Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: oneshot ficlet, Ushijima x Tendo.

.

.

Hari Kelulusan

by Fei Mei

.


.

Angin berhembus lembut, tetapi cukup kuat untuk meniup helaian kelopak dan mahkota bunga sakura lepas dari ranting. Bagi para gadis, angin yang membawa bunga itu akan tampak begitu romantis. Terutama sekarang ini, hari kelulusan, merupakan saat yang tepat pada para gadis untuk menyatakan perasaan pada anak kelas tiga karena inilah saat terakhir bagi mereka untuk bisa mengenakan seragam yang sama dengan para senior.

Tendo tidak mau kalah. Ia berjalan cepat mencari sang kapten yang pasti telah terseret kesana-kemari oleh banyak anak perempuan. Mungkin karena tidak ingin dikerubungi lebih lanjut, orang yang ia cari malah ada di gym—dan Tendo bangga dalam hati karena bisa tahu incarannya berada dimana.

"Wakatoshi-kun," panggil Tendo lembut sambil menghampiri kaptennya. Ia melirik ke sekitar ruangan itu, mendapati bahwa ada beberapa anak kelas tiga lainnya termasuk Semi-Semi sedang bersembunyi juga. "Selamat untuk kelulusanmu."

Dengan wajah datar, Ushijima mengangguk. "Selamat untuk kelulusanmu juga, Tendo."

Lalu Tendo gugup sendiri, padahal ia telah menyiapkan hati untuk saat ini. Ia menggenggam sesuatu di tangannya erat-erat, memaksakan diri untuk menyodorkan benda kecil itu pada pemuda yang ada di hadapannya. "Wakatoshi-kun, ini untukmu."

Masih dengan ekspresi yang sama, mungkin dengan agak raut bingung, Ushijima menatap benda yang ada di telapak tangan temannya. " …Tendo, aku tidak bisa menerimanya."

Tendo tercengang. " …kenapa?" Jika Ushijima menolak untuk memberinya benda itu, Tendo paham. Tetapi jika si kapten menolak menerima pemberiannya, berarti perasaannya ditolak banget, kan?

Ushijima menatapnya lurus. "Soalnya aku tidak bisa menjahit kancing."

Tendo mingkem. Iya, benda yang ia sodorkan pada temannya ini adalah kancing bajunya, nomor dua dari atas. Dan tampaknya Ushijima tidak paham. "Wakatoshi-kun, aku kasih kamu kancing ini, kancing kedua dari atas, sebagai lambang bahwa aku memberikan hatiku untukmu, pernyataan cinta, begitu."

Mengerjap, sekali, dua kali, barulah si kapten mengambil kancing itu. "Ooohh, begitu? Kalau begitu—"

Si Middle Blocker kaget karena Ushijima melepas paksa kancing kedua miliknya juga. Si Ace membersihkan benang pada benda kecil itu dan menyodorkannya pada Tendo.

"W-Wakatoshi-kun?"

"Untunglah aku tidak menuruti permintaan anak-anak perempuan itu," tutur Ushijima. "Mereka datang beramai-ramai meminta kancingku. Jelas aku tidak mau, nanti kemejaku berantakan."

Tendo antara ingin tertawa atau mengasihani para gadis itu.

"Tapi sekarang, karena aku sudah tahu maksudnya, aku mau kasih ini buatmu," lanjut Ushijima.

Dengan agak gemetar dan hati yang melonjak bahagia, Tendo menatap kancing pemberian rekannya dan wajah si pemberi bergantian. "J-jadi, Wakatoshi-kun, s-suka aku?"

Ushijima mengangguk tegas. "Kalau tidak suka, aku tidak bakal mau merusak bajuku, kan?"

Hal yang terjadi berikutnya membuat orang-orang di gym kaget melihatnya, terutama Semi.

Iyalah, Tendo melompat pada tubuh Ushijima untuk memeluknya dengan seluruh tubuh, memanjat bagaikan koala.

.


.

Selesai

.


.

A/N: Selalu enak ngetik tentang kepolosan Ushijima, wkwkwk. Memang si UshiWaka itu agak gimana gitu di luar tentang voli dan mungkin mata pelajaran.

Review?