Colour
TaeKook / VKook
Cast :
Jeon Jungkook (GS)
Kim Taehyung
Author : Tian Yerin a.k.a Wulan Titin
Genre : Random
Disclaimer :
Cast(s) belong to god, their entertainment, and their parent but the story line belong to mine
.
.
.
Chapter 2 "Abu Keruh"
HAPPY READING
.
.
.
Liburan telah berakhir. Menyadarkan kembali realita yang akan dihadapi mahasiswa/i beberapa kampus karena hari ini adalah hari dimana perkuliahan mulai aktif kembali.
Layaknya saat ini. Tampak suasana ramai serta riuh disalah satu kampus ternama. Sudah sewajarnya situasi di kampus memang seperti ini. Terlebih lagi saat hari pertama masa perkuliahan dimulai. Banyak yang saling bercerita tentang bagaimana libur panjang mereka kepada teman atau pun kekasihnya , dengan banyak ekspresi yang hadir disana. Ekspresi bahagia, terkejut, bahkan sedih. Sama seperti ekspresi salah satu mahasiswi disana. Padahal di kampus-kampus di negara ini tidak ada ospek, lalu perihal apa yang membuatnya tampak kosong. Sedang bersedihkah? Atau memikirkan sesuatu yang lain sehingga ia melangkahkan kakinya tak tentu arah?
Disisi lain, di area parkir , tampak 2 orang lelaki turun dari mobilnya. Yang satu bersurai ash brown bermata hazel berpostur tinggi tegap dan yang satu lagi bersurai auburn bermata hazel dengan tatapannya yang tegas namun teduh. Keduanya tampan. Hanya saja yang lebih muda selalu minder dengan penampilannya yang menurutnya jauh dari sang kakak , ya walaupun tak ditunjukkannya secara gamblang.
Brak
"Jauhkan pikiran negatif mu Tae. Kau tampan dan keren. Seperti aku"
Setelah mengunci mobil dan mengaktifkan alarm pengaman, Jin merangkul bahu adiknya seperti biasa. Tingginya tak terpaut jauh dengan sang adik, hanya 2 cm. Namun sang adik terus saja merasa minder terhadap sang kakak atau pun orang-orang yang ada disekitarnya. Menurut Jin adiknya ini adalah lelaki tertampan. Bahkan ia mampu mengakui hal itu dan kerap kali mengutarakannya kepada siapa pun yang perlu ia beritahu.
"Ya ya, hyung selalu berkata begitu. Terimakasih hyung"
Keduanya berjalan beriringan dan tidak pernah absen untuk tersenyum disela-sela banyak orang yang menyapanya. Tidak lupa bukan bila mereka ini kakak beradik yang ramah?
Menjadi tingkat 3 bagi Taehyung merupakan hal yang membanggakan, hal itu membuatnya bersenandung ria selepas perpisahannya dengan sang kakak. Ya, Jin harus masuk ke kelasnya lebih awal. Ia mendapat kabar dari temannya bila dosen kali ini 'agak' killer. Jadi ia tak mau membuat kesan buruk saat pertama bertatap muka.
Taehyung masih memiliki satu jam lagi sebelum kelasnya dimulai. Ia memilih berjalan ke arah taman belakang kampusnya, dekat dengan koridor yang mengarah ke perpustakaan. Dalam perjalanannya, banyak senior juga junior yang menyapa dirinya dan dibalas oleh sapaan ramah miliknya. Matanya menutup, melengkung keatas, diikuti sudut bibirnya yang tertarik keluar, membentuk rectangle smile yang memesona.
"Hey Tae!"
Taehyung menoleh. Menilik siapa gerangan yang memanggil namanya.
"Hyung untuk mu , dasar Park Jihoon. Dan, ah! Kau jadi kuliah disini?"
Mereka berbicara selagi masih berdiri. Segan untuk saling menarik agar bisa duduk dan berbincang dengan nyaman. Yang bernama Park Jihoon menunjukkan cengiran khasnya. Tangannya membuat gestur mengusap leher seolah sedang gugup.
"Kau berangkat bersama kakak mu?"
"Ah, Jimin hyung tadi telat. Sepertinya sebentar lagi akan sampai. Kalau begitu aku duluan ya hyung"
Jihoon, adik dari Park Jimin, teman sepermainan Taehyung sejak kecil. Jihoon sudah seperti adiknya sendiri , begitu pun sebaliknya. Mereka sudah seperti saudara sekandung. Tampak Jihoon melambaikan tangannya dan pergi menjauh dengan langkah tergesa-gesa. Dan Taehyung hanya mengedikkan bahunya cuek.
Taehyung baru saja ingin melangkahkan kakinya kembali namun sosok yang dicarinya berada teramat jelas meski berada lumayan jauh dari tempatnya berdiri.
Gadis itu, sosok yang kemarin sempat memerangkap dirinya. Bagaikan takdir, ia menemukannya.
Taehyung berjalan mendekat. Gadis itu tampak berdiri tegak dengan kepala menengadah ke atas , menatap pohon Flamboyan yang indah.
"Bunganya cantik ya. Merah"
Terkejut. Gadis itu menoleh ke kiri dan mendapati Taehyung berkata dengan senyum yang tak lepas dari belah bibirnya. Si gadis yang diajak bicara pun hanya menatap Taehyung , tak berniat membalas. Gadis itu ingat tatapan mata teduh milik seseorang yang ia belum tahu namanya. Akan tetapi, pandangannya turun, tampak mengamati dari atas hingga bawah tubuh si lelaki , Taehyung.
Taehyung yang setengah mati memberanikan diri mendekat pun merasa seperti ditelanjangi dengan tatapan sang gadis. Ia menyembunyikan rona merahnya dengan susah payah hanya untuk menyapanya. Rupanya ia harus cepat memecah aura aneh ini.
"Aku Taehyung. Tingkat 3. Sepertinya satu fakultas denganmu"
Fakultas Ilmu Bisnis. Taehyung melirik sekilas beberapa panduan yang digenggam sang gadis.
"Jeon! Disini kau rupanya"
Si pemilik marga Jeon menoleh ke kanan. Mata bulatnya menangkap sosok yang sedari tadi ia cari. Sosok itu pun mendekat dan menggenggam pergelangan tangannya.
" Ayo ke ruangan mu sekarang"
"Sudah berapa kali kubilang, jangan panggil margaku. Aku tak suka itu"
"Oke. Jungkook. Cepat masuk. Mana ada mahasiswi baru telat?"
Si gadis yang ternyata bernama Jungkook ini melepaskan genggaman sosok yang memanggilnya. Sebelum mengikuti sosok itu, ia menoleh kembali ke kiri dengan sedikit mendongak , menoleh tepat dimana Taehyung masih senantiasa menatap dirinya.
Taehyung berdegup cepat. Jantungnya berpacu begitu hebat saat gadis yang ia suka menatap matanya sekali lagi. Namun sayang, gadis itu tampak sudah mati hati. Ucapan gadis itu membuat Taehyung tertegun. Seharusnya ia mendapat balasan yang baik. Ia hanya ingin berkenalan. Bukan untuk membenci. Sungguh itu membuat hatinya keruh.
"Aku tak suka lelaki gendut"
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Hi!
Ketemu lagi sama aku
Jangan lupa fav sama komen ny yah
Karena itu membantu semangat aku buat lanjutin FF ini dengan lebih baik lagi
Terimakasih
See you next chapter
