Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.
Warning: oneshot drabble.
.
.
Gosipin Hinata
by Fei Mei
.
.
Hati Hinata berbunga-bunga. Iyalah, siapa yang tidak bakal senang jika mendengar dirinya dipuja orang lain? Kelima anak kelas dua yang tergabung dalam tim voli putra SMA Karasuno tampak tidak enggan membicarakan Si Matahari di ruang gym dengan suara yang tidak dikecilkan padahal yang mereka bicarakan itu ada di pojok lain dalam ruangan yang sama. Seakan-akan mereka tidak malu menggosipkan orang lain dan tidak masalah jika obrolan mereka itu terdengar orang-orang di sekitarnya, termasuk 'korban'. Walau dibilang gosip, yang identik dengan hal negatif, nyatanya kerjaan Nishinoya bersama dengan Tanaka dan trio nama berakhiran '-ita' itu hanya memuji Hinata.
"IMUT BANGET!" sahut Nishinoya.
"IYA, KAN? IYA, KAN?!" timpal Narita tidak mau kalah.
"KIYOKO-SAN TETAP DEWI, TAPI HINATA IMUTNYA KAYAK MINTA DIPELUK!" ujar Tanaka.
Hinata yang mendengar itu langsung tersipu sambil menggaruk kepalanya, tak peduli mendapat tatapan aneh dari ketiga teman seangkatannya. Padahal, seharusnya mereka bertiga paham juga kan, bahwa Hinata malu-malu mendengar pujian kakak kelas mereka?
"Gak usah teriak-teriak begitu, lah, volume suaranya kecilin, gitu," kata Ennoshita, yang nyatanya memang adalah anak kelas dua terkalem di gym.
Kinoshita memukul keras pundak si calon kapten. "Alaaah, kamu sendiri juga anggep Hinata imutnya cetar banget, kan?"
"Erm, hehehe." Ennoshita cengengesan. "Iya, sih, manis banget."
"Pengen nyium Hinata, deh," celetuk Narita. Mendengar itu, Hinata sontak menutup mulut dengan kedua tangan sambil merasakan hangat di wajahnya, padahal mah Narita tidak bilang mau cium di bagian mana, siapa tahu bagian yang di bawah itu tuh—lutut, maksudnya lutut, ya.
"Kalau aku, aku pengen grepe-grepe Hinata—aduh, sakit, Ennoshita!" Tanaka langsung meringis ketika Ennoshita memukul kepalanya. Sedangkan Hinata yang mendengar itu malah memeluk erat diri sendiri dengan ngeri.
"Tapi aku ngerti perasaan Tanaka, sih," ujar Kinoshita.
Nishinoya mengangguk semangat. "Aku juga! Gara-gara dadanya, kan?"
Hinata menyerngit. Ia melepas pelukan pada dirinya sendiri, lalu menunduk melihat dadanya. 'Dadaku?'
"Iya!" sahut Tanaka membenarkan. "Dadanya jumbo!"
… masih si Middle Blocker terpendek itu menyerngit. Kageyama sampai menyemburkan susu dari mulutnya ketika melihat Hinata meraba dada sendiri. 'Rata banget, kok, kayak triplek.'
Kinoshita menggaruk kepalanya dengan malu-malu. "Agak mesum, sih, tapi mataku sering melotot sendiri kalau ada Hinata, gak kuasa untuk gak lihat ke arah dadanya."
Dengan bingung, Hinata bangkit dari tempat duduknya, menghampiri kelima kakak kelasnya, berjongkok di belakang Narita dan Tanaka. "Senpai, dadaku rata banget, lho."
Kelima orang yang lebih tua setahun dari Hinata pun menoleh dan menyerngit. "Hah?"
"Iyaaa, daritadi senpai pada bilang aku imut dan manis sampai pengen meluk, kan? Makasih," tutur Hinata. "Tapi dadaku gak besar, datar kayak triplek."
"…" Kelimanya saling tatap, mungkin berkomunikasi lewat bahasa kalbu dalam hati masing-masing.
Akhirnya, Ennoshita keluar suara duluan. "Kami enggak omongin kamu, lho."
Serngitan Hinata makin jelas. "Tapi daritadi kalian nyebut namaku, Hinata, kan?"
Tanaka dan Nishinoya langsung mengakak mendengarnya. Karena duo heboh itu sedang tidak mungkin bisa menjawab, Kinoshita-lah yang menjelaskan dengan agak geli. "Kami bukan omongin 'Hinata' kamu, tapi 'Hinata' yang ada di serial Naruto karangan Kishimoto Masashi!"
"D-dan dia cewek!" imbuh Narita, masih berusaha menahan tawa. "Makanya tadi kami bilang soal dada!"
Daritadi Hinata malu-malu karena merasa dirinya dipuji, sekarang ia ingin sembunyi karena salah paham. Ia buru-buru kembali ke tempat duduknya yang tadi, harus rela mendengar tawa Tsukishima yang begitu lepas. Kageyama yang ingin mengejeknya, malah menyemburkan susu untuk kedua kalinya karena si rekan menanyakan hal absurd:
"Kageyama, kalau aku banyak minum susu, dadaku bisa kayak si Hinata-Hinata itu enggak, ya?"
.
.
Selesai
.
.
A/N: Ini sama sekali bukan sekuel atau ada kaitannya dengan fict 'Natsu paling keren' yang pernah Fei unggah sebelumnya. Sesekali memang muncul lelucon editan tentang Hinata (Shoyo) nyasar di fandom Naruto, makanya Fei bisa kepikiran bikin fict ini. Tapi memang bagian Natsu itu Fei udah rencana duluan ya, barulah setelahnya Fei kepikiran untuk bikin Hinata juga.
Review?
