalli yang juga ingat akan kebodohan Yzak dan Dearka. Sebenarnya Dearka karena mulai meributkan masalah jodoh Yzak dan betapa menyedihkannya pemuda bermarga Joule itu karena Ezalia sampai harus membuat tiga maid virtual untuk tahu tipe gadis yang disukai Yzak. Suara kencang Yzak yang membentak Dearka memang Cagalli masih ingat dengan baik.

"Ergnes dan Yzak…," Cagalli terdiam dan nampaknya sangat memikirkan obrolan mengenai apakah Yzak dan Ergnes itu sama.

"Kau kenal Yzak, kan Cagalli-san?" tanya Lacus.

Shiho melirik ke arah Cagalli. Dia tidak yakin apakah Putri Singa ORB ini mengenal sosok Yzak Joule. Posisi mereka berbeda. Yzak tidak akan mau sembarangan berkomunikasi dengan orang-orang penting kecuali kalau memang hal itu termasuk tugasnya. Bahkan kemungkinan mereka mengobrol di kediaman Joule pun kecil karena Cagalli pasti lebih senang untuk berbicara dengan Ezalia Joule sebagai Tuan Rumah yang mengundang. Shiho juga tahu karena dia salah satu protokol keamanan khusus Lacus Clyne.

"Tentu, Joule teman yang menyenangkan dan dia berbeda dengan Ergnes," jawab Cagalli ringan yang langsung membuat Shiho bingung. DIa bukan penasaran dengan apakah Yzak Joule mirip dengan Ergnes Brahe seperti yang disampaikan oleh Isaac Mau. Sekarang, dia justru lebih penasaran dengan 'Kenapa Komandan Joule bisa kenal dengan Representative Athha?'