Tokyo, April 2009.
Bip... Bipp.. Biipp...
Suara alarm menyapa indra pendengaran Sakura, dengan mata yang masih tertutup Sakura meraba nakas disamping tempat tidurnya dan mematikan alarmnya. Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali dan menarik napas panjang dengan sedikit enggan Sakura bangun dan meregangkan kedua tangannya dan menoleh kearah alarmnya.
Pukul 05:30, ia bergegas untuk menggosok gigi dan mencuci wajahnya. Sakura mengganti baju tidur yang dipakainya dengan kameja lengan panjang garis-garis dan celana bahan berwarna hitam. Ia memoleskan make up tipis dan lip tint di bibirnya supaya tidak terlihat pucat. Tak lupa juga ia mengikat ekor kuda rambutnya agar lebih nyaman. Sakura mengambil sneakers putih yang biasa ia gunakan dan bergegas untuk ke rumah sakit.
Apartemen Sakura memang tidak jauh dari rumah sakit untuk mengantisipasi kalau saja ia ada panggilan darurat seperti harus ujian atau lainnya. Pagi ini ia harus berkeliling di ruang rawat inap untuk mengecek kondisi pasien Dokter Orochimaru. Dari kejauhan ia melihat Ino, temannya itu juga menuju ruangan rawat inap. Sakura mempercepat jalannya untuk menyapa Ino.
"Hei, Pig. Apa kau ingin berkeliling juga?" Sapa Sakura sambil nepuk bahu Ino. Dengan sedikit kaget Ino pun membalas "Hei, Jidat. Kenapa kau tidak tidak membalas pesanku pagi tadi? Dan ya aku akan berkeliling sebelum dimarahi Dokter Orochimaru."
"I'm so sorry. Aku tidak tau kau mengirimiku pesan, Pig. Aku terlalu lelah malam tadi jadi aku langsung tidur." Jawab Sakura menyesal. "Ayo, berkeliling bersama." Lanjut Sakura pada Ino.
"Kali ini aku maafkan. Lain kali kau harus mentraktirku. Oh iya, aku mendapat gosip bahwa ada dokter spesialis paru baru dan bulan depan kita akan dibimbing olehnya. Katanya dokter itu masih muda dan sangat tampan." Kata Ino bersemangat. Sakura mengerutkan keningnya, sebenarnya ia tidak begitu peduli dengan dokter baru atau apapun. Ino memang dikenal sebagai ratu gosip diangkatannya.
"Benarkah? Aku belum mendengar tentang itu dan ketua kelompok juga belum ada yang memberitahukannya." Jawab Sakura.
"Memang sih tapi kau taukan bahwa informasi yang aku katakan berasal dari sumber terpercaya?" balas Ino pada Sakura. "Baiklah... baiklah. Aku percaya padamu ratu gosip." Jawab Sakura sambil terkekeh.
Tak lama mereka sampai disebuah ruang rawap inap khusus urologi*. Mereka menghampiri nurse station dan penyapa perawat disana sambal meminta ijin untuk pergi memeriksa kondisi pasien.
"Selamat pagi, Suster Kobayashi. Bagaimana kabarmu hari ini?" Sapa Sakura pada seorang perawat.
"Selamat pagi, Dokter Haruno. Lumayan sibuk karena ada 4 orang pasien baru." Jawab Suster Kobayashi.
"Baiklah, Suster Kobbayashi. Kami akan memeriksa kondisi pasien terbelih dahulu." Kata Sakura pada Suster Kobayashi.
"Semoga harimu menyenangkan, Suster Kobayashi." Kata Ino.
"Terimakasih Dokter Yamanaka." Balas Suster Kobayashi pada Ino.
Sakura dan Ino berjalan menuju bed pasiennya masing-masing. Disana terlihat seorang wanit yang sedang berbaring ditemani oleh seorang pria. "Selamat pagi Mr. Takeru dan Mrs. Takeru. Bagaimana kabarnya hari ini?" Sapa Sakura pada mereka.
"Selamat pagi, Dokter Sakura. Sudah lebih baik dari saat pertama masuk rumah sakit." Jawat Mrs. Takeru. "Selamat pagi, Dokter Sakura. Saya merasa baik hari ini." Jawab Mr. Takeru juga.
"Itu sangat bagus Mr. dan Mrs. Takeru. Saya akan memeriksa vital sign anda terlebih dahulu Mrs.Takeru. Pemeriksaan vital sign ini bertujuan untuk mengetahui tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dan pernapasan anda." Kata Sakura. "Baiklah, Dokter Sakura." Balas Mrs. Takeru.
"Saya akan mulai dengan memeriksa tekanan darah anda terlebih dahulu, boleh gulung lengan baju anda dan angkat tangan anda sebentar Mrs. Takeru?" Tanya Sakura sambil mengambil sphignomanometer* yang iya letakkan dinakas.
"Tentu, Dokter Sakura." Jawab Mrs. Takeru sambil menggulung lengan bajunya. Sakura lalu memasangkan manset pada lengan atas sekitar 3 cm di atas fossa cubiti* Mrs.Takeru dan memasangkan stetoskop ke telinganya. Sakura lalu meraba arteri brakhialis* Mrs.Takeru dengan jari tengah dan telunjuknya dan meletakan stetoskop bagian bell di atas arteri brakhialis. Kemudian Sakura mengunci skrup balon karet dan memompanya hingga denyut arteri tidak terdengar dan membuka skrup balon sambil menurunkannya perlahan.
"Tekanan darah anda 150/90 mmHg, Mrs. Takeru." Kata Sakura sambil merapikan sphignomanometer dan lengan baju Mrs. Takeru. "Apakah itu bagus, Dokter Sakura?" Tanya Mr. Takeru. Sakura menjawab sambil tersenyum "Tekanan darah anda cukup tinggi Mrs. Takeru. Apa anda merasa pusing?" Mrs. Takeru menjawab "Iya saya memang merasa pusing dan sakit di bagian tengkuk, dokter." Sakura pun menjawab "Rasa sakit di tengkuk anda bisa dikarenakan oleh tekanan darah anda yang cukup tinggi, Mrs. Apa anda sudah meminum obat hipertensi anda hari ini?" Mrs. Takeru menjawab lagi "Sudah, Dokter Sakura."
"Baiklah kalau begitu. Mrs. Takeru boleh saya meminjam lengan anda untuk mengukur denyut nadi anda?" Tanya Sakura. "Silahkan, Dokter Sakura." Jawab Mrs. Takeru.
Sakura meraba pergelangan tangan Mrs. Takeru dengan jari manis, jari tengah dan jari telunjuknya sampai teraba denyut nadi arteri radialis* Mrs. Takeru. Sambil menatap arloji di tangannya Sakura menghitung denyut nadi dan jumlah pernapasan Mrs. Takeru. "Denyut anda 90 kali per menit dan jumlah pernapasan anda 22 kali per menit, Mrs. Takeru." Kata Sakura. Mrs. Takeru mengangguk sambil tersenyum pada Sakura.
"Saya akan mengukur suhu tubuh anda, Mrs. Takeru." Kata Sakura sambil menyalakan termometernya dan mengarahkannya pada tulang mastoid* Mrs.Takeru. "Suhu tubuh anda 36,6, Mrs. Takeru." Kata Sakura. "Terimakasih, Dokter Sakura." Kata Mrs. Takeru.
"Pemeriksaan vital sign-nya sudah selesai. Bagaimana perasaan anda setelah pemeriksan ini Mrs. Takeru?" Tanya Sakura pada Mrs. Takeru. "Saya senang sekali dokter karena bisa mengetahui kondisi saya juga." Jawab Mrs. Takeru.
"Syukurlah kalau begitu. Apakah Mrs. Takeru ada keluhan hari ini?" Tanya Sakura lagi sambil tersenyum.
"Saya merasa sesak dokter dan juga kaki saya masih bengkak. Kenapa kaki saya masih bengkak ya dokter?" Tanya Mrs. Takeru pada Sakura.
"Jumlah pernapasan anda memang cukup tinggi Mrs. Takeru. Sesak dan bengkak pada kaki anda bisa terjadi karena adanya penumpukan cairan hal ini sering terjadi pada pasien dengan CKD atau Chronic Kidney Disease. Untuk sesak yang anda rasakan saya akan melaporkannya terlebih dahulu pada Dokter Orochimaru untuk pemberian oksigen tambahan. Anda juga sudah diberikan diuretik yang mana cara kerja diuretik sendiri utnuk mencegah penyerapan garam di ginjal. Dengan cara kerja diuretik ini garam dan air akan dibuang dari tubuh melalui urine." Jelas Sakura pada Mrs. Takeru.
"Boleh saya memeriksa kaki anda, Mrs. Takeru?" Tanya Sakura Kembali. "Silahkan dokter." Jawab Mrs. Takeru. Sakura menekan edema* pada kaki Mrs. Takeru dan menuliskannya kedalam catatannya untuk dilaporkan pada Dokter Orochimaru.
"Baiklah Mrs. Takeru pemeriksaannya sudah selesai, jika anda memerlukan sesuatu silahkan tekan bell nanti akan ada perawat yang menghampiri anda." Kata Sakura. "Terimakasih banyak, Dokter Sakura."
Sakura lalu pergi untuk memeriksa pasien lain di ruangan itu. Setelah selesai memeriksa kondisi pasien Sakura pun pergi ke nurse station untuk melihat hasil pemeriksaan laboratorium Mrs. Takeru.
"Permisi Suster Shiba. Bolehkan saya melihat hasil pemeriksaan laboratorium Mrs. Takeru?" Tanya Sakura pada seorang perawat. "Tentu saja boleh, dokter." Kata perawat itu sambil tersenyum. Sakura mengamati hasil pemeriksaan laboratorium Mrs. Takeru dan mencatatnya. Setelah selesai sakura ingin pergi tapi saat ia melihat ada perawat yang memepersiapkan peralatan untuk pemasangan folley catheter* Sakura berinisiatif untuk melakukannya.
"Permisi suster. Bolehkan aku yang melakukannya?" Tanya Sakura pada perawat itu. "Dokter ingin memasang folley catheter?" Tanya perawat itu. "Ya, jika boleh." Jawab Sakura sambil tersenyum. "Tentu saja boleh dokter. Ini untuk dipasangkan pada Mrs. Morita dikamar 4 bed 4. Jika butuh bantuan silahkan panggil saya, dok." Kata Perawat itu. "Siap, suster." Jawab Sakura lagi.
Setelah selesai memasangkan folley catheter pada Mrs. Morita sakura pergi ke nurse station untuk merapikan peralatannya. Disana ada Ino yang sedang mengobrol dengan perawat-perawat. "Sudah selesai, Jidat?" Tanya Ino pada Sakura. "Ya baru saja. Apa kau sudah selesai memeriksa pasien yang lain, Pig?" Tanya Sakura kembali. Belum sempat Ino menjawab tiba-tiba di pintu masuk ruangan terlihat Dokter Orochimaru berjalan ke nurse station. Sakura dan Ino pun membungkukkan badan pada Dokter Orochimaru.
"Selamat pagi, Dokter." Sapa Sakura dan Ino bersamaan. "Iya, Selamat pagi juga." Jawab Dokter Orochimaru. Dokter Orochimaru pun mulai berkeliling menuju ruangan pasiennya diikuti para dokter muda dan seorang perawat.
"Selamat pagi, Mrs. Shiba. Bagaimana kabar anda hari ini?" Sapa Dokter Orochimaru sambil memeriksa kondisi Mrs. Shiba. "Sudah lumayan membaik dokter." Jawab Mrs. Shiba sambil tersenyum. "Dokter sampai kapan saya harus menggunakan kateter urine ini?" Tanya Mrs. Shiba. Dokter Orochimaru pun menjawab "kalau kondisi anda sudah lebih baik nanti kateternya akan dilepas."
Lalu Dokter Orochimaru pun memeriksa pasien yang lain. Tak lama mereka sampai di bed Mrs. Takeru dan Dokter Orochimaru pun memeriksa kondisinya dan bertanya "Apakah dari kalian ada yang sudah memeriksa, Mrs. Takeru?" Sakura pun menjawab "Saya Dokter." Jawab Sakura. Lalu menjelaskan hasil pemeriksaannya hari ini dan keluhan dari Mrs. Takeru kepada Dokter Orochimaru.
"Berapa hasil pemeriksaan laboratoriumnya?" Tanya Dokter Orochimaru. Sakura pun menjawab "Hemoglobin* 7,8 mg/dL, ureum* 120 mg/dL, kreatinin* 5,8 mg/dL, dokter." Jawab Sakura. "Kenapa kamu tidak langsung memberikan oksigen tambahan pada Mrs. Takeru saat respirasi*-nya 22 kali permenit?" tanya Dokter Orochimaru. Lalu Sakura pun menjawab "Karena saturasi oksigen* Mrs. Takeru 96% dan menurut saya sesak yang dirasakan oleh Mrs. Takeru kerena penumpukan cairan dari CKD yang dialaminya dok." Jawab Sakura. Dokter Orochimaru hanya mengangguk dan kembali memeriksa pasien yang lain.
Tokyo, Mei 2009.
Hari-hari yang dilalui Sakura diarea urologi sudah berakhir dan mereka akan masuk diarea pulmonologi. Seperti yang dikatakan oleh Ino beberapa waktu yang lalu bahwa ada dokter spesialis paru baru dan akan menjadi pembimbing mereka di area ini.
Satu jam kemudian.
"Sial. Sampai kapan kita harus menunggu disini?" Tanya Naruto dengan kesal.
"Awas saja kalau dokter itu datang akan aku sumpahi dia." Kata Ino dengan jengkel. "Hehhh... Memangnya kau berani, Pig." Kata Sakura sambil meneyringai pada Ino. "Tentu saja aku berani." Jawab Ino. Sakura hanya tertawa melihat Ino dan Naruto yang terus menerus mengomel dengan Hinata yang terus menenangkan mereka. Disana juga ada Shikamaru yang sudah tertidur dan Sasuke yang sedang membaca jurnal, serta teman-temannya yang lain.
Dua jam kemudian.
Masuklah seorang dokter laki-laki dengan rambut berwarna silver dengan tahi lalat di bawah bibirnya dengan mengenakan kameja berwarna hitam dan celana kain berwarna abu ditambah dengan sneakers putih. Semua orang menoleh kearah pintu dengan kesal tapi segera membungkuk kearah dokter itu.
"Maaf terlambat. Aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan." Kata dokter itu dengan santai tanpa peduli tatapan para dokter muda itu yang seolah ingin menelannya hidup-hidup. Sakura bahkan merasa konyol mendengar alasan yang diucapkan oleh dokter itu.
"Aku tau kalian sudah menunggu lama. Baiklah, Perkenalkan namaku Hatake kakashi. Salam kenal semuanya." Kata Kakashi sambil tersenyum.
To be continue.
Urologi: salah satu spesialisasi kedokteran yang fokus pada gangguan di saluran kandung kemih dan saluran reproduksi.
Vital sign: Tanda-tanda vital
Sphignomanometer: Alat untuk mengukut tekananan darah.
Fossa cubiti: Area di dalam tikungan siku, semacam versi siku dari lubang lengan.
Arteri brakhialis: Pembuluh darah arteri yang berada di lipatan siku.
Arteri radialis: Pembuluh darah arteri yang berada di pergelangan tangan
Mastoid: Tulang yang terletak di belakang telinga.
Chronic Kidney Disease: Biasa juga disebut Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah merupakan suatu kondisi kesehatan di mana terlihat adanya penurunan bertahap dari fungsi ginjal.
Edema: Kondisi membengkaknya jaringan tubuh akibat penumpukan cairan.
Nurse station: Tempat dimana petugas melakukan pemeriksaan tandavital pasien dan mencatat dalam lembar rekam medis.
folley catheter: Sebuah alat berupa tabung kecil yang fleksibel dan biasa digunakan pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih.
Hemoglobin: Protein yang berada di dalam sel darah merah. Protein inilah yang membuat darah berwarna merah.
Ureum: Zat sisa dari pemecahan protein dan asam amino di dalam hati.
Kreatinin: Zat limbah dalam darah yang diproduksi oleh jaringan otot saat bergerak atau beraktivitas.
Saturasi oksigen: Konsentrasi oksigen dalam darah.
