Chapter I

Tokyo, April 2009.

Seorang gadis dengan warna rambut yang cukup mencolok berlari secepat mungkin karena dia tahu bahwa dia sudah sangat terlambat. Rambut yang sedikit acak-acakan, bibir yang lumayan kering dan mata yang orang awam pun tahu bahwa gadis itu pasti masih sangat mengantuk dan snelli yang berusaha ia kenakan secepat mungkin. Gadis itu Haruno Sakura, menghela napas tepat di depan sebuah ruangan rawat inap dan langsung menyusul beberapa temannya yang sedang visite pasien mengikuti Dokter Orochimaru.

"Kau dari mana saja, Haruno?" kata Dokter Orochimaru.

"Maaf sebelumnya, dok. Tadi saya harus menghadap Dokter Nara terlebih dahulu." Jawab Sakura sopan.

"Lain kali jangan terlambat lagi." Kata Dokter Orochimaru. "Baik, dok." Jawab Sakura sedikit lega.

"Lalu, siapa yang bertanggung jawab atas Mr. Ryuki? Coba jelaskan kondisi pasien." Perintah Dokter Orochimaru.

"Saya, dok. Pasien atas nama Mr. Ryuki, usia 63 tahun, pasien mengeluh nyeri saat BAK* sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri skala 4/10, pasien juga mengeluh sulit BAK dan perlu mengejan saat BAK, pasien juga mengatakan terdapat darah dalam urine. Pada pemeriksaan Digital Rectal Examination (DRE)* ditemukan adanya pembesaran prostat dengan konsistensi prostat kenyal saat diraba, lobus kanan dan kiri simetris dan tidak terdapat nodul."

"Lalu menurutmu apa diagnosa yang tepat untuk Mr. Ryuki, Haruno?" Tanya Dokter Orochimaru.

"Menurut saya diagnosa Mr. Ryuki adalah Benign Prostatic Hyperplasia* dok." Jawab Sakura.

"Apakah sudah ada hasil pemeriksaan USG*?" Tanya Dokter Orochimaru.

"Pemeriksaan sudah dilakukan tadi pagi tapi hasilnya belum keluar dok." Jawab Sakura kembali.

Dokter Orochimaru terlihat memeriksa keadaan pasien dan memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga. Yamanakan Ino terlihat memicingkan matanya kearah Sakura sembari berbisik "Beruntung Dokter Orochimaru tidak memarahimu, Jidat."

"Hei, aku juga tidak sengaja untuk terlambat Pig." Balas Sakura. Lalu mereka melanjutkan mengikuti Dokter Orochimaru.

Saat ini yang ingin Sakura lakukan adalah cepat-cepat bertemu dan menghabiskan waktunya dikasur. Kakinya terasa akan lepas, matanya sudah berteriak ingin segera ditutup, perutnya bahkan sudah menabuh genderang untuk minta diisi dan jangan lupakan dia juga butuh mandi. Ini adalah tahun kedua Sakura menempuh Profesi Kedokteran atau lebih dikenal dengan menjadi Co-Ass. Sakura sadar bahwa dirinya harus berusaha dengan keras agar bisa segera mendapatkan gelar dokter didepan namanya.

Pendidikan dokter sangat mahal banyak yang berkata jika kamu tidak berasal dari keluarga kaya maka jadilah lebih pintar untuk mendapatkan beasiswa dan itulah yang dilakukan oleh Haruno Sakura. Dia adalah anak yatim piatu, kedua orangtuanya meninggal saat ia masih kecil. Lalu iya dirawat oleh neneknya yang juga meninggal saat ia masih di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sakura melangkahkan kakinya ke apartemen kecil miliknya, ia mengecek kotak surat siapa tau ada surat penting untuknya. Apartemennya berada dilantai dua, saat ia ingin membuka pintu ia dikagetkan oleh sebuah suara.

"Selamat siang, Sakura. Kau baru pulang dari rumah sakit?" Sapa Mrs. Tanaka, tetangga Sakura.

"Selamat siang juga, Mrs. Tanaka. Iya begitulah Mrs." Jawab Sakura.

"Oh iya. Ini ada chicken karage* dan sup miso* untukmu. Aku tadi membuat lebih dari cukup untuk aku dan suamiku makan." Kata Mrs. Tanaka sambal memberikan tempat makannya pada Sakura. Dengan sungkan Sakura mengambilnya.

"Apakah tidak apa-apa Mrs. Tanaka? Aku tidak ingin merepotkanmu." Kata Sakura sopan.

"Aish, kau ini merepotkan dari mananya. Kau harus juga harus lebih memperhatikan makanmu juga" Sahut Mrs. Tanaka.

"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak Mrs. Tanaka." Jawab Sakura sambil berpamitan dengan Mrs.Tanaka untuk masuk ke dalam apartemennya.

"Tadaima*." Ucap Sakura walaupun ia tahu tidak akan ada yang menjawab ucapannya lalu meletakan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumahan. Sakura meletakan makanan yang diberikan oleh Mrs.Tanaka ke dalam kulkas dan bergegas mandi.

Sakura menenggelamkan tubuhnya kedalam bathtub dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin. Ia sangat menyukai berendam setelah semua kesibukan yang dilakukan di rumah sakit. Sambil memikirkan hal-hal yang telah terjadi Sakura mulai bersenandung, sebuah lagu yang sering dinyanyikan neneknya saat ia masih kecil dulu. Semakin lama ia bersenandung semakin besar pula rasa rindu yang ia rasakan pada orangtua dan neneknya.

Setelah dirasa sudah cukup Sakura keluar dari bathtub dan mengambil handuk dan berganti pakaian, sebuah T-shirt putih polos dan celana rumahan pendek. Ia keluar dari kamarnya karena mengingat bahwa ia belum makan apapun hari ini lalu ini teringat makanan yang diberikan oleh Mrs. Tanaka. Sakura membuka rice cooker dan memasak nasi terlebih dahulu. Jika dihari-hari biasa mungkin Sakura akan lebih memilih memakan ramen instan tapi karena tidak mau mengalami gastritis maka ia memasak nasi terlebih dahulu.

Sakura mengambil laptop yang ada dikamarnya dan mulai mengerjakan tugas dan membuat catatan tentang pasien-pasiennya. Ia tidak mau sampai dimarahi oleh Dokter Orochimaru karna tidak bisa menjawab tentang kondisi pasiennya. Dokter Orochimaru terkenal galak dan tidak segan-segan akan memberikan nilai C bahkan D pada mahasiswa yang tidak melakukan tugasnya dengan benar. Membayangkannya saja sudah cukup mengerikan dan ia tidak ingin hal itu terjadi pada dirinya.

Ting.

Setelah beberapa lama terdengar suara dentingan rice cooker yang menjadi pertanda bahwa nasinya sudah matang. Ia mengeluarkan chicken karage dan sup miso itu lalu menaruhnya ke dalam microwave untuk dihangatkan. Lagi pula siapa yang ingin makan makanan dingin saat perutnya terasa kosong? Dan Sakura juga tidak ingin melakukannya.

Tak lama microwave itu berbunyi dan sakura mengeluarkan chicken karage dan sup miso itu tak lupa ia juga mengambil nasi lalu makan dengan pelan. Masakan Mrs. Tanaka selalu enak, ini memang bukan pertama kalinya Sakura merasakan masakan Mrs.Tanaka terkadang Mrs.Tanaka mengundangnya untuk makan malam bersama ia dan suaminya. Mrs.Tanaka tidak mempunyai anak oleh karena itu ia sering mengundang Sakura.

Sakura mencuci peralatan makan yang ia gunakan dan meletakannya di lemari dapur. Ia jadi terpikirkan mungkin dia harus mencoba untuk membuat beberapa masakan saat ia libur nanti.

Setelah semua tugasnya sudah selesai sakura merapikan laptop, buku dan jurnal yang iya gunakan dan bergegas ke kamar untuk beristirahat.

To be Continue

Snelli: Jas dokter.

BAK: Buang air kecil.

Digital Rectal Examination (DRE): Juga disebut rectal toucher atau colok dubur, adalah pemeriksaan klinis yang sering dilakukan sebagai tahapan diagnostik berbagai penyakit seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) dan hemoroid.

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH): Kondisi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar prostat. Namun, kondisi tidak bersifat kanker, atau sel-sel abnormal.

Ultrasonografi (USG): Teknik menampilkan gambar atau citra dari kondisi bagian dalam tubuh. Alat medis ini memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mengambil gambar tubuh bagian dalam.

Chicken Karage: Ayam goreng tepung.

Sup miso: Masakan Jepang berupa sup dengan bahan dasar dashi ditambah isi sup berupa sedikit makanan laut atau sayur-sayuran, dan diberi miso sebagai perasa.

Tadaima: Salam yang biasa diucapkan saat tiba di rumah.